Metode Demonstrasi

PTK IPA SD : Materi Cahaya dan Sifatnya dengan Metode Demonstrasi

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI CAHAYA DAN SIFATNYA DENGAN METODE DEMONSTRASI  BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI NUSAJATI 02 TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh : Sutiyah

Abstrak: Rendahnya hasil belajar IPA siswa, maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA Cahaya dan sifat-sifatnya dengan metode demonstrasi bagi Siswa Kelas V SD Negeri Nusajati 02 Tahun Pelajaran 2013/2014, Data penelitian yang digunakan diperoleh melalui observasi selama 2 siklus serta tes formatif di akhir siklus I dan siklus II, selanjutnya data diolah dengan pemaparan diskripsi tiap siklus, selanjutnya data dianalisis melalui analisa kwalitatif dengan membandingkan perolehan data siklus I dan siklus II yang dituangkan dalam bentuk data deskriptif persentase. Data yang diperoleh diketahui bahwa pada studi awal sebelum penelitian diketahui dari 20 siswa yang telah tuntas belajar 3 siswa (15%)setelah dilakukan perbaikan siklus I diperoleh siswa yang tuntas belajar sebanyak 7 siswa (35%) serta di akhir siklus II diperoleh siswa yang tuntas belajar  mencapai 16 siswa (80%). Dari data tersebut, maka diperoleh kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SD Negeri Nusajati 02 Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap

kata kunci : motivasi,hasil belajar,metode demonstrasi

Latar Belakang Masalah

Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiri) untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD menekankan pada pemberian pengalaman belajar langsung melalui penggunaan dan pengembangan ketrampilan proses dan sikap ilmiah.Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh  peserta didik dan menjadi acuan dalam  pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan.Pencapaian SK dan KD      didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru..

Analisa Mata Pelajaran IPA  kelas V dari hasil tes formatif diketahui dari banyaknya siswa  yang mencapai ketuntasan belajar hanya 3 siswa dari 20 siswa, atau 15 % siswa yang tuntas. Sisanya sebanyak 17 siswa, atau 85 %. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila KKM  nilai mata pelajaran IPA SD Negeri Nusajati 02 Sampang adalah 70. Jika hal ini dibiarkan, jelas akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa.

Dari hasil analisa peneliti ditemukan beberapa kesenjangan yang menebabkan nilai pelajaran IPA rata-rata dibawah KKM yaitu 54,75 serta beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran yaitu : siswa pasif dalam proses pembelajaran, hampir sebagian besar siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru, penguasaan materi pelajaran rendah, penggunaan media yang kurang tepat.

Identifikasi Masalah.

            Dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka muncul berbagai masalah yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

  1. siswa membicarakan hal–hal  di luar materi waktu berdiskusi.
  2. siswa kurang memerhatikan penjelasan guru
  3. siswa kurang aktif dalam diskusi kelas
  4. masih ada siswa yang tidak aktif dalam diskusi

Pembatasan Masalah.

            Untuk membatasi meluasnya permasalahan dalam penelitian ini, perlu adanya pembatasan masalah sebagai berikut: “Metode demonstrasi“ diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan  hasil belajar IPA materi “ Cahaya dan sifatnya“  bagi  siswa  kelas V SD Negeri Nusajati 02.

Rumusan Masalah.

Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah proses pembelajaran dengan metode demonstrasi  untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi “Cahaya dan sifatnya“ bagi siswa kelas V SD Negeri Nusajati 02?
  2. Seberapa besar peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA materi “Cahaya dan sifatnya” setelah  menggunakan metode demonstrasi bagi siswa kelas V SD Negeri Nusajati 02?.
  3. Bagaimanakah perubahan perilaku yang menyertai peningkatan hasil belajar IPA materi “Cahaya dan sifatny setelah menggunakan  metode demonstrasi bagi siswa kelas V SD Negeri Nusajati 02?

Tujuan Penelitian

 Berdasarkan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi, untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA  materi “Cahaya dan sifatnya”  bagi siswa kelas V SD Negeri Nusajati 02.
  2. Mendeskripsikan peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA materi “Cahaya dan sifatnya” dengan metode demonstrasi  bagi siswa kelas V SD Negeri Nusajati 02.
  3. Mendeskripsikan perubahan prilaku yang menyertai motivasi  dan hasil belajar IPA materi” Cahaya dan sifatnya”  dengan metode demonstrasi bagi siswa kelas V SD Negeri Nusajati 02.

Manfaat Hasil Penelitian.

Manfaat Teoretis.

  • Peneliti dapat menemukan teori/pengetahuan baru tentang cara meningkatkan hasil belajar IPA.
  • Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pemikiran atau bahan kajian dalam dunia pendidikan khususnya yang berkaitan dengan penggunaan metode demonstrasi.

Manfaat secara praktis

Manfaat bagi guru

  1. Hasil PTK ini dapat memberikan masukan bagi guru untuk memperkaya pengetahuan dan kreativitas guru dalam menyajikan pembejaran IPA dengan menggunakan metode demonstrasi.
  2. Menjadikan pembelajaran IPA materi Cahaya dan sifatnya lebih bermakna dan menarik.karena menggunakan metode demonstrasi.

Manfaat bagi sekolah

  1. Hasil PTK ini memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi sekolah itu sendiri.
  2. Hasil PTK ini untuk  mendapatkan kotribusi guna memperbaiki model pembelajaran demi meningkatkan  kualitas siswa sebagai subyek didik.

Manfaat bagi Perpustakaan Sekolah

Menambah koleksi buku PTK sehingga dapat menjadi PTK  yang nantinya bisa dipinjamkan untuk guru guna memperbaiki pembelajarannya di sekolah.

 

KAJIAN TEORI

Kajian Teori

Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu renungan yang dilakukan oleh penulis dalam rangka memperbaiki kinerjanya. Sesuai dengan pendapat Car dan Kemmis ( McNiff, J, 1991 : p.2 ) bahwa  penelitian tindakan kelas dilakukan oleh guru dalam kelasnya sendiri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru dengan menerapkan penggunaan metode eksperimen dan kerja kelompok untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran IPA.

Hakekat Motivasi.

Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan, pengalasan, dan motivasi. Kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong,menyebabkan dan merangsang,motive berarti alasan, sebab dan daya penggerak,Motif adalah keadaan diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan,aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan,motif adalah penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu (Imron,1996:87).

Menurut Imron (1996 : 88) berpendapat, motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi sangat sedikit yang tertinggal pelajarannya dan sangat sedikit pula kesalahan dalam belajarnya.

Motivasi merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kualitas pembelajaran,karena peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi, oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. (Mulyasa, 2007 : 174). 85  ) .Menurut Drs H.J Gino Dkk ( 2000 :81 ) dalam usahanya menyimpulkan pendapat Mc. Donald,  mengatakan bahwa ada tiga elemen penting dalam motivasi yaitu :

  1. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia.
  2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa/feeling, afeksi seseorang, kejiwaan, emosi, dan dapat menentukan tingkah laku manusia.

Hakikat Pembelajaran ;

 Dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar berbagai macam metoda dapat gunakan. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, metoda yang penulis gunakan adalah metoda bervariasi, yaitu metoda tanya jawab, penugasan, ceramah, diskusi dan metoda eksperimen. Dengan penggunaan metoda yang tepat dapat membantu cara berfikir anak, hal ini sesuai pendapat Carol Gestwicki(1995 hal:321) bahwa dalam perkembangan terdapat perubahan yang dapat diramalkan. Anak terlibat langsung dalam praktek pembelajaran IPA.

Hakikat Belajar.

Belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Dalam belajar, pengetahuan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga menjadi banyak.  (Imron, 1996: 2).

Dalam bahasa sederhana kata belajar dimaknai sebagai menuju kearah yang lebuh maju dengan cara sistimatik. Bunner mengemukakan proses belajar yang terdiri atas 3 tahapan yaitu tahap informasi, transformasi dan evaluasi. Yang dimaksud dengan tahap informasi adalah proses penjelasaan, penguraian atau pengarahan mengenai prinsip-prinsip struktur pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Tahap transformasi adalah proses peralihan atau perpindahan prinsip-prinsip struktur kedalam diri peserta didik.( Iskandarwassid, Dadang Suhendar.2010 : 4).

Makna dan hakekat belajar seringkali hanya diartikan sebagai penerimaan informasi dari sumber informasi (guru dan buku pelajaran). Akibatnya guru masih memakai kegiatan mengajar sebagai kegiatan memindahkan informasi dari guru atau buku kepada siswa. (Muslih, 2008 : 51).

Hakikat Hasil Belajar.

Hasil belajar adalah perubahan prilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi/kemampuan saja, tidak secara fragmentasi (terpisah )melainkan komperhensi.( Suprijono, 2010 : 5)

Pengertian Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya (Syaiful, 2008:210).

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Muhibbin Syah, 2000:22). . Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir tersebut diatas diajukan hipotesis tindakan sbb:”Melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan motivasi dan  hasil belajar IPA materi “ Cahaya dan sifatnya “  bagi siswa kelas  V  semester II SD Negeri Nusajati 02.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian.

  1. Peneliti dalam melakukan perbaikan pembelajaran merencanakan langkah-langkah PTK dengan rencana 2 (dua) siklus, dengan harapan akan memperoleh ketuntasan belajar.
  2. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan melalui proses penyajian berdaur ulang, yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan (planning), melakukan tindakan (acting), mengamati (observing), dan refleksi (reflecting).
  3. Pada langkah pertama, peneliti membuat perencanaan (planning) dilanjut dengan pelaksanaan (action), dalam pelaksanaan dilakukan pengamatan (observing), dan selanjutnya peneliti melakukan refleksi diri pada tahap I (pertama), kemudian melakukan revisi rencana pembelajaran untuk langkah berikutnya sampai siklus II (kedua).

Penjelasan dari masing-masing tahap adalah sebagai berikut:

Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas.

Perencanaan :

  1. Menentukan materi pelajaran dari silabus kelas V semester 2
  2. Menyusun RPP sesuai dengan Indikator
  3. Menyiapkan alat peraga yang diperlukan
  4. Menyiapkan Lembar Kerja Siswa
  5. Menyiapkan alat evaluasi.

Pelaksanaan Tindakan

Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dalam bentuk siklus-siklus yang akan dilaksanakan. Masing-masing siklus tidak sama waktu pelaksanaannya, dan masih saling terkait antara siklus yang satu dengan siklus lainnya.

Observasi

                  Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan observer lainnya untuk mengamati tingkah laku dan sikap siswa pada saat pembelajaran berlangsung.

Refleksi

Refleksi dilaksnakan untuk menganalisa sejauh mana indikator yang dapat dicapai pada tiap-tiap siklus, indikator yang belum tercapai dapat dilanjutkan pada siklus berikutnya.

Siklus Penelitian .

     Pelaksanaan ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi

Siklus I

Proses Perencanaa

  1. Mengidentifikasi masalah
  2. Merumuskan masalah
  3. Menetapkan langkah-langkah perbaikan pembelajaran
  4. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran (RPP) siklus I
  5. Menyediakan alat peraga
  6. Menyiapkan lembar observasi/pengamatan
  7. Menyusun LKS 8) Menyusun soal tes formatif

Proses Pelaksanaan Pembelajaran

Adapun langkah-langkah pelaksanaannya sebagai berikut :

  1. Gurumengatur tempat duduk
  2. Guru mencatat kehadiran siswa
  3. Guru memberikan  apersepsi untuk masuk pada materi pelajaran
  4. Guru menjelaskan materi pelajaran
  5. Guru bersama siswa mengadakan percobaan tentang pembiasan cahaya menggunakan kaca kristal
  6. Siswa secara berkelompok melakukan percobaan tentang pembiasan cahaya putih dengan kaca kristal
  7. Siswa bersama guru mengadakan percobaan peragaan pembiasan cahaya putih dengan menyemburkan air lewat mulut 8) Siswa bersama guru membuat kesimpulan tetang cahaya putih berasal dari warna – warna pelangi 9)Siswa mengerjakan tes formatif

Siklus II

Proses Perencanaan

  1. Mengidentifikasi masalah.
  2. Merumuskan masalah
  3. Menetapkan langkah-langkah perbaikan pembelajaran
  4. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran (RPP) siklus II
  5. Menyediakan alat peraga
  6. Menyiapkan lembar observasi/pengamatan
  7. Menyusun LKS
  8. Menyusun soal tes formatif

Proses Pelaksanaan Pembelajaran

Adapun langkah-langkah pelaksanaannya sebagai berikut :

  1. Guru mengatur tempat duduk
  2. Guru mencatat kehadiran siswa.
  3. Guru memberikan  apersepsi untuk masuk pada materi pelajaran
  4. Guru menjelaskan materi pelajaran.
  5. Guru bersama siswa mengadakan percobaan tentang pembiasan cahaya menggunakan kaca kristal.
  6. Siswa secara berkelompok melakukan percobaan tentang pembiasan cahaya putih dengan kaca kristal
  7. Siswa bersama guru mengadakan percobaan peragaan pembiasan cahaya putih dengan menyemburkan air lewat mulut
  8. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang cahaya putih berasal dari warna / warna pelangi.
  9. Siswa mengerjakan tes formatif

Proses Pengamatan dan Pengumpulan Data

Pengumpulan Data

Hasil tes formatif sebelum perbaikan menunjukan rendahnya penguasaan siswa terhadap materi pelajaran . Dari 20 orang siswa  ada 16 siswa yang memperoleh nilai  Kriteria Ketuntasan Minimal. Artinya siswa yang tuntas dalam prosespembelajaran ada 16 siswa dengan prosentase keberhasilan  80% dan milai rata-rata kelas 76,80. Dengan demikian pada siklus II telah melebihi dari hipotesis tindakan yang diharapkan/

Proses Refleksi

Dalam proses Refleksi pembelajaran siklusI,siswa mengalami peningkatan belajar. Hasil tes formatif sebelum perbaikkan dari 20 siswa hanya 3 siswa  yang tuntas belajar Setelah diadakan perbaikkan siklus I terdapat 7 siswa  yang mencapai standar KKM. Maka perlu dikaji pada siklus ke II

      Siklus II

Proses Perencanaan

Perbaikkan pembelajaran siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan pembelajaran siklus I. Pada pelaksanaan perbaikan  pembelajaran siklus I masih ditemukan masalah-masalah yang menghambat ketuntasan siswa dalam proses pembelajaran.

Proses Pelaksanaan Pembelajaran        

          Adapun langkah-langkah pelaksanaannya sebagai berikut :

  1. Guru mengatur tempat duduk
  2. Guru mencatat kehadiran siswa
  3. Guru memberikan  apersepsi untuk masuk pada materi pelajaran, Guru menjelaskan materi pelajaran
  4. Guru bersama siswa mengadakan percobaan tentang pembiasan  cahaya   menggunakan kaca kristal.
  5. Siswa secara berkelompok melakukan percobaan tentang pembiasan  cahaya putih dengan kaca kristal
  6. Siswa bersama guru mengadakan percobaan peragaan pembiasan cahaya putih dengan menyemburkan air lewat mulut
  7. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tetang cahaya putih yang berasal dari warna-warna pelangi
  8. Siswa mengerjakan tes formatif

Proses Pengamatan dan Pengumpulan Data

Pengamatan

                  Hasil dari pengamatan terhadap guru saat pembelajaran berlangsung diperoleh temuan sebagai berikut :

  1. Guru sudah menerapkan metodaeksperimen dengan baik.
  2. Guru berhasil mengaktifkan siswa dengan mengadakan tanya jawab tentang proses percobaan yang baru saja dilakukan

Proses Refleksi

Secara umum pelaksanaan pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Sudah cukup berhasil karena nilai yang diperolah anak menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi, walaupun dari  20  siswa, masih ada 4 anak yang belum mencapai nilai KKM.

Setting penelitian.

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Nusajati 02 Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap

Subyek Penelitian.

Subyek  penelitian ini adalah siswa kelas  VI   SD Negeri Nusajati 02 tahun pelajaran 2013/2014,  berjumlah 20 siswa.

Sumber Data.

Sumber data yang dapat menjadi acuan penelitian ini adalah :

  1. Data primer diambil melalui angket yang dibagikan ke siswa.
  2. Hasil tes formatif mata pelajaran IPA materi Cahaya dan sifatnya pada study awal.
  3. Jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas belajar di study awal,siklus I dan siklus II.

Tehnik dan Pengumpulan Data.

Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan alat yang berupa :

  1. Tes
  2. Check list
  3. Lembar observasi

Validasi Data.

Agar diperoleh data yang obyektif, sahih dan handal, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi  dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menggunakan cara yang bervariasi untuk memperoleh data yang sama, misalnya untuk mengetahui seberapa aktivitas dalam pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi.
  2. Triangulasi data yakni dengan membandingkan data antara hasil tes tertulis siklus ke satu dan ke dua.
  3. Melakukan pengolahan dan analisis ulang dari data yang terkumpul.

Analisis Data.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif berupa :

  1. Aktifitas belajar siswa dianalisis dengan deskriptif kualitatif berdasarkan hasil obsevasi dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2.
  2. Hasil belajar siswa dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan data kualitatif dari kondisi awal, siklus1 dan siklus 2.

Indikator kerja.

Dalam penelitian ini, di katakan berhasil bahwa indikator pencapain motivasi belajar melalui  metode demonstrasi meningkat hingga 75% dari sebelumnya atau setara dengan pencapaian nilai ≥ 65 (sesuai KKM)  dan mendapat rata rata kelas  75% dari jumlah siswa keseluruhan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.

Pada studi awal, siswa yang belum  tuntas belajar sebanyak 17 siswa dari 20 siswa  (85 %) dengan nilai rata-rata 54,75 Yang  tuntas  belajar 3 anak dari 20 siswa 15%.

Deskripsi Hasil Siklus 1      

Perencanaan Tindakan

Peneliti mennyusun skenario pembelajaran  dan skenario tindakan berdasarkan hipotesis tindakan yang telah dirumuskan, skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti.

Pelaksanaan Tindakan .

Langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan awal (10 menit).

  1. Mengkondisikan siswa untuk siap menerima pelajaran.
  2. Memberikan motivasi dan memunculkan masalah,
  3. Menyiapkan perlengkapan untuk demonstrasi pembiasan cahaya

Kegiatan inti (45 menit).

  1. Guru bertanya”anak-anak pernahkah kalian melihat pelangi
  2. Ada komponen warna apa saja dalam cahaya pelangi tersebut,coba sebutkan!
  3. Siswa menjawab pertanyaan guru, jawaban siswa di tampung tanpa membetulkan ataupun menyalahkan,guru memberi penguatan.
  4. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok, mengerjakan lembar kerja dengan alat percobaan pembiasan cahaya putih dengan kristal yang telah dipersiapkan.
  5. Siswa bersama guru mengadakan percobaan peragaan pembiasan cahaya lewat mulut sementara siswa yang lain mengamati perubahan warna pada air ketika air tersebut disemburkan.
  6. Siswa bersama guru membahas hasil kerja Siswa.
  7. Penilaian hasil tugas.

Kegiatan akhir (10 menit).

  1. Secara klaksikal siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil
  2. Guru menutup dengan mengkaitkan pelajaran lentang listrik dalam kehidupan sehari- hari (Konsolidasi).

Pengamatan Tindakan .

Observer mengamati keaktifan siswa dalam pembelajaran, dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

Deskripsi Siklus II

Perencanaan Tindakan.

Kegiatan Awal / Pendahuluan

  1. Mengucapkan salam waktu memasuki ruangan
  2. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru memimpin berdo’a sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
  3. Memeriksa daftar hadir dan mencatat siswa yang tidak masuk.
  4. Memberikan pertanyaan untuk mengingatkan materi yang telah dipelajari sebelumnya dan memberikan pujian kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan.
  5. Menyampaikan Indikator Pencapaian Kompetensi dan kompetensi yang diharapkan
  6. Memahami peta konsep tentang cahaya
  7. Mengulang materi pertemuan sebelumnya
  8. Menyampaikan Indikator Pencapaian Kompetensi dan kompetensi yang diharapkan

Kegiatan Inti Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  1. Siswa dapat Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya
  2. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  3. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan.

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  1. Membuat spektrum cahaya
  2. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  3. memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  4. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  5. memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

Konfirmasi

 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  1. Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  2. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

Penutup

Pengamatan Tindakan .

            Observer melaksanakan tugas observasi dengan baik terhadap peneliti, sehingga beberapa hal yang belum sempurna dapat dijadikan  Refleksi

Jumlah rata rata  siswa kelas V dalam aktifitas  kemempuan guru dalam  penguasaan materi dari siklus satu 60 % dan pada siklus dua meningkat 100 %. Sementara kemampuan guru dalam penggunaan metode demonstrasi di siklus I sebesar 71 % dan pada siklus dua guru semakin meningkat dengan hasil pengamatan observer menjadi 100

Pembahasan /Diskusi

Pembahasan tindakan

Tindakan kondisi awal peneliti belum menerapkan pembelajaran dengan alat bantu kertas transparan,  sehingga guru dalam mengajar hanya menggunakan metode ceramah, rencana pembelajaran yang dibuat belum sempurna.

  1. Pembahasan Hasil Pengamatan.

Pada kegiatan pengamatan pada kondisi awal hasil yang ditampilkan ketika peneliti  mengajar belum menggunakan metode demonstrasi ini dibuktikan dari hasil pengamatan  dalam pembelajaran dan siswa kurang termotivasi dan hasil belajar tidak maksimal

Hasil Penelitian.

Beberapa temuan yang dirasakan peneliti  dalam pembelajaran IPA materi” Pengalaman Dasar Listrik” adalah sebagai berikut ;

  1. Hasil belajar siswa kelas V SD N Nusajati 02  dalam pembelajaran IPA dengan materi cahaya dan sifatnya meningkat rata-rata 76,80 %, ini  membuktikan bahwa siswa aktif dan terlihat senang dengan pembelajaran IPA, dan perlu diadakan tindak lanjut.
  2. Penguasaan guru dalam pembelajaran  mengalami peningkatan yang signifikan dengan hasi rata -rata.100 %.
  3. Ketrampilan menerapkan metode demonstrasi sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

PENUTUP

Dengan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi  pada materi cahaya dan sifatnya” kelas V SD Negeri Nusajati 02, Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2013/2014 Persentase  hasil belajar yang meningkat dapat dilihat dari pra siklus rerata 54,74, pada tindakan siklus I meningkat menjadi 63,5 dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 76,80.sedangkan ketuntasan belajar persentase pra siklus hanya 15 %, pada siklus I tuntas 35%, dan pada siklus II 80% siswa tuntas belajar.

Saran.

Penggunaan metode demonstrasi dapat mendorong siswa lebih aktif,   kreatif dan termotifasi dalam proses pembelajaran. Selain itu dari hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini, diharapkan agar guru mampu untuk senantiasa menggunakan strategi pembelajaran, metode dan alat peraga yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anitah  Sri, DKK (2008)”Strategi pembelajaran di SD” Jakarta UT.

Dimyati dan Mudjiono (2009),Belajar dan Pembelajaran,Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djamarah, Saiful Bahri. 2002 Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: Rineka Cipta Jakarta.

Gestwicki,C. (1995). Teori Pembelajaran. Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka

H.J Gino dkk (2000) Belajar dan pembelajaran Surakarta,Universitas Sebelas Maret.

Kemmis, Car. ( McNiff ,J,1991). Penelitian Tindakan Kelas Jakarta: Pusat Penerbit Universitas Terbuka

Muslih (2008) Belajar dan Pembelajaran Jakarta : Unifersitas Rerbuka.

Imron Ali (1996)  Belajar dan Pembelajaran Jakarta; Pustaka jaya.

 

BIODATA :

NAMA                         : Sutiyah,S.Pd

Jabatan                       : Kepala Sekolah SD Negeri Nusajati 02, Sampang – Cilacap

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *