PTK IPA Cara Memperkecil atau Memperbesar Gaya Gesek Melalui Metode Demonstrasi

PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM  (IPA) TENTANG CARA MEMPERKECIL ATAU MEMPERBESAR GAYA GESEK MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS V SD NEGERI KARANGTALUN 02 KECAMATAN CILACAP UTARA SEMESTER GENAP TAHUN 2015/2016

Oleh:

Sutarti, S.Pd

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang cara memperkecil atau memperbesar gaya gesek melalui metode demonstrasi di kelas V semester genap SDN Karangtalun 02, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap. Laporan PTK ini menyajikan hasil penelitian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hasil penelitian dan pembahasannya. Dalam kegiatan ini peneliti melaksanakan pembelajaran IPA materi cara memperkecil atau memperbesar gaya gesek melalui metode demonstrasi dengan dua siklus perbaikan. Pada siklus pertama hasil yng dicapai masih kurang maksimal, dilihat dari hasil refleksi siklus pertama ketercapaian rata-rata nilai mencapai 73,00 ; ketuntasan belajar secara klasikal hanya mencapai 60,71 %, hanya 17 siswa yang tuntas dari 28 siswa kelas V SD Negeri Karangtalun 02 Cilacap. Setelah peneliti melaksanakan siklus kedua, peneliti merasa cukup berhasil dalam pembelajaran, hal ini terlihat dari refleksi siklus kedua, hasil analisis nilai rata-rata mencapai 86,33; ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 76,00. Ketuntasan belajar secara klasikal sudah mencapai 92,85% yaitu 26 siswa yang tuntas dari 28 siswa. Hasil minat belajar siswa meningkat dengan adanya indikator kerjasama dalam kelompok yaitu dari 0% menjadi 89,28%, interaksi siswa dengan guru yaitu 53,57% menjadi 89,28% dan menyelesaikankan tugas yang diberikn oleh guru dari 60,71% menjadi 92,85%, semua indikator tersebut mengalami kenaikan. Dengan menererapkan metode Demonstrasi dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang memperkecil atau memperbesar gaya gesek pada kelas V SD Negeri Karangtalun 02 secara maksimal.

Kata Kunci: Memperkecil Atau Memperbesar Gaya Gesek, Peningkatan Pembelajaran, Metode Demonstrasi

 

PENDAHULUAN


Pendidikan merupakan masalah yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai perkembangan jaman dan dunia pendidikan yang ada. Oleh sebab itu berbagai cara dan usaha digunakan dalam upaya untuk memajukan pendidikan serta mengatasi berbagai kendala yang timbul guna menunjang tujuan pendidikan. Standar kompetensi dan kompetensi dasar SD/MI yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menyebutkan bahwa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis dan ilmiah.

Masalah pokok yang sering dijumpai dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar antara lain masih rendahnya daya serap, aktivitas dan prestasi belajar siswa, pembelajaran yang membosankan dan kurang menarik.  Sardjono (dalam Muslim, 2000) menyatakan bahwa: Pembelajaran IPA di Sekolah masih banyak dilakukan secara konvensional (pembelajaran berpusat pada guru) dan prestasi belajar IPA masih sangat rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Hasil analisis tes formatif pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Karangtalun 02 materi menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesek, dari 28 siswa hanya 10 siswa yang nilainya di atas KKM 76 atau 35,71%.

RUMUSAN MASALAH

            Hasil diskusi dengan kepala sekolah, rekan sejawat dan supervisor diperoleh beberapa masalah yaitu : (1) Penjelasan guru yang terlalu abstrak, (2) pemilihan metode yang kurang tepat, (3) siswa kurang menguasai materi pelajaran, (4) siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dirumuskan masalah yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran yaitu : (1) bagaimana proses penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran IPA tentang cara memperkecil atau memperbesar gaya gesek pada kelas V SD Negeri Karangtalun 02, (2) berapa besar peningkatan prestasi belajar IPA tentang cara memperkecil atau memperbesar gaya gesek terhadap minat belajar siswa kelas V SD Negeri Karangtalun 02, (3) bagaimana peningkatan minat belajar IPA tentang cara memperkecil atau memperbesar gaya gesek pada kelas V SD Negeri Karangtalun 02

KAJIAN PUSTAKA

Pembelajaran IPA

IPA merupakan makna alam dan berbagai fenomena yang dikemas menjadi sekumpulan teori maupun konsep melalui serangkain proses ilmiah yang dilakukan oleh manusia. Pendekatan ketrampilan proses dan metode demonstrasi Samiawan dkk (1992) mengemukakan beberapa alasan yang melandasi perlunya pendekatan ketrampilan proses dan mengamati dalam pembelajaran IPA dengan ilmu pengetahuan maka tidak mungkin seorang guru mengajar semua fakta dan konsep kepada siswanya. Menurut Winarso (1980:90) bahwa guru dan siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil pengerjaanya

Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relative menetap, baik dapat diamati maupun tidak  yang tidak diamati secara langsung yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam  interaksinya dengan lingkungan”. (Sri Rumini,1995:59). Menurut Nana Sudjana (1985:719) menyatakan bahwa “Prestasi belajar diwujudkan dalam bentuk suatu keberhasilan yang dicapai oleh seorang murid setelah mengikuti program dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan tujuan yang ditetapkan”.

Prestasi belajar adalah taraf prestasi yang dicapai dari bermacam – macam mata pelajaran yang diikuti, hal ini dapat diteliti dari nilai – nilai dalam rapor setiap semester atau nilai ujian akhir tiap tingkat sekolah yang dilaluinya (Dewa Ketut Sukardi,1983:10). Lain halnya dengan WJS Poerwadarminto (1988:700) berpendapat bahwa “Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh suatu pelajaran yang lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang  oleh guru”. Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa  prestasi belajar merupakan nilai atau angka yang diberikan oleh guru setelah siswa menempuh mata pelajaran dalam kurun waktu tertentu, dan nilai – nilai prestasi belajar dapat dilihat dalam rapor atau surat tanda kelulusan.

Menurut Bruner (dalam Winatapura, 2008:3.14) ada empat aspek utama yang harus diperhatikan dalm pembelajaran yaitu: Struktur mata pelajaran, Kesiapan Untuk belajar, Intuisi dan Minat. Minat belajar berbagai suatu kondisi dalam diri individu yang mendorong dan mengarahkan kegiatan belajar individu tidak dapat diamati secara langsung. Minat yang dapat diamati secara langsung adalah tingkah laku yang didorongnya yaitu dengan cara mengidentifikasikan beberapa indikator tingkah laku yang memperlihatkan adanya minat belajar sebagai berikut: Durasi kegiatan (berapa lama kemampuan penggunaanya waktunya untuk melakukan kegiatan, Frekuensi kegiatan (berapa sering kegiatan dilakukan dalam periode tertentu.  Persistensinya (ketepatan dan kelekatanya) pada tujuan kegiatan , Ketabahan, keuletan, dan kemampuan dalam menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai tujuan, Devosi (pengabdian) dan pengorbanan untuk mencapai tujuan, Tingkatkan aspirasinya (maksud, rencana, cita – cita, sasaran atau target dan idolanya) yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan, Tingkatkan kualifikasi prestasi atau produk yang dicapai dari kegiatanya, Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan (Makmun,2000:40).

Metode Demonstrasi

Winataputra (2001:4.24-4.26) mengemukakan metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukan secara langsung objeknya atau caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukan proses tertentu. Demonstrasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Sejalan dengan pendapat tersebut, Havigurt (dalam Rusna Ristata, 2006:41) yang mengatakan bahwa karakteristik anak usia SD adalah senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan / memperagakan sesuatu secara langsung

METODE PENELITIAN

Desain Pelaksanaan Penelitian

Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas yang peneliti lakukan dapat dilihat pada gambar berikut ini

Diagram 1 Desain Penelitian

Berdasarkan diagram di atas, desain penelitian dapat dijelaskan sbb:

  1. Tahap ini merupakan langkah awal dalam setiap kegiatan dan menjadikan acuan dalam melaksanakan tindakan.
  2. Merupakan tindakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah disipkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada RPP
  3. Mengamati proses belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Setiap pengamatn dilakukan selama proses pelaksanaan berlangsung maka hasil pengamatan didiskusikan dengan supervisor guna mendapatkan refleksi.
  4. Refleksi dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada saat berlangsungnya perbaikan. Hasil pengamatan dan refleksi tindakan yang dilakukan digunakan kembali untuk merevisi rencana perbaikan pembelajaran jika tindakan perbaikan yang dilaksanakan belum berhasil memecahkan permasalahan.

Data dan Sumber Data

Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri atas: Proses belajar mengajar, Data Prestasi belajar  /ulangan harian, Data keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran.

Sumber data dalam penelitian ini adalah  siswa kelas V SD Negeri  Karangtalun 02 Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016, dengan siswa  sebanyak  28 siswa, laki-laki 17 siswa dan perempuan 11 siswa.

Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1) Metode tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu, dalam suasana, dengan cara dan aturan- aturan yang sudah ditentukan (Arikunto, 2002 : 53). Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data prestasi belajar atau prestasi belajar siswa; 2) Metode dokumentasi adalah metode mencari data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, dan sebagainya (Arikunto, 2002 : 206); 3) Metode observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data keaktifan belajar siswa selama proses belajar- mengajar berlangsung. Data keaktifan belajar siswa selama proses belajar- mengajar diperoleh dengan menggunakan lembar observasi keaktifan siswa

Validitas Data

Validitas ini dimaksudkan sebagai pembuktian bahwa data yang diperoleh peneliti sesuai dengan yang benar-benar terjadi di lapangan dan sesungguhnya. Dalam penelitian ini digunakan democratic validity, artinya validitas ini berhubungan dengan tingkat kebenaran penelitian kolaboratif dan menerima masukan-masukan yang multiple (Burns, 1999: 161).

            Selain pembuktian data dengan cara Burns, penelitian ini juga menggunakan triangulasi, yaitu suatu cara yang paling umum dan terbaik untuk mengecek validitas data. Terdapat tiga macam triangulasi yaitu: pemeriksaan yang menggunakan sumber data, metode, dan teori (Moleong, 1991: 176). Triangulasi sumber data digunakan dengan mengecek beberapa sumber data, misalnya dari beberapa orang guru.

Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian tindakan yaitu sejak tindakan pembelajaran dilaksanakan sampai pada pengembangan dan proses refleksi sampai penyusunan laporan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model alur yang terekam dalam catatan lapangan, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman, 1992: 20).

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016 pada bulan Maret 2016. Pra siklus dilakukan pada tanggal 12 Maret 2016, siklus 1 dilakukan pada tanggal 16 Maret 2016 dan tanggal 17 Maret 2016. Tindakan siklus 2 dilaksanakan tanggal 24 Maret 2016 dan tanggal 25 Maret 2016.

Kriteria Keberhasilan

Kriteria keberhasilan yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran IPA tentang cara memperkecil / memperbesar gaya gesek melalui metode demonstrasi di kelas V SDN Karangtalun 02 melalui upaya perbaikan pembelajaran sebagai berikut: 1) Siswa dinyatakan tuntas belajarnya apabila menguasai 80% materi pembelajaran dengan mendapat nilai  diatas KKM yati 76; 2) Ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran dinyatakan berhasil jika 75% jumlah siswa tuntas belajar; 3) Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila 80% dari jumlah siswa menunjukkan peningkatan minat belajar selama proses pembelajaran berlangsung.

PEMBAHASAN

Minat belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diukur melalui beberapa aspek diantaranya kerjasama dalam kelompok yaitu dari 0% pada kondisi awal meningkat menjadi 67,85% pada siklus I dan naik meningkat kembali pada siklus II yaitu sebesar 89,28%. interaksi siswa dengan guru yaitu 53,57% pada kondisi awal meningkat menjadi 71,42% pada siklus I dan naik meningkat kembali pada siklus II yaitu sebesar 89,28% dan menyelesaikankan tugas yang diberikan oleh guru dari 60,71% pada kondisi awal meningkat menjadi 75,00% pada siklus I dan naik meningkat kembali pada siklus II yaitu sebesar menjadi 92,85%, semua indikator tersebut mengalami kenaikan. Perbandingan minat belajar siswa pada kondisi awal, siklus I, siklus II pada akhir pembelajaran dapat dilihat pada diagram sebagai berikut.

Diagram 2 Peningkatan Minat Belajar dari Kondisi Awal hingga Siklus II

Peningkatan prestasi belajar siswa yang memperoleh prestasi belajar di atas KKM mengalami peningkatan, dimana pada saat sebelum penelitian siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak  10 siswa atau 35,71% meningkat menjadi 17 siswa atau 60,71%  pada siklus I  dan pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa atau 92,85% Dengan indikator keberhasilan siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebesar 80%, berarti perbaikan pembelajaran dengan metode demonstrasi sebagai sumber belajar pada siklus II memperoleh hasil yang memuaskan karena melebihi dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari kondisi awal hingga siklus II dapat dilihat pada diagram berikut ini

Diagram 3 Prestasi belajar dari Kondisi Awal hingga Siklus II

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan temuan yang diperoleh pada siklus I dan siklus II dapat ditarik simpulan sebagai berikut :

  1. Penerapan metode Demontrasi terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA yaitu dengan rata – rata 52,82% menjadi 86,33%. Dengan rincian indikatornya yaitu unjuk kerjasama siswa dalam kelompok terjadi peningkatan dari 0% menjadi 89,28%, interaksi siswa dengan guru terjadi peningkatan dari 53,57% menjadi 89,28%, menyelesaikan tugas terjadi peningkatan dari 60,71% menjadi 92,85%.
  2. Penerapan metode Demonstrasi terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa sehingga berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar siswa. yaitu persentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM meningkat dari 35,71% menjadi 92,85%

Daftar Pustaka

  • (2007). Effectiveness of The Demonstration Strategy In teaching Selected Topics In C++ programing. Diunduh dari http://www.eisrjc.com/ documents/ Graduate_ School_Journal_ 1325818321.pdf pada tanggal 20 Agustus 2015
  • (2006). Permendiknas RI No. 22 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan SD / MI : Jakarta.
  • Hamied, Fuad Abdul. (2009). Model Pembelajaran Inovatif di Era Global. Jurnal Ilmiah Kependidikan, Vol I No.2.
  • Lie, Anita. (2010). Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
  • Huda,Miftahul. (2011). Cooperatif Learning (Metode, Teknik, Struktur dan Model Terapan). Yogyakarta.
  • Ristasa, R.A. (2010) Pedoman Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Purwokerto: Departemen Pendidikan Nasional, Universitas Terbuka, UPBJJ Purwokerto.
  • Wardhani, IGAK. & Wihardit, Kuswaya. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

BIODATA

Nama             : SUTARTI, S.Pd.SD

NIP                 : 19650521 198903 2 005

Pangkat/Gol  : Pembina / VI a

Jabatan          : Guru Kelas

Unit Kerja      : SD NegeriKarangtalun 02 UPT DinasPendidikan

                        Kec.Cilacap Utara

                        Kab.Cilacap

 


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *