Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Pengurangan Melalui Metode Inkuiri

PENINGKATKAN  HASIL BELAJAR  MATEMATIKA TENTANG PENGURANGAN MELALUI METODE INKUIRI DI KELAS I SEMESTER II SD NEGERI KUPU 02 KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh : Siti Adhani, S.Pd.SD

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (1) Ingin mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya pembelajarandenganmetode Inkuiri.(2)Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode Inkuiri.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) yang dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan,observasi  dan  refleksi..

Hasil penelitian ini didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningktan  yaitu pada siklus I rata-rata hasil belajar  74,40 menjadi  89,80 pada  siklus II,keaktifan peserta didik dari kategori baik pada siklus 1 menjadi sangat baik dan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran dari kategori baik pada siklus 1 menjadi sangat baik pada siklus 2.

Simpulan dari penelitian ini adalah metode Inkuiri dapat  meningkatkan hasil belajar dan berpengaruh positif terhadap keaktifan peserta didik di kelas I SD Negeri Kupu 02.

Kata Kunci: pembelajaran,matematika, dan Metode Inkuiri.

PENDAHULUAN

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, Mendiknas telah menetapkan Permendiknas RI nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Apabilapenulis mencermati empat  kompetensi guru yaitu kompetensi paedagogik, sosial, kepribadian dan profesional,semuanya mengarah pada mutu pendidikan yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Tugas utama guru adalah bertanggung jawab membantu anak didik dalam hal belajar. Dalam proses  pembelajaran  gurulah yang menyampaikan pelajaran, memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam kelas, membuat evaluasi belajar siswa, baik sebelum, sedang maupun sesudah pelajaran berlangsung (Sanjaya, 2006:11-13).

Jika hanya tujuh puluh lima persen atau lebih dari jumlah anak didik yang mengikuti proses belajar mengajar mencapai taraf keberhasilan kurang (di bawah taraf minimal), maka proses belajar mengajar berikutnya hendaknya ditinjau kembali.

Permasalahan yang dihadapi penulis selaku guru kelas I hasil ulangan harian tentang pengurangan. Hasilnya memprihatinkan yaitu hanya 13 peserta didik (52% ) dari jumlah 25yang mendapat nilai 75 atau di atas kriteria  ketuntasan minimal kompetensi dasar (KKM) sedangkan  12  peserta didik (42 %) masih di bawah KKM. Dengan demikian dapat diambil simpulan sementara bahwa peserta didik di kelas I  masih rendah dalam mata pelajaran matematika.

Untuk mencapai keberhasilan belajarsiswa tersebut guru harus melaksanakan pembinaan terhadap siswa  melalui KBM saja terasa tidak cukup, hal ini  48, % dari siswa satu kelas mengalami kesulitan belajar karena ditemukan siswa lamban menghitung pengurangan,  sehingga untuk memperoleh tujuan KD dalam KI pengetahuan  mata pelajaran Matematika tidak sesuai dengan harapan.

Dari latar belakang masalah tersebut, maka perlu dilakukan penelitian, penelitian tindakan kelas tersebut yang berjudul ”Peningkatan Hasil Belajar Matematika tentang Pengurangan Melalui Metode Inkuiridi Kelas I  Semester II SD Negeri Kupu 02 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016”.

Merujuk pada uraian latar belakang masalah di atas, dapat dibuat rumusan masalah dalam penelitian tindakan ini yaitu:Bagaimanakah  penerapan metode inkuiri dapat  meningkatkan hasil belajar matematika tentang memahami bentuk penguranganpada tema 8 di kelas I SD Negeri Kupu 02Tahun Pelajaran 2015/2016?Bagaimanakah pengelolaan pembelajaran  muatan mata pelajaran matematika tentang memahami bentuk pengurangan dengan metode inkuiri di kelas I SD Negeri Kupu 02pada semester II  tahun pelajaran 2015/2016?.

Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui  penerapan metode inkuiri dapat  meningkatkan hasil belajar matematika tentang memahami bentuk pengurangan dengan metode inkuiri di kelas I SD Negeri Kupu 02pada semester II  tahun pelajaran 2015/2016 dan untuk mengungkap  pengelolaan pembelajaran matematika   dalam  menerapkan metode inkuiri  di kelas I SD Negeri Kupu 02pada semester II  tahun pelajaran 2015/2016  Manfaat penelitian peserta didik memiliki minat yang tinggi dalam pembelajaran matematika karena guru dalam pembelajaran menggunakan metode inkuiri.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pengertian Belajar

Pengertian sehari-hari belajar sering diartikan sebagai kegiatan membaca dan menghafal. Pengertian semacam itu masih terlalu sempit. Belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies,skills, dan sikap attitudes. Banyak pengertian belajar telah dikemukan para ahli. Diantaranya menurut Gagne (1984), bahwa belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman .Kemudian Bell-Gredler (1986)  belajar adalah proses psikologis bagaimana anak itu berpikir. Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar pada intinya adalah perubahan perikau dari yang dulu tidak mengerti menjadi mengerti yang terdiri dari aspek pengetahuan,sikap dan psikomotor.

Pengertian Pembelajaran

Istilah pembelajaran merupakan istilah baru yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan guru dan siswa.Sebelumnya kita menggunakan istilah proses belajar-mengajar dan pengajaran.Istilah pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction. Menurut Gagne, Briggs, dan Wager (1992) adalah serangkaian kegiatan  yang dirancang  untuk memungkinkan terjadinya  proses belajar peserta didik .Berkaitan dengan itu dalam Undang-Undang N0 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas  menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dan pendidik,peserta didik dengan sumber pelajaran serta peserta didik dengan media belajar yang dilaksanakan dalam lingkungan sekolah.

Kegiatan pembelajaran mengacu pada strategi,model pembelajaran,media,dan teknik dalam rangka membangun proses sehinga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal.

Hakekat Mata Pelajaran Matematika

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit.

Tujuan Mata Pelajaran Matematika

Menurut Permendiknas Nomor 22 tahun 2007 tentang Standar Isi menyatakan bahwa tujuan  mata pelajaran matematika adalah  agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. (1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.(2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika..(3)Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.(4)Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. (5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Pengertian Metode Inkuiri

Metode inkuiri adalah suatu cara menyampaikan pelajaran dengan penelaahan sesuatu yang bersifat mencari secara kritis, analisis, dan argumentative (ilmiah) dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju kesimpulan  (Usman, 1993:124).

Metode inkuirimemberikan perhatian dalam mendorong diri siswa mengembangkan masalah. Sudyna (1986:21) mengemukakan bahwa inkuiri adalah metode mengajar yang meletakkan dan mengembangkan cara berfikir ilmiah.

Metode inkuiri merupakan metode discovery artinya suatu proses mental yang lebih tingkatannya (Anita, 2001:1-4). Upaya mengembangkan disiplin intelektual dan ketrampilan yang dibutuhkan siswa untuk membantu memecahkan masalah dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memperoleh jawaban atas dasar rasa ingin tahu merupakan bagian proses inkuiri.

Inkuiri atau penemuan adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi suatu konsep atau prinsip, misalnya mengamati, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, dan membuat kesimpulan dan sebagainya (Oemar Hamalik, 2001:219). Penemuan yang dilakukan tentu saja bukan penemuan yang sesungguhnya, sebab apa yang ditemukan itu sebenarnya sudah ditemukan orang lain.

Langkah-langkah dalam proses inkuiri

Langkah-langkah dalam proses inkuiri adalah (Sagala, 2003:97):

1. Menyadarkan peserta didik bahwa mereka memiliki keingintahuan terhadap sesuatu.

2. Perumusan masalah yang harus dipecahkan peserta didik.

3. Menetapkan jawaban sementara atau hipotesis.

4. Mencari informasi, data, fakta yang diperlukan untuk menjawab permasalahan atau hipotesis.

5. Menarik kesipulan jawaban atau generalisasi.

6. Mengaplikasikan kesimpulan atau generalisasi dari situasi baru.

Strategi pelaksanaan metode inkuiri

Strategi pelaksanaan metode inkuiri adalah sebagai berikut (Mulyasa 2006:235):

1. Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. Sebelum memulai pelajaran guru guru harus memahami sejauh mana peserta didik memiliki persepsi terhadap materi tersebut. Kemudian guru dan peserta didik bersama-sama membandingkan persepsi dengan berbagai pendapat atau teori yang sudah ada.

2. Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk membaca atau menjawab pertanyaan serta pekerjaan rumah.

3. Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik.

4. Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah mereka pelajari agar dapat dipahami.

5. Guru memberikan penjelasan informasi sebagai pelengkap dan ilustrasi terhadap data yang telah disajikan.

6. Mendiskusikan aplikasi dan melakukan sesuai dengan informasi tersebut.

Merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kerangka Berpikir

Kerangka pikir dalam penelitian ini. tindakan menggunakan pembelajaran picture and picturedalam dua siklus diharapkan kemampuan peserta didikdiduga  akan meningkat terhadap matematika.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah :“jika motode Inkuiri materiPengurangan pada tema 8. Peristiwa Alam subtema 1. Cuacadi kelas I SD Negeri Kupu 02 pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 dapat meningkatkan hasil belajar.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.

Penelitian ini bertempat di SDN Kupu 02 UPTD Pendidikan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan  April sampai dengan Mei 2016 yaitu pada semester genap.

Subjek Penelitian 

Subjek penelitian adalah peserta didik  kelas Ib SDN Kupu 02 UPTD Pendidikan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes  tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 25 siswa,terdiri dari laki-laki sebanyak 11 siswa perempuan sebanyak 14 siswapada tema 8. Peristiwa alam tentang pengurangan.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan melalui empat tahap, yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan,  (3) tahap observai.dan (4) tahap refleksi . Kegiatan setiap siklus sebagai berikut

Tahap Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan  ini adalah ini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian. Dalam kegiatan ini diharapkan pelaksanaan penelitian akan berjalan lancer dan mencapai tujuan yang diinginkan. Kegiatan perencanaan ini meliputi:(1) kajian pustaka, (2) pengurusan administrasi perijinan, (3) penyusunan rancangan penelitian, (4) menentukan teman sejawat sebagai observer, dan (5) menyusun insrumen pengamatan tentang keaktifan guru dalam pembelajaran dan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. (6) mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditentukan.(7) menyusun soal pre test dan post tes  yang akan digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar peserta didik untuk siklus pertama dengan memperhatikan indikator ketercapaian.(8) membuat lembar kerja siswa untuk peserta didik sebagai bahan latihan untuk memperdalam pemahaman.(9) mempersiapkan media pembelajaran dalam upaya memperjelas pemahaman konsep.

Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan penelitian ini, kegiatan yang dilakukan meliputi(1) Melakukan presensi tentang kehadiran peserta didik, dilanjutkan dengan  memberitahukan kompetensi yang akan dipelajari.(2)Melakukan pretes untuk menjajagi pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik.(3)Menggali pertanyaan kepada peserta didik dengan tujuan untuk  mengaitkan materi yang akan  dipelajari.(4)Menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dengan dilengkapi media belajar sederhana.(5)Mengatur tempat duduk untuk belajar secara kelompok dan menjelaskan bagaimana cara belajar cara berkelompok.(6)Membagi siswa dalam 3 kelompok yang terdiri dari kelompok soal, kelompok jawaban, dan kelompok penilai.(7)Membagikan kartu soal-jawaban pada kelompok yang ditugasi peserta didik kepada setiap kelompok.(8)Masing-masing kelompok .menyelesaikan tugas kemudian melaporkan hasil pekerjaannya.(9)Membuat simpulan bersama peserta didik.(10)Mengadakan post tes untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik.

Tahap Observasi

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan (1)Mengamati aktivitas belajar peserta didik dengan tujuan mengetahui adanya  perubahan perilaku.(2)Mengamati peserta didik tentang keberanian dalam mencari pasangan kartu soal-jawaban dan kerjasama  dalam kelompok.(3)Mengamati perilaku guru dalam menyajikan pembelajaran untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam melaksanakan pembelajaran.

Tahap Refleksi

Pada tahap pelaksanaan penelitian ini, kegiatan yang dilakukan meliputi:(1) pengumpulan data melalui tes dan pengamatan yang dilakukan persiklus, (2) diskusi dengan pengamat untuk memecahkan kekurangan dan kelemahan selama proses belajar mengajar persiklus, (3) menganalisi data hasil penelitian persiklus, (4) menafsirkan hasil analisis data, dan (5) bersama-sama dengan pengamat menentukan langkah perbaikan untuk siklus berikutnya.  Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis semua kegiatan yang sudah dilaksanakan pada siklus ini. Analisis digunakan untuk mengukur kelebihan dan kekurangan pada saat guru melaksanakan pembelajaran.kemudian hasilnya didiskusikan secara kolaborasi untuk menentukan ketercapaian dalam pembelajaran yang baru saja berlangsung.Apabila hasil dari refleksi ini belum menunjukkan ketercapaian indikator yang telah ditetapkan maka penelitian ini  dilanjutkan pada siklus 2.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: (1)Rencana Pelajaran (RPP),(2) Lembar Kegiatan Siswa,(3) Tes formatif.

Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif.

Untuk menentukan berhasil tidaknya penelitian tindakan ini. Peneliti merumuskan indikator keberhasilan  sebagai berikut (1). Hasil belajar peserta didik katagori baik menjadi sangat baik.(2). Hasil pengamatan pengelolaan pembelajaran  katagori baik menjadi sangat baik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Kondisi awal aktivitas peseta didik kelas I dalam pembelajaran Matematika memprihatinkan karena hasil ulangan harian tentang memahami bentuk pengurangan  hasilnya rendah  sebelum dilaksanakan tindakan. Hasil ulangan harian  menunjukkan bahwa hanya 13 peserta didik dari jumlah 25  yang mendapat nilai di atas 75 atau di atas kriteria  ketuntasan minimal(KKM), sedangkan 12  peserta didik masih di bawah KKM

Hasil Kegiatan Siklus

Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1 dan alat-alat pembelajaran yang mendukung.Disamping itu juga mempersiapkan dua guru teman sejawat yang nanti sebagai observer pada proses pembelajaran berlangsung.  Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengolahan pembelajaran dengan metode inkuiri.

Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan 

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 23 April 2016 di kelas I dengan jumlah peserta didik 25  Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru, sedangkan yang bertindak sebagai pengamat adalah dua orang guru. Adapun proses  pembelajaran  mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaaan pembelajaran .

Pada akhir kegiatan proses pembelajaran peserta didik  diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam  memahami proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Nilai rata-rata  pada pengelolaan pembelajaran 37,5nilai rata-rata  pada pengelolaan pembelajaran 36 kalau diprosentasekan adalah 64%  termasuk kategori cukup . Aspek-aspek yang mendapatkan kriteria kurang baik adalah  (1) memotivasi siswa, (2) menyampaikan tujuan pembelajaran, (3) ketepatan waktu kegiatan pendahuluan,(4) ketepatan waktu kegiatan inti,(5) ketepatan waktu kegiatan penutup, (5) keaktifan siswa dalam pembelajaran,dan (6) guru antusias sebagai fasilitator. Keenam aspek yang mendapat penilaian kurang baik di atas, merupakan suatu kelemahan yang terjadi pada siklus I.

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pembelajaran dengan metode  Inkuiridiperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 74,40 dan ketuntasan belajar mencapai 72% atau ada 18 peserta didik dari 25 peserta didik sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal peserta didik belum tuntas belajar, karena peserta didik yang memperoleh nilai ≥ 75 hanya sebesar 72% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena peserta didik  masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan pembelajaran dengan metode Inkuiri.

Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut: (1) Guru kurang baik dalam memotivasi  peserta didik dan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran, (2) Guru kurang baik dalam pengelolaan waktu, (3) Siswa kurang begitu antusias selama pembelajaran berlangsung.

Hasil Kegiatan Siklus II

Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, Lembar Kerja Siswa (LKS) 2, soal tes formatif II dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran dengan metode inkuiri.

Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal  30April 2016  di kelas I dengan jumlah peserta didik 25. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru, sedangkan yang bertindak sebagai pengamat adalah dua orang guru senior. Adapun proses pembelajaran pada rencana pelajaran dengan memperhatikan refisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Dari tabel diatas, tampak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan pembelajaran  padasiklus II yang dilaksanakan oleh guru dari 14 aspek pada instrument penilaian pengelolaan pembelajaran  tidak terdapat nilai kurang baikmaupun  memperolehnilai cukup baik, 6 aspek memperolehnilaibaik, 8 aspek memperolehnilai sangat baik, dengan demikian penilaian tersebut sudah merupakan hasil yang optimal. Untuk itu dianggap bahwa pengelolaan pembelajaran dengan metode inkuiri  hasil sangat baik karena rata-rata nilai 52 atau 93%  Dengan penyempurnaan aspek-aspek pada siklus 1 menjadikan proses pembelajaran pada siklus 2 menjadi pengelolaan pembelajaran sangat baik. Penerapan pembelajaran dengan metode inkuiri peserta didik dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan pendapatnya sehingga mereka  lebih memahami tentang apa yang telah mereka lakukan.

Berikutnya adalah rekapitulasi hasil tes formatif  peserta didik terlihat pada tabel berikut.

Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 89,80 dan ketuntasan belajar mencapai 100% atau ada 25  peserta didik dari 25 peserta didik sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru membimbing siswa sangat baik kerjasamanya untuk melakukan diskusi kelompok suatu pembelajaran, Guru  lebih mengajak untuk membimbing Siswa agar bisa mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara baik.

Refleksi

Pada siklus II guru telah menerapkan pembelajaran dengan metode inkuiridengan baik dan dilihat dari pelaksanaan proses pembelajaran sudah berjalan dengan sangat baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya penerapan pembelajaran dengan metode inkuiridapat meningkatkan proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Pembahasan

Penelitian tindakan kelas ini menerapkan dua siklus yang diawali dengan tes prasiklus yang dilakukan di kelas I SD Negeri Kupu 02  Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016 pada tema 8 dengan materi memahami bentuk pengurangan. Tes dilakukan  sebanyak tiga kali, yaitu tes ulangan harian yang merupakan kondisi awal untuk menulis gambaran latar belakang,tes siklus I dan tes siklus II.

Kondisi Awal

Kondisi awal  kelas dijalankan seperti biasa  karena guru dalam pembelajaran  menggunakan model pembelajaran konvensional  dengan materi memahami bentuk pengurangan. Dari  kondisi awal  ini didapatkan hasil ulangan harian  menunjukkan bahwa hanya 13 peserta didik dari jumlah 25  siswa  yang mendapat nilai di atas 75 atau di atas kriteria  ketuntasan minimal kompetensi dasar (KKM), sedangkan 12  peserta didik masih di bawah KKM . Berdasarkan data tersebut, penulis mencoba untuk mengadakan refleksi terhadap kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Penyebab utama dari banyaknya  peserta didik mendapat nilai di bawah ketuntasa ini  antara lain (1) pembelajaran belum menggunakan model pembelajaran yang tepat  (2) saat pembelajaran tidak menggunakan media pembelajaran/alat peraga yang tepat.

Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data diperoleh dalam proses pembelajaran dengan metode  Inkuiri  dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar peserta didik yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata  peserta didik  pada  siklus II yang terus mengalami peningkatan. Pengelolaan pembelajaran  terjadi peningkatan secara signifikan pada Siklus I nilai rata-rata 74,40 atau 72 % pada Siklus II menjadi 89,80 atau 100% sehingga terjadi peningkatan sebesar 15,40 atau 28%. Kalau digambarka dalam grafik sebagai berikut.

Grafik 4.1  Perbandingan hasil pengelolaan pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas guru dalam proses pembelajaran  dengan metode  Inkuiri yang paling dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat dikategorikan  sangat baik.sehingga penelitian ini dianggap selesai karen sesui dengan indikator kerja yang telah ditetapkan.

Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode Inkuiri memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi hasil belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan guru meningkatnya ketuntasan belajar peserta didik dari sklus I ke siklusb II.yaitu masing-masing 74,44% pada siklus I menjadi  89,80% pada siklus II ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal telah tercapai. Hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.4    Perbandingan Hasil Belajar  Peserta Didik

PENUTUP

Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimplkan sebagai berikut:Pembelajaran pembelajaran dengan metode Inkuiri memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik  dalam setiap siklus, yaitu siklus I (72%), siklus II (100%).

Saran

Untuk melaksanakan pembelajaran dengan metode Inkuiri   memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan pembelajaran dengan metode Inkuiri dalam proses belajar mengajr sehingga diperoleh hasil yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suhartini.(2003) Penelitian Tindakan Kelas .Jakarta: Bumi Aksara

Departemen Pendidikan Nasional , 2004.Undang-Undang N0 20 Tahun 2003 Tentang  Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Balai Pustaka.

Gagne,RM.Briggs,LJ.,andWager,W.W. 1992.Principles of Instructional Design.Orlando: Holt RinihartandWiston.

Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : Remaja Rosda Karya

Rahmat 2001. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Sanjaya,Wina, 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Jakarta: Kencana

Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung:PT. Remaja Rosda karya.

Winataputra,Udin.S.2001. Teori  Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:  Universitas Terbuka




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *