PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS KEPALA SEKOLAH

karsono

ABSTRAK

Penilitian ini berjudul “Peningkatan Kemampuan Guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Bimbingan Teknis Kepala Sekolah di SDN Karangmangu 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap”. Tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman guru terhadap penguasaan Kurikulum Tingkat Sekolah Dasar, sedangkan tujuan khusus penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan guru tentang penyusunan RPP di SDN Karangmangu 01, UPT DISDIKPORA Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap tahun 2010. Penerapan bimbingan Teknis Kepala Sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru Kelas IV dan Kelas VI dalam penyusunan RPP di SDN Karangmangu 01.

Kata Kunci : Peningkatan Kemampuan, Menyusun RPP, Bimbingan Tehnik Kepala Sekolah.

PENDAHULUAN

Pemberdayaan tenaga profesional guru sangat ditekankan pada saat sekarang untuk dapat berkembang sesuai dengan komptensinya. Kompetensi yang dimiliki antara lain kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Khususnya di SD Negeri Karangmangu 01, UPT DISDIKPORA Kecamatan Kroya juga mempunyai permasalahan yang sama. Ironisnya karena ketidakmampuannya dalam penyusunan RPP, para guru hanya menfotocopy RPP cetakan yang mereka dapat dari sumber lain.

Peraturan  Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, bahwa dalam melaksanakan proses pembelajaran guru harus mampu membuat silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mengemban amanat peraturan tersebut, maka guru harus mampu menyusun RPP dengan benar. Dengan kondisi yang seperti ini, jika dibiarkan akan berpengaruh sekali terhadap proses pembelajaran, dimana hasil belajar yang dicapai kurang maksimal. Oleh sebab itu, dipandang perlu adanya upaya-upaya peningkatan kemampuan guru dalam penyusunan RPP yang benar melalui bimbingan Kepala Sekolah.

Rumusan masalah yang diajukan adalah “Apakah dengan bimbingan teknis dari Kepala Sekolah guru akan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP dengan benar?”

RPP adalah seperangkat rencana pelaksanaan pembelajaran yang dijabarkan dari silabus untuk pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Bimbingan adalah suatu tindakan memberi bantuan kepada seseorang/klien dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Masalah RPP tertera pada bab II lampiran keputusan Mendiknas RI nomor 41 Tahun 2007 tentang Perencanaan Proses Pembelajaran sebagai berikut.

Perencanaan proses pembelajaran meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

Jenis tindakan dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah bimbingan teknis penyusunan RPP. Bimbingan teknis dilaksanakan dengan melalui forum pertemuan khusus bimbingan teknis tentang penyusunan RPP yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai pembimbing dan 2 guru sebagai peserta.

METODE PENELITIAN

Waktu penelitian untuk pelaksanaan PTS ini selama 1 (satu) bulan. Penelitian tindakan dilaksanakan pada hari efektif setelah kegiatan pembelajaran usia, tahun pelajaran 2010/2011 mulai tanggal 13 Oktober 2010 sampai dengan tanggal 10 November 2010. Waktu untuk melaksanakan kegiatan proses Penelitian Tindakan Sekolah ini  dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus. Subjek penelitian di SD Negeri Karangmangu 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap adalah terfokus pada guru kelas IV dan Kelas VI sebanyak 2 Orang.

Pada pelaksanaan PTS, peneliti melakukan langkah-langkah sebagaimana yang digariskan dalam petunjuk pelaksanaan yang terdiri dari empat langkah. Langkah-langkah PTS yang terdiri dari empat tahap, meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Evaluasi. Refleksi

Langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada skema gambar berikut :

karsono

Tahap 1 Perencanaan

Perencanaan adalah langkah awal yang dilakukan peneliti saat akan memulai tindakannya. Agar perencanaan mudah dipahami oleh peneliti, maka peneliti membuat rencana tindakan yang meliputi :

  1. Rumusan masalah yang akan dicari solusinya yaitu ”Apakah dengan bimbingan dari Kepala Sekolah, guru akan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun RPP yang benar ?”
  2. Rumusan tujuan penyelesaian masalah yaitu guru dapat meningkat kemampuannya dalam penyusunan RPP dengan benar;
  3. Rumusan indikator keberhasilan pemecahan masalah yaitu apabila 2 orang guru SD N Karangmangu 01 mampu menyusun RPP 5 Mata Pelajaran dengan benar;
  4. Rumusan langkah-langkah kegiatan penyelesaian masalah yaitu melalui pembuatan rencana sesuai tahapan PTS sebagaimana tertera pada bab IV;
  5. Identifikasi warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya yang terlibat dalam penyelesaian masalah;
  6. Identifikasi metode pengumpulan data yang akan digunakan;
  7. Penyusunan instrumen pengamatan dan evaluasi;
  8. Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan;
  9. Identifikasi fasilitas yang diperlukan;

Tahap 2 Pelaksanaan (Tindakan)

Pelaksanaan adalah penerapan dari perencanaan. Hal-hal yang diperhatikan peneliti adalah sebagai berikut :

  1. Adanya kesesuian antara rencana tindakan dengan pelaksanaan.
  2. Menjelaskan hal-hal yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah penyusunan RPP.
  3. Menentukan cara menyusun RPP.
  4. Apakah tindakan yang dilakukan telah terarah pada pencapaian tujuan penelitian yaitu guru dapat menyusun RPP ?
  5. Seberapa besar pelaksanaan tindakan melibatkan guru ?
  6. Apa peran masing-masing guru dalam melaksanakan tindakan?

Tahap 3 Pengamatan dan Evaluasi

Pengamatan adalah pencermatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang diamati adalah proses tindakan yang berlangsung selama tahap pelaksanaan PTS. Pengamatan menggunakan instrumen yang berisi indikator-indikator proses tindakan. Lembar pengamatan observasi terhadap kepala sekolah dan lembar observasi terhadap guru tertera pada bab IV.

Evaluasi adalah proses penetapan hasil pelaksanaan tindakan berdasarkan indikator-indikator tujuan PTS yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk melakukan refleksi.

Tahap 4 Refleksi

Refleksi dilakukan terhadap proses dan hasil pelaksanaan tindakan dan hasilnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus berikutnya untuk meningkatkan hasil yang lebih baik.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan sekolah  ini adalah pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh observer. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan alat yang berupa Tes (Berupa hasil penyusunan RPP yang dilaksanakan tiap akhir siklus perbaikan). Memberi tanda cek (√), berupa tanda centang (√) yang dibubuhkan observer pada lembar observasi untuk mengidentifikasi alat-alat atau kegiatan yang dilakukan peneliti waktu pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I dan II. Lembar Observasi, Pada waktu proses pengumpulan data, peneliti dibantu oleh teman sejawat untuk mengobservasi proses bimbingan penyusunan RPP.

Dari hasil kegiatan observasi antara peneliti dan observer mengadakan kegiatan penganalisaan data baik proses maupun hasil, dengan menitik beratkan pada hasil penyusunan RPP sebagai perwujudan dari serangkaian kegiatan bimbingan. Cara menganalisis data dari hasil evaluasi penyusunan RPP setiap siklus yang dilakukan peneliti yaitu menggunakan deskripsi kuantitatif artinya data berupa angka yang dideskripsikan. Sedangkan untuk membandingkan  hasil  bimbingan penyusunan RPP setiap  siklus,  menggunakan  deskripsi  kualitatif artinya data yang diperoleh dari suatu tindakan bimbingan. Rumus deskripsi kuantitatif sebagai berikut :

KBT =  n  x     100 %

                   N

Keterangan :

KBT = Ketuntasan Bimbingan Teknis

n = jumlah dari 2 guru dengan mata pelajaran yang bernilai baik/baik sekali

N = 10

Persentase Data Ketuntasan Hasil Bimbingan Teknis diperoleh dari banyaknya mata pelajaran yang bernilai di baik atau baik sekali dibagi 5 Mata Pelajaran dikali 100 %. Kriteria Nilai ( Baik sekali = 91-100, baik = 76-90, cukup = 61-75, kurang = 51-60, kurang sekali = < 50).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan bimbingan penyusunan RPP kepada guru kelas SD Negeri Karangmangu 01, dilakukan oleh kepala sekolah dengan urutan sebagai berikut :

  1. Para guru diminta menyiapkan silabus, kalender pendidikan, jadwal pelajaran dan buku lima mata pelajaran.
  2. Para guru diberi penjelasan apa yang dimaksud dengan silabus dan RPP
  3. Peneliti bertanya jawab dengan guru tentang bagian-bagian silabus.
  4. Peneliti bertanya jawab dengan guru tentang bagian-bagian atau komponen RPP.
  5. Guru mengikuti bimbingan kepala sekolah (peneliti) dalam penyusunan RPP dari salah satu mata pelajaran yaitu Matematika.

Peneliti memberikan feedback atas hasil RPP yang disusun guru. Pengamat kembali mencermati peneliti yang melakukan bimbingan penyusunan RPP dengan terlebih dahulu berkoordinasi tentang hal-hal yang menjadi fokus pengamatan. Observer kembali melaksanakan observasi terhadap peneliti dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan penyusunan RPP dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

Peneliti melakukan refleksi terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan selama siklus II dari hasil RPP yang disusun guru, ternyata dari 2 orang guru yang dapat menyusun RPP dengan benar dan kategori minimal nilai baik (76-90),  dapat dilaporkan dari studi pendahuluan (sebelum dibimbing) yang dapat menyusun RPP dengan baik dan benar mencapai (30 %), pada siklus tahap I mencapai 40 % dan pada siklus tahap II mencapai 80 %. Oleh karena itu, peneliti bersama observer sepakat untuk mengakhiri kegiatan proses bimbingan penyusunan RPP sampai siklus tahap II.

PENUTUP

A.   Simpulan

Data hasil penelitian sampai pada siklus II, kemampuan guru menyusun RPP dengan benar mencapai 80 %. Pada awal sebelum penelitian hanya 30 % siklus I, 40 % dan sampai siklus II 80 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bimbingan Teknis Kepala Sekolah dalam penyusunan RPP dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP dengan benar.

B       Saran

  1. Saran untuk penelitian lanjut

Berdasarkan kesimpulan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan Kepala Sekolah dalam upaya peningkatan kualitas guru, khususnya  meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun RPP yaitu :

  1. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini masih merupakan instrumen yang validitasnya belum memuaskan. Peneliti berikutnya dapat mencoba dengan yang lebih standar.
  2. Kepala Sekolah hendaknya membuat manajemen sekolah yang dapat melayani guru dalam penyusuunan RPP secara mandiri.
  3. Kepala Sekolah hendaknya dapat menentukan strategi yang tepat untuk mencapai visi dan misi sekolah.
  4. Kepala Sekolah hendaknya mensinergiskan seluruh komponen baik guru, komite sekolah, siswa, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah menuju peningkatan kinerja yang lebih baik.
  5. Kepala Sekolah hendaknya melakukan evaluasi secara periodik sebagai dasar melaksanakan penelitian lebih lanjut.
  1. Saran untuk penerapan hasil penelitian
    1. Mengingat penerapan bimbingan penyusunan RPP dapat mendorong guru lebih aktif, kreatif, dan dapat memberi kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk berlatih dan berimplikasi peningkatan prestasi belajar siswa , maka diharapkan Kepala Sekolah lain dapat menerapkannya untuk kemajuan pendidikan khususnya tingkat pendidikan dasar .
    2. Sekolah yang memiliki permasalahan yang hampir sama dapat menerapakan bimbingan penyusunan RPP, sehingga kompetensi guru lebih meningkat.
    3. Dari hasil pelaksanaan penelitian yang dilaksanakan Kepala Sekolah ini, diharapkan agar guru mampu untuk senantiasa mengembangkan diri dalam peningkatan mutu pembelajaran dengan senantiasa membuat perencanaan yang benar sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunan RPP yang terbaru.

DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Pendidikan Nasional. 2010. Kompetensi Supervisi Materi Penguatan Kepala Sekolah.

Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

BIODATA :

NAMA                                    :  KARSONO, S.Pd

NIP.                                        :  19640930 199103 1 005

PANGKAT / GOL                 :  PEMBINA / IV A

JABATAN                              :  KEPALA SDN KARANGMANGU 01

UNIT KERJA                         :  SDN KARANGMANGU 01, UPT DISDIKPORA KEC. KROYA KABUPATEN CILACAP


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *