PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG MEMPRESENTASIKAN POLA DARI KOORDINAT PADA GRAFIK CARTESIUS DI TEMA 9 MELALUI METODE CTL DI KELAS VIA SD NEGERI KUPU 01 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

Nama                           : ZUHRI UBAIDI, S.Pd.SD

NIP                               : 19651209 198608 1 002

Jabatan                         : Guru Kelas

Pangkat/Gol                : Pembina / IVa

Unit Kerja                   : SD Negeri Kupu 01 Kec. Wanasari Kab. Brebes

E-mail                          : –

No.HP                         : 085643891134

 

Abstrak

Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar Prestasi hasil belajar siswa kelas VIA di SDN Kupu 01 semester 2 Tahun pelajaran 2015/2016 pada mata pelajaran Matematika  masih jauh dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 66. Dari jumlah siswa sebanyak 24 siswa yang mencapai KKM hanya sebanyak 8 anak atau sebesar 33% yang telah mencapai KKM sedangkan 16 Anak lainnya masih belum mencapai KKM sehingga pembelajaran di kelas VIA perlu adanya penerapan model pembelajaran baru pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) yang dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,observasi  dan  refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIA SD Negeri Kupu 01  UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi dan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan metode CTL  dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIA mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik cartesius di tema 9. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang semula pada pembelajaran pra siklus hanya mencapai 61,66 dan setelah diadakan perbaikan siklus I rata-rata nilai belajar siswa meningkat  menjadi 66,25 dan pada perbaikan pembelajaran siklus II kembali mengalami kenaikan menjadi 76,67.

Kata kunci: pembelajaran, Matematika, dan metode CTL

PENDAHULUAN

Pendidikan seringkali diartikan dan dimaknai orang secara beragam, tergantung pada sudut pandang masing-masing dan teori yang dipegangnya. Terjadinya perbedaan penafsiran pendidikan dalam konteks akademik merupakan suatu yang wajar, bahkan dapat semakin memperkaya khazanah berpikir manusia dan bermanfaat untuk pengembangan. Untuk kepentingan kebijakan nasional, seyogyanya pendidikan dapat dirumuskan secara jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terkait dengan pendidikan, sehingga setiap orang dapat me -ngimplementasikan secara tepat dan benar dalam setiap praktiknya.

Dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri -nya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepriba -dian , kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, ma -syarakat, bangsa dan negara (Sudibyo 2006:3)

Prestasi hasil belajar siswa kelas VIA di SDN Kupu 01 semester 2 Tahun pelajaran 2015/2016 pada mata pelajaran Matematika  masih jauh dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 66. Dari jumlah siswa sebanyak 24 siswa yang mencapai KKM hanya sebanyak 8 anak atau sebesar 33% yang telah mencapai KKM sedangkan 16 Anak lainnya masih belum mencapai KKM sehingga pembelajaran di kelas VIA perlu adanya penerapan model pembelajaran baru pada pembelajaran matematika.

Peneliti mencoba mengkaji penerapan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran karena metode ini masih belum digunakan dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di SD Negeri Kupu 01. Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan atu ketrampilan yang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan kepermasalahan lainya.

Berdasarkan uraian latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan: Apakah ada peningkatan hasil belajar peserta didik pada muatan mata pelajaran Matematika di tema 9 mengenai Mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik kartesisus melalui metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas VIA SD Negeri Kupu 01 semester 2 tahun Pelajaran 2015/2016?; Bagaimanakah kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran  Matematika di tema 9 mengenai mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik kartesisus melalui metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas VIA SD Negeri Kupu 01 semester 2 tahun Pelajaran 2015/2016?

Permasalahan rendahnya pemahaman konsep matematika yang berkaitan dengan mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik kartesisus di kelas VIA SD Negeri Kupu 01 semester 2 tahun Pelajaran 2015/2016 diharapkan dapat diatasi melalui penggunaan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) sehingga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik sesuai dengan kompetensi inti, kompetensi dasar, dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Rencana pemecahan masalah ini dalakukan melalui penelitian tindakan kelas yang diperkirakan dilakukan dalam 2 siklus kegiatan perbaikan pembelajaran. Setiap siklus mengacu pada tujuan dan permasalahan penelitian yang direncanakan. Tindakan pada siklus 2 tergantung dari analisis hasil refleksi pada siklus sebelumnya dan seterusnya sampai tercapai tujuan yang ditentukan sebelumnya dalam penelitian ini.

Adapun manfaat dari penelitian tindakan (PTK) kelas ini adalah dapat memberikan pengalaman baru bagi penulis, serta dapat meningkatkan pengetahuan dalam mengatasi masalah pembelajaran khususnya muatan mata pelajaran matematika sehingga pengalaman ini dapat didesain sedemikian rupanya sehingga dapat diterapkan pada muatan mata pelajaran lain. Bagi kepala sekolah dan guru, dapat dijadikan media motivasi untuk dapat dilaksanakan di sekolah di tempat bekerja yaitu SD Negeri Kupu 01 dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi peserta didik,  dapat memberikan kesan bahwa belajar mata pelajaran Matematika itu mudah dan menyenangkan serta dapat memberikan wawasan penerapan materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

 

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar. (Dimyati dan Mudjiono,2006:6), Berbeda dengan Sanjaya (2010:112), beliau berpendapat bahwa “Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan tingkah laku.”
Menurut Djamarah, Syaiful dan Zain (2006:11), “belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan.”
Berdasarkan definisi di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang setelah berinteraksi dengan lingkungannya, dalam hal ini adalah lingkungan kelas pada saat proses pembelajaran, yang akan menambah pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. (Syaiful, 2003:61) Menurut Hamalik (2007:77) pembelajaran adalah suatu system artinya suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponen yang berinteraksi antara satu dengan lainnya dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun komponen-komponen tersebut meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik dan siswa, tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi pengajaran, media pengajaran, dan evaluasi pengajaran.
Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:17) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruk-sional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

Matematika merupakan ide-ide abstrak yang diberi simbol-simbol, maka konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Seseorang akan lebih mudah mempelajari matematika apabila telah didasari pada apa yang telah dipelajari orang itu sebelumnya. Karena untuk mempelajari suatu materi matematika yang baru, pengalaman belajar yang lalu dari seseorang itu akan mempengaruhi terjadinya proses belajar matematika tersebut.

Metode berasal dari bahasa Yunani ìGreekî, yakni ìMethaî, berarti melalui , dan “Hadas”artinya cara, jalan, alat atau gaya. Dengan kata lain, metode artinya “jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, susunan W.J.S. Poerwadarminta, bahwa”metode adalah cara yang teratur dan berpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud”. Sedangkan dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer pengertian metode adalah  cara kerja yang sistematis untuk mempermudah sesuatu kegiatan dalam mencapai maksudnyaî. Dalam metodologi pengajaran agama Islam pengertian metode adalah suatu cara “seni”dalam mengajar.

Sedangkan secara terminologi atau istilah, menurut Mulyanto Sumardi, bahwa “metode adalah rencana menyeluruh yang berhubungan dengan penyajian materi pelajaran secara teratur dan tidak saling bertentangan dan didasarkan atas approach”. Selanjutnya H. Muzayyin Arifin mengatakan bahwa”metode adalah salah satu alat atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

Menurut Nurhadi dalam Sugiyanto (2007) CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa.

Menurut Jonhson dalam Sugiyanto (2007) CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan untuk menolong para siswa melihat siswa melihat makna didalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan atu ketrampilan yang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan kepermasalahan lainya.

Model pembelajaran ini bertujuan agar dalam belajar itu tidak hanya sekedar menghafal tetapi perlu dengan adanya pemahaman Model pembelajaran ini menekankan pada pengembangan minat pengalaman siswa.

Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk melatih siswa agar dapat berpikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain

Model pembelajaran CTL ini bertujun agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna Model pembelajaran model CTL ini bertujuan untuk mengajak anak pada suatu aktivitas yang mengkaitkan materi akademik dengan konteks kehidupan sehari-hari  Tujuan pembelajaran model CTL ini bertujuan agar siswa secara individu dapat menemukan dan mentrasfer informasi-informasi komplek dan siswa dapat menjadikan informasi itu miliknya sendiri.

Kerangka berfikir yang digunakan dalam penelitian ini adalah  adanya kesulitan berlajar matematika yang terjadi di kelas VIA SD Negeri Kupu 01 dan diadakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Kerangka berfikir tersebut dapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut:

Berdasarkan kerangka berfikir di atas, maka dapat kami rumuskan hoipotesis tindakan penelitian tindakan kelas ini yaitu dengan penerapan metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada muatan mata pelajaran Matematika di tema 9 mengenai Mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik kartesisus melalui di kelas VIA SD Negeri Kupu 01 semester 2 tahun Pelajaran 2015/2016.

METODE PENELITIAN

Penelitian perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas VI  SD Negeri Kupu 01 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes profinsi Jawa Tengah. Dengan jumlah siswa sebanyak 24 Siswa dengan jumlah anak perempuan 13 dan laki-laki  11 anak. Waktu pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran matematika dimulai tanggal 15 April 2016 sampai dengan tanggal 10 Mei 2016.

Siswa SD Negeri Kupu 01 pada umumnya berasal dari keluarga petani. Hampir 75% orang tua wali murid bermata pencaharian sebagai petani. Selebihnya ada yang bermata pencaharian sebagai karyawan swasta, pegawai negeri, dan ada juga yang pergi ke luar Kota.

Penelitian dilaksanakan di SDN Kupu 01 yang berada di wilayah kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Tenaga pendidik dan kependidikan di SDN Kupu 01 berjumlah 18 orang yang terdiri dari 9 guru PNS dn 9 Guru GTT/ Non PNS. Tenaga pendidik dan kependidikan di kupu terdiri dari 1 Kepala Sekolah, 15 guru kelas 1  orang penjaga dan 1 orang tenaga operator. Jumlah rombel yang ada di SDN kupu 01 sebanyak 6 rombongan belajar dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 363 anak.

Penelitian yang dilakukan di SDN Kupu 01 berlangsung selama 1 bulan lebih. Dimulai dari tanggal  15 April 2016 sampai dengan tanggal 10 Mei 2016. Penelitian ini  dilaksanakan sampai dengan 2 siklus perbaikan pembelajaran.

Data yang digunakan sebagai sumber penelitian adalah Data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan. Data tersebut meliputi data-data tentang sekolah, pendidik, peserta didik kelas V, proses pembelajaran, serta hasil tes yang dicapai oleh peserta didik kelas V  setelah mengikuti pembelajaran Matematika mengenai mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik cartesius di tema 9 melalui metode CTL. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari data hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat, hasil wawancara dengan peserta didik, serta  referensi buku yang relevan dengan penelitian yang diangkat.

Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam pembelajaran, perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan analisis deskripsi kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat mengambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai siswa juga untuk mengetahui respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh dari hasil observasi, tes, dan dokumentasi akan dianalisis bersama dengan observer dan teman sejawat. Data tersebut akan disaring atau diseleksi terlebih dahulu.

Data yang dianggap penting dan keabsahannya tinggi akan disajikan. Sedangkan data yang tidak penting akan disimpan dan dijadikan arsip dengan pertimbangan mungkin suatu saat akan dibutuhkan. Data yang sudah diseleksi kemudian disajikan dan selanjutnya peneliti, observer, dan teman sejawat mendiskusikan data tersebut untuk menarik suatu kesimpulan.

Dalam penelitian ini terdapat dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara individu dan klasikal. Ketuntasan belajar secara individual didapat dari KKM untuk pembelajaran tematik ditetapkan sekolah yaitu siswa dinyatakan tuntas jika telah mendapatkan nilai sekurang-kurangnya 65 dan di bawah 65 dinyatakan belum tuntas. Sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal yaitu mengukur tingkat keberhasilan ketuntasan belajar siswa menyeluruh. Kelas dapat dikatakan tuntas jika dalam kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 65.

Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar klasikal digunakan rumus :

P =  x 100 %

Keterangan :

P = Persentase ketuntasan

Ketuntasan belajar klasikal dinyatakan berhasil jika persentase siswa yang tuntas belajar atau siswa yang mendapat nilai ≥ 70 jumlahnya lebih besar atau sama dengan 85 % dari jumlah siswa seluruhnya.

Indikator kinerja dalam penelitian ini dapat dikatakan berhasil apabila siswa Kelas VI SD Negeri Kupu 01 memiliki nilai rata-rata Hasil Belajar Matematika Pada Tema 9  lebih dari 75. Jumlah  siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 85 % dari jumlah keseluruhan siswa. Analisis nilai pengelolaan Kelas oleh guru mencapai nilai 75 %.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi awal kemampuan Matematika Mengenai Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9 diperoleh hasil observasi penilaian Matematika. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa kemampuan siswa Kelas VIA dalam Memahami Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9 masih rendah. siswa masih kurang dapat memahami cara membuat diagram dan memahami isi dari diagramm lingkaran.

prestasi belajar siswa sangat kurang dari harapan. Siswa yang baru mencapai KKM sebanyak 8 anak atau sebesar 33,33 %, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 16 siswa atau sebesar 66,66 %. Dengan melihat tabel di atas, maka dikelas  VIA SDN Kupu 01 memang perlu diadakan perbaikan pembelajaran agar prestasi belajar siswa dapat meningkat. Untuk lebih rincinya dapat diperhatikan pada tabel di bawah ini:

Tindakan dalam siklus I ini dilaksanakan selama enam jam pelajaran dalam 1 kali pertemuan. Dalam 1 pertemuan  pertemuan terdiri dari 3 kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Adapun uraian kegiatan dalam pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 April 2016 dimuali pukul 07.00 sampai dengan selesai. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai langkah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).

Tindakan dalam siklus II ini dilaksanakan selama enam jam pelajaran dalam 1 kali pertemuan. Dalam 1 pertemuan  pertemuan terdiri dari 3 kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Adapun uraian kegiatan dalam pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 29 April 2016 dimuali pukul 07.00 sampai dengan selesai. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai langkah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).

Setelah diadakan perbaikan pembelajaran siklus II, ternyata prestasi belajar siswa di Kelas VIA kembali mengalami kenaikan. Peneliti melakukan penilaian pada pembelajaran siklus II  terhadap siswa untuk mengetahui berapa tingkat keberhasilan perbaikan pembelajaran  pada prestasi belajar siswa. Sehingga didapat data sebagai berikut:

Pada tahap refleksi peneliti melakukan analisis hasil tindakan pada siklus II. Setelah dilaksanakan pembelajaran Matematika dalam Memahami Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9 menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) sudah sesuai dengan rancangan yang telah disusun sebelumnya, peneliti menemukan adanya peningkatan kemampuan Matematika dalam Memahami Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9 pada siswa Kelas VIA SD Negeri Kupu 01.

Pembelajaran Matematika dalam Memahami Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9 pada Kelas VIA SD Negeri Kupu 01, sebelumnya hanya sebatas siswa membaca bacaan dibuku siswa, dilanjutkan tanya jawab seputar pertanyaan Memahami Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9 tanpa menggunakaan pendekatan apapun. Keadaan ini mengakibatkan siswa mudah bosan dan tidak tertarik mengikuti pelajaran. Siswa belum mampu memahami dan mengingat secara jelas materi yang disampaikan oleh guru. Sebagian besar siswa masih belum mencapai nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah.

Pada siklus II siswa lebih terkondisikan untuk belajar. Siswa lebih tenang dan fokus dalam mengikuti penyampaian materi yang disampaikan guru. Tidak lagi terlihat siswa yang mengobrol pada saat guru menyampaikan materi. Pada proses diskusi kelompok siswa terlihat lebih aktif. Siswa juga lebih berani berbicara di depan kelas memaparkan hasil diskusi kelompok.

Peningkatan KKM meningkat yang kondisi pada siklus I sebesar 58 % meningkat menjadi 87,5 %. Melalui pendekatan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan kemampuan Matematika dalam Memahami Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9 pada siswa Kelas VIA SD Negeri Kupu 01.

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I pada mata pelajaran Matematika melalui pendekatan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) diketahui dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Pada siklus I Siswa yang telah mencapai KKM menjadi 14 anak atau sebesar 58 %, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 10 siswa atau sebesar 42 %. Dengan melihat hasil perolehan siklus I, maka di Kelas VIA SDN Kupu 01 masih perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II agar prestasi belajar siswa dapat semakin meningkat.

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II pada mata pelajaran Matematika melalui pendekatan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) diketahui dapat meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Pada siklus II Siswa yang telah mencapai KKM sebanyak 21 anak atau sebesar 87,5 %, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM hanya sebanyak 3 siswa atau sebesar 12,5 %. Dengan melihat hasil tersebut, maka Perbaikan Pembelajaran Siklus II diKelas VIA SDN Kupu 01 dapat dikatakan berhasil sehinggga tidak perlu diadakan perbaikan pembelajaran selanjutnya. Untuk lebih jelasnya dapat dipaparkan pada matrik dan grafik berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembelajaran Matematika melalui pendekatan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa. Aktifitas siswa dapat dilihat dari keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan pembelajaran Matematika dalam Memahami Pola Dari Koordinat Pada Grafik Cartesius Pada Tema 9. Perhatian siswa meningkat pada saat guru menjelaskan dan pada saat siswa kerja kelompok.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang peningkatan hasil belajar matematika tentang mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik cartesius di tema 9 melalui metode CTL  di kelas VIA SD Negeri Kupu 01 semester 2 dapat disimpulkan bahwa Siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik karena siswa terlibat langsung dalam pembelajaran Matematika. Pembelajaran dengan menggunakan metode CTL  dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIA mempresentasikan pola dari koordinat pada grafik cartesius di tema 9. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang semula pada pembelajaran pra siklus hanya mencapai 61,66 dan setelah diadakan perbaikan siklus I rata-rata nilai belajar siswa meningkat  menjadi 66,25 dan pada perbaikan pembelajaran siklus II kembali mengalami kenaikan menjadi 76,67.

Ketuntasan belajar siswa juga mengalami kenaikan Hal ini dibuktikan dengan Ketuntasan belajar siswa yang semula pada pembelajaran pra siklus hanya mencapai 33,3 % dan setelah diadakan perbaikan siklus I Ketuntasan belajar siswa meningkat  menjadi 58,3 % dan pada perbaikan pembelajaran siklus II kembali mengalami kenaikan menjadi 87,5% .  Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.

Dari hasil penelitian ini dapat disampaikan beberapa saran bagi pendidik. Penyampaian saran ini merupakan sumbangan pemikiran bagi peneliti untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran di SD, khususnya pembelajaran Matematika.

 

DAFTAR PUSTAKA

Andi Hakim Nasution. (1978). Landasan Matematika. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Azhar Arsyad. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suryosubroto. (2002). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Jakarta: Dirjen Manejemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2005. Guru dan Anak Didik. Jakarta: Rineka Cipta

Herman Hudojo. (1988). Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *