PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI ON THE JOB LEARNING DI SD NEGERI TENGKI 02 KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI ON THE JOB LEARNING DI SD NEGERI TENGKI 02 KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016

ABSTRAK

Penelitian ini untuk mendiskripsikan on the job learning (OJL) dapat meningkatkan aktifitas dan kompetensi guru dalam menyusun RPP di SD Negeri Tengki 02 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Subyek penelitian  ini adalah guru SD Negeri Tengki 02 sebanyak 14 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2015 – November Semester I 2015 Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan prosedur penelitian tindakan sekolah model Kurt Lewis dimana ini merupakan model yang tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan. Model ini terdiri dari empat tahap, yaitu planning, acting, observasing, dan reflecting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun RPP melalui kegiatan OJL pada siklus I menghasilkan nilai rata-rata 77,12%, sedangkan untuk keaktifan guru dalam siklus I rata-rata 79,6% dalam kategori baik. Nilai rata-rata kemampuan dan keaktifan guru pada Siklus II dalam menyusun RPP mencapai 89,3% atau dalam kategori amat baik dan keaktifan guru 89,6 kategori amat baik.

Kata kunci:  Kompetensi Guru, RPP, On The Job Learning

PENDAHULUAN

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pem­belajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk ter­laksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Proses pembelajaran yang efektif dan efesien terletak pada bagaimana kesiapan guru dalam merencanakannya. Menurut Permendiknas No. 41 tahun 2007 pasal 1 tugas guru profesional adalah menyusun perangkat pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, penilaian proses pembelajaran dan pengawasan. Namun hal itu tidaklah mudah seperti membalikan kedua tangan. Sejalan dengan  hal tersebut pada SD yang peneliti pimpin kurang berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hampir semua guru belum mahir dalam membuat RPP sendiri, dari 14 guru   75% kurang mahir dalam menyusun RPP dan 25% foto copy tahun lalu.

Dari pengamatan peneliti hal ini tidak lain disebabkan (1) guru kurang mendapat pelatihan kurikulum atau pelatihan membuat RPP, (2) guru kurang mengembangkan pengetahuannya melalui seminar atau workshop, (3) rendahnya kemampuan guru dalam menerima pelatihan yang sudah dilaksanakan di tingkat KKG dan (4) belum adanya pembinaan secara berkelanjutan dari kepala sekolah atau pihak terkait. Keempat sebab tersebut, menunjukkan bahwa wawasan guru terhadap pentingnya persiapan pembelajaran perlu mendapat perhatian.  Padahal persiapan pembelajaran adalah kegiatan perencanaan, yaitu kegiatan awal dari sebuah manajemen kelas. Bagaimana kelas dikelola, sangat ditentukan pada kecermatan dalam perencanaannya.

Dari fakta-fakta diatas peneliti yang sekaligus kepala sekolah  SD Negeri Tengki 02 akan berupaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui kegiatan on the job learning (OJL). Melalui on the job learning  yang terprogram dan terjadwal rapi  atau terencana  tersebut diharapkan semua guru yang berada di lingkunngan peneliti mampu dan dapat membuat rencana pembelajaran yang efektif dan inovatif sendiri.

Rencana tindakan yang ingin peneliti berikan untuk mengatasi masalah guru dalam pembuatan atau merencanakan pembelajaran adalah on the job learning, melalui pelatihan yang disepakati bersama dengan seluruh guru yang ada di sekolah penulis.  Alasan peneliti menggunakan on the job learning adalah pertama pelatihan  sangat efektif untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi guru, kedua dengan on the job learning peserta langsung berbuat dan mendapatkan hasil yang diinginkan bersama, ketiga dengan on the job learning  antara guru dapat saling berbagi ilmu dalam masalah yang dihadapinya dan yang keempat hasil yang didapat sudah melalui kajian bersama. Sedangkan kelompok adalah bersama-sama saling tukar pengalaman dan ilmu yang kita miliki

Dari keempat alasan diatas maka peneliti sangat berkeyakinan seluruh guru yang ada di SD peneliti akan mampu dan dapat membuat RPP sendiri, dan pada akhirnya dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan khususnya bagi guru dan siswa di SD Tengki 02.

Berangkat dari uraian permasalahan tersebut di atas, agar dapat memberikan gambaran secara ringkas, jelas, tegas maka masalah atau fokus dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: Apakah melalui on the job learning semua guru SD Tengki 02 dapat membuat sistematika penyusunan  RPP yang benar? Apakah melalui on the job learning dapat meningkatkan kompetensi  guru dalam menyusun RPP sesuai dengan kaidah yang benar? Apakah dengan kegiatan on the job learning semua guru SD Tengki 02 aktif mengikutinya?

KAJIAN PUSTAKA

Kompetensi Guru

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 16 Tahun 2007 dinyatakan bahwa guru harus memiliki standar kompetensi secara nasional. Diantara standar kompetensi tersebut adalah (1) Kompetensi Pedagogik, (2) Kom-petensi Kepribadian, (3) Kompetensi Sosial, dan (4) Kompetensi Profesional. Kompetensi pedagogik adalah kompetensi guru dalam perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, evaluasi kegiatan pembelajaran. Secara garis besar kompetensi pedagogik terdiri dari : (1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual; (2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik; (3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu; (4) Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik; (5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik; (6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki; (7) Berkomu-nikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik; (8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; (9) Memanfaat-\kan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, dan (10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran (Permendiknas No.16 Th. 2007). Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam menjalankan profesi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan RPP. Silabus merupakan sebagian subsistem pembelajaran yang terdiri dari atau yang satu sama yang lain saling berhubungan dalam rangka mencapai tujuan. Hal penting yang berkaitan dengan pembelajaran adalah penjabaran tujuan yang disusun berdasarkan indikator yang ditetapkan. Philip Combs (dalam Kurniawati, 2009:66) menyatakan bahwa perencanaan program pembelajaran merupakan suatu penetapan yang memuat komponen-komponen pembelajaran secara sistematis. Analisis sistematis merupakan proses perkembangan pendidikan yang akan mencapai tujuan pendidikan agar lebih efektif dan efisien disusun secara logis, rasional, sesuai dengan kebutuhan siswa, sekolah, dan daerah (masyarakat). Perencanaan program pembelajaran adalah hasil pemikiran, berupa keputusan yang akan dilaksanakan . Selanjutnya   Oemar Hakim (dalam Kurniawati 2009:74) menyatakan, ”bahwa  perencanaan program pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan program jangka pendek untuk memperkirakan suatu proyeksi  tentang sesuatu yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran”.

Permendiknas No. 103 tahun 2014 menyatakan, “Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar dalam beberapa pertemuan yang mengacu pada standar isi, standar kelulusan dan telah dijabarkan dalam silabus.”  Guru bersama warga sekolah berupaya menyusun kurikulum dan perencanaan program pembelajaran, meliputi: program tahunan, program semester, silabus, dan rencana peleksanaan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. RPP merupakan acuan guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk setiap KD. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkaitan dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan  pembelajaran adalah suatu upaya menyusun perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa, sekolah, dan daerah.

On The Job Learning

On the job learning suatu proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, dan sikap guru.  On the job learning dapat pula diberi batasan sebagai suatu bentuk pembelakalan yang dapat mempercepat proses pemindahan pengetahuan dan pengalaman kerja/transfer knowledge dari para guru senior ke guru yunior. Pelatihan ini langsung menerjunkan  guru baru bekerja sesuai dengan  job description masing-masing di bawah supervisi atau pengawasan guru senior.

Dari beberapa uraian tentang definisi on the job learning di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan  on the job learning adalah sebagai upaya pembelakalan pengetahuan, keterampilan,bahkan sikap kepada para guru agar mereka dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan job deskripsinya masing-masing. Pelatihan ini dapat diberikan oleh guru senior kepada guru yunior, atau oleh kepala sekolah.

Tujuan on the job learning adalah agar guru memiliki kebulatan tekad/sikap kerja yang positif menuju prestasi. Selain itu para guru diharapkan memiliki gambaran pengetahuan dan jenis pelatihan yang akan dilaksanakan selama menjadi guru. Yang terpenting dari semuanya itu adalah agar guru dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, rekan kerja, dan pekerjaannya. On the job learning dapat diterapkan pada setiap karyawan baru, karyawan yang pindah ke bagian lain (mutasi), guru yang berganti tugas dan tanggung jawab, atau kepada guru yang menunjukkan prestasi kurang baik dalam pekerjaannya.

Dari uraian di atas solusi yang dapat diberikan berkenaan dengan upaya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran pada penelitian ini adalah dengan menerapkan pola on the job learning kepada para guru. Alasan penulis mengambil pola on the job learning sebagai sebuah upaya peningkatan kompetensi guru didasarkan adanya beberapa keunggulan pola on the job learning dibandingkan dengan beberapa jenis training yang lain.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – November 2015 Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Subyek penelitian adalah guru SD Negeri Tengki 02 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes yang berjumlah 14 orang, terdiri atas 12 guru kelas, 1 guru Penjaskes dan 1 guru Pendidikan Agama Islam.

Penelitian ini menggunakan 4 instrumen yaitu: instrumen pengukuran kemampuan guru dalam menyusun sistematika RPP, Instrumen pengukuran keaktifan guru dalam mengikuti on the job learning, instrumen penilaian hasil kerja guru dalam menyusun RPP, instrumen pengamatan terhadap pelaku tindakan dan dilaksanakan dalam 2 siklus melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, mengamati, dan refleksi.

Perencanaan dalam penelitian ini terdiri 1). menyiapkan program  pembinaan atau pelatihan, 2) menetapkan guru sebagai observer, 3) mendesain bimbingan  atau pelatihan, 4) menyiapkan instrument bimbingan atau pelatihan. Pelaksanaan tindakan secara garis besar kegiatannya meliputi: 1) penyampaian tujuan pelatihan, peneliti membagi angket rancangan pelaksanaan pembelajaran yang harus diisi oleh guru-guru SD Negeri Tengki 02 sebagai responden selama 10 menit, 2) melakukan bimbingan sesuai jadwal 3kali, 3) tanya jawab dan penyaji menjelaskan dengan runtut dan memuaskan bagi guru selama 30 menit. Observasi dilakukan untuk mengamati: 1) keaktifan guru dalam mengikuti on the job learning dengan lembar pengamatan; 2) meneliti angket oleh peneliti dan observer; 3) mengamati RPP yang telah dibuat.

Refleksi dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara data yang diperoleh pada kondisi awal dengan data yang diperoleh setelah melakukan kegiatan  on the job learning. Dari perbandingan tersebut dapat dilihat apakah hasil on the job learning terjadi peningkatan aktifitas dan kemampuan guru dalam menyusun RPP atau tidak, jika terjadi suatu peningkatan namun belum memenuhi indikator keberhasilan yang diharapkan maka dilakukan perbaikan lagi pada siklus berikutnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kegiatan on the job learning dalam menyusun sistematika RPP ini sudah dapat memberi respon positif, yang intinya dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun sistematika RPP secara mandiri. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai yang diperoleh guru pada siklus I di peroleh nilai rata-rata sebesar 78,6% kategori baik dan siklus II diperoleh nilai rata-rata 91,3% dengan kategori amat baik hasil tersebut dapat dilihat pada tabel dan grafik dibawah ini.

Tabel 1 Sistematika RPP Siklus I dan Siklus II

No Indikator Rata2 Hasil yang dicapai 8 Guru
Siklus I Ktg Siklus II Ktg.
1 Identitas 87,4 Amat baik 89,2 Amat Baik
2 Tujuan Pembelajaran 77,5 Baik 87,5 Amat Baik
3 Materi Pembelajaran 73,4 Baik 83,3 Amat Baik
4 Metode Pembelajaran 75 Baik 93,7 Amat Baik
5 Kegiatan Pemb. 72,5 Baik 90,3 Amat Baik
6 Alat/sumber Belajar 80,8 Amat baik 96,7 Amat Baik
7 Penilaian 68,5 Baik 90 Amat Baik
8 Bagian Akhir 93,7 Baik 100 Amat Baik
Rata-rata 78,6 Baik 91,3 Amat Baik

Grafik 1  Kemampuan Guru Menyusun Sistematika RPP Siklus I & II

Aktifitas guru dalam mengikuti on the job learning pada siklus I sudah cukup tinggi yaitu 79,6 dengan kategori baik dan pada siklus II didapat rata-rata 89,6 dengan kategori amat baik. Dengan demikian kegiatan on the job learning antara siklus I dan siklus II terjadi peningkatan kembali sehingga dengan aktifnya guru dalam mengikuti on the job learning diharapkan terjadi peningkatan guru dalam menyusun RPP. Hal ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 2.Keaktifan Guru Siklus I dan II

No. Indikator Rata2

Siklus I

Ktg Rata2

Siklus II

Ktg
1 Persiapan 88,3 Amat Baik 93,7 Amat Baik
2 Pembinaan 77,1  Baik 93,3 Amat Baik
3 Tugas 76  Baik 81,2 Amat Baik
4 Penutup 77,1 Baik 91,6 Amat Baik
Rata-rata 79,6 Baik 89,6 Amat Bai

Grafik 2 Aktifitas Guru Siklus I dan II

Kompetensi guru  menyusun RPP siklus I terjadi peningkatan. Kompetensi guru dalam hasil kerja menyusun RPP dari awal sebelum tindakan atau pra siklus masih rendah, setelah diadakan on the job learning siklus I dengan agenda 3 kali pelatihan diperoleh nilai rata-rata 77,12 dengan kategori baik. Pada kegiatan siklus II ini peneliti membagi peserta menjadi 3 kelompok dengan tujuan agar pelaksanaan on the job learning lebih memusat pada permasalahan individu guru dalam menyusun RPP. Hasil rata-rata siklus II dalam menyusun RPP adalah 89,3 dengan kategori amat baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel dan grafik di bawah ini.

Tabel 3. Kompetensi Guru dalam menyusun RPP antara Siklus I dan II

No Aspek Ketrampilan Guru Rata2 Kompetensi 8 Guru
Siklus I Ktg. Siklus II Ktg.
1. Menuliskan Tujuan Pembelajaran 82,5 A. Baik 91,6 Amat Baik
2. Menyusun Bahan Ajar 77,5 Baik 85,0 Amat Baik
3. Merencanakan Kegiatan Pembelajaran 75,6 Baik 86,6 Amat Baik
4. Pemilihan Sumber belajar 80 Baik 93,3 Amat Baik
5. Merancang Alat Evaluasi 70 Baik 90,0 Amat Baik
Rata-rata 77,12 Baik 89,3 Amat Baik

Grafik 3 Kompetensi  Guru menyusun RPP Antara Siklus I dan Siklus II

Hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh pengamat diluar peneliti dan guru menunjukan hasil yang semakin aktif dibanding siklus I artinya kegiatan on the job learning  yang dilakukan oleh peneliti dan guru keaktifaannya sangat aktif antara peneliti dan guru yang diteliti. Rata-rata menghasilkan ceklist “ya” dibanding dengan “tidak”. Tindakan nara sumber atau peneliti dari 3 kegiatan rata-ratanya 90 sedangkan dari 14 guru untuk 3 kali kegiatan rata-ratanya 91.  Hal ini menunjukan selama on the job learning berlangsung keaktifan kedua belah pihak sangat baik.

Dari hasil penelitian tentang  menyusun RPP serta keaktifan dan ketrampilan guru  menunjukkan peningkatan secara signifikan, hal ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Peter Sheal (dalam Depdiknas 2003 : 7) pengalaman belajar paling optimal akan terjadi jika kegiatan pembelajaran sampai pada tingkat melakukan dan mengatakan (dalam hal ini kerja praktek dan presentasi hasil kerja), dimana pada teori tersebut untuk mencapai keberhasilan harus melakukan suatu kegiatan seperti peneliti yang dilakukan pada guru SD Negeri Tengki 02 yaitu dengan cara menyusun RPP.

PENUTUP

Simpulan pada penelitian ini pertama on the job learning meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan sistematika RPP, kedua  sikap dan aktifitas guru di SD Negeri Tengki 02  meningkat, ketiga memberi maanfaat dan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP secara lengkap dan mandiri.

Beberapa saran yang disampaikan pada penelitiaan ini pertama hendaklah guru sering diajak  untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khususnya yang menjadi tupoksinya guru, kedua berilah kesempatan guru untuk mengikuti pelatihan, seminar atau bimbingan agar ketrampilan guru bertambah, ketiga dalam pemberian pelatihan gunakan lingkungan dalam terlebih dahulu baru kemudian pada pihak lain, karena disamping ekonomis juga efektif, keempat hendaklah kepala sekolah tidak henti-hentinya memberi contoh dan pelatihan secara perseorangan maupun kelompok bagi guru-guru dilingkungan tugasnya.

DAFTAR PUSTAKA

PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Permendiknas no. 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi dan Kompetensi Guru

Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses

Prayitno. 2013. “Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil)” Jakarta: Ghalia Indonesia.

Wibowo, Mungin Edi. 2005. “Konseling Kelompok Perkembangan”. Semarang: UNNES Press.

Winkel, W.S.2011. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Gramedia

 

BIODATA PENULIS

Nama               : Masrukhin, S.Pd., M.Pd

NIP                 : 19640118 198810 1 001

Pangkat           : Pembina, IV/a

Jabatan            : Kepala Sekolah

Unit Kerja       : SDN Tengki 02 Kec.Brebes Kab.Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *