infopasti.net

PTS SD Menyusun RPP Melalui Supervisi Akademik

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP) MELALUI  SUPERVISI AKADEMIK  DI SDN 2 PASIRMUNCANG  PADA SEMESTER 2 TAHUN 2014/2015

ABSTRAK

Kemampuan menyusun RPP sebenarya sudah dimiliki oleh semua guru, namun kenyataannya sebagian besar RPP yang dipakai guru  dalam kegiatan belajar mengajar  tidak membuat sendiri, melainkan mengunduh dari internet. Mereka merasa tidak bisa menyusun RPP sesuai dengan standar proses 2007. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP melalui supervisi akademik. Subyek penelitian adalah guru kelas I–VI. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan 4 tahapan, yaitu : perecanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus 1 dilaksanankan secara berkelompok, sedangkan siklus 2 dilaksanakan secara individu. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kemampuan Guru dalam menyusun RPP pra siklus ke siklus 1, dan siklus  2 mengalami peningkatan dari 48 %, 70.25% sampai 87,5%

Kata kunci  : kemampuan guru, RPP,  supervisi akademik

PENDAHULUAN :

Upaya Pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan senantiasa berjalan tanpa henti. Mantan Menteri Pendidikan Nasional Wardiman Djoyonegoro dalam wawancaranya di TPI tanggal 16 Agustus 2004, menyampaikan bahwa ada tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah : (1) sarana gedung, (2) buku yang berkualitas, (3) guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Sehubungan dengan hal tersebut di atas guru dan tenaga kependidikan yang profesional memegang peranan penting dalam pembelajaran. Namun demikian tugas guru dalam pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian informasi kepada peserta didik. Sesuai kemajuan dan tuntutan zaman, guru harus memiliki kemampuan untuk memahami peserta didik dengan berbagai keunikannya agar mampu membantu mereka dalam membantu kesulitan belajar. Dalam pada itu guru dituntut memahami berbagai model pembelajaran yang efektif agar dapat membimbing peserta didik secara optimal. (Dr. E.Mulyasa, M.Pd.2009).

Model pembelajaran adalah bagian dari Rencana Penyusunaan Pembelajaran (RPP), dengan demikian guru  juga diituntut untuk membuat persiapan mengajar yang efektif dan efisien. Para guru menyadari bahwa persiapan mengajar memiliki peran penting  dalam pembelajaran. Namun  kenyataannya banyak guru yang kurang mempersiapkan perencanaan pembelajaran dengan sebaik – baiknya. Perencanaan pembelajaran yang digunakan hanya memfoto copy / copy paste produk dari media elektronik/internet. Berdasar hasil wawancara, dan observasi  hal tersebut terjadi karena  tidak pernah mengikuti pelatihan penyusunan RPP dengan model terbaru  secara intensif. Pelatihan tentang penyusunan RPP di Kelompok Kerja Guru (KKG) belum mampu membuat mereka benar – benar mampu menyusun RPP sendiri.

Adapun hasil supervisi  dan diskusi   yang peneliti laksanakan, penyebab lain adalah guru  perlu diingatkan lagi tentang kata – kata operasional untuk menyusun indicator, apalagi guru – guru yang tidak berlatar belakang pendidikan keguruan. Tidak bisa membedakan antara indikator dan tujuan pembelajaran. Kurang mampu membedakan kegiatan inti pembelajaran yang didalamnya terdapat kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Rendahnya motivasi guru untuk  meningkatkan kompetensi paedagogik dan profesional.

Menyadari hal itu, maka peneliti selaku Kepala Sekolah tergerak untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP melalui supervisi akademik. Supervisi akademik dijadikan pilihan untuk meningkatkan kemampuan guru, karena salah satu tujuan supervisi akademik dalah membantu guru mengembangkan kompetensinya. (PTK) (Glckman,et al; 2007, Sergiovanni, 1987).

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah ”Apakah supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP di SDN 2 Pasirmuncang Purwokerto ?” Sedangkan tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi paedagogik dan profesional  guru, khususnya menyusun RPP.

Menurut (UU RI No 14 Tahun 2005 : tentang guru dan dosen, pasal 1 butir 10) kemampuan adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan keahlian yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh suatu profesi dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Kompetensi profesional meliputi penguasaan terhadap stuktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pembelajaran yang diampu, menguasai standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) mata pelajaran, serta mengembangkan mata pelajaran  yang diampu.

Mengembangkan SK dan KD harus dilaksanakan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20 : “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang – kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.”

Namun demikian, dalam lampiran Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses pada RPP, disebutkan komponen-komponen RPP antara lain adalah: (1) identitas mata pelajaran, (2) standar kompetensi, (3) kompetensidasar, (4) indikator pencapaian kompetensi, (5) tujuan pembelajaran, (6)materi ajar (materi pokok), (7) alokasi waktu, (8) metode pembelajaran, (9)mediapembelajaran, (10) kegiatan pembelajaran, (11) penilaian, dan (12)sumber belajar. Dalam pembelajaran matematika guru dapat menambahkan komponen Materi/Kompetensi Prasyarat. Namun demikian, komponen prasyarat ini tidak mesti harus dicantumkan.

Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 menyatakan bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang Kepala sekolah adalah kompetensi supervisi. Kompetensi tersebut haarus dikuasai  Kepala Sekolah, karena supervisi di bidang pendidikan/ Supervisi Pendidikan sangat penting bagi dunia pendidikan untuk memastikan efektifitas dan produktifitas program yang dicanangkan. Adapun fungsi supervisi pendidikan adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan
  2. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsur – unsur yang terkait dengan pendidikan.
  3. Sebagai kegiatan dalam hal memimpin dan membimbing. (Jamal Ma′mur Asmani, 2012).

Supervisi pendidikan mencakup bidang yang amat luas, yaitu meliputi seluruh proses pendidikan, antara lain supervisi birokrasi, kebijakan, dan system pendidikan, supervisi pembelajaran, supervisi klinis, supervisi kepemimpinan kepala sekolah, supervisi akademik, manajerial dll.

Dari berbagai jenis supervisi,  Supervisi akademik, peniliti anggap tepat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Adapun pengertian Supervisi Akademik adalah adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007). Sedangkan Tujuan supervisi akademik adalah: membantu guru mengembangkan kompetensinya, mengembangkan kurikulum, mengembangkan kelompok kerja guru dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007, Sergiovanni, 1987) . Supervisi akademik merupakan salah satu (fungsi mendasar (essential function) dalam keseluruhan program sekolah (Weingartner, 1973; Alfonso dkk., 1981; dan Glickman, et al; 2007). Hasil supervisi akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru.

Teknik supervisi akademik ada dua, yaitu :  (1) Teknik supervisi individual, yaitu  supervisi  perseorangan terhadap guru. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru sehingga dari hasil supervisi ini akan diketahui kualitas pembelajarannya. (2) Teknik supervisi kelompok, yaitu : satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang diduga, sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama. Kemudian kepada mereka diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang mereka hadapi.

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir di atas, maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut : melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan di SD N 2 Pasirmuncang Purrwokerto yang beralamat di Jalan Pasirmuncang No 592 Puwokerto Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas.   Waktu penelitian dilaksanakan selama tiga bulan pada semester 2 tahun pelajaran 2014-2015. Subyek penelitian adalah guru kelas I – VI SD N 2 Pasirmuncang. Variabel pada penelitian ini terdiri  kemampuan guru dalam menyusun RPP sebagai variabel terikat dan supervisi akademik sebagai variabel bebas.

Teknik pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan dan lembar instrumen penelitian. Pada kegiatan pra siklus menggunakan  lembar observasi dan lembar  instrumen. Lembar instrumen teridiri dari 11 pernyataan dengan skor 1- 4. Dengan demikian skor tertinggi adalah 44. Pada siklus satu dan dua, menggunakan instrumen yang sama, terdiri dari 6 pertanyaan yang masing – masing juga memiliki skor 1- 4. Nilai tertinggi 24 dengan prosentase 100%. Pada penelitian tindakan sekolah  ini, nilai yang harus dicapai guru adalah 75% atau skor 18.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

DESKRIPSI SIKLUS 1

Pelaksanaan penelitian sekolah dilaksanakan pada minggu ketiga, dan keempat bulan Pebruari 2015, serta Maret minggu pertama. Tepatnya dimulai  tanggal 16 Februari 2015. Pelaksanaan supervisi  Akademik siklus 1 dilaksanakan dengan teknik kelompok berupa pertemuan rutin guru. Semua obyek penelitian berkumpul di kelas dengan membawa RPP yang dimilikinya. Peneliti telah mempersiapkan materi supervisi menggunakan LCD berkoordinasi dengan kolaborator serta mempersiapkan instrument penelitian. Pada tahap ini, peneliti berdiskusi dengan subyek penelitian untuk meneliti RPP yang dimilikinya. Hasil diskusi dan menelaah RPP copy paste dapat disimpulkan bahwa pada RPP kelas I tidak mencantumkan identitas, beberapa indicator tidak menggunakan kata operasional, kelas VI ada yang tidak mencantumkan indicator, langsung tujuan pembelajaran, dan sebaliknya. Pada kegiatan pendahuluan, tidak  menyampaikan tujuan pembelajaran, hanya presensi dan berdoa. Untuk kegiatan inti pembelajaran, didominasi oleh kegiatan guru, tidak menonjolkan kegiatan siswa. Dalam kegiatan Eksplorasi, guru tidak menggali kemampuan siswa, melainkan menjelaskan materi. Pada elaborasi kegiatan siswa juga tidak ditulis, sedangkan  konfirmasi, isinya sama untuk seluruh RPP yaitu membuat simpulan dan memberi PR. Adapula yang tidak runtut, elaborasi dulu, atau bahkan tanpa keterangan.

Pada aspek materi ajar, yang tertulis hanya judul saja, tidak ada materi sama sekali. Untuk metode sebagian tertulis  pendekatan konstektual, sebagian yang lain metode diskusi, tugas, multi metode tanpa melihat SK dan KD serta mata pelajaran yang akan disampaikan. Media dan alat pembelajaran tidak mencantumkan alat peraga yang dipakai. Sedangkan pada evaluasi/penilaian tidak terdapat soal, hanya mencantumkan penilaian proses, produk, yang tidak sesuai dengan indicator. Sumber bahan tertulis, hanya satu buku, tanpa halaman. Berdasarkan simpulan hasil diskusi tersebut  maka peneliti  memberikan informasi kepada  guru untuk  memperbaiki dan menyusun RPP sesuai dengan instrumen yang sudah peneliti susun.

Indicator dan tujuan pembelajaran

Indikator adalah komponen penting dalam silabus dan RPP, karena indicator adalah dasar penilaian. Indicator harus dirumuskan menggunakan kata – kata operasional  sesuai taksonomi Bloom, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan pembelajaran memenuhi 4 persyaratan yaitu A, B, C, D. Yang dimaksud A adalah Audiens artinya obyek pembelajaran dalam hak ini siswa. Behavior maksudnya adalah perubahan tingkah laku dan ilmu yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran. C kepanjangan dari Conditioning yaitu kondisi yang digunakan ntuk mencapai tujuan pembelajaran, misalnya melalui pengamatan, melalui diskusi, melalui eksperimen dst Sedangkan D yaitu degree maksudnya adalah hasil akhir pembelajaran, misalnya dengan baik, dengan tepat dst.   Contoh : Melalui pengamatan siswa dapat membedakan bentuk daun menyirip dan menjari dengan benar. Dengan membaca siswa dapat menyebutkan tokoh utama cerita dengan tepat dst.

 Menentukan langkah – langkah pembelajaran :

Pada langkah – langkah pembelajaran peneliti membutuhkan waktu lebih lama untuk menginformasikan perbedaan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Sebagian besar guru masih bingung sehingga peneliti menjelaskan dan memberi contoh kegiatan secara lebih detail.

Menentukan metode pembelajaran

Pada pembahasan mengenai metode pembelajaran  peneliti menyampaikan beberapa  metode pembelajaran yang sangat beragam, antara lain : 1). Metode Jigsaw,  2). Everyone is a teacher here (Setiap orang adalah guru), 3) Learning Contract (Kontrak Belajar) , 4). Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) dll.

Materi pembelajaran

Materi pembelajaran adalah bahan ajar yang digunakan untuk membantu guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Materi pembelajaran dapat berupa bahan ajar pandang (visual), bahan ajar dengar (visual), Bahan ajar pandang dengar (audio visual) dan bahan ajar multi media interaktif. Sumber materi pembelajaran bisa dari media cetak, dan elektronik.Peneliti menyarankan agar guru menuliskan materi pada RPP dengan sistematis, jelas, dan sesuai dengan indikator.

Menyusun alat evaluasi

Penyunan alat evaluasi harus memperhatikan indikator. Buatlah soal sesuai dengan kaidah penyusunan soal. Memenuhi persyaratan valid, reliable, diskriminaatif dst. Pada siklus satu peneliti hanya membimbing  soal bentuk isian dan uraian. Guru yang tidak berlatar belakang pendidikan keguruan belum bisa membedakan soal isian/jawab singkat dan urian serta belum bisa membuat lembar pengamatan, untuk menilai aspek psikomotor, dan afektif.   Peneliti membimbing guru tersebut pada waktu yang berbeda, ketika sedang pelajaran olah raga atau PAI serta dilanjutkan pada siklus 2.

Setelah peneliti menyampaikan informasi sesuai hasil diskusi, subyek penelitian menjadi faham dengan kesasalahan – kesalahan dan kekurangan – kekurangan pada RPP yang selama  ini mereka pakai. Selanjutnya subyek penelitian menyusun RPP sesuai dengan mapel / tema  pilihan mereka sendiri.

Hasil penyusunan RPP dari subyek penelitian kelas I, II dan III menggunakan model tematik. Satu hari dibuat satu RPP dengan maksimal 3 mapel. Dengan demikian jumlah halaman RPP tematik menjadi lebih banyak Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam kegiatan pembelajaran khususnya kegiatan inti, eksplorasi tidak mengumpul menjadi satu, karena sebenarnya terdiri dari 3 mapel. Jadi ada eksplorasi, elaborasi , dan konfirmasi,  lalu kembali lagi eksplorasi. Semua kegiatan pembelajaran  disesuaikan dengan tema, SK dan KD dan kandungan materi pada KD tersebut. Untuk kelas IV, V, dan VI penyusunan RPP menggunakan model mata pelajaran. Masing – masing subyek penelitian menyusun satu RPP.

Setelah RPP terkumpul, dan peneliti menuliskan hasilnya pada lembar instrumen, dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan kemampuan guru menyusun RPP, dengan hasil pada table 1.

Table 1 Kemampuan menyusun RPP siklus 1

No Aspek Skor Nilai
1 Menentukan Indikator/Tujuan Pembelajaran 15 62,5%
2 Menentukan langkah –langkah pembelajaran 16 67%
3 Menentukan materi pembelajaran 20 83%
4 Pemilihan metode dan media pembelajaran 16 67%
5 Penentuan media dan alat pembelajaran 18 75%
6 Penentuan penilaian 16 67%
Rata – rata 17 70%

Deskripsi siklus 2

Adapun pelaksanaan siklus 2 pada bulan Maret minggu ketiga dengan teknik individu, dan menggunakan instrument yang sama dengan siklus 1.

Peneliti mendampingi subyek penelitian menyusun RPP sampai selesei.  Ada guru yang masih berusaha menyusun indikator dengan mengunduh dari internet, karena tidak memiliki rasa percaya diri. Ada pula yang mengutip dari silabus, sehingga peneliti mengingatkan kembali untuk menyusun indikator dengan memperhatikan SK, KD, dan buku sumber. Untuk urutan berikutnya guru sudah benar – benar menyusun sendiri, dengan kesimpulan sebagai berikut : Mampu membedakan antara eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pengunaan metode dan media sudah  lebih kreatif  berfariasi, menggunakan metode – metode terbaru.  menggunakan teknologi informasi, internet, video pembelajaran bagi yang mampu mengoperasikan ICT. Dalam hal menyusun sudah dilengkapi dengan penilaian proses, yang terdiri dari penilaian psikomotor dan afektif sesuai SK dan KD yang digunakan, hanya meminta saran/persetujuan  dengan peneliti.  Adapun hasil penilaian pada siklus dua pada tabel berikut ini :

Table 2 Kemampuan menyusun RPP siklus 2

No Aspek Skor Nilai
1 Menentukan Indikator/Tujuan Pembelajaran 21 87,5%
2 Menentukan langkah –langkah pembelajaran 21 87,5%
3 Menentukan materi pembelajaran 23 96%
4 Pemilihan metode dan media pembelajaran 21 87,5%
5 Penentuan media dan alat pembelajaran 20 83%
6 Penentuan penilaian 19 79%
Rata – rata 21 87%

Berdasarkan data di atas , menunjukkan bahwa kemapuan guru pada siklus 2 dalam menyusun RPP meningkat  16.50. %. Dari 70, 25.%  menjadi 86,75 %. Sedangkan skor kemampuan guru dalam nenyusun RPP untuk setiap subyek penelitian pada siklus 1 dan 2 lihat table berikut.

No Kode guru siklus 1 siklus 2
Skor Prosentase Skor Prosentase
1 A 19 79% 22 92%
2 B 15 63% 19 79%
3 C 20 83% 23 96%
4 D 16 67% 20 83%
5 E 14 58% 20 83%
6 F 17 71% 21 87,50%
Rata – rata 16,83 70% 21 87%
No Nama siklus 1 siklus 2
Skor Prosentase Skor Prosentase
1 A 19 79% 23 96%
2 B 16 67% 20 83%
3 C 20 83% 23 96%
4 D 17 71% 21 88%
5 E 15 63% 20 83%
6 F 18 75% 21 87,50%
Rata – rata 17,5 73% 21 89%

1

Table 3 Perbandingan kemampuan guru dalam menyusun RPP pada siklus 1 dan 2 yang dinilai peneliti

2

Table 4 Perbandingan kemampuan guru dalam menyusun RPP pada siklus 1 dan 2 yang dinilai kolaborator

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada persamaan antara nilai dari peneliti dengan nilai dari kolaborator. Nilai dari kolaborator untuk siklus 2 mencapai 89%. Dengan demikian rata-rata kemampuan guru dalam nenyusun RPP pada siklus 1 adalah 70% + 73% = 71,5% dan pada siklus 2 adalah 87% + 89% = 88%, atau meningkat 16,5%.

KESIMPULAN

  1. Kemampuan guru SD N 2 Pasirmuncang Purwokerto dalam menyusun RPP meningkat setelah diadakan supervise akademik. Kemampuan tersebut meliputi penyusunan indicator dan tujuan pembelajaran, menentukan langkah – langkah pembelajaran, menyusun materi pelajaran, menentukan metode, dan media pembelajaran, serta menyusun penilaian. Terbukti denan meningkatnya nilai dari 71,5% pada siklus 1 menjadi 88% pada siklus 2.
  2. Kreativitas guru lebih meningkat dalam kegiatan belajar mengajar karena guru – guru sudah menerapkan metode yang lebih berfariasi dalam pembelajaran, menyusun lembar penilaian proses, dan menggunakan media dan alat pembelajaran yang ada di sekolah secara lebih maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

E.Mulyasa, M.Pd, Dr. Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, PT Remaja Rosda Karya Bandung, 2009.

Pengembangan Silabus dan RPP Matematika SD, Modul Pengembangan Program KKG Bermutu , Depdiknas, Direktorat Jenderal Peningkatan Pendidik dan tenaga Kependidikan PPPPTK Matematika 2009, Jakarta

Supervisi Akademik, Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan KS, Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenrian Pendidikan Nasional 2010, Jakarta

Mel Silbermen, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Pustaka  Insan Madani, Yogyakarta, 2007

Jamal Ma′murAsmani, Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah, Diva Press, Jogjakarta, 2012

Undang – undang Republik Indonesia Nomor  14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

BIODATA PENULIS

Nama                         : Akhmida Helmiyati, S.Pd

Jabatan                      : Kepala SD N 2 Pasirmuncang UPK Purwokerto Barat,

Pangkat gol/ruang   : Pembina, IVa.


TAG


2 thoughts on “PTS SD Menyusun RPP Melalui Supervisi Akademik

  1. MACHMUD -

    TRIMAKASIH INFONYA SANGAT MEMOTIVASI SAYA UNTUK BANGKIT DALAM DALAM MENGUSULKAN KENAIKAN PANGKAT, NAMUN SAYA BELUM PAHAM BENAR BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PTS, DARI MULAI AWAL SAMPAI TUNTAS. KEPADA REKASI MOHON BANTUANNYA KEPADA SAYA UNTUK MENGATASI MASALAH TERSEBUT. TRIM

    Reply

Tinggalkan Balasan ke RedaksiInfo Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *