PTK SD : Belajar PKN Melalui Model NHT Kelas V

PENINGKATAN KEMAMPUAN KERJASAMA DAN PRESTASI BELAJAR PKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NHT  SISWA KELAS V SDN 3 GEMURUH SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2014/2015

Oleh:

Atun Muslimin, S.Pd

ABSTRAK

Kemampuan Kerjasama di SD Negeri 3 Gemuruh masih rendah, hanya 4 siswa atau 25 % yang memiliki kemampuan kerjasama sedang dan prestasi belajar PKn nilai rata-rata baru 72,12. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama dan  prestasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negri 3 Gemuruh semester II Tahun Pelajaran 2014/ 2015. Subyek penelitian 16 siswa terdiri dari laki-laki 7 siswa dan perempuan 9 siswa. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pada siklus I: kemampuan kerjasama tidak ada siswa atau 0 % kategori tinggi, kemampuan kerjasama 7 siswa atau 43,75 % kategori sedang, kemampuan kerjasama 9 siswa atau 56,25 % kategori rendah. Prestasi belajar rata-rata 76,1 dengan ketuntasan belajar 43,75 %. Siklus II: kemampuan kerjasama 14 siswa atau 87,5 % kategori tinggi, kemampuan kerjasama 2 siswa atau 12,5 % kategori sedang, kemampuan kerjasama tidak ada siswa atau 0 % kategori rendah. Prestasi belajar rata-rata 78,75 dengan ketuntasan belajar 81,25%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan kemampuan kerjasama dan prestasi belajar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru dalam menerapkan model pembelajaran NHT. Selain itu sekolah, pengambil kebijakan, peneliti lain dapat menggunakan sebagai bahan kajian untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang model pembelajaran NHT guna meningkatkan prestasi belajar siswa.

KATA KUNCI : Kemampuan Kerjasama, Prestasi Belajar, dan Model Pembelajaran NHT

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

SD Negeri 3 Gemuruh berlokasi di Desa Gemuruh Kecamatan Bawang, adapun lokasi sekolahnya dekat dengan lahan persawahan dan pemukiman warga, dekat sarana pribadatan khususnya Masjid, keadaan gedung masih nampak kokoh apalagi sudah adanya gedung perpustakaan dan buku-buku bacaan sehingga menambah siswa-siswa untuk mengunjunginya dan membaca buku-buku yang tersedia. Warga masyarakat pada umumnya bermata pencaharian petani berekonomi menengah kebawah dan masih kurang kesadaran akan pentingnya pendidikan sehingga perlu ditingkatkan lagi pendidikannya, akan tetapi mereka masih mengajarkan etika dan moral serta agama yang tinggi, sikap sosial yang tinggi atau sikap tolong menolong masih terjaga dengan baik, seharusnya mereka menjadi siswa yang berbudi pekerti, mengerti akan kebersamaan, cinta terhadap sesama, mempunyai sikap sosial yang tinggi dan mengerti akan rasa kebersamaan sehingga terciptanya semangat persatuan dan kesatuan serta solidaritas diantara siswa

Namun dalam kenyataannya di kelas V di SDN 3 Gemuruh nilai budi pekerti khususnya tentang  kerjasama tersebut masih sangat jauh dari harapan. Seperti tidak mau ikut kerja bakti di sekolah, kurang tanggap terhadap kebersihan kelas, kurangnya rasa kebersamaan seperti mengerjakan tugas kelompok, cinta terhadap sesama teman, melaksanakan piket mereka acuh tak acuh karena sudah adanya petugas kebersihan dari sekolah, kurang peduli terhadap teman yang sakit atau terkena musibah, serta kadang-kadang suka memilih-milih teman sepermainan. Walaupun di sekolah guru sudah mengajarkan mata pelajaran nilai-nilai budi pekerti khususnya tentang kerja sama, namun belum sepenuhnya dilaksanakan oleh para siswa khususnya pada kelas V di SD Negeri 3 Gemuruh. Hal ini diperkuat dengan data yang diperoleh dalam observasi pada bulan Maret 2015 di SD Negeri 3 Gemuruh,Bawang, dari hasil Pengamatan  Siswa kelas V SD Negeri 3 Gemuruh terdapat 11 siswa yang masih rendah (60.875%) dari 16 siswa, sedangkan sisanya 5 siswa (31.25%) nilainya kerja samanya sedang. Permasalahan pada pembelajaran PKn terjadi di kelas V  SD Negeri 3 Gemuruh,Bawang, perolehan materi PKn yang cukup drastis dari pelajaran yang dianggap mudah hingga pelajaran teoritis yang menuntut kemampuan hafalan siswa, menyebabkan minat belajar siswa di SD tersebut menurun, selain itu metode dan model serta pendekatan yang digunakan guru dalam mengajar kurang inovatif dan bersifat verbalisme. Kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran PKn lebih pada kurangnya kreativitas dalam pembelajaran. Khususnya dalam mencari sumber, memilih dan mengorganisasikan materi sesuai tuntutan KD.

Pendapat tersebut diperkuat dengan data yang diperoleh dalam observasi pada bulan Maret 2015 di SD Negeri 3 Gemuruh, dari hasil ulangan PKn Siswa kelas V  SD Negeri 3 Gemuruh terdapat 11 siswa yang belum tuntas (60.875%) dari 16 siswa sedangkan sisanya 5 siswa (31.25%) nilainya di atas KKM (75).

Melihat permasalahan pembelajaran tersebut, peneliti bersama tim kolaboratif berinisiatif untuk menetapkan alternatif tindakan untuk memperbaiki hasil belajar siswa melalui perbaikan pendekatan dan media pembelajaran, Dalam penelitian ini peneliti menggunakan salah satu pendekatan pembelajaran, yaitu pembelajaran PKn dengan menggunakan Model Pembelajaran NHT, dengan pertimbangan bahwa dengan menggunakan model NHT diharapkan pembelajaran lebih bermakana, menarik, dan menyenangkan sehingga siswa lebih berperan aktif dalam pembelajaran sedangkan guru hanya bertugas sebagai fasilitator dan pembimbing yang akan menunjang kegiatan.

Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: 1) apakah penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan kemampuan kerjasama pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SD Negeri 3 Gemuruh semester II tahun pelajaran 2014/2015? 2) apakah penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan prestasi belajar  mata pelajaran PKn siswa kelas V SD Negeri 3 Gemuruh semester II tahun pelajaran 2014/2015?

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pamudji (1985:12-13) menyebutkan kerjasama pada hakekatnya mengindikasikan adanya dua pihak atau lebih yang berinteraksi secara dinamis untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

Menurut Trianto (2011: 82) model NHT pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. NHT merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional.

Ruminiati (2007:1.15) menyatakan bahwa pelajaran PKn merupakan salah satu pelajaran yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan cenderung pada pendidikan afektif. Pengertian PKn juga dijelaskan di dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi. Di dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi tertulis bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan dalam perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini diduga adalah: 1) penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan kemampuan kerjasama siswa; 2) penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan prestasi belajar PKn siswa.

METODE PENELITIAN

Subyek, Setting dan Waktu

            Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Gemuruh berjumlah 16 siswa, terdiri dari 9 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran PKn selama 2 siklus.

Data, Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data

Sumber data pada penelitian tindakan kelas ini yang digunakan adalah: 1) sumber data siswa; dan 2) sumber data guru.

Pada penelitian ini teknik dan alat penumpulan data menggunakan: 1) Teknik Tes; tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar. 2) Teknik Pengamatan; pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi pengamatan tentang kemampuan kerjasama, pengamatan tentang penerapan model pembelajaran NHT dalam proses pembelajaran dan pengamatan peserta didik. 3) Teknik Dokumentasi; Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen pra siklus tentang kemampuan kerjasan, prestasi belajar serta dokumen parangkat.

Prosedur Pelaksanaan

Diagram 3.1 Prosedur Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Kondisi Awal

Pembelajaran mata pelajaran PKn yang dilakukan peneliti pada umumnya masih belum berjalan dengan maksimal sehingga termasuk dalam katagori rendah. Selain itu, kurangnya variasi dalam pembelajaran mengakibatkan siswa kurang antusias dan kurang termotivasi selama mengikuti pembelajaran PKn. Kondisi proses pembelajaran ini berakibat pada rendahnya kemampuan kerjasama siswa serta rendahnya prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan hasil pengamatan dari 16 siswa hanya 7 siswa atau 44% yang memiliki kemampuan kerjasama sedang.

  1. Siklus I

Hasil pada siklus I diperoleh data sebagai berikut:

  • Data Kemampuan Kerjasama

Data tentang kemampuan kerjasama diambil setelah melakukan pembelajaran pada akhir siklus I, Instrumen data berupa lembar pengamatan yang terdiri 10 indikator. Dari data diperoleh kemampuan kerjasama skor 39-48 kategori tinggi, 28-38 kategori sedang, dan 16-27 kategori rendah. Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel  Daftar Distribusi Frekuensi Kemampuan Kerjasama Pada Siklus I

Rentang Data Tally Frekuensi % S x F
1-3 IIIII IIII 9 56,25% 2 x 9 = 18
4-7 IIIII II 7 43,75% 5,5 x 7 = 38,5
8-10
Jumlah 100%

Berdasarkan tabel diatas, kemampuan kerjasama diperoleh hasil sebagai berikut: skor tertinggi 6, skor terendah 3, skor rerata 56,5. Tes Prestasi Belajar

Setelah pembelajaran berlangsung dua siklus tiga pertemuan maka dilakukan tes tertulis prestasi belajar. Jumlah soal sebanyak 35 soal. Hasil tes diperoleh data sebagai berikut, disajikan dalam bentuk tabel berikut:

Tabel  Daftar Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Pada Siklus I

Rentang Nilai Tally Frekuensi % ST x F
90-100 I 1 6,25 95 X 1 = 95
80-89 IIIII 5 31,25 85 X 5 = 425
70-79 IIIII IIII 9 56,25 75 X 9 = 675
60-69
50-59 1 6,25 55 X 1 = 55
40-49
30-39
20-29
10-19
0-9
Jumlah 16 100 1250/16

Hasil tes prestasi belajar siswa diperoleh hasil sebagai berikut: skor tertinggi 90 skor terendah 52, skor rerata 76,1, modus skor 70. Masih ada 9 (56,65%) siswa yang mendapat skor dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM).

  1. Siklus II

Hasil pada siklus II diperoleh data sebagai berikut:

  • Data Kemampuan Kerjasama

Dari data diperoleh kemampuan kerjasama skor 39-48 kategori tinggi, 28-38 kategori sedang, dan 16-27 kategori rendah. Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel Daftar Distribusi Frekuensi Kemampuan Kerjasama

Pada Siklus II

Rentang Data Tally Frekuensi % S x F
1-3
4-7 II 2 12,5% 5,5 X 2 = 11
8-10 IIIII IIIII

IIII

14 87,5% 8,5 x 14 = 119
Jumlah 16 100% 130

Berdasarkan tabel diatas, kemampuan kerjasama diperoleh hasil sebagai berikut: skor tertinggi 9, skor terendah 4, skor rerata 8,13.

  • Tes Prestasi

Setelah pembelajaran berlangsung dua siklus tiga pertemuan maka dilakukan tes tertulis prestasi belajar. Jumlah soal sebanyak 35 soal. Hasil tes diperoleh data sebagai berikut, disajikan dalam bentuk tabel berikut:

Tabel Daftar Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Pada Siklus II

Rentang Nilai Tally Frekuensi % ST x F
90-100
80-89 IIIII IIII 9 56,25 85 x 9 = 765
70-79 IIII 4 25 75 x 4 = 300
60-69 III 3 18,75 65 x 3 = 195
50-59
40-49
30-39
20-29
10-19
0-9
Jumlah 16 100 1355/16

Hasil tes prestasi belajar siswa diperoleh hasil sebagai berikut: skor tertinggi 88 skor terendah 62, skor rerata 78,75, modus skor 86. Masih ada 3 (18,75%) siswa yang mendapat skor dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM).

Pembahasan

Pada siklus I diperoleh hasil, siswa memiliki kemampuan kerjasama sedang sebanyak 7 siswa atau 43,75%, siswa memiliki kemampuan kerjasama rendah sebanyak 9 siswa atau 56,25%. Ini berarti ada kenaikan kemampuan kerjasama dari pra siklus 4 siswa menjadi 7 siswa.

Penerapan pembelajaran model NHT pada mata pelajaran PKn siswa kelas V SD Negeri 3 Gemuruh menunjukkan adanya prestasi yang meningkat, hal ini disebsbkan adanya model pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan materi pada mata pelajaran PKn.

Akhir siklus I menunjukkan bahwa hasil penelitian kemampuan kerjasama baru mencapai 43,75% sehingga belum berhasil. Hasil tes prestasi belajar baru mencapai rata-rata 76,1 sehingga belum berhasil.

Pada siklus II diperoleh hasil, siswa memiliki kemampuan kerjasama tinggi sebanyak 14 siswa atau 87,5%, siswa memiliki kemampuan kerjasama sedang sebanyak 2 siswa atau 12,5%. Ini berarti ada kenaikan kemampuan kerjasama kategori tinggi dari siklus I tidak ada siswa menjadi 14 siswa.

Perbandingan hasil penelitian pra siklus, siklus I, dan siklus II setelah dilakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:

Tabel Perbandingan Kemampuan Kerjasama Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

No. Kemampuan Kerjasama Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Tinggi 14
2 Sedang 4 7 2
3 Rendah 12 9
Rerata 25 43,75 87,5

Berdasarkan data di atas pada siklus I ada kenaikan rerata kemampuan kerjasama dari 25 menjadi 43,75. Pada siklus II ada kenaikan kemampuan kerjasama dari 43,75 menjadi 87,5. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model NHT dapat meningkatkan rerata kemampuan kerjasama dari 25 menjadi 87,5.

Prestasi belajar mata pelajaran PKn yang diukur melalui tes prestasi belajar menunjukkan hasil pada pra siklus rerata 72,12 dan ketuntasan 31,25%. Setelah dilakukan pembelajaran dengan model NHT ada peningkatan. Pada siklus I rerata 76,1 dan ketuntasan 43,75%. Dari hasil refleksi hasil tersebut masih belum mencapai indikator keberhasilan. Dengan memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus I yaitu kurang maksimalnya guru dalam menggunakan model NHT hasil tes prestasi pada siklus II rerata 78,75 dan ketuntasan 81,25%.  Perbandingan hasil tes prestasi belajar pra siklus dan siklus I setelah dilakukan ulangan pada akhir siklus diperoleh data sebagai berikut:

Tabel  Perbandingan Prestasi Belajar Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

No Prestasi Belajar Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Nilai tertinggi 86 90 88
2 Nilai terendah 60 52 62
3 Nilai rata-rata 72,12 76,1 78,75
4 Ketunta-san belajar 31,25% 43,75% 81,25%

 Pada tabel diatas terlihat pra siklus nilai rata-rata 71,12, pada siklus I rata-rata 76,1, dan siklus II rata-rata 78,75. Selain itu, ketuntasan belajar pada pra siklus 31,25%, pada siklus I 43,75%, dan siklus II 81,25%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran model NHT, dapat meningkatkan prestasi belajar.

Penerapan model pembelajaran NHT,  menyebabkan kondisi siswa menjadi a) lebih aktif dalam pembelajaran; b) lebih dapat bekerja sama dengan teman; dan c) lebih mudah memahami materi. Situasi kelas menjadi a) lebih komunikatif; b) lebih menyenangkan, c) lebih banyak terjalin kerjasama antar siswa, dan d) lebih teratur.

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:1) penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan kemampuan kerjasama mata pelajaran PKn siswa kelas V SD Negeri 3 Gemuruh semester II tahun pelajaran 2014/2015 dari pra siklus 4 menjadi 14 pada akhir siklus II; 2) penerapan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PKn siswa kelas V SD Negeri 3 Gemuruh semester II tahun pelajaran 2014/2015 dari pra siklus 72,12 menjadi 78,75 pada akhir siklus II.

Saran

  • Pengumpulan data pada indikator kemampuan kerjasama dan prestasi belajar belum maksimal, karena instrumen yang digunakan masih sederhana, peneliti selanjutnya diharapkan akan menggunakan instrumen penelitian yang dapat digunakan untuk memperoleh data dengan lebih spesifik.
  • Pelaksanaan penelitian ini baru 2 siklus, peneliti lain selanjutnya dapat menambah siklus 3 untuk menambah temuan-temuan yang lebih signifikan.
  • Instrument tes dan lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini masih merupakan instrument yang tingkat validasinya belum memuaskan, peneliti berikutnya dapat menggunakan instrumen yang standar atau validitas dan reliabilitas yang satndar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar

http://www.duniapelajar.com/2014/07/29/pengertian-pengertian-kerjasama-menurut-para-ahli/

Iru, La dan La Ode Safiun Arihi. 2012. Pendekatan, Metode, Strategi, dan Model-model Pembelajaran. Bantul: Multi Presindo.

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. 2008. Jakarta: Diperbanyak Oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progesif. Jakarta: Kencana.

BIODATA PENULIS

NAMA                        : ATUN MUSLIMIN,S.Pd

NIP                             : 19641107 198903 2 011

JABATAN                  : KEPALA SEKOLAH

GOLONGAN             : IV A

UNIT KERJA             : SDN I BINORONG, KEC.BAWANG,   KAB.BANJARNEGARA

E-mail                          : atunmuslimin@gmail.com

HP                                : 081391380341




One thought on “PTK SD : Belajar PKN Melalui Model NHT Kelas V

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *