Penelitian Tindakan Kelas Supervisi Akademik Teknik Kunjungan Kelas

PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK KUNJUNGAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI KARANGTURI 01 KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

basrun

ABSTRAK

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi tentang: 1) Dapat tidaknya supervisi akademik teknik kunjungan kelas dapat meningkatkan kompetensi Profesional guru SD Negeri Karangturi 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap Tahun Ajaran 2015/2016. 2) Bagaimana supervisi akademik teknik kunjungan kelas dapat meningkatkan kompetensi profesional guru di SD Negeri Karangturi 01. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan sekolah.  Proses  berjalan selama (3) tiga  bulan  dalam 2(dua) siklus yang  meliputi 4 tahapan yaitu: Perencanaan, Tindakan, Observasi, Refleksi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode deskriptif komparatif pembelajaran. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pada prasiklus. Hasil penilaian rata-rata pada pra siklus untuk penyusunan rencana  pembelajaranr 50%, Pelaksanaan pembelajaran 65% dan penilaian pembelajaran 65%. Sedangkan pada siklus I setelah dilakukan supervisi akademik teknik kunjungan kelas penyusunan rencana pembelajaran 67%, Pelaksanaan pembelajaran 70% dan penilaian pembelajaran 70%. Tingkat keberhasilan diperoleh pada siklus kedua, yakni penyusunan rencana pembelajaran 88%, Pelaksanaan pembelajaran 90% dan penilaian pembelajaran 92%. Berdasarkan hasil analisis data dan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri Karangturi 01 tahun pelajaran 2015/2016.

 

Kata kunci : Supervisi Akademik Teknik Kunjungan Kelas,  Kompetensi Profesional Guru.

 

PENDAHULUAN

Letak geografis SD Negeri Karangturi 01 terletak di daerah pedesaan,berada di sebelah Barat Daya Kecamatan Kroya kurang lebih 5 km dari pusat kota Kecamatan,dan berada di sebelah Tenggara Kabupaten Cilacap sekitar 40 km dari pusat kota Kabupaten Cilacap.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran melalui supervisi akademik teknik kunjungan kelas..Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Karangturi 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap tahun 2016.Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran.Rendahnya kompetensi profesional guru disebabkan oleh beberapa faktor: 1). Belum optimalnya guru dalam pelaksanaan pembelajaran; 2).Kegiatan belajar mengajar masih bersifat konvensional; 3). Penggunaan alat peraga masih belum maksimal; 4). Pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat; 5). Guru cenderung menggunakan LKS sebagai sumber materi pembelajaran.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

  1. Apakah supervisi akademik teknik kunjungan kelas dapat meningkatkan kompetensi Profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri Karangturi 01?
  2. Supervisi akademik teknik kunjungan kelas yang bagaimana yang dapat meningkatkan kompetensi profesional guru?

LANDASAN TEORI

Supervisi  Akademik

Menurut Piet A.Sahertian (2008) bahwa supervisi diartikan secara historis sebagai pekerjaan inspeksi, mengawasi dalam pengertian mencari kesalahan dan ditemukan kesalahan tersebut untuk diperbaiki.

Menurut Ngalim Purwanto (2009) bahwa supervise akademik diartikan kegiatan pengawasan yang ditujukan untuk melakukan perbaikan kegiatan belajar mengajar demi terwujudnya pembelajaran yang efektif.

Jerry H. Makawimbang (2013) berpendapat bahwa peran Kepala Sekolah sebagai supervisor bertugas memberi bimbingan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan teknis penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan, serta bagaimana guru dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif.

Menurut Piet A. Sahertian (2008) supervisi bertujuan: (a) memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas, (b) mengembangkan kurikulum yang dilaksanakan di sekolah dan (c) membimbing dan mengembangkan kompetensi para guru dan staf di sekolah.

Menurut Suharsimi Arikunto (2004) supervisi akademik memiliki tiga manfaat yakni: (a) sebagai kegiatan meningkatkan mutu pembelajaran, (b) sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan unsur-unsur yang terkait dengan pembelajaran, dan (c) sebagai kegiatan Kepala Sekolah dalam melaksanakan manajerial sekolah dan fungsi bimbingan.

Supervisi akademik di SD Negeri Karangturi 01 dapat berfungsi untuk merubah pribadi, dari yang  kurang semangat, kompetensinya rendah tidak  seperti yang diharapan, dan hasil kerjanya belum optimal menjadi sangat bisa dibanggakan.

Kompetensi Profesional Guru

Menurut Djaman Satori, dkk(2008) ada 4: kompetensi profesional yaitu : a) mempunyai pengetahuan tentang belajar tingkah laku manusia, b) mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang dibinanya, c) mempunyai sikap yang tepat tentang diri sendiri, sekolah, teman sejawat dan bidang studi yang dibinanya, d) mempunyai ketrampilan dalam teknik mengajar.

Kompetensi profesional dapat ditinjau dari dua segi yaitu dari segi proses, guru dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan sebagian besar peserta didik secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran..Sedangkan dari segi hasil, guru dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberikannya mampu mengubah perilaku sebagian besar peserta didik ke arah penguasaan kompetensi dasar yang lebih baik.

Kompetensi guru dalam proses pembelajaran adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data tentang kualitas pekerjaan guru dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai kepala sekolah. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Kerangka Berpikir

Penelitian ini memfokuskan pada upaya peningkatan kompetensi profesional dalam proses pembelajaran malalui supervisi akademik teknik kunjungan kelas SD Negeri Karangturi 01  Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap Tahun 2016.

basruun

Gambar 1 Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Supervisi akademik teknik kunjungan kelas diduga dapat meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran bagi guru SD Negeri Karangturi 01 tahun 2016.

HASIL PENELITIAN

Penelitian tindakan sekolah di SD Negeri Karangturi 01 peneliti melakukan kegiatan supervisi akademik teknik kunjungan kelas terhadap guru kelas dan guru mata pelajaran dengan maksud ingin memperoleh informasi sejauh mana kompetensi profesional gurudengan dilaksanakannya supervisi kelas.SD Negeri Karangturi 01 terletak di daerah pedesaan,berada di sebelah Barat Daya Kecamatan Kroya kurang lebih 5 km dari pusat kota Kecamatan,dan berada di sebelah Tenggara Kabupaten Cilacap sekitar 40 km dari pusat kota Kabupaten Cilacap. Berdasarkan studi awal sebelum dilaksanakannya supervisi akademik teknik kunjungan kelas, guru belum seluruhnya menggunakan sarana dan prasarana yang ada serta belum menggunakan media pembelajaran yang tepat, metode yang digunakan monoton cenderung membosankan, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran rendah, karena belum melibatkan siswa dalam keaktivan 70% akan tetapi masih 50%.

Subyek pada Penelitian ini adalah guru kelas dan guru mata pelajaran sejumlah 8 orang di SD Negeri Karangturi 01 pada semester 2 tahun pelajaran 2015/2016. Berdasarkan hasil pengamatan sebelum dilakukan penelitian ternyata masih banyak guru yang belum menyusun rencana pembelajaran dan menyusun skenario dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.Penyusunan program penilaianpun belum optimal.

Dari hasil refleksi diri dan diskusi antara kepala sekolah sebagai supervisor dan Edni Padniworo,S.Pd sebagai guru senior,diketahui bahwa faktor penyebab rendahnya kompetensi profesional guru dalam pembelajaran adalah dari kurangnya kepedulian kepala sekolah dalam rutinitas supervisi akademik teknik kunjungan kelassehingga kegiatan pembelajaran kurang maksimal. Peneliti ajukan beberapa pertanyaan untuk merefleksi diri yaitu:

  1. Apakah dalam tugasnya kepala sekolah sudah melakukan supervisi secara terprogram?
  2. Apakah alat pelajaran yang digunakan guru sudah  tepat?
  3. Apakah model yang digunakan guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa?
  4. Apakah guru dalam menyampaikan materi sudah sesuai dengan langkah-langkah yang benar?
  5. Apakah guru dalam mengajar telah melibatkan semua siswa dalam pembelajaran ?

Dari hasil analisa studi awal, maka dapat dirumuskan masalah perlunya supervisi akademik teknik kunjungan kelasbagi guru SD Negeri Karangturi 01 sebagai berikut: Apakah supervisi teknik kunjungan kelas yang dilaksanakan terhadap guru kelas maupun guru mata pelajaran dapat meningkatkan kompetensi profesionalguru sehingga berdampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa?

PEMBAHASAN

Siklus 1

Berdasarkan hasil siklus pertama dengan dilaksanakannya supervisi akademik ternyata proses pembelajaran yang berlangsung mulai dari RPP yang disiapkan guru, media pembelajaran, metode pembelajaran, penggunaan pendekatan yang lebih inovatif dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran belum terlaksana secara optimal. Untuk itu perlu dilakukan tindakan pada siklus berikutnya yakni dengan melaksanakan supervisi akademik secara terencana dan terstruktur.
basruunn

Diagram 2: Diagram batang tingkat keberhasilan Guru pada Siklus I

Siklus Kedua

Berdasarkan rumusan hasil supervisi akademik teknik kunjunga kelas yang telah dilaksanakan pada siklus pertama maka Peneliti mempersiapkan supervisi kelas pada tindakan siklus ke dua. Peneliti menyiapkan dan menetapkan Rencana Supervisi Akademik dan skenario tindakan. Pada kegiatan awal, Peneliti menyiapkan panduan observasi, panduan pengamatan, panduan wawancara dan alat evaluasi hasil supervisi; Peneliti melakukan pembicaraan atas kesiapan guru dalam pembelajaran; Peneliti membahas secara bersama atas pelaksanaan supervisi yang akan berlangsung di kelas. Pada kegiatan inti: Peneliti melaksanakan kegiatan supervisi kelas dengan mengamati guru dalam proses pembelajaran; Peneliti melakukan penilaian dalam proses pembelajaran dan mencatat berbagai permasalahan yang diperlukan sebagai bahan informasi terhadap guru yang disupervisi; Peneliti melakukan kegiatan penilaian terhadap guru atas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Pada kegiatan akhir, peneliti memberikan informasi atas pelaksanaan pembelajaran terhadap keberhasilan dan kekurangan dalam proses belajar mengajar yang baru saja berlangsung untuk perbaikan pada supervisi berikutnya.

Pada tahap observasi, observer melaksanakan observasi terhadap Peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan supervisiakademik dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

basruunnn

Diagram 3: Diagram batang tingkat keberhasilan Guru pada Siklus 2

Hasil siklus kedua dengan dilaksanakannya supervisi akademik teknik kunjungan kelas ternyata perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang disiapkan guru telah terencana dan terprogram secara baik.Hal itu terbukti dengan keberhasilan baru mencapai 88 % untuk perencanaan pembelajaran, 90 % untuk pelaksanaan pembelajaran dan 92% untuk penilaian pembelajaran.Oleh karena itu supervisi akademik teknik kunjungan kelas telah berhasil karena guru telah melaksanakan tugas secara optimal. Berdasarkan hasil observasi, supervisi akademik teknik kunjungan kelas tahap kedua telah memperoleh hasil yang optimal. Hal tersebut ditunjukkan adanya guru telah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai harapan.

 

PEMBAHASAN

Peneliti mengadakan penilaian terhadap RPP yang sudah dibuat oleh guru menggunakan lembar penilaian RPP. Hasil penilaian rata-rata sebesar pada pra siklus untuk penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 50%, Pelaksanaan pembelajaran mencapai 65% dan penilaian pembelajaran mencapai 65%. Sedangkan pada siklus pertama setelah dilakukan supervisi akademik teknik kunjungam kelas penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 67%, Pelaksanaan pembelajaran mencapai 70% dan penilaian pembelajaran mencapai 70%. Tingkat keberhasilan diperoleh pada siklus kedua setelah adanya musyawarah antara Kepala Sekolah dan Guru dalam supervisi akademik dengan memperoleh hasil yang optimal yakni penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 88%, Pelaksanaan pembelajaran mencapai 90% dan penilaian pembelajaran mencapai 92%.  Tingkat pencapaian keberhasilan guru dapat secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1: Prosentase Tingkat Keberhasilan guru  siklus Per-Siklus

NO TAHAPAN PERENCANAAN

(%)

PELAKSANAAN

(%)

PENILAIAN

(%)

1 Studi awal 50 65 65
2 Siklus 1 67 70 70
3 Siklus 2 88 90 92

Dari tabel 9 tersebut diperoleh keteranganbidang rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

  1. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari studi awal dibandingkan siklus I sebesar 17 %.
  2. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari siklus I dibandingkan siklus II sebesar 21 %.

Sedangkan perolehanbidang  pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

  1. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari studi awal dibandingkan siklus I sebesar 5%.
  2. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari siklus I dibandingkan siklus II sebesar 20%.

Sedangkan perolehanbidang  pelaksanaan penilaian sebagai berikut:

  1. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari studi awal dibandingkan siklus I sebesar 5%.
  2. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari siklus I dibandingkan siklus II sebesar 22 %.

Diagram 3: Diagram Batang tingkat pencapaian Kompetensi guru dalam proses pembelajaran:

basruunnnn

Berdasarkan sajian gambar diagram di atas kemampuan guru dalam proses pembelajaran menunjukkan peningkatan sehingga sampai tindakan siklus dihentikan pada siklus ke dua karena penilaian secara kumulatif untuk pelaksanaan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran telah mencapai 88%, pelaksanaan pembelajaran mencapai 90 %,dan pelaksanaan penilaian pembelajaran telah mencapai 92%. Hal tersebut membuktikan bahwa pelaksanaan supervisi akademik telah dapat meningkatkan kompetensi profesional gurudi SD Negeri Karangturi 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap.

 

PENUTUP

Kesimpulan

  1. Pelaksanaan supervisi akademik teknik kunjungan kelasterhadap para guru di SD Negeri Karangturi 01 sejak pelaksanaan siklus pertama sampai dengan siklus ke dua mengalami peningkatan terbukti bahwa hasil penilaian rata-rata pada studi awal untuk penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 50%, pelaksanaan pembelajaran mencapai 65% dan penilaian pembelajaran mencapai 65%. Pada siklus I mengalami peningkatan karena setelah dilakukan supervisi akademik teknik kunjungan kelas penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 67%, pelaksanaan pembelajaran mencapai 70% dan penilaian pembelajaran mencapai 70%. Pada siklus II telah memperoleh hasil yang optimal yakni penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 88%, pelaksanaan pembelajaran mencapai 90%, dan penilaian pembelajaran mencapai 92%.
  2. Melalui supervisi akademik teknik kunjungan kelas Kepala Sekolah  terhadap 8 orang guru SD Negeri Karangturi 01 semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 dapat meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran sehingga pembelajaran berlangsung secara efektif dan efesien.
  3. Melalui penilaian kompetensi profesionalguru 8 orang guru SD Negeri Karangturi 01 yang terprogram dan terencana berdampak terhadap peningkatan proses belajar mengajar yang optimal dan efektif sehingga mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajarsiswa.

Saran-saran

  1. Pelaksanaan supervisi akademik teknik kunjungan kelas terhadap para guru oleh Kepala Sekolah hendaknya dilaksanakan secara terprogram dan kontinyu agar para guru dapat dinilai kompetensi profesionalgurunya secara terencana sehingga berdampak terhadap kompetensi profesionalisme gurunya.
  2. Pelaksanaan supervisi akademik teknik kunjungan kelas terhadap para guru oleh Kepala Sekolah hendaknya dijadikan komunikasi profesi antar guru dan Kepala sekolah sehingga pelaksanaan supervisi mampu meningkatkan kompetensi
  3. Pelaksanaan supervisi akademik teknik kunjungan kelas terhadap para guru oleh Kepala Sekolah hendaknya hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan budaya sekolah sehingga dengan mudah uapaya peningkatan kompetensi guru maupun hasil belajar siswa.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim, 2003. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 TentangSistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Anonim,  2006.  Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.Jakarta:Kementran Pendidikan Nasional

Djaman Satori, dkk. 2008.Profesi Keguruan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Ibrahim Bafadal, 2004.Peningkatan Profesionalisme Guru SekolahDasar . Jakarta: PT Bumi Aksara .

Jerry H.Makawimbang.2013. Supervisi Klinis, Teori dan Pengukurannya. Bandung: Alfabeta

Lantip Diat Prasojo dan Sudiyono. 2011. Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: Gava Media

E.Mulyasa, 2006Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan.  Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J.  2006.  Metodologi Penelitian Kualitatif.  Bandung: Remaja Rosda Karya.

Suharsimi Arikunto. 2004. Dasar-dasar Supervisi. Jakarta: PT Asdi Mahasatya

————————. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Asdi Mahasatya Ngalim Purwanto.2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

BIODATA;

NAMA           :  BASRUN SUWANDI,S.Pd

NIP                 : 19640812 198405 1 001

Pangkat/Gol : Pembina  / IV a

Jabatab          :  Kepala Sekolah

Unit Kerja     : SD negeri Karangturi 01 UPT Disdikpora Kec.Kroya


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *