http://www.infopasti.net/peningkatan-prestasi-belajar-pendidikan-agama-islam-kompetensi-dasar-tata-cara-bersuci-dari-hadas-kecil-dan-hadas-besar-dengan-menerapkan-metode-demonstrasi-pada-siswa-kelas-iv-sd-negeri-sitanggal-04/

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KOMPETENSI DASAR TATA CARA BERSUCI DARI HADAS KECIL DAN HADAS BESAR DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI SITANGGAL 04 KECAMATAN LARANGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya metode demonstrasi, mengetahui pengaruh motivasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkan metode demonstrasi. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri Sitanggal 04  Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,85%), siklus II (78,00%), siklus III 87,80%). Simpulan dari penelitian ini adalah demonstrasi dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa SD Negeri Sitanggal 04 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Agama Islam, Metode Demonstrasi

 

PENDAHULUAN

Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap kegiatan belajar mengajar adalah tercapainya tujuan pengajaran. Apapun yang termasuk perangkat program pengajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan. Guru tidak dibenarkan mengajar dengan kemalasan. Anak didik pun diwajibkan mempunyai kreativitas yang tinggi dalam belajar, bukan selalu menanti perintah guru. Kedua unsur manusiawi ini juga beraktivitas tidak lain karena ingin mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dengan memperhatikan gejala-gejala tersebut diatas maka timbul pertanyaan dalam benak penulis sejauh manakah keberhasilan pengajaran Pendidikan Agama Islam selama ini? Padalah sering digembar-gemborkan sebagai bangsa Indonesia kita harus atau wajib mengamalkan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara. Tatapi kenyataannya masih banyak terdapat penyimpangan-penyimpangan dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Diantaranya faktor tersebut adalah strategi pembelajaran yang kurang mengena terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Mengerjakan amalan ibadah, menyembah atau menghadap sang pencipta Allah SWT, haruslah bersih dan suci, baik suci lahir maupun batin, agar amalan ibadah kita di terima oleh Allah SWT, supaya mendapatkan pahala atau hikmah yang nyata apa yang telah kita kerjakan amin, dan juga sesuai apa yang telah di janjikan oleh Allah SWT, maka maka haruslah memperhatikan dengan cermat dan teliti sebelum mengerjakannya. Terutama dalam hal kesucian badan atau tempat dan lain-lainnya, karena tidak sedikit orang yang mengerjakan ibadah hanya mendapatkan lelahnya saja, dan banyak juga orang yang berputus asa karena ibadahnya. Ini semua haruslah menjadi perhatian yang serius, karena kalau kita membiarkannya begitu saja maka akan berdampak kepada merosotnya ke imanan kita kepada Allah SWT terutama dalam hal menjalankan dan meninggalkan larangan-larangannya.

Suci dari hadas adalah sesuatu yang sangat penting dalam dalam kedudukannya sebelum mengerjakan sholat, tapi terkadang kita mengannggapnya enteng saja, padahal suci adalah salah satu penentu diterima atau tidak sholat kita. Hadas adalah yang wajib disucikan dengan tata cara yang benar.

Menyadari gejala-gejala atau kenyataan tersebut diatas, maka dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah “Apakah prestasi belajar pendidikan Agama Islam kompetensi dasar tata cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode demonstrasi pada siswa kelas IV SD Negeri Sitanggal 04 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes  Tahun Pelajaran 2015/2016”

KAJIAN PUSTAKA

Prestasi Belajar

Prestasi Belajar  tidak  dapat  dipisahkan  dari  kegiatan  belajar, karena  belajar  merupakan  suatu  proses,  sedangkan  prestasi  belajar adalah  hasil  dari  proses  pembelajaran  tersebut.  Bagi  seorang  anak belajar  merupakan  suatu  kewajiban.  Berhasil  atau  tidaknya  seorang anak  dalam  pendidikan  tergantung  pada  proses  belajar  yang  dialami oleh anak tersebut. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (2005:40) menyatakan bahwa Prestasi Belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (2010:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 2014:19). Kata  prestasi  berasal  dari  bahasa  Belanda “Prestasic” yang berarti  hasil  usaha.  Dalam  kamus  besar  Bahasa  Indonesia  Prestasi Belajar   didefinisikan  sebagai  hasil  penilaian  yang  diperoleh  dari kegiatan  persekolahan  yang  bersifat  kognitif  dan  biasanya  ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Menurut  Wikipedia  Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Dari pengertian Prestasi tersebut, maka pengertian Prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang. Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapai situasi segala aspek kehidupan.  Karakter orang yang berPrestasi adalah mencintai pekerjaan, memiliki inisiatif dan kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.

Metode Demonstrasi

       Istilah demonstrasi dalam pengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau pengoperasioan peralatan baran gatau benda. Kerja fisik itu telah dilakukan atau peralatan itu telah dicoba lebih dahulu sebelum didemonstrasikan. Orang yang mengdemosntasikan (guru, peserta didik, atau orang luar) mempertunjukkan sambil menjelaskan tentang sesuatu yang didemonstrasikan (Ramayulis, 244:2004).Dalam mengajarkan praktek-praktek agama, Nabi Muhammad sebagai pendidik agung banyak mempergunakan metode ini. Seperti mengajarkan cara wudhu’, shalat, haji dan sebagainya.

       Dalam suatu hadist pernah Nabi menerangkan kepada umatnya; sabda Rasulullah SAW: “Sembahyanglah kamu sebagaimana kamu lihat aku sembahyang” (H.R. Bukhari). Bila kita perhatikan hadist tersebut, nyatalah bahwa cara-cara sembahyang tersebut pernah dipraktekkan dan didemonstrasikan oleh Nabi Muhammad SAW. Sabda Rasulullah lagi: dari Djabir, katanya: “Saya melihat Nabi Muhammad SAW melontarkan jumrah di atas kendaraan beliau pada Hari Raya Haji, lalu beliau berkata: “Hendaklah kamu turut cara-cara ibadah sebagaimana yang aku kerjakan ini, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui apakah aku akan dapat mengerjakan haji lagi sesudah ini.”Istilah demonstrasi dalam pengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau pengoperasian peralatan barang atau benda (Ramayulis, 244.2009). Kerja fisik itu telah dilakukan atau peralatan itu telah dicoba lebih dahulu sebelum didemonstrasikan. Orang yang mendemonstrasikan (guru, peserta didik atau orang luar) mempertunjukkan sambil menjelaskan tentang sesuatu yang didemonstrasikan.

METODE PENELITIAN

       Penelitian ini bertempat di SD Negeri Sitanggal 04 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes  Tahun Pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas IV SD Negeri Sitanggal 04 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes  Tahun Semester I Pelajaran 2015/2016 kompetensi dasar tata cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap penyelesaian.

Analisis data, dalam rangka menyusun dan mengolah data yang terkumpul sehingga dapat mengahasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka digunakan analisis data kuantitatif dan pada metode observasi digunakan data kualitatif. Cara perhitungan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: (1) Merekapitulasi hasil tes. (2) Menghitung jumlah skor yang tercapai dan prosentasenya untuk masing-masing siswa dengan menggunakan rumus ketuntasan belajar seperti yang terdapat dalam buku petunjuk teknis penilaian yaitu siswa dikatakan tuntas secara individual jika mendapatkan nilai minimal 65, sedangkan secara klasikal dikatakan tuntas belajar jika jumlah siswa yang tuntas secara individu mencapai 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.  (3) Menganalisis hasil observasi yang dilakukan oleh teman sejawat pada aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes buatan guru. Untuk memperkuat data yang dikumpulkan maka juga digunakan metode observasi (pengamatan) yang dilakukan oleh teman sejawat untuk mengetahui dan merekam aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Siklus I

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober  2015 di Kelas IV dengan jumlah siswa 45 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar, sedangkan yang bertindak sebagai pengamat adalah Toto Ujiarto, S.Pd., M.Pd Kepala Sekolah SD Negeri Sitanggal 04  dan Khumedi, S.Pd  Wali Kelas IV. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksaaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

                    Tabel 1 Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus I

No Aspek yang diamati Penilaian Rata-rata
P1 P2
I Pengamatan KBM

A.      Pendahuluan

  1. Memotivasi siswa
  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
 

 

2

2

 

 

2

2

 

 

2

2

B.      Kegiatan Inti

  1. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa
  2. Membimbing siswa melakukan kegiatan
  3. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok
  4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar
  5. Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep
 

3

3

 

3

 

3

 

3

 

3

3

 

3

 

3

 

3

 

3

3

 

3

 

3

 

3

C.      Penutup

  1. Membimbing siswa membuat rangkuman
  2. Memberikan evaluasi
 

3

3

 

3

3

 

3

3

II Pengelolaan Waktu 2 2 2
III Antusiasme Kelas

  1. Siswa Antusias
  2. Guru Antusias
 

2

3

 

2

3

 

2

3

Jumlah 32 32 32

Keterangan:  Skor 1 kriteria tidak baik, skor 2 kurang baik, skor 3 cukup baik, dan skor 4 baik.

Berdasarkan tabel 1 aspek-aspek yang mendapatkan kriteria kurang baik adalah memotivasi siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, pengelolaan waktu, dan siswa antusias. Keempat aspek yang mendapat penilaian kurang baik di atas, merupakan suatu kelemahan yang terjadi pada siklus I akan dijadikan bahan kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada siklus II.

                          Tabel 2 Aktivitas Guru dan Siswa pada Siklus I

No Aktivitas Guru yang diamati Persentase
1

2

3

4

5

6

7

8

9

Menyampaikan tujuan

Memotivasi siswa/merumuskan masalah

Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya

Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi

Menjelaskan materi yang sulit

Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep

Meminta siswa memikirkan untuk lebih memahami materi pelajaran

Memberikan umpan balik

Membimbing siswa merangkum pelajaran

5,0

8,3

8,3

6,7

13,3

21,7

10,0

18,3

8,3

No Aktivitas Siswa yang diamati Persentase
1

2

3

4

5

6

7

8

9

Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru

Membaca buku siswa

Bekerja dengan sesama teman sebangku

Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru

Menyajikan hasil pembelajaran

Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide

Menulis yang relevan dengan KBM

Merangkum pembelajaran

Mengerjakan tes evaluasi

22,5

11,5

18,7

14,4

2,9

5,2

8,9

6,9

8,9

Berdasarkan tabel 2 tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus I adalah membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep yaitu 21,7%. Aktivitas lain yang persentasenya cukup besar adalah memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dan menjelaskan materi yang sulit yaitu masing-masing sebesar 18,3% dan 13,3%. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan adalah mengerjakan/memperhatikan penjelasan guru yaitu 22,5%. Aktivitas lain yang persentasenya cukup besar adalah Bekerja dengan sesama teman sebangku, diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru, dan membaca buku yaitu masing-masing 18,7% 14,4 dan 11,5%.

          Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I
1

2

3

Nilai rata-rata tes formatif

Jumlah siswa yang tuntas belajar

Persentase ketuntasan belajar

70,49

27

65,85

Deskripsi Siklus II

Data hasil pengelolaan pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

         Tabel 4 Pengelolaan Pembelajaran pada Siklus II

No Aspek yang diamati Penilaian Rata-rata
P1 P2
I Pengamatan KBM

A.      Pendahuluan

  1. Memotivasi siswa
  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
 

 

3

3

 

 

3

4

 

 

3

3,5

B.      Kegiatan Inti

  1. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa
  2. Membimbing siswa melakukan kegiatan
  3. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok
  4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil peneyelidikan
  5. Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep
 

3

4

 

4

 

4

 

3

 

4

4

 

4

 

4

 

3

 

3,5

4

 

4

 

4

 

3

C.      Penutup

  1. Membimbing siswa membuat rangkuman
  2. Memberikan evaluasi
 

3

4

 

4

4

 

3,5

4

II Pengelolaan Waktu 3 3 2
III Antusiasme Kelas

  1. Siswa Antusias
  2. Guru Antusias
 

4

4

 

3

4

 

3,5

4

Jumlah 41 43 42

Keterangan:  Skor 1 kriteria tidak baik, skor 2 kurang baik, skor 3 cukup baik, dan skor 4 baik.

Dari tabel 4 tampak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar (siklus II) yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan metode demonstrasi mendapatkan penilaian yang cukup baik dari pengamat. Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namum demikian penilaian tersebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan penerapan pembelajaran selanjutnya. Aspek-aspek tersebut adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep, dan pengelolaan waktu. Dengan penyempurnaan aspek-aspek di atas dalam penerapan metode demonstrasi diharapkan siswa dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa yang telah mereka lakukan. Berikut disajikan hasil observasi aktivitas guru dan siswa:

             Tabel 5 Aktivitas Guru dan Siswa pada Siklus II

No Aktivitas Guru yang diamati Persentase
1

2

3

4

5

6

7

8

9

Menyampaikan tujuan

Memotivasi siswa/merumuskan masalah

Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya

Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi

Menjelaskan materi yang sulit

Membimbing dan mengamati siswa dalam menentukan konsep

Meminta siswa memikirkan untuk lebih memahami materi pelajaran

Memberikan umpan balik

Membimbing siswa merangkum pelajaran

6,7

6,7

6,7

11,7

11,7

25,0

8,2

16,6

6,7

No Aktivitas Siswa yang diamati Persentase
1

2

3

4

5

6

7

8

9

Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru

Membaca buku siswa

Bekerja dengan sesama teman sebangku

Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru

Menyajikanhasil pembelajaran

Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide

Menulis yang relevan dengan KBM

Merangkum pembelajaran

Mengerjakan tes evaluasi/latihan

17,9

12,1

21,0

13,8

4,6

5,4

7,7

6,7

10,8

Berdasarkan tabel 5 tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus II adalah membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep yaitu 25%. Jika dibandingkan dengan siklus I, aktivitas ini mengalami peningkatan. Aktivitas guru yang mengalami penurunan adalah memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab (16,6%), menjelaskan materi yang sulit (11,7). Meminta siwa mendiskusikan dan menyajikan hasil kegiatan (8,2%), dan membimbing siswa merangkum pelajaran (6,7%).Sedangkan untuk aktivitas siswa yang paling dominan pada siklus II adalah Bekerja dengan sesama teman sebangku yaitu (21%). Jika dibandingkan dengan siklus I, aktivitas ini mengalami peningkatan. Aktivitas siswa yang mengalami penurunan adalah mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru (17,9%). Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru (13,8%), menulis yang relevan dengan KBM (7,7%) dan merangkum pembelajaran (6,7%). Adapun aktivitas siswa yang mengalami peningkatan adalah membaca buku (12,1%), menyajikan hasil pembelajaran (4,6%), menanggapi/mengajukan pertanyaan/ide (5,4%), dan mengerjakan tes evaluasi (10,8%). Berikutnya adalah rekapitulasi hasil tes formatif siswa terlihat pada tabel berikut.

          Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus II

No Uraian Hasil Siklus II
1

2

3

Nilai rata-rata tes formatif

Jumlah siswa yang tuntas belajar

Persentase ketuntasan belajar

73,90

32

78,00

Deskripsi Siklus III

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil penelitian pada siklus III adalah sebagai berikut:

                             Tabel 7 Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus III

No Aspek yang diamati Penilaian Rata-rata
P1 P2
I Pengamatan KBM

A.      Pendahuluan

  1. Memotivasi siswa
  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
 

 

3

4

 

 

3

4

 

 

3

4

B.      Kegiatan Inti

  1. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa
  2. Membimbing siswa melakukan kegiatan
  3. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok
  4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil peneyelidikan
  5. Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep
 

4

4

 

4

 

4

 

3

 

4

4

 

4

 

3

 

3

 

4

4

 

4

 

3,5

 

3

C.      Penutup

1.       Membimbing siswa membuat rangkuman

2.       Memberikan evaluasi

 

4

4

 

4

4

 

4

4

II Pengelolaan Waktu 3 3 3
III Antusiasme Kelas

  1. Siswa Antusias
  2. Guru Antusias
 

4

4

 

4

4

 

4

4

Jumlah 45 44 44,5

Keterangan:  Skor 1 kriteria tidak baik, skor 2 kurang baik, skor 3 cukup baik, dan skor 4 baik.

Dari tabel 7 dapat dilihat aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar (siklus III) yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan metode demonstrasi mendapatkan penilaian cukup baik dari pengamat adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep, dan pengelolaan waktu. Penyempurnaan aspek-aspek diatas dalam menerapkan metode demonstrasi diharapkan dapat berhasil semaksimal mungkin.

                        Tabel 8 Aktivitas Guru dan Siswa pada Siklus III

No Aktivitas Guru yang diamati Persentase
1

2

3

4

5

6

7

8

9

Menyampaikan tujuan

Memotivasi siswa/merumuskan masalah

Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya

Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi

Menjelaskan materi yang sulit

Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep

Meminta siswa menyajikan dan  mendiskusikan hasil kegiatan

Memberikan umpan balik

Membimbing siswa merangkum pelajaran

6,7

6,7

10,7

13,3

10,0

22,6

10,0

11,7

10,0

No Aktivitas Siswa yang diamati Persentase
1

2

3

4

5

6

7

8

9

Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru

Membaca buku siswa

Bekerja dengan sesama teman sebangku

Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru

Menyajikanhasil pembelajaran

Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide

Menulis yang relevan dengan KBM

Merangkum pembelajaran

Mengerjakan tes evaluasi/latihan

20,8

13,1

22,1

15,0

2,9

4,2

6,1

7,3

8,5

Berdasarkan tabel 8 tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus III adalah membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep yaitu 22,6%, sedangkan aktivitas menjelaskan materi yang sulit dan memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab menurun masing-masing sebesar (10%) dan (11,7%). Aktivitas lain yang mengalami peningkatan adalah mengaitkan dengan pelajaran sebelumnya (10%), menyampaikan materi/strategi /langkah-langkah (13,3%), meminta siswa memikirkan untuk lebih memahami materi pelajaran (10%), dan membimbing siswa merangkum pelajaran (10%).

Adapun aktivitas yang tidak mengalami perubaan adalah menyampaikan tujuan (6,7%) dan memotivasi siswa (6,7%). Sedangkan untuk aktivitas siswa yang paling dominan pada siklus III adalah Bekerja dengan sesama teman sebangku yaitu (22,1%) dan mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru (20,8%), aktivitas yang mengalami peningkatan adalah membaca buku siswa (13,1%) dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru (15,0%). Sedangkah aktivitas yang lainnya mengalami penurunan. Berikutnya adalah rekapitulasai hasil tes formatif siswa seperti terlihat pada tabel berikut.

                 Tabel 9 Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus III

No Uraian Hasil Siklus III
1

2

3

Nilai rata-rata tes formatif

Jumlah siswa yang tuntas belajar

Persentase ketuntasan belajar

77,80

36

87,80

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 77,80 dan dari 41 siswa yang telah tuntas sebanyak 35 siswa dan 5 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 87,80% (termasuk kategori tuntas).  Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan metode demonstrasi sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan.

PENUTUP

Simpulan dari penelitian ini adalah: (1) Metode demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (65,85%), siklus II (78,00%), siklus III (87,80%). (2)Metode demonstrasi dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan. (3)Penerapan metode demonstrasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2011. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta

Djamarah, Syaiful Bahri. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Djamarah. Syaiful Bahri. 2012. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Ramayulis, 2004. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia

BIODATA PENULIS

Nama             : Hj. Sri Khumaeroh, S.Pd.I

NIP                  : 19680121 199302 2 002

Pangkat           : Penata Tingkat I III/d

Jabatan            : Guru PAI

Unit Kerja       : SDN Sitanggal 04 Kec Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *