PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE PERMAINAN TEKA TEKI SILANG (TTS) KOMPETENSI DASAR KIMIA UNSUR KELAS XII. IPA DI SMA NEGERI BATURRADEN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BIODATA PENULIS

Nama   : Triana Santa Andriani S.Pd

NIP.   : 19640315 199412 2 002

Unit Kerja: SMA Negeri Baturraden Kab Banyumas

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah prestasi belajar Kimia Unsur di kelas XII SMAN Baturraden dapat ditingkatkan melalui metode permainan teka teki silang (TTS). Subyek penelitian sejumlah 34 siswa SMAN Baturraden kelas XII. Prosedur penelitian melalui 3 siklus, dengan tahap masing-masing siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil ketuntasan belajar dapat diketahui pada siklus 1 8 siswa atau 23,53%, pada siklus 2 11 siswa atau 32,36% dan pada siklus 3 semua siswa yaitu 34 anak tuntas atau 100%.

 

Kata kunci: Mata Pelajaran Kimia Unsur, Metode Permainan Teka Teki Silang

 

PENDAHULUAN

Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia  tidak pernah berhenti. Berbagai terobosan baru terus dilakukan oleh pemerintah melalui Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Upaya itu antara lain dalam pengelolaan sekolah, peningkatan sumber daya tenaga pendidikan, pengembangan/penulisan materi ajar, serta pengembangan paradigma baru dengan metodologi pengajaran. Mengajar bukan semata persoalan menceritakan ataupun menyampaikan materi saja. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari perenungan informasi ke dalam pemikiran siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan fisik dari kerja siswa sendiri. Penjelasan dan konsep verbal semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng atau abadi. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif, kreatif, inovatif. dan menyenangkan.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menigkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan lain, dan peningkatan mutu manajemen sekolah, namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang memadai. Apa yang menjadikan belajar aktif, kreatif dan menyenangkan. Agar belajar menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan siswa harus mengerjakan banyak sekali pembelajaran yang berupaya meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan. Mereka harus menggunakan kecerdasan, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif  harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras ( moving about dan thinking aloud ).

Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengerjakan, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan hanya itu, siswa perlu ‘mengerjakannya’, yakni menggambarkan ataupun menghafalkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan, dan mengerjakan  pembelajaran  yang  menuntut  pengetahuan  yang  telah  terapkan , kita pahami dan atau harus mereka dapatkan. Salah satu metode untuk membangkitkan apa yang siswa pelajari dalam satu semester proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran bagaimana menjadikan belajar tidak terlupakan. Metode permainan ini adalah untuk membantu siswa dalam mengingat materi pelajaran yang telah diterima selama ini. Selain itu metode ini diterapkan pada akhir semester proses belajar mengajar dengan  tujuan untuk membantu siswa agar siap mengahadapi ulangan akhir semester bahkan ujian nasional.

Dengan menyadari gejala-gejala atau kenyataan tersebut diatas, maka dalam penelitian ini penulis penulis mengambil judul ‘ Meningkatkan Prestasi Belajar Kimia Melalui Metode permainan Teka Teki Silang ( TTS ) Kompetensi Dasar Kimia Unsur di Kelas XII.IPA SMA Negeri Baturraden Tahun Pelajaran 2016/2017.

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Apakah prestasi belajar kimia Kompetensi Dasar Kimia Unsur dapat ditingkatkan melalui metode permainan Teka Teki Silang di Kelas XII.IPA  SMA Negeri Baturraden Tahun Pelajaran 2016/2017?

 

KAJIAN PUSTAKA

Prestasi Belajar

Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan harus merupakan akhir dari pada periode yang cukup panjang. Berapa lama waktu itu berlangsung sulit ditentukan dengan pasti, tetapi perubahan itu hendaklah merupakan akhir dari suatu periode yang mungkin berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilihat kasat mata ataupun tidak dapat dilihat dengan nyata proses itu terjadi dalam diri seserorang yang sedang mengalami belajar. Jadi yang dimaksud dengan belajar bukan tingkah laku yang nampak, tetapi prosesnya terjadi secara internal di dalam diri individu dalam mengusahakan memperoleh hubungan-hubungan baru.

Pengertian belajar sudah banyak dikemukakan dalam kepustakaan. Yang dimaksud belajar yaitu perbuatan dan perilaku siswa dalam bidang material, formal dan non formal serta fungsional pada umumnya dan bidang intelektual pada khususnya. Jadi belajar merupakan hal yang pokok. Belajar merupakan suatu perubahan pada sikap dan tingkah laku yang mengalami perubahan dari belajar biasa saja menuju ke pembelajaran yang lebih baik dan lebih bermakna.

Sebelum dijelaskan pengertian mengenai prestasi belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan tentang pengertian prestasi. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Dengan demikian bahwa prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang setelah melakukan sesuatu pekerjaan/aktivitas tertentu.

Jadi prestasi adalah hasil yang telah dicapai oleh karena itu semua individu dengan adanya belajar hasilnya dapat dicapai. Setiap individu belajar menginginkan hasil yang yang sebaik mungkin. Oleh karena itu setiap individu harus belajar dengan sebaik-baiknya supaya prestasinya berhasil dengan baik. Sedang pengertian prestasi juga ada yang mengatakan prestasi adalah kemampuan. Kemampuan di sini berarti yan dimampui individu dalam mengerjakan sesuatu.

Untuk memperoleh prestasi/hasil belajar yang baik harus dilakukan dengan baik dan pedoman cara yang tapat. Setiap orang mempunyai cara atau pedoman sendiri-sendiri dalam belajar. Pedoman/cara yang satu cocok digunakan oleh seorang siswa, tetapi mungkin kurang sesuai untuk anak/siswa yang lain. Hal ini disebabkan karena mempunyai perbedaan individu dalam hal kemampuan, kecepatan dan kepekaan dalam menerima materi pelajaran.

Oleh karena itu tidaklah ada suatu petunjuk yang pasti yang harus dikerjakan oleh seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Tetapi faktor yang paling menentukan keberhasilan belajar adalah para siswa itu sendiri. Untuk dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya harus mempunyai kebiasaan belajar yang baik.

Mata Pelajaran Sains

Sains didefiniksan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara alam. Perkembangan Sains tidak hanya ditandai dengan adanya fakta, tetapi juga oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Metode ilmiah dan pengamatan ilmiah menekankan pada hakikat Kimia. Secara rinci hakikat Sains menurut Bridgman (dalam Lestari,beberapa Metode Sains, 2002: 7) adalah sebagai berikut:

1.Observasi, merupakan salah satu cara untuk dapat memahami konsep-konsep Sains secara tepat dan dapat diuji kebenarannya.

2.Ramalan (prediksi), merupakan salah satu asumsi penting dalam Sains bahwa misteri alam raya ini dapat dipahami dan memiliki keteraturan. Dengan asumsi tersebut lewat pengukuran yang teliti maka berbagai peristiwa alam yang akan terjadi dapat diprediksikan secara tepat.

3.Progresif dan komunikatif, artinya Sains itu selalu berkembang ke arah yang lebih sempurna dan penemuan-penemuan yang ada merupakan kelanjutan dari penemuan sebelumnya.

4.Kualitas, pada dasarnya konsep-konsep Sains selalu dapat dinyatakan dalam bentuk angka-angka.Proses; tahapan-tahapan yang dilalui dan itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah dalam rangkan menemukan suatu kebernaran.

5.Universalitas, kebenaran yang ditemukan senantiasa berlaku secara umum.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hakikat Sains merupakan bagian dari mata pelajaran Kimia, dimana konsep-konsepnya diperoleh melalui suatu proses dengan menggunakan  metode ilmiah dan diawali dengan sikap ilmiah kemudian diperoleh hasil (produk).

Metode Permainan TTS

Metode permainan ini adalah salah satu metode yang dilakukan untuk mengupayakan peningkatan kualitas pembelajaran untuk kompetensi dasar pembelajaran yang banyak membutuhkan kemampuan kognitip siswa. Salah satu kebaikan metode ini adalah siswa lebih siap dan lebih memiliki kemampuan untuk mengingat dan memahami kompetensi dasar  kimia unsur. Beberapa metode mempunyai kelebihan dan kelemahan, namun upaya untuk meningkatkan prestasi harus terus dan tetap dilakukan. Seperti pada pola pembelajaran metode ini tidak tepat jika digunakan untuk kompetensi dasar perhitungan kimia, oleh karena itu guru harus kreatif dalam memvariasikan pembelajaran. Kemampuan kognitip dan psikomotor yang dimiliki siswa adalah bervariasi, tetapi dalam melaksanakan metode ini peranan siswa sangatlah penting dalam mengeksplor kemampuan kognitipnya dalam pelaksanaan variasi pembelajaran ini.

Dalam metode ini, peran utama adalah siswa dan guru sebagai motivator, karena pelaksanaan metode permainan ini merupakan komunikasi satu arah. Dalam arti guru sedikit mendominasi seluruh kegiatan belajar mengajar. Berhasil atau tidaknya metode ini tergantung sebagian besar pada guru dan kreatifitas siswa. Untuk mengefektifkan metode Permainan TTS perlu diusahakan:

a.Membangkitkan minat dan belajar siswa dalam belajar Kimia khususnya Kimia Unsur dan kelimpahannya.

b.Memaksimalkan pemahaman dan kemampuan untuk mengingat istilah dalam pembelajaran Kimia Unsur.

c.Melibatkan siswa berdiskusi dan memecahkan permasalahan dalam menyelesaikan soal tentang kimia unsur

d.Memperkuat apa yang telah disampaikan oleh pengajar agar pemahaman tersebut bermanfaat dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari hari.

e.Mempertajam ingatan, kecerdasan, kompetensi penilaian, dan pengetahuan dan kompetensi kecakapan bagi siswa.

METODE PENELITIAN

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan observasi untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri Baturraden, Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya pembelajaran atau saat penyusunan makalah ini dilangsungkan. Penyusunan makalah ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan Nopember Tahun 2016. Subyek penyusunan makalah  adalah siswa-siswi Kelas XII. IPA  Tahun Pelajaran 2016/2017 pada kompetensi dasar Kimia Unsur dan Kelimpahanya. Penyusunan makalah ini melibatkan sejumlah 34 siswa, dengan  karakteristik mata pelajaran yang menggunakan ketajaman kemampuan kognitif.

Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian  tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart  (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan belajar aktif dan tes formatif/ulangan harian serta tes berkelanjutan atau program remidiasi menggunakan alat uji atau soal yang berbeda. Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Untuk mengalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir pembelajaran. Ketuntasan belajar ada dua kategori, yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 65 % atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 65 %. Namun pada tahun 2005 berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kriteria ketuntasan belajar siswa adalah apabila nilai hasil belajar siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal  (KKM). Untuk KKM mata pelajaran Kimia KTSP SMA Kelas XII. IPA Tahun Pelajaran 2016/2017 ditetapkan KKM = 78.

Kriteria keberhasilan penelitian ini jika tingkat ketuntasan hasil belajar mencapai 90%, kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran ini mencapai daya serap 100%.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Siklus 1

Program ini direncanakan pelaksanaanya untuk evaluasi siklus-1 dengan tipe soal sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada pelaksanaan siklus-1 ini, siswa diberikan lembar soal berupa teka teki silang  yang masing kosong, diharapkan siswa dapat menjawab dengan benar pertanyaan pada tes evaluasi sesuai dengan  uraian soal. Guru memperhatikan siswa dan  mengamati cara siswa mengerjakan soal dan mencatatnya pada jurnal pembelajaran.

Pengamatan dilakukan secara silang dengan guru pendampingan dan hasil pengamatan dilakukan kesimpulan akhir dari guru yang mengamati proses pembelajaran tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

Tindak lanjut dari hasil evaluasi pada siklus-1  yang diperoleh berdasarkan\data adalah   belum memenuhi kualitas dan kuantitas pembelajaran, terbukti banyak siswa yang kebingungan dalam  mengerjakan soal dan menjawabnya ke dalam jawaban  soal teka teki silang.

Deskripsi Hasil Siklus 2         

Uraian soal ini  untuk  evaluasi pada siklus-2 adalah sebagai berikut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada pelaksanaan siklus-2 ini, siswa diberikan lembar soal  evaluasi siklus-2 berupa teka teki silang  baru dengan soal yang baru yang masing kosong, diharapkan siswa dapat menjawabdengan tepat dan guru  mengamati cara siswa mengerjakan soal serta mencatatnya pada jurnal pembelajaran.

Pengamatan dilakukan secara menyeluruh oleh guru mata pelajaran dan hasil pengamatan dilakukan kesimpulan akhir dari guru yang mengamati proses pembelajaran tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

Tindak lanjut dari hasil  evaluasi yang dilakukan pada siklus-2 yang diperoleh berdasarkan data adalah  ada peningkatan yang cukup signifikan  yang diamati untuk memenuhi kualitas dan kuantitas pembelajaran, terbukti tinggal sedikit atau beberapa siswayang kebingungan dalam  mengerjakan soal dan menjawabnya kedalam  jawaban  teka teki silang.

Deskripsi Hasil Siklus 3         

Uraian soal untuk  pelaksanaan evaluasi siklus-3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada pelaksanaan siklus  ini, siswa diberikan lembar soal  evaluasi di siklus-3 berupa teka teki silang  baru dengan soal yang baru yang masing kosong, diharapkan siswa dapat menjawabdengan tepat pertanyaan pada siklus-3 ini sesuai dengan uraian soal yang baru. Guru  memperhatikan siswa dan mengamati cara siswa mengerjakan soal dan  mencatatnya pada jurnal pembelajaran. Pengamatan dilakukan secara menyeluruh oleh guru mata pelajaran dan hasil pengamatan dilakukan kesimpulan akhir dari guru yang mengamati proses pembelajaran tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

Tindak lanjut dari hasil  evaluasi pada siklus-3 yang diperoleh berdasarkan data adalah  ada peningkatan yang cukup signifikan yang diamati untuk memenuhi kualitas dan kuantitas pembelajaran, terbukti  sebagiann besar siswa tidak lagi merasa galau dan kebingungan dalam  mengerjakan soal dan menjawabnya kedalam jawaban teka teki silang. Metode ini stidaknya mampu meningkatkan minat dan belajar siswa dalam memahami kompetensidasar kimia pada penilaian kognitif bidang pemahaman dan penerapan konsep kimia unsur terutama kegunaannya serta pembuatannya dan kelimpahannya dalam kehidupan sehari hari.

Berdasarkan data hasil evaluasi Kompetensi Dasar Kimia Unsur yang dilanjutkan dengan pembelajaran ulang berkelanjutan, dirangkum data sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan analisis soal yang dikerjakan oleh siswa dengan permainan Teka Teki Silang, ternyata beberapa siswa mengalami kesulitan jika pola jawaban singkat menggunakan bahasa yunani atau bukan menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga tingkat kesukaran pada tes evaluasi siklus-1 lebih besar jika dibandingkan dengan evaluasi pada siklus berikutnya. Rangkuman hasil ketuntasan belajar siswa dapat ditunjukkan pada analisis hasil ulangan yang dirangkum pada Tabel 10.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menganalisa hasil pada setiap siklus pada pembelajaran ini, maka sebaiknya pelaksanaan metode ini diuji cobakan terlebih dahulu, sehingga  siswa lebih dapat mempersiapkan diri lebih baik serta menyesuaikan diri sesuai dengan kemempuan intelektual kognitipnya.

Daya dukung informasi pembelajaran yang belum memadai dan pola pembelajaran baru yang diterapkan melalui permainan Teka Teki Silang, menyebabkan car pembelajaran ini membutuhkan penyesuaian atau adaptasi yang cukup teliti, karena jika siswa menjawab dengan kesalahan maka jawaban selanjutnya akan tidak tepat.

Sejalan dengan diadakannya penilaian dengan metode Teka Teki Silang untuk mengukur ketuntasan belajar siswa dan sebagai upaya peningkatan belajar mandiri, aktivitas guru semakin kreatif dan kegiatan siswa semakin produktif dan bermanfaat, terutama berguna bagi siswa yang mempunyai kemampuan kognitip rendah. Dengan pola ini, dapat diserap pembelajaran aktif dan berkompeten, karena sangat membantu siswa dalam menjawab soal ulangan harian.

 

KESIMPULAN

   Penggunaan beberapa macam metode yang disajikan untuk proses pembelajaran, sangatlah berpengaruh, sangat berpotensi dan sangat mendukung, serta dapat digunakan sebagai salah satu cara atau upaya meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, di dalam kelas. Penerapan metode Teka Teki Silang dengan menggunakan  media permainan kata, dapat dilakukan dan disajikan sebagai salah satu metode alternatif, yang dapat dilakukan di sekolah-sekolah dengan input siswa, input minat siswa, motivasi dan input kemampuan siswa secara kondisional.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.

Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.

Dayan, Anto. 1972. Pengantar Metode Statistik Deskriptif, tt. Lembaga Penelitian Pendidian dan Penerangan Ekonomi.

Hadi, Sutrisno. 198. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.

Melvin, L. Siberman. 2004. Aktif Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusamedia dan Nuansa.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Riduwan. 2002. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2002. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *