PTK Mata Pelajaran Agama Islam

PTK Kelas IV Agama Islam Metode Pemberian Tugas Belajar

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN RESITASI SISWA KELAS IV  SDN KARANGSAMBUNG 01 KECAMATAN LOSARI  KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 

Oleh : Kholil, S.Pd.I

 

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah pembelajaran Agama Islam tidak lagi mengutamakan pada penyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada orang lain. Penelitian ini dilakukan bagi siswa kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2013. Adapun yang menjadi subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes dengan jumlah siswa 42 yang terdiri dari 23 laki-laki dan 19 perempuan. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data, data kualitatif hasil pengamatan proses pembelajaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan membandingkan siklus I dengan siklus II, sedangkan data yang berupa angka (data kuantitatif) dari hasil belajar tentang Arti surat Al-Ikhlas dianalisis menggunakan deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus I, dan nilai tes siklus II, kemudian direfleksi. Hasil penelitian melalui penerapan metode pemberian tugas belajar dan resitasi, motivasi dan hasil belajar bagi siswa kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 Semester I tahun pelajaran 2013/2014 meningkat disetiap siklusnya. Hasil belajar dari kondisi awal ke siklus II mengalami peningkatan yaitu dari 15 siswa (35,71%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 26 siswa (61,90%) meningkat 33 siswa (78,57%). Nilai rata-rata dari 78,57 menjadi 83,10 meningkat sebesar 4,53.

Kata kunci : pembelajaran, metode pemberian tugas belajar, resitasi

PENDAHULUAN

 

Pembelajaran Agama Islam tidak lagi mengutamakan pada penyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi. Untuk itu aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada orang lain. (Hartoyo, 2000:24). Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran PAI, yaitu metode dibutuhkan untuk pembelajaran PAI di kelas IV SDN Karangsambung 01 pada pokok bahasan arti surat Al-Ikhlas, metode pemberian tugas belajar dan resitasi diduga dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa kelas IV SDN Karangsambung 01 pada pokok bahasan arti surat Al-Ikhlas.

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti merumuskan judul penelitian sebagai berikut: “ Peningkatan Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Pemberian Tugas Belajar dan Resitasi Siswa Kelas IV SDN Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2013/2014”.

LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Definisi Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berusaha tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (KBBI, 1996:14).

Sependapat dengan pernyataan tersebut Soetomo (1993:68) mengemukakan bahwa pembelajaran adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula.

Motivasi Belajar

Menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan mateti itu dengan lebih baik.

 

Metode pemberian tugas

Yang dimaksud dengan pemberian tugas belajar ialah suatu cara mengajar di mana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada peserta didik, sedangkan hasil tersebut di periksa oleh guru dan peserta didik mempertanggung jawab­kannya.

Pertanggungan jawab itu dapat dilaksanakan dengan cara : menjawab test yang diberikan oleh guru, menyampaikan ke muka berupa lisan.

Resitasi

Resitasi adalah penyajian kembali atau penimbulan kembali sesuatu yang sudah dimiliki, diketahui atau dipelajari. Prinsip yang mendasari metode ini ada dalam AI-Quran. Tuhan memberikan suatu tugas yang berat terhadap Nabi Muhammad sebelum dia melaksanakan tugas ke-Rasulannya. Tugas yang diintruksikan itu ialah berupa sifat-sifat kepemimpinan yang harus dimiliki.

Fase – fase Resitasi :

Dengan metode resitasi terdapat 3 fase :

  1. Guru memberikan tugas:

Tugas yang diberikan oleh guru harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.

  1. Murid melaksanakan tugas (belajar). Cara murid belajar akan terlaksana dengan baik apabila dia belajar sesuai dengan petunjuk yang diberikan guru dan sesuai dengan tujuan yang hendak di­capai.
  2. Murid mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya (re­sitasinya). Resitasi itu juga akan wajar apabila sesuai dengan tujuan pemberian tugas.

 

Kerangka berpikir

Pada kondisis awal guru belum menggunakan metode pemberian tugas, sehingga siswa dalam menyelesaikan masalah masih mengalami kesulitan. Selanjutnya guru melakukan tindakan perbaikan sebanyak dua siklus. Pada siklus I pembelajaran PAI tidak menggunakan metode resitasi hanya terbatas pada metode pemberian tugas belajar, dan dilanjutkan siklus II pembelajaran  PAI, guru menggunakan metode pemberian tugas belajar dan resitasi dengan harapan siswa akan termotivasi dan kondisi akhir hasil belajar PAI meningkat.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah jika pembelajaran tentang arti surat Al-Ikhlas melalui metode pemberian tugas belajar dan resitasi prestasi belajar siswa akan meningkat.

METODE PENELITIAN

Tempat pelaksanaan perbaikan pembelajaran di SD Negeri Karangsambung 01, Kecamatan Losari,  Kabupaten Brebes. Letak SD Negeri Karangsambung 01 ada di Desa Karangsambung, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Keberadaannya di sebelah selatan Desa Bojongsari. Waktu pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan dua tahap yaitu, Siklus I dilaksanakan pada hari Senin, 2 September 2013 dan Siklus II dilaksanakan pada hari Senin, 9 September 2013

Jumlah siswa kelas IV SDN Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2013/2014 ada 42 siswa terdiri dari 23 laki – laki dan 19 perempuan. Sumber data pada penelitian tindakan kelas ini ada dua yaitu data yang berasal dari subyek penelitian (primer) dan dari bukan subyek (skunder). Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan metode pemberian tugas belajar dan resitasi, observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.

Untuk memperoleh data yang valid mengenai arti surat Al-Ikhlas menggunakan metode pemberian tugas belajar dan resitasi pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 melalui trianggulasi sumber, yaitu data yang berasal dari siswa, guru dan rekan kolaborator yang merupakan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskritif kualitatif berdasarkan pengamatan dan refleksi dengan membandingkan proses kondisi awal, siklus I dan siklus II. Data yang berupa angka (data kuantitatif) dianalisis menggunakan diskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah siklus I dan nilai tes setalah siklus II, kemudian direfleksi.

Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiata pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan tiga kali yaitu  pembelajaran awal (pra siklus), siklus I, dan siklus II. Masing – masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

 

Indikator Kinerja

Peningkatan hasil belajar siswa dalam kemampuan menyebutkan arti surat Al-Ikhlas indikatornya adalah adanya peningkatan kemampuan kemampuan menyebutkan arti surat Al-Ikhlas dari rendah menjadi tinggi. Peningkatan hasil belajar PAI indikatornya adalah nilai ulangan harian yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Kondisi Awal

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk prasiklus dilaksanakan pada Akhir bulan Agustus. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif prasiklus.

Untuk mengetahui presentasi rentang nilai maka diadakan analisis yang disajikan pada tabel dibawah ini.

Tabel 1 Analisis Hasil Tes Formatif Pra Siklus Mata Pelajaran PAI

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

2

4

6

10

5

7

5

3

Jumlah 42

Dari tabel 1 dapat kita lihat siswa yang mendapat  nilai diatas 75 sebanyak 15  siswa, atau 35,71 % sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 27 siswa atau 64,29 % dari 42 siswa.

Deskripsi Siklus I

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada Minggu ke I Bulan September 2013 di SDN Karangsambung 01 dengan jumlah siswa 42 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada prasiklus, sehingga kesalahan atau kekurangan pada prasiklus tidak terulang lagi pada siklus I.

Untuk mengetahui presentasi rentang nilai maka diadakan analisis yang disajikan pada tabel dibawah ini.

Tabel 2 Analisis Hasil Tes Formatif Siklus 1 Mata Pelajaran PAI

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

2

6

8

12

8

6

Jumlah 42

Dari tabel 2 dapat kita lihat siswa yang mendapat  nilai diatas 75 sebanyak 26  siswa, atau 61,90% sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 16 siswa atau 38,10% dari 42 siswa.

Deskripsi Siklus II

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada Minggu II Bulan September 2013 di SDN Karangsambung 01 dengan jumlah siswa 42 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II.

Untuk mengetahui presentasi rentang nilai maka diadakan analisis yang disajikan pada tabel dibawah ini.

Tabel 3 Analisis Hasil Tes Formatif Siklus 2 Mata Pelajaran PAI

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

4

5

15

10

8

Jumlah 42

Dari tabel 3 dapat kita lihat siswa yang mendapat  nilai diatas 75 sebanyak 33 siswa, atau 78,57 % sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 9 siswa atau 21,43 % dari 42 siswa.

Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. Pada siklus II ini ketuntasan secara klasikal telah tercapai, sehingga penelitian ini hanya sampai pada siklus II.

PEMBAHASAN

Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa metode pemberian tugas belajar dan resitasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II) yaitu masing-masing 35,71%, 61,90%, dan 78,57%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses metode pemberian tugas belajar dan resitasi dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Agama Islam pada pokok bahasan arti surat Al-Ikhlas yang paling dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.

 

PENUTUP

Kesimpulan   

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pembelajaran dengan berbasis masalah memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu Prasiklus (35,71%), siklus I (61,90%), siklus II (78,57%); 2) Penerapan metode metode pemberian tugas belajar dan resitasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pemberian tugas belajar dan resitasi sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.

Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar Agama Islam lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut: 1) Untuk melaksanakan model berbasis masalah memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model berbasis masalah dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal; 2) Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf yang sederhana, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya; 3) Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakuakan di SDN Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2013/2014.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Berg, Euwe Vd. (1991). Miskonsepsi agama islam dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Joyce, Bruce dan Weil, Marsh. 1972. Models of Teaching Model. Boston: A Liyn dan Bacon.

Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.

Soedjadi, dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya; Unesa Universitas Press.

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Widoko. 2002. Metode Pembelajaran Konsep. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

BIODATA PENULIS

Nama                   : Kholil, S.Pd.I

NIP                      : 19630721 198405 1 003

Pangkat/ Gol.      : Pembina, IV/a

Jabatan                : Guru Mapel PAI

Unit Kerja           : SDN Karangsambung 01 UPTD Pendidikan Kec. Losari Kab. Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *