PENINGKATAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI BEBAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE WRITE AROUND BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI 1 BANJARANYAR SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Biodata Penulis

Nama : Murhayati , S.Pd
NIP : 19650221 198803 2 002
Pangkat : Pembina / IV a
Jabatan : Guru Madya
Unit Kerja : SD Negeri 1 Banjaranyar, UPK Sokaraja
Kab. Banyumas
HP : 081327783788

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Banjaranyar  tahun pelajaran 2014/2015 semester 2 bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis puisi melalui model pembelajaran cooperative write around. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar tahun pelajaran 2014/ 2015 yang berjumlah 32 siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa Peningkatkan motivasi  keterampilan  pada kondisi awal 84,38%  mempunyai motivasi yang rendah  terhadap keterampilan menulis puisi. Pada siklus 1 motivasi keterampilan menulis puisi  50% motivasi cukup tinggi,37,5% motivasi tinggi, 12,5% motivasi sangat tinggi terhadap keterampilan menulis puisi bebas. Motivasi  pada siklus 2 dari 32 siswa mempunyai motivasi  yang cukup tinggi 1 siswa,  19 siswa  motivasi tinggi, 12 siswa  motivasi sangat tinggi.Hasil  keterampilan menulis puisi  pada kondisi awal rata rata 62,45.  Siklus 1, rata rata nilai meningkat menjadi 65,31 dan siswa yang tuntas sebanyak 18  siswa dari 32 siswa atau 56,25%  tuntas belajar. Hasil keterampilan menulis  siklus 2. Rata – rata nilai 72,34 dari 32 siswa  1 siswa atau 3,13 % tidak tuntas, 31 siswa atau 96,87% tuntas belajar.  

Kata Kunci:  motivasi, model write around, menulis puisi

PENDAHULUAN

Pembelajaran menulis merupakan salah satu pembelajaran yang dirasakan berat oleh siswa. Terutama ketika siswa memulai membuat suatu tulisan. Meskipun menulis sering dihadapi oleh siswa namum ketika hendak memulai menulis masih banyak mengalami kesulitan. Keterampilan menulis puisi kelas lima pada ulangan harian pertama menulis puisi berdasarkan keindahan alam dan menulis puisi berdasarkan pada peristiwa yang dialami masih sangat rendah. Sebagai satu kegiatan menulis, sebenarnya menulis puisi tidak sukar, menulis puisi sebenarnya tidak sesulit menulis karya sastra yang lain. Dalam menulis puisi, penulis tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Meskipun demikian, dalam menulis puisi, kita harus memperhatikan pilihan kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan serta memperhatikan persajakan atau persamaan bunyi. Walaupun menulis puisi dirasa mudah, tetapi bagi siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar terasa sulit dan kurang menarik.

Berdasarkan pengalaman mengajar di kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi. Hal ini disebabkan oleh karena guru belum menggunakan metode yang tepat untuk pembelajaran menulis puisi. Selama ini guru masih menggunakan metode yang menoton  sehingga siswa kurang terampil  dalam memulai menulis puisi.

Untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis puisi  maka peneliti menerapkan model pembelajaran cooperative write around. Pembelajaran cooperative model write around diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa dalam menulis puisi dan mengubah perilaku siswa  ke arah positif, yaitu dengan memperhatikan arahan dan penjelasan guru karena siswa selalu mendapatkan bimbingan dari guru.

Berdasarkan latar belakang , identifikasi dan pembatasan masalah tersebut diatas , rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

1.Apakah melalui model pembelajaran cooperative write around dapat meningkatkan motivasi keterampilan menulis puisi bebas bagi siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar semester 2 tahun pelajaran 2014/2015?

2.Apakah melalui model pembelajaran cooperative write around  dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi bebas  bagi siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar semester 2 tahun pelajaran 2014/2015?

3.Apakah melalui model pembelajaran cooperative write around  dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis puisi bebas bagi siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar  semester 2 tahun pelajaran 2014/2015?

KAJIAN PUSTAKA

1.Pengertian Motivasi

Pengertian motivasi menunjuk kepada seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang  mendorong, dorongan yang timbul dari dalam individu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut, dan tujuan akhir dari gerakan atau perbuatan (Fauzi,2008:60). Sejalan dengan pengertian tersebut dinyatakan bahwa motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakan seseorang bertingkah laku (Hamzah B.Uno, 2007:1) .

Pendapat lain menurut Hamdani (2011:290) mengemukakan, motivasi belajar merupakan hasrat seseorang secara individu untuk belajar. Seseorang akan lebih berhasil secara maksimal  apabila ia mampu memotivasi dirinya sendiri.

Menurut pendapat Sartain dalam Purwanto (2002:61) motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (intensif). Tujuan (goal) adalah yang menentukan atau membatasi tingkah laku organisme itu. Jika yang ditekankan adalah fakta atau obyeknya, yang menarik organisme itu, maka kita pergunakan  istilah perangsang (intensif). Lebih lanjut Purwanto (2002:72) mendefinisikan motivasi ke dalam tiga kelompok, yaitu menggerakkan, mengarahkan dan menopang ke dalam tiga kelompok, yaitu menggerakan, mengarahkan dan menopang tingkah laku manusia. Dari ketiga definisi tersebut dapat diuraian sebagai berikut: Menggerakkan, berarti menimbulkan kekuatan pada individu, memimpin seseorang untuk bertindak cara tertentu. Misalkan kekuatan dalam hal ingatan, respon-respon efektif dan kecenderungan mendapat kesenangan. Motivasi juga mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku. Dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan tingkah laku individu diarahkan terhadap sesuatu, untuk menjaga dan menopang tingkah laku, lingkungan sekitar harus menguatkan (reinforce) intensitas dan arah dorongan –dorongan dan kekuatan-kekuatan individu. Suryabrata (2002:70) mengatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas – aktivitas tetentu guna mencapai sesuatu tujuan.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan  bahwa motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku manusia agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Apabila dikaitkan  dengan belajar, motivasi ini diarahkan  untuk mencapai hasil  atau tujuan belajar  dengan cara siswa bertindak secara nyata dalam proses pembelajaran.

2.Motivasi Penulis

Motivasi dalam menulis puisi adalah untuk menggerakkan atau menggugah  siswa agar timbul keinginan dan kemauannya untuk menulis puisi. Pada mulanya siswa tidak ada hasrat untuk menulis puisi, tetapi karena ada motivasi  sehingga peserta  didik mengenal cara menulis puisi maka muncul keinginan untuk belajar menulis puisi dalam rangka untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang menulis puisi. Sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya mendorong siswa untuk menulis puisi dalam rangka mencari tahu. Peserta  didikpun mengambil sikap seiring dengan keinginan  untuk menulis puisi. Dorongan motivasi yang melahirkan sikap terhadap siswa merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam  bentuk gerakan psikofisik. Siswa sudah melakukan aktivitas belajar menulis puisi  dengan segenap jiwa dan raga.

3.Keterampilan Menulis Puisi

Pradopo (2002:7) juga mengemukakan bahwa puisi adalah mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Semua itu merupakan sesuatu yang penting, yang direkam dan diekspresikan, dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan. Puisi itu merupakan rekaman interprestasi pengalaman manusia yang penting kemudian diubah menjadi yang paling berkesan. Pendapat lain dikemukakan oleh Wiryosoedarmo (dalam Pradopo, 2002:309), yaitu puisi merupakan karangan yang terikat oleh banyak baris dalam tiap bait, banyak kata dalam tiap baris, banyak suku kata dalam tiap baris, rima dan irama.

Menurut Sayuti (1995:12), puisi merupakan hasil kreativitas manusia yang diwujudkan lewat susunan kata yang mempunyai makna, Namum demikian tidak semua susunan kata tersebut disebut puisi, saat kita mengucapkan atau menulis  sebuah kalimat, kita pun berusaha menyusun kata yang bermakna, akan tetapi kalimat tersebut bukanlah puisi. Memang mungkin saja orang menilai  bahwa kalimat yang kita hasilkan  tersebut sebagai kalimat yang puitis, namum kalimat puitis tidak identik dengan puisi.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis puisi adalah kegiatan yang dilakukan dan ditandai oleh kemampuannya untuk menghasilkan puisi dengan kualitas yang tinggi (cepat atau cermat) dengan tingkat keajegan yang relatif tepat, pembelajaran yang efektif bila dilakukan  secara berulang – ulang maka keterampilan baru akan diperoleh.

4.Hakikat Motivasi dan Keterampilan Menulis Puisi

Hakekat motivasi dapat dikatakan sebagai dorongan dari dalam diri seseorang untuk belajar. Hal ini ditunjukkan  dengan aktif atau senang dalam belajar, mau bertanya sewaktu guru memberi kesempatan bertanya, atau berusaha menjawab  ketika diberi pertanyaan guru, dan memperhatikan saat guru memberi penjelasan. Belajar sebagai usaha atau bentuk perubahan tingkah laku akan lebih baik hasilnya, apabila seseorang dapat memotivasi dirinya untuk lebih baik.

Keterampilan menulis puisi adalah suatu metode terstruktur dan bertahap yang disertai dengan kesanggupan, kecakapan, kekuatan, untuk mengembangkan potensi yang dilakukan secara kontinu. Keterampilan sesorang berbeda-beda, hal ini sangat berpengaruh pada proses dan hasil pembelajaran. Keberhasilan menulis puisi banyak dipengaruhi oleh variabel yang datang dari pribadi siswa, usaha guru dalam menydiakan dan menciptakan kondisi menulis puisi, dan variabel lingkungan sarana yang memadai untuk tumbuhnya kemampuan menulis puisi.

5.Model Cooperative Write Around

Write around merupakan satu dari banyak model pembelajaran cooperative. Seperti kita ketahui model-model pembelajaran cooperative bertitik tumpu pada kerja sama siswa untuk pencapaian mutu pembelajaran lebih baik. Adanya siswa aktif menjadi tuntutan utama dalam pembelajaran cooperative. Nurhadi (2004:71) “Model pembelajaran cooperative dapat memotivasi seluruh siswa, memanfaatkan seluruh energi sosial siswa, saling mengambil tanggung jawab.” Berdasarkan pendapat tersebut di atas, pembelajaran cooperaitive dapat menimbulkan rasa gotong royong yang tinggi, tidak membeda-bedakan antar ras dan intelgensi, melatih siswa berpikir aktif dan kreatif.

Model ini cocok untuk menulis kreatif atau untuk menulis simpulan. Peneliti akan cobakan untuk membantu siswa yang kesulitan dalam pembelajaran kompetensi dasar menulis puisi bebas. Inti pelkasanaan write around terletak pada proses berputarnya kertas dalam menampung tulisan hasil pengembangan gagasan pokok dan ide dari tiap-tiap anggota kelompok hingga membentuk sebuah puisi.

Langkah-langkah pembelajaran write around:

1.Guru membagi siswa dalam kelompok beranggotakan 5-7 siswa

2.Guru memberikan gagasan/ide pokok

3.Guru memberikan sebuah larik pembuka

4.Mintalah semua siswa  dalam kelompok untuk membuat satu larik puisi yang sesuai dengan gagasan pokoknya

5.Setelah beberapa kali putaran, maka akan diperoleh hasil tulisan berupa puisi

6.Selanjutnya beri waktu bagi mereka untuk mengedit bagian-bagian terakhir

7.Kemudian membagi hasil tulisan tersebut pada setiap anggotanya

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan selama satu semester 6 bulan yaitu mulai bulan Januari 2015 sampai bulan Juni 2015. Pada awal semeter 2 tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.   Subyek peneliti yang peneliti lakukan adalah kelas lima semester 2 SD Negeri 1 Banjaranyar  tahun pelajaran 2014/2015, jumlah peserta  32 anak, laki-laki 10, perempuan 22.

Sumber data dalam penelitian ini   yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari subyek penelitian. Sumber data ini berbentuk angka yang diperoleh dari tes yang dilakukan pada akhir siklus karena 2 siklus akan mendapatkan hasil dua data  yaitu dari siklus1 dan siklus 2. Sedangkan data sekunder diperoleh dari selain yang diteliti yaitu teman sejawat sebagai kolaborator. Sumber data ini berbetuk kualitatif. Yang diamati kolaborator adalah proses pembelajaran dengan materi pada penelitian ini.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA

Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia aspek menulis di SD Negeri 1 Banjaranyar  khususnya kelas lima sampai saat ini belum menampakkan suasana yang hidup. Bebarapa siswa ada yang menunjukkan ulah  yang justru membuat suasana pembelajaran menjadi terganggu sperti bergurau bercanda dengan teman.

Pada kondis awal  pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar motivasi siswa kurang hanya 5 siswa yang mempunyai motivasi cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

 

 

 

 

 

Akibat motivasi siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi rendah  menyebabkan nilai ulangan harian bahasa Indonesia rendah  hal ini dapat dilihat dari tabel  di bawah ini.

 

 

 

 

Berdasarkan   tabel di atas menunjuukan bahwa keterampilan menulis puisi pada kondisi awal  32 siswa kelas lima hanya 11 siswa atau 34,38% yang mampu menyelesaikan puisinya dengan baik.

Hasil Penelitian Siklus 1

Proses Pembelajaran dengan Model Write Around

Pada tahap perencanaan peneliti telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), instrumen penelian dan lembar pengamatan. Setelah itu peneliti mempersiapkan tema puisi yang akan diberikan kepada setiap kelompok. Proses pembelajaran siklus 1 dapat dilihat pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

Peningkatan Motivasi siswa

Pada siklus 1 ,motivasi siswa yang sangat tinggi hanya 4 siswa  tinggi. Hasil peningkatan motivasi tertuang dalam tabel berikut ini.

 

 

 

 

 

Pada perbandingan hasil skala motivasi awal dan motivasi siklus 1 bisa diketahui bahwa pada siklus 1 ada 4 siswa atau 12,5% yang mempunyai motivasi sangat tinggi terhadap keterampilan menulis puisi, sedang pada kondisi awal  5 siswa atau 15,62% motivasi cukup tinggi  terhadap keterampilan menulis puisi. Maka terjadi peningkatan motivasi terhadap keterampilan menulis puisi sebanyak 17 siswa   atau 53,13% motivasi cukup tinggi.

Pada awal penelitian terhadap 27 siswa  atau 84,38% yang memiliki motivasi rendah dan sangat rendah tetapi pada akhir siklus 1 sudah tidak ada kategori rendah. Berarti siswa tersebut sudah pindah pada kategori cukup tinggi. Untuk memperjelas perbandingan antara kondisi awal dengan siklus 1 dapat dilihat pada diagram  di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi

Evaluasi siklus 1 dilaksanakan setelah pertemuan siklus 2  hari yaitu pada hari Jumat tanggal 27 Februari 2015 dengan alokasi waktu 20 menit. Soal evaluasi peningkatan keterampilan menulis puisi ini dengan pilihan kata yang tepat  dari 32 siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar  pada tahun pelajaran 2014/2015, 2 siswa atau 6,25% memperoleh nilai sangat baik, 14 siswa atau 43,75 % memperoleh nilai baik, 10 siswa atau 31,25% memperoleh nilai cukup baik, 6 siswa atau  18,75% memperoleh nilai kurang baik. Rata rata nilai dapat dilihat pada tabel di bawah ini

 

 

 

Dari tabel di atas ada peningkatan rata-rata nilai dari 62,45 ke 65,31 sehingga peningkatan sebesar 2,86 atau ada peningkatan sebesar 4,38 % peningkatan tersebut merupakan peningkatan yang besar.

Peneliti juga merekap hasil keterampilan menulis puisi pada kondisi awal dan evaluasi siklus 1. Rekap hasil rata-rata  keterampilan menulis puisi dapat dilihat pada tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Ketercapaian tujuan pada siklus 1, secara umum terjadi peningkatan motivasi siswa dan hasil keterampilan menulis puisi siswa dibandingkan dengan motivasi dan keterampilan menuli

s puisi   pada kondisi awal. Sisi positif siklus 1 siswa sudah mulai aktif dalam diskusi dan berlatih menulis puisi. Sisi negatifnya adalah  dalam berdiskusi ada kelompok yang masih didominasi  oleh siswa yang pandai secara akademik.

Kesimpulan siklus 1, bahwa jumlah siswa yang berkategori motivasi terhadap keterampilan menulis puisi sebanyak 17 siswa dari 32 siswa mempunyai motivasi cukup tinggi. Nilai rata-rata  hasil belajara keterampilan menulis puisi 65,31 masih dibawah indikator kinerja yaitu 70  dan jumlah siswa yang tuntas belajar 17 siswa dari 27 siswa yang ditargetkan maka perlu diteruskan ke siklus 2  agar motivasi dan keterampulan menhulis puisi meningkat.

Hasil Penelitian Siklus 2

Proses Pembelajaran dengan Model Write Around

Berdasarkan Refleksi siklus 1 maka pada siklus 2  pada tahap perencanaan peneliti  menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  (RPP) dan instrumen penilaian. Setelah itu penulis mepersiapkan tema  puisi dan mempersiapkan larik pertama setiap tema dengan memperhatikan unsur-unsur persajakan  yang diberikan kepada setiap kelompok

Pelaksanaan siklus 2 ini dilaksanakan  pada hari Rabu, 18 Maret 2015 untuk pertemuan pertama, pertemuan kedua hari Jumat  tanggal 20 Maret 2015. Pembelajaran dari awal  sampai akhir  dilakukan sesuai dengan prosedur yang dijelaskan pada Bab  III. Pada kahir pertemuan kedua dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan siklus 2.

Peningkatan Motivasi Siswa

            Pada siklus ke 2 motivasi sangag tinggi adalah 12 siswa atau 37,5 %, motivasi tinggi adalah dicapai oleh 19 siswa atau 59, 37% dan 1 siswa motivasi cukup tinggi atau 3,13%.  Peneliti merekap motivasi kondisi awal  dan siklus 2 seperti tampak dalam tabel dibawah ini :

 

 

 

 

 

Pada perbandingan hasil skala motivasi awal dan motivasi siklus 2 bisa diketahui bahwa pada siklus 2 ada 12 siswa  atau 37,5% yang mempunyai motivasi sangat tinggi terhadap keterampilan menulis puisi, sedang pada kondisi awal  5 siswa tau 15,62% motivasi cukup tinggi terhadap keterampilan  menulis puisi. Maka terjadi peningkatan motivasi  terhadap keterampilan menulis puisi sebanyak 7 siswa  atau 21,88% motivasi sangat tinggi. Pada awal penelitian  terdapat 27 siswa atau 84,38% yang memiliki motivasi rendah  tetapi pada akhir  siklus 2  hanya  ada 1 siswa   atau  3,2% berada pada kategori cukup tnggi.

Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi

Evaluasi siklus 2 dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Maret 2015 dengan alokasi waktu 20 menit dengan materi menulis puisi dengan memperhatikan unsur persajakan  rata rata evaluasi pada siklus 2 adalah  72,65

Selain merekap motivasi siswa peneliti juga  merekap rata-rata  hasil keterampilan siswa menulis puisi  yang diperoleh melalui kondisi awal  dan siklus 2  adalah seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

 

 

 

 

Dari data di atas ada peningkatan rata-rata dari 62,45 ke 72,65 sehingga peningkatan sebesar 10,2 atau 16,33% peningkatan tersebut merupakan peningkatan yang besar.

Ketercapaian tujuan siklus 2  secara umum terjadi peningkatan  motivasi siswa dan keterampilan menulis puisi pada siklus dibandingkan dengan kondisi awal, siklus 1.sisi positif siklus 2 materi menulis pusi dengan memperhatikan persajakan  sisi positif siklus 2 adalah siswa memusatkan disi saat diskusi, siswa saling berpartisipasi dalam diskusi, siswa mempunyai tanggtungjawab kelompok, motivasi sangat tinggi, hasil keterampilan menulis pusi tinggi

KESIMPULAN                                                                                           

Simpulan berdasarkan hasil penelitian  Peningkatkan motivasi dan keterampilan menulis puisi bebas menggunakan model pembelajaran cooperative write around bagi siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar  semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 adalah sebagai berikut:

1.Model pembelajaran cooperative write around  dapat meningkat motivasi  keterampilan menulis puisi bebas siswa  kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar  semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.

2.Model pembelajaran cooperative write around  dapat meningkatan  keterampilan menulis  puisi bebas siswa  kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar  semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.

3.Model pembelajaran cooperative write around  dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis puisi bebas bagi siswa kelas lima SD Negeri 1 Banjaranyar  semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.

Saran

Para peneliti kiranya dapat melakukan penelitian lanjutan mengenai keterampilan menulis puisi bebas dengan strategi, model, metode, teknik dan media pembelajaran yang lain dalam rangka meneningkatkan keterampilan menulis puisi bebas. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru untuk memecahkan masalah-masalah  yang timbul  dalam pembelajaran menulis puisi, khususnya menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA

 

Fauzi,Ahmad.2008. Psikologi Umum. Cetakan ke IV. Bandung: Pustaka Setia.

Hamzah B. Uno. 2007. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Reneka Cipta.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar.  Bandung: Pustaka Setia.

Nurhadi. 2004. Pembelajaran Kontekstual. Malang: Universitas Negeri Malang.

Pradopo, Rahmat Djoko. 2005. Beberapa Teori Sastra, Metode, Kritik, dan penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Purwanto, Ngalim. 2002. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suryabrata, Sumadi. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suyuti, Suminto A. 1985. Berkenalan Dengan Puisi. Yogyakarta: FKSS IKIP Muhammadiyah Yogyakarta.

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *