Perasaan Rendah Diri dan Kesadaran Emosi | Infopasti.net

PERASAAN RENDAH DIRI DAN KESADARAN EMOSI MERUPAKAN SALAH SATU KEGAGALAN SISWA

sutarno

Rendah diri adalah perasaan menganggap terlalu rendah pada diri sendiri. Orang yang menganggap diri sendiri terlalu rendah dikatakan rendah diri. Orang yang rendah diri berarti menganggap diri sendiri tidak mempunyai kemampuan yang berarti. Seperti yang dikatakan oleh Alder bahwa rasa rendah diri berarti perasaan kurang berharga yang timbul karena ketidak mampuan psikologis atau sosial maupun karena keadaan jasmani yang kurang sempurna (Sumadi Suryabrata, 1984; 220).  Disinilah kita bisa melihat kalau ada anak dengan kondisi di mana anak tidak dapat menghargai dan menerima diri sendiri sejajar dengan orang lain, merasa ada hambatan dalam segala hal dan dirinya merasa punya kekurangan. Penyebab perasaan rendah diri sangatlah beraneka ragam, bisa jadi berasal dari masa anak-anak yang kurang menyenangkan, dari pengalaman pahit yang diperoleh dalam pergaulan, dapat juga berasal dari sikap orang tua yang kurang bijaksana dalam mendidik, atau mungkin juga karena keadaan tubuh atau fisiknya yang tidak / kurang sempurna misalnya : terlalu pendek, terlalu gemuk dan sebagainya. Kecuali itu karena punya masalah yang dialami oleh siswa yang berasal dari keadaan rasa rendah diri. Masalah-masalah tersebut antara lain karena sering membolos, penyalahgunaan narkoba, pelanggaran tata tertib, kriminalitas dan lain-lain.

Rasa rendah diri muncul karena seseorang merasa berbeda dengan orang lain. Berbeda dalam arti lebih jelek, lebih miskin, lebih bodoh dan lain-lain. Rasa rendah diri dapat terjadi sejak usia anak-anak dan dapat muncul juga ketika remaja bahkan pada usia dewasa. Untuk itu, keadaan rasa rendah diri perlu mendapatkan perhatian yang serius serta penanganan yang tepat dan berkesinambungan sehingga siswa dapat terhindar dari problem kegagalan masa depan. Disinilah peran Guru BK sangat dibutuhkan demi kesuksesan anak didiknya meraih masa depan yang lebih baik.

Kesadaran emosi merupakan suatu kemampuan untuk mengenali dan memahami perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Mengenali emosi diri merupakan inti dan dasar dari kecerdasan emosional yaitu kemampuan untuk memantau perasaan dari waktu ke waktu bagi pemahaman diri dan kemampuan mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi (Salavey & Mayer dalam Goleman, 2000). Disamping itu mengenali emosi diri yaitu kemampuan untuk menguasai perasaannya sendiri agar perasaan tersebut dapat diungkap dengan tepat. Orang tidak mampu mengelola emosinya akan terus menyesali kegagalannya sedangkan orang yang mampu mengelola emosinya akan segera bangkit dari kegagalannya. Sedangkan memahami emosi  merupakan kemampuan untuk memahami hubungan antara berbagai emosi, memahami penyebab dan konsekuensi dari emosi, memahami perasaan secara kompleks, memadukan emosional, serta kemampuan untuk memahami transisi antara emosi. Memahami emosi juga berarti mengetahui dengan seksama penyebab, akibat serta cara berkembang dan berubahnya emosi setiap saat sangat penting sementara individu berusaha menggunakan emosi agar berfungsi dengan efektif.

Emosi merupakan keadaan yang ditimbulkan oleh situasi tertentu. Emosi dapat terjadi dalam kaitannya dengan perilaku yang mengarah atau menyingkir terhadap sesuatu. Perilaku tersebut pada umumnya disertai adanya ekspresi kejasmanian sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa seseorang sedang mengalami emosi. Sebagai ekspresi dari kejasmanian bahwa seseorang sedang mengalami emosi dapat dicontohkan dalam kehidupan seseorang yang dapat memecahkan masalah dan membuat ia merasa senang dan bahagia, tetapi terkadang seseorang tidak dapat memecahkan masalahnya, sehingga membuat ia kecewa, marah, cemas, sedih atau takut.

Rogers & Dorothy (1999) mengemukakan emosi sebagai respons terhadap stimuli mempunyai tiga aspek yaitu mental, fisik dan motif. Aspek mental dalam emosi adalah pengalaman-pengalaman kesadaran yang meliputi perasaan-perasaan seperti bahagia, marah, gembira, sedih, cemas atau takut. Aspek fisik terlihat pada perubahan yang sangat kompleks seperti perubahan otot-otot, kelenjar dan aktivitas saraf, sedangkan aspek motif adalah ketika emosi mendorong melakukan penyesuaian terhadap problem-problem yang dihadapi.       

Dari beberapa pendapat tentang definisi emosi di atas, disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan-perasaan sebagai respon terhadap rangsangan-rangsangan dari luar, yang mengandung komponen sebagai berikut : (a). Kognisi, bahwa sifat dan intensitas emosi yang dialami seseorang berhubungan erat dengan aktivitas kognisi (berfikir) yang merupakan hasil dari persepsi terhadap suatu peristiwa atau suatu situasi tertentu. (b). Fisiologi, bahwa emosi berhubungan dengan perubahan fisik pada seseorang. Misalnya kalau kita berada dalam keaadaan berbahaya; jantung kita berdebar-debar, nafas kita pendek, dan sikap kita penuh energi. Reaksi ini tentunya mungkin kita merasa ada suatu ancaman dari luar diri kita seperti ular atau penjahat, atau dari dalam diri kita seperti rasa marah yang mungkin tidak kita kuasai. (c). Perilaku, bahwa orang yang sedang mengalami emosi tertentu cendrung melakukan tindakan tertentu pula. Sebagai contoh ketika seseorang sedang gembira akan menunjukkan perilaku tersenyum, bersiul, melompoat kegirangan, bernyanyi, dan bagi orang yang bersedih ia akan melamun atau berdiam diri dan menangis. Sebaliknya jika orang sedang marah, ia akan mengomel atau berteriak-teriak, memukul sesuai keinginannya, wajahnya merah padam dan merengut.

Dengan adanya emosi, seseorang dapat melakukan interaksi dengan orang lain yang ada disekitarnya. Namun demikian ada saat-saat tertentu emosi itu menjadi masalah karena disebabkan kurangya seseorang berkesadaran emosi (emotional awareness), sehingga dapat mengakibatkan atau mengganggu seseorang yang merugikan dirinya dan orang lain. Karena kesadaran emosi itu tidak dapat dipisahkan dengan emosi seseorang, maka emosi dapat dikelompokkan sebagai berikut : (1). Cinta, meliputi penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan, pertalian, kesetiaan, pemujaan/cinta sejati, termangu, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran.(2). Senang, meliputi kebahagiaan, kegembiraan, kelegaan, kesuksesan, kegirangan, kebanggaan, kesenangan hawa nafsu. (3). Terkejut, meliputi shok, keheranan, kekaguman, terpana. (4). Jengkel, meliputi jijik, penghinaan, cemoohan, kebencian, keengganan, reaksi mendadak, muak, mual, tidak suka. (5). Malu, meliputi rasa bersalah, menyesal, malu hati, kesal hati, hina, aib, hati hancur lebur. (6). Takut, meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, was-was, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, panik, phobia. (7). Marah, meliputi beringas, kegeraman, mengamuk, kekejaman, kebencian, kedongkolan, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan dan dendam. (8). Sedih, meliputi kegagalan, duka cita, kemurungan, sayu, pedih, kasihan pada diri sendiri, kesepian, kekesalan (Konseling Indonesia.com)

Dari penjelasan di atas, disimpulkan bahwa kesadaran emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengenal dan memahami emosi sendiri secara positif, sehingga dapat mengelola emosi secara tepat dan dapat membina hubungan baik dengan orang lain. Sebaliknya seseorang yang kurang memiliki kesadaran diri terhadap emosinya akan berakibat sulit menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri maupun orang lain.

Termasuk perasaan rendah diri ini dapat diatasi, asal mau berusaha. Untuk itu resep yang paling mujarab adalah melenyapkannya dan dengan keyakinan penuh membangun kepercayaan diri. Tanpa kemauan yang kuat untuk mencobanya maka rendah diri dan juga emosional diri akan selalu menghantuimu. Untuk membangun dan membina perasaan percaya dan keyakinan terhadap diri sendiri, dapatlah dicoba dengan menyarankan pada diri sendiri bahwa kita yakin dan percaya kepada diri sendiri, dan ini dapat diperoleh dengan menyerahkan keyakinan seyakin-yakinnya kepada hati kita. Yakinlah terus bahwa kita mempercayai diri sendiri, karena setiap orang memiliki ciri, kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sutarno, S.Pd, M.Pd

Guru BK SMP N 3 Maos / Ketua MGBK SMP Kab. Cilacap




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *