infopasti.net

Program English Day Membekali Siswa Menuju Masa Depan Gemilang

PROGRAM ENGLISH DAY MEMBEKALI SISWA MENUJU MASA DEPAN GEMILANG

Oleh : Muhammad Rosyadi

PENDAHULUAN

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa Bahasa Inggris merupakan Bahasa Internasional Dunia. Banyak negara-negara di belahan dunia menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa nasional, sebut saja Amerika Serikat, Malaysia, Singapura. Saking dianggap pentingnya Bahasa inggris dalam percakapan Internasional, maka beberapa negara memasukkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran di sekolah. Indonesia merupakan salah satu negara yang mewajibkan mata pelajaran Bahasa Inggris didalam kurikulumnya, walaupun Indonesia menggunakan bahasa nasional Bahasa Indonesia. Karena bukan bahasa nasional, keberadaan Bahasa Inggris sulit dipelajari oleh siswa.

Ada beberapa faktor yang guru temukan mengapa siswa sulit belajar berbahasa Inggris, di antaranya:

a. Bahasa Ibu menggunakan bahasa Jawa Banyumasan.

Siswa yang asli keturunan pribumi (dalam hal ini Jawa) bahasa sehari-harinya menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan. Mereka jarang mendengar percakapan Bahasa Inggris dari penutur aslinya. Siswa hanya mendengarkan Bahasa Inggris melalui film itupun tidak mengetahui artinya.

b. Siswa baru mengenal dan belajar Bahasa Inggris di SD

Beruntung di Sekolah Dasar sudah ada mata pelajaran Bahasa Inggris, namun intensitas pembelajaran yang kurang, menyebabkan siswa kurang terampil berbicara Bahasa Inggris.

c. Lingkungan yang kurang mendukung

Keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari adanya dukungan lingkungan sekitar. Lingkungan disekitar sangat berpengaruh terhadap siswa, apabila lingkungan sekitar menggunakan Bahasa Inggris, kemungkinan siswa akan lebih cepat bisa menguasai materi yang diajarkan.

d. Kurangnya waktu untuk berlatih

Dalam proses belajar mengajar di sekolah, guru sudah berusaha keras dan berjuang semaksimal mungkin supaya siswa mampu mengerti dan mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, namun semuanya tergantung siswa. Apabila ada kemauan keras untuk belajar, pasti ada jalan keberhasilan.

e. Pemikiran yang salah kaprah

Terkadang ada siswa yang mengatakan: “untuk apa belajar Bahasa Inggris, kita kan bukan orang Inggris, lagipula setiap hari saja makannya sayur kangkung, mana mungkin bisa lancar cas cis cus Bahasa Inggris.” Perkataan yang dilontarkan tadi jelas adanya pemikiran siswa yang kurang maju.

PEMBAHASAN

Merujuk pada buku Menjadi Guru Profesional karangan Dr. E. Mulyasa, M. Pd. Disebutkan bahwa guru sebagai pendidik maksudnya guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri, dan disiplin. Mulyasa menambahkan, berkaitan dengan tanggungjawab; guru harus mengetahui, serta memahami nilai, norma moral, dan sosial, serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggungjawab terhadap segala tindakannya dalam pembelajaran di sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berkenaan dengan wibawa; guru harus memiliki kelebihan dalam merealisasikan nilai spiritual, emosional, moral, sosial, dan intelektual dalam pribadinya, serta memiliki kelebihan dalam pemahaman ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sesuai dengan bidang yang dikembangkan. Guru juga harus mampu mengambil keputusan secara mandiri (independent), terutama dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik, dan lingkungan. Guru harus mampu bertindak dan mengambil keputusan secara cepat, tepat waktu, dan tepat sasaran, terutama berkaitan dengan masalah pembelajaran dan peserta didik, tidak menunggu perintah atasan atau kepala sekolah. Sedangkan disiplin; dimaksudkan bahwa guru harus mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib secara konsisten, atas kesadaran profesional, karena mereka bertugas untuk mendisiplinkan para peserta didik di sekolah, terutama dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dalam menanamkan disiplin guru harus memulai dari dirinya sendiri, dalam berbagai tindakan dan perilakunya.

Mengutip yang dituliskan oleh Mulyasa, bahwa Guru juga harus mampu mengambil keputusan secara mandiri (independent), terutama dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik, dan lingkungan. Saya sebagai guru Bahasa Inggris menerapkan program English Dayyang dilaksanakan setiap hari jumat untuk seluruh siswa kelas VII,VIII, dan IX supaya mereka dapat berbicara menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional. Program English Day sudah berjalan mulai awal semester gasal 2015/216. Sesungguhnya semua pembelajaran yang ada merupakan suatu proses yang apabila proses itu terus berjalan dan ditekuni akan menghasilkan suatu hasil yang diharapkan.

Menurut pengamatan saya, sebenarnya mereka memiliki potensi untuk bisa berbahasa Inggris. Budi Ardiansyah mengatakan bahwa potensi adalah kemampuan-kemampuan dan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh seseorang, namun belum pernah dipergunakan secara maksimal. Agar maksimal diperlukan semangat untuk berlatih.

English Day sebagai jembatan menuju kesuksesan

SMP N 4 Sumbang terletak di Kecamatan Sumbang bagian timur berbatasan langsung dengan Kabupaten Purbalingga. Kebanyakan orang tua siswa hidup bermatapencaharian sebagai petani, pedagang, dan peternak. Siswa terkadang kurang termotivasi dalam belajar karena rendahnya pemikiran mereka. Saya sebagai guru tidak henti-hentinya memotivasi agar mereka memiliki semangat untuk maju. Menurut Purwa Atmaja Prawira Motivasi merupakan memberikan daya dorong sehingga sesuatu yang dimotivasi tersebut dapat bergerak. Dorongan yang saya lakukan adalah memaparkan lapangan pekerjaan yang mengandalkan kemahiran dalam berbahasa Inggris. Lapangan pekerjaan itu diantaranya:

a. Tour Leader

Seagai Tour Leader tentu sangat dibutuhkan pengetahuan akan pariwisata. Sektor Pariwisata inilah yang sering disebut-sebut sebagai faktor penyumbang pendapatan terbesar dalam suatu daerah maupun negara. Pariwisata di Indonesia sangat menggiurkan bagi wisatawan asing. Wisatawan yang datang ke Indonesia pasti memerlukan deskripsi tentang kondisi yang ada. Nah, disinilah peran Tour Leade/pemandu wisata dalam menceritakan pariwisata Indonesia. Untuk dapat lancar menjelaskan keadaan wisata, seorang pemandu wisata harus mahir berbahasa Inggris. Disinilah akhirnya peran English Day dapat bermakna. Siswa akan mahir berbahasa Inggris dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

b. Penerjemah

Profesi sebagai penerjemah tidak kalah menggiurkan. Pekerjaan yang tidak begitu berat tetapi harus bisa menguasai kosa kata supaya bisa menghasilkan pekerjaan yang optimal.

c. Guru Bahasa Inggris

Sudah tidak diragukan lagi bahwa menjadi seorang guru merupakan tugas yang mulia. Selain menjadi guru di sekolah, profesi lain guru bisa mengajar di lembaga pendidikan/membuka kursus Bahasa Inggris, dengan begitu akan menambah penghasilan.

d. Menggeluti bisnis dunia

Bisnis tingkat dunia memang menjanjikan, kemahiran berbahasa Inggris sangat dibutuhkan karena Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional digunakan sebagai percakapan antar pebisnis lain.

e. TKI

Mendengar kata TKI membuat kita merinding miris. Betapa tidak, karena banyak TKI kita yang hidupnya terkatung-katung tanpa kejelasan bahkan banyak diantara mereka terjerumus dalam dunia kriminal. Tak jarang pula TKI asal Indonesia pulang dengan membawa nama tanpa nyawa. Mereka terjerat masalah disebabkan beberapa faktor salah satunya kurangnya memahami dan mahir dalam berbahasa. Untuk itu program English Day telah menyiapkan siswa agar siap kerja di luar negeri.

KESIMPULAN

Hakikat seorang guru adalah sebagai pendidik sekaligus pengajar. Semoga dari program English Day mampu menghasilkan generasi penerus Bangsa yang mampu mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah Internasional melalui kemahirannya dalam berbahasa Inggris.

DAFTAR PUSTAKA

Anton,M Mulyono. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ardiansyah, Budi. Berprestasi Tujuan Hidupku. Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen  Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional.

Atmaja, Purwa. Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Baru. Jojakarta: Ar-Ruzz Media

Mulyasa. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *