PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERKEMBANGAN WILAYAH PROPINSI DI INDONESIA MELALUI KUIS AKSARA BERMAKNA DI KELAS VI SEMESTER 1 SD NEGERI GENTASARI 01 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

jatmiko

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar perkembangan wilayah propinsi di Indonesia mata pelajaran IPS  Kelas VI Semester 1 SD Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap  Tahun 2015/2016. Penelitian ini merupakan tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas VI  SD Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap dengan jumlah siswa 14 anak. Proses penelitian ini dilakukan dengan  dua  siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan menerapkan pembelajaran  kuis  aksara bermakna. Untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai materi yang telah diberikan pada setiap akhir siklus diadakan evaluasi. Ternyata hasil yang diperoleh ada suatu perubahan  dilihat dari kondisi awal sebelum dan sesudah tindakan. Data hasil belajar yang diperoleh  adalah  sebagai berikut  :  nilai rata-rata pada tes awal 58 siklus I adalah 75 dan siklus II adalah 82,5. Sedangkan ketuntasan tes awal 21,5 %,siklus I 64,3% dan siklus II 85,7 %. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran aksara bermakna dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia mata pelajaran  IPS.

Kata Kunci :    Kuis  Aksara Bermakna, hasil belajar,  

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam proses pembelajaran IPS di kelas  VI SD Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap banyak siswa yang mengeluh, bahwa pelajaran IPS itu membosankan karena isinya hanya merupakan hafalan seperti kenampakan alam,  masalah sosial, budaya dan ekonomi. Segudang informasi diberikan kepada siswa dan siswa disurug menghafalkan. Memang “menghafal” atau “mengingat” adalah salah satu cara belajar seperti halnya kadang kadang juga kita berfikir atau merenungkan apa yang kita lihat dan kita alami dengan hasil yang berbeda-beda.Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka akan berdampak buruk terhadap  hasil belajar siswa.

Berdasarkan kenyataan yang ada di SD Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya , metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran belum sepenuhya sesuai sehingga siswa lama kelamaan merasa bosan karena guru lebih banyak meguasai proses pembelajaran. Guru seringkali hanya terfokus pada buku paket, sehingga siswa hafal dengan cara mengajar guru. Siswa seringkali diminta untuk meringkas materi yang ada pada buku paket baru kemudian dijelaskan oleh guru dengan metode ceramah. Hal semacam itulah yang menyebabkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial atau dapat disebut  IPS di SD  Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya masih banyak siswa  yang mendapat nilai di bawah  KKM. Nilai tersebut Hasil tes formatif siswa kelas VI pada materi perkembangan propinsi di Indonesia adalah sebagai berikut.

Rentang Nilai Jumlah Siswa Prosentase Keterangan
0 – 30   –
50 – 59 6 42,8  % Belum Tuntas
60 – 69 5 35,7 % Belum Tuntas
70  – 80 2 14,3  % Tuntas
81 – 100 1 7,2  % Tuntas
Nilai Tertinggi 82 Ketuntasan Klasikal

21,5 %

Nilai Terendah 30
Rata-rata 58
Rentang Kemampuan 52
Jumlah Nilai 812

            Nilai tersebut merupakan tolok ukur  guru dalam pencapaian  tujuan pembelajaran IPS  belum dapat diwujudkan. Dalam pembelajaran seperti ini guru belum mampu memberdayakan seluruh potensi dirinya.Berkenaan dengan hal tersebut di atas, guru sadar  untuk  melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas  dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja guru,hasil belajar meningkat.Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Adapun materi yang menjadi objek penelitian adalah Perkembangan  Wilayah Propinsi di Indonesia. Melalui refleksi  dan diskusi  dengan   supervisor, kepala sekolah, dan teman sejawat dapat diketahui bahwa kemungkinan faktor penyebab rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran adalah :

  1. Siswa merasa bosan dengan penjelasan guru yang hanya bercerita saja .
  2. Guru sering  memberikan tugas  pada siswa  untuk menghafalkan materi
  3. Guru dalam menggunakan metode tidak menarik
  4. Pembelajaran berpusat pada guru dan siswa pasif.
  5. Kegiatan pembelajaran menjenuhkan  karena guru kurang kreatif.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang  di atas,maka  rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  :

  1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran aksara bermakna pada materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia mata pelajaran IPS  ?
  2. Apakah pembelajaran aksara bermakna pada materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil  belajar siswa ?

Tujuan Penelitian

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  :

  1. Meningkatkan kinerja guru pada materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia mata pelajaran IPS melalui kuis  aksara bermakna.
  2. Meningkatkan hasil  belajar   siswa   pada   materi   perkembangan wilayah propinsi  Indonesia   mata pelajaran IPS melalui kuis  aksara bermakna.

KAJIAN PUSTAKA

Hasil belajar siswa

                Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya pembelajaran di sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang   dilakukan secara sistematis    mengarah pada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan proses belajar.  Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa. Semua   hasil belajar   tersebut  merupakan hasil dari interaksi tindak belajar dan tindak mengajar dari sisi guru. Tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar,sedangkan dari   sisi  siswa ,   hasil belajar    merupakan  berakhirnya penggal dan puncak proses belajar (Dimyati & Mujiono,2009:3).

             W.S.Winkel (1983 : 102), hasil belajar adalah kegiatan melalui proses belajar yang dilakukan peserta didik akan menghasilkan perubahan. Perubahan-perubahan ini meliputi aspek pengetahuan,ketrampilan,nilai,dan sikap. Adapun perubahan tersebut dapat dilihat pada kemampuan yang dimiliki,dan tidak bisa menjadi bisa,belum tahu menjadi tahu .Namun perubahan itu tidak cukup dibuktikan melalui pengamatan saja. Secara konkrit perubahan dapat diketahui dengan mengadakan evaluasi atau tes.

Kuis Aksara Bermakna

           Aksara Bermakna  adalah salah satu kuis Indonesia dekade 1990-an ciptaan Ani Sumadi. Dalam acara ini,  2   pasangan kontestan   saling adu   pengetahuan  dan  strategi.   (wikipedia.org, 2015).  Teknik Kuis Aksara  Bermakna adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran IPS agar tidak monoton dan konvensional. Teknik ini sangat menarik dan menyenangkan karena melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Tugas guru hanya sebagai fasilitator dan juri dalam proses pembelajaran, apakah pertanyaan dan jawaban yang dibuat dalam kuis menyimpang dari KD/materi yang dibahas saat itu (Haribudiyanto, 2015).

 Syarat menerapkan teknik kuis aksara bermakna:

  1. Ada satu buku sumber untuk setiap siswa, misalnya Buku IPS SD Kelas VI.
  2. Guru membuat LKS yang berupa selembar kertas yang sudah dibuat berkolom,

misalnya jumlah baris 10, dan kolom 10 (seperti buku kotak-kotak).

  1. Baris pertama untuk KD yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
  2. Baris kedua untuk nama siswa.
  3. Baris keempat untuk identitas inisian (huruf depan dari jawaban kata yang akan dibuat siswa).
  1. Baris ke 5 sampai 10 untuk huruf  jawaban pertanyaan siswa.
  2. Presentasi hasil  pengerjaan  LKS  dilakuan  secara individu.

 Metode Tanya Jawab

       Menurut R Ibrahim dan Nana Syaodih S ( 2003:44) metode tanya  jawab dapat dilaksanakan secara klasikal maupun secara kelompok, antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa. Pertanyaan dapat berasal dapat berasal dari siswa,guru,ataupun buku-buku sumber. Tidak jauh berbeda dengan pendapat R Ibrahim dan Nana Syaodih S, Sugihartono dkk (2007:82) mengatakan metode tanya jawab merupakan cara penyajian materi pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh anak didik. Sepadan dengan dua pendapat tersebut, Abdul Majid (2007:138) mengatakan bahwa metode tanya jawab adalah mengajukan pertanyaan kepada peserta didik. Metode ini  dimaksudkan untuk merangsang untuk berpikir dan membimbingnya dalam mencapai kebenaran. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa metode tanya jawab adalah metode yang digunakan dengan mengajukan pertanyaan, baik pertanyaan guru kepada siswa maupun pertanyaan siswa terhadap guru.

Tujuan Metode Tanya Jawab

        Menurut Sugihartono dkk (2007:82) penggunaan metode tanya jawab ini bertujuan untuk memotivasi anak mengajukan pertanyaan selama proses pembelajaran atau guru mengajukan pertanyaan dan anak didik menjawab.

KERANGKA BERPIKIR

 jatmikokerangka

HIPOTESIS TINDAKAN

            Melalui pertimbangan dan konsultasi dengan teman sejawat dan  kepala sekolah,peneliti mengambil keputusan bahwa hipotesis yang diajukan layak diteliti adalah penerapan  kuis  aksara bermakna  materi  perkembangan wilayah propinsi di Indonesia  mata pelajaran IPS  dapat meningkatkan   hasil belajar   bagi  siswa SD Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya pada semester 1 tahun pelajaran  2015/2016.

METODE   PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di Kelas  VI semester 1  tahun pelajara 2015/2016  SD Negeri Gentasari 01 Kecamatan Kroya yang berlokasi di Jl. Gerilya No.2,Gentasari, Kecamatan Kroya Kode Pos 53282. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1  yaitu  bulan September sampai  bulan   Nopember  tahun  2015.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitihan tindakan kelas(PTK). Dengan subyek penelitian adalah siswa Kelas VI  SD Negeri Gentasari  01,yang berjumlah siswa 14 anak terdiri dari 3 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.

Analisis Data

            Data yang dikumpulkan dalam   Penelitian Tindakan Kelas ini adalah data kuantitatif dan  data kualitatif . Data kuantitatif  adalah data hasil pembelajaran yang berupa nilai tes  formatif. Sedangkan data kualitatif adalah berupa proses pembelajaran dan rekaman aktifitas siswa.  Data kuantitatif akan dianalisis dengan metode analisis deskriptif,sedangkan data kulitatif  akan diolah dalam bentuk paparan narasi yang menggambarkan kualitatif pembelajaran dan aktivitas siswa.

Prosedur Penelitian

            Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan melalui empat langkah, yaitu  :  perencanaan, pelaksanaan,pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi.Adapun prosedur dan implementasi tindakan di lapangan sebagai berikut.

Deskripsi Hasil  Siklus I

  1. Perencanaan Tindakan Peneliti menyusun skenario pembelajaran dan skenario tindakan berdasarkan hipotesis.
  2. Pelakasanaan Tindakan

Langkah-langkah pembelajaran :

  1. Kegiatan awal.
  • Memberi salam,berdoa, mengabsen kehadiran siswa dan menciptakan suasana yang kondusif  di kelas.
  • Menjelaskan Kompetensi Dasar dan indikator serta tujuan pembelajaran.
  • Menjelaskan teknik yang akan diterapkan dalam pembelajaran,mengajukan pertanyaan. “Apakah kalian sudah paham tentang pembelajaran kuis aksara bermakna?  Kesan apa yang  dirasakan kalian saat pembelajaran ini ?
  1. Kegiatan Inti
  • Guru memberi tugas siswa  mempelajari materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia.
  • Siswa membaca materi yang ditugaskan guru.
  • Guru membagi LKS  yang  sudah dibuat  untuk dikerjakan secara individu.
  • Guru     membimbing   siswa   dalam     mempresentasikan     hasil     kerja      individu  dalam     mengerjakan    kuis     aksara bermakna  materi perkembangan wilayah propinsi di
  • Guru  memberikan aturan waktu untuk menjawab  satu    soal    15   detik  .
  • Guru memberi skor  10  untuk setiap jawab benar,dan jika saat  menjawaban
  • tidak  benar  skor nol  dan  10  untuk penyaji.
  1. Penutup
  • Secara klasikal siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil pembelajaran
  • Guru menutup pelajaran
  1. Pengamatan Tindakan
  2. Pada siklus 1,siswa yang tuntas belajar sebanyak 9  siswa dari  14 siswa (64,3%) dengan nilai rata-rata   75
  3. Pada siklus 1 siswa yang belum tuntas sebanyak 5  siswa dari 14 siswa ( 35,7 %) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS  melalui kuis aksara bermakna bila  pencapaian jumlah siswa yang tuntas belajar <  dari  65%, harapan peneliti hasil belajar siswa akan semakin meningkat pada siklus

Deskripsi Hasil  Siklus II

  1. Perencanaan Tindakan

Peneliti menyusun skenario pembelajaran dan skenario tindakan berdasarkan hipotesis.

  1. Pelakasanaan Tindakan

Langkah-langkah pembelajaran :

  1. Kegiatan awal.
  • memberi salam, berdoa, mengabsen kehadiran siswa dan menciptakan suasana yang kondusif di kelas.
  • Menjelaskan Kompetensi Dasar dan indikator serta tujuan pembelajaran.
  • Menjelaskan teknik yang akan diterapkan dalam pembelajaran,mengajukan pertanyaan. “Apakah kalian sudah paham tentang pembelajaran kuis aksara bermakna?  Kesan apa yang  dirasakan kalian saat pembelajaran ini ?
  1. Kegiatan Inti
  • Guru memberi tugas siswa  mempelajari materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia.
  • Siswa membaca materi yang ditugaskan dengan cermat dan teliti.
  • Guru membagi LKS  yang  sudah dibuat  untuk dikerjakan secara individu.

   LKS   jawaban  mendatar

Kompetensi Dasar      :  Mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi  wilayah Indonesia
Nama  Siswa              :     ……………………….
Materi                         :  Perkembangan Wilayah Propinsi  di Indonesia
Inisial huruf  depan  dari jawaban siswa :  B,   D,   NT,  Z, S B ,  …
               Pertanyaan

 

1  B  adalah   nama  lain dari  propinsi  Kalimantan
2 D adalah Deklarasi pengumuman lebar laut  Indonesia  12 mil
3 N T  adalah   salah satu propinsi Sunda Kecil
4 Z   adalah wilayah laut Indonesia yang diukur dari garis dasar sampai sejauh

200 mil  ke  laut bebas

5 S B  adalah propinsi di Indonesia termuda  bulan Juni 2012
                                             Jawaban
B O R N E O
D ….
N ..
Z
S

 

LKS  Jawaban menurun.

Kompetensi Dasar      :  Mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi  wilayah  Indonesia
Nama  Siswa              :
Materi                         :  Perkembangan Wilayah Propinsi  di Indonesia
Inisial B C G M R
Pertanyaan  B   adalah  propinsi di Indonesia yang batas wilayahnya perairan semua.

C   adalah   nama   lain propinsi Sulawesi.

G  adalah   propinsi baru hasil pemekaran propinsi  Sulawesi Utara.

M   adalah  nama ibu kota propinsi Sulawesi  Barat.

R    adalah propinsi baru pemekaran dari Sumatera Tengah.

 

Jawaban B C G M R
A ….
L ….
I ….
….
…. …. ….
….
….
….

“Anak-anak  silakan  kalian mengerjakan kuis aksara bermakna ,tapi jangan menyimpang dari KD   dan indikator  saat ini yang dibahas?

  • Guru membimbing siswa dalam mempresentasikan hasil  pekerjaan    dalam

mengerjakan kuis aksara bermakna  materi perkembangan wilayah propinsi  di Indonesia.

  • Guru memberikan aturan waktu untuk menjawab  satu soal 15 detik .
  • Guru memberi skor 10  untuk setiap jawab benar,dan jika untuk  jawaban tidak  benar  skor  nol , skor 10 untuk penyaji.
  1. Penutup
  • Secara klasikal siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil pembelajaran
  • Guru menutup pelajaran
  • Pengamatan Tindakan.

      Hasil  belajar siswa  dalam pembelajaran  IPS materi  perkembangan  wilayah  propinsi di Indonesia pada siklus dua mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat  ditunjukan dari perolehan skor  hasil  belajar  siswa    terendah   >  65%  atau  hasil  belajar siklus  II diperoleh data sebagai berikut :

  1. Pada siklus 1 siswa yang  tuntas  belajar  sebanyak  12  siswa dari 14 siswa atau sebesar 85,7  %. dengan nilai rata-rata    78
  2. Pada siklus 2 ,siswa yang  belum tuntas sebanyak 5 siswa dari 14 siswa ( 14,3 %).Sementara itu,hasil pengamatan observer pada siswa dalam pembelajaran kuis aksara bermakna  pada  IPS  ada peningkatan yang signifikan, diperoleh dari  sebagai  berikut  :
  1. Rata-rata siswa dapat menerapkan pembelajaran kuis aksara bermakna dalam pelajaran  IPS  berdasarkan  pengamatan  73 %
  2. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui pembelajaran kuis aksara bermakna bila dirata-rata adalah   >   dari  65 % ,hasil belajar semakin meningkat  pada siklus kedua.

          Refleksi

  Dari hasil pengamatan/observasi pembelajaran IPS  dengan materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia di siklus kedua terlihat adanya penyempurnaan hasil belajar  IPS meningkat signifikan. Peningkatan hasil belajar siswa kelas VI dalam pelajaran IPS materi perkembangan  wilayah propinsi di Indonesia  dengan pembelajaran kuis aksara bermakna dapat digambarkan sebagai berikut :  Jika pada kondisi awal dari 14 jumlah siswa,tuntas belajar  3 siswa (21,5 %),tidak tuntas  11 siswa (79,5 %) ,dengan nilai rata-rata  kelas  58 . Pada siklus  1 yang tuntas belajar   9  siswa (64,3  %),tidak tuntas  5 siswa (35,7%) dengan nilai rata-rata  kelas 75. Pada siklus  2 yang tuntas belajar  12 siswa(85,7 %),yang tidak tuntas  2 siswa (14,3 %) dengan nilai rata-rata kelas  82,2.

hasiljatmiko

 Pembahasan

  1. Pembahasan tindakan

         Pada kondisi awal peneliti belum menerapkan kuis aksara bermakna sehingga guru dalam  mengajar  hanya menggunakan metode ceramah. Rencana pembelajaran yang dibuat belum disempurnakan. Pada siklus ke-1 peneliti sudah menerapkan kuis aksara bermakna dalam pembelajaran IPA  dengan membuat skenario dan perangkat mengajar. Sedangkan pada siklus ke-2 peneliti menyempurnakan  penerapan kuis aksara bermakna dengan memperhatikan kekuranga-kekurangan pada siklus ke- 1

  1. Pembahasan Refleksi

               Setelah diadakan refleksi  dengan  mempelajari   kekurangan di siklus  ke –  1 sehingga semua materi  bisa dikemas  dalam kuis aksara  bermakna   tersebut,  maka diperoleh hasil  yang memuaskan di siklus  ke-2,  sehingga   peneliti tertantang untuk mengembangkan  kreasi kuis aksara bermakna dalam pembelajaran IPS. Berikut ini  data tentang   peningkatan  hasil belajar  dari studi awal,siklus ke-1 dan siklus ke-2 .

  1. Pada studi awal (Nilai Sebelum Perbaikan) jumlah siswa yang  tuntas belajar sebanyak    3 siswa dari  14  siswa atau 21,5  %,dan  yang belum tuntas belajar   sebanyak   11 siswa atau  79,5 %
  1. Pada siklus 1,jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak  9   dari 14 siswa atau sebesar 64 ,3%., dan yang belum tuntas  belajar sebanyak  5 siswa dar  14 siswa atau  35,7 %
  2. Pada siklus 2 jumlah siswa yang tuntas sebanyak  12  siswa dari 14 siswa atau sebesar 85,7 %.

dan yang belum tuntas belajar  sebanyak 2 siswa dari 14  atau  14,3 %.Sedangkan siswa yang belum berhasil mencapai ketuntasan belajar dengan nilai 75  ke atas adalah :

Tabel  rangkuman Analisis Hasil Tes Formatif Selama  2  siklus.

No Uraian Siswa Tuntas Belajar Siswa Belum Tuntas

Belajar

Frekuensi     % Frekuensi         %
1 Studi Awal 3 21,5 % 11 79,5 %
2 Siklus  1 9 64,3% 5 35,7 %
3 Siklus  2 12 85,7 % 2 14,3 %

 Pada tabel  di atas terlihat bahwa untuk tiap siklusnya penguasaan materi pelajaran siswa  mengalami kenaikan sebagai berikut :

  1. Dari studi awal ke siklus 1 mengalami kenaikan sebesar 43,8 %.
  2. Dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami kenaikan yang lebih tinggi,yaitu sebesar 21,4 %

 Kesimpulan

  1. Menerapkan kuis aksara bermakna dalam pembelajaran IPS  materi perkembangan wilayah propinsi di Indonesia  terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa  kelas VI semester 1 SD Negeri Gentasar 01.
  2. Penelitian ini dapat meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan komunikasi siswa   dalam pembelajaran IPS   .
  3. Berdasarkan rekomendasi kepala sekolah SD Negeri Gentasari 01 bahwa  penerapan kuis aksara bermakna  sangat besar pengaruhnya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran yang lain. Untuk itu dapat dipergunakan guru lain untuk diterapkan pada kompetensi dasar yang lainnya.

DAFTAR  PUSTAKA

Asy’ari,dkk. 2007, IPS  SD Kelas VI,Jakarta  : Erlangga

Hasan Alwi,dkk,2000.Kamus Besar Bahasa Indonesia,Jakarta: PN.Balai Pustaka

Dimyati & Mulyono, (2009). Belajar dan pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta.

WS.Winkel.1984.Psikologi Pendidikan dan Evaluasi,Jakarta : Gramedia.

Ibrahim,R dan Nana Syaodih,2010,Perencanaan Pembelajaran, ( Jakarta Rineka Cipta)

https : //id.wikipedia.org/wiki/2015/09/ kuis  aksara bermakna.

https : // haribudiyanto,wordpress.com.  /2015/09/  teknik kuis aksara bermakna

                                   BIODATA 

NAMA                                         :  JATMIKO,S.Pd.SD

 NIP                                              :  19700703 199703 1 002

JABATAN                                   :   GURU KELAS

PANGKAT/GOLONGAN          :    PEMBINA, IV/A

UNIT KERJA                               :  SD N GENTASARI 01,UPT DISDIKPORA   KEC.KROYA  KAB. CILACAP




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *