PENINGKATAN PEMBELAJARAN PKN MATERI MENGENAL ORGANISASI MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BAGI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

nina 

Oleh

Nina Musritaningsih S.Pd.SD

 

 

ABSTRAK

Permasalahan penelitian ini adalah Peningkatan prestasi belajar Pkn materi mengenal organisasi melalui pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa kelas V SD Negeri Manggis 01. Model STAD merupakan pembelajaran yang perlu untuk diterapkan guru yang melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan konsep materi pelajaran. Oleh karena itu, dalam pembelajaran mengenai materi mengenal organisasi, dengan tujuan memotivasi prestasi belajar siswa agar dapat meningkat. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri Manggis 01 tahun pelajaran 2012/2013. Jenis data yang diperoleh adalah data kuantitatif  dan data kualitatif. Data Kualitatif meliputi motivasi belajar peserta didik selama proses pembelajaran. Data Kuantitatif meliputi Hasil prestasi peserta didik. Hasil prestasi belajar yang diperoleh pada penelitian siklus II telah mengalami peningkatan, hal ini dapat di ketahui dan dilihat dari presentasi nilai rata-rata kelas yaitu sebesar 79,35% meningkat yaitu sebesar 10,79% poin. Jika dilihat dari nilai rata-rata kelas pada siklus 1 yaitu sebesar 68,38%. Selain nilai rata-rata kelas yang mengalami peningkatan nilai ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sejumlah 87,09% meningkat 22,58% jika di bandingkan dengan nilai ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 yaitu sebesar 64,51%.

Kata Kunci: pembelajaran PKN kooperatif tipe STAD, materi  mengenal organisasi, prestasi belajar peserta didik.

PENDAHULUAN

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu ilmu dasar di sekolah yang mempunyai peranan penting dalam rangka upaya mencetak generasi bangsa yang mempunyai budi pekerti dan kepribadian yang unggul sebagai warga negara Indonesia. PKn juga sebagai sarana untuk mengembangkan kecerdasan, kepribadian, watak, sopan santun, sikap, toleransi, saling menghargai dan rasa keperdulian dengan sesama. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SD Negeri Manggis 01.

Peneliti menemukan adanya permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran PKn yaitu kurangnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga mengakibatkan prestasi belajarnyapun menjadi tidak maksimal. Permasalahan berikutnya yaitu siswa sangat jarang sekali yang mau bertanya, sehignga suasana pembelajaran menjadi pasif. Hal ini dikarenakan siswa kurang tertarik dengna metode guru yang kurang variatif, yang terkesan itu-itu saja. Kemudian dari segi kepedulian, antara siswa yang satu dengan siswa yang lain juga masih kurang. Hal ini dikarenakan anak kurang terbiasa diajak untuk bekerjasama atau diskusi dalam proses pembelajaran. Pencapaian prestasi juga belum sesuai dengan target dan masih kurang dalam pencapaian KKM yaitu 6,3 akan tetapi ketuntasan siswa baru mencapai 58% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 31. Berdasarkan wawancara yang saya lakukan dengan guru kelas V mengatakan bahwa siswa sering kali susah dalam menerima pembelajaran PKn, hal itu dikarenakan pembelajaran yang monoton atau teaching learning center atau hanya berpusat pada guru. sehingga siswa sering kali merasa bosan dalam belajar. dengan penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan dapat memperoleh hasil yang maksimal. Karena pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) juga merupakan pembelajaran yang menitik beratkan pada pengelompokkan. Sehingga siswa mampu untuk lebih banyak memperoleh pengetahuan selain dari guru juga dari teman lain satu kelompok. Sehingga siswa lebih mampu untuk berusaha memecahkan masalah dengan berdiskusi kelompok. Dengan demikian diharapkan pembelajaran koopeatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar PKn di kelas V SD Negeri Manggis 01 dapat meningakat.

Kajian Pustaka

Menurut Winkel (2012:226) prestasi belajar adalah bukti dari keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Dengan demikian prestasi belajar merupakan hasil atau prestasi yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan usaha-usaha belajar. Makna kata prestasi belajar adalah prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas atau tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak, dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar.

Menurut Winkel (2012:228) faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yaitu “faktor situasional” ialah keadaan yang telah timbul dan berpengaruh terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas, namun tidak menjadi tanggung jawab langsung dari staf pendidik atau para siswa. Keadaan itu berkaitan dengan corak kehidupan masyarakat atau sumber pada lingkungan alam, misalnya keadaan sosial budaya, keadaan politik, keadaan ekonomis, alokasi tempat, keadaan waktu, keadaan musim dan iklim yang semuanya mungkin berkaitan juga satu sama lain.

Menurut Isjoni (2010:15) Cooperative learning berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim. Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran yang saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada siswa (student oriented), terutama untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan guru dalam mengaktifkan siswa, yang tidak dapat bekerja sama dengan orang lain, siswa yang agresif tidak peduli pada yang lain.

Cooperative learning ini bukan bermaksud untuk menggantikan pendekatan kompetitif (persaingan). Nuansa kompetitif dalam kelas akan sangat baik bila diterapkan secara sehat. Pendekatan kooperatif ini adalah sebagai alternatif pilihan dalam mengisi kelemahan kompetisi, yakni hanya sebagian siswa saja yang akan bertambah pintar, sementara yang lainnya semakin tenggelam dalam ketidaktahuannya. Tidak sedikit siswa yang kurang pengetahuannya merasa malu bila kekurangannya di-expose. Kadang-kadang motivasi persaingan akan menjadi kurang sehat bila para murid saling menginginkan agar siswa lainnya tidak mampu, katakanlah dalam menjawab soal yang diberikan guru. Sikap mental inilah yang dirasa perlu untuk mengalami improvement (perbaikan). Anita Lie (2010:7) menyebutkan cooperative learning dengan istilah pembelajaran gotong royong, yaitu suasana kelas yang perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa sehignga siswa mendapat kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain. Dalam interaksi ini siswa membentuk komunitas yang memungkinkan mereka mencapai proses belajar dan mencintai satu sama lain. Pengertian Student Team Achievement Division (STAD).

Menurut Slavin (2010:143) pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakans salah satu dari tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, sehingga tipe ini dapat digunakan oleh guru-guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) siswa perlu ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerja, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja di kelompok mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasi materi tersebut.

Dede Rosyada dkk (2004:1) secara bahasa, istilah Civic Education oleh sebagian pakar diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Pendidikan Kewargaan dan Pendidikan Kewarganegaraan. Tanireja Tukiran, dkk (2009:2) Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untu membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antar warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara (penjelasan pasal 39 Undang-Undang No. 2 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional. Pendidikan Kewarganegaraan menurut Zamroni dalam Tanireja Tukiran (2009:3) adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas  menanamkan kesadaran kepada generasi baru bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat.

 

Kerangka Berpikir

Tujuan pembelajaran akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling mendukung. Salah satu faktor yang memiliki peran dalam rangka mencapai tujuan adalah ketepatan mengorganisir peserta didik. Guru sebagai pemegang kendali di kelas, mempunyai tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mencari model atau metode pembelajaran yang dapat membawa pengaruh besar pada pola pikir siswa dalam peningkatan prestasi belajar siswa, yaitu dengan menggunakan variasi metode pembelajaran, diantaranya dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD).

Penggunaan strategi Student Team Achievement Division (STAD) learning menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Dengan strategi ini diharapkan dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus meningkatkan  prestasi belajar siswa.

Berdasarkan uraian di atas peneliti berpendapat bahwa keterkaitan siswa akan sebuah materi yang dipelajari merupakan modal awal mencapai keberhasilan. Keterkaitan tersebut akan menjadikan sebuah pemicu munculnya hasil yang baik, yaitu dengan mengarahkan siswa pada sesuatu yang baru, praktis, sesuai pada pengalaman yang nyata. Apabila dalam diri siswa sudah tertanam motivasi yang besar, maka dengan sendirinya siswa tersebut akan mudah dan penuh sadar melakukan sesuatu guna mencapai hasil yang diharapkan. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) akan menjadi solusi terbaik bagi guru agar tercipta KBM yang diinginkan. Secara skematis, kerangka berpikir dapat ditunjukkan di bawah ini.

ninaa

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

 

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian pustaka di atas, maka dapat diasumsikan hipotesis tindakannya adalah dengan melalui pendekatan kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi mengenal musyawarah di Kelas V SD Negeri Manggis 01.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Manggis 01, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2012/2013.

Pelaksanaan dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, apabila belum berhasil akan dilanjutkan ke siklus berikutnya, masing-masing siklus 2 kali pertemuan waktunya 2 x 35 menit, dan dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division STAD penelitian tindakan kelas ini berkolaborasi dengan guru kelas V SD Negeri Manggis 01, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, sehingga penelitian ini tidak mengganggu tugas pokok guru dalam melakukan proses pembelajarannya. Dengan berkolaborasi dengan guru kelas, peneliti dapat mendapatkan informasi masalah-masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar di kelas, mengapa timbul masalah demikian, apa saja penyebab masalah tersebut dan sampai ditemukan pemecahannya. Dengan demikian maka kualitas proses belajar mengajar jadi lebih efektif, dan ditingkatkan serta juga dapat meningaktkan pula prestasi belajar.

Instrumen penelitian di gunakan untuk memperoleh data yang kuat dan akhirnya menemukan data yang kuantitatif dan data kualitatif, data kuantitatif  adalah data angka yang di peroleh dari hasil penelitian secara objektif  terhadap subjek penelitian. Dan data kualitatif adalah data yang tidak dapat di ukur dengan menggunakan angka-angka tetapi akan terlihat apabila pembelajaran sudah berlangsung

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara  Tes, Observasi Aktivitas, wawancara. Wawancara digunakan untuk melengkapi informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran dan motivasi siswa. Wawancara dalam hal ini adalah untuk mengetahui hambatan yang dialami siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan sebagai cross check apabila ada hal-hal yang tidak dapat atau kurang jelas diamati pada saat observasi. Wawancara yang dilakukan ini dimaksudkan untuk melengkapi angket yang berisikan pendapat siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Wawancara ini dilakukan akhir kegiatan penelitian ini dengan memilih beberapa siswa secara acak untuk mengetahui bagaimana respon siswa tehradap model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada akhir putaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V semester II SD Negeri Manggis 01, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada kompetensi dasar mengenal organisasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, yang pada setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan yaitu yang dimulai dari tanggal 2 Maret sampai 30 Maret 2013. Untuk mengetahui hasil penelitian lebih rinci dipaparkan sebagai berikut :

Deskripsi Hasil Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan selama dua kali dua jam pelajaran (2×35 menit) pada tanggal 2 Maret 2013 dan pada tanggal 9 Maret 2013 dan diikuti oleh 31 siwa. Pada penelitian siklus I terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Dari hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran diperoleh kriteria persentase sebesar 68,25% yang termasuk dalam kategori pengelolaan pembelajaran cukup baik. Dan dari hasil observasi aktivitas siswa diperoleh persentase sebesar 63,10% sehingga termasuk dalam kategori aktivitas siswa yang cukup baik, Dari hasil kuis siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 68,44 dengan kriteria ketuntasan belajar 64,85%, sehingga belum sesuai dengan indikator yang ketuntasan belajar yang sudah ditentukan yaitu sebesar 85%. Ini terlihat dari aktivitas siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru dalam menyampaikan materi, dan siswa cenderung bermain dengan teman sekitarnya, sehingga nilai persentasi belajar siswa masih tergolong rendah,.

Deskripsi Siklus II

Siklus II dilaksanakan pada tanggal 16 Maret – 30 Maret 2013 dalam 2 x pertemuan selama dua jam pelajaran (2×35 menit) dan diikuti oleh 31 siswa. Pada penelitian siklus II terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Pada akhir siklus II kemudian diadakan refleksi terhadap hasil tindakan dengan hasil sebagai berikut : Dari hasil observasi terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran diperoleh kriteria prosentase sebesar 85,75% yang termasuk dalam kategori pengelolaan pembelajaran sangat baik. Hal ini sudah terjadi peningkatan dibandingkan dengan Siklus I karena guru dalam proses pembelajaran sudah maksimal menguasai prosedur pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD). Dari hasil observasi aktivitas siswa diperoleh prosentase sebesar 72,58% sehingga termasuk dalam kategori aktivitas siswa yang baik, hal ini terlihat bahwa aktivitas siswa sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan aktivitas siswa siklus I. Dari hasil kuis siklus II diperoleh skor rata-rata sebesar 79,44 dengan kriteria ketuntasan belajar 87,09%, sehingga sudah sesuai dengan indikator ketuntasan belajar yang sudah ditentukan yaitu sebesar 85%. Ini terlihat dari aktivitas siswa yang lebih memperhatikan penjelasan guru dalam menyampaikan materi, dan siswa cenderung lebih berkonsentrasi saat proses belajar mengajar, sehingga nilai prestasi belajar siswa sudah tergolong tinggi.

Pembahasan

Pembahasan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu didasarkan dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti saat peneliti akan melaksanakan penelitian dan juga merancanakan bagaimana penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu dengan melakukan observasi terhadap kelas yang akan dilakukan penelitian dan juga dengan guru kelas yang akan diadakan penelitian. Hal ini dilakukan untuk mempermudah peneliti dalam menentukan hal apa yang akan dilakukan dalam penelitian. Selain observasi peneliti melakukan pencatatan pada kegiatan observasinya. Dan juga dari hasil catatan mengenai bagaimana guru dalam mengajar, memberikan motivasi kepada siswa dan juga bagaimana siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya yang dicatat selama peneliti melakukan penelitian. Secara lebih terperinci pembahasan dari hasil penelitian pada setiap siklus akan dijabarkan sebagai berikut :

Hasil prestasi belajar yang diperoleh pada penelitian siklus II telah mengalami peningaktan, hal ini dapat diketahui dan dilihat dari presentase nilai rata-rata kelas yaitu sebesar 79,35 meningkat yaitu sebesar 10,97 poin jika dilihat dari nilai rata-rata kelas pada siklus yaitu sebesar 68,38. Selain nilai rata-rata kelas yang mengalami peningaktan nilai ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sejumlah 87,09% meningkat 22,58% jika dibandingkan dengan nilai ketuntasan belajar siswa pada siklus I yaitu sebesar 64,51%. Data nilai rata-rata dan ketuntasan secara klasikal dapat dilihat bahwa nilai menunjukkan hasil dari nilai awal siswa masih tergolong rendah dengan nilai hasil belajar siswa yaitu sebesar 51,61% dan mengalami peningkatan pada penelitian tindakan kelas I dan II. Secara lebih jelas, presentase ketuntasan belajar siswa akan disajikan dalam gambar 4.2 sebagai berikut :

nin

Gambar 4.1 Histogram Peningkatan Ketuntasan Belajar

Berdasarkan histogram 4.1 di atas dapat dipaparkan bahwa terjadi peningkatan presentase ketuntasan belajar siswa yaitu dari nilai aal yaitu 51,61% pada penelitian siklus I meningkat menjadi 64,51% kemudian siklus II meningkat lagi menjadi 87,09%.

Dari hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran PKn berpengaruh pada peningkatan motivasi dan prestasi belajar pada mata pelajaran PKn. Hal ini ditunjukkan dari adanya hasil pengamatan tindakan kelas siklus I dengan menggunakan pembelajar an kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) sudah dikuasai guru secara keseluruhan yaitu dapat dilihat dari skor peningkatan yang diperoleh yaitu mulai dengan penggunaan pembeljaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) yaitu pada siklus I dengan presesentase sebesar 68,58% dengan kriteria cukup baik yang mengalami peningkatan pada pembelajaran siklus II dengan presentase sebesar 85,75% dengan kriteria sangat baik. Dari hasil pengamatan tindakan kelas yang dilakukan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat diketahui bahwa hasil aktivitas siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan yaitu dari presentase pada siklus I yaitu sebesar 63,10% dengan kriteria cukup baik mengalami peningkatan pada siklus II yaitu dengan presentase sebesar 72,58% yaitu dengan kriteria baik.

 

SIMPULAN DAN HASIL

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkanprestasi pada mata pelajaran PKn, hasil prestasi belajar yang diperoleh pada penelitian siklus II telah mengalami peningkatan, hal ini dapat diketahui dan dilihat dari presentasi nilai rata-rata kelas yaitu sebesar 79,35% meningkat yaitu sebesar 10,79% poin jika dilihat dari nilai rata-rata kelas pada siklus 1 yaitu sebesar 68,38% Selain nilai rata-rata kelas yang mengalami peningkatan nilai ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sejumlah 87,09% meningkat 22,58% jika di bandingkan dengan nilai ketuntasan belajar siswa pada  siklus 1 yaitu sebesar 64,51%.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh setelah pelaksanan penelitian tindakan kelas dalam upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar pada siswwa kelas II SD Negeri 01 Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :

  • Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) perlu dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas, karena dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar PKn siswa. Karena pembelajaran kooperatif merupakan tipe pembelajaran yang paling sederhana sehingga sangat cocok  digunakan di kelas  khususnya bagi sekolah yang baru menerapkan penggunaan berbagai model atau tipe pembelajaran sehingga di mulai dari yang paling sederhana.
  • Dalam proses pembelajaran,guru harus benar-benar menguasai materi yang akan diajarkan tentunya materi yang diajarkan juga harus di berikan kepada siswa secara baik dan benar sehingga siswa dalam pembelajaran tidak merasa bosen dan jenuh, guru di tuntut harus kreatif serta dapat memotivasi siswa untuk belajar agar siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran.
  • Dalam pembelajaran guru hendaknya memberikan sikap positif dan pengargaan kepada setiap aktivitas siswa dalam pembelajaran, karena hal trsebut dapat menjadikan siswa lebih termotivasi atau memicu timbulnya semangat dalam diri siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar untuk mendapatkan hasil yang maksimal serta mampu meningkatkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapatnya maupun bertanya kepada guru saat mengalami kasulitan dalam proses pembelajaran.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dede, R., Dkk. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Prenada Media

Hamadi, M. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

Isjoni. 2010. Cooperative Learning.Bandung: Alfabeta

Slavin, R.E.2010. coopertive Learning. Bandung: Nusa Media

Sudjana, N. 2009. Penilian Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tanireja, T, dkk. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: Alfabeta.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatife-Progresif. Jakarta: Kencana.

Winkel. 2008. Psikologi Pengajaran. Jakarta; PT. Gramedia Widiarsarana Karya.
Safari. 2005. Penelisan Indonesia.

Wuri, W dan Fathurrohman. 2011. Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar. Bantul: Nuha Litera.

 

BIODATA PENELITI

Nama Peneliti                      : Nina Musritaningsih S.Pd.SD

NIP                                         : l9641130 198608 2 001

Tempat tanggal lahir           : Tegal, 30 November 1961

Pangkat Gol Ruang              : Pembina IV/A

Unit Kerja                              : SD Negeri Manggis 01, Kec. Sirampog, Kab. Brebes

Unit Kerja Sekarang            : SD Negeri Kalijurang 04 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *