Peningkatan Prestasi Belajar Dan Karakter Kreatif Materi Stokiometri Berbantuan Media Jevimol

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN KARAKTER KREATIF MATERI STOIKIOMETRI BERBANTUAN MEDIA JEVIMOL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN KARAKTER KREATIF MATERI STOIKIOMETRI BERBANTUAN MEDIA JEVIMOL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

Wikanti Nur Amaliyah

          

Abstrak : tujuan penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar dan karakter kreatif dalam materi stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model pembelajaran PBL. Penelitian dilaksanakan 2 siklus, di kelas X.IPA4 SMAN 2 Purwokerto. Hasil penelitian diperoleh:1) peningkatan prestasi belajar  ditunjukkan oleh ketuntasan belajar individu dari 50% (siklus I) menjadi 100% (siklus II), nilai rata-rata tiap topik mencapai 75,0,nilai rata-rata 73,6 (siklus I) menjadi 81,8 (siklus II); 2) peningkatan karakter kreatifklasikal sebesar 65,8% (siklus I) menjadi 81,6% (siklus II).

Kata kunci: prestasi belajar, karakter kreatif, media JeVi mol, PBL

 

PENDAHULUAN

Banyak peserta didik kelas X yang beranggapan bahwa mata pelajaran kimia sebagai mata pelajaran baru di SMA merupakan salah satu pelajaran yang sulit. Menurut Kean dan Middlecamp (1985:5) bahwa sebagian besar ilmu kimia bersifat abstrak, merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya dan lahir sebagai hasil usaha kegiatan manusia berdasarkan suatu metode ilmiah.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa prestasi belajar peserta didik kelas X IPA 4 masih rendah dalam materi reaksi reduksi oksidasi, yaitu hasil ulangan peserta didik yang memperoleh nilai <75,0 sebanyak 24 dari 38 orang atau lebih dari 50 %. Hal ini diperkuat dengan data nilai ulangan akhir semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016 diperoleh gambaran bahwa prestasi belajar peserta didik kelas X IPA 4 menunjukkan hasil yang paling rendah dibandingkan dengan prestasi belajar peserta didik di kelas lain yang peneliti ampu.

Selain prestasi belajar yang belum memuaskan, karakter kreatif peserta didik kelas X IPA 4 di SMA Negeri 2 Purwokerto juga belum berkembang dengan baik. Sebagai contoh dalam pembelajaran materi reduksi oksidasi, prestasi belajarnya masih rendah disebabkan oleh  kemampuan berfikir kreatif yang masih rendah.

Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menuntut guru mengembangkan kegiatan belajar yang beragam misalnya diskusi, tanya jawab, dan demontrasi, serta menggunakan media pembelajaran yang bervariasi yang sesuai dengan materi ajar yang membantu peserta didik dalam memahami suatu konsep yang akan diajarkan (Winarno, 2002:3).

Materi stoikiometri merupakan konsep kimia yang kasat mata (visible) dan abstrak (invisible). Konsep stoikiometri dapat dirasionalisasikan dengan rumus-rumus tertentu sehingga banyak melibatkan perhitungan matematis. Kendala yang dihadapi adalah rendahnya ketrampilan berhitung yang terkait dengan kemampuan memahami konsep stoikiometri. Kendala ini dapat diatasi dengan bantuan media JeVi Mol.Penggunaan media JeVi Mol pada materi stoikiometri dengan model PBL diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep kimia sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar dan karakter kreatif pada peserta didik.

Berdasarkan fakta yang telah diuraikan, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar dan Karakter Kreatif dalam Materi Stoikiometri Berbantuan Media JeviMol Melalui Model Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto Tahun Pelajaran 2015/ 2016.

Rumusan masalah yang diteliti adalah sebagai berikut: 1) bagaimanakah peningkatan prestasi belajar dalam materi stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model pembelajaran PBL pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto semester 2 tahun pelajaran 2015/2016?; 2) bagaimanakah peningkatan karakter kreatif dalam materi stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model pembelajaran PBL pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto semester 2 tahun pelajaran 2015/ 2016? Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar dalam materi stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model pembelajaran PBLpada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto semester 2 tahun pelajaran 2015/ 2016; 2) Mendeskripsikan peningkatan karakter kreatif dalam materi stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model pembelajaran PBL pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto semester 2 tahun pelajaran 2015/ 2016.

 

LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai melalui pengukuran dan penilaian terhadappenguasaan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta didik melalui prosesbelajar mengajar yang dinyatakan dalam simbul, angka, huruf atau kode.Untuk menentukan prestasi belajar dapat diukur dengan penilaian. Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepadaobjek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu (Sudjana, 2013). Berdasarkan pengertian prestasi yang dikemukakan para ahli, maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar kimia adalah tingkat penguasaan yang dicapai peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar kimia sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Karakter Kreatif

Karakter kreatif adalah berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasikan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Menurut Alwi (dalam Karta, 2012) menyatakan bahwa kreatif artinya memiliki daya cipta (memiliki kemampuan untuk menciptakan). Sejalan dengan pernyataan tersebut Torrance (2001 dalam McMahon, 2007) berpendapat bahwa berpikir kreatif adalah proses mengidentifikasi masalah, menguji solusi baru untuk masalah dan mengkomunikasikan hasilnya kepada orang lain yang didasarkan pada pengalaman perjuangan sebelumnya. Tes Torrance mengukur empat faktor berpikir kreatif, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration.

Untuk dapat mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran, Ramli (2010) menguraikan ciri-ciri atau indikator kemampuan berpikir kreatif (aptitude) yaitu ketrampilan berpikir lancar,  ketrampilan berpikir luwes ( fleksibel), ketrampilan berpikir orisinal, ketrampilan memperinci (mengelaborasi), ketrampilan menilai (mengevaluasi).

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Boud dan Feletti dalam Rusman (2012) mengemukakan bahwa Model Pembelajaran PBL adalah inovasi yang paling signifikan dalam pendidikan. Margetson dalam Rusman (2012) mengatakan bahwa Model Pembelajaran PBL membantu untuk meningkatkan perkembangan keterampilan belajar sepanjang hayat dalam pola pikir yang terbuka, reflektif, kritis, dan belajar aktif, serta memfasilitasi keberhasilan memecahkan masalah, komunikasi, kerja kelompok, dan keterampilan interpersonal dengan lebih baik dibanding model lain.

Sedangkan langkah-langkah model pembelajaran PBL adalah sebagai berikut: (Rusman, 2012).

Tabel 2. Sintaks Model PembelajaranPBL

Tahapan Tingkah Laku Guru
Tahap 1:

Orientasi peserta didik

kepada masalah

Guru menjelaskan tujuanpembelajaran, menjelaskan logistikyang dibutuhkan, memotivasi peserta didikagar terlibat pada pemecahan masalahyang dipilihnya.

Tahap 2:

Mengorganisasipeserta didik untuk belajar

Guru membantu peserta didik mendefinisikandan mengorganisasikan tugas belajaryang berhubungan dengan masalahtersebut.

Tahap 3:

Membimbingpenyelidikan

individual dankelompok

Guru mendorong peserta didik untukmengumpulkan informasi yang sesuai,melaksanakan eksperimen, untukmendapatkan penjelasan danpemecahan masalahnya
Tahap 4:

Mengembagkan dan

menyajikan hasil

karya

Guru membantu peserta didik merencanakandan menyiapkan karya yang sesuaiseperti laporan, video dan model sertamembantu mereka berbagi tugasdengan temannya.

Tahap 5:

Menganalisis dan

mengevaluasi proses

pemecahan masalah

Guru membantu peserta didik melakukanrefleksi atau evaluasi terhadappenyelidikan mereka dan proses-prosesyang mereka gunakan.

Media JeVi Mol

Media JeVi Mol adalah akronim dari jembatan vital mol yang dibuat untuk membantu  peserta didik dalam memahami materi stoikiometri yang berisi tentang perhitungan kimia dalam besaran-besaran yang  berkaitan dengan konsep mol.  Media JeVi Mol yang peneliti buat berupa lembaran kertas dilaminating yang berisi bagan berpikir  dengan gambar sebagai berikut.

wika

Gambar 1. Media JeVi Mol

Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir penelitian ini dimulai dari permasalahan peserta didik yang memiliki prestasi belajar yang paling rendah dan karakter kreatif yang belum optimal dalam pembelajaran kimia . Rendahnya prestasi belajar peserta didik tersebut salah satunya ditunjukkan dengan rendahnya perolehan nilai ulangan harian pada materi reaksi reduksi oksidasi.Sedangkan rendahnya karakter kreatif ditunjukkan oleh masih rendahnya kemampuan ketrampilan berpikir lancar, ketrampilan berpikir luwes, ketrampilan berpikir orisinal, ketrampilan memperinci, dan ketrampilan menilai dalam pembelajaran kimia.

Salah satu upaya untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar dan karakter kreatif adalah dengan memulai pembelajaran dengan model PBL dengan berbantuan media Jevi Mol. Pembelajaran  dengan model PBLdengan berbantuan media Jevi Mol ini diharapkan akan meningkatkan prestasi belajar dan karakter kreatif peserta didik.

Hipotesis Tindakan

Dalam penelitian ini, pengajuan hipotesisnya adalah: 1) prestasi belajar dalam materi stoikiometri dengan berbantuan media JeViMol melalui model PBLpada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto tahun pelajaran 2015/2016 meningkat; 2) karakter kreatif dalam materi stoikiometri dengan berbantuan media JeViMol melalui model PBL pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto tahun pelajaran 2015/2016 meningkat.

 

METODE  PENELITIAN

     Penelitian ini merupakan penelitiantindakan kelasdengan model PBL berbantuan media JeVi mol dalam materi stoikiometri. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto dengan waktu pelaksanaan mulai bulan Maret sampai dengan Juni 2016 pada semester II Tahun Pelajaran 2015/ 2016.Sumber data penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto yang terdiri atas 9 orang laki-laki dan 29 orang perempuan. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart dengan desain penelitian dibatasi dalam dua siklus yang masing-masing siklus meliputi: perencanaan, tindakan, pelaksanaan, dan observasi tindakan.

Siklus I dilakukan untuk mengetahui prestasi belajar dan karakter kreatif peserta didik pada tahap awal tindakan penelitian. Siklus ini sekaligus digunakan sebagai refleksi untuk melakukan siklus II. Prosedur tindakan pada siklus I meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Langkah perencanaan tindakan meliputi mengkaji materi stoikiometri, menyempurnakan perangkat pembelajaran, menyusun instrumen penelitian, menentukan observer dan membuat jadwal kegiatan siklus I. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan adalah pelaksanaan pembelajaran model PBL dalam materi stoikiometri berbantuan media JeVi mol secara berkelompok 4-5 orang dengan 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama ditekankan pada topik menentukan rumus empiris (T1), rumus molekul senyawa (T2), dan menentukan kadar zat (T3). Pertemuan kedua pada topik konsep mol dalam topik persamaan reaksi sederhana (T4), pereaksi pembatas (T5). Sedangkan pertemuan ketiga pada topik senyawa hidrat (T6) dan diakhiri dengan tes akhir siklus I. Observasi siklus I dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan, untuk mendapatkan data penelitian. Dalam observasi ini aspek yang dinilai adalah prestasi belajar peserta didik, dan perkembangan karakter kreatif peserta didik dalam pembelajaran stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model pembelajaranPBL. Sedangkan refleksi dilakukan sebagai upaya mengkaji segala hal yang terjadi pada tindakan pembelajaran stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model pembelajaran PBL, sejauh mana kemampuan peserta didik dalam pembelajaran stoikiometri, apa yang telah dihasilkan atau apa yang belum berhasil dituntaskan pada siklus I. Hasil refleksi digunakan sebagai bahan masukan dalam menentukan langkah-langkah pada siklus II.

Siklus II digunakan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar dan karakter kreatif peserta didik setelah dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar yang didasarkan pada siklus I.Prosedur tindakan siklus II meliputi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Langkah pada perencanaan tindakan yaitu mengadakan perbaikan rencana pelaksanaan pembelajaran stoikiometri berbantuan media JeVi Mol melalui model PBL, menyusun instrumen, dan peneliti lebih sering berdiskusi dengan guru serumpun. Pelaksanaan tindakan pada siklus II berbeda dengan tindakan yang dilakukan siklus I walaupun ada tindakan dalam siklus I yang tetap dilakukan pada siklus II. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan dalam tiga pertemuan yang masing-masing pertemuan terdiri atas tiga tahapan yaitu pendahuluan, pelaksanaan, dan penutup. Sama seperti di siklus I, pembelajaran dilakukan dengan model PBL berbantuan media JeVi Mol secara kelompok. Pertemuan pertama ditekankan pada topik menentukan rumus empiris (T1), rumus molekul senyawa (T2), dan menentukan kadar zat (T3). Pertemuan kedua pada topik konsep mol dalam persamaan reaksi sederhana (T4), pereaksi pembatas (T5) dan senyawa hidrat (T6) dan pertemuan ketiga ditekankan tahap kelima model PBL yaitu menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah pada materi stoikiometri dengan presentasi untuk melakukan penilaian peta konsep yang dibuat oleh peserta didik, kemudian diakhiri dengan tes akhir siklus II.

Untuk memudahkan pemantauan, analisis dan pengambilan kesimpulan terhadap keberhasilan tindakan yang dilakukan, perlu ditetapkan kriteria keberhasilan tindakan sebagai berikut:1)prestasi belajar peserta didik digolongkan dalam beberapa kategori yaitu sangat baik (85,0-100), baik (75,0-84,9), cukup (60,0-74,9) dan kurang ( <60,0). Indikator  peningkatan prestasi belajar ditunjukkan oleh: ketuntasan belajar secara individu dengan nilai tes akhir mencapai nilai minimal 75,0 (kategori baik), ketuntasan belajar secara klasikal  dengan nilai rata-rata pada setiap topik mencapai minimal 75,0 (kategori baik), dan ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata kelas minimal mencapai 80,0 (kategori baik).Sedangkan karakter kreatif peserta didik diidentifikasi dengan  indikator yang tersaji dalam landasan teori, dengan penskoran. Berdasarkan kelima indikator tersebut, maka karakter kreatif dibuat kategori yaitu kategori kurang jika skor yang dicapai  0, kategori cukup jika skor yang dicapai 1, kategori  baik jika skor yang dicapai 2-3, dan sangat baik jika skor yang dicapai 4-5. Penelitian ini diakhiri jika karakter kreatif peserta didik secara klasikal minimal mencapai 75% dalam kategori baik.

.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA

Hasil penelitian terdiri dari prestasi belajar dan karakter kreatif materi stoikiometri berbantuan media JeVi Mol dalam model PBL pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto tahun pelajaran 2015/2016 yang terbagi dalam 2 siklus.

Siklus I

  1. Peningkatan Prestasi Belajar

Berdasarkan identifikasi permasalahan yang telah dideskripsikan, peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setelah RPP disusun, maka kegiatan selanjutnya adalah menyiapkan media yang digunakan dalam penelitian yaitu media JeVi Mol. Pelaksanaan tindakan siklus I ini dilakukan pada hari Rabu,13 April 2016 untuk pertemuan pertama, pertemuan kedua dilaksanakan hari Rabu, 20 April 2016, dan pertemuan ketiga pada hari Rabu, 27 April 2016.

Proses kegiatan pembelajaran siklus I dengan sintak model PBL dapat dilihat dalam gambar berikut ini:

wik

Gambar 1. Foto Pelaksanaan Siklus I

Pembelajaran dari awal sampai akhir dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah dijelaskan dalam bab III. Pada akhir pertemuan ketiga dilakukan tes akhir untuk mengetahui keberhasilan tindakan siklus I.

Berdasar hasil observasi dan refleksi selama tindakan pada siklus I diperoleh rekap hasil penelitian prestasi belajar pada tabel berikut.

Tabel 5. Rekap Data Perolehan Nilai Tes Pada Siklus I

 

No

Perolehan Nilai T1 T2 T3 T4 T5 T6 Nilai Akhir
1 Tertinggi 90 90 90 95 95 95 90
2 Terendah 40 40 45 50 50 60 60
3 Rata – Rata 70,4 63,6 69,1 75,8 73,0 77,4 73,6
4 Jumlah Peserta didik Tuntas 19 14 17 24 19 27 19
5 Prosentase Tuntas (%) 50 36,8 44,7 63,2 50 71,1 50
6 Jumlah Peserta didik  Tidak Tuntas 19 24 21 14 19 11 19
7 Prosentase Tidak Tuntas(%) 50 63,2 55,3 36,8 50 28,9 50

Keterangan : Jumlah peserta didik 38 orang

Dari data pada Tabel 5 di atas diketahui bahwa peserta didik yang mendapatkan nilai akhir siklus I mencapai nilai minimal 75,0 (kategori baik dan sangat baik) sebanyak 19 orang. Hal ini menunjukkan ketuntasan belajar secara individu sebesar 50%, yang berarti bahwa pencapaian ketuntasan belajar secara individu belum memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Demikian juga untuk perolehan nilai akhir rata-rata kelas pada siklus I diperoleh sebesar 73,6. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I belum mencapai kriteria indikator keberhasilan penelitian. Sedangkan berdasarkan data perolehan nilai tes akhir siklus I, diperoleh rekapitulasi nilai tes akhir pada masing-masing topik pembelajaran materi stoikiometri berdasarkan kategori sebagai berikut.

Tabel 6. Rekap Nilai Tiap Topik Berdasarkan Kategori Siklus

No Topik Pembelajaran Frekuensi per kategori Nilai Rata-rata kelas
Amat baik Baik Cukup Kurang
1 T1 4 15 13 6 70,4
2 T2 4 10 9 15 63,7
3 T3 5 12 14 7 69,1
4 T4 10 14 13 1 75,8
5 T5 6 13 15 4 73,0
6 T6 10 17 11 0 77,4

Keterangan : Jumlah peserta didik 38 orang

              Dari Tabel 6  di atas dapat dijelaskan pencapaian prestasi belajar tiap topik sebagai berikut: 1) pada topik menentukan rumus empiris senyawa, peserta  didik belum memenuhi kriteria penelitian;2)topik menentukan rumus molekul senyawamenunjukkan bahwa peserta didik belum mencapai kriteria penelitian; 3) topik menentukan kadar zatmenunjukkan bahwa prestasi belajar peserta didik belum memenuhi kriteria penelitian; 4)topik konsep mol dalam perhitungan kimia (persamaan reaksi sederhana)menunjukkan bahwa prestasi belajar secara klasikal telah memenuhi kriteria penelitian; 5)topik konsep mol dalam perhitungan kimia (pereaksi pembatas) menunjukkan prestasi belajar secara klasikal belum mencapai kriteria penelitian; 6) topik senyawa hidratperolehan peserta didik menunjukkan bahwa prestasi belajar secara klasikal berdasarkan perolehan nilai rata-rata telah mencapai kriteria penelitian.Berdasar hasil analisis tindakan siklus I mulai dari perencanaan hingga refleksi, dari pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga diperoleh hasil penelitian: 1) peserta didik sebanyak 50% sudah memenuhi kriteria penelitian, maka untuk pembelajaran  siklus II lebih diarahkan pada individu dan kelompok yang sama sekali belum tuntas; 2) pada topik menentukan rumus molekul senyawa, menunjukkan prestasi belajar peserta didik paling rendah dibanding pada topik yang lain. Oleh karena itu pembelajaran siklus II pada topik ini lebih ditekankan pada individu-individu yang sama sekali belum mencapai kriteria ketuntasan minimal; 3) pencapaian prestasi belajar secara klasikal telah memenuhi kriteria penelitian yaitu sebesar 75,8, walaupun ketuntasan individu baru mencapai 63,2%. Oleh karena itu pembelajaran siklus II lebih ditekankan pada kelompok yang belum tuntas;

  1. Peningkatan Karakter Kreatif

Data karakter kreatif yang dicapai peserta didik selama pembelajaran berdasarkan kategori di siklus I tersaji dalam tabel berikut.

Tabel 7.  Perolehan Data Karakter Kreatif  Tiap Kategori Siklus I

No Kategori Frekuensi Prosentase (%)
1 Kurang 9 23,7
2 Cukup 4 10,5
3 Baik 13 34,2
4 Sangat baik 12 31,6

Keterangan : Jumlah Peserta didik 38 orang

              Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang memiliki karakter kreatif  setelah mengikuti pembelajaran materi stoikiometri berbantuan  media JeVi mol dengan  model pembelajaran PBL dengan kategori baik sebanyak 13 orang dan kategori sangat baik sabanyak 12 orang. Ini menunjukkan bahwa jumlah peserta didik yang telah memenuhi kriteria penelitian sebanyak 25 orang, dengan prosentase 65,8%. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan pada siklus I belum bisa diakhiri karena peningkatan karakter kreatif peserta didik secara klasikal belum mencapai 75% dalam kategori baik.

 

Siklus II

  1. Peningkatan Prestasi Belajar

Berdasarkan temuan pada siklus I dalam penelitian ini diketahui bahwa prestasi belajar peserta didik kelas X IPA 4 pada materi stoikiometri telah mendekati kategori baik dengan perolehan  nilai rata-rata tes akhir siklus I  sebesar  73,6. Oleh karena itu perlu ditingkatkan lagi pembelajaran di siklus II dengan tahap perencanaan tindakan sebagai berikut: 1) bersama observer mengkaji ulang materi stoikiometri sebagai bahan untuk menyusun perangkat pembelajaran; 2) bersama observer menyempurnakan kembali RPP,sumber/media pembelajaran JeVi mol yang difokuskan pada peningkatan prestasi belajar dan karakter kreatif pada materi stoikiometri; 3) bersama observer menyusun instrumen penelitian dengan berpusat pada peserta didik untuk memperoleh data penelitian; 4) menentukan jadwal pertemuan pada saat perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi siklus II. Penambahan metode pembelajaran dengan tugas individu membuat peta konsep  didasarkan pada refleksi siklus I dengan mempertimbangkan: 1) nilai rata-rata kelas telah mendekati nilai 75,0, sehingga peserta didik akan lebih memahami pentingnya media JeVi mol dalam menyelesaikan permasalahan materi stoikiometri. 2) penilaian peta konsep dapat sebagai data pendukung karakter kreatif peserta didik.Pelaksanaan tindakan siklus II dilakukan dalam tiga kali pertemuan yaitu hari Rabu, 4 Mei 2016 untuk pertemuan pertama, pertemuan kedua dilaksanakan hari Rabu,11 Mei 2016, dan pertemuan ketiga pada hari Rabu, 18 Mei 2016.

Proses kegiatan pembelajaran siklus I dengan model PBL dapat dilihat dalam gambar berikut ini:

  wikanti

Gambar 2. Foto pelaksanaan siklus II

Berdasar hasil observasi dan refleksi selama tindakan pada siklus II diperolehhasil penelitian pada Tabel 7 berikut.

Tabel 7. Rekap Data Perolehan Nilai Tes Akhir Pada Siklus II

No Perolehan Nilai T1 T2 T3 T4 T5 T6 Nilai Akhir
1 Tertinggi 100 95 100 95 95 100 95,8
2 Terendah 60 60 65 65 70 70 75,0
3 Rata – Rata 80,1 78,7 81,2 82,5 82,9 85,5 81,8
4 Jumlah Peserta DidikTuntas 30 29 29 33 35 37 38
5 Prosentase Tuntas (%) 78,9 76,3 76,3 86,8 92,1 97,4 100
6 Jumlah Peserta Didik Tidak Tuntas 8 9 9 5 3 1 0
7 Prosentase Tidak Tuntas(%) 21,1 23,7 23,7 13,2 7,9 2,6 0

Keterangan : Jumlah peserta didik 38 orang

Berdasarkan data pada Tabel 7 di atas, dapat diketahui bahwa semua peserta didik telah mendapatkan nilai akhir siklus II mencapai nilai minimal 75,0 (kategori baik dan sangat baik). Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan belajar secara individu sebesar 100%, yang berarti bahwa pencapaian ketuntasan belajar secara individu telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian.

Perolehan nilai akhir rata-rata kelas pada siklus II sebesar 81,8, yang menunjukkan bahwa pada siklus II telah mencapai kriteria indikator keberhasilan penelitian, karena di atas nilai 75,0 seperti yang dipersyaratkan.

Sedangkan berdasarkan data perolehan nilai tes akhir siklus II, diperoleh rekapitulasi nilai tes akhir pada masing-masing topik pembelajaran materi stoikiometri berdasarkan kategori sebagai berikut.

Tabel 8. Rekap Nilai Tiap Topik Berdasarkan Kategori Siklus II

No Topik Pembelajaran Frekuensi per kategori Nilai Rata-rata kelas
Amat baik Baik Cukup Kurang
1 T1 11 20 7 0 80,1
2 T2 9 20 9 0 78,7
3 T3 20 9 9 0 81,2
4 T4 19 14 5 0 82,5
5 T5 19 16 3 0 82,9
6 T6 25 12 1 0 85,5

Keterangan : Jumlah peserta didik 38 orang

Dengan perolehan ketuntasan belajar  pada  tiap-tiap topik  telah melampaui 75,0 % maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi   peningkatan prestasi belajar materi stoikiometri. Oleh karena itu berdasar indikator keberhasilan yang telah ditetapkan maka siklus kedua dapat diakhiri.Berdasarkan perolehan nilai rata-rata kelas ternyata juga telah terjadi peningkatan sebesar 8,2 yaitu dari 73,6 pada siklus I menjadi 81,8. Dengan demikian telah terjadi peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal  dengan nilai rata-rata pada siklus II mencapai nilai minimal 75,0 (kategori baik) dalam pembelajaran, yang berarti telah memenuhi kriteria penelitian. Oleh karena itu berdasar indikator keberhasilan yang telah ditetapkan maka siklus kedua dapat diakhiri.

  1. Peningkatan Karakter Kreatif

              Setelah dilakukan tindakan siklus II sebagai hasil refleksi pelaksanaan siklus I, diperoleh hasil penelitian tentang karakter kreatif selama proses pembelajaran materi stoikiometri di siklus II yang terangkum dalam tabel berikut.

Tabel 9.  Perolehan Data Karakter Kreatif  Tiap Kategori Silus II

No Kategori Frekuensi Prosentase (%)
Observasi Peta Konsep Observasi Peta Konsep
1 Kurang 4 0 10,5 0,0
2 Cukup 3 8 7,9 21,0
3 Baik 17 22 44,7 58,0
4 Sangat baik 14 8 36,8 21,0

Keterangan : Jumlah Peserta didik 38 orang

              Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa menurut hasil observasi pada saat pelaksanaan tindakan siklus II, setelah mengikuti pembelajaran materi stoikiometri berbantuan  media JeVi mol dengan  model pembelajaran PBLdiperoleh peserta didik yang memiliki karakter kreatif dengan kategori baik dan kategori sangat baik sebanyak 31 orang dengan ketuntasan klasikal sebesar 81,5 %. Sedangkan menurut penilaian peta konsep yang dibuat oleh peserta didik diperoleh data bahwa peserta didik yang memiliki karakter kreatif dengan kategori baik dan kategori sangat baik sebanyak 30 orang dengan ketuntasan klasikal sebesar 79,0 %.

Pembahasan Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II

Keberhasilan pada penelitian tindakan kelas ini dapat tercapai apabila diperoleh adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam materi stoikiometri berdasarkan indikator keberhasilan penelitian. Berdasarkan data pada tabel 7 maka peningkatan ketuntasan belajar secara individu dengan nilai tes akhir pada tiap siklus tersaji dalam Grafik 4.2 berikut.

wikan42

Grafik 4.2. Nilai Akhir Berdasarkan Kategori pada Siklus I dan Siklus II

Dari grafik di atas maka diperoleh gambaran bahwa terdapat peningkatan ketuntasan belajar secara individu, dari jumlah peserta didik yang mencapai kategori baik dan sangat baik sebanyak 19 orang pada siklus I menjadi 38 orang pada siklus II. Sejumlah 19 peserta didik yang semula masuk kategori cukup pada siklus I menjadi 0 pada siklus II, dan tidak ada satu pun peserta didik yang mendapatkan nilai dengan kategori kurang baik di siklus I maupun siklus II.

Dengan demikian berdasarkan indikator keberhasilan penelitian, maka telah terjadi peningkatan prestasi belajar setelah selesai dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II menurut perolehan ketuntasan belajar secara individu karena nilai tes akhir telah mencapai nilai minimal 75,0 (kategori baik) dalam pembelajaran.

Perolehan nilai tes akhir pada tiap topik pembelajaran stoikiometri, dapat dilihat dalam grafik 4.3.  berikut.

 wikan43 Grafik 4.3. Perolehan Nilai Tes Akhir Siklus I dan Siklus II pada

Tiap Topik Pembelajaran

Dari Grafik  4.3. di atas, dapat dilihat bahwa perolehan nilai pada setiap topik pembelajaran mengalami peningkatan. Untuk memperjelas seberapa besar peningkatan perolehan nilai akhir pada tiap topik, maka disajikan data pada tabel 11 berikut.

Tabel 11.  Nilai Rata-Rata Tes Akhir  Setiap Topik Siklus I (SI) Dan Siklus II  (SII)

 

No

Topik Pembelajaran Perolehan nilai akhir Peningkatan
SI SII SII – SI Prosentase
1 T1 70,4 80,1 9,7 13,8 %
2 T2 63,7 78,7 15 23,6 %
3 T3 69,1 81,2 12,1 17,5 %
4 T4 75,8 82,5 6,7 8,8 %
5 T5 73,0 82,9 9,9 13,6 %
6 T6 77,4 85,5 8,1 10,5 %
7 Rata-rata 73,6 81,8 8,2 11,1 %

Keterangan : Jumlah peserta didik 38 orang

Dari Tabel 11 di atas dapat dilihat bahwa untuk semua topik pembelajaran materi stoikiometri terjadi peningkatan perolehan nilai akhir, dengan nilai tertinggi pada topik menentukan senyawa hidrat. Sedangkan perolehan nilai terendah terjadi pada topik menentukan rumus molekul senyawa, namun peningkatan nilai dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan yang paling tinggi yaitu sebesar 23,6% pada topik menentukan rumus molekul senyawa. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan tindakan pada siklus II menunjukkan hasil yang lebih baik.

Secara umum berdasarkan perolehan nilai akhir pada tiap topik pembelajaran materi stoikiometri telah memenuhi kriteria penelitian. Peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal  dengan nilai rata-rata pada setiap topik mencapai minimal 75,0 (kategori baik) dalam pembelajaran, dengan nilai terendah 63,7 pada siklus I menjadi 78,7 pada siklus II.

Berdasarkan data pada tabel 4.14  diperoleh nilai akhir rata-rata kelas pada siklus I maupun siklus II yang tersaji  dalam grafik 4.4. berikut.

wikan44

Grafik 4.4. Nilai Rata-Rata Kelas Siklus I dan Siklus II

Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 73,6 pada siklus I menjadi 81,2 pada siklus II. Besarnya peningkatan nilai rata-rata kelas dapat dilihat pada tabel 12 berikut

Tabel 12. Rekap Nilai Akhir Rata-Rata

No Nilai Rata-Rata Kelas Peningkatan
Siklus I (SI) Siklus II (SII) SII – SI Prosentase
1. 73,6 81,8 8,2 11,1 %

Berdasarkan data pada tabel di atas, diperoleh data bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas pada tes akhir siklus sebesar 8,2 dengan prosentase sebesar 11,1%. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh setelah tindakan paad siklus II telah memenuhi kriteria penelitian yaitu adanya peningkatan ketuntasan belajar dengan nilai akhir rata-rata kelas minimal mencapai 80,0 (kategori baik) dalam pembelajaran.

Peningkatan Karakter Kreatif

Sedangkan peningkatan karakter kreatif peserta didik dalam materi stoikiometri dari siklus I ke siklus II dapat dirangkum dalam tabel 13 berikut.

Tabel 13. Data Karakter Kreatif Siklus I dan Siklus II Tiap Kategori

 

No

Kategori Frekuensi
Siklus I SiklusII (Observasi) Siklus II(Peta Konsep)
1 Kurang 9 4 0
2 Cukup 4 3 8
3 Baik 13 17 22
4 Sangat Baik 12 14 8
5 Jumlah tuntas 25 31 30
6 Prosentase Tuntas (%) 65,8 81,6 78,9
7 Jumlah Tidak Tuntas 13 7 8
8 Prosentase Tidak Tuntas 34,2 18,4 21,1

Keterangan : Jumlah peserta didik 38 orang

              Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan karakter kreatif pada  materi stoikiometri dengan kategori baik dan sangat baik sebanyak 65,8 % pada siklus I menjadi 81,6 % dalam siklus II menurut data observasi. Demikian juga hasil menurut penilaian peta konsep mengalami peningkatan yaitu sebesar  78,9%. Dari kedua data tersebut, maka hal  ini menunjukkan bahwa penelitian ini dapat diakhiri karena peningkatan karakter kreatif peserta didik secara klasikal telah mencapai lebih dari 75% dalam kategori baik.

Beberapa penelitian yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian yang dilakukan oleh Yanti, dkk (2013), Rahayu (2015)yang terkait dengan materi stoikiometri. Sedangkan yang terkait dengan penerapan model PBL adalah penelitian yang dilakukan oleh Sholihah (2010), Siyamto (2015), Machfudi (2015) dan Sudarwati (2015). Perbandingan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pada materi stoikiometri dapat ditingkatkan dengan berbagai metode, teknik, dan media pembelajaran tertentu. Model pembelajaran PBL  juga dapat diterapkan di rumpun mata pelajaran MIPA dan IPS. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan sebagai pelengkap dari penelitian-penelitian sebelumnya.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil  penelitian dan pembahasan penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan: 1) penerapan media JeVi mol dalam model pembelajaran PBLdapat meningkatkan prestasi belajar dalam materi stoikiometri pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto Tahun Pelajaran 2015/2016 yang ditunjukkan oleh: ketuntasan belajar secara individu minimal 75,0 (kategori baik) semula 50% pada siklus I menjadi 100% dalam siklus II,ketuntasan belajar secara klasikal  dari nilai rata-rata pada setiap topik mencapai minimal 75,0 (kategori baik),  nilai terendah 63,7 dalam siklus I menjadi 78,7 dalam siklus II, ketuntasan belajar secara klasikal nilai akhir rata-rata kelas dari  73,6 pada siklus I menjadi 81,8 pada siklus II.; 2) penerapan media JeVi mol dalam model pembelajaran PBLdapat meningkatkan karakter kreatif pada materi stoikiometri pada peserta didik kelas X IPA 4 SMA Negeri 2 Purwokerto Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan kategori baik dan sangat baik, dari 65,8% dalam siklus I menjadi 81,6% dalam siklus II.

Saran

Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan peneliti adalah: 1) bagi peserta didik, disarankan menggunakan media JeVi mol dengan lebih trampil dalam materi stoikiometri untuk meningkatkan prestasi belajar dan karakter kreatif, 2) bagi guru mata pelajaran kimia disarankan dapat menggunakan model pembelajaran  PBL dengan berbantuan media JeVi mol dalam pembelajaran materi stoikiometri.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Karta Ali, 2012, Model Pembelajaran Kontemporer, http://alinukarta.blogspot.co.id/2012/09/model-pembelajaran-kontemporer.html diunduh pada tanggal 25 April 2016 pukul 22.45 WIB

Kean, E &Middlecamp, C. 1985.PanduanBelajar Kimia Dasar. PT. Gramedia, Jakarta

McMahon, G. P., 2007. Getting the HOTS with what’s in the box: Developing higher order thinking skills within a technology-rich learning environment. Thesis presented for the Degree of Doktor of Philosophy of Curtin University of Technology.

Ramli, 2010, Kreatifitas Anak, http://ramlimpd.blogspot.co.id/2010/09/kreativitas-anak-dapat-dilihat-dari.html, diunduh pada tanggal 24 April 2016

Rusman, 2012, Model-Model Pembelajaran, Penerbit Rajawali Pers, Jakarta

Sholihah Ika, 2010, Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Pratisipasi Dan Keaktifan Berdiskusi Siswa dalam Pembelajaran Biologi Kelas VII SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2008/2009, Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta

Sudjana Nana, 2013, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, cetakan ke 17, Bandung

 

BIODATA PENULIS

Nama                          : Wikanti Nur Amaliyah, S.Si., M.Eng.

NIP                              : 19700819 200501 2 007

Tugas Mengajar          : SMA Negeri 2 Purwokerto

Email                           : wikanagung603@gmail.com


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *