PENGGUNAAN MODEL PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELAKSANAKAN SHALAT DENGAN TERTIB PADA PESERTA DIDIK KELAS III SD NEGERI 01 BODEH KECAMATAN BODEH KEBUPATEN PEMALANG SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

Biodata Penulis

Nama          : URMIATI, S.Pd. I

NIP             : 19660110 200604 2 006

Pangkat      : Penata Muda Tk I, III/b

Jabatan       : Guru  PAI

Unit Kerja   : SDN 01 Bodeh UPPK Bodeh Kab. Pemalang

Alamat        : Jl.Raya  Bodeh, desa Bodeh  Kab. Pemalang

No. Tlp       : 081542309579

Abstrak

Penelitian tindakan kelas ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar melaksanakan shalat dengan tertib pada peserta didik kelas III semester 1 SDN 01 Bodeh Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan menggunakan model Picture and Picture. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III SD Negeri 01 Bodeh terdiri dari 25 siswa. Penelitian tindakan kelas ini direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari satu pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dari setiap siklus. Ada dua teknik yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data yaitu teknik tes dan nontes. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan terlihat pada hasil pra siklus persentase ketuntasan belajar baru tercapai 40% atau 10 peserta didik pada siklus I tercapai 60% atau 15 peserta didik, dan pada tindakan siklus II tercapai 80% atau 20 peserta didik. Total peningkatan 40%. Hal ini juga diikuti dengan perubahan aktifitas menjadi baik.

Kata kunci :  hasil belajar, shalat, model picture and picture

Latar Belakang

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat memengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki model mengajar yang baik dan  mampu memilih model pembelajaran  yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam  menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar peserta didik khususnya pelajaran  Pendidikan Agama Islam.  Misalnya  dengan mcmbimbing peserta didik untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan  mampu  membantu peserta didik berkembang sesuai dengan  taraf  intelektualnya akan  lebih menguatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep yang diajarkan.

Berdasarkan uraian dan kenyataan yang terjadi sekarang ini, penulis menemukan permasalahan pembelajaran yang terjadi, yaitu dari hasil evaluasi yang telah dilaksanakan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi melaksanakan shalat dengan tertib di kelas III semester 1 SD Negeri 01 Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang, diketahui bahwa hasil belajar peserta didik rendah yaitu dari 25 peserta didik yang melaksanakan evaluasi, hanya ada 10 peserta didik yang mendapat tuntas KKM (KKM:70) atau sekitar 40%. Sedangkan sisanya 15 peserta didik atau sekitar 60% tidak tuntas KKM. Padahal pembelajaran dikatakan berhasil apabila seorang peserta didik menguasai materi mencapai 80% atau lebih.

Berdasarkan analisis yang sudah ditetapkan, penulis yang senantiasa dibantu oleh pengamat, kemudian mencari, memilih dan selanjutnya menetapkan rumusan masalahnya sebagai berikut : bagaimanakah penggunaan model Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik tentang materi melaksanakan shalat dengan tertib pada peserta didik kelas III SD Negeri 01 Bodeh semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017, bagaimanakah penggunaan model Picture and Picture dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik tentang materi melaksanakan shalat dengan tertib pada peserta didik kelas III SD Negeri 01 Bodeh semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pengertian Model pembelajaran Picture and Picture

Model pembelajaran Picture and Picture merupakan sebuah model dimana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi peserta didik untuk aktif belajar. Dengan menggunakan alat bantu atau media gambar, diharapkan peserta didik mampu mengikuti pelajaran dengan fokus yang baik dan dalam kondisi yang menyenangkan. Sehingga apapun pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik dan mampu meresap dalam hati, serta dapat diingat kembali oleh peserta didik.  Menurut Hamdani, Picture and Picture adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis (Hamdani, 2010:89). Sehingga peserta didik yang cepat mengurutkan gambar jawaban atau soal yang benar, sebelum waktu yang ditentukan habis maka merekalah yang mendapat poin.

Prinsip Dasar Model Pembelajaran Picture and Picture

Prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif picture and picture adalah sebagai berikut: setiap anggota kelompok (peserta didik) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya, setiap anggota kelompok (peserta didik) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama, setiap anggota kelompok (peserta didik) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya, setiap anggota kelompok (peserta didik) akan dikenai evaluasi, setiap anggota kelompok (peserta didik) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, setiap anggota kelompok (peserta didik) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Langkah – langkah model pembelajaran Picture and Picture

Adapun langkah-langkah dari pelaksanaan Picture and Picture ini menurut Agus, (2009:125) terdapat enam langkah yaitu:

1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai,

2) memberikan materi pengantar sebelum kegiatan,

3) guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan (berkaitan dengan materi),

4) guru menunjuk peserta didik secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada,

5) guru memberikan pertanyaan mengenai alasan peserta didik dalam menentukan urutan gambar,

6) kesimpulan atau rangkuman.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran picture and picture pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat menjawab persoalan bagaimana belajar itu bermakna, menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan realita yang ada serta lebih melibatkan peserta didik aktif belajar, baik secara mental, intelektual, fisikl, maupun sosial.

Hasil Belajar

Pengertian Belajar

Definisi belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003:2).

Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam belajar yaitu:

a) perubahan terjadi secara sadar,

b) perubahan bersifat kontinu dan fungsional,

c) perubahan bersifat positif dan aktif,

d) perubahan dalam belajar tidak bersifat sementara,

e) perubahan bertujuan atau berarah,

f) perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.

Ada beberapa hal yang menentukan belajar yaitu:

a) kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon belajar,

b) respon peserta didik, dan

c) konsekuensi yang bersifat menggunakan respon tersebut, baik konsekuensinya sebagai hadiah, teguran atau hukuman Sagala, (2009:14).

Dari pengertian belajar diatas penulis menyampaikan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku baik dari hasil pengalaman ataupun latihan. 

Tujuan Pembelajaran

Sugandi menjelaskan bahwa pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang mempengaruhi  si belajar sedemikian rupa, sehingga si belajar memperoleh kemudahan dalam berinteraksi dengan lingkungan (Ahmad Sugandi, 2004:201). Secara teoritis, pembelajaran yang efektif mampu menghantarkan peserta didik belajar secara efektif. Menurut Peaget belajar tidak harus berpusat pada guru, tetapi anak harus lebih aktif. Oleh karenanya peserta didik harus dibimbing agar aktif menemukan sesuatu yang di pelajarinya (Sudjana , 2001:99).

Tinjauan Tentang Shalat

Sholat merupakan rukun islam yang ke dua. Dalam ibadah sholat terdapat gerakan-gerakan dan bacaan-bacaan yang teratur, mulai dari takbiratul ihram hingga salam. Gerakan dan bacaan dalam sholat dilakukan dengan serasi dan tertib. Artinya,dilakukan dengan benar dan urut. Gerakan-gerakan dalam sholat meliputi: berdiri tegak, takbiratul ihram, bersedakep, rukuk, iktidal, sujud, duduk diantara dua sujud, duduk tahiyat awal ( tasyahud awal ), duduk tahiyat akhir ( tasyahud akhir ), salam (Istarani, 2005:16)

Kerangka Berfikir

Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai cara, strategi dan pendekatan. yang digunakann oleh guru guna mencapai tujuan dan sarana pendidikan. Salah satunya adalah dengan menerapkan model Picture and Picture. Disamping itu model ini juga diupayakan meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dalam mempelajari melaksanakan shalat dengan tertib. Kerangka berpikir dari penelitian ini adalah sebagai berikut .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan model picture and picture belajar dalam kelompok kecil memungkinkan siswa untuk berbagi dan bertambah pengetahuan, membangun kerjasama dan siswa berlatih menerima perbedaan, dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar belajar Pendidikan Agama Islam siswa, selain itu guru kelas akan bertambah pengetahuan, sikap dan keterampilan akademiknya. Akibatnya akan meningkatkan profesionalisme dan kualitas guru.

Hipotesis Tindakan

Berdasakan landasan teoritis dan kerangka berpikir diajukan suatu hipotesis bahwa diduga model Picture and Picture : meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi melaksanakan shalat dengan tertib di kelas III SDN 01 Bodeh Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017, dan meningkatkan aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi melaksanakan shalat dengan tertib di kelas III SDN 01 Bodeh Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

MOTODOLOGI PENELITIAN

Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III SD Negeri 01 Bodeh semester I tahun pelajaran 2016/2017. Peserta didik kelas III ini terdiri dari 25 siswa. Penelitian tindakan kelas ini direncanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2016 dan dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari satu pertemuan. Untuk siklus I dilaksanakan pada Senin tanggal 25 Juli 2016, sedangkan untuk siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggl 15 Agustus 2016. Tempat penelitian tindakan kelas dilaksanakan di ruang kelas III SDN 01 Bodeh. SD Negeri 01 Bodeh terletak di daerah pedesaan tepatnya di Jalan Desa Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang. Desa Bodeh merupakan salah satu desa di kawasan kecamatan Bodeh.

Sesuai dengan penelitian yang digunakan yaitu PTK, penelitian ini direncanakan terdiri  dari 2 siklus. Apabila belum berhasil akan dilanjutkan pada siklus berikutnya. Model yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model proses siklus PTK menurut Kemmis dan Mc Taggart. Dalam siklus model Kemmis dan Mc Taggart dijelaskan bahwa dalam satu siklus atau putaran terdiri dari empat komponen. Keempat komponen tersebut yaitu:

a. Perecanaan (planning),

b. Aksi/tindakan (acting),

c. Observasi (obseving) dan

d. Refleksi (refleting).

Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas direncanakan dua siklus, apabila belum berhasil akan dilanjutkan siklus berikutnya. Kegiatan setiap siklus terdiri dari : Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dari setiap siklus. Ada dua teknik yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data yaitu teknik tes dan nones. Dalam teknik tes terdiri dari atas : tes tertulis dan non tes

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam PTK ini yaitu tes tertulis. Tes tertulis yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas adalah tes bentuk uraian. Soal-soal tes yang disusun berdasarkan atas indikator penyelesaian masalah yang akan diukur sehingga dapat melihat keberhasilan kegiatan. Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah dicapai oleh peserta didik melalui tes dan observasi. Hasil analisis data pada siklus I digunakan untuk kegiatan selanjutnya. Data yang sudah terkumpul dihitung dan dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila telah memenuhi: hasil belajar peserta didik mencapai  KKM 70, Adanya peningkatan aktifitas belajar peserta didik mencapai skor 3 atau kategori tinggi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Kelas

Deskripsi Awal

Pada awal pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi melaksanakan shalat dengan tertib pada peserta didik kelas III SD Negeri 01 Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang tahun pelajaran 2016/2017, peserta didik yang memperoleh nilai sama atau lebih dari KKM 70 baru mencapai 40% atau 10 peserta didik dari sejumlah 25 peserta didik di kelas III, sisanya 15 siswa (60%) tidak tuntas KKM. Sedangkan batas tuntas secara klasikal  adalah apabila peserta didik yang sudah memperoleh nilai sama atau lebih tinggi dari KKM 70 sudah mencapai 80% atau 20 peserta didik dari sejumlah 25 peserta didik di kelas III SDN 01 Bodeh.

Pembahasan Antar Siklus

Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik

Dari data prestasi belajar hasil sebelum perbaikan pembelajaran (pra siklus) yang sudah diperoleh peneliti sampai hasil perbaikan pembelajaran siklus I dan dilanjutkan siklus II oleh peneliti adalah sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data pada tabel 1 diatas, perolehan skor pada siklus I mendapat 15 (60%) peserta didik yang mendapatkan nilai sama atau diatas KKM (≥70) atau yang mengalami belajar tuntas, sedangkan 10 (40%) peserta didik mendapatkan nilai dibawah 70 atau belum mengalami belajar tuntas. sedangkan nilai rata-rata kelas hanya 68,8. Pada siklus II ada peningkatan terdapat 20 (80 %) peserta didik yang mendapatkan nilai sama atau diatas KKM (≥70) atau yang mengalami belajar tuntas, sedangkan 5 (20%) peserta didik mendapatkan nilai dibawah 70 atau belum mengalami belajar tuntas. sedangkan nilai rata-rata kelas 76. Ada peningkatan sebesar 40%.

Peningkatan Aktifitas Belajar Peserta didik

Dari data aktifitas belajar peserta didik hasil sebelum tindakan (pra siklus) yang sudah diperoleh peneliti sampai hasil tindakan siklus I dan dilanjutkan siklus II oleh peneliti adalah sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data tabel 2 diatas, aktifitas belajar peserta didik dapat disebut mengalami peningkatan yaitu dilihat dari ketika pembelajaran pra siklus data dari guru mengatakan aktifitas belajarnya rendah. Kemudian ketika peneliti melakukan tindakan siklus I setelah peneliti menyebarkan angket kepada peserta didik, dan peserta didik mengisi angket tersebut, maka peneliti memperoleh data sebagai berikut: peserta didik yang memperoleh kriteria nilai aktifitas belajar rendah ada 3 peserta didik setelah peneliti melakukan tindakan pada siklus II menurun menjadi 0 peserta didik. Selanjutnya peserta didik yang memperoleh kriteria nilai aktifitas belajar sedang pada siklus I sebanyak 5 peserta didik dan mengalami penurunan pada siklus II menjadi 3 peserta didik, kemudian peserta didik yang memperoleh kriteria nilai aktifitas belajar tinggi pada siklus I sebanyak 10 peserta didik dan setelah diadakan siklus II menjadi 8 peserta didik, selanjutnya peserta didik yang memperoleh kriteria nilai aktifitas belajar sangat tinggi pada siklus I sebanyak 7 peserta didik dan setelah melanjutkan di siklus II mengalami peningkatan menjadi 14 peserta didik. Dengan demikian tindakan dianggap berhasil, sehingga tidak dilanjutkan ke siklus III (cukup 2 siklus).

Simpulan

Setelah diadakan perbaikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi melaksanakan shalat dengan tertib di kelas III semester I SD Negeri 01 Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2016/2017, sebanyak dua siklus secara umum hasil belajar dan aktivitas belajar belajar peserta didik meningkat secara rinci sebagai berikut:

Model Picture and Picture  dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III semester I SD Negeri 01 Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2016/2017, terbukti dari hasil evaluasi pada kondisi awal atau pra siklus persentase ketuntasan belajar baru tercapai 40% atau 10 peserta didik dari 25 peserta didik, kemudian setelah dilakukan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar dan tercapai 60% atau 15 peserta didik, dan meningkat lagi pada tindakan siklus II yaitu 80 % atau 20 peserta didik. Ada peningkatan sebesar 40%.

Model Picture and Picture  dapat meningkatkan aktivitas belajar belajar peserta didik kelas III semester I SD Negeri 01 Bodeh Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2016/2017, terbukti dari kegiatan pembelajaran pra siklus aktivitas belajar siswa rendah. Selanjutnya setelah dilakukan tindakan peserta didik yang memperoleh kriteria nilai aktifitas belajar sedang pada siklus I sebanyak 5 peserta didik dan mengalami penurunan pada siklus II menjadi 3 peserta didik, kemudian peserta didik yang memperoleh kriteria nilai aktifitas belajar tinggi pada siklus I sebanyak 10 peserta didik dan setelah diadakan siklus II menjadi 8 peserta didik, selanjutnya peserta didik yang memperoleh kriteria nilai aktifitas belajar sangat tinggi pada siklus I sebanyak 7 peserta didik dan setelah melanjutkan di siklus II mengalami peningkatan menjadi 14 peserta didik.

Saran Tindak Lanjut

Bagi Guru: guru dalam menyampaikan pelajaran hendaknya memilih media yang tepat dan model yang bervariasi disesuaikan dengan kompetensi dasar sehingga pelajaran yang disampaikan tidak menimbulkan yang abstrak, guru dalam menggunakan model pembelajaran hendaknya dipersiapkan lebih dahulu, sehingga penerapan model pembelajaran bisa lebih maksimal.

Bagi peserta didik: selalu terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, berani menyampaikan pendapat berdasarkan hasil demonstrasi yang dilakukan

Bagi Sekolah: sekolah agar memberikan Aktifitas kepada guru-guru untuk melakukan refleksi melihat kemampuan diri sendiri sehingga bila mengalami kegagalan dalam pembelajaran tidak terulang lagi, Sekolah senantiasa memfasilitasi kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

DAFTAR PUSTAKA

 

Achmad Sugandi, Haryanto. 2004. Teori Pembalajaran Semarang : UPT MKK UNNESS.

Anitah, Sri. 2008. Media Pembelajaran. Surakarta : UNS PRESS

Arif  S. Sardiman, dkk. 2001. Media Pembelajaran. Jakarta,  PT Raja Grafindo Persada

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta: Bumi Aksara

Catharina Tri Anni, dkk. 2004. Psikologi Belajar. Semarang : UPT MKK UNNESS.

Denny Setiawan, d kk. 2007. Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta : Universitas terbuka.

Dimyati dan Mudjiono, 1999. Belajar dan Pembelajaran. Yakarta : Rineka Cipta

Isjoni, H.2009. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi antar Peserta Didik. Jogjakarta : Pustaka Pelajar

M.Iskandar Srini. 2001. .Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Sagala, Syaiful.  2009.  Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Slameto.   2003.   Belajar   dan   Faktor-Faktor   yang   Mempengaruhinya

Uzer, Usman Moh. 2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja.

Winataputra, S. Udin. 1976. Strategi Belajar Mengajar Jakarta : Universitas Terbuka

Winkel,  W.S.  1996.  Psikologi  Pendidikan  dan  Evaluasi  Belajar.  Jakarta: Grasindo.

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *