Peningkatan Hasil Belajar Materi Perjuangan bangsa Indonesia Merebut Kembali Irian Barat

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MEREBUT KEMBALI IRIAN BARAT MENGGUNAKAN MEDIA BINTAN BAGI SISWA KELAS IXE SMP N 2 KALIBAGOR SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MEREBUT KEMBALI IRIAN BARAT MENGGUNAKAN MEDIA BINTAN BAGI SISWA KELAS IXE SMP N  2 KALIBAGOR  SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017

Oleh :Asih Wasih Wulandari

Abstrak: Kesulitan yang dialami siswa antara lain rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, minimnya keterlibatan dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran, perolehan nilai belum memuaskan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa  melalui media bintan yang berarti gambar bintang dan bulan  pada materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat.  Penelitian ini dilakukan pada 31 siswa kelas IXE SMP N 2 Kalibagor. Data dikumpulkan melalui observasi guru, angket siswa dan hasil ulangan siswa. Hasil sebelum penelitian menunjukan nilai yang mencapai KKM 14 siswa (45%) dan nilai rata-rata kelas 67,58. Pada siklus I yang mencapai KKM  15 siswa (48%)rata-rata hasil belajar nilai 72,26 dan siklus II menjadi 24 siswa(77%) dan rata-rata nilai kelas 82. Menggunakan media bintan juga meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar pada materi Perjuangan Bangsa Indonesia Merebut Kembali Irian Barat.

Kata kunci : hasil belajar siswa, media bintan, Irian Barat

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Usia pendidikan dasar merupakan usia yang menentukan kemampuan belajar selanjutnya. Potensi kognitif, afektif dan psikomotorik siswa terarah pada pendidikan dasar. Oleh karena itu sosok profesional guru pada saat merancang dan melaksanakan pembelajaran sangat menentukan sosok diri siswa di kemudian hari. Peran guru dengan siswa menyesuaikan kondisi lingkungan yang di harapkan orang tua, guru, bangsa dan negara. Pengajaran IPS merupakan salah satu program yang tujuan membina dan menyiapkan kehidupan sosial bermasyarakat serta bernegara yang baik.

Berdasarkan pengamatan peneliti, siswa kelas IXE SMP N 2 Kalibagor mengalami kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran IPS yang disajikan guru.

Kesulitan yang dialami siswa antara lain:

  1. Rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran
  2. Minimnya keterlibatan dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran
  3. Perolehan nilai belum memuaskan dan tidak mencapai KKM (75) dimana dari 31 siswa hanya 14 (45% ) siswa yang mencapai KKM.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dirumuskan masalah yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas:

Apakah penggunaan media bintandapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXE SMP N 2 Kalibagorpada mata pelajaran IPS  materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat?

Tujuan Penelitian

Penelitian tindakan kelas bertujuan meningkatkan hasil belajar menggunakan media bintan pada mata pelajaran IPS materi Perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat bagi  kelas IXE SMP N 2 Kalibagor semester gasal tahun pelajaran 2016/2017.

Manfaat Penelitian

  1. Kepala sekolah sebagai pendorong dan memotivasi guru dalam kegiatan pembelajaran
  2. Guru menjadi pendorong dalam proses penggunaan media bintan pada materi perjuangan merebut kembali Irian Barat.
  3. Siswa untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPS khususnya materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian IPS

Pola pembelajaran pendidikan IPS menekankan pada unsur pendidikan dan pembekalan pada peserta didik. Penekanan pembelajarannya bukan sebatas pada upaya menjejali peserta didik dengan sejumlah konsep yang bersifat hafalan belaka, melainkan terletak pada upaya agar mereka mampu menjadikan apa yang telah dipelajarinya sebagai bekal dalam memahami dan ikut serta dalam menjalani kehidupan masyarakat lingkungannya. Di sinilah sebenarnya penekanan misi dari pendidikan IPS (Hasan, 1996).

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan nomor 104 tahun 2015 dinyatakan bahwa salah satu dimensi pengetahuan yang perlu dikuasai siswa adalah metakognisi. Metakognisi mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami dan menyadari akan proses berpikir dirinya, kekuatan dan kelemahan proses berpikir dirinya. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut, pertama, seorang guru yang sulit hafal nama para siswanya, menyuruh siswanya untuk menggunakan tanda pengenal selama beberapa hari menujukkan kemampuan metakognisinya dalam hal memori. Kedua, seorang siswa menunjukkan kemampuan metakognisinya ketika dia mendengarkan penjelasan gurunya tentang bagaimana menyelesaikan masalah dan hanya mencatat beberapa hal yang menurutnya sulit saja (tidak mencatat semua yang disampaikan). Ketiga, seorang siswa bertanya kepada gurunya apakah ujian yang akan datang berupa esai atau pilihan ganda, dengan maksud agar ia dapat menetapkan strategi belajar yang sesuai. Setiap contoh diatas menujukkan kesadaran orang akan kemampuan/keadaan kognisi mereka kemudian menentukan strategi yang tepat.

Pengertian Media

Geralach & Elly (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Pendapat para ahli yang lain sebagai berikut. AECT (Association of Education and Communication Technology, 1997) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata meditator.Menurut Fleming (1987:234) adalah penyebab atau alat yang tutur campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator, media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar – siswa dan isi pelajaran. Di samping itu, mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pengajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan canggih, dapat disebut media.Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran.

  1. Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.
  2. Media pendidikan memiliki pengertian non-fisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
  3. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
  4. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
  5. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
  6. Media pendidikan dapat digunakan secara massa (misalnya: radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya: film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder).
  7. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

Fungsi Media

Kemp & Dayton (1985:28) menegaskan dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya.

Media Grafis yaitu bahan pelajaran yang mengajarkan ringkasan informasi dan pesan dalam bentuk lukisan, sketsa, kata-kata simbol, gambar tiruan yang mendekati bentuk aslinya, diagram, dan tanda-tanda lainnya contoh:  Media bagan (chart) penjanjian diagramatik suatu lambang visual meliputi: bagan pohon, bagan akar, bagan dahan, bagan organisasi dan lain-lain.

Pengertian Media Bintan

Media Bintan merupakan media gambar berupa bintang dan bulan yang digunakan dalam pembelajaran yang digabungkan dengan diskusi kelompok dengan menggunakan nama-nama kelompok tokoh-tokoh yang ada dalam materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat. Hasil kelompok dilukiskan dengan gambar pohon, gambar bintang dan bulan dengan jumlah yang benar pada pertanyaan soal bintang dan soal bulan.

Aktivitas pada Media Bintan

  1. Siswa dibentuk kelompok yang terdiri dari 8 kelompok terdiri dari kelompok Bunker, Ir. Soekarno, Majen Soeharto, A.H. Nasution, Komodor Yos Sudarso, Letjen Akhmad Yani, Subono, Komodor Leo Wattimena
  2. Guru memberi pertanyaan terdiri dari soal bintang yang terdiri dari 10 soal dan soal bulan yang terdiri dari 10 soal
  3. Setelah selesai menjawab ditukar dengan kelompok lain untuk dikoreksi bersama.
  4. Setelah dinilai dikembalikan pada kelompoknya untuk menggambar bintang dan bulan yang terdiri dari jawaban yang benar dengan diberi gambar pohon.
  5. Setelah menggambar selesai, memajang hasil diskusinya pada papan pajangan hasil belajar.
  6. Guru dan siswa mengadakan tanyajawab pada materi yang menurut siswa sulit.
  7. Guru membimbing siswa untuk meringkas materi yang telah disampaikan.
  8. Siswa memberikan refleksi terhadap materi yang telah disampaikan

 

Pengertian Prestasi Belajar

Menurut Hadiono ( 1980:45) Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seorang siswa setelah mengalami proses belajar di sekolah, nilai yang menggambarkan kemampuan menguasai sejumlah program pembelajaran setelah dipelajari. Menurut Arikunto (1986:269) Prestasi belajar adalah tingkat pencapian yang telah dicapai anak didik terhadap tujuan yang telah ditetapkan bidang studi tertentu setelah mengikuti program pengajaran dalam jangka waktu tertentu.

Kerangka Berfikir

Kegiatan prasiklus belum menggunakan media bintan hasil belajar rendah, tindakan perbaikan I menggunakan media bintan secara kelompok ada peningkatan hasil belajar, perbaikan II kondisi akhirdiduga menggunakan media bintan pada materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut Irian Barat dapat meningkatkan hasil belajar kelas IXE SMP N 2 Kalibagor semester gasal tahun pelajaran 2016/2017.

Gambar 1.Kerangka Berfikir


asiha

Hipotesis Tindakan

Dari tinjauan  di atas dirumuskan hipotesis tindakan” melalui penggunaan media bintan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi  perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat  bagi siswa kelas IXE SMP N 2 Kalibagor Tahun Pelajaran 2016/2017.

METODOLOGI  PENELITIAN

Subyek, Lokasi dan Waktu Penelitian

Siswa kelas IXE SMP N 2 Kalibagor  jumlah siswa 31 siswa yang terdiri 20 laki-laki siswa dan 11 siswa  perempuan. Lokasi penelitian adalah SMP N 2 Kalibagor  semester Gasal tahun pelajaran 2016/ 2017.

Sumber Data

Primer yaitu dari  hasil ulangan, angket , observasi pada siswa kelas IXE tahun 2016

Tehnik dan Alat Pengumpulan Data

Angket melalui data cepat dalam waktu singkat. Angket terbuka atas pertanyaan tertulis yang memerlukan jawaban tertulis dengan meminta informasi atau pendapat dengan kata-kata responden sendiri. Menggunakan hasil ulangan dan lembar pengamatan

Analisis Data

  1. Data Kuantitatif melalui data dengan angka
  2. Kualitatif melalui keterangan

Indikator Kinerja

  1. Adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui media bintan pada materiperjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat.
  2. Indikator belajar dalam penelitian ini adalah sekurang–kurangnya 80 % keseluruhan siswa kelas IXE siswa SMP N 2 Kalibagor memperoleh nilai 75.

Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan mengenai upaya peningkatan hasil belajar melalui media bintan.

Rancangan Penelitian

            Penelitian inimerupakan tindakan kelas. Menurut Suyanto (1997) Penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktek pembelajaran di kelas secara profesional. Penelitian ini terdiri dari rangkaian kegiatan-kegiatan terdapat 2 siklus.Hasil siklus II menyempurnakan siklus I. Kegiatan siklus I dan II sama secara garis besar terdapat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan /pelaksanaan , pengamatan/observasi dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi  Pra Siklus

Penelitian dilaksanakan di kelas IXE SMP N 2 Kalibagor, Kabupaten Banyumas dengan jumlah 31 siswa.  Kelas IXE dijadikan objek penelitian karena minat belajar dan hasil belajar masih rendah. Selain program peneliti perlu perbaikan dalam belajar. Hasil pengamatan peneliti kondisi dan situsi dalam belajar banyak siswa yang ribut, ngantuk tidak memperhatikan dan kurang antusias saat pembelajaran. Diskusi kelompok hanya dilakukan oleh beberapa anak dan yang lain kurang aktif. Hasil yang diperoleh nilai rata-rata kelas 67,58 dan yang mencapai KKM hanya 14 siswa atau 45% dari 31 siswa. Peneliti berfikir untuk mengadakan perbaikan dengan menggunakan media bintan pada pembelajaran IPS  dengan materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat.

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas IXE SMP N 2 Kalibagor  dimulai bulan September  sampai  bulan  Oktober 2016.

Siklus 1 hari Selasa  tanggal 27 September  2016  mata pelajaran IPS pukul  11.55-13.15. Dari hasil siklus I  kekurangannya yaitu sulitnya untuk menghafal tokoh-tokoh pada perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat dan kelebihannya dalam pengamatan pada siswa kesiapan belajar  baik dan proses belajar sudah baik dapat meningkatkan hasil belajar dengan rata-rata kelas 72,26 dan yang belum mencapai KKM 16 siswa atau 52% dan mencapai KKM15 siswa atau 48%. Dari hasil perbaikan I rata-rata nilai kelas belum mencapai KKM (75) dan kesiapan siswa 82% dan 18% yang tidak membawa buku dan kelengkapan belajar sehingga peneliti perlu melakukan perbaikan pada siklus 2 karena nilai rata-rata kelas belum mencapai KKM.

Tabel 1.Hasil diskusi kelompok kelas IXE

Bunker B S Ir.Soekarno B S
Bintang 9 1 Bintang 10 0
Bulan 4 6 Bulan 6 4
Nilai 13X5=65 Nilai 16X5=80
Yos Sudarso     Subono    
Bintang 10 0 Bintang 9 1
Bulan 3 7 Bulan 5 5
Nilai 13X5=65 Nilai 14X5=70

Tabel 2.Rekapitulasi nilai ulangan siklus 1

No Nilai jumlah Ketuntasan Persentase Total
1 80 7 Tuntas 15/31=48% 560
2 75 8 Tuntas 600
3 70 8 Belum Tuntas 16/31=52% 560
4 65 8 Belum Tuntas 520
  Jumlah 31     2240/31=72,26

Siklus 2 kelas IXE SMP N 2 Kalibagor

Siklus 2 hari Rabu tanggal 28 September 2016 mata pelajaran IPS pukul  11.55-13.15.

Siswa yang telah mencapai KKM 24 siswa atau 77% dan yang belum mencapai KKM 7 siswa atau 23% dari 31 siswa atau dengan rata-rata 82 nilai kelas. Dalam pengamatan kesiapan siswa  97% dan hanya 3% yang tidak membawa buku serta kelengkapan dalam belajar.

Tabel 4.Hasil diskusi siklus 2

Letjen Akhmad Yani Benar Salah Majen Soeharto Benar Salah
Bintang 9 1 Bintang 9 1
Bulan 6 4 Bulan 6 4
Nilai 15X5=75 Nilai 15X5=75
Komodor Leo Wattimena A.H. Nasution B S
Bintang 10 0 Bintang 10 0
Bulan 4 6 Bulan 6 4
Nilai 15X5=70 Nilai 16X5=80

Tabel 5.Rekapitulasi nilai ulangan siklus 2

No Nilai Jumlah Ketuntasan Persentase Total
1 100 9 Tuntas 24/31=77% 900
2 90 5 Tuntas 450
3 80 10 Tuntas 800
4 70 1 Belum Tuntas 7/31=23% 70
5 60 5 Belum Tuntas 300
6 50 1 Belum Tuntas 50
2570/31=82

Kegiatan pembelajaran berlangsung seperti gambar-gambar berikut:

 asihab

Tabel 5. Hasil perbaikan  pada siklus I dan siklus II

No Pra Siklus Siklus I Siklus II
Nilai rata-rata kelas 67,58 72,26 82
Siswa yang mencapai KKM 45% 48% 77%
Siswa yang belum mencapai KKM 55% 52% 23%

asihabc

Gambar  2: Diagram Pra siklus, siklus I dan Siklus II

            Setelah ada perbaikan pada siklus I dan Siklus II berarti indikator pencapaian nilai rata-rata 75 di kelas IXE tercapai karena mencapai nilai  rata-rata 82 dan siswa yang mencapai  nilai KKM 75 dari 31 siswa tercapai karena hasil yang diperoleh 77% mencapai KKM. Dari hasil angket mengatakan mudah dimengerti, dipahami, menyenangkan dengan media bintan pada materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat.

SIMPULAN  DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media bintan dapat meningkatkan hasil  belajar pada materi perjuangan Bangsa Indonesia merebut kembali Irian Barat bagi siswa kelas IXE SMP N 2 Kalibagor Kabupaten Banyumas. Pada siklus pertama rata-rata nilai kelas 72,26 dan hanya 15 siswa (48%) yang mencapai KKM dari 31 siswa. Pada siklus II nilai rata-rata 82 dan yang mencapai KKM 24 siswa (77%).

Saran

Guru dalam usaha meningkatkan prestasi siswa pada mata pelajaran IPS harus mampu memilih media yang tepat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, menyiapkan dan melibatkan kreatifitas siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsini.2010.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Forum Guru Indonesia, 2015.Penggunaan metode cooperative learning Tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS bagisiswa kelas  IX A SMP Negeri I Cipeundeuy kabupaten Bandung Barat.

https://www.mgmpips03bandungbarat.wordpress.com

Khaeruman, Badru. 2011. Menjadi Guru Profesional : Suatu Panduan dalam MembimbingSiswa. Bandung : CV Afrino Raya

Kustandi, Cecep.2011. Media Pembelajaran. Jakarta : Ghalia Indonesia

Mulyasa. 2010. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung .PT Remaja Rosdakarya

Sudjana, Nana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo

Sugandi Asep 2012  Pemilihan Media gambar ,Universitas Pendidikan Indonesia Kampus serang. Makalah

Widarwati,dkk. 2016. Modul IPS SMP :Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

BIODATA  PENULIS:

Nama                             : Asih Wasih Wulandari, S.E

NIP                                 : 19781120 2008012021

Pangkat/ Golongan     : Penata/ IIIc

Unit Kerja                     : SMP N 2 Kalibagor




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *