PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA MELALUI KEGIATAN BIMBINGAN DENGAN BANTUAN KARTU ANALISIS SOAL PADA GURU SD NEGERI SEKARDOJA

siswoyo

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan bentuk bimbingan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menulis soal pilihan ganda. Alat bantu yang digunakan adalah kartu analisis soal. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Sekardoja, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes pada semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam bentuk Penelitian Tindakan (Action Research). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan urutan prosedur dimulai dari perencanaa, tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil tindakan bimbingan pada siklus I diperoleh data bahwa rata-rata tingkat kemampuan guru meningkat dari 58,29 pada kondisi prasikus menjadi 74,04 pada akhir siklus I dan 99,07 pada akhir siklus II. Secara individu 22% guru dinyatakan berkualitas sangat baik dalam penulisan soal pilihan ganda pada pembibingan siklus I dan meningkat menjadi 100% pada bimbingan siklus II. Tindakan bimbingan individu berbantuan kartu analisi sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan soal pilihan ganda yang sesuai dengan kaidah penulisan soal. Kartu analisis sangat membantu guru untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan soal yang disusunya.

Kata Kunci : kemampuan penulisan soal, kaidah penulisan soal

PENDAHULUAN
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Hasil penilaian sangat dipengaruhi oleh alat penilaian yang digunakan pada saat proses penilaian. Salah satu alat penilian adalah naskah soal untuk keperluan test tertulis. Naskah soal harus memenuhi persyaratan valid dan reliabel untuk mendapatkan data atau hasil penilian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pada kenyataan di lapangan, masih banyak guru yang belum memiliki kemampuan yang baik dalam penyusunan naskah soal. Guru lebih sering mengadopsi naskah soal yang sudah ada. Dari hasil pengamatan terhadap naskah soal ulangan harian bentuk pilihan ganda yang dibuat oleh guru SD Negeri Sekardoja hanya 40% naskah soal yang memenuhi kaidah penulisan soal. Permasalahan yang teridentifikasi sebagai hasil pengamatan terhadap kegiatan dan hasil penulisan naskah soal pilihan ganda oleh guru adalah: Guru lebih cenderung mengadopsi naskah soal dari Lembar Kerja Siswa atau buku sumber pem-belajaran; Naskah soal buatan guru sebagian besar belum memenuhi kaidah penulisan soal; dan Guru belum memiliki perangkat untuk menganalisis kesesuaian soal yang dibuatnya dengan kaidah penulisan soal.
Dari latar belakang dan identifikasi di atas, dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana proses bimbingan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan/penyusunan soal pilihan ganda?
  2. Apakah kegiatan bimbingan dengan menggunakan kartu analisis soal dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan soal pilihan ganda?
  3. Bagaimana tanggapan guru terhadap kegiatan bimbingan yang dilakukan oleh Kepala Sekoah?

LANDASAN TEORITIS
Tes Prestasi Belajar
Penilaian dilaksanakan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan perbaikan proses pembelajaran (Kemendikbud,2015;6).

Tujuan umum penilaian adalah untuk mengungkapkan dan mem-berikan posisi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran dan isi perolehan peserta didik dari proses pembelajaran yang diikutinya (Prayitno,2009:66).

Tes adalah merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan (Suharsimi Arikunto,2012,89).

Tes prestasi belajar adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang setelah menjalani proses pembelajaran. Tes ini dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh siswa sudah mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Hasil tes dapat digunakan oleh guru, sekolah, atau institusi kependidikan lainnya untuk mengambil keputusan atau umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar. (Balitbang,Depdiknas,2007).

Tes tertulis bentuk pilihan ganda (Multiple Choice)merupakan bentuk soal yang merupakan pertanyaan atau pernyataan yang belum lengkap dan jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor).

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda
Penulisan soal merupakan salah satu langkah penting untuk menghasilkan alat ukur atau perangkat tes yang baik. Penulisan soal adalah penjabaran indikator jenis dan tingkat perilaku yang hendak diukur menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karak-teristiknya sesuai dengan perinciannya dalam kisi-kisi. Mutu setiap butir soal akan menentukan mutu tes secara keseluruhan (Hamdani,2010;314).

Departemen Pendidikan Nasional melalui Pusat Penilaian Pendidikan di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan (2007) menetapkan kaidah-kaidah penulisan soal pilihan ganda. Kaidah penulisan soal pilihan ganda meliputi tiga aspek peninjauan yaitu aspek materi, konstruksi dan bahasa.

Aspek Materi yaitu soal harus sesuai dengan indikator, pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi, setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
Aspek Konstruksi yaitu pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas, rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja, pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar, pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda, panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, pilihan jawaban jangan mengan-dung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah”, atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”, pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya, gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi, butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Aspek Bahasa yaitu: setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional, setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif, pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

METODE PENELITIAN
Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan di SD Negeri Sekardoja, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes pada semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016, dimulai bulan Januari sampai dengan April 2016. Subyek dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah guru-guru SD Negeri Sekardoja. Sekolah ini memiliki 9 orang guru yang terdiri dari 7 orang guru kelas dan 2 orang guru mapel. Rata-rata guru tersebut memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun, dengan kualifikasi pendidikan S1.
Dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini data yang dianalisis berupa data kuantitatif interval menggunakan skala likert. Data tersebut bersumber dari hasil pengukuran tingkat keterpenuhan kaidah-kaidah penulisan pilihan ganda pada soal yang disusun guru. Hasil pengukuran tersebut menghasilkan skor yang menunjukan tingkat keterpenuhan kaidah-kaidah penulisan soal pilihan ganda. Pengukuran atau skoring dilakukan dengan menggunakan kartu analisis soal.
Untuk melengkapi kesimpulan hasil Penelitian Tindakan Sekolah ini, diperlukan juga tanggapan guru atas kegiatan bimbingan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Data mengenai tanggapan guru diperoleh dari angket yang diisi oleh guru pada setiap tahapan siklus.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini ada dua jenis yaitu analisis soal kartu analisis soal dan angket kepada guru.
Pengukuran terhadap tingkat keterpenuhan kaidah-kaidah penulisan pilihan ganda pada soal yang disusun oleh guru ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru diberi tugas untuk menyusun naskah soal berdasarkan kisi-kisi yang telah disiapkan oleh peneliti (Kepala Sekolah); 2) Guru diberi tengat waktu dua hari untuk menyusun naskah soal; 3) Naskah soal yang telah disusun guru kemudian dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan bantuan kartu analisis soal; 4) Analisis dilakukan dengan mengukur keterpenuhan kaidah-kaidah penulisan soal pilihan ganda pada soal yang disusun guru; 5) Skor yang dihasilkan dari kegiatan pengukuran ini akan menunjukan kualitas soal yang disusun guru; 6) Semakin tinggi skor yang diperoleh, menunjukan bahwa soal yang disusun guru memiliki kualitas yang baik, demikian pula sebaliknya.
Angket dalam penelitian ini disusun dalam bentuk angket tertutup yang diharapkan mampu menggambarkan tanggapan guru terhadap kegiatan bimbingan penulisan soal. Jawaban angket terdiri dari tiga option bertingkat dengan skor 1 sampai dengan 3. Dengan skor maksimal setiap angket adalah 15, skor total angket dikatagorikan secara kualitatif dengan sebutan sangat baik, baik dan kurang baik.
Data hasil Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah data kuantitatif berupa skor atas penilaian terhadap kesesuaian antara butir soal yang disusun guru dengan kaidah penyusunan soal yang berlaku. Data kuantitatif tersebut kemudian dikonversi menjadi data kualitatif dalam 5 (lima) katagori, yaitu: Sangat Baik (A), Baik (B), Cukup Baik (C), Kurang Baik (D), dan Sangat Kurang Baik (E).
Angket tanggapan guru diberikan pada setiap siklus. Angket siklus I memfokuskan pada upaya mengidentifikasi kemampuan awal guru dalam penulisan soal pilihan ganda. Sedangkan angket pada siklus II bertujuan untuk mengungkapakan tanggapan guru terhadap proses bimbingan yang telah dilakukan pada siklus I dan II.
Hasil skoring angket dimaknai secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran umum tanggapan guru atas kegiatan bimbingan penulisan soal pilihan ganda.
Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan dari pembibingan kemampuan penulisan butir soal pilihan ganda ada 3 (tiga) hal, yaitu:

  1. minimal 85% guru mampu menulis butir soal sesuai dengan kaidah penulisan soal dalam katagori SANGAT BAIK (A).
  2. rata-rata skor kemampuan menulis soal semua guru minimal 80, dan
  3. rata-rata skor perolehan setiap guru minimal 80

HASIL PENELITIAN / PEMBAHASAN
Deskripsi Kondisi Awal
Salah satu temuan dari supervisi akademik yang dilakukan oleh Kepala Sekolah adalah masih ditemukannya kelemahan pada perangkat soal yang digunakan guru dalam kegiatan penilaian hasil pembelajaran. Dari analisis sederhana terhadap hasil supervisi didapatkan hasil bahwa hanya ada 3(tiga) dari 9 (sembilan) guru atau hanya 33,3% guru yang memiliki kemampuan menyusun atau menulis soal pilihan ganda dengan katagori BAIK.
Deskripsi Siklus I
1. Penyusunan Rencana Bimbingan
Bimbingan untuk guru kelas dilaksanakan pada saat kelas yang diampunya sedang melaksanakan pembelajaran mata pelajaran Pendidiakan Agama atau PJOK. Sedangkan bimbingan untuk guru mata pelajaran (PAI dan PJOK) dilak-sanakan pada saat guru tersebut tidak memiliki jam tatap muka dengan siswa. Bagian lain dalam persiapan kegiatan bimbingan siklus I adalah penyusunan kisi-kisi soal dan angket tanggapan guru. Angket disusun dalam dua paket, yaitu angket untuk siklus I dan angket untuk siklus II.
2. Pelaksanaan Bimbingan
Kegiatan bimbingan pada siklus I diawali dengan pemaparan umum tentang teknik penyusunan soal berdasarkan kaidah penulisan soal pilihan ganda dilanjutkan dengan pengisian anget tanggapan guru.Angket tanggapan guru pada siklus I bersisi pertanyaan untuk mengungkap sejauh mana pemahaman awal guru tentang kaidah penulisan soal pilihan ganda dan tanggapan guru terhadap bimbingan yang telah dilaksanakan memlalui kegiatan pemaparan oleh Kepala Sekolah.
3. Analisis Produk Hasil Bimbingan
Dengan menggunakan kartu analisis, peneliti melakukan skoring keterpenuhan kaidah pada setiap butir soal. Sebagai langkah validasi data, hasil skoring tersebut kemudian dikonsultasikan kepada pengawas sekolah selaku tenaga ahli.

Tabel 1 REKAP SKORING ANALISIS KETERPENUHAN KAIDAH PENULISAN SOAL SIKLUS I
No Kode Guru Nomor Soal dan Skor Penilaian Rata-rata Katagori
1 2 3 4 5
1 GR-01 0 100 100 100 97 79,4 B
2 GR-02 0 91 0 91 94 55,2 C
3 GR-03 94 72 88 97 100 90,2 A
4 GR-04 97 91 72 94 0 70,8 B
5 GR-05 97 72 94 0 72 67,0 B
6 GR-06 91 97 94 94 94 94,0 A
7 GR-07 88 94 94 0 100 75,2 B
8 GR-08 97 100 100 94 0 78,2 B
9 GR-09 0 0 94 0 72 33,2 D
Rata-rata 71,47 B

Sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan, bahwa tindakan bimbingan dinyatakan berhasil apabila minimal 85% guru memperoleh nilai SANGAT BAIK (A) dengan rata-rata minimal 80. Dari hasil skoring pada bimbingan siklus I diperoleh data bahwa hanya 22% guru yang memperoleh nilai SANGAT BAIK (A), dengan nilai rata-rata 71,47.

Tabel 2 REKAP JAWABAN ANGKET TANGGAPAN GURU SIKLUS I
No.
Resp Nomor Butir Angket Jumlah Skor
1 2 3 4 5
R-1 1 1 1 1 3 7
R-2 2 1 1 1 3 8
R-3 1 1 1 1 3 7
R-4 2 1 1 1 3 8
R-5 1 1 2 1 3 8
R-6 2 2 2 1 3 10
R-7 1 1 2 1 3 8
R-8 1 1 1 1 3 7
R-9 1 1 1 1 3 7
Rata-rata 1,3 1,1 1,3 1,0 3,0 7,7

4. Refleksi Hasil Bimbingan
Refleksi yang dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru sebagai subyek penelitian menghasilkan keputusan sebagai berikut: a) Indikator kinerja hasil tindakan bimbingan belum terpenuhi, sehingga tindakan bimbingan dilanjutkan dengan siklus II; b) Tindakan bimbingan pada siklus II dilaksanakan secara individual, dengan memfokuskan pada kelemahan yang ada pada soal yang disusun guru; c) Bentuk tindakan bimbingan pada siklus II berupa perbaikan butir soal yang disusun guru sesuai dengan catatan hasil bimbingan; d) Dari jawaban angket tanggapan guru menunjukan bahwa pemahaman guru terhadap kaidah penulisan soal pilihan ganda masih rendah.
Deskripsi Siklus II
1. Penyusunan Rencana Bimbingan
Rencana kegiatan bimbingan pada siklus II disusun bedasarkan keputusan yang diambil pada refleksi hasil bimbingan pada siklus I, dengan skenario sebagai berikut: a) Pembimbing dan guru penyusun soal menyepakati bersama butir-butir soal yang perlu diperbaiki; b) Pembimbing menunjukan kaidah-kaidah yang belum terpenuhi pada soal-soal yang akan diperbaiki; c) Guru melakukan perbaikan soal yang telah disepakati dengan pembimbing; d) Guru mengkonsultasikan konsep perbaikan soal kepada pembimbing; e) Pembimbing meminta guru untuk memaparkan alasan perbaikan soal yang telah dilakukannya; f) Pembimbing memberi catatan, koreksi dan masukan atas perbaikan soal yang telah dilakukan guru; g) Guru menulis soal kembali dengan mengakomodasi catatan, koreksi dan masukan dari pembimbing; h) Pada akhir kegiatan guru mengisi angket yang telah disiapkan.
2. Pelaksanaan Bimbingan
Bimbingan individual pada siklus II dilaksanakan dalam bentuk perbaikan soal-soal yang belum sepenuhnya memenuhi kaidah penulisan soal pilihan ganda. Soal-soal yang dipilih untuk diperbaiki mengacu pada hasil skoring pada siklus I. Soal tersebut adalah yang belum memperoleh skor 100.
Pelaksanaan kegiatan bimbingan pada siklus II dilaksanakan sesuai dengan skenerio yang telah disusun sebelumnya. Adapun langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: a) Guru menerima dan menelaah kartu analisis soal yang telah dilaksanakan pada siklus I; b) Guru diminta untuk memahami skoring pada kartu analisis siklus I, sehingga mengetahui kaidah-kaidah yang belum terpenuhi pada masing-masing soal; c) Guru melakukan perbaikan soal yang telah disepakati dengan pembimbing; d) Guru mengkonsultasikan konsep perbaikan soal kepada pem-bimbing; e) Pembimbing meminta guru untuk memaparkan alasan perbaikan soal yang telah dilakukannya; f) Pembimbing memberi catatan, koreksi dan masukan atas perbaikan soal yang telah dilakukan guru; g) Guru menulis soal kembali dengan mengakomodasi catatan, koreksi dan masukan dari pembimbing.
3. Analisis Produk Hasil Bimbingan
Hasil skoring keterpenuhan kaidah pada siklus II adalah sebagaimana gambar tabel berikut:

Tabel 3 REKAP SKORING ANALISIS KETERPENUHAN KAIDAH PENULISAN SOAL SIKLUS II
No Kode Guru Nomor Soal dan Skor Penilaian Rata-rata Katagori
1 2 3 4 5
1 GR-01 97 100 100 100 100 99,4 A
2 GR-02 100 97 100 100 100 99,4 A
3 GR-03 100 100 97 97 100 98,8 A
4 GR-04 97 97 97 100 100 98,2 A
5 GR-05 100 100 97 100 100 99,4 A
6 GR-06 97 100 100 100 100 99,4 A
7 GR-07 97 100 100 100 100 99,4 A
8 GR-08 97 100 100 100 100 99,4 A
9 GR-09 97 97 100 100 100 98,8 A
Rata-rata 99,1 A

Nilai rata-rata kemampuan guru secara keseluruhan pada siklus II mencapai angka 99,13. Skor rata-rata ini sudah melewati standar indikator kinerja yang telah ditetapka yaitu 80. Hasil analisis per butir soal yang ditulis guru 70% memperoleh nilai sempurna 100.
Selain data hasil skoring kemampuan guru dalam menulis soal pilihan ganda, pada siklus II juga diperolah data hasil angket tanggapan guru. Rekap data angket tanggapan guru adalah sebagiamana gambar tabel berikut:

Tabel 4 REKAP JAWABAN ANGKET TANGGAPAN GURU SIKLUS II
No.
Resp Nomor Butir Angket Jumlah Skor
1 2 3 4 5
R-1 2 2 3 3 3 13
R-2 2 3 3 3 3 14
R-3 2 2 3 3 3 13
R-4 2 2 3 3 3 13
R-5 2 3 3 3 3 14
R-6 3 3 3 3 3 15
R-7 3 3 3 3 3 15
R-8 2 2 3 3 3 13
R-9 2 2 3 3 3 13
Rata-rata 2,2 2,4 3,0 3,0 3,0 13,6

4. Refleksi Hasil Bimbingan
Refleksi pada siklus II mendasarkan pada data hasil analsis soal-soal yang telah diperbaiki. Refleksi yang dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru sebagai subyek penelitian menghasilkan keputusan sebagai berikut: a) Indikator kinerja keberhasil tindakan bimbingan sudah terpenuhi, sehingga tindakan bimbingan dinyatakan selesai; b) Catatan yang masih ada dari pembimbing dijadikan bahan referensi bagi guru untuk penyusunan soal pada kegiatan pembelajaran; c) Tanggapan guru terhadap manfaat kegiatan bimbingan penulisan soal sangat baik.
Pembahasan Siklus I
Gambaran tingkat kemampauan guru dalam menulis soal pilihan ganda yang memenuhi kaidah penulisan soal pilihan ganda. Gambaran tingkat kemampuan tersebut sebagaimana grafik berikut:

siswo
Grafik 1 Tingkat kemampuan guru

Dari paparan grafik tingkat kemampuan guru dalam menulis soal pilihan ganda yang sesuai dengan kaidah penulisan soal, terlihat bahwadari 9 (sembilan) guru hanya ada 3 (tiga) orang guru yang memperoleh skor rata-rata di atas 80 atau berkatagori SANGAT BAIK. Data juga menunjukan bahwa masih ada 2 (dua) orang guru belum mencapai katagori BAIK. Secara keseluruhan rata-rata kemampuan guru baru mencapai skor 74,04.
Hasil analisis per butir soal menunjukan bahwa ada 9 (sembilan) butir soal dari 45 (empat puluh lima) soal yang disusun guru memperolah skor 0 (nol). Skor 0 (nol) diberikan karena soal yang disusun guru tidak sesuai dengan indikator penulisan soal. Kesalahan tersebut dinyatakan fatal oleh pembimbing sehingga tidak dilakukan analisis selanjutnya.
Peningkatan rata-rata kemampuan guru dalam menulis soal pilihan ganda dari kondisi prasiklus menuju akhir siklus I sebagaimana tergambar pada garfik berikut:

siswoy

Grafik 2 Perbandingan Rata- Rata Tingkat Kemampuan Guru
Dalam Penulisan Soal Pilihan Ganda
Pada Prasiklus Dan Siklus I

Interpretasi atas jawaban angket tanggapan guru siklus I menunjukan bahwa:
1. 67% guru belum pernah mengikuti bintek penulisan soal;
2. 89% guru belum paham kaidah penulisan soal pilihan ganda;
3. 67% guru tidak menyusun sendir soal ulangan untuk siswanya;
4. 100% guru menggunakan soal dari buku latihan soal;
5. 100% guru mengganggap bimbingan penulisan soal sangat penting.

Pembahasan Siklus II
Dari hasil analisis terhadap soal-soal yang telah diperbaiki, peneliti mendapat gambaran tingkat kemampauan guru dalam menulis soal pilihan ganda yang memenuhi kaidah penulisan soal pilihan ganda. Gambaran tingkat kemampuan guru pada siklus II sebagaimana grafik berikut ini:

siswoyoo

Grafik 3 Skor Tingkat Kemampuan Guru Siklus II

Dari paparan grafik tingkat kemampuan guru dalam menulis soal pilihan ganda pada siklus II, terlihat bahwa dari seluruh guru (100%) telah memperoleh skor rata-rata di atas 80 atau berkatagori SANGAT BAIK. Dengan demikian maka indikator kinerja (1) minimal 85% guru mampu menulis butir soal sesuai dengan kaidah penulisan soal dalam katagori SANGAT BAIK (A) dan (3) rata-rata skor perolehan setiap guru minimal 80 terpenuhi. Indikator kinerja (2) rata-rata skor kemampuan menulis soal semua guru minimal 80, pada akhir siklus II juga telah terpenuhi. Hal ini terlihat dari rata-rata akhir tingkat kemampuan guru dalam penulisan soal pilihan ganda yang memenuhi kaidah penulisan soal mencapai 99,07 dengan katagori SANGAT BAIK. Pada akhir siklus II juga terlihat peningkatan rata-rata kemampuan guru dalam menulis soal pilihan ganda dari prasiklus, sebagaimana garfik berikut:

siswoyooo
Grafik 4 Perbandingan Tingkat Kemampuan Guru dalam Penulisan Soal Pilihan Ganda pada Prasiklus, Siklus I dan Siklus II

Data dari angket tanggapan guru terhadap kegiatan bimbingan penulisan soal dapat dipaparkan sebagai berikut:

  1. 100% guru memahami kaidah penulisan soal pilihan ganda setelah mengikuti pemamparan umum pada siklus I;
  2. 100% guru memahami kekurangan atau kelemahan soal yang telah disusunya pada siklus I;
  3. 100% guru menyatakan bahwa bimbingan individu yang dilakukan oleh Kepala Sekolah sangat bermanfaat bagi perbaikan soal;
  4. 100% guru menyatakan bahwa kartu analisis soal yang dibuat Kepala Sekolah sangat membantu dalam penulisan soal yang lebih baik;
  5. 100% guru termotivasi untuk menyusun sendiri soal ulangan harian siswa.

PENUTUP
Simpulan

  1. Model bimbingan yang tepat untuk meningkatan kemampuan guru dalam menulis soal pilihan ganda yang sesuai dengan kaidah penulisan soal, adalah diawali dengan bimbingan secara kelompok melalui pemaparan dilanjutkan dengan bimbingan individu dengan menitik bertakan pada kelemahan dan kekurangan masing-masing guru;
  2. Kegiatan bimbingan dengan menggunakan kartu analisis soal sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan soal pilihan ganda. Hal tersebut dikarenakan secara rinci dan terbuka guru mengetahui kekurangan dari soal yang dibuatnya.
  3. Guru memberikan tanggapan yang baik terhadap tindakan bimbinngan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dan memicu motivasi mereka untuk menyusun sendiri soal-soal ulangan bagi siswanya.

Saran

  1. Guru harus benar-benar memahami kaidah-kaidah penulisan soal, sehingga mampu menyusun alat evaluasi yang valid.
  2. Penggunaan buku-buku latihan soal sebagai sumber adopsi soal untuk ulangan siswa sebaiknya dihindari, karena belum dapat diyakini kelayakan dan validitasnya.
  3. Kepala Sekolah perlu melakukan bimbingan yang sistematis dan terencana dalam upaya peningkatan kompetensi guru.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto S. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (edisi 2). Jakarta :Bumi Aksara.
Depdiknas. (2007). Panduan Penulisan Soal Pilihan Ganda. Jakarta : Pusat Penilaian Pendidikan.
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.
Kemdikbud. (2015). Panduan Penilaian Untuk Sekolah Dasar. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar.
Prayitno. (2009). Dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Jakarta : Kompas Gramedia.
Subyantoro. (2014). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Jakarta : Perpustakaan Nasional.


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *