PTK SD Mapel IPA Sifat Benda Padat dan Cair Melalui Benda Konkrit

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SIFAT BENDA PADAT DAN CAIR MELALUI BENDA KONKRIT PADA SISWA KELAS III SD NEGERI PAGUBUGAN  KULON 03 BINANGUN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

salimin

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Apakah penggunaan  benda konkrit dapat meningkatkan motifasi keaktifan dan  prestasi belajar IPA Sifat benda padat dan cair.Penelitian ini di lakukan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari;1) Perencanaan 2) Pelaksanan 3) Observasi  4) Refleksi.Masing- masing siklus di lakukan 2 kali prtemuan.Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Observasi dan tes tertulis.Hasil penilitian menunjukanabahwa pemberian tindakan menggunakan benda konkrit pada study awal diperoleh siswa yang aktif (20%),Pada siklus 1 siwa yang aktif (30%),Pada siklusII siwa yang aktif dan tuntas(95%),menjadi meningkat.Dengan demikian Pembelajaran IPA dengan menggunakan benda konkrit dapat meningkatkan motifasi dan prestasi belajar siswa pada materi sifat benda padat dan cair di kelas III SD Negeri Pagubugan Kulon 03Tahun peljaran 2013 \ 2014.

Kata kunci: Benda konkrit,keaktifan siswa, hasil belajar.

PENDAHULUAN

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar memiliki karakteristik objek yang bersifat konkrit.Namun demikian siswa mengalami kesulitan  mempelajari IPA.Untuk dapat memahami objek yang konkrit diperlukan keaktifan dan kreatififas yang tinggi dari siswa.Karena itu pelajaran harus diarahkan untuk membangkitkan keaktifan dan kreatifitas tersebut.Salah satu usaha yang bisa dilakukan yaitu  kegiatan belajar secara aktif. Mata pelajaran  IPA  berdasarkan data impirik bahwa hasil  belajar dan keaktifan siswa kelasIII SDNegeri Pagubugan Kulon 03, Binangun Kabupaten Cilacap tentang Sifat Benda Padat dan Cair masik kurang. Hasil yang di peroleh kelas III semester I SD Negeri Pagubugan Kulon 03 Binangun hanya 8 siswa atau 40% yang mencapai tingkat penguasaan materi 60% keatas.Oleh karena itu,penulis berupaya untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa tentang pembelajaran materi sifat benda .upaya itu akan menggunakan media  benda konkrit.

Beberapa kondisi pembelajaran yang menjadi penyebab kurangnya hasil belajar IPA kelas III  SD Negeri Pagubugan Kulon 03 adalah: 1) Kurangnya kreatif siswa dalam pembelajaran.  Hal ini bisa diketahui dari kurangnya siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru (rata–rata 5 siswa) setiap kali pertanyaan disampaikan.Banyaknya siswa yang menyelesaikan tepat waktu dalam menyelesaikan soal latihan ,rata-rata hanya 8 siswa. Sedangkan siswa yang aktif bertanya tentang materi pembelajaran hanya siswa tertentu saja (3 siswa); 2) Pembelajaran berpusat pada Guru. Selama ini pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas III SD Negri Pagubugan Kulon 03 bersifat guru sentris. Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) IPA kelas III banyak menggunakan metode yang membuat guru mendominasi pembelajaran. Metode ceramah, demontrasi, dan tanya jawab yang di gunakan guru menyebabkan siswa pasif.

Dengan adanya 5 siswa yang selau bernilai kurang dari 85, pada setiap ulangan harian pada semester I dan pada saat mengerjakan soal – soal latihan, maka tutor sebaya dapat dilakukan. ke-5 siswa tersebut diberi kepercayaan sebagai tutor bai teman – teman yang membutuhkan bantuanya. Dengan demikian, hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam akan meningkat karena kesulitan – kesulitan yang dialami siswa dapat terpecahkan bersama.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai  berikut:

  1. Bagaimanakah proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media benda konkrit untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi sifat benda padat dan cair pada siswa kelas III semester I tahun pelajaran 2013\2014 SD Negeri Pagubugan Kulon 03 .
  2. Seberapa banyak peningkatan materi sifat benda padat dan cair setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan benda konkrit pada siswa kelas III semester I tahun pelajaran 2013\2014 SD Negeri Pagubugan Kulon 03 .

            Untuk dapat menjawab permasalahan yang dihadapi , maka alternatif tindakan yang dapat dilakukan adalah pembelajaran dengan menggunakan benda konkrit baik dilakukan disekolah maupun diluar jam pembelajaran (di rumah).

TINJAUAN PUSTAKA

Konkrit adalah nyata, benar – benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dsb)  W.J.S Poerdarmint (1984:519). Sehingga apabila digabungkan benda konkrit adalah segala yang ada di alam yang berwujud, berjasad dan benar-benar ada. Jadi, yang dimaksud penggunaan benda konkrit adalah pemakaian, penerapan, atau penggunaan alat bantu berupa segala yang  di alam yang terwujud atau berjasad  dalam proses pembelajaran.

Kata aktivitas berasal dari kata activity yang berarti kegiatan. Kegiatan atau keaktivan jasmani / atau fisik sebagai kegiatan yang tampak, membuat kontruksi  model, dan lain-lain. Sedangkan kegiatan psikis tampak bila sedang mengamati dengan teliti, memecahkan persoalan, mengambil keputusan dan sebagainya (Ahmad Rohani, 2004:6-7) dalam Dwijoseno.

Menurut Sardiman (1986:23) memberikan batasan pengertian belajar, yaitu:  (1) belajar adalah sebagai rangkain kegiatan jiwa raga untuk menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta rasa dan karsa, ramah kognitif dan psikomotor dan (2) belajar dikatakan juga sebagai proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep, atau teori.

Berdasarkan pengertian di atas belajar merupakan proses psikologi yang terjadi dalam diri seseorang sangat kompleks dan sukar diketahui. Terjadinya perubahan pada diri seeorang tidak hanya mengetahui pengetahuan saja, akan tetapi mengenai  berbagai kecakapan  sikap pengertian, minat dan penyesuaian diri.

Beberapa pengertian hasil belajar menurut para ahli yaitu:  1) Menurut Sri Antana W, dkk (2009:2.19) hasil belajar merupakan kulminasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam belajar. Kulminasi akan selalu diiringidengan kegiatan tindak lanjut. Hasil belajar harus menunjukkan suatu perubahan tingkahlaku atau perolehan perilaku siswa yang bersifat menetap, fungsional, positif, dan yang disadari; 2) Menurut Benyamin Bloom (1956) mengemukakan bahwa gambaran hasil belajar mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; 3) Menurur Rimozoswki (1982) skema kemampuan yang dapat menunjukkan hasil belajar: a) Ketrampilan psikomotor berkaitan dengan kemampuan membuat keputusn memecahkan masalah berpikir logis; b) Ketrampilan psikomotor berkaitan dengan kemampuan tindakan fisik dan kegitan perseptual; c) Ketrampilan reaktif berkaitan dengan dengan sikap,kebijakan,perasaan, d) Ketrampilan interaktif berkaitan dengan kemampuan sosial dan kepemimpinan.

Pengertian hasil belajar erat kaitanya dengan perubahan tingkah laku seseorang setelah dilakukan proses belajar mengajar. Hasil belajar IPA selalu menunjukan kepada suatu proses perubahan tingkah laku atau pribadi seseorang, dengan berdasarkan pada praktik atau pengalaman tertentu. Perubahan tingkah laku yang dimaksud adalah menyeluruh. Slameto (1995:2) mengemukakan bahwa “Hasil belajar adalah hasil dari suatu proses usaha yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan, sebagi hasil pengalaman sendiri dalam  interaksi dengan lingkungannya.”

Berdasarkan uarain di atas, dapat dipahami dengan jelas bahwa hasil belajar merupakan suatu hasil perbuatan yang dicapai oleh individu atau siswa setelah melaksanakan proses belajar mengajar.

KERANGKA BERPIKIR

 Pembelajaran dengan menggunakan benda konkrit akan dapat mengaktifkan siswa, baik guru sebagai tutor, maupun siswa yamg di beri bantuan. Sebagai tutor, guru aktif membimbing siswa yang membutuhkannya menjadi sasaran bimbingan juga aktif mengikuti bimbingan dan mempelajari materi. Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut:

salimin

Diagram 1 Kerangka Berpikir

HASIL PENELITIAN

Apabila di bandingkan dengan pembelajaran sebelumnya, alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa terhadap sifat benda padat dan cair dengan menggunakan benda konkrit pada pelajaran IPA di kelas III Sekolah Dasar Negeri Pagubugan kulon 03, Binangun ternyata memberikan kenaikan hasil belajar.

Penggunaaan benda konkrit mampu menghadirkan pengalaman belajar siswa yang melibatkan tiga aspek yaitu koknitif, afektif, dan psikomatorik sehingga menghasilkan korelasi yang  positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

               Tabel 1. Rekapitulasi peningkatan Hasil Belajar Secara Klasikal Rekapitulasi

NO Deskripsi Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang belum tuntas
1. Studi awal 4 siswa (20%) 16 siswa (80%)
2. Siklus I 6 siswa (30%) 14 siswa (70%)
3. Siklus II 19 siswa (95%) 1 siswa (5%)

         Dari  tabel 1 di atas dapat dilihat pada study awal yang aktif dan tuntas belajar 20% sedangkan 80% tidak aktif dan belum tuntas belajar, yang aktif dan tuntas belajar pada siklus 1, 30%  sedangkan 70% tidak  aktif dan belum tuntas  belajar, dan yang aktif dan tuntas belajar pada siklus II, 95% sedangkan 5% tidak aktif dan belum tuntas belajar. Karena mengalami gangguan psikis.

KESIMPULAN

          Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penggunaan benda konkrit dapat meningkatkan motivasi siswa pada mata pelajaran IPA materi sifat benda padat dan cair yang dibuktikan dengan meningkatnya partisipasi siswa , pada study awal 38% siswa yang aktif, siklus 1 meningkat 54% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 89%.
  2. Penggunaan benda konkrit dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi sifat benda padat dan cair di SD Negeri Pagubugan Kulon 03 dengan meningkatnya hasil belajar siswa, pada tabel ketuntasan belajar pada study awal 20% yang tuntas belajar, meningkat siklus 1,70% siswa dan pada siklus 2 meningkat 95% yang tuntas belajar.

DAFTAR PUSTAKA

W.J.S Poerwo Darminto tahun 1984 kamus umum B.Indonesia , Jakarta .

A.M.Sardiman 1986.Interaksidan Motivasi Belajar Mengajar . Jakarta:Rajawali pers

Slameto, 1995 . Belajar dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinnya  . Jakarta Rineka Cipta .Edisi revisi

Anitah W.Sri .(2009).Strategi Pembelajaran di SD.Jakarta:Universitas Terbuka.

BIODATA PENULIS

Nama                       : Salimin, A.Ma.Pd

NIP                            :19631121 199211 1001

Pangkat\gol              :IIId

Jabatan                      :Guru SD

Unit Kerja                 :SD Negeri Pagubugan Kulon 03 Binangun Cilacap




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *