infopasti.net

PTS SMA Mengembangkan RPP Kurtilas Bernuansa IT

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU BAHASA JAWA DALAM MENGEMBANGKAN RPP BERBASIS KURIKULUM 2013 DAN BERNUANSA IT MELALUI METODE IDTEFR

Oleh :Sri Kanti, M.Pd.

ABSTRAK

Sri Kanti, (2015). Peningkatan  Kemampuan Guru Bahasa Jawa Dalam Mengembangkan RPP Berbasis Kurikulum 2013 dan Bernuansa IT Melalui Metode IDTEFR Kelas X Semester I di SMA Binaan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2014/2015.

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan RPP  Berbasis Kurikulum 2013 dan bernuansa IT melalui metode IDTEFR. Subjek penelitian ini adalah guru-guru kelas X di SMA Negeri 1 Bumiayu yang menjadi sekolah binaan peneliti. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan November 2014 (4 bulan) dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru daam mengembangkan RPP dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Penelitian tindakan sekolah (PTS) termasuk jenis kuantitatif menggunakan Analisis Diskriptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I kegiatan IDTEFR (Pembimbingan Klasikal) dan hasil siklus II IDTEFR (Pembimbingan Kelompok ). Kondisi awal kemampuan mengembangkan RPP rata-rata 73,53 (Cukup). Setelah kegiatan IDTEFR dengan Pembimbingan Klasikal pada siklus I hasilnya meningkat rata-rata 80,97 (Baik), tindakan siklus II yaitu kegiatan IDTEFR Pembimbingan Kelompok. Hasil kemampuan guru dalam mengembangkan RPP pada siklus II ini rata-rata 90,9 (Amat Baik )Berdasarkan hasil anlisis di atas dapat disimpulkan bahwa pendampingan guru dalam mengembangkan RPP berbasis Kurikulum 2013 dan bernuansa IT melalui metode IDTEFR  dapat meningkatkan kinerja guru dan kemampuan keprofesional guru di sekolah binaan yaitu di SMA Kota Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Kata Kunci: RPP,  IDTEFR, IT

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Bermula dari implementasi kurikulum 2013 yang harus dimulai pada tahun 2013, penulis sebagai pengawas mempunyai sekolah binaan yang mengimplementasikan kurikulum 2013. Oleh karena itu dalam hal pembinaan  para guru Bahasa Jawa di SMA dalam mengembangkan RPP berbasis kurikulum 2013. sesuai  Permendiknas Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 masih terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan dikarenakan banyak guru belum mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah.

Oleh karena itu penulis sebagai pengawas merasa ikut bertanggung jawab keterlaksanaan Kurikulum 2013, sehingga muncul ide proses pendampingan dilakukan pengawas dengan cara IDTEFR yaitu mengadakan In House Training ( IHT ), Disccus ( Diskusi ), Task ( Tugas ), E-mail, Feedback dan Report ( Laporan ). Penulis berkeyakinan hasil Pendampingan Guru Dalam Mengembangkan RPP Berbasis Kurikulum 2013 dan bernuansa IT melalui metode IDTEFR  akan menjadi model bagi Pengawas dalam melaksanakan pembimbingan administrasi guru di Sekolah.

Temuan di lapangan pada saat pengawas sekolah melaksanakan kegiatan supervisi guru Bahasa Jawa kelas X sebagian besar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) belum mengacu pada model RPP Kurikulum 2013 yang tercantum dalam Permendikbud nomor 81 A tahun 2013 karena belum mendapat pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Kondisi yang demikian diperparah masih mengacu RPP pada KTSP 2006 dan hanya copy paste tahun yang lalu. Hal ini memotivasi peneliti untuk memberikan pelatihan sendiri secara mandiri dengan bekal pelatihan yang penulis terima selama pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah terhadap guru-guru kelas X dan XI melalui kegiatan IDTEFR agar kemampuan dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) dapat mengacu pada Kurikulum 2013 bernuansa IT dan kreatifitas guru Bahasa Jawa meningkat.

Kenyataan di lapangan pengawas sekolah masih belum maksimal mendampingi guru-guru, hal tersebut dikarenakan pengetahuan pengawas sekolah tentang Kurikulum 2013 masih sebatas hasil pelatihan sehingga belum maksimal pendampingannya di sekolah binaan. Seharusnya pengawas sekolah meningkatkan pengetahuan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mendampingi dan membina guru Bahasa Jawa kelas X dalam mengimplementasikan  kurikulum 2013 secara rutin.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa memandang perlu adanya pendampingi secara klasikal atau kelompok dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) khususnya pada implementasi kurikulum 2013, untuk mata pelajaran Bahasa Jawa di kelas X.

Dengan adanya kesenjangan tersebut penulis sebagai pengawas satuan pendidikan yaitu pengawas SMA mengadakan penelitian dengan Judul “Peningkatan  Kemampuan Guru Bahasa Jawa dalam Mengembangkan RPP Berbasis Kurikulum 2013 dan Bernuansa IT Melalui Metode IDTEFR Kelas X Semester I di SMA Binaan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2014/2015”.

            Rumusan masalah sebagai acuan penelitian tindakan sekolah yang diajukan sebagai berikut :

  1. Apakah kemampuan guru dalam mengembangkan RPP Berbasis Kurikulum 2013 berrnuasa IT  dapat ditingkatkan melalui metode IDTEFR pada guru Bahasa Jawa kelas X SMA Negeri 1 Bumiayu Kota Brebes Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015?
  2. Bagaimana metode IDTEFR dalam meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan RPP berbasis Kurikulum 2013 dan bernuansa IT di SMA Kota Brebes Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015?

Landasan Teori

Hakekat Silabus Kurikulum 2013

  1. Pengertian Silabus

Silabus merupakan rencana Pembelajaran pada mata pelajaran atau tema tertentu dalam pelaksanaan kurikulum yang mencakup komponen-komponen sebagai berikut: kompetensi inti, kompetensi dasar,  materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

  1. Prinsip-prinsip Pengembangan Silabus

Silabus dikembangkan dengan prinsip-prinsip:

  • Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
  • Aktual dan Kontekstual

Silabus selalu memperhatikan perkembangan ilmu, pengetahuan, teknologi, dan seni yang mutakhir.

  • Fleksibel

Silabus selalu memberikan rujukan dan ruang yang lebih luas kepada guru untuk menyusun perencanaan mengajar.

  • Menyeluruh

Silabus mencakup pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh dalam ranah kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

  1. Langkah-langkah Pengembangan Silabus

Langkah-langkah Pengembangan Silabus 1)  Mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, 2) Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran, 3) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran, 4) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi,5) Penentuan Jenis Penilaian, 6) Menentukan Alokasi Waktu,7) Menentukan Sumber Belajar

Hakekat RPP

  1. Pengertian RPP

Dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 dinyatakan bahwa Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup: (1) data sekolah, matapelajaran, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran; metode pembelajaran; (6) media, alat dan sumber belajar; (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (8) penilaian.

  1. Hakekat Pendampingan berkelanjutan Secara Klasikal

Disimpulkan bahwa tujuan pendampingan adalah memberikan kondisi–kondisi yang membantu secara klasikal agar dirinya mampu mengembangkan kekuatan–kekuatan psikis yang dimilikinya sehingga dapat mencapai pemenuhan kebutuhan psikologis yang mendasar untuk dihargai dan dicintai, dan mampu menilai perilakunya sekarang untuk menuju pribadi yang bertanggung jawab dengan berperilaku yang lebih efektif.

  1. Hakekat Pendampingan Berkelanjutan Secara Kelompok

Disimpulkan bahwa tujuan pembimbingan adalah memberikan kondisi–kondisi yang membantu guru secara kelompok agar dirinya mampu mengembangkan kekuatan–kekuatan psikis yang dimilikinya sehingga dapat mencapai pemenuhan kebutuhan psikologis yang mendasar untuk dihargai dan dicintai, dan mampu menilai perilakunya sekarang untuk menuju pribadi yang bertanggung jawab dengan berperilaku yang lebih efektif.

  1. Pengertian IDTEFR

IDTEFR adalah serangkaian kegiatan pendampingan keterlaksanaan Kurikulum 2013 yang meliputi In House Training–Disccus–Task–Email–Feedback dan Report.

In House Training merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah untuk memberikan materi Kurikulum 2013 dengan nara sumber Peneliti sekaligus sebagai pengawas sekolah. Disccus adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mendiskusikan masalah RPP  yang tergabung dalam kelompok guru mapel.Task adalah merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk mengerjakan tugas berupa RPP. Email adalah mengirim tugas berupa RPP melalui elektronik-internet agar bisa cepat sampai pada peneliti. Feedback merupakan umpan balik dari peneliti/ pengawas terhadap guru yang sudah mengirim tugas berupa RPP dengan tujuan agar dapat cepat di revisi beberapa kekurangan. Report  merupakan suatu laporan hasil tugas yang sudah dikerjakan dengan benar yang berupa RPP.

  1. Kerangka Berpikir

Tugas pokok guru sebagai salah satu penentu keberhasilan pendidik adalah merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, dan megadakan tindak lanjut.

Agar hasil pembelajaran baik, maka guru harus membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kemampuan guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 dan bernuansa IT masih rendah memacu pengawas sekolah untuk meningkatkannya dalam dua siklus tindakan sekolah.

Siklus I dengan mengadakan In House Training secara klasikal dengan diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran yang ada di sekolah. dilanjutkan Diskusi (Disccus) kelompok, kemudian melajutkan dengan mengerjakan Tugas (Task) , kirim Email dan Report (Laporan) masing-masing guru.

Silkus II In House Training dengan mengadakan pertemuan lajutan secara kelompok (Disccus) dan kemudian melanjutkan dengan mengerjakan tugas (Task) masing-masing guru. Setelah guru mengerjakan tugas kemudian dikirim ke pengawas sekolah melalui Email, pengawas sekolah meneliti dan menilai , dan memberi Feedback untuk memperbaiki bagi guru yang belum mampu membuat RPP. Bagi guru yang sudah mampu dan sudah mendapat nilai Baik maka RPP dapat di print out atau di cetak sebagai laporan (Report) bahwa penyusunan RPP telah selesai.

  1. Hipotesis

Hipotesis sebagai acuan penelitian tindakan sekolah yang diajukan sebagai berikut :

  1. Kemampuan guru Bahasa Jawa dalam mengembangkan RPP Berbasis Kurikulum 2013 berrnuasa IT  dapat ditingkatkan melalui metode IDTEFR pada guru kelas X SMA Kota Brebes Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015.
  2. Metode IDTEFR dalam meningkatkan kemampuan guru Bahasa Jawa dalam mengembangkan RPP berbasis Kurikulum 2013 dan bernuansa IT di SMA Kota Brebes Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015.

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Setting dan Subyek Penelitian

Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus  s/d November  tahun 2014, karena penelitian ini merupakan tindak lanjut pembinaan pengawas terhadap guru-guru Bahasa Jawa kelas X di Sekolah Binaan yang mengimplementasi Kurikulum 2013 secara mandiri pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015.

Tempat Penelitian

Lokasi yang digunakan dalam penelitian tidakan sekolah ini di SMA Negeri 1 Bumiayu. Kegiatan IDTEFR di Lokasi Sekolah masing-masing. Peneliti memilih sebagai pengawas SMA di wilayah tersebut sehingga hasil penelitian ini tidak menganggu pembelajaran justru membantu guru memecahkan masalah pembelajaran.

Subjek Penelitian

Subjek Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah semua guru kelas X SMA Kota Brebes .

Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah. Peneliti senantiasa berupaya memperoleh hasil yang optimal melalui cara dan prosedur yang dinilai paling efektif, melalui IHT kegiatan pembuatan RPP berbasis kurikulum 2013 baik secara klasikal atau kelompok. Peneliti melaksanakan penelitian masing-masing siklus berisi empat langkah, yaitu 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) Hasil Penilaian dan 4) Refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Kondisi Awal

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah melalui kegiatan IHT artinya kegiatan dilaksanakan pada saat pelaksanaan IHT di  Sekolah. Penelitian ini melalui dua siklus. Siklus yang pertama kegiatan IHT secara klasikal dan pada siklus ke dua kegiatan IHT secara kelompok. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP berbasis kurikulum 2013 di kelas X.

Hasil penilaian/ telaah RPP berbasis kurikulum 2013 untuk guru kelas X yang dilakukan oleh pengawas sekolah di SMA Kota Brebes atau khususnya sekolah binaan masih rendah hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai RPP guru kelas X 73,53 (C). Maka guru kelas X  harus segera diberi pendampingan agar kemampuan mengembangkan RPP berbasis kurikulum 2013  meningkat.

Tabel 4.1 Kondisi Awal Telaah RPP

No Nama Sekolah Nilai Amat Baik

90 <AB<100

Nilai Baik

80 <B< 90

Nilai Cukup

70 < C < 80

Nilai Kurang

< 70

1 SMA Negeri 1 Bumiayu 2 30 8
  1. Deskripsi Hasil Siklus I
  2. Perencanaan Tindakan

Dalam kegiatan perencanaan tindakan ini peneliti mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah di sekolah binaan untuk membahas persiapan penelitian. Peneliti membagi lembar instrument penilaian/ telaah RPP berbasis kurikulum 2013 dengan petunjuk teknisnya kemudian membahasnya. Peneliti kemudian menyampaikan rencana langkah-langkah penelitian, kemudian menyampaikan ke subjek.

Perencanaan tindakan sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Tindakan (action)
  • Kegiatan In House Training yang pertama ini dilaksanakan secara klasikal, Untuk menjelaskan langkah-langkah pembuatan RPP berbasis kurikulum 2013, maka kegiatan ini diawali dengan workshop penyusunan RPP berbasis kurikulum 2013 secara klasikal.
  • Peneliti menyampaikan indikator-indikator yang ada pada instrumen penilaian/ telaah RPP berbasis kurikulum 2013. Dengan tujuan pada saat pelaksanaan nanti guru dapat memenuhi indikator yang diharapkan.
  1. Hasil Penilaian/ telaah (Observation)

Semua kepala sekolah (kolabolator) mengadakan penilaian menggunakan instrumen dari peneliti. Hasil penilaian/ telaah instrumen diserahkan kepada peneliti untuk direfleksi.

  1. Refleksi

Hasil penilaian/ telaah RPP berbasis kurikulum 2013 setelah IHT secara klasikal sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Siklus I Telaah RPP

No Nama Sekolah Nilai Amat Baik

90 <AB<100

Nilai Baik

80 <B< 90

Nilai Cukup

70 < C < 80

Nilai Kurang

< 70

1 SMA Negeri 1 Bumiayu 34 6
  1. Diskripsi Hasil Siklus II
  2. Perencanaan Tindakan
  3. Perencanaan yang pertama menyampaikan hasil pelaksanaan penilaian/ telaah melalui IHT secara klasikal di sekolah binaan kepada semua kepala sekolah, menyampaikan bahwa masih ada rencana kegiatan Siklus II yaitu IHT yang ke dua yaitu dilaksanakan secara kelompok.
  4. Menyampaikan instrumen untuk penilaian/ telaah RPP berbasis kurikulum 2013 kepada kepala sekolah (kolabolator).
  5. Pelaksanaan tindakan
  6. Pelakasanaan IHT secara kelompok

Peneliti menjelaskan kegiatan yang harus dikerjakan guru yaitu secara kelompok

  1. Semua guru meresume penilaian/ telaah menggunakan petunjuk instrumen yang sudah disiapkan peneliti.
  2. Guru membacakan hasil resume
  3. Peneliti menegaskan hasil resume agar gutu mengetahui dengan jelas apa yang seharusnya dilaksanakan pada pembuatan RPP berbasis kurikulum 2013.
  4. Tanya jawab atau diskusi
  5. Hasil Penilaian/ telaah (observation)

Semua kepala sekolah (kolabolator) mengadakan penilaian menggunakan instrumen dari peneliti. Kegiatan penilaian/ telaah RPP pada siklus II ini sama dengan pada siklus I. Hasil penilaian/ telaah instrumen diserahkan kepada peneliti untuk direfleksi.

  1. Refleksi

Hasil penilaian/ telaah setelah IHT secara kelompok sebagai berikut :

Tabel 4.3 Hasil Siklus II Telaah RPP

No Nama Sekolah Nilai Amat Baik

90 <AB<100

Nilai Baik

80 <B< 90

Nilai Cukup

70 < C < 80

Nilai Kurang

< 70

1 SMA Negeri 1 Bumiayu 36 4
  1. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian tindakan sekolah sebagai jawaban atas hipotesis yang diajukan sudah terbukti kebenarannya. Hasil penelitian melalui kegiatan IDTEFR dapat meningkatkan pada siklus I. Melalui IDTEFR (secara klasikal) guru mengetahui kekurangan dalam melaksanakan pembuatan RPP yang diimplentasikan pada pembelajaran saintifik yang merupakan ciri RPP berbasis kurikulum 2013 dan bernuansa IT meningkat. Pada siklus II melalui IDTEFR (secara kelompok/mandiri guru mata pelajaran) yang diimplementasikan pada pembuatan RPP berbasis kurikulum 2013 yang bernuansa IT lebih meningkat.

Hasil akhir penelitian pembimbingan guru dalam mengembangkan RPP berbasis kurikulum 2013 yang bernuansa IT nilai rata-rata 90,9 yaitu Amat Baik  (AB) dan tidak ada guru yang memperoleh nilai Cukup ( C ).

Hasil penelitian menunjukkan melalui metode IDTEFR dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan RPP Berbasis Kurikulum 2013.

PENUTUP

Simpulan

Simpulan dari hasil penelitian tindakan sekolah ini adalah :

  1. Kemampuan guru dalam mengembangkan RPP Berbasis Kurikulum 2013 berrnuasa IT  dapat ditingkatkan melalui metode IDTEFR pada guru kelas X SMA Kota Brebes Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015.
  2. Metode IDTEFR dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan RPP berbasis Kurikulum 2013 dan bernuansa IT di SMA Kota Brebes Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015.

Saran

Saran hasil penelitian tindakan sekolah sebagai berikut :

Kepada Guru :

  1. Guru dalam pembelajaran diharapkan menggunakan RPP untuk memudahkan mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Guru diharapkan dapat mengembagkan RPP berbasis Kurikulum 2013 sendiri terutama yang bernuansa IT.
  3. Guru diharapkan kreatif dan inovatif dalam mengembangkan RPP Kurikulum 2013 yang bernuansa IT.
  4. Kepada Kepala Sekolah hendaknya dapat menngunakan penelitian ini sebagai rujukan melakukan pembinaan pada gurunya.
  5. Kepada Pengawas Sekolah yang lain diharapkan dapat menggunakan supervisi akademik dalam membina guru dalam mengembangkan RPP berbasis Kurikulum 2013 dan bernuansa IT.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Naskah Akademik Tentang Standar Pengawas Satuan Pendidikan. Direktorat Pendidikan, Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional. 2010,  Supervisi Akademik, Jakarta : Direktorat Jenderal Menengah, Jakarta.

Nur, M. 2011. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: PSMS Unesa.

Nur, M. 1998. Teori-teori Perkembangan. Surabaya: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Nur, M. & Wikandari, P.R. 2000. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa Dan Pendekatan Konstruktivis Dalam Pengajaran. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya

Surono (2007) Supervisi, Monitoring dan Evaluasi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah, Semarang.

Tim Sertifikasi Unesa. 2010. Modul Pembelajaran Inovatif. Surabaya: PLPG Unesa.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *