PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI BILANGAN BULAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN “TALANG BULAT“

 

BIODATA PENULIS:

NAMA                        :  PURWAJI, S.Pd

NIP                             :  19620408 198405 1 003

JABATAN                  :  GURU

GOLONGAN             : IV/ a

UNIT KERJA             : SD NEGERI 3 KEMAWI

UPK                            : SOMAGEDE

E-Mail                         : purwaji.sd@gmail.com

NOMOR HP               :  08122770568

ABSTRAK

Menurut Mujiono (1994:31) dalam proses belajar mengajar ada empat komponen penting yang berpengaruh bagi keberhasilan belajar siswa, yaitu bahan belajar, suasana belajar, media dan sumber belajar, serta guru sebagai subyek pembelajaran. Peneliti mempunyai gagasan untuk membuat suatu media pembelajaran dari tasbih yang dapat mempermudah pembelajaran materi bilangan bulat. Media yang dibuat dapat mensimulasikan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilang bulat.Oleh peneliti media tersebut diberi nama”Talang Bulat”yang berarti Tasbih Bilangan Bulat. Penelitian yang dilakukan mempuyai tujuan untuk membuat media pembelajaran ”Talang Bulat” yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi bilangan bulat. Tujuan selanjutnya yaitu untuk menggunakan media pembelajaran ”Talang Bulat” untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi bilangan bulat. Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi Setelah mengikuti dengan menggunakan media pembelajaran media pembelajaran ”Talang Bulat” motivasi belajar dan hasil belajar siswa naik. Presentase motivasi belajar siswa naik dari 74.71 % pada siklus I menjadi 81% pada siklus II. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa naik dari 73,53 pada siklus I menjadi 78,24 pada siklus II.

Kata kunci: Motivasi, Hasil Belajar, ”Talang Bulat”

PENDAHULUAN

Berdasarkan hasil wawancara dengan kelas V  tahun sebelumnya  pembelajaran bilangan bulat, seluruh siswa menyatakan bahwa materi ini sulit. Peneliti memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan bilangan bulat kepada sembilan  belas siswa ternyata hanya empat  siswa yang dapat menjawab benar.

. Pembelajaran materi bilangan bulat lebih banyak disajikan dengan metode ceramah. Pembelajaran lebih berorientasi pada guru(teacher centered), siswa tidak dilibatkan secara aktif. Kegiatan pembelajaran seperti ini mengakibatkan siswa tidak tertarik dan bosan sehingga mengakibatkan rendahnya nilai ulangan mereka.

Berdasarkan rekap nilai ulangan harian materi bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah semester II tahun pelajaran 2014/2015(satu tahun sebelum penelitian) diperoleh data hasil belajar 26 % tuntas dan 74 % tidak tuntas. Rendahnya nilai yang diperoleh siswa Kelas IV SD Negeri 3 Kemawi tersebut disebabkan kurangnya motivasi  belajar. Perlu ada media pembelajaran  yang dapat membantu mereka dalam mengingat dan memahami materi bilangan bulat dan menyenangkan.

Berdasarkan hal tersebut peneliti berinisiatif untuk membuat suatu media pembelajaran bilangan bulat yang praktis, mudah dan murah.  Dengan penggunaan tasbih diharapakan siswa akan semakin dekat dengan dzikir yang dapat menentramkan hati serta senantiasa terjaga akhlaknya. Oleh peneliti media pembelajaran yang dibuat diberi nama Talang Bulat yang merupakan akronim dari Tasbih Bilangan Bulat.

Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah peneliti uraikan maka rumusan masalah pada penelitian

(1); Bagaimana membuat media pembelajaran Talang Bulatyang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi bilangan bulat.

(2); Apakah media pembelajaran Talang Bulat dapat meningkatkan motivasi belajar materi bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi tahun pelajaran 2015/2016?

(3); Apakah media pembelajaran Talang Bulat dapat meningkatkan hasil belajar materi bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi tahun pelajaran 2015/2016?

Tujuan diadakan penelitian dengan menggunakan media pembelajaran Talang Bulat

(1); Membuat media pembelajaran Talang Bulatyang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi bilangan bulat.

(2); Meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran Talang Bulatdalam pembelajaran materi bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi tahun pelajaran 2015/2016.

(3); Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran Talang Bulat dalam pembelajaran materi bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi tahun pelajaran 2015/2016.

Manfaat yang diperoleh dari penelitian menggunakan media pembelajaran Talang Bulatuntuk kegiatan pembelajaran materi bilangan bulat

(1);  Diperoleh media pembelajaran Talang Bulat yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi bilangan bulat.

(2); Diperoleh informasi peningkatan motivasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran ”Talang Bulat”.

(3); Diperoleh informasi peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran ”Talang Bulat”.

 

LANDASAN TEORI

Motivasi adalah suatu faktor inner (batin) yang berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan suatu perbuatan, motivasi juga dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar pula kesuksesannya (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2003: 83). Belajar yang dilakukan dengan motivasi kuat akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, penuh gairah dan penuh semangat. Akan tetap jika kegiatan belajar dilakukan dengan motivasi lemah akan menyebabkan mengakibatkan sikap malas, parahnya lagi manusia tersebut tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pelajaran (M.Dalyono, 2001: 57).

Setelah menelaah kajian pustaka tentang motivasi belajar siswa yang sudah diuraikan maka untuk mengukur tinggi rendahnya motivasi digunakan kisi-kisii  seperti pada tabel 2.1.

 

 

 

 

 

(Uno 2009 : 23, http://www.carti-online-gratuite.eu/cartigratuite/787644/ validasi-rencana-pembelajaran).

Instrumen yang digunakan berupa angket yang diisi oleh responden(siswa). Pengisian angket dilakukan responden setelah pos tes pada  akhir siklus 1 dan pada akhir siklus 2. .

Menurut Abdurrahman (2003:37), hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Sedangkan ahli pembelajaran yag lain yaitu Sudjana (2005:22) mendefiniskan bahwa hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar.

Penggunaan media pembelajaran secara nyata sangat membantu pencapaian tujuan pembelajaran. Secara umum segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran sekaligus mampu merangsang perhatian, pikiran dan perasaan siswa sehingga terjadi proses pembelajaran disebut juga media pembelajaran (Santoso 2008).

Adapun beberapa fungsi penggunaan media dalam kegiatan belajar-mengajar adalah sebagai berikut :

Levie & Lentz (1982) yang diacu dalam Erianawati (2005) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, yaitu fungsi atensi, fungsi efektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris. Fungsi atensi merupakan inti, yaitu menarik dan memfokuskan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan teks materi pelajaran. Fungsi afektif dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Fungsi kognitif mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Sedangkan fungsi kompensatoris memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca dan mengingatnya kembali.

Peneliti berinisiatif untuk membuat suatu media pembelajaran bilangan bulat yang praktis, mudah, murah dan aman. Media pembelajaran ini akan mempermudah siswa dalam  belajar materi bilangan bulat dan akan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada dalam penggunaan jari dan lidi. Media pembelajaran yang akan dibuat merupakan modifikasi dari tasbih yang biasa digunakan untuk dzikir. Media pembelajaran ini oleh peneliti diberi nama Talang Bulat yang merupakan akronim dari Tasbih Bilangan Bulat.

 

 

 

 

 

Gambar 1. Desain Media PembelajaranTalang Bulat Digunakan Pada Siklus 1

 

Pada awalnya media pembelajaran Talang Bulat berupa tasbih yang melingkar seperti kalung hanya ditambah lukisan angka-angka pada setiap butirnya. Namun setelah dilakukan penelititian tidakan kelas pada siklus 1 peneliti melihat siswa sedikit kesulitan menggunakannya sehingga peneliti melakukan modifikasi media pembelajaran Talang Bulatyang digunakan pada siklus 2.

 

 

 

 

Gambar 2. Media Pembelajaran Talang Bulat Digunakan Pada Siklus 2

 

Pembuatan media pembelajaran ini juga bisa dilakukan secara gratis dengan memanfaatkan biji-bijian kecil seperti biji Jewawut, biji Karet, biji Randu dan biji Jenitri. Ranting-ranting pohon juga dapat dimanfaatkan dengan cara memotongnya kecil-kecil kemudian dibulatkan dan dirangkai dengan benang. Kegiatan ini memang akan memakan banyak waktu, namun bagi siswa akan bermanfaat untuk meningkatkan ketrampilan dan kreatifitasnya. Dalam perancangan, pembuatan dan penyempurnaan media pembelajaran

Tasbih Bilangan BulatTalang Bulat sesuai dengan diagram alur pada gambar 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada tiga macam tipe dasar penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat yaitu penjumlahan bilangan positif dengan bilangan positif, penjumlahan bilangan positif dengan bilangan negatif dan penjumlahan bilangan negatif dengan bilangan positif.

Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Talang Bulat sangat berbeda sekali, disini siswa bermain-main dengan tasbih yang telah dimodifikasi. Siswa hanya menggeser ke kanan dan ke kiri tangan mereka dan hasil akhirnyapun langsung dapat terlihat.

Penjumlahan bilangan positif dengan bilangan negatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

METODE PENELITIAN

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas(PTK) dilakukan empat kali pertemuan yang terdiri atas dua kali pertemuan pada masing-masing siklusnya. Dua kali pertemuan pada masing-masing siklus terdiri atas 3 jam pelajaran(105 menit) pada pertemuan pertama dan 2 jam pelajaran(70 menit) pada pertemuan kedua. Tiga jam pelajaran pada pertemuan pertama digunakan sebagai tindakan sedangkan dua jam pelajaran pada pertemuan kedua digunakan sebagai pos test dan pengisian angket motivasi belajar. Petemuan pertama pada siklus I selama tiga jam pelajaran dilaksanakan pada tanggal  12 Januari 2016 untuk pembelajaran dengan media pembelajaran Talang Bulatdan pada tanggal  14 Januari 2016 selama dua jam pelajaran untuk postes materi mengurutkan dan menjumlahkan bilangan bulat dan pengisian angket motivasi belajar siswa pada siklus I.

Siklus II dilaksanakan selama tiga jam pelajaran pada tanggal 19 Januari 2016 yang merupakan perbaikan dari pelaksanaan tindakan pada siklus I dengan materi mengurangkan bilangan bulat dan operasi hitung campuran. Adapun pos tes materi mengurangkan bilangan bulat dan operasi hitung campuran siklus II dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2016 selama dua jam pelajaran.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi tahun pelajaran 2015/2016,  17 siswa yang terdiri atas 5 siswa  laki-laki dan  12 siswa perempuan. Sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran materi bilangan bulat dengan menggunakan media pembelajaran ”Talang Bulat”.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melaui dua cara yaitu dengan melalui tes dan dengan melalui angket.  Penelitian ini dilakukan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas 2 siklus. Langkah-langkah dalam tiap siklus terdiri atas: Langkah-langkah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

HASIL PENELITIAN

Analisis angket motivasi belajar, jumlah skor seluruh siswa adalah 1270 dari 17 orang siswa yang mengisi angket motivasi belajar,  hasil perhitungan/ persentase motivasi belajar siswa adalah 74,71% sehingga  motivasi belajar Tinggi(T) terhadap pembelajaran materi bilangan bulat pokok bahasan mengurutkan dan menjumlahkan bilangan bulat. Skor motivasi belajar siswa masuk dalam kategori Tinggi(T) karena berada dalam interval 50,6% ≤ x ≤ 75,5%. Adapun hasil  analisis post tes siklus I pada Tebel 3.1.

 

 

 

 

 

Analisis angket motivasi belajar siswa pada siklus II jumlah skor seluruh siswa adalah 1377 dari 17 orang siswa yang mengisi angket.  Hasli perhitungan/ persentase motivasi belajar siswa adalah 81% sehingga siswa  memiliki motivasi Sangat Tinggi (ST) terhadap pembelajaran materi bilangan bulat pokok bahasan mengurangkan bilangan bulat dan operasi hitung campuran. Skor motivasi belajar siswa masuk dalam kategori Sangat Tinggi(ST) karena berada dalam interval 75,5% ≤ x ≤ 100%.

 

 

 

 

 

 

Data nilai hasil belajar siswa pada siklus 1 (Tabel 2) dan pada siklus 2 (Tabel 3) disajikan dalam bentuk Grafik seperti pada Gambar 6.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Data yang diperoleh pada setiap siklusnya kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kulitatif. Data yang berupa motivasi belajar siswa dan hasil belajar. Pada siklus I siswa masih bingung membentuk kelopok dan masih malu-malu untuk mengacungkan tangan. Beberapa siswa masih terlihat grogi dan ragu-ragu dalam menggunakan media pembelajaran Tasbih Bilangan Bulat”Talang Bulat”. Memasuki Siklus II siswa mulai terbiasa dengan pembelajaran menggunakan media pembelajaran Tasbih Bilangan BulatTalang Bulat yang sudah disempurnakan. Media pembelajaran mereka dibentangkan di atas meja sementara itu hanya jari-jari mereka saya yang bergerak kesana-kemari sesuai operasi hitung yang sedang dikerjakan.  Penelitipun berasumsi bahwa nantinya jika merekan benar-benar sudah mahir mereka tidak perlu membawa tasbih bilangan bulat”Talang Bulat”, mereka hanya membayangkan media pembelajaran  saja terus hasilnya ditemukan dengan cepat.

Dari hasil penyebaran angket, diperoleh data tentang motivasi belajar siswa. Berikut ini disajikan    data motivasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa rata-rata persentase motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 74,71%. Dengan demikian motivasi belajar siswa dalam pembelajaran siklus I termasuk kategori Tinggi. Pada siklus I siswa yang telah memperoleh skor motivasi belajar sangat tinggi mencapai 11 siswa, sedangkan 6 siswa lainnya masih memperoleh skor motivasi belajar tinggi. Untuk siswa dengan skor motivasi belajar rendah dan sangat rendah tidak ada.  Keberadaan media pembelajaran Tasbih Bilangan BulatTalang Bulattentu merupakan hal yang menarik bagi siswa sehingga membuat motivasi belajar siswa tinggi.

Pada siklus II, persentase respon siswa yaitu 81% (Sangat Tinggi). Pada siklus II masih terdapat 5 siswa yang memperoleh skor motivasi belajar tinggi, namun tidak ada siswayang memperoleh skor motivasi belajar rendah dan sangat rendah. Dengan demikian pada siklus II, skor aktivitas belajar siswa telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan. Hal ini disebabkan karena siswa merasakan suasana belajar sambil bermain sehingga proses pembelajaran yang berlangsung terasa menyenangkan dan tidak membosankan serta menjenuhkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Levie & Lentz (1982) dalam Erianawati (2005) bahwa fungsi media ada empat macam, diantaranya fungsi afektif yang dapat menggugah emosi dan sikap siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih menyenangkan.

Setelah pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II diadakan evaluasi dengan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Secara lebih rinci hasil tes prestasi belajar siswa disajikan pada tabel 5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data pada Tabel 5, terlihat bahwa jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 13 orang (76,47%) dan nilai rata-rata siswa 73,53. Siswa dinyatakan tuntas apabila nilai ulangan pos tesnya sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM=70)

Dengan demikian hasil pada siklus I belum mencapai kriteria untuk kelas dianggap tuntas. Oleh karena pada siklus II, dilakukan beberapa perbaikan, yaitu: Setiap anggota kelompok harus meningkatkan keaktifannya dan dilakukan modifikasi pada media pemebelajaran Tasbih Bilangan Bulat. Talang Bulat dengan cara menambahkan kait sehingga dapat dibentangkan di atas meja.

Pada siklus II, jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar apabila dibandingkan dengan siklus I mengalami peningkatan yang signifikan, dimana pada siklus II siswa yang mengalami ketuntasan belajar berjumlah 15 orang (88,24%) dan nilai rata-rata siswa 78,24.  Hasil ini telah memenuhi standar minimal untuk kelas dianggap tuntas secara klasikal.

Hal ini sesuai dengan pandapat Gordon Dryden (2003:17) bahwa belajar akan efektif jika dilaksanakan dalam suasana menyenangkan, sehingga pengetahuan yang komplekpun akan dapat diserap dengan mudah.

Diseminasi hasil Penelitian Tindakan Kelas(PTK) Inovasi Media Pembelajaran(Inobel) dengan judul Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Materi Bilangan Bulat dengan Menggunakan Media Pembelajaran “Talang Bulat” (Tasbih Bilangan Bulat) dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2016. Diseminasi hasil PTK dalam kegiatan KKG(Kelompok Kerja Guru) Gugus Puntadewa dilaksanakan di SD Negeri 1 Klinting yang beralamat di Jl. Raya Sokawera-Sumpiuh KM 9, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan atas permasalahan yang menjadi latar belakang penelitian ini maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1) Media pembelajaran Tasbih Bilangan Bulat atau Talang Bulat dibuat dengan menuliskan bilangan pada tiap-tiap butiran tasbih dan menambahkan kait beserta lubangnya; 2) Penggunaan media pembelajaran Talang Bulat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi, terbukti melalui persentase skor motivasi siswa meningkat dari 74.71 % yang masuk kategori Tinggi (T) menjadi 81% yang masuk dalam kategori Sangat Tinggi( ST); 3) Penggunaan media pembelajaran Talang Bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 3 Kemawi, terbukti melalui nilai rata-rata hasil belajar siswa naik dari 73,53 dengan ketuntasan klasikal 76,47% menjadi nilai rata-rata hasil belajarnya 78,24 dengan ketuntasan klasikal 88,24%.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Arsyad. (1997). Media Pengajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Dryden, Gordon dan Jeanette Vos. (2003). The Learning Revolution. Bandung: Kaifa

Erianawati. 2005. Penggunaan Media Visual(Gambar) dalam Pembelajaran Anak  Hiperaktif di Lembaga Terapi Anak Al Tisma Kudus. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Mujiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud.

Santoso. 2008. E-Learning Belajar Dimana Saja dan Kapan Saja. Bandung: TEDC

Uno, 2009. Variabel Mengukur Motivasi Belajar Siswa.  http://www.carti-online-gratuite.eu/cartigratuite/787644/validasi-rencana-pembelajaran).

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *