PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PENGGUNAAN TEKNIK AKROSTIK KELAS VIIIB SMP N I PAGEDONGAN

sumiarsih

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan menulis puisi melalui pembelajaran menggunakan teknik akrostik pada siswa Kelas VIIIB SMP Negeri I Pagedongan Kabupaten Banjarnegara. Metode yang penulis gunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang diprogramkan dalam dua siklus. Hasil penelitian tindakan kelas ini, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan belajar siswa dari sebelum Penelitian Tindakan Kelas sampai akhir siklus, yaitu : 1) Nilai rata – rata / skor yang diperoleh peserta didik sebesar 63,72  sebelum Penelitian ; 2) Nilai rata-rata / skor 71,52 pada siklus I ; 3) Nilai rata-rata/skor 80,76 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II atau akhir siklus. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik akrostik dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi kelas VIIIB SMPN 1 Pagedongan Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015.

 

Kata kunci : menulis puisi, teknik, akrostik

 

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang Masalah

Pembelajaran menulis puisi merupakan pembelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Hal ini dikarenakan kemampuan guru dalam melaksanakan  pembelajaran belum menggunakan teknik yang fungsinya memudahkan siswa belajar. Menurut Kasnadi (dikutip Sukma, 2007:39) mengapa sastra tidak diminati para siswa sehingga muncul sinyalemen: sastra itu sulit, sastra itu tidak menarik, sastra itu membosankan, sehingga siswa memvonis untuk menjauhi sastra. Hal itu dikarenakan ketidakmampuan guru menyajikan pembelajaran sastra menjadi sesuatu yang menarik. Guru memberikan tugas kepada siswa agar menghafalkan, seperti judul hasil sastra dan pengarangnya, periodisasi sastra, ciri – ciri sastra berdasarkan periodenya, dan lain- lain. Padahal tujuan pembelajaran sastra adalah memupuk apresiasi  ( menyenangi, menghayati, merespon,dan menggeluti) sastra bukan menghafal sastra.

 Jika pembelajaran di kelas masih menggunakan cara-cara tradisional, maka dapat dipastikaan bahwa proses pembelajaran bersifat teoritis, statis dan membosankan, sehingga ide – ide peserta didik tidak berkembang. Hal ini jelas bukan merupakan pembelajaran yang ideal karena tujuan pembelajaran sastra adalah memupuk apresiasi ( menyenangi, menghayati, merspon, dan menggeluti) sastra bukan menghafal sastra. Berkaitan dengan itu, prestasi belajar siswa menjadi rendah karena siswa tidak terlibat dalam proses pembelajaran. Siswa dianggap objek benda mati yang hanya menerima ilmu, bagaikan gelas kosong yang diisi air, penuh, tumpah, dan tidak berkesan apa-apa. Pembelajaran seperti ini hendaknya tidak dilakukan guru karena tugas guru adalah membimbing, mengarahkan,mendidik membentuk manusia yang beriman, bertaqwa, dan menjunjung nilai – nilai kehidupan. Hal ini seperti diamanatkan pada tujuan pendidikan nasional.

Target yang harus dicapai oleh siswa Kelas VIIIB SMP N I Pagedongan dalam pembelajaran menulis puisi adalah perolehan nilai minimal 75. Karena Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah 75. Target tersebut belum tercapai sebab dari 25 siswa, 20 siswa belum memenuhi  Kriteria Ketuntasan Minimum ( KKM) dan baru 5 siswa sudah memenuhi KKM  namun masih dalam batas minimal.

Ketidakberhasilan siswa Kelas VIIIB SMP N I Pagedongan dalam pembelajaran  khususnya aspek menulis puisi bebas menggunakan pilihan kata yang sesuai perlu segera diatasi. Tindakan yang akan ditempuh peneliti untuk memperbaiki ketidakberhasilan tersebut adalah membangkitkan motivasi belajar siswa dengan melaksanakan pembelajaran menulis puisi bebas menggunakan pilihan kata yang sesuai dengan teknik akrostik.

Harapan yang ingin dicapai pada akhir pembelajaran ini adalah semua siswa Kelas VIIIB SMP N I Pagedongan mampu mencapai indikator keberhasilan pembelajaran yang ditetapkan yaitu telah mendapatkan nilai minimal 75, sesuai KKM.

Berdasarkan fakta di atas, peneliti dengan bantuan teman sejawat sebagai observer, bersama-sama mengidentifikasi masalah terhadap kekurangan-kekurangan dari pembelajaran menulis puisi bebas menggunakan pilihan kata yang sesuai yang telah dilaksanakan. Hasil refleksi tersebut terungkap masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran adalah (1) siswa merasa jenuh dan kurang memperhatikan materi pelajaran saat proses pembelajaran; (2) kurangnya motivasi dalam pembelajaran, (3) guru belum menggunakan teknik yang tepat (4) guru belum memanfaatkan sarana /prasarana secara maksimal.

Berdasarkan  latar belakang masalah di atas dapat disusun rumusan  masalah sebagai berikut :

  1. Seberapa besar peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII B SMP Negeri I Pagedongan Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015 setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik Akrostik ?

KAJIAN PUSTAKA

  1. Menulis

      Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung.Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif.Dalam kegiatan menulis ini, penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa dan kosa kata.Keterampilan menulis diperoleh melalui latihan dan praktik secara terus- menerus dan teratur.Maka keterampilan menulis merupakan ciri dari orang yang terpelajar. Sehubungan dengan hal tersebut, “Menulis dipergunakan oleh orang terpelajar untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, memberitahukan dan mempengaruhi.Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang yang mengutarakannya dengan jelas.

  1. Puisi

            Puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata, rima dan irama sebagai media penyampaian untuk membuahkan ekspresi, ilusi dan imajinasi.Dalam puisi keindahan ilusi, penataan unsur bunyi juga merupakan gambaran gagasan penciptanya /penyairnya (sanjaya.blogspot.com, tgl 6 Juli 2013)

Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993 : 6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris diantaranya; Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang tepat dan disusun sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat hubungannya.

Menurut Kinayati Djojosuroto, puisi adalah suatu sistem penulisan yang margin kanan dan penggantian barisnya ditentukan secara internal oleh suatu mekanisme yang terdapat dalam baris itu sendiri. Dengan demikian seberapa lebar pun suatu halaman tempat puisi itu ditulis, puisi selalu tercetak/tertulis dengan cara yang sama.Dalam hal ini penyair menentukan panjang baris atau ukuran.

Tarigan ( dalam Djojosuroto 2006: 10) mengatakan bahwa ” kata puisi berasal dari bahasa Yunani ”poeisis” yang berarti penciptaan. Dalam bahasa Inggris puisi disebut poetri yang berarti puisi, poet berarti penyair, poem berarti syair, sajak.Arti yang semacam ini lama kelamaan dipersempit ruang lingkupnya menjadi ” hasil seni sastra yang kata- katanya disusun menurut syarat – syarat tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kata- kata kiasan.”Dapat dikatakan bahwa puisi adalah pengucapan dengan perasaan, sedangkan prosa pengucapan dengan pikiran.

Seperti yang diungkapkan Pradopo (1991:25) bahwa puisi adalah ekspresi kreatif, yaitu ekspresi dari aktivitas jiwa yang memusatkan kesan-kesan (kondensasi).Kesan-kesan dapat diperoleh melalui pengalaman dan lingkungan. Oleh karena itu, anggapan bahwa menulis puisi sebagai aktivitas yang sulit sudah seharusnya dihilangkan, khususnya siswa SMP, karena mereka merupakan siswa yang rata-rata berusia 13-14 tahun.Anak pada usia tersebut sudah dapat berpikir refleksif dan menyatakan operasi mentalnya dengan simbol-simbol (Piaget dalam Dalyono, 2010:25). Artinya, mereka bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan yang ada pada dirinya dalam bentuk puisi. Namun,kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum mampu melaksanakan kegiatan tersebut secara optimal.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, puisi adalah bentuk karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan ,dipersingkat,dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata – kata kias (imaginatif ). Puisi juga merupakan bentuk penyajian pengalaman secara menyeluruh. Yaitu bentuk pengekspresian emosi , suasana hati, rasa pesona,dan kagum.

  1. Teknik Akrostik

Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Teknik sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu metode dan strategi tertentu. Dengan kata lain, teknik pada dasarnya menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih bertumpu pada kemampuan dan pribadi seseorang.

Kata akrostik berasal dari kata Perancis acrostiche dan Yunani akrostichis yang artinya sebuah sajak yang huruf awal baris barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata. Adapun pengertian akrostik menurut beberapa pendapat ialah:

  • Menurut Sutisno akrostik merupakan penggunaan setiap huruf pertama dari suatukelompok kata dan suku kata-suku kata lainnya sehingga menjadi suatu kalimat.
  • Menurut Bill Lucas akrostik adalah sajak atau susuanan kata-kata yang seluruh huruf awal atau akhir tiap barisnya merupakan sebuah kata atau nama diri yang digunakan untuk mengingat hal lain.
  • Menurut Mario Seto akrostik adalah kata yang menggunakan huruf pertama untuk membuat satu frase guna membantu mengingat daftar.
  • Menurut Deasy akrostik adalah mengingat dengan mengambil huruf depan dari masing-masing kata yang akan diingat.
  • Menurut Markowitz akrostik adalah susunan kata yang tidak selalu menggunkan huruf pertama dan tidak selalu menghasilkan singkatan dalam bentuk satu kata, informasi yang diingat dalam akrostik dapat berbentuk kalimat atau frase tertentu.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa teknik akrostik adalah cara yang dilakukan oleh guru untuk memudahkan siswa untuk mengingat sebuah materi yang ingin diingat dengan cara menggunakan huruf awal, tengah atau akhir dalam sebuah kalimat atau frase tertentu. Misalnya untuk mengingat urutan warna-warni pelangi digunakan akrostik mejikuhibiniu: merah, kuning, hijau, biru, nila, ungu.Teknik akrostik ini erat kaitannya dengan akronim yang membantu kita mengingat item-item suatu informasi. Akronim  adalah kata-kata atau kalimat yang disusun untuk memperkuat daya ingat dengan cara mengingatkan kita dengan huruf pertama dari suatu hal penting yang perlu kita ingat lagi. Sebagai  contoh akronim, misalnya rudal ( peluru kendali ), tilang ( bukti pelanggaran). Contoh akronim yang lain, misalnya AGUPENA ( Assosiasi Guru Penulis Nasional ), PJBA (Penanggung Jawab Bidang Akademik ).

METODOLOGI  PENELITIAN

          Subjek penelitian ini adalahkelas VIIIB SMP Negeri 1 Pagedongan  Kabupaten Banjarnegara yang meliputi kegiatan guru dan siswa serta hasil belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung pada mata pelajaran  bahasa Indonesia dengan Kompetensi Dasar “Menulis puisi bebas menggunakan pilihan kata yang sesuai ”.Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015.

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Masing – masing siklus terdiri dari tahap perencanaan (Planning), tahap Pelaksanaan tindakan(Acting), tahap observasi (Observing), tahap refleksi (Reflecting).

Teknik pengumpulan data meliputi teknik tertulis atau tes dan teknik non tes.Teknik tertulis melalui ulangan harian dan tugas. Teknik non tes melalui pengamatan atau observasi yang dilakukan kolaborator tentang keaktifan siswa dan angket pengaruh tindakan terhadap proses pembelajaran. Untuk pengumpulkan data diperlukan alat pengumpul data atau instrument.Untuk ulangan harian instrumen berupa butir soal.Data keaktifan siswa dikumpulkan dengan instrumen lembar pengamatan / observasi.

                     Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus,  masing-masing siklus terdiri dari 4 tindakan, yakni: planning (perencanaan), acting (pelaksanaan), observing (pengamatan) dan reflecting (refleksi).

  1. Siklus I
    1. Planing (perencanaan)
  • Pendahuluan :  Guru menyampaikaninformasi tentang tujuan pembelajaran, metode / teknik yang akan dipakai pada pembelajaran, dan pembentukan kelompok.
  • Kegiatan inti    :  pelaksanaan pembelajaran menulis puisi bebas menggunakan pilihan kata yang sesuai, memakai teknik akrostik.
  • Penutup           :  Pemberian tugas rumah /PR.
  • Acting (pelaksanaan)

         Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan sebagaimana direncanakan, yang mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pada kegiatan inti dalam pembelajaran dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: 1) guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok.  2) siswa menerima Lembar Kerja Siswa ( LKS); 3) Siswa membuat puisi menggunakan pilihan kata yang sesuai memakai teknik akrostik, obyek yang dikembangkan berupa nama diri siswa; 4) Dalam kelompok, siswa menukar hasil kerja untuk mendapatkan penilaian menggunakan rubrik yang disediakan; 5) Tiga puisi terbaik mendapat penghargaan; 6)  Siswa memajang hasil kerja di papan pajang yang disediakan.

  • Observing (pengamatan)

         Dalam penelitian ini ada dua hal  yang harus diamati, yaitu aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan aktivitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pengamatan terhadap aktivitas siswadan aktivitas guru dalam proses pembelajaran  dilakukan oleh observer dengan menggunakan lembar pengamatan.

  • Reflecting (refleksi)

         Refleksi dilaksanakan dengan cara membuat kesimpulan berdasarkan perbandingan antara proses belajar dan hasil belajar pada kondisi awal dengan siklus I. Setelah itu peneliti mengulas hasil kegiatan kemudian  menyusun rencana kegiatan  untuk siklus II.

  1. Siklus II
    • Planing (perencanaan)
  • Pendahuluan           :  Guru menyampaikan informasi tentang tujuan pembelajaran, metode / teknik yang akan dipakai pada pembelajaran, dan pembentukan kelompok.
  • Kegiatan inti           :  pelaksanaan pembelajaran menulis puisi bebas menggunakan pilihan kata yang sesuai, memakai teknik akrostik.
  • Penutup                :  Pemberian tugas rumah /PR.
  • Acting (pelaksanaan)

         Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan sebagaimana direncanakan, yang mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pada kegiatan inti dalam pembelajaran dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: 1) guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok.  2) siswa menerima Lembar Kerja Siswa ( LKS); 3) Siswa membuat puisi menggunakan pilihan kata yang sesuai memakai teknik akrostik, obyek yang dikembangkan berupa kondisi/lingkungan siswa; 4) Siswa melakukan kunjung karya kepada kelompok lain, kemudian mempresentasikannya, kelompok yang dikunjungi memberikan penilaian menggunakan rubrik yang disediakan; 5) Tiga puisi terbaik mendapat penghargaan; 6)  Siswa memajang karya di papan pajang yang disediakan.

  • Observing (pengamatan)

         Dalam penelitian ini ada dua hal  yang harus diamati, yaitu aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan aktivitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pengamatan terhadap aktivitas siswadan aktivitas guru dalam proses pembelajaran  dilakukan oleh observer dengan menggunakan lembar pengamatan.

  • Reflecting (refleksi)

         Refleksi dilaksanakan dengan cara membuat kesimpulan berdasarkan perbandingan antara proses belajar dan hasil belajar pada kondisi awal , siklus I dan siklus II.

HASIL  TINDAKAN  DAN  PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Kondisi Awal

         Pada pembelajaran menulis puisi sebelum dilakukan penelitian peserta didik ketika menulis puisi masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis . Mereka kelihatan kebingungan dalam menuangkan ide menjadi baris – baris puisi, mereka hanya menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tidak mendukung kegiatan menulis puisi.Ada yang termenung, memainkan ballpen atau bahkan ada juga yang gelisah tidak tahu harus mulai dari mana.Itulah fenomena yang terjadi pada kondisi awal sebelum dilakukan penelitian.Tentu saja hal ini berdampak pada hasil belajar peserta didik. Peserta didik kelas VIIIB  berjumlah 25 orang. Dari jumlah 25  yang memperoleh nilai pada rentang skor 85 – 100,( kategori Sangat Baik), tidak ada. Pada rentang skor 70 – 84 ( Kategori Baik), ada 5 orang atau 23,16 %, sedangkan pada rentang skor 60 – 69 ( Kategori Cukup), ada 17 orang atau 66,48 %. Pada kategori kurang yaitu rentang skor 50 – 59 terdapat 3 siswa atau 10,36 %, dan pada kategori  sangat kurang ( > 59 ) tidak ada atau 0% dengan rata- rata skor 63,72 , kategori  CUKUP. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel. 1.

Hasil tes menulis puisi menggunakan teknik akrostik Kondisi Awal

NO Kategori Rentang skor Frekuensi Bobot Persentase

( %)

Rata- rata /Skor
1 Sangat Baik 85-100 0 0 0 1.593:25= 63,72

Kategori = CUKUP

2 Baik 70-84 5 369 23,16
3 Cukup 60-69 17 1.059 66,48
4 Kurang 50-59 3 165 10,36
5 Sangat     Kurang < 59 0 0 0
JUMLAH 25 1.593 100
  1. Siklus I

Kegiatan pembelajaran Siklus I terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan pengamatan.

Pada kegiatan perencanaan, guru menyampaikan informasi tentang tujuan pembelajaran, metode / teknik yang akan dipakai pada pembelajaran, dan pembentukan kelompok. Kegiatan pendahuluan ini diawali dengan penyampaian informasi tentang tujuan pembelajaran yaitu “ Siswa dapat menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai”. Sebagaimana direncanakan, dalam siklus I ini guru menyajikan materi “ Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai, memakai teknik akrostik. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1).Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok secara heterogen masing – masing kelompok beranggotakan 5 orang. 2).Masing – masing kelompok menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) 3). Setiap anggota kelompok menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai memakai teknik akrostik, dengan obyek nama siswa masing – masing. Dalam hal ini jika nama siswa terlalu panjang, maka boleh disingkat sesuai dengan aturan penyingkatan nama diri. 4).Dalam waktu 15 menit setiap anggota kelompok selesai mengerjakan tugasnya, kemudian hasil karya siswa ditukarkan dengan teman lain dalam kelompok. 5). Setiap anggota kelompok menilai hasil karya teman dalam kelompok menggunakan rubrik yang disediakan. Aspek yang dinilai meliputi: pilihan kata (diksi), majas, rima/ persajakan 6). Setelah dinilai, semua pekerjaan siswa dikumpulkan kemudian dipilih tiga puisi yang mendapat nilai terbaik. 7) Tiga siswa yang mendapat nilai terbaik, dipanggil ke depan untuk membacakan puisinya secara bergantian. 8) Setiap karya siswa dipasang di papan pajang kelas.

         Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti ternyata hasil pembelajaran siklus I mengalami peningkatan. Peserta didik kelas VIIIB  berjumlah 25 orang. Dari jumlah 25  yang memperoleh nilai pada rentang skor 85 – 100,( kategori Sangat Baik),  ada 2 orang atau 9,51%. Pada rentang skor 70 – 84 ( Kategori Baik), ada 16 orang atau 66,55 %, sedangkan pada rentang skor 60 – 69 ( Kategori Cukup), ada 4 orang atau 14,54 %. Pada kategori kurang yaitu rentang skor 50 – 59 terdapat 3  atau 9,4 %, dan pada kategori  sangat kurang ( > 59 ) tidak ada atau 0% dengan rata- rata skor 71,52 , kategori  BAIK. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel. 2.

Hasil tes menulis puisi menggunakan teknik akrostik Siklus I

NO Kategori Rentang skor Frekuensi Bobot Persentase

( %)

Rata- rata /Skor
1 Sangat Baik 85-100 2 170 9,51 1.788:25= 71,52

Kategori = BAIK

2 Baik 70-84 16 1.190 66,55
3 Cukup 60-69 4 260 14,54
4 Kurang 50-59 3 168 9,4
5 Sangat Kurang < 59 0 0 0
JUMLAH 25 1.788 100
  1. Silus II

         Kegiatan pembelajaran siklus II dilaksanakan seperti pada siklus I, dengan sedikit perubahan. Pada siklus I pembelajaran menulis puisi bebas menggunakan teknik akrostik, obyek yang dikembangkan menjadi puisi yakni nama diri. Sedangkan pada siklus II pembelajaran menulis puisi bebas menggunakan pilihan kata yang sessuai memakai teknik akrostik, obyek yang dikembangkan menjadi puisi yakni keadaan/lingkungan sekitar. Adapun langkah – langkah pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut: Kegiatan pendahuluan ini diawali dengan penyampaian informasi tentang tujuan pembelajaran yaitu “ Siswa dapat menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai”.Kemudian guru menyampaikan informasi tentang teknik akrostik, selanjutnya siswa membentuk kelompok dipandu oleh guru. Kegiatan inti, sebagaimana direncanakan, dalam siklus I ini guru menyajikan materi “ Menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai , memakai teknik akrostik. Obyek yang dikembangkan untuk menulis puisi dengan teknik akrostik yakni kondisi sekitar/ lingkungan siswa. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1).Guru membagisiswa menjadi 5 kelompok secara heterogen masing – masing kelompok beranggotakan 5 orang. 2).Masing – masing kelompok menerima Lembar Kerja Siswa (LKS) Setiap anggota kelompok menulis puisi bebas dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai memakai teknik akrostik, dengan obyek nama siswa masing – masing. Dalam hal ini jika nama siswa terlalu panjang,maka boleh disingkat sesuai dengan aturan penyingkatan nama diri. 3). Dalam waktu 15 menit setiap anggota kelompok selesai mengerjakan tugasnya,kemudian hasil karya siswa ditukarkan dengan teman lain dalam kelompok. 4).Setiap anggota kelompok menilai hasil karya teman dalam kelompok menggunakan rubrik yang disediakan. Aspek yang dinilai meliputi : diksi (pilihan kata), struktur kata, rima/ persajakan. 5).Setelah dinilai, semua pekerjaan siswa dikumpulkan kemudian dipilih  tiga puisi yang mendapat nilai terbaik. 6). Tiga siswa yang mendapat nilai terbaik, dipanggil ke depan untuk membacakan puisinya secara bergantian. 7). Setiap karya siswa dipasang di papan pajang kelas seperti terlihat di bawah ini.

Gambar 1.

Papan pajang hasil karya siswa

         Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti ternyata hasil pembelajaran siklus II mengalami peningkatan. Peserta didik kelas VIIIB  berjumlah 25 orang. Dari jumlah 25  yang memperoleh nilai pada rentang skor 85 – 100,( kategori Sangat Baik),  ada 9 orang atau  39,18 %. Pada rentang skor 70 – 84 ( Kategori Baik), ada 16 orang atau 60,82 %, sedangkan pada rentang skor 60 – 69 ( Kategori Cukup), tidak ada  atau 0 %. Pada kategori kurang yaitu rentang skor 50 – 59 tidak ada  atau 0 %, dan pada kategori  sangat kurang ( > 59 ) tidak ada atau 0% dengan rata- rata skor 80,76 , kategori  BAIK. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel.3.

Hasil tes menulis puisi menggunakan teknik akrostik Siklus II

NO Kategori Rentang skor Frekuensi Bobot Persentase

( %)

Rata- rata /Skor
1 Sangat  Baik 85-100 9 791 39,18 2.019:25=80,76

Kategori = BAIK

2 Baik 70-84 16 1.228 60,82
3 Cukup 60-69 0 0
4 Kurang 50-59 0 0
5 Sangat Kurang < 59 0 0 0
JUMLAH 25 2.019 100

         Berdasarkan rekapitulasi skor perolehan pembelajaran siklus I dan Siklus II, terdapat peningkatan rata- rata /skor dari 71,52 menjadi 80,76 atau meningkat sebesar  9,24 %.

Berdasarkan aspek penilaian yang diperoleh pada siklus I maupun Siklus II pun mengalami peningkatan. Dari aspek tema pada Siklus I sebesar  80,50 naik menjadi 86, meningkat sebesar 5,5 %, aspek diksi/pilihsn kata dari 70,22 pada Siklus I naik menjadi 76,46 , meningkat sebesar 6,24 %. Struktur kata pada Siklus I sebesar 62,50 menjadi 70,44, meningkat sebesar 7,94. Rima pada Siklus I sebesar 66,40 menjadi 72,66, meningkat sebesar 6,26%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.

Rekapitulasi skor penilaian  Siklus I dan Siklus II

 

NO

 

Aspek Penilaian

Rata -rata skor Peningkatan
Siklus I Siklus II Siklus I –    Siklus II
1 Tema 80,50 86 5,5 %
2 Diksi / pilihan kata 70,22 76,46 6,24 %
3 Struktur kata 62,50 70,44 7,94
4 Rima 66,40 72,66 6,26
Rata – rata 69,91 76,39

   PENUTUP

  1. Simpulan

         Menurut landasan  teori, dengan menerapkan teknik akrostik dalam pembelajaran menulis puisi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Sedangkan berlandaskan data empiris, diketahui bahwa dengan menerapkan teknik akrostik pada pembelajaran menulis puisi  dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dari rata – rata /skor 63,72 pada kondisi awal,  menjadi 71,52 pada siklus I dan pada siklusII rata-rata/skor menjadi 80,76.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baik secara teori maupun empiris, penerapan teknik akrostik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran menulis puis kelas VIII B SMP Negeri I Pagedongan Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015.

  1. Saran

         Mengingat penerapan teknik akrostik pada pembelajaran khususnya pembelajaran menulis puisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka sebaiknya dalam pembelajaran berikutnya   teknik akrostik dapat digunakan sebagai salah satu teknik pembelajaran terutama dalam pembelajaran menulis puisi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aminudin.(2002), Pengantar Apresiasi Karya Sastra, Sinar Baru Algesindo, Jakarta.

Akhadiah, Sabarti dkk. (1988), Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia,

Erlangga, Jakarta.

Effendi, (2002), Bimbingan Apresiasi Puisi, Pustaka Jaya, Jakarta.

Hasanuddin.(2002), Membaca dan Menilai Sajak, Angkasa, Bandung.

Model Pembelajaran Menulis Puisi dengan Menggunakan Metode Student Team Achievement Division (STAD)(Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri I Soreang Kabupaten Bandung) Oleh Endah Gina Asri (sanjaya.blogspot.com, tgl 6 Juli 2013)

Penggunaan Metode Tebang Pilih dan Rekonstruksi Untuk Meningkatkan Kompetensi Menulis Surat Dinas Siswa  Kelas VIIIC SMP N I Kalibening.3).

(online),http://gerbangpendidikan.blogspot.com/2009/01/pembelajaranmenulis-puisi-dengan.html. Diunduh pada 27 April 2015 pukul 14.25 WIB.

Sumber(http://belajarmenulis.webs.com/apps/blog/show/9957497-puisi-akrostik-apakah-itu)-diunduh 26 April2015 pukul 21.00 WIB

   BIODATA  PENELITI

1 Nama Sumarsih,S.Pd
2 NIP 19641230 198703 2 006
3 Jabatan Guru
4 Pangkat/golonganruang Pembina / IV a
5 Tempat dan tanggal lahir Banjarnegara,30 Desember 1964
6 Jeniskelamin Perempuan
7 Agama Islam
8 Mapel.  yang diajarkan Bahasa Indonesia
9 Masa kerja  guru 26 tahun,  10 bulan
10 Judul Peningkatan Kemampuan Menuliis Puisi Melalui Penggunaan Teknik Akrostik Kelas VIIIB SMP N I Pagedongan Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015
11 Pendidikanterakhir Sarjana
12 Fakultas/Jurusan  S1 Pend. Bhs dan Sastra Indonesia
14 Sekolah a.       Nama          : SMP Negeri 1 Pagedongan

b.      Jalan           : Jl.  Raya  Pagedongan

c.       Desa           :  Pagedongan

d.      Kecamatan  : Pagedongan

e.      Kabupaten  : Banjarnegara

f.        Propinsi      : Jawa Tengah

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *