PTS SD Menyusun RPP Pada Kegiatan Inti Melalui Supervisi Akademik

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA KEGIATAN INTI MELALUI SUPERVISI AKADEMIK  DI SD NEGERI I BERKOH

titin

ABSTRAK

            Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan menyusun RPP pada kegiatan inti dalam proses pembelajaran guru – guru SD Negeri I Berkoh sebelum dilaksanakan supervisi akademik masih rendah dengan nilai rata – rata 3,2. Hal ini dilakukan melalui metode penelitian Deskriptif Komparatif. Adapun setelah dilaksanakan supervisi akademik secara kelompok mengalami peningkatan dengan rata – rata nilai. Sesudah dilaksanakan supervisi akademik secara individual mengalami peningkatan lagi dengan rata – rata nilai 4,6  bila di prosentasikan menjadi 43, 75%. Dengan demikian dari hasil penelitian ini disarankan agar Kepala Sekolah selalu melaksanakan supervisi akademik yang dilaksanakan secara terencana, teratur, dan berkelanjutan untuk peningkatan dan mengembangkan empat kompetensi guru.

Kata Kunci : Menyusun RPP, kegiatan inti, supervise akademik

PENDAHULUAN

            Menurut peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2009 tentang standar kompetensi guru, bahwa guru mempunyai empat kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial, dan salah satu kompetensi pedagogik adalah tugas guru untuk merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Guru sebagai agen pembelajaran harus dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan baik sehingga pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung kondusif, inofatif dan berkualitas. Maka dari itu pembelajaran yang berkualitas harus diawali dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan rambu – rambu pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).

            Adapun fokus permasalahan yang di prioritaskan dalam penelitian ini adalah adanya keinginan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada kegiatan inti pembelajaran melalui supervisi dan pembinaan akademik yang masih rendah dan belum sistematis agar sesuai dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Adapun  Permasalahan yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah bagaimana cara mengoptimalisasikan kemampuan guru dalam  menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sistematis pada kegiatan inti melalui supervisi akademik di SD Negeri I Berkoh dapat meningkat.

            Kenyataannya yang terjadi adalah di SD Negeri I Berkoh masih rendahnya kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) khususunya pada kegiatan inti yang meliputi elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi dengan baik dan benar. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan inti yang mereka tulis masih bersifat konvensional yaitu guru berceramah untuk menyampaikan materi kemudian dilanjutkan mengerjakan tugas secara berkelompok.

            Kondisi seperti diatas menyebabkan peneliti bertekad untuk lebih memperhatikan apa yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh guru dalam menyusun rencana pembelajaran melalui supervisi akademik dengan ditindak lanjuti pembinaan akademik baik secara kelompok maupun secara individual. Serta melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun  RPP pada kegiatan inti pembelajaran dan melalui supervisi akademik pada kegiatan inti melalui pembinaan akademik.

Karena tugas kepala sekolah adalah sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan disekolah yang berkewajiban membimbing, membina dan meningkatkan kompetensi profesional guru, agar tidak menimbulkan salah penafsiran. Berdasarkan permasalahan diatas peneliti mengharapkan semua guru-guru di SD Negeri I Berkoh setelah mendapatkan pembinaan, kemampuan guru dalam menyusun RPP lebih meningkat melalui supervisi akademik yang dilanjutkan dengan pembinaan akademik.

Dengan demikian rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut : “ Apakah dengan melalui supervisi akademik guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti di SD Negeri I Berkoh pada semester I Tahun Pelajaran 2010/2011? “

 

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

            Pada Bab Kajian Pustaka dan Hipotesis ini peneliti akan menjelaskan dan menjabarkan lebih spesifik mengenai isi penelitian diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kemampuan yang dimaksud adalah Kesanggupan, kecakapan dan kekuatan. Sedangkan menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Kemampuan adalah kapasitas seseorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan dan sebagai sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang (http://id.wikipedia.org/wiki/kemampuan).

  1. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )

Berdasarkan PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar dan perolehan hasil belajar.

Sedangkan rencana pembelajaran merupakan kegiatan merumuskan tujuan apa yang ingin dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran, cara yang digunakan untuk menilai pencapaian, materi atau bahan yang akan disampaikan, bagaimana menyampaikan bahan, serta media atau alat yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dan kurikulum ( Asep Herry Hermawan, 2007 : 9.7-98).

Adapun menurut Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari Silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya pencapaian kompetensi dasar serta menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.

  1. Pengertian Supervisi Akademik

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran (Deresh, 1989, Gilekman, BE al, 2007).

Sedangkan menurut Sergio Vanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata.

  1. Tujuan dan Fungsi Supervisi

Menurut Piet A. Sahertian  tujuan dilakukannya supervisi adalah untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran yang mencakup empat bagian besar yaitu pembinaan kurikulum, perbaikan proses pembelajaran, pengembangan staf, pemeliharaan dan perawatan moral serta semangat kerja guru. sedangkan menurut Mataheru mengemukakan bahwa tujuan supervisi adalah mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Yang berarti supervisi akademis terhadap guru harus mampu membangun talenta positif terhadap kinerja guru dalam pendidikan  (PBM) yang merupakan spirit dari sekolah.

  1. Kerangka Berfikir

Pada kondisi awal guru dalam penyusunan RPP masih belum memuaskan, terbukti dari hasil supervisi guru dalam penyusunan RPP mengembangkan prinsip eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Hal ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

1

Gambar I

Kerangka Berfikir dalam PTS

  1. Hipotesis

Berdasarkan uraian dari kajian dan kerangka berfikir maka dapat dirumuskan hipotesis Tindakan yaitu “Melalui Supervisi Akademik diharapkan guru dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP pada kegiatan inti”

METODE PENELITIAN

Adapun tempat penelitian yang peneliti lakukan adalah di SD Negeri I Berkoh yang terletak di Jalan Sekolahan No. 1 Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas, dikarenakan peneliti bertugas di SD tersebut.

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan. Diawali dengan penyusunan proposal dan penelitian dilakukan pada minggu ke-1 di bulan Agustus 2010. Pada minggu ke-2 peneliti menggunakan metode penyusunan instrumen, sedangkan pada minggu ke-3 dan 4 metode yang peneliti gunakan adalah pengumpulan data dan melaksanakan supervisi akademik dilanjutkan pembinaan pada siklus I.

Di bulan September 2010 pada minggu ke-3 dan 4 peneliti melakukan pengumpulan data dan melaksanakan supervisi akademik dilanjutkan pembinaan pada siklus II. Dan pada bulan Oktober 2010 pada minggu ke-1 dan 2  peneliti menyusun dan menganalisis data. Berikutnya pada minggu ke-3 dan 4  peneliti menyusun laporan.

Penelitian ini dilakukan terhadap guru di SD Negeri I Berkoh, sebanyak 6 guru kelas. Penelitian ini memperoleh data dari hasil supervisi yang dilakukan oleh peneliti dalam menyusun RPP pada kegiatan inti yang diproleh sebelum melakukan tindakan. Data tersebut sebagai data awal untuk melakukan penelitian. Sumber data yang diperoleh dari kondisi awal dapat dilihat dari instrumen. Data sekunder diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan dalam pelaksanaan penyusunan RPP pada siklus pertama dan siklus kedua. Data ini akan dilaporkan dalam bentuk narasi deskriptif.

Teknik pengumpulan data adalah cara – cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan pengumpulan data agar lebih mudah dan sistematis. Teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini bersumber dari guru maupun kolaborasi yaitu Teknik Observasi dan Teknik Dokumenasi.

Analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan antara kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti dalam proses pembelajaran sebelum dan sesudah melaksanakan supervisi akademik. Kemudian dibandingkan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti.

Prosedur Penelitian, meliputi 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi awal kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari subyek penelitian yaitu guru kelas I sampai kelas VI SD Negeri I Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas, yang merupakan hasil pengamatan peneliti sebelum melakukan tindakan supervisi akademik yang dilanjutkan dengan pembinaan, masih kurang optimal.

Rata-rata skor untuk guru kelas 1 adalah 3, guru kelas II adalah 2,8, guru kelas III adalah 3, guru kelas IV adalah 3,2, guru kelas V adalah 3,5 dan guru kelas VI adalah 3,5 dengan skor maksimal 5. Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada tabel dibawah ini :

Table 1

Kondisi Awal Kemampuan Guru Dalam Menyusun RPP Pada Kegiatan Inti

NO NAMA NILAI
1 HRTN 3
2 S 2,8
3 AS 3
4 YBA 3,2
5 SS 3,5
6 WGRT 3,5
JUMLAH 19
RATA-RATA 3,2

Data diatas merupakan data yang di ambil sebelum dilakukan supervisi akademik yang dilanjutkan dengan pembinaan pada guru-guru atau subyek penelitian. Dari data ini terlihat bahwa aspek kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kegiatan inti masih kurang baik dan tidak ada yang mencapai nilai skor maksimal.

Hal ini dikarenakan guru-guru dalam penyusunan RPP pada kegiatan inti belum menampakkan adanya kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi sehingga dalam proses pembelajaran kegiatan belajar mengajar (KBM), belum terlihat adanya pembelajaran yang PAKEM. Data pada tabel 3 dapat dibuat diagram batang seperti dibawah ini :

Supervisi akademik yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian, selama ini belum dilanjutkan dengan pembinaan baik secara kelompok maupun individu. Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah hanya dua kali dalam setahun, dan pembinaan lain hanya dilakukan pada waktu guru akan melanjutkan PAK (Pengajuan Angka Kredit) sebagai syarat untuk kenaikan pangkat.

 

DESKRIPSI SIKLUS I

Perencanaan Tindakan

Setelah proposal tersusun peneliti mempersiapkan materi untuk pembinaan sesuai dengan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru. materi ini diberikan kepada subyek penelitian (guru). Standar Kompetensi Guru berisi tentang aturan-aturan yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran yaitu tentang bagaimana cara menyusun RPP khususnya pada penyusunan RPP pada kegiatan harus mencakupi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

Langkah selanjutnya yang peneliti siapkan dalam tindakan siklus satu adalah menyusun jadwal supervisi tentang penyusunan RPP pada kegiatan inti pada proses pembelajaran yaitu minggu ke 3 dan ke 4 di bulan Agustus, peneliti dan guru-guru menelaah instrumen pada langkah-langkah kegiatan inti dalam proses pembelajaran.

Peneliti melakukan wawancara dilanjutkan pengisian lembar wawancara oleh guru tentang materi pembinaan yang telah diterima. Lembar wawancara ini digunakan oleh peneliti untuk memperbaiki materi pembinaan yang telah diterima. Peneliti berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan teman sejawat menyiapkan materi pembinaan dan instrumen yang diperlukan.

Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan supervisi akademik dilakukan peneliti secara kelompok terhadap guru kelas 1-6 di SD Negeri I Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Bnayumas dalam waktu 3 hari yaitu hari senin, selasa dan rabu menggunakan lembar observasi tentang kegiatan inti dalam proses pembelajaran.

Isi supervisi akademik meliputi :

  1. Menyusun langkah-langkaj mengajar
  • Skenario pembelajaran untuk mencapai satu Kompetensi Dasar
  • Tertulis adanya kegiatan PAKEM
  • Tertulis secara sistematik dan sistemik
  1. Kegiatan Inti
  • Menunjukan kegiatan eksplorasi
  • Menunjukan kegiatan elaborasi
  • Menunjukan kegiatan konfirmasi

Isi pembinaan kelompok, setelah supervisi akademik yaitu pembinaan tentang proses pembelajaran pada kegiatan inti dengan memberikan contoh-contoh kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi pada mata pelajaran IPA kelas IV, dengan kompetensi dasar (KD) 2.3 (menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dan fungsinya). Dilanjutkan dengan pembinaan mengenai pembelajaran yang PAKEM dengan memberikan tugas kepada guru untuk menyusun RPP pada kegiatan inti berisi tentang kegiatan siswa yang sesuai dengan standar proses yang sesuai. Melalui lembar wawancara setelah pembinaan secara kelompok, peneliti merefleksi untuk melaksanakan tindakan siklus berikutnya.

Pengamatan (Observasi)

Pengamatan yang dilakukan peneliti adalah pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti. Pengamatan ini dimulai dari pengamatan proses penyusunan RPP pada kegiatan inti sampai dengan hasil yang berupa RPP yang berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan teman sejawat.

Hasil pengamatan ini dianalisis dan dinilai. Hasil penelitian siklus I dalam kemampuan guru menyusun RPP pada kegiatan inti pada proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2

Data kemampuan menyusun RPP pada kegiatan inti di diklus I

No Nama Nilai Kemampuan Penyusunan RPP Pada Siklus I Jumlah Rata-rata
1 2 3 4 5 6
1 HRTN 5 5 4 4 3 3 24 4
2 S 4 4 4 3 3 2 20 3.3
3 AS 4 4 4 3 3 3 21 3.5
4 YBA 5 5 5 4 3 4 25 4.2
5 SS 5 5 5 4 3 4 26 4.3
6 WGRT 5 5 5 4 4 4 27 4.5
Jumlah 28 28 26 18 19 20 143 23.8
Rata-rata 4.7 4.7 4.3 3 3.2 3.3 33.8 4

Tabel diatas yang berkode 1 adalah menyusun skenario pelajaran dalam satu kompetensi dasar, kode 2 pada proses PAKEM, kode 3 PBM dilakukan secara sistematik dan sistemik, kode 4 menunjukkan eksplorasi, kode 5 menunjukan elaborasi dan kode 6 menunjukan konfirmasi. Untuk pedoman penilaiannya terlampir.

Berdasarkan tabel diatas bisa kita baca bahwa kemampuan guru dalam penyusunan RPP pada kegiatan inti yaitu kode 1 memperoleh rata-rata 4.7 sedangkan pada kegiatan yang dilakukan secara PAKEM pada kode 2 mendapatkan nilai rata-rata 4.7 dan pada kegiatan yang dilakukan secara sistematik dan sistemik pada kode 3 mendapatkan nilai rata-rata 4.3 sedangkan kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti yang terdapat pada kegiatan eksplorasi pada kode 4 mendapatkan nilai rata-rata 3 dan kegiatan yang menunjukan adanya yang menunjukan adanya kegiatan elaborasi pada RPP pada kode 5 rata-rata nilainya 3,2 dan kegiatan yang menunjukan kegiatan konfirmasi pada kode 6 mendapat nilainya 3,2.

Sedangkan nilai rata-rata tiap guru kelas dalam menyusun tiap guru kelas dalam menyusun RPP pada kegiatan inti sebagai berikut : guru berkode HRTN mendapat nilai rata-rata 4, guru dengan kode 5 nilai rata-ratanya 3,3, guru berkode AS mendapat nilai rata-rata 3,5, guru berkode YBA mendapat nilai rata-rata 4,2, sedangkan guru berkode SS nilai rata-ratanya 4,3, dan guru berkode WGRT mendapatkan nilai 4,5, untuk lebih jelasnya bisa kita lihat pada gambar diagram batang dibawah ini :

Refleksi

Hasil rata-rata siklus I jika dibanding dengan rata-rata nilai data awal terjadi peningkatan sebagai berikut: Nilai rata-rata kondisi awal 3,2 menjadi 4 (rata-rata siklus I) terjadi kenaikan nilai 0,8, apabila di prosentasikan terjadi kenaikan 25%.

Kenaikan hasil nilai siklus I terhadap data kondisi awal disebabkan adanya supervisi akademik yang dilanjutkan dengan pembinaan secara kelompok. Peningkatan tersebut belum optimal karena masih ada beberapa guru yang hasil rata-ratanya belum maksimal hal ini terlihat pada hasil wawancara, maka perlu adanya tindak lanjut pada siklus yang ke 2.

Agar lebih jelas lagi nilai rata-rata pada kegiatan awal dibandingkan dengan tindakan siklus I, bisa kita lihat pada tabel 3 di bawah ini :

Tabel 3

Perbandingan nilai kemampuan menyusun RPP pada kegiatan inti atau kegiatan awal dan siklus I

No Nama Kondisi Awal Siklus I Kenaikan
1 HRTN 3 4 0.8
2 S 2.8 3.3 0.5
3 AS 3 3.5 0.5
4 YBA 3.2 4.2 1
5 SS 3.5 4.3 0.8
6 WGRT 3.5 4.5 1
Jumlah 19 23.8 4.6
Rata-rata 3.2 4 0.8 (25%)

Tabel diatas bisa dibuat gambar diagram batang, sebagai berikut :

KEGIATAN SIKLUS II

Perencanaan

Pada tindakan perencanaan siklus II ini, peneliti melakukan tindakan supervisi akademik dilanjutkan dengan pembinaan individu yang dilaksanakan pada minggu ke 3 dan minggu ke 4 bulan September, serta mengevaluasi RPP yang telah dibuat setelah mendapatkan pembinaan pada siklus I. Peneliti melakukan wawancara dengan guru-guru dilanjutkan mengisi lembar wawancara dan hasilnya akan digunakan untuk merefleksi.

Pelaksanaan Tindakan

Peneliti melaksanakan supervisi akademik tentang bagaimana cara menyusun RPP pada kegiatan inti bagi guru yang masihbelum sesuai dengan standar proses yang mencakup kegiatan eksplorasi, elaborasi, konfirmasi yang dilaksanakan pada minggu ke 4 pada bulan September, setelah supervisi akademik akan dilanjutkan dengan pembinaan secara individu.

Pengamatan / Observasi

Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti adalah pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti. Pengamatan ini dimulai dengan mengisi lembar observasi dengan hasil yang berupa RPP yang sesuai dengan standar proses yang mencakup kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Hal ini dilakukan dengan pembinaan secara individual bagi guru-guru dalam penyusunan RPP masih belum sesuai dengan standar proses.

Hasil pengamatan ini di analisis dan dinilai. Hasil penenlitian siklus II dalam kemamppuan guru menyusun RPP pada kegiatan inti pada proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4

Data kemampuan menyusun RPP pada kegiatan inti di siklus II

No Nama Nilai Kemampuan Menyusun RPP pada Siklus II Jumlah Rata – rata
1 2 3 4 5 6
1 HRTN 5 5 5 4 4 4 27 4.5
2 S 5 4 4 4 4 3 24 4
3 AS 5 5 4 5 4 5 26 4.3
4 YBA 5 5 4 5 4 5 29 4.8
5 SS 5 5 5 5 4 5 29 4.8
6 WGRT 5 5 5 5 5 5 30 5
Jumlah 30 29 28 27 25 26 165 27.4
Rata-rata 5 4.8 4.7 4.5 4.2 4.3 27.5 4.6

Dengan melihat tabel diatas bisa kita baca bahwa kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti yaitu menyusun langkah-langkah mengajar pada penyusunan skenario pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD) pada kode 1 memperoleh nilai rata-rata 5, sedangkan pada kegiatan yang dilakukan PAKEM pada kode 2 mendapatkan nilai rata-rata 4.8 dan pada kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan sistemik pada kode 3 mendapatkan nilai rata-rata 47, sedangkan kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti yang terdapat pada kegiatan eksplorasi pada kode 4 mendapatkan nilai rata-rata 4.5 dan kegiatan yang menunjukan adanya kegiatan elaborasi pada RPP pada kode 5 mendapat nilai 4.2 kegiatan yang menunjukan kegiatan konfirmasi pada kode 6 mendapatkan nilai 4.3.

Sedangkan nilai rata-rata yang dicapai oleh masing-masing guru adalah sebagai berikut, guru berkode HRTN mendapat nilai rata-rata 4.5, guru berkode 5 nilai rata-ratanya 4, guru berkode AS mendapat nilai rata-rata 4.3, guru berkode YBA mendapat nilai rata-rata 4.8, dan untuk guru yang berkode SS mendapat nilai rata-rata 4.8, dan guru berkode WGRT mendapat nilai rata-rata 5.

Refleksi

Hasil nilai kemampuan menyusun RPP pada kegiatan inti pada siklus II jika dibandingkan dengan hasil rata-rata kemampuan menyusun RPP pada kegiatan inti siklus I terdapat kenaikan. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5

Perbandingan nilai kemampuan meyusun RPP pada kegiatan inti pada siklus I dan siklus II

No Nama Nilai Siklus I Nilai Siklus II Kenaikan
1 HRTN 4 4.5 0.5
2 S 3.3 4 0.7
3 AS 3.5 4.3 0.8
4 YBA 4.2 4.8 0.4
5 SS 4.3 4.8 0.5
6 WGRT 4.5 5 0.5
Jumlah 23.8 27.4 3.4
Rata-rata 4 4.6 0.6 (15%)

Kenaikan nilai tersebut dikarenakan guru telah memahami dan menguasai penyusunan RPP sesuai dengan standar proses. Hal tersebut merupakan hasil tindak lanjut peneliti melalui supervisi akademik yang dilanjutkan dengan pembinaan baik secara kelompok maupun individu.

PEMBAHASAN

Setelah dilaksanakan penelitian tindakan sekolah dengan melalui supervisi akademik yang dilanjutkan dengan pembinaan guru-guru SD N 1 Berkoh semester I tahun 2010 terlihat adanya perubahan nilai-nilai kemampuan menyusun RPP pada kegiatan ini sebagai berikut :

Rata-rata kondisi awal 3.2. dibandingkan dengan nilai rata-rata siklus I  adalah 4, sehingga terlihat kenaikan 0.8, hasil nilai rata-rata pada siklus II adalah 4.6, maka bisa dibandingkan antara siklus I dan siklus II yang ternyata ada kenaikan 0.6, jika diprosentase 15%. Oleh karena itu, apabila kita bandingkan antara kondisi awal 3.2, tindakan siklus I (25%) dan tindakan siklus II (27%) dengan demikian jelas terlihat ada peningkatan dalam menyusun RPP pada kegiatan inti dari kondisi awal sampai dengan siklus II peningkatannya 43.75%. Hal itu dikarenakan adanya supervisi akademik yang dilanjutkan dengan pembinaan pada kegiatan inti baik secara kelompok maupun secara individu. Data diatas disajikan dalam bentuk tabel dan diagram batang di bawah ini :

Tabel 6

Hasil nilai rata-rata kemmapuan guru menyusun RPP pada kegiatan inti di kondisi awal, siklus I dan siklus II

No Kode Guru Data Awal Siklus I Siklus II Kenaikan Prosentase kenaikan
1 HRTN 3 4 4.5 1.3
2 S 2.8 3.3 4 1.2
3 AS 3 3.5 4.3 1.3
4 YBA 3.2 4.2 4.8 1.6
5 SS 3.5 4.3 4.8 1.3
6 WGRT 3.5 4.5 5 1.5
Jumlah 19 23.8 27.4 8.2
Rata-rata 3.2 4 4.6 1.4 43.75%

Jika kita baca tabel diatas bisa kita ketahui bahwa kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti rata-rata di kondisi awal 3.2, pada siklus I rata-ratanya 4 dan pada siklus II rata-ratanya 4.6, maka tabel tersebut bisa dibuat diagram batang sebagai berikut :

2

Gambar 2

Diagram batang hasil nilai rata-rata kemmapuan guru menyusun RPP pada kegiatan inti di kondisi awal, siklus I dan siklus II

KESIMPULAN

Hasil penelitian tindakan sekolah tentang optimalisasi kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti melalui supervisi akademik di SD Negeri I Berkoh pada semester I tahun pelajaran 2010/2011 UPK Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas diperoleh sebagai berikut :

Hasil nilai rata-rata kemampuan menyusun RPP pada kegiatan inti dari kondisi awal dengan siklus I terjadi peningkatan 25%. Dan hasil rata-rata kemmapuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti dari silkus I dengan siklus II terjadi peningkatan 15%.

Sedangkan hasil rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti dari kondisi awal dengan siklus II terjadi peningkatan 43.75%.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik dengan dilanjutkan pembinaan secara kelompok maupun individual pada guru SD Negeri I Berkoh semester I tahun pelajaran 2010/2011, dapat meningkatkan kemmapuan guru dalam menyusun RPP pada kegiatan inti sesuai standar proses.

 

DAFTAR PUSTAKA

Asep Herry Hermawan, dkk. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, 9-7-9.11, Jakarta : UT, 2007

Depdiknas, 2003, undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional, Jakarta.

Depdiknas, 2004. Kurikulum 2004. Pedoman Pemilihan Bahan dan Pemanfaatan Bahan Ajar. Jakarta : Depdiknas

Depdiknas, 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru.

Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, Dimensi kompetensi Supervisi, 14-17, Jakarta : 2009

Departemen Pendidikan Nasional, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Balai Pustaka Jakarta.

http : //id.Wikipedia. Org/wiki/kemampuan

Umiarso dan Imam Gojali, Managemen Mutu Sekolah di Era Otonomi Pendidikan, 277-278, IRSUSON, Jogyakarta, 2010

Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Besar

BIODATA PENULIS

NAMA                        :TITIEN SUMARTINAH, S.Pd

NIP                             :19590305 197802 2 004

INSTANSI                  :SD NEGERI 3 BERKOH

JABATAN                  :KEPALA SEKOLAH UPK PURWOKERTO SELATAN KAB.BANYUMAS


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *