http://www.infopasti.net/peningkatan-prestasi-belajar-perkalian-dan-pembagian-melalui-benda-konkret-pada-siswa-kelas-ii-sd-negeri-sidaurip-01-kecamatan-binangun-kabupaten-cilacap-tahun-pelajaran-20152016/

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PERKALIAN DAN PEMBAGIAN MELALUI BENDA KONKRET PADA SISWA KELAS II SD NEGERI SIDAURIP 01 KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016

ABSTRAK                                                               

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pokok perkalian dan pembagian menggunakan benda konkrit (nyata). Dari 39 siswa Kelas II hanya 37,5% yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 sedangkan  lainnya 62,5% memperoleh nilai di bawah KKM. Rendahnya prestasi belajar siswa tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain : faktor siswa, faktor guru, faktor sarana dan prasarana maupun faktor strategi dan media pembelajaran yang belum tepat. Untuk memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut peneliti melakukan perbaikan pembelajaran. Tindakan perbaikan pembelajaran pada pra siklus memperoleh skor 28% meningkat menjadi 48% pada siklus I dan 95% pada siklus II. Sedangkan untuk skor aktifitas belajar siswa yang semula 26,31 pada pra siklus meningkat menjadi 68,42 pada siklus I dan 94,13 pada siklus II. Dengan demikian pembelajaran perkalian dan pembagian menggunakan benda konkret dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di kelas II SD Negeri Sidaurip 01 tahun pelajaran 2015/2016.

Kata kunci: hasil belajar, perkalian dan pembagian, benda konkret

PENDAHULUAN

Matematika merupakan mata pelajaran yang sebagian materi bersifat abstrak. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang dapat membantu konsep-konsep abstrak menjadi konkret. Masalah konkret bagi siswa adalah sesuatu yang dikenalnya.Maka guru harus membawa siswa mempelajari matematika dimulai dari lingkungan siswa sendiri.Pembelajaran yang mendorong siswa aktif memenipulasi materi perlu dikembangkan.Guru meningkatkan minat dan prestasi hasil belajarsiswa, serta tehnik-tehnik pembelajaran yang eksperimental, kreatif, penuh rekayasa positif yang mendasar pada teori-teori belajar tertentu.

Media yang memungkinkan pembelajaran yang mengedepankan permasalahan-permasalahan disekitar siswa ditempuh dengan mengefektifkan penggunaan benda konkret pada kegiatan belajar mengajar merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan benda nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengalaman yang dimilikiny dengan penerapannya dalam kehidupan mereka,guru menyediakan prasrana benda nyata  kelereng, lidi, balok, kerikil. Dengan pembelajaran seperti ini diharapkanlebih bermaknabagi siswa.Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami sendiri bukan tranfer pengetahuan dari guru ke siswa,sehingga prestasi belajar meningkat khususnya materi perkalian dan pembagian.

Bertitik tolak dari latar belakang masalh seperti yang telah penulis uraikan di atas,maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul ”Peningkatan Hasil Belajar Perkalian dan Pembagian melalui Media Benda Konkret pada Siswa Kelas II Semester  II SD Negeri  Sidaurip 01,Kecamatan Binangun,Kabupaten Cilacap Tahun Ajaran 2015/2016

Berdasarkan uraian  diatas,maka penulis ingin mengidentifikasi masalah yaitu rendahnya prestasi belajar matematika, siswa kurang mengenal matematika , dan guru kurang kreatif dalam mendesain strategi pembelajaran. Dari beberapa identifiksi masalah tersebut di atas dapat dirumauskan masalah sebagai berikut: “Apakah  Benda Konkret Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Perkalian dan Pembagian pada siswa kelas II semester II SDN Sidaurip 01 tahun ajaran 2015/2016”?

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada Perkalian dan Pembagian dengan menggunakan media Benda Konkret pada siswa kelas II SD Negeri Sidaurip 01 Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap.

KAJIAN PUSTAKA

Hakikat Belajar

Kata belajar merupakan istilah yang berkaitan denga sekolah. Selanjutnya masalah belajar tentu berhubungan erat dengan bidang studi atau ketrampilan yang harus dikuasai siswa. Padahal yang seharusnya belajar, tidak harus dibatasi dengan sekolah. Belajar seyogyanya dimaknai pula dalam kehidupan. Anak kecil menendang bola, supaya bola itu bergerak menuju sasaran, remaja belajar lagu baru yang sangat disenangi, dan generasi muda belajar menyukai pakaian model baru dengan meninggalkan model lama. Setelah memperhatikan ilustrasi tersebut, apa sebernarnya yang di maksud dengan belajar itu?

Belajar adalah’’suatu proses yang menghasilkan suatu aktifitas baru atau merubah,aktifitas dengan perantaraan latihan-latihan yang berlangsung di laboratarium atau di alam sekitar yang berbeda dengan perubahan bukan karena latihan ”(Hilgard dalam Siti Sundari,tt: 40). Menurut Sardiman (1986:23) memberikan batasan pengertian belajar , yaitu :  (1) belajar adalah sebagai rangkain kegiatan jiwa raga untuk menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya , yang berarti menyangkut unsur cipta rasa dan karsa , ramah kognitif dan psikomotor dan (2) belajar dikatakan juga sebagai proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep, atau teori .

Berdasarkan pengertian di atas belajar merupakan proses psikologi yang terjadi dalam diri seseorang sangat kompleks dan sukar diketahui . Terjadinya perubahan pada diri seeorang tidak hanya mengetahui pengetahuan saja , akan tetapi mengenai  berbagai kecakapan  sikap pengertian , minat dan penyesuaian diri.

Pengertian Hasil Belajar

Beberapa pengertian hasil belajar menurut para ahli yaitu:

  1. Menurut Sri Antana W. dkk (2009:2.19) hasil belajar merupakan kulminasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam belajar.Kulminasi akan selalu diiringidengan kegiatan tindak lanjut.Hasil belajar harus menunjukkan suatu perubahan tingkahlaku atau perolehan perilaku siswa yang bersifat menetap,fungsional,positif,dan yang disadari.
  2. Menurut Binyamin Bloom(1956)mengemukakan bahwa gambaran hasil belajar mencakup aspek koknitif, afektif, dan psikomotorik.
  3. Menurur Rimozoswki (1982) skema kemampuan yang dapat menunjukkan hasil belajar :
  4. Ketrampilan psikomotor berkaitan dengan kemampuan membuat keputusn memecahkan masalah berpikir logis;
  5. Ketrampilan psikomotor berkaitan dengan kemampuan tindakan fisik dan kegitan perceptual.
  6. Ketrampilan reaktif berkaitan dengan dengan sikap,kebijakan,perasaan.
  7. Ketrampilan interaktif berkaitan dengan kemampuan sosial dan kepemimpinan.

Pengertian hasil belajar erat kaitanya dengan perubahan tingkah laku seseorang setelah dilakukan proses belajar mengajar. Hasil belajar selalu menunjukan kepada suatu proses perubahan tingkah laku atau pribadi seseorang, dengan berdasarkan pada praktik atau pengalaman tertentu . Perubahan tingkah laku yang dimaksud adalah menyeluruh .Slameto (1995: 2) mengemukakan bahwa “Hasil belajar adalah hasil dari suatu proses usaha yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara keseluruhan , sebagi hasil pengalaman sendiri dalam  interaksi dengan lingkungannya .

Berdasarkan uarain diatas , dapat  dipahami dengan jelas bahwa hasil belajar merupakan suatu hasil perbuatan yang dicapai oleh individu atau siswa setelah melaksanakan proses belajar mengajar.

Perkalian

Perkalian adalah operasi matematika penskalan satu bilangan dengan bilangan lain. Operasi ini adalah salah satu dari 4 operasi dasar didalam aritmatika dasar (yang lainnya adalah penjumlahan, pembagian, dn pengurangan). Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan didalam suku-suku penjumlahan yang diulang-ulang, misalnya 3 dikali 4, dapat dihitung dengan menjumlahkan 3 salinan dari 4 bersama-sama : 3X4 =…. penyelesaiiannya yaitu : 4+4+4 =12.

Pembagian

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Pembagian adalah Operasi aritmatika dasar yang merupakan kebalikan dari perkalian. Dan menurut karangan Amin Mustofa (2008:145-161),  pembagian adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak setelah mereka mempelajari operasi penambahan, pengurangan dan perkalian. Ada juga yang berpendapat, pembagian adalah pengurangan yang dilakukan secara berulang contohnya 4 : 2 artinya 4 – 2 -2 = 0, maka hasilnya 4 : 2 = 2

Konkret adalah nyata , benar – benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba ,dsb)  W.J.S Poerdarmint (1984:519) Sehingga apabila digabungkan benda konkrit adalah segala yang ada di alam yang berwujud,berjasad dan benar-benar ada. Jadi,yang di maksud penggunaan benda konkrit adalah pemakaian,penerapan,atau penggunaan alat bantu berupa segala yang  di alam yang terwujud atau berjasad  dalam proses pembelajaran.

Berdsarkan teori-teori di atas, maka hipotensis tindaka yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas adalah “pembelajaran” penggunaan benda konkrit  dapat meningkatkan hasil belajar perkalian dan pembagian pada siswa kelas 2 semester II SD Negeri Sidaurip 01, kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap tahun ajaran 2015/2016.

Hipotensis Tindakan

METODE PENELITIAN

     Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas2 SD Negeri Sidaurip 01,Kecamatan Binangun,Kab.Cilacap,sebanyak 39 siswa terdiri dari 21 siswa laki-laki,dan 18 siswa perempuan.Penelitian dilakukan dengan proses pengkajian berulang ulang yang terdiri :   empat tahap Yaitu : Tahap Perencanaan (Planning),tahap penerapan tindakan (action),tahap (observasi dan evaluasi) dan melakukan refleksi (reflecting)dan seterusnya sampai (Kreteria keberhasilan). Waktu penelitian pada semester II Tahun ajaran 2015/2016.Pengumpulan data menggunakan tehnik test dan non test.tehnik test berupa test evaluasi.

HASIL PENELITIAN

            Dari hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang penulis laksanakan dalam siklus yang berulang pada mata pelajran Matematika tentang perkalian dan pembagian pada tanggal 14 Februari sampai 27 Februari 2016 di kelas 2 SDN Sidaurip 01,dan hasil pengamatan juga data nilai tes formatif pra siklus,siklus I,siklus II  adalah sebagai berikut:

Berdasarkan data awal yang di peroleh peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran siklus I (satu) dan Siklus II (dua).dari hasil tiap siklus tersebut menujukan peningkatan penguasaan materi pelajaran yang cukup meningkat. Dapat di lihat pada table hasil evaluasi siswa sebagai berikut.

  1. Dari kondisi awal nilai rata-rata dari  39 siswa  yang tuntas 11 siswa(28%) dan yang belum tuntas 28 siswa (72%).Pada siklus I ,Nilai rata-rata 78 dari siswa adalah 39.hasil
  2. belajar siswa pada kondisi awal pra siklus naik 10%,bila di bandingkan dengan hasil belajar pada silkus 1 pertambahan 17 sehingga siswa tuntas menjadi 28 siswa ( 72%).
  3. Pada siklus II ,nilai rata-rata dari 39 siswa adalah 88 pada siklus kedua naik 95% bila di bandingkan dengan hasil belajar pada siklus pertama,siswa yang tuntas bertambah sebanyak 9 siswa,sehingga siswa tuntas menjadi 37 siswa(95%) dan siswa tidak tuntas 2 siswa 5%.

  Tabel 1: Rekapitulasi ketuntasan belajar tiap –tiap siklus

No Uraian Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas
Frekwensi % Frekwensi %
1 Study awal 11 28 28 72
2 Siklus I 18 48 21 52
3 Siklus II 37 95 2 5

Berdasarkan pengamatan dan hasil tes formatif,pra siklos,siklus I,siklus II pada pembelajara matematika tentang perkalian dan pembagian, diperoleh tentang ketuntasan hasil belajar siswa yang dapat Pada silkus 1 sudah menujukan perbaikan yg meningkat walaupun masih ada siswa yang belum tuntas yaitu sebanyak 21 siswa (52%)peneliti menggunakan Media benda konkrit dimana anak dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran.Pada siklus 2 prestasi kembali meningkat hingga jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 2 siswa( 5%)Karena hasil yang di peroleh dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa Media benda konkrit  dapat berperan mengaktifkan siswa di dalam proses pembelajaran,karna siswa langsung mempraktekan seolah –olah mereka sedang bermain, itulah yang dikatakan bermain sambil belajar.

Pepatah cina kuno berpandanga bahwa: “Saya mendengar, maka saya lupa, Saya melihat, maka saya tau, Saya melakukan, maka saya ingat”      

PEMBAHASAN

            Dari temuan dan refleksi selama siklus pertama dan ke dua,penerapan benda konkrit pada masa pelajaran Matematika kompetensi dasar melakukan perkalian dan pembagian bilangan  dalam pemecahan masalah telah beremplementasi baik terhadap hasil belajar siswa.

            Naiknya nilai hasil belajar siswa terhadap materi hingga mencapai tingkat ketuntasan 95% menunjukan bahwa belajar akan lebih bermakna jika di pelajari bukan hanya sekedar mendengarkan tapi anak langsung mempraktekan. 

SIMPULAN

            Berdasarkan analisis data dan diskripsi temuan dan tiap siklusnya.peneliti dapat menarik kesimpulann bahwa penggunakan benda konkrit sangat sesuai untuk siswa kelas 2 di SD Sidaurip 01.terutama dalam mata pelajaran Matematika dengan kompetensi dasar melakukan perkalian dan pembagian bilangan  ,sehingga mampu meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. .Dengan Media ini ,siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang bermakna sehingga mampu meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dari pra siklus 28% meningkat 48% di siklus I dan meningkat menjadi 95% di siklus II. Sedangkan untuk skor keaktifan belajar siswa 26,31 pada pra siklus 68,42 pada siklus I, meningkat menjadi 94,13 pada siklusII.

SARAN

Bagi Rekan Guru

  1. Penggunaan benda konkrit dalam pembelajaran matematika hendaknya dijadikan salah satu altternatif untuk meningkatkan pretasi siswa
  2. Untuk meningkatkan profesionalisme,seorang guru hendaknya berusaha untuk selalu meningkatkan proses pembelajaran.

Bagi Siswa

  1. Belajarlah yang tekun untuk mencapai prestasi gemilang
  2. Jangan mudah putus asa dalam belajar menemui hambatan-hambatan.

Untuk peneliti berikutnya

  1. Hendaknya dalam penelitian memperhatikansetiap komponen pelajaran seperti tujuan,materi,metode,alat dan sumber bhan serta evaluasi.
  2. Penelitian ini dapat dikembangan dengan media pembelajaran yang lain.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi.1989. Menejemen Penelitian Tindakan Kelas: Rineka Cipta

Afrudin 1986.Psikolog Pendidikan anak usia SD .solo harapan Massa

 Aguston.M.M.M.Drs.2004.Stategi Belajar Mengajar Jakarta.LAM UNJ

Hamsa,S.Pd. 1 Agustus 2009.Educatiaon For Ali.http://aliefhamsa.blogspot.com

Hudoyo.H.1990.Strategi Mengajar Matematika, Jakarta:IKIPMalang

Hamsa,S.Pd. 1 Agustus 2009.Educatiaon For Ali . http://googleweblight.com

Hilda Karti.2002.Panduan Belajar Tematik 2b:Erlangga

BIODATA

Nama                           : Sumarni.S.Pd.SD

NIP                             : 19640316198702001

Pangkat /Gol               : IV/ a

Jabatan                        : Guru Madya

Unit kerja                    : SD Sidaurip 01.Binangun ,Cilacap




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *