PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN MELALUI METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN BATANG KOREK API PADA PESERTA DIDIK KELAS II SD NEGERI 01 KESESI SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BIODATA PENULIS

 

Nama                            : Lestari, S.Pd.SD

NIP                               : 196702211988062002

Pangkat / Golongan    : Pembina, IV/a

Jabatan                          : Guru kelas

Unit Kerja                     : SD Negeri 01 Kesesi Kec. Kesesi Kab. Pekalongan

Alamat Sekolah            : Jl. Raya Kesesi No.502 Kec. Kesesi Kab. Pekalongan

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik yang jumlahnya 41 peserta didik yang terdiri dari 26 peserta didik laki-laki dan 15 peserta didik perempuan. Metode yang digunakan adalah demonstrasi berbantuan batang korek api. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian ini adalah pada proses pembelajaran siklus I 54% katagori kurang, pada siklus II 81,46% katagori baik ada peningkatan sebesar 27,46%. Hasil belajar pra siklus tuntas 21 peserta didik (51%) rata-rata 61,71 siklus I ketuntasan dalam belajar 32 peserta didik (78%) rata-rata kelas memperoleh 78,78. siklus II yang tuntas 38 peserta didik (93%) rata-rata kelas memperoleh 84,15. Total peningkatan 42%. Pada perubahan perilaku juga mengalami peningkatan pada siklus I 59% dalam kategori kurang, pada siklus II meningkat menjadi 82% ada peningkatan sebesar 23%. Hasil wawancara respon siswa terkumpul hasil 78,54% yang  menjawab senang, 10,24% yang menjawab tidak, dan 11,22% yang menjawab biasa dengan perolehan skor 161 (78,54%) dan masuk kategori baik. Hal ini menunjukkan dengan metode demonstrasi berbantuan batang korek api dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Kata kunci: Hasil belajar materi pengurangan dan pengurangan, metode demonstrasi, batang korek api

PENDAHULUAN

Pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menarik bagi peserta didik. Matematika dirasa sulit untuk dipahami bagi sebagian besar peserta didik. Berbagai macam rumus dipelajari dan dihafal oleh peserta didik tanpa peserta didik ketahui apa saja kegunaan mempelajari materi tersebut. Pembelajaran matematika belum memberikan rasa kebermaknaan bagi peserta didik, guru terkesan hanya menyodorkan materi tanpa menjelaskan manfaat mempelajari materi tersebut kaitannya dengan masalah kehidupan sehari-hari.

Prestasi belajar matematika yang rendah juga terjadi pada peserta didik kelas II SD Negeri 01 Kesesi. Hal ini terlihat dari hasil tes awal yang dilakukan oleh guru, dari jumlah 41 peserta didik yang mendapat nilai lebih dari KKM 63 hanya 21 peserta didik (51,2%) dengan rata-rata nilai 61,71. Pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan pada peserta didik kelas II SD Negeri 01 Kesesi perlu ditingkatkan agar tidak menghambat proses belajar matematika peserta didik di tingkat selanjutnya karena untuk menguasai konsep matematika membutuhkan pengetahuan prasyarat. Misalnya untuk dapat memahami konsep pembagian dan perkalian, tentunya peserta didik harus memahami terlebih dahulu konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan.

Pemilihan model pembelajaran yang tepat sangat diperlukan, terutama untuk membangkitkan motivasi peserta didik dalam belajar. Jika peserta didik sudah memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar maka rasa ingin tahu peserta didik tentang pengetahuan baru akan muncul. Untuk itu guru akan mengadakan inovasi pembelajaran untuk mengatasi masalah-masalah pembelajaran tersebut melalui metode demonstrasi berbantuan media batang korek api. Dengan media ini diharapkan dapat mengatasi masalah dalam pembelajaran. Pada prosesnya mula-mula guru memerintahkan kepada peserta didik suruh membawa batang korek api satu bungkus, lalu guru mendemonstrasikan cara menghitung penjumlahan dan pengurangan, lalu peserta didik diberi lembar soal untuk menghitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan alat peraga batang korek api yang mereka bawa untuk menjawab soal-soal tersebut, dengan cara ini diharapkan peserta didik akan tertarik dengan pelajaran matematika.

Berdasarkan pembatasan masalah tersebut maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.Bagaimanakah proses pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan melalui metode domonstrasi berbantuan batang korek api pada peserta didik kelas II SD Negeri 01 Kesesi semester I Tahun Pelajaran 2016/2017

2.Seberapa besar peningkatan hasil belajar pada pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan melalui metode domonstrasi berbantuan batang korek api pada peserta didik kelas II SD Negeri 01 Kesesi semester I Tahun Pelajaran 2016/2017

3.Bagaimanakah perubahan perilaku setelah mendapat pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan melalui metode domonstrasi berbantuan batang korek api pada peserta didik kelas II SD Negeri 01 Kesesi semester I Tahun Pelajaran 2016/2017

KAJIAN PUSTAKA

Hasil Belajar

Menurut Slameto (2005:32) terdapat enam ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian tingkah laku hasil belajar. Ciri-ciri tersebut antara lain :

1.Terjadi secara sadar

2.Bersifat continue dan fungsional

3.Bersifat positif dan aktif.

4.Bukan bersifat sementara

5.Bertujuan atau terarah

6.Mencakup aspek seluruh tingkah laku

Pembelajaran Matematika di SD

Pembelajaran matematika di SD merupakan suatu hal yang menarik untuk di temukan. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan antara hakikat perkembangan anak dengan hakikat matematika itu sendiri. Anak usia SD sedang mengalami perkembangan dalam tingkat berfikirnya yaitu pada tahap operasional konkret menuju tahap kemampuan formal. Bahkan tingkat kelas rendah masih ada yang berada pada tahap operasional konkret (Piaget dalam Sunaryo Kartadinata 2007:63). Sedangkan matematika merupakan pengetahuan yang memiliki suatu ciri khusus yaitu keabstrakan sehingga sulit dipahami, itu diperlukan tambahan yang dapat menetralisir perbedaan tersebut, untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran matematika haruslah disampaikan secara bertahap.

Media Pembelajaran

Menurut Suwana dkk, (2005:127), mengemukakan bahwa media adalah kata jamak dari medium, yang artinya perantara. Sedangkan pendapat dari Sri Anitah mengemukakan bahwa media pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu yang mengentarkan pesan pembelajaran antara pemberi pesan kepada penerima pesan tersebut. Dari Association For Educational Communications and Technology mendefinisikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan informasi. Definisi media dalam arti yang luas adalah setiap orang, bahan, alat atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa menerima pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dengan demikian guru atau dosen, bahan ajar, lingkungan adalah media (Sri Anitah,2007:3).

Metode Demonstrasi

Menurut Muhibbin Syah (2006:208) metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Demonstrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan. Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metode ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan  di SD Negeri 01 Kesesi yang berlokasi di Jl. Raya Kesesi No.502 Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan Agustus hingga Oktober pada semester I tahun pelajaran 2016/2017. Masing-masing siklus dilakukan pembelajaran sebanyak satu kali pertemuan dengan 3 jam pelajaran untuk siklus I dan 2 jam untuk siklus II. Siklus I dilaksanakan pada hari Senin, 12 September 2016 dan siklus II dilaksanakan pada hari Rabu, 14 September 2016.

Fokus penelitian tindakan kelas ini adalah hasil belajar peserta didik kelas II semester I Tahun Ajaran 2016/2017 SD Negeri 01 Kesesi pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan.

Sumber data dari penelitian ini adalah: peserta didik yang jumlahnya 41 peserta didik, yang terdiri dari 26 peserta didik laki-laki dan 15 peserta didik perempuan, guru kelas II sebagai peneliti, teman sejawat sebagai observer.

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berbentuk tes dan nontes. Tes digunakan untuk mengetahui pemahaman tentang materi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Teknik nontes berupa observasi dengan lembar observasi dan catatan harian yang digunakan untuk menilai aktivitas, keaktifan, dan perubahan perilaku peserta didik selama kegiatan pembelajaran dilakukan.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan nontes. Validasi data mencerminkan hasil prestasi belajar peserta didik, data dianalisis dari perolehan nilai prasiklus, siklus I, dan siklus II. Perolehan tiap siklus tersebut kemudian dibandingkan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar yang dicapai setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran demonstrasi berbantuan batang korek api, sedangkan untuk mengetahui peningkatan proses belajar dianalisis secara kualitatif.

Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila: minimal 75% peserta didik telah mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 63, ada peningkatan hasil belajar peserta didik rata-rata minimal 75%, dan perubahan perilaku kearah positif minimal 75%.

HASIL PENELITIAN

Pembelajaran matematika kelas II pada kompetensi dasar penjumlahan dan pengurangan bilangan masih banyak peserta didik yang belum paham, karena setiap dalam pembelajaran peserta didik banyak yang tidak konsentrasi, masih senang bergurau, guru dalam menyajikan juga masih monoton tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga hasil belajar rendah. Hal ini terbukti dengan nilai ulangan harian pertama yang telah dilaksanakan dari jumlah 41 peserta didik yang mendapat nilai lebih dari KKM 63 hanya 21 peserta didik (51,2%) dengan rata-rata nilai 61,71, sementara 20 peserta didik (49%) belum tuntas.

Setelah kegiatan siklus pertama dan siklus ke dua selesai, peneliti berhasil mengumpulkan data baik dari hasil belajar peserta didik maupun observasi kegiatan belajar peserta didik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis sebagai berikut :

1.Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik

Pada tabel 1 pada siklus I setelah menggunakan metode demonstrasi berbantuan batang korek api hasilnya mengalami peningkatan sebesar 27% dengan rincian peserta didik yang memperoleh ketuntasan dalam belajar adalah 32 peserta didik (78%) sedangkan 9 peserta didik (22%) belum tuntas, rata-rata kelas memperoleh 78,78 dengan nilai tertinggi 90, terendah 60.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada siklus II juga mengalami peningkatan yang cukup baik yaitu sebesar 15% dari siklus I hal ini dapat diketahui dari peserta didik yang memperoleh ketuntasan dalam belajar adalah 38 peserta didik (93%) sedangkan 3 peserta didik (7%) belum tuntas, rata-rata kelas memperoleh 84,15 dengan perolehan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 60. Total peningkatan keseluruhan adalah sebesar 42%. Hal ini menunjukkan dengan metode demonstrasi berbantuan batang korek api dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

2.Peningkatan Hasil Proses Pembelajaran

Dari data tabel 2, dapat diketahui bahwa intensifnya proses internalisasi pemahaman peserta didik tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan melalui metode demonstrasi berbantuan batang korek api pada siklus I yang aktif ada 22 peserta didik atau 54% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 19 peserta didik atau 46%, pada siklus II yang aktif ada 31 peserta didik atau 76% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 10 peserta didik atau 24% ada peningkatan sebesar 22%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada aspek kedua yaitu proses diskusi peserta didik dalam mengidentifikasi konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan terlaksana kondusif peserta didik pada siklus I yang aktif ada 23 peserta didik atau 56% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 18 peserta didik atau 44%, pada siklus II yang aktif ada 31 peserta didik atau 76% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 10 peserta didik atau 24% ada peningkatan sebesar 20%.

Pada aspek ketiga tentang intensifnya peserta didik dalam proses menjawab soal penjumlahan dan pengurangan bilangan secara mandiri dan kelompok peserta didik pada siklus I yang aktif ada 22 peserta didik atau 54% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 19 peserta didik atau 46%, pada siklus II yang aktif ada 34 peserta didik atau 83% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 7 peserta didik atau 17% ada peningkatan sebesar 29%.

Pada aspek ke empat tentang kondusifnya kondisi peserta didik saat proses presentasi jawaban peserta didik pada siklus I yang aktif ada 22 peserta didik atau 54% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 19 peserta didik atau 46%, pada siklus II yang aktif ada 35 peserta didik atau 85% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 6 peserta didik atau 15% ada peningkatan sebesar 31%. Pada aspek kelima tentang terbangunnya suasana reflektif pada akhir pembelajaran peserta didik pada siklus I yang aktif ada 22 peserta didik atau 54% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 19 peserta didik atau 46%, pada siklus II yang aktif ada 36 peserta didik atau 88% sedangkan yang belum aktif masih ada sebanyak 5 peserta didik atau 12% ada peningkatan sebesar 34%. Skor total yang diperoleh pada siklus I adalah 111 dengan prosentase 54% atau pada katagori kurang, pada siklus II skor total yaitu 167 dengan prosentase 81,46% atau pada katagori baik ada peningkatan sebesar 27,46%.

3.Peningkatan Hasil Perubahan Perilaku Peserta Didik

Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa hasil observasi perubahan perilaku peserta didik pada aspek keaktifan siklus I memperoleh skor 22 (54%), pada siklus II meningkat menjadi 32 (78%) ada peningkatan sebesar 24%. Pada aspek antusias siklus I memperoleh skor 23 (56%), pada siklus II meningkat menjadi 34 (83%) ada peningkatan sebesar 27%.

Pada aspek kepercayaan siklus I memperoleh skor 26 (63%), pada siklus II meningkat menjadi 33 (80%) ada peningkatan sebesar 17%. Pada aspek kemandirian siklus I memperoleh skor 26 (63%), pada siklus II meningkat menjadi 35 (85%) ada peningkatan sebesar 22%. Pada aspek tanggung jawab siklus I memperoleh skor 23 (56%), pada siklus II meningkat menjadi 35 (85%) ada peningkatan sebesar 29%. Pada siklus I perolehan total 120 (59%) dalam kategori kurang, pada siklus II meningkat menjadi 169 (82%) ada peningkatan sebesar 23%.

 

 

.

 

 

 

 

Pada hasil observasi perubahan perilaku peserta didik pada siklus I, beberapa peserta didik masih kurang percaya diri untuk melakukan kerjasama dengan teman sekelompoknya. Hal ini disebabkan peserta didik masih kurang percaya diri dalam bertanya, dan masih canggung untuk bekerja dalam kelompok.

Pada siklus II ada peningkatan pada hasil observasi perubahan perilaku peserta didik pada siklus II beberapa peserta didik sudah percaya diri untuk melakukan kerjasama dengan teman sekelompoknya dan menunjukkan aktivitas yang dilaksanakan peserta didik optimal sesuai yang diharapkan. Pendampingan guru merata dan terfokus pada peserta didik, sehingga peserta didik yang bisa lebih konsentrasi. Sehingga terlihat bahwa proses pembelajaran sangat lancar. kesiapan dan keaktifan peserta didik di kelas juga maksimal saat diberi pertanyaan maupun latihan soal. Peserta didik  dengan cekatan berebut untuk menjawabnya. Peserta didik  sudah antusias dalam memberikan tanggapan terhadap pekerjaan yang diselesaikan oleh peserta didik  yang lain di papan tulis.

4.Hasil Wawancara Respon Peserta didik

Hasil wawancara respon peserta didik terkumpul hasil 78,54% yang  menjawab senang, 10,24% yang menjawab tidak, dan 11,22% yang menjawab biasa. Hal ini terbukti bahwa peserta didik kelas II semester I SD Negeri 01 Kesesi menyatakan senang dengan pembelajaran yang baru berlangsung yaitu menggunakan model pembelajaran metode demonstrasi berbantuan batang korek api dengan perolehan skor 161 (78,54%) dan masuk kategori baik.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian di atas,  dengan menggunakan Metode Demonstrasi berbantuan batang korek api terbukti secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi pokok  penjumlahan dan pengurangan peserta didik kelas II semester I SD Negeri 01 Kesesi.

SARAN

Berdasarkan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini maka: dalam pembelajaran Matematika materi pokok penjumlahan dan pengurangan bilangan guru dapat memakai metode demonstrasi dengan alat bantu yang mudah di dapat oleh siswa misalnya batang korek api, untuk membuat pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan guru hendaknya dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sehingga siswa akan tidak merasa terbebani, dalam menggunakan metode demonstrasi guru harus memperhatikan waktu, karena semakin asyik siswa dan guru untuk melakukan demonstrasi sering lupa waktu sehingga pembelajaran tidak konsisten.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aminuddin Rosyad. 2003. Motivasi Dan Pengembanganya. Jakarta: Indeks

Arif Ramani. 1995. Metode Demonstrasi dan Eksperiman. Jakarta: PT  Intermas

Fathurrahman. 2010. Artikel Pendidikan Agama Islam. http/Metode Demonstrasieksperimen PAI.com.htm, diunduh 27 September 2016

Muhibbin Syah. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rusminiati. 2007. Pengembangan Pendidikan Matematika SD. Jakarta: Depdiknas.

Slameto. 2005. Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sri Anitah. 2007. Media Pembelajaran. Surakarta: Mitra Sertifikasi Guru Surakarta

Sunaryo Kartadinata, dkk. 1998. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung: Depdikbud.

Suwana. 2005. Macam-macam Media Pembelajaran. Jakarta: Depdikbud

Syaiful Sagala. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alphabeta

Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *