PTK SD Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Dengan NHT

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN MENGGUNAKAN A POP HIT BILBUL DI KELAS IV SD NEGERI BANJARHARJA 03 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013/2014

ABSTRAK

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika, tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui model pembelaaran NHT dengan menggunakan A POP HIT BILBUL bagi siswa kelas IV SD Negeri Banjarharja 03 Kecamatan Banjarharja semester 2 tahun 2013/2014.Penelitian ini dalakukan selama enam bulan yaitu Januari sampai dengan Juni 2014. Tempat penelitian di SD Negeri Banjarharja 03 Kecamatan Banjarharja, sesuai dengan tempat penelitian mengajar, sedangkan subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD N Banjarharja 03 dengan jumlah siswa sebanyak 22 siswa yang terditri dari laki-laki 13 dan perempuan 9. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus terdiri empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi hasil pengamatan.data yang diperoleh menggunakan teknis tes, dokumentasi dan observasi.Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kompetitif yang dilanjutkan refleksi. Berdasarkan hasil tindakan dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan model pembelajaran NHT dan penggunaan A POP HIT BILBUL dapat meningkatkan aktvitas dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Banjarharja 03, SemesterII tahun 2013/2014, peningkatan hasil belajar itu terbukti adanya peningkatan aktivitas dan hasil tes ulangan harian. Hal ini dilihat dari hasil yaitu Jumlah seluruh  skor yang dicapai untuk keseluruhan indikator pada pembelajaran pertemuan kedua  Siklus II adalah 50,47 =84,12 %, bila dibandingkan dengan skor minimal KKM yaitu 45 = 75 % terdapat kelebihan 5,47 = 9,12%  dan bila dibandingkan dengan skor maksimal yaitu 60 = 100 %, maka terdapat kekurangan 9,53 =15,88%.Dilihat dari hasil analisis tes formatif pertemuan kedua Siklus II ketuntasan secara individual maka yang tuntas 20 anak = 94,12 % dan yang belum tuntas 2 anak = 5,88 %.Dari hasil angket di atas terbukti bahwa pembelajaran kompetensi dasar operasi hitung bilangan bulat melalui model pembelajaran NHT, 31siswa merasa senang, 1 siswa merasa biasa saja dan 2 siswa tidak memberikan pernyataan. Jika dibuat prosentase tingkat minat siswa dalam pembelajaran ini maka 31 siswa yang merasa senang = 91 %, sedang 1 siswa yang menyatakan biasa saja = 3 %, dan 2 siswa yang tidak memberikan jawaban = 6 %. Dengan demikian bahwa belajar menggunakan alat peraga A POP HIT BILBUL melalui penerapan Model Pembelajaran NHT membuat siswa bergairah dan merasa senang sehingga dapat membantu meningkatkan hasil belajar mereka.

Kata Kunci : A POP HIT BILBUL, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, NHT (Number Heads Together)


PENDAHULUAN

Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, hasil analisis nilai kegiatan pembelajaran matematika tentang menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat, hasil belajar siswa SD Negeri Banjarharja 03 ternyata masih kurang. Setelah peneliti merefleksi hasil pembelajaran tersebut, ternyata banyak persoalan yang ,muncul pada sistim bilangan bulat pada siswa. Kesulitan yang mereka hadapi misalnya ketika mereka akan melakukan operasi hitung seperti  4+ (-7); (-6) + 9; (-3) – (-6), dan sebagainya. Agar siswa lebih memahami dan dapat mengerjakan operasi hitung tersebut, guru harus memberikan penjelasan dan cara menanamkan pengertian operasi tersebut secara konkret, karena kita tahu bahwa pada umumnya siswa  berpikir dari hal-hal yang bersifat konkret menuju ke hal-hal yang bersifat abstrak.

Agar hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Banjarharja 03 tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat meningkat, maka peneliti akan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bermakna (PAIKEM) dan menggunakan alat peraga hasil kreatif sendiri yaitu A POP HIT BILBUL.

Berdasarkan latar belakang di atas  rumusan masalahnya adalah “Apakah penerapan pembelajaran NHT serta penggunaan alat peraga A POP HIT BILBUL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas IV SD Negeri Banjarharja 03, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes”

LANDASAN TEORI

Matematika SD

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting, dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia.Perkembangan pesat dibidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, nalisis, teori peluang, dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama.

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :(1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan anatarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, (2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, (4) Mengomunikasikan gagasan dengan symbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, (5) Memiliki sikap menghargai keguanaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek sebagai berikut : (1) Bilangan, (2) Geometri dan pengukuran, (3) Pengolahan data.

Bilangan Bulat

Bilangan bulat merupakan perluasan dari bilangan cacah,untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang tidak terjawab pada bilangan cacah.Sebagai contoh, tidak ada jawaban untuk mencari penyelesaian dari “3 – 5” pada bilangan cacah.dengan kata lain, pada himpunan bilangan cacah memiliki beberapa kekurangan. Oleh sebab itu, perlu adanya perluasan untuk himpunan bilangan cacah yang dikenal dengan nama bilangan bulat.

Himpunan bilangan bulat terdiri dari himpunan bilangan asli yaitu {1, 2, 3, 4, 5, ….} yang selanjutnya disebut bilangan bulat positif, bilangan nol dan lawan dari bilangan asli yaitu { -1, -2, -3, -4, ….} yang selanjutnya disebut bilanan bulat negative. Jadi himpunan bilangan bulat adalah {…, -4, -3, -2, -1,0, 0, 1, 2, 3, 4, …}. Sedangkan gabungan himpunan bilangan asli dan nol disebut himpunan bilangan cacah.

Model Pembelajaran Number Heads Togheter (NHT)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran:

  • Siswa dibagi dalam kelompok.
  • Tiap siswa dalam kelompok mendapat nomor.
  • Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
  • Kelompok mendiskusikan jawabannya yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya.
  • Guru memenggil salah satu nomor siswa dan nomor yang dipanggil mempresentasikan hasil kerjasama mereka Kelompok yang lain memberikan tanggapan terhadap hasil presentasi siswa yang maju.
  • Guru menunjuk nomor yang lain.
  • Kesimpulan

 

Alat Peraga Operasi Hitung Bilangan Bulat (A POP HIT BILBUL)

Alat peraga (A POP HIT BILBUL) dirancang sedemikian rupa untuk menjelaskan konsep operasi hitung bilangan bulat secara konkrit, dan semi konkrit, dan dibuat agar menarik perhatian siswa untuk melakukan permainan dan memahami konsep operasi hitung bilangan bulat.

A POP HIT BILBUL dapat digunakan sebagai sarana untuk menjelaskan konsep operasi hitung bilangan bulat (penjumlahan dan pengurangan, perkalian,dan pembagian) terdiri dari, papan bagian untuk memperagakan manik-manik bertanda positif dan manik-manik bertanda negatif, dan bagian yang menggambarkan model jalan sebagai garis bilangan, serta model mobil yang dapat diputar untuk arah maju mundur.

Cara kerja A POP HIT BIL BUL

Peragaan manik-manik

Operasi penjumlahan bilangan bulat misalnya 3 + (-5) = …?

Langkah-langkahnya sebagai berikut

  • Tempatkan tiga buah manik-manik bertanda positif kedalam papan peragaan. Hal ini untuk menunjukkan bilangan positif 3.
  • Tambahkan ke dalam papan peragaan tersebut manic-manik bertanda negatif sebanyak 5 buah yang menunjukkan bilangan negatif (-5).
  • Gabungkan manic-manik yang bertanda positif dengan yang bertanda negatif untuk mencari pasangan bilangan yang bersifat netral (bernilai nol)
  • Dari hasil gabungan tadi, terlihat ada tiga buah pasang manik-manik netral (bernilai nol), dan yang tidak mempunyai pasangan ada 2 buah manik-manik bertanda negatif (bernilai – 2). Peragaan ini menunjukkan kepada kita bahwa 3 + (- 5) = – 2.

Operasi pengurangan, misalnya 3 – 5 = ….?

Langkahnya :

  • Tempatkan 3 buah manic-manik yang bertanda positif ke dalam papan peragaan. (mernunjukan bilangan positif 3)
  • Karena operasi hitung berkenaan dengan pengurangan yaitu bilangan positif 5, maka seharusnya kita memisahkan dari papan peragaan tersebut manik-manik bertanda positif sebanyak 5 buah. Namun untuk sementara pengambilan tidak dapat dilakukan.
  • Agar pemisahan dapat dilakukan maka perlu ditambahkan 2 pasangan manik-manik positif dan negative yang netral dan letaknya di himpitkan di papan peragaan.
  • Setelah melalui proses tersebut dalam papan peragaan terlihat ada 5 buah manic yang bertanda positif dan dua buah manic yang bertanda negatif. Selanjutnya kita dapat memisahkan ke 5 buah manic yang bertanda positif keluar dari papapan peragaan.
  • Dari hasil pemisahan tersebut di dalam papan peragaan sekarang tinggal 2 manik bertanda negative (bernilai negative 2). Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa 3 – 5 = -2 .

Berdasarkan proses kerja kedua peragaan di atas secara real;istik penggunaan alat peraga ini dapat memperlihatkan perbedaan proses untuk mendapatkan hasil dari operasi hitung dalam sistim bilangan bulat yang berbentuk a + (- b) dan a – b, sekaligus memperlihatkan pula secara nyata keberlakuan konsep a – b = a + (- b).

Penggunaan alat peraga ini dapat kita manfaatkan untuk melatih pola pikir siswa dalam memahami suatu persoalan.

Peragaan Model Jalan dan Model Mobil

Untuk melakukan peragaan menggunakan model mobil, pada garis bilangan ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, antara lain :

  1. Posisi awal peragaan harus dumulai dari bilangan nol (skala nol)
  2. Untuk bilangan bulat posistif, model mobil harus mengarah mengarah ke bilangan positif, dan untuk bilangan bulat negative model mobil mengarah kea rah bilangan negative.
  3. Untuk operasi hitung penjumlahan gerakan mobil harus maju, dan untuk operasi hitung pengurangan mobil bergerak mundur.

Contoh :

Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, misalanya : 3 + (-4).

Cara peragaannya sebagai berikut :

  • Karena bilangan yang ditambah adalah bilangan positif, maka posisi awal mobil menghadap ke bilangan positif kemudian bergerak ke arah positif dan berhenti di bilangan positif 3.
  • Karena operasi hitungnya penjumlahan maka mobil harus bergerak maju, dan bilangan penambahnya negatif 4 (-4), maka mobil harus berubah arah ke arah negatif, kemudian bergerak maju sebanyak empat langkah dan berhenti di posisi bilangan negatif 1 (-1). Maka hasil penjumlahan 3 + (- 4) = -1

Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, misalnya : (- 3) + 4 = … ?

Cara peragaannya sebagai berikut :

  • Karena bilangan yang ditambah bilangan negate, maka posisi awal mobil harus menghadap ke arah negatif, dan bergerak ke bilangan negatif 3 ( – 3).
  • Karena operasi hitung penjumlahan, maka mobilharus bergerak maju, dan bilangan penambahnya positif 4, maka mobil berbalik aragh dan maju kea rah positif sebanyak 4 langkah dan berhenti di bilangan positif 1. Maka hasil penjumlahan (- 3) + 4 = 1

Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, misalnya : 3 – ( – 4)= ….

Cara peragaannya sebagai berikut :

  • Karena bilangan yang dikurangi positif, maka posisi awal mobil menghadap ke arah positif dan bergerak ke bilangan 3.
  • Karena operasi hitungnya pengurangan maka mobil harus bergerak mundur, dan bilangan yang menguranginya bilangan negatif maka mobil menghadap kea rah negatif dan mundur sebanyak 4 langkah dan berhenti di bilangan 7. Maka hasil dari pengurangan 3 – ( – 4) = 7

Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, misalnya : ( – 3) – 4 = …?

Cara peragaannya sebagai berikut :

  • Bilangan yang dikurangi bilangan negatif ( -3), maka posisi awal mobil menghadap negetif dan bergerak kea rah -3.
  • Karena operasi pengurangan, mobil harus bergerak mundur, dan bilangan pengurangnya positif ( 4), mobil berubah arah ke arah positif dan bergerak mundur sebanyak 4 langkah dan berhenti di bilangan -7. Jadi hasil pengurangan (- 3) – 4 = -7

Dari beberapa contoh peragaan di atas, guru harus mencoba memberikan latihan-latihan pada siswa dengan contoh-contoh operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang lain.

Kerangka Berpikir

Berdasar dari permasalahan dan pemecahan serta rumusan masalah, setelah mengkaji berbagai pengalaman  serta kajian teoritis di atas, maka peneliti akan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap kompetensi dasar melakukan meakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas IV SD Negeri Banjarharja 03 dengan bantuan alat peraga A POP HIT BILBUL, serta menerapkan model pembelajaran NHT.

 

METODE PENELITIAN

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran di SD Negeri Banjarharja 03,Kecamatan Banjarharja, Kabupaten Brebes dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Subject penelitian adal kelas IV SD Negeri Banjarharja 03 yang berjumlah 22 anak, terdiri atas 13 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Kemudian dilihat dari pekerjaan orang tua mereka adalah 80 % buruh tani dan petani dan 20 % sebagai wiraswasta dan pedagang.Dengan kondisi seperti ini kehidupan anak-anak kurang perhatian terutama masalah belajarnya, dan kurang sekali motivasi belajar dari orang tua mereka.

Prosedur penelitian Tindakan Kelas terhadap pembelajaran matematika kompetensi dasar melakukan pengurangan dan penjumlahan bilangan bulat melaluipenggunaan A POP BILBUL dengan penerapan model pembelajaran NHT di SD Negeri Banjarharja 03 kelas IVakan peneliti lakukan sampai dua siklus perbaikan. Dalam setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan.Setiap siklus terdapat empat fase yang meliputi (1) merencanakan PTK, (2) melaksanakan PTK, (3) melaksanakan observasi, dan (4) melakukan refleksi.

Teknik pengumpulan data observer melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan peneliti menggunakan pedoman observasi yamng telah dibuat. Teknik tes yang digunakan adalah tes yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tes tersebut merupakan pelaksanaan evaluasi proses yaitu evaluasi yang dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Angket/questioner digunakan untuk menyaring pendapat siswa tentang pembelajaran, asal dibuat sederhana dan juga memuat pertanyaan yang direspon secara bebas (terbuka) oleh siswa.Angket ini dilaksanakan di akhir siklus perbaikan pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana minat belajar siswa tentang melakukan perkalian yang hasilnya bilangan dua angka.

Pada setiap akhir pembelajaran setiap pertemuan dan setiap sikluspeneliti melakukan analisis data hasil pengamatan dan data hasil tes.Data hasil pengamatan dianalisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut, (1) mereduksi data, (2) menganalisis data, dan (3) melaporkan data, (Wardani, 2002:2.28).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian Siklus I

Pertemuan 1

Pada kegiatan pendahuluan peneliti mengawali dengan mengabsen siswa, menyuruhsiswa berdoa, menyiapkan alat/media dan sumber pembelajaran, serta meninformasikan materi yang akan dipelajari, memberikan pertanyaan apersepsi, dilanjutkan dengan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Pada kegiatan eksplorasi siswa memperhatikan penjelasan guru tentang menjumlahkan bilangan, mengurangkan bilangan bulat dengan peraga manik-manik, siswa mencoba menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan peraga manik-manik. Pada ketahap elaborasi peneliti membagikan lembar kerja serta menjelaskan tugas yang harus dikerjakan untuk setiap kelompok, ecara berkelompok siswa mengerjakan lembar kerja dan melaporkan hasil kerja di dipan kelas. Peneliti memberikomentar, motivasi pada setiap kelompok yang melaporkan hasil kerjanya. Pada tahap konfirmasi peneliti bertanya jawab tentang hal yang belum dipahami, serta meluruskan kesalah pahaman, memberikan penguatan dan menyimpulkan. Kegiatan penutup dilakukan dengan memberikan soal untuk remedial bagi siswa secara individu masih di bawah KKM, dan soal pengayaan bagi siswa yang mendapat nilai di atas KKM.

 

Pertemuan Kedua

Pada kegiatan pendahuluan Peneliti mengadakan apersepsi untuk menjajagi kemampuan siswa, dan membahas soal remedial dan soal pengayaan. Selanjutnya peneliti membuat kelompok belajar yang berbeda dengan kelompok di pertemuan pertama.Siswa yang mendapat nilai di atas KKM dijadikan ketua kelompok.Hal ini dilakukan agar dapat terukur kemampuan siswa secara individual. Pada kegiatan inti tahap eksplorasi siswa dilatih secara bergiliran maju di depan kelas mengerjakan soal latihan, pada kegiatan ini peneliti menggunakan teknik kuis, setiap kelompok disuruh mengambil lot yang berisi soal untuk dikerjakan di depan kelas oleh perwakilan nomor kelompok. Permainan ini dilakukan berulang da menyesuaikan alokasi waktu. Pada tahap elaborasi peneliti membagikan lembarkerja sekaligus memberikan penjelasan tugas yang harus dikerjakan oleh kelompok, secar berkelompok siswa mengerjakan lembar kerja, dilanjutkan dengan melaporkan hasil kerjanya di depan kelas. Peneliti memberikan komentar atau meluruskan kesalahan yang terjadi pada hasil kerja kelompok.

Pada tahap konfirnmasi peneliti seperti biasa memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya jawab tentang materi yang belum dipahami. Diakhiri dengan kesimpulan. Pada kegiatan akhir peneliti memberikan tes formatif, menilai, menganalisis, dan memberikan tindak lanjut. Untuk menutup pembelajaran peneliti, memberikan arahan serta motivasi pada siswa agar lebih banyak menghafal fakta dasar perkalian, serta memberikan tugas rumah sebagai bahan remedial dan pengayaan.

Hasil Refleksi Siklus I

Disini peneliti hanya menjelaskan hasil analisis tes formatif adalah sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata skor indikator 1 adalah 8,74 rata-rata skor tersebut telah melebihi skor KKM yang telah ditetapkan yaitu 7,5, sedang skor maksimalnya 10.Skor rata-rata Indikator 2 adalah 6,97, skor maksimalnya 10 KKM yang ditetapkan adalah 7,5. skor rata-rata perolehan indikator kurang dari KKM danskor yang belum tercapai 3,03.

Skor rata-rata indikator 3 adalah 5,56 skor maksimal 10 KKM yang ditentukan 7,5. untuk indikator ini masih di bawah KKM dan skor yang belum tercapai 4,44.Skor rata-rata indikator 4 adalah 8,97 ini sudah lebih dari KKM yang ditentukan yaitu 7,5 dan jika dibandingkan dengan skor maksimal masih kurang 1,03. indikator ini sudah dianggap berhasil.Skor rata-rata soal/indikator 5 adalah 5,56 sedang skor maksimalnya adalah 10 berarti indikator ini masih di bawah KKM bila dibandingkan dengan skor maksimal masih kurang 4,44.

Skor rata-rata indikator 6 adalah 7,56 sedang KKM 7,5, maka indikator ini sudah di atas KKM namun perlu lebih ditingkatkan, sebab jika disbanding dengan skor maksimal masih kurang 2,44. Jumlah seluruh skor yang telah dicapai oleh seluruh indikator adalah 43,35 dan rata-rata nilai 72,3. Bila dibandingkan dengan skor maksimal yaitu 60 atau 100 % maka jumlah seluruh skor yang diperoleh 72,25 %,sehingga masih terdapat kekurangan 27,75% dan nilai rata-rata kelas masih dibawah KKM yaitu 72,3.

Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa indikator  yangmenjadi masalah dan harus dicarikan penyebab serta solusinya adalah indikator  2,3, dan 5 yaitu tentangMenjumlahkan dua bilangan negatif, menjumlahkan bilangan positif dan negatif, dan mengurangbilangan positif dan bilangan negatif.

Penyebab kegagalan indikator2 yaitu, (1) Peneliti terlalu cepat memberikan penjelasan dan siswa kurang memperhatikan penjelasan, (2) siswa tidak seluruhnya dapat berlatih menggunakan alat peraga.Penyebab kegagalan indikator 3 antara lain guru kurang memberikan contoh lain tentang menjumlahkan bilanganpositif dan bilangan negatif. Penyebab kegagalan indikator 5 adalah antara lain,(1) Penjelasan peneliti kurang detail , (2) Siswa kurang memahami tentang langkah pengerjaan pada A POP HIT BILBUL,

Solusi untuk mengatasi kegagalan tersebut peneliti bersama observer mencoba merencanakan perbaikan pembelajaran yang berdasar dari penyebab kegagalan tersebut.Solusi mengatasi kegagalan indikator 2 dan 3  antara lain sebagai berikut, (1) Peneliti memberikan penjelasan tidak terburu-buru, dan untuk menarik perhatian minat siswa peneliti memperbanyak latihan menggunakan A POP HIT BILBUL bagi semua siswa,  untuk mengatasi indikator 5 peneliti lebih banyak lagi memberikan contoh dan latihan tentang langkah pengerjaan pada A POP BILBUL.

Hasil Penelitian Siklus II

Pertemuan ke-1

Dalam kegiatan pendahuluan Peneliti mengadakan apersepsi  untuk menjajagi kemampuan siswa dan membahas soal remedial dan soal pengayaan. Selanjutnya peneliti membuat kelompok belajar yang berbeda dengan kelompok di siklus pertama.Siswa yang mendapat nilai di atas KKM dijadikan disebar ke semua kelompok.Hal ini dilakukan agar dapat terukur kemampuan siswa secara individual.Mengawali kegiatan inti peneliti mengulang menjelaskan materi sesuai indikator terutama pada indikator yang masih gagal, sambil sesekali memberikan tugas/pertanyaan pada siswa untuk mengingatkan kembali.Selanjutnya peneliti membagikan lembar kerja kelompok untuk dikerjakan oleh kelompok masing-masing.Pada kegiatan ini peneliti berkeliling memantau setiap kelompok sambil memberikan penjelasan tentang tugas pada lembar kerja, dan memberikan bimbingan pada kelompok yang mengalami kesulitan.Setelah selesai kerja kelompok peneliti menugaskan kelompok untuk menuliskan hasil kerjanya pada papan tulis. Masing-masing kelompok ditugaskan satu indikator. Kelompok yang lain mencocokkan dengan hasil kerjanya apakah pekerjaan kelompok lain sudah benar atau masih salah. Disini peneliti berusaha menjelaskan setelah setiap kelompok menuliskan hasil kerjanya.Kegiatan selanjutnya peneliti membagikan lembar soal tes formatif untuk setiap siswa, dan siswa mengerjakannya, untuk soal cerita guru membacakannya hal ini membantu siswa yang belum lancar membaca.Setelah tes formatif selesai dikerjakan peneliti menilai dan menganalisis.Untuk menutup kegiatan Peneliti menyimpulkan materi secara garis besar, kemudian memberikan tugas pekerjaan rumah berupa soal remedial dan soal pengayaan.

Pertemuan Kedua

Dalam kegiatan pendahuluan Peneliti melakukan apersepsi yaitu dengan memberikan pertanyaan mencongak, dilanjutkan dengan mengoreksi hasil pekerjaan rumah siswa. Bagi siswa yang diremedial maupun pengayaan.

Dalam kegiatan inti pertemuan kedua siklus II ini peneliti membagi kelompok sesuai dengan tingkat kecerdasan anak. Siswa yang cerdas sebagian ada di masing-masing kelompok, Peneliti membagikan lembar kerja kelompok yang isinya sesuai indikator. Selama siswa kerja kelompok berusaha mengarahkan, membimbing, serta memberi motivasi serta penguatan, agar siswa yang masih rendah nilanya agar mau bekerja sama mengikuti kerja kelompok, tidak hanya mengandalkan anak yang pandai. Setelah kerja kelompok selesai, peneliti menugaskanperwaikklan tiap kelompok untuk mempresentasikan kerja kelompoknya.kelompok lain menanggapi, guru memberikan motivasiserta penguatanpada setiap kelompok yang mempresentasikan hasil kerjanya.

Hasil Refleksi Siklus II

Ketercapaian rata-rata indikator 1 adalah 9,59 dan indikator 2 adalah 7,91, rata=-rata skor tersebut sudah di atas KKM, skor rata-rata indikator 3 adalah 7,94 sudah di atas KKM.Skor rata-rata indikator 4 adalah 8,97 sudah di atas KKM jadi indikator ini dianggap sudah tercapai maksimal. Skor rata-rata indikator 5 adalah 7,59sudah di atas KKM yaitu 7,50namun perlu ditingkatkan lagi oleh peneliti dalam pembelajaran.Skor rata-rata indikator 6 adalah 8,47 sudah melebihi KKM dan sudah dianggap optimal.Skor rata-rata keseluruhan  adalah 50, 47 ini sudah melampaui Skor KKM yaitu 45, dan perolehan nilai rata-rata kelas 84,1 maka bila dibandingkan dengan nilai KKM 75, sudah lebih 10,9 hal ini berarti pembelajaran operasi hitung bilangan bulat sudah dianggap berhasil secara optimal, karena dari 22 siswa kelas IV, 21 siswa sudah tuntas, hanya 1 siswa belum tuntas namun secara peningkatan hasil belajar sudah meningkat bila dibandingkan dengan siklus pertama.Perbaikan Pembelajaran yang dilakukan selama dua siklus perbaikan sudah dianggap selesai dan berhasil. Ini dilihat dari hasil nilai tes formatif siklus I pertemuan kesatu nilai rata-rata adalah 65,50, sedang hasil tes formatif siklus II pertemuan ke-2 adalah 84.10dengan demikian ada perubahan peningkatan nilai yang signifikan. Dan kalau dilihat dari hasil nilai kerja kelompok juga meningkat dari mulai kegiatan kerja kelompok siklus I pertemuan 1, rata-rata nilainya adalah 64,60, Siklus I Pertemuan ke-2 =77,00, Siklus II Pertemuan ke-1=80,80 dan Siklus II Pertemuan ke-2 adalah 84,6. Disamping merefleksi secara kuantitas observer juga menilai secara kualitas yaitu dengan menyebarkan angket siswa, yang hasilnya adalah 20 orang merasa senang belajar dengan alat peraga A POP HIT BILBUL, merasa dibantu dalam memahami materi pelajaran.1 orang merasa biasa saja , dan 1 orang tidak menjawab pertanyaan angket. Dengan demikian Penelitian tindakan kelas di kelas IV SD Negeri Banjarharja 03 semester 2 dianggap selesai.

PEMBAHASAN

Siklus I

Hasil Rata-Rata Skor Pertemuan ke 1

Jumlah seluruh skor yang dicapai untuk keseluruhan indikator pada pembelajaran pertemuan kesatu Siklus I adalah 39,35 = 65,58 %, bila dibandingkan dengan skor minimal KKM yaitu 45 =75 % terdapat 5,65 = 9,42 % dan bila dibandingkan dengan skor maksimal yaitu 60=100%, maka terdapat kekurangan 20,65 = 34,42%.

Hasil Rata-Rata Skor Pertemuan ke-2

Jumlah seluruh skor yang dicapai untuk keseluruhan indikator pada pertemuan ke-2 siklus I adalah 43,35 = 72,25 %, bila dibandingkan dengan skor minimal KKM yaitu 45 = 75 % terdapat kekurangan 1,65=2,75 % dan bila dibandingkan dengan skor maksimal yaitu 60 = 100%, maka terdapat kekurangan 16,65 = 72,25 % .Dilihat dari hasil analisis tes formatif pertemuan kedua Siklus I ketuntasan secara individual maka yang tuntas 13 anak = 59,10% dan yang belum tuntas 9 anak = 40,90%.

Siklus II

Hasil Rata-rata Skor Pertemuan ke-1

Jumlah seluruh skor yang dicapai untuk keseluruhan indikator pada pembelajaran pertemuan ke-1 siklus II adalah 47,56 = 79,27 %, bila dibandingkan dengan skor minimal KKM yaitu 45 = 75 % terdapat kelebihan 2,56 = 4,27 % dan bila dibandingkan dengan skor maksimal yaitu 60 = 100 % maka terdapat kekurangan 12,24 = 20,73 %. Dilihat dari hasil analisis tes formatif pertemuan ke-1 Siklus II ketuntasan secara individual maka yang tuntas 16 siswa = 72,72 % dan yang belum tuntas 6 anak = 27,28 %.

Hasil Rata-rata Skor Pertemuan ke-2

Jumlah seluruh  skor yang dicapai untuk keseluruhan indikator pada pembelajaran pertemuan kedua  Siklus II adalah 50,47 = 84,12%, bila dibandingkan dengan skor minimal KKM yaitu 45 = 75 % terdapat kelebihan 5,47 = 9,12%  dan bila dibandingkan dengan skor maksimal maksimal yaitu 60 = 100 %, maka terdapat kekurangan 9,53 =15,88%.

Dilihat dari hasil analisis tes formatif pertemuan kedua Siklus II ketuntasan secara individual maka yang tuntas21 anak = 95,45 % dan yang belum tuntas 1 anak = 4,55 %.

Data peningkatan prosentase ketuntasan belajar peneliti sajikan dalam bentukk tabl dan diagram di bawah ini :

Tabel Peningkatan Prosentase Ketuntasan Belajar

SIKLUS KETUNTASAN BELAJAR SISWA
SISWA TUNTAS BELUM TUNTAS
Jml.Siswa (%) Jml.Siswa (%)
Siklus I
Pertemuan 1 5 22,72  % 17 77,28  %
Pertemuan 2 13 59,10  % 9 40,90 %
Siklus II
Pertemuan 1 16 72,72 % 6 27,28 %
Pertemuan 2 21 95,45 % 1 4,55 %

Diagram Peningkatan Peningkatan Hasil Belajar

mahfudoh

SIMPULAN

Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran matematika KD menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat melalui Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dua siklus, yang setiapsiklusnya terdiri dari dua pertemuanyang masing-masing pertemuanalokasi waktunya 4 x 35 menit, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa untuk dapat meningkatkan hasil pembelajaran matematika KD menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat di kelas IV melalui penggunaan alat peraga A POP HIT BILBUL dengan menerapkan Model Pembelajaran PAIKEM yaitu model NHT adalah salah satu strategi pembelajaran yang paling tepat, dalam pembelajaran matematika guru harus kreatif dalam menyiapkan alat peraga yang tepat, harus dapat memberdayakan siswa yang pandai dalam kerja kelompok yaitu dengan menyebarkan siswa yang pandai di setiap kelompok hal ini dapat membantiu efektifitas dalam proses pembelajaran, pembimbingan, arahan, serta pemberian motivasi, penghargaan/penguatan akan dapat membantu siswa untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasiona Pendidikan (2007).  Standar Kompetensi Lulusan di Sekolah Dasar.Jakarta. Direktorat Jendral ManajemenPendidikan Dasardan Menengah.

Badan Standar Nasional Pendidikan.(2007). Standar Isi (Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta :Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Departemen Pendidikan Nasional RI (2007). Standar kompetensi dan kompetensi dasar tingkat SD/MI. Jakarata: Direktorat JendralManajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Puji Santoso, dkk (2008). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD.Jakarta :Universitas Terbuka.

Panitia Serifikasi Guru Rayon 112. (2012). Bahan Ajar Pendidikan danLatihan Profesi Guru (PLPG).Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Suparno, Yunus Muhammad (2003). Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wardani I.G.A.K, dkk.(2006). Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta :Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K. (2007) Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Universitas Terbuka.

Yetti Mulyati. (2008). Keterampilan Berbahasa Indonesia SD.Jakarta :Universitas Terbuka

 

BIODATA

               NAMA                               ; MAHFUDOH, S.Pd.SD

               NIP                                     : 19620627 198304 2 004

               GOL/RUANG                    : PEMBINA/IV A

               JABATAN                         : KEPALA SEKOLAH

              UNIT KERJA                     : SD NEGERI BANJARHARJA 03

                                                          UPTD KEC. BANJARHARJAKAB. BREBES

        ALAMAT RUMAH          : DESA BANJARHARJA, KEC.BANJARHARJA,

                                                      KABUPATEN BREBES




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *