Penggunaan Media Pembelajaran Taman PBP Pada Mapel Pkn

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TAMAN PBP (PENUMBUHAN BUDI PEKERTI) UNTUK MENINGKATKAN POTENSI KEPEMIMPINAN DAN HASIL BELAJAR PKn TENTANG BERORGANISASIBAGI SISWA KELAS VSDN 1 WANGON PADA  SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

oleh:

Kidar, S.Pd

 

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan potensi kepemimpinan dan hasil belajar PKn tentang berorganisasi bagi siswa kelas V SDN 1 Wangon pada semester II tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2015/2016 bertempat di SDN 1 Wangon. Subjek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Wangon pada semester II tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 30 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan.Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini melalui teknik tes dan non tes.  Data tentang potensi kepemimpinan siswa diperoleh melalui observasi oleh kolabolatordanteman siswa. Sedangkan data tentang hasil belajar PKn tentang berorganisasi diperoleh melalui tes tertulis.Tindakan peneliti pada siklus I yaitu melalui penggunaan Media Pembelajaran  Taman PBP (Penumbuhan Budi Pekerti) secara berkelompok  maksudnya pada waktusiswa menyusun soal jawab dan kerangka pidato secara kelompok. Tindakan peneliti pada siklus II yaitu melalui penggunaan Media Pembelajaran  Taman PBP (Penumbuhan Budi Pekerti) secara individual  maksudnya pada waktu siswa menyusun soal jawab dan kerangka pidato sendiri-sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui tindakan pada siklus I dan Siklus II maka potensi kepemimpinan dapat ditingkatkan.  Pada kondisi awal potensi kepemimpinan belajar siswa nilai rata-ratanya hanya 6,06 menjadi 8,78 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 9,30 pada akhir siklus II. Begitu juga hasil belajar PKn melalui  tindakan pada siklus I dan Siklus II maka dapat ditingkatkan.  Pada kondisi awal hasil belajar rata-ratanya hanya 80,00 menjadi 81,66 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 90,73 pada akhir siklus II.

 

Kata kunci: Taman PBP, potensi kepemimpinan, hasil belajar.

 

PENDAHULUAN

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu.  Selain itu untuk menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).  PBP adalah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah.    Salah satu potensi peserta didik yang  dikembangkan pada PBP yaitu potensi memimpin. Sesuai dengan metode pelaksanaan kegiatan PBP yaitu guru berperan sebagai pendamping untuk mendorong peserta didik belajar mandiri sekaligus memimpin teman dalam kegiatan berkelompok.   Untuk mendorong potensi peserta didik maka PBP juga bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi siswa,  guru, dan tenaga pendidikan.

Namun pada kenyataannya pelaksanaan PBP belum optimal karena belum ada panduan pelaksanaan PBP yang tepat. Selain itu penerapan PBP kedalam  mata pelajaran juga belum ada petunjuk pelalsanaannya. Ditambah lagi belum ada media pembelajaran yang sesuaisebagai sarana  penumbuhan budi pekerti.

Maka dari itu  untuk mencapai tujuan nasional dan menerapkan PBP (Penumbuhan Budi Pekerti) tersebut dalam pembelajaran, penulis menyusun sebuah media yaitu Media Pembelajaran Taman PBP (Penumbuhan Budi Pekerti). Salah satu tujuan media tersebut yaitu untuk meningkatkan potensi kepemimpinan dan hasil belajar siswa.

Pada kondisi awal proses pembelajaran lebih mengutamakan hasil belajar yang berupa aspek pengetahuan dari pada aspek sikap.  Selainitu guru menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menggunakan metode ceramah dan kerja kelompok.  Pada saat kerja kelompok yang memimpin hanya ketua kelompoknya terus menerus. Siswa  yang lain tidak diberi kesempatan untuk bergantian memimpin.

Proses pembelajaran seperti itu dapat menjadi salah satu penyebab potensi siswa sebagai pemimpin tidak dikembangkan secara menyeluruh.  Berdasarkan pengamatan pada kondisi awal terhadap potensi kepemimpinan  siswa dalam pembelajaran PKn kelas V SDN 1 Wangon pada semester II tahun pelajaran 2015/2016 ternyata masih rendah yaitu  nilai rata-ratanya hanya 6,06. Hasil belajar PKn pada kondisi awal juga belum maksimal terbukti hasil ulangan harian kompetensi dasar pengertian organisasi nilai rata-ratanya hanya  80,00 dan masih ada 5 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM (75).

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rumusan masalah sebagai berikut : “Apakah melalui penggunaan media pembelajaran Taman PBP (Penumbuhan Budi Pekerti)  dapat meningkatkan potensi kepemimpinan dan hasil belajar siswa ?”

KAJIAN PUSTAKA

Media PembelajaranTaman PBP (Penumbuhan Budi Pekerti)

Pengertian media pembelajaranmenurutDaryanto mengemukakanbahwa media pembelajaran merupakan sarana perantara dalam proses pembelajaran. (2015:4). Adapun pengertiantaman menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa  taman artinya tempat yang menyenangkan (2008:1385). Sedangkan pengertian PBP menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 disebutkan bahwa Penumbuhan Budi Pekerti yang selanjutnya disingkat PBP adalah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah.(2015:1).

Jadi berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas maka penulis menyimpulkan bahwamedia pembelajaran Taman  PBP (Penumbuhan Budi Pekerti) yaitu sarana yang berupa kelas dengan diisi kegiatan yang menyenangkan agar siswa melakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah.

Kegiatan-kegiatan Penumbuhan Budi Pekerti di Sekolah

Kegiatan-kegiatan PBP (Penumbuhan Budi Pekerti) sebagaimana tercantum di dalam Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu dari kegiatan-kegiatan penumbuhan budi pekerti yang diteliti yaitu mengembangkan potensi diri peserta didik secara utuh.

Adapun kegiatan mengembangkan potensi diri peserta didik secara utuh sebagai bertikut: Setiap siswa mempunyai potensi yang beragam. Sekolah hendaknya memfasilitasi secara optimal agar siswa bias menemukenali dan mengembangkan potensinya.

Kegiatanwajib: Menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran (setiap hari). Contoh-contoh pembiasaan baik yang dapat dilakukan oleh sekolah. Contoh-contoh pembiasaan umum: Membangun budaya bertanya dan melatih peserta didik mengajukan pertanyaan kritis dan membiasakan siswa mengangkat tangan sebagai isyarat akan mengajukan pertanyaan;  Membiasakan setiap peserta didik untuk selalu berlatih menjadi pemimpin dengan cara memberikan kesempatan pada setiap siswa tanpa kecuali, untuk memimpin secara bergilir dalam kegiatan-kegiatan bersama / kelompok. Contoh-contoh pembiasaan periodik: Siswa melakukan kegiatan positif secara berkala sesuai dengan potensi dirinya.

Dari teori-teori tersebut di atas dapat penulis buat langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan Media Pembelajaran Taman PBP Mengembangkan Potensi Diri Peserta Didik Secara Utuh, antara lain: membaca materi yang sesuai, menyusun buku saku tanya jawab, menyusun buku saku kerangka pidato, melakukan pidato, melakukan dialog interaktif

PotensiKepemimpinan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa disebutkan bahwa pengertian potensi yaitu kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan ; kekuatan; kesanggupan; daya. (2008:1096). Sedangkan pengertian kepemimpinan yaitu perihal pemimpin; cara memimpin. (2008:1075). Jadi menurut pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa  pengertian  potensi kepemimpinan yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan yaitu cara siswa memimpin.

Pengertian hasil belajar menurut Agus Suprijono disebutkan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan (Agus Suprijono, 2010 : 5).

 

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian dalam penelitian tindakan kelas ini adalah dilakukannya serangkaian tindakan kelas yang ditandai dengan adanya siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu planning, acting, observing, dan reflecting. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa-siswa kelas V SDN 1 Wangon Unit Pendidikan Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki  dan 18 siswa perempuan.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan teknik nontes dan tes.  Pengumpulan data dengan menggunakan teknik nontes   dilakukan dengan observasi yang dilakukan oleh kolabolator dan atau teman siswa. Data yang berupa nilai hasil belajar subjek penelitian pada siklus I dan II dikumpulkan melalui teknik tes.

Teknik pengumpulan data melalui tes menggunakan alat pengumpul data berupa perangkat tes. Teknik pengumpulan data melalui nontes menggunakan alat pengumpulan  data berupa lembar observasi (pengamatan).

Analisis nilai potensi kepemimpinan  dan hasil balajar dilakukan dengan cara mencari nilai tertinggi, nilai terendah, rata-rata nilai. Analisis data meliputi analisis data  diakhir siklus I dan diakhir siklus II. Selain analisis data  tersebut, dilakukan pula analisis deskriptif komparatif antara kondisi awal dengan kondisi diakhir siklus I, kondisi diakhir siklus I dengan akhir siklus II, serta kondisi awal dengan kondisi diakhir siklus II.

Tindakan peneliti pada siklus I yaitu melalui penggunaan Media Pembelajaran  Taman PBP (Penumbuhan Budi Pekerti) secara berkelompok  maksudnya pada waktu siswa menyusun soal jawab dan kerangka pidato secara kelompok. Adapun langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut: membaca buku materi yang sesuai, menyusun buku saku tanya jawab, menyusun buku saku kerangka pidato, melakukanpidato, dan melakukan dialog interaktif.

Tindakan peneliti pada siklus II yaitu melalui penggunaan Media Pembelajaran  Taman PBP (Penumbuhan Budi Pekerti) secara individual  maksudnya pada waktu siswa menyusun soal jawab dan kerangka pidato sendiri-sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui tindakan pada siklus I dan Siklus II maka potensi kepemimpinan dapat ditingkatkan.Adapun langkah-langkah pembelajarannya sebagaimana pada siklus I.

 

HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian Siklus I

Setelah dilakukan pengamatan potensi kepemimpinan  siswa pada siklus I pertemuan pertama sampai pertemuan kedua apabila dirata-rata diperoleh nilai tertinggi 10,00;  nilai terendah 7,00 dan nilai rata-ratanya adalah  8,78.  Adapun hasil belajar berupa tes diakhir siklus I diperoleh nilai tertinggi 93,0; nilai terendah 71,0; nilai rata-ratanya sebesar 81,66 .

Hasil PenelitianSiklus II

Setelah dilakukan pengamatan potensi kepemimpinan  siswa pada siklus II pertemuan pertama sampai pertemuan kedua apabila dirata-rata diperoleh nilai tertinggi 10,00;  nilai terendah 8,00 dan nilai rata-ratanya adalah  9,33. Adapun hasil belajar berupa tes diakhir siklus II diperoleh nilai tertinggi 100,0; nilai terendah 67,0; nilai rata-ratanya sebesar 90,73 .

PEMBAHASAN

Pembahasan terhadap Potensi Kepemimpinan siswa

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru /peneliti sejak dari kondisi awal, kondisi diakhir siklus I, sampai dengan kondisi di akhir siklus II, Sesuai data-data yang diperoleh ternyata terjadi peningkatan potensi kepemimpinan subjek penelitian (siswa) dan peningkatan hasil belajar. Indikasi peningkatan potensi kepemimpinanini adalah dengan meningkatnya indikator potensi kepemimpinan yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran sehingga nilai rata-ratanya meningkat pula. Adapun peningkatan nilai rata-rata  potensi kepemimpinan siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1

 NILAI RATA-RATA  POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA DARI KONDISI AWAL SAMPAI KONDISI AKHIR SIKLUS II

 

NO

 

SITUASI

NILAI

RATA-RATA

1 Kondisi Awal 6,06
2 Kondisi di akhir Siklus I 8,78
3 Kondisi di akhir Siklus II 9,30

Dinamika perubahan potensi kepemimpinan siswa dari kondisi awal, kondisi diakhir siklus I, sampai dengan kondisi diakhir siklus II (kondisi akhir) akan lebih jelas terlihat dalam diagram di bawah ini :

Gambar  1 Diagram Garis Peningkatan Nilai Potensi Kepemimpinan siswa dari Kondisi Awal Sampai Kondisiakhir Siklus Ii

 

Pembahasan terhadap Hasil Belajar siswa

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru peneliti sejak dari kondisi awal, kondisi diakhir siklus I, sampai dengan kondisi di akhir siklus II, Sesuai data-data yang diperoleh ternyata terjadi  peningkatan hasil belajar. Adapun peningkatan hasil belajar yang berupa nilai rata-rata  ulangan harian pada kondisi kondisi awal, tes pada kondisi di akhir siklus I dan tes pada kondisi di akhir siklus II dapat disimak pada tabel berikut ini :

Tabel 2

NILAI RATA-RATA HASIL BELAJAR PADA KONDISI AWAL SAMPAI KONDISI DIAKHIR SIKLUS II

 

NO SITUASI NILAI

RATA-RATA

1 Kondisi Awal 80,00
2 Kondisi di akhir Siklus I 81,66
3 Kondisi di akhir Siklus II 90,73

Dinamika perubahan hasil belajar dari kondisi awal, kondisi diakhir siklus I, sampai dengan kondisi diakhir siklus II (kondisi akhirakan lebih jelas terlihat dalam diagram di bawah ini :

Gambar 2 Diagram Garis Peningkatan  Hasil Belajar Dari Kondisi Awal Ke Kondisi Akhir Siklus II

 

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan data empirik menunjukkan bahwa tindakan kelas yang dilakukan guru peneliti dalam penelitian ini telah berhasil meningkatkan :

  1. Potensi kepemimpinan siswa dalam pembelajaran PKn tentang berorganisasi bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Wangon  pada semester II tahun pelajaran 2015/2016, dari kondisi awal potensi kepemimpinan siswa dalam pembelajaran yang rendah yaitu nilai rata-ratanya hanya 6,06 menjadi  tinggi yaitu nilai rata-rata 9,3 pada kondisi akhir siklus II.
  2. Hasil belajar PKn tentang berorganisasi bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Wangon pada semester II tahun pelajaran 2015/2015,  dari kondisi awal hasil  belajar yang belum maksimal yaitu hanya nilai rata-ratanya  80,00 menjadi hasil belajar yang tinggi yaitu nilai rata-rata 90,73 pada kondisi akhir siklius II.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah  tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini terbukti yaitu melalui penggunaan media pembelajaran taman PBP (Pemumbuhan Budi Pekerti) dapat meningkatkan potensi kepemimpinan dan hasil belajar PKn tentang berorganisasi bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Wangon  pada semester II tahun pelajaran 2015/2016.

Saran 

Secara praktis kepada pihak-pihak yang terkait langsung dalam proses pembelajaran, yaitu siswa, guru, kepala sekolah, dan petugas perpustakaan sekolah dapat diberikan saran-saran sebagai berikut:

  1. Kepada semua siswa hendaknya lebih bersemangat dalam belajar ketika guru menggunakan media pembelajaran taman PBP (Pemumbuhan Budi Pekerti)pada mata pelajaran PKn maupun mata pelajaran lainnya. Terbukti dengan menggunakan media tersebut dapat meningkatkan potensi kepemimpinan dan hasil belajarnya.
  2. Kepada guru, dalam melakukan proses pembelajaran, hendaknya para guru semaksimal mungkinmenggunakan media pembelajaran taman PBP (Pemumbuhan Budi Pekerti)yang tepat sehingga dapat meningkatkan potensi kepemimpinan dan  hasil belajar siswanya.
  3. Kepala sekolah hendaknya selalu menciptakan situasi yang kondusif sehingga para guru dan siswa dapat setiap saat dapat menggunakan media pembelajaran taman PBP (Pemumbuhan Budi Pekerti)dalam proses belajar mengajarnya. Sehingga guru dan siswanya di sekolah yang dipimpin dapat meningkatkan potensi kepemimpinan dan hasil belajarnya.
  4. Petugas perpustakaan sekolah hendaknya mendokumentasikan laporan hasil penelitian tindakan kelas ini dengan sebaik-baiknya sebagai salah satu bahan pertimbangan para guru dan kepala sekolah dalam usaha untuk meningkatkan potensi kepemimpinan dan hasil belajar siswanya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, 2015.Media Pembelajaran,Bandung : PT Sarana Tutorial Nyrani Sejahtera.

Suprijono, Agus, (2010),  Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM,  Surabaya: Pustaka Pelajar.

——, Undang-Undang  RINomor 20 Tahun 2003 TentangSistenPendidikanNasional

——-, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Penerbit PT GramediaPustakaUtama.

——-, 2015.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 TentangPenumbuhan Budi Pekerti

BIODATA PENULIS

NAMA                                           : Kidar,S.Pd

NIP                                                 : 19660605 198810 1 002

Unit Kerja                                       : SD NEGERI 1 WANGON KECAMATAN

                                                          WANGON KABUPATEN BANYUMAS




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *