PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS LAPORAN DENGAN PENDEKATAN PAIKEM TEKNIK OBSERVASI LINGKUNGAN

ABSTRAK

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa tentang menulis laporan kunjungan dengan menerapkan pendekatan PAIKEM teknik Obsrvasi lingkungan pada kelas V SD Negeri Sindangheula 01 UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes. Subyek Penelitian adalah Siswa kelas V SD Negeri Sindangheula 01 SemesterII Tahun Peelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 24 orang terdiri dari siswa laki-laki 14 siswa dan siswa perempuan sebanyak 10 siswa. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, Teknis Tes, dan Teknik Questioner. Data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah data kuantitatif mulai dari kondisi awal, siklus I dan siklus II. Pada kondisi awal nilai rata-rata kelas 54,00 pada siklus I nilai-rata kelas mencapai 68,05, dan hasil nilai rata-rata pada siklus II adalah 73,15 .dari data tersebut bahwa nilai rata-rata meningkat  dari kondisi awal yaitu dari 54,00 menjadi 68,05 di siklus I. sedang dari siklus I ke siklus II nilai rata-rata meningkat yaitu dari 68,05 naik menjadi 70,54. Berdasarkan dari hasil analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran PAIKEM dengan teknik observasi lingkungan , dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pembelajaran menulis laporan kunjungan di Kelas V SD Negeri Sindangheula 01 Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes.

Kata kunci : PAIKEM, Hasil Belajar, Teknik Observasi Lingkungan

 

LATAR BELAKANG

Berdasarkan observasi awal dan pengalaman guru diketahui kemampuan menulis laporan siswa Kelas V SD Negeri Sindangheula 01 Tahun 2014/2015 semester II belum mencapai KKM. Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari tentang menulis laporan yang telah dilaksanakan  rata-rata kelas baru mencapai 54,00 padahal target KKM  65,00 Indikator yang belum dikuasai siswa di antaranya (1) isi laporan (2) Penggunan bahasa baku 3) Penggunaan ejaan. Rendahnya kemampuan menulis laporan  diabaikan akan mengakibatkan siswa semakin tidak bisa, putus asa, dan benci dengan pelajaran menulis. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena akan menghambat proses belajar lainnya yang melibatkan kemampuan menulis.

Berdasarkan refleksi dan diskusi dengan guru mitra atau teman sejawat diduga penyebab penyebab rendahnya kemampuan menulis laporan siswa karena  pendekatan pembelajaran yang digunakan guru belum dapat mengaktifkan siswa, tidak bisa merangsang siswa untuk berpikir kreatif sehingga siswa cenderung bosan dan akibatnya siswa gagal menguasai kompetensi menulis laporan. Pendekatan PAIKEM teknik observasi lingkungan diduga dapat mengatasi rendahnya kemampuan siswa dalam menulis laporan. Hal ini karena (1) pembelajaran Pakem akan merangsang siswa untuk aktif berpikir dan melaksanakan kegiatan, (2) Guru akan merangsang siswa untuk selalu kreatif dalam menghadapi persoalan yang dihadapi, (3) Tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal, dan (4) siswa belajar dalam suasana yang menyenangkan.

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kemampuan menulis laporan siswa kelas V SD Negeri Sindangheula 01 Yang disebabkan karena penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat. Pendekatan PAIKEM teknik observasi lingkungan diduga dapat  untuk mengatasi masalah tersebut. Rumusan masalah penelitian ini adalah:  Apakah penggunaan pendekatan PAIKEM teknik observasi lingkungan dapat meningkatkan kemampuan menulis laporan pada siswa Kelas V SD Negeri Sindangheula 01 ? Siswa dikatakan berhasil menulis laporan bila tulisan siswa memenuhi syarat:  isi laporan lengkap dan sesuai objek yang diobservasi, susunan penyajiannya sistematis, bahasa yang digunakan baku, dan taat azas menggunakan EYD. Nilai minimal kemampuan menulis 6,5 Berdasar dari hal itu maka, peneliti akan mencoba memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran PAIKEM dengan teknik observasi lingkungan melalui kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang direncanakan besama teman sejawat, adapun judul penelitian adalah “Peningkatan Keterampilan Menulis Laporan dengan Pendekatan PAIKEM Teknik Observasi Lingkungan pada Siswa Kelas V SD Negeri Sindangheula 01 Tahun Pelajran 2014/2015”.

KAJIAN TEORITIS

Hakikat Menulis

Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Kegiatan menulis yang menghasilkan sbuah tulisan ering kita lakukan ,mialnya mencatat pesan atau menulis memo untuk teman, tetapi menulis b ukan hanya sekedar menulis , oleh karena itu sorang penulis harus memahami betul arti kata menulis. Seorang penulis harus betul-betul peduli terhadap kejelaan apa yang ditulis, kekuatan tulisan itu dalam mempengaruhi orang lain, keaslian pikiran yang akan diituangkan dalam tulisan, penulis harus pandai memilih dan mengolah kata-kata.

            Dilihat dari prosesnya menulis  mulai dari suatu yang tidak tampak sebab apa yang hendak kita tulis masih berbentuk pikiran, bersifat sangat pribadi.  Sebagai guru hendaknya belajar merasakan  kesulitan siswa yang sring dihadapi siswanya ketika menulis. Sorang guru yang memahami kesulitan siswa dalam menulis akan berpendapat bahwa menulis sebuah karangan tidak harus sekali jadi. Adakalanya sebuah kalimat telah selesai ditulis, tetapi kelanjutanya sulit didapat. Jika ini terjadi maka seorang guru dapat menyarankan agar siswa mengubah arah atau tujuan tuliannya.

Dilihat dari prosesnya, pembelajaran menulis menuntut kerja keras guru untuk membuat pembelajaran menulis di kelas menjadi kgiatan yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa dipaksa, tetapi sebaliknya siswa merasa senang karena diajak guru untuk mengarang atau menulis.

Menulis Laporan

            Menurut Arifin (1993:1), laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau kegiatan. Soeseno (1997:197) mendefiniskan laporan sebagai tulisan panjang tentang suatu masalah (persoalan) yang disusun secara berurutan, rinci, dan lengkap berdasarkan pengalaman sendiri. Bentuk laporan cocok untuk meyakinkan hasil penyelidikan mengungkapkan suatu kejadian atau proses yang semula belum jelas duduk perkaranya. Hasani (2004:68) memberikan penjelasan mengenai laporan sebagai bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan. Parera (1993:68) menjelaskan bahwa laporan adalah suatu bentuk komunikasi tertulis yang isinya menyampaikan informasi kepada pihak lain (seseorang atau badan) pemberi tugas.

            Mempertimbangkan berapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa  laporan hendaknya ditulis  secara sistematis dengan bahasa yang baik.  Sistematika laporan terdiri atas; (1) objek atau sasaran pengamatan, (2) tujuan pengamatan, (3) pelaksanaan pengamatan, meliputi; (a) tanggal pengamatan, (b) tempat pegamatan, dan (c) petugas pengamatan, (3) hasil pengamatan, dan (4) kesimpulan. Setelah mengetahui sistematika laporan siswa diharapkan mampu menulis laporan dengan baik.

Pendekatan PAKEM

Pembelajaran PAKEM sebagai model pembelajaran keluar seiring dengan diberlakukannaya Kurikulum Berbasis Kompetensi (Siyatno 2004:32). Pembelajaran PAKEM memiliki ciri (1) siswa aktif terlibat dalam pembelajaran baik fisik maupun mental (Rohani 2004:6) dan Sardiman (2001:93), (2) pembelajaran harus dapat mengembangkan kreativitas siswa sehingga siswa bebas mengembangkan ide (Semiawan 1997:52). Sehubungan dengan hal itu maka pembelajaran kreatif adalah cara mengajar dengan melibatkan siswa untuk berpikir kreatif sehingga  hasil belajar yang mempunyai makna, tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan acuan kurikulum, karena kurikulum sekedar dokumen dan rencana, maka perlu dikritisi, perlu dikembangkan secara kreatif, ada seribusatu jalan untuk mempelajari dan memperdalam satu kompetensi tertentu. Jadi ada kreativitas pengembangan kompetensi dasar dan juga ada kreativitas dalam pelaksanaannya di kelas, termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber, bahan dan sarana untuk belajar.

Teknik Observasi Lingkungan

            Berdasarkan pendapat Haryadi (2004:6), Keraf (1992:10),  Wagiran (2004:158), Semiawan (1997:43), dan Rohani (2004:19), teknik observasi lingkungan memiliki beberapa prinsip dalam proses pelaksanaannya meliputi; (1) memberi pengetahuan tentang lingkungan kepada peserta didik, (2) mengusahakan agar alat yang digunakan berasal dari lingkungan yang dikumpulkan baik oleh guru maupun peserta didik, (3) memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan penyelidikan sesuai dengan kemampuannya melalui bacaan-bacaan dan observasi, kemudian mengekspresikan hasil penemuannya dalam bentuk percakapan, karangan, gambar, pameran, perayaan dan sebagainya.

Kerangka Berpikir

Berdasar dari perumusan dan pemecahan masalah, setelah mengkaji berbagai pengalaman serta kajian teoritis, maka peneliti akan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas terhadap kompetensi dasar” Menulis laporan pengamatan atau kunjungan di SD Negeri Sindangheula 01 dengan penerapan pendekatan PAIKEM dengan teknik observasi lingkungan. Adapun persiapan yang harus dilkukan dalam kegiatan pembelajaran adalah (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap review/balikan.

METODOLOGI  PENELITIAN

Tempat penelitian adalah SD Negeri Sindangheula 01 UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes. Waktu penelitian selama 6 bulan (satu semester), adapun pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2014/2015. Kelas yang dijadikan tempat penelitian ini adalah Kelas V SD Negeri Sindangheula 01 UPT Dinas Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes.

Objek penelitian, kelas V SD Negeri Sindangheula 01 UPT Dinas Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes.yang berjumlah 24 anak, terdiri atas 10 anak perempuan dan 14 anak laki-laki. Kemudian dilihat dari pekerjaan orang tua mereka adalah 80 % buruh tani dan petani dan 20 % sebagai wiraswasta dan pedagang. Dengan kondisi seperti ini kehidupan anak-anak kurang perhatian terutama masalah belajarnya, dan kurang sekali motivasi belajar dari orang tua mereka.

           Prosedur penelitian Tindakan Kelas terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia materi menulis laporan kunjungan, di SD Sindangheula 01 kelas V akan peneliti lakukan sampai dua siklus perbaikan. Dalam setiap siklus terdapat empat fase yang meliputi (1) merencanakan PTK, (2) melaksanakan PTK, (3) melaksanakan observasi, dan (4) melakukan refleksi. Keempat fase tersebut direncanakan dan dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan minat serta keterampilan menulis siswa.

           Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknis tes, dan angket/Questioner. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data pembelajaran yang akan disajikan dalam deskripsi hasil penelitian. Teknis tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil tes, sedang teknik angket digunakn untuk mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap pembelajaran.

           Pada setiap akhir pembelajaran setiap pertemuan dan setiap siklus peneliti melakukan analisis data hasil pengamatan dan data hasil tes. Data hasil pengamatan dianalisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut, (1) mereduksi data, (2) menganalisis data, dan (3) melaporkan data, (Wardani, 2002:2.28). Hasil pengolahan hasil tes digunakan untuk membuktikan hipotesis. Apabila dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh peningkatan hasil belajar berarti hipotesis terbukti. Sebaliknya, jika tidak terjadi peningkatan hasil belajar hipotesis tidak terbukti.

Indikator Kinerja, dengan menerapkan pendekatan pembelajaran PAIKEM diharapkan hasil belajar pembelajaran menulis laporan hasil kunjungan, akan meningkat secara signifikan, sekurang-kurangnya rata-rata kelas mencapai angka 65,00 dan prosentase ketuntasan minimal 75 %

HASIL PENELITIAN 

Hasil Refleksi (Prasiklus)

Kegiatan pembelajaran pada kondisi awal masih monoton dan konvensional kurang mengarahkan siswa untuk belajar, sehingga masih nanyak siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar akibatnya siswa kurang perhatian, dan apriori terhadap proses pembelajaran.

Hasil pembelajaran menulis laporan hasil kunjungan di kelas V SD Negeri Sindangheula 01 Kecamatan Banjarharja nilai rata-ratanya masih rendah, hal ini terjadi pada pembelajaran yang dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2015 nilai rata-rata hasil tes formatif adalah  54,00 nilai rata-rata tersebut masih di bawah KKM yang ditentukan yaitu 66,00. Berdasar dari kenyataan tersebut peneliti melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran pada siklu I.

Hasil Penelitian Siklus I

Merencanakan PTK Siklus I

Kegiatan yang peneliti lakukan dalam merencanakan PTK adalah sebagai berikut : pertama peneiti menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran, kedua peneliti menyiapkan media dan alat pembelajaran, menyusun tugas/LKS dan lembar tes yang harus dikerjakan selama proses pembelajaran untuk mengukur ketercapaian kompetensi dan indikator, ketiga peneliti menyusun pedoman observasi sebagai instrumen untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran, dan membuat lembar perenungan terhadap hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Melaksanakan PTK Siklus I

Kegiatan melaksanakan PTK siklus pertama dilakukan pada tanggal 16 Maret 2015, dengan jumlah waktu 4 x 35 menit. Selama pembelajaran berlangsung dilakukan observasi oleh observer (teman Sejawat)

Hasil Observasi Siklus I

Observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan pedoman observasi. Sebelum dilaksanakan observasi peneliti lebih dahulu menjelaskan tugas-tugas observer serta cara menggunakan pedoman observasi. Hal ini dilakukan agar observer mampu merekam data yang diperlukan dan tidak mengganggu jalannya pembelajaran.

Hasil observasi terhadap pembelajaran siklus pertama, dideskripsikan sebagai berikut.

Kegiatan Awal (10 menit)

  • Menugaskan ketua kelas untuk memimpin doa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai
  • Mengabsen siswa
  • Menyiapkan kondisi fisik (menyiapkan , alat, media, sumber belajar)
  • Menyiapkan kondisi fsikis (membuat situasi pembelajaran menyenangkan, dengan mengajak siswa bernyanyi)
  • Menyampaikan kompetensi, tujuan pembelajaran
  • Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan
  • Memberikan apersepsi (tanya jawab tentang materi sebelumnya atau pertanyaan lain yang terkait atau mengarah ke materi)

Kegiatan Inti (110 menit)

Eksplorasi :

  • Guru memberikan penjelasan tentang pengertian laporan, dan langkah-langkah pembuatan laporan
  • Guru membagikan contoh laporan hasil kunjungan paa setiap kelompok
  • Dengan melihat contoh laporan , siswa berdiskusi membuat kalimat pertanyaan, apa yang harus diketahui dalam kegiatan kunjungan
  • Setelah dibuat pertanyaan siswa mencoba membuat buram awal dengan menjawab pertanyaan tersebut.

Elaborasi :

  • Dngan melihat contoh hasil laporan, siswa mncoba menulis laporan hasil pengalamannya secara individu.
  • Guru membimbing dan menjelaskan langkah-langkah yang harus dikerjakan
  • Siswa mencoba merepresentasikan hasil kerjanya membuat laporan pengalamannya.
  • Siswa lain memperhatikan temannya melakukan eksperimen di depan kelas
  • Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari

Konfirmasi :

  • Guru memberikan beberapa pertanyaan apakah materi sudah dipahami atau belum . bagian mana yang belum atau sudah dipahami. untuk mengetahui sejauhmana

Kegiatan Akhir (20 menit)

  • Siswa mengerjakan tes formatif
  • Guru menilai dan menganalisis hasil tes formatif

Refleksi Siklus I

             Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus I maka peneliti bersama observer mengumpulkan dan menganalisis data tentang kegiatan pembelajaran, adapun hasilnya adalah untuk penilaian Sikap dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran siklus I antara lain penilaian kelompok pada aspek kerjasama nilai rata-ratanya 75,50 kategori Sudah Baik,  aspek disiplin 72,83 kategori Cukup Baik dan aspek tanggung jawab 74,00 kategori Cukup baik.

Hasil penilaian tes formatif nilai rata-rata mencapai 68,00 ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 65,00. Sedang siswa yang mengalami ketuntasan belajar ada16 siswa atau 68 %, dan 8  (32%) belum tuntas. Berdasar dari hasil penilaian proses dan akhir kegiatan pembelajaran Siklus I terlihat adanya peningkatan dibanding dengan kondisi awal. Nilai rata-rata kondisi awal 54 meningkat menjadi 68,00 di siklus I. Tetapi walaupun nilai rata-rata sudah mencapai KKM tetapi secara klasikal ketuntasan belajar baru mencapai  67 % jadi belum mencapai KKM 75 %. Dengan demikian peneliti belum merasa puas dan kegiatan perlu dilanjutkan pada siklus II.

Hasil Penelitian Siklus II

Merencanakan PTK Siklus II

peneiti menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran, mengacu pada hasil refleki siklus I kedua peneliti menyiapkan media dan alat pembelajaran, menyusun tugas/LKS dan lembar tes yang harus dikerjakan selama proses pembelajaran untuk mengukur ketercapaian kompetensi dan indikator, ketiga peneliti menyusun pedoman observasi sebagai instrumen untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran.

Melaksanakan PTK Siklus II

Kegiatan melaksanakan PTK siklus kedua adalah kegiatan melaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus I . Kegiatan melaksanakan PTK siklus kedua  dilaksaanakan pada tanggal 30 Maret 2015, dengan jumlah waktu 4 x 35 menit. Selama pembelajaran berlangsung dilakukan observasi olehteman sejawat.

Hasil Observasi Siklus II

Hasil observasi terhadap pembelajaran siklus pertama, dideskripsikan sebagai berikut.

Kegiatan Awal (10 menit)

  • Menugaskan ketua kelas untuk memimpin doa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai
  • Mengabsen siswa
  • Menyiapkan kondisi fisik (menyiapkan , alat, media, sumber belajar)
  • Menyiapkan kondisi fsikis (membuat situasi pembelajaran menyenangkan, dengan mengajak siswa bernyanyi)
  • Menyampaikan kompetensi, tujuan pembelajaran
  • Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan
  • Memberikan apersepsi (tanya jawab tentang materi sebelumnya atau pertanyaan lain yang terkait atau mengarah ke materi)

Kegiatan Inti (110 menit)

Eksplorasi :

  • Guru menanyakan dan mengumpulkan tugas yang dikerjakan secara kelompok di rumah, yaitu kegiatakunjungan ke tempat yang menarik dalam bentuk laporan kunjungan.
  • Guru mengajak siswa untuk melakukan kunjungan ke pasar, siswa ditugaskan untuk melakukan observasi tentang keadaan pasar.
  • Siswa mencatat beberapa hal yang penting, pengalaman, dan menyimpulkan alam buram awal.
  • menarik dalam bentuk laporan kunjungan.
  • Guru mengajak siswa untuk melakukan kunjungan ke pasar, siswa ditugaskan untuk melakukan observasi tentang keadaan pasar.
  • Siswa mencatat beberapa hal yang penting, pengalaman, dan menyimpulkan alam buram awal.

Elaborasi :

  • Dengan melihat contoh laporan serta buram awal, dan melakukan kunjungan langsung siswa mencoba membuat laporan hasil kunjungannya, laporan masing-masing kelompok.
  • Guru membimbing dan menjelaskan langkah-langkah yang harus dikerjakan
  • Siswa mencoba merepresentasikan hasil kerjanya membuat laporan hasil kunjungannya ke pasar.
  • Siswa lain memperhatikan temannya melakukan

Konfirmasi :

Guru memberikan beberapa pertanyaan apakah  materi sudah dipahami atau belum ipahami.

Kegiatan Akhir (20 menit)

  • Siswa mengerjakan tes formatif
  • Guru menilai dan menganalisis hasil tes formatif
  • Guru memberikan tugas pada setiap kelompok untuk melakukan kunjungan ke tempat yang menurut mereka menarik (pasar, tempat tertentu)

Refleksi Siklus II

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus II maka peneliti bersama observer mengumpulkan dan menganalisis data tentang kegiatan pembelajaran, adapun hasilnya adalah untuk penilaian Sikap dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran siklus II antara lain penilaian kelompok pada aspek kerjasama nilai rata-ratanya 82,50 kategori Sudah Baik,  aspek disiplin 80,00 kategori Sudah Baik dan aspek tanggung jawab 82,50 kategori Sudah Baik.

Hasil penilaian tes formatif nilai rata-rata mencapai 74 ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 65,00. Sedang siswa yang mengalami ketuntasan belajar ada 22 siswa atau 92 %, dan 2  (8 %) belum tuntas. Berdasar dari hasil penilaian proses dan akhir kegiatan pembelajaran Siklus II terlihat adanya peningkatan dibanding dengan kondisi awal. Nilai rata-rata kondisi awal 54 meningkat menjadi 68,00 di siklus I dan menjadi  74 nilai rata-rata sudah mencapai KKM dan secara klasikal ketuntasan belajar sudah mencapai  92 % jadi sudah melebihi KKM 75 %. Dengan demikian peneliti bersama observer bahwa penelitian perbaikan sudah berhasil menjawab hipotesis tindakan dan indikator kinerja.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Data Hasil Penilaian Tes Formatif Kondisi Awal (prasiklus)

Hasil kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2015 nilai rata-rata hasil tes formatif adalah  54,00 nilai rata-rata tersebut masih di bawah KKM yang ditentukan yaitu 65,00. Siswa yang mngalami ketuntaan belajar secara individu hanya 10 siswa yang tuntas sedang 14 lainnya masih di bawah nilai 65 (KKM). data tersebut disajikan dalam table di bawah ini :

Table 4.5 Analisis Hasil Penilaian Prasiklus

Jumlah Siswa Siswa yang Mendapat Nilai Siswa Tuntas Ssiswa Belum Tuntas
<65 ≥ 65
24 14 10 12 29
100 % 58 % 42 % 42 % 58 %
KKM Nilai 65,00
KKM Kelas 75 %
Nilai Rata-rata Kelas 54,00

Data Hasil Penilaian Tes Formatif Siklus I

Hasil penilaian tes formatif nilai rata-rata mencapai 68,00 ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 65,00. Sedang siswa yang mengalami ketuntasan belajar ada 16 siswa atau 68 %, dan 8  (32 %) belum tuntas. Berdasar dari hasil penilaian proses dan akhir kegiatan pembelajaran Siklus I terlihat adanya peningkatan dibanding dengan kondisi awal. Nilai rata-rata kondisi awal 54 meningkat menjadi 68,00 di siklus I. Tetapi walaupun nilai rata-rata sudah mencapai KKM tetapi secara klasikal ketuntasan belajar baru mencapai  68 % jadi belum mencapai KKM 75 %. Dengan demikian peneliti belum merasa puas dan kegiatan perlu dilanjutkan pada siklus II. Data tersebut peneliti sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini

Table 4.6 Analisis Hasil Penilaian Siklus I

Jumlah Siswa Siswa yang Mendapat Nilai Siswa Tuntas Ssiswa Belum Tuntas
<65 ≥ 65
24 8 16 16 8
100 % 32 % 68 % 68 % 32 %
KKM Nilai 65,00
KKM Kelas 75 %
Nilai Rata-rata Kelas 68,00

B.3 Data Hasil Penilaian Tes Formatif Siklus II

Hasil penilaian tes formatif nilai rata-rata mencapai 74 ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 65,00. Sedang siswa yang mengalami ketuntasan belajar ada 22siswa atau 94 %, dan 2  (6 %) belum tuntas. Berdasar dari hasil penilaian proses dan akhir kegiatan pembelajaran Siklus II terlihat adanya peningkatan dibanding dengan kondisi awal. Nilai rata-rata kondisi awal 54 meningkat menjadi 68,00 di siklus I dan menjadi  74 nilai rata-rata sudah mencapai KKM dan secara klasikal ketuntasan belajar sudah mencapai  94 % jadi sudah melebihi KKM 75 %. Data tersebut disajikan dalam tabl di bawah ini

Tabel  Analisis Hasil Penilaian Siklus II

Jumlah Siswa Siswa yang Mendapat Nilai Siswa Tuntas Ssiswa Belum Tuntas
<65 ≥ 65
24 2 22 22 2
100 % 6 % 94 % 94 % 6 %
KKM Nilai 65,00
KKM Kelas 75 %
Nilai Rata-rata Kelas 74

Dari ketiga hasil kegiatan pembelajaran di atas, baik data kualitas yaitu penilaian sikap siwa kelas V SD Negeri Sindangheula 01 dalam pembelajaran, juga hasil penilaian kuantitas hasil penilaian tes formatif terbukti bahwa kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan oleh peneliti telah dianggap berhasil karena terjadi adanya peningkatan hasil belajar mulai dari kondisi awal sampai pada siklus II. Dalam kegiatan akhir siklus II peneliti membagikan lembar angket untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap strategi pembelajaran yang telah diterpkan peneliti, dan ternyata sebagian besar siswa merasa senang belajar menulis dengan teknik observasi lingkungan.

Untuk lebih jelasnya data-data tersebut di atas akan peneliti sajikan dalam bentuk diagram di bawah ini :

Diagram Peningkatan Nilai Rata-Rata Kelas

ati-1

Diagram Peningkatan Prosentase Ketuntasan Belajar

 ati-2

Berdasar dari data-data yang peneliti sajikan semoga memperjelas pemahaman pembaca tentang bagaimana hasil penelitian tindakan kelas tentang perbaikan pembelajaran menulis laporan hasil kunjungan dengan pendekatan PAIKEM teknik observasi lingkungan. Dan menjadi inspirasi bagi pembaca terutama bagi para guru untuk dapat melakukan penelitiantindakan kelas sehingga dapat mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam tugas kesehariannya sebagai guru yang dituntut profeionalimenya.

 

SIMPULAN

Setelah peneliti melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran menulis laporan hasil kunjungan, melalui Penelitian Tindakan Kelas yang dlaksanakan dua siklus, yang setiap siklus alokasi waktunya 4 x 30 menit, maka peneliti menarik kesimpulan, antara lain :

  1. Untuk dapat meningkatkan hasil pembelajaran menulis laporan kunjungan, di kelas V SD dapat menerapkan pendekatan PAIKEM dengan teknik observasi lingkungan.
  2. Dalam pembelajaran PAIKEM, kretaifitas guru sangat berperan misalnya dalam menyiapkan segala failitas yang dibutuhkan untuk kegiatan menulis laporan.
  3. Pemanfaatan lingkungan yang menarik untuk dikunjungi sehingga siswa merasa senang untuk menuliskan hasil kunjungannya.
  4. Pemberian arahan, bimbingan serta motivasi/penguatan dapat membantu siswa untuk meninkatkan minat dan hasil belajarnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anton M. Moeliona. dkk. (1988). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Gorys Keraf. (1970). Komposisi (Pengantar Kemahiran Bahasa). Jakarta : Nusa Indah.

Kosadi Hidayat, M.Pd. dkk. (1986). Strategi Belajar mengajar Bahasa Indonesia.  Bandung : Binacipta.

Puji Santosa, dkk. (2008). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wardhani IGAK, dkk. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :Universitas Terbuka.

                                    Nama                           : ATI ROHATI, S.Pd.

                                    NIP                               : 196003101982012003         

                                    Unit Kerja                  : SD Negeri Sindangheula 01

                                    Kecamatan                 : Banjarharja

                                    Kabupaten                 : Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *