Permainan bola Voli servis atas

PTK SD Kelas IV Mata Pelajaran Penjaskes Bola Voli

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENJASKES TENTANG SERVIS ATAS PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DRILL DAN BERMAIN KELAS IV SEMESTER 1 SD NEGERI KARANGSAMBUNG 01 TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014

Oleh : Wastiah, S.Pd.

 

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya nilai hasil belajar siswa menggambarkan rendahnya tingkat kemampuan siswa pada mata pelajaran tersebut diatas. Mata pelajaran penjas dari 42 siswa kelas IV SDN Karangsambung 01 hasil tes formatif tentang servis atas permainan bola voli  dibawah nilai ideal yaitu 54,78. Jelas sekali terlihat bahwa adanya perbedaan tentang kenyatan di lapangan dengan tujuan yang diharapkan pada kurikulum, juga dengan harapan yang di inginkan peneliti pada umumnya yaitu siswa dapat mengikuti setiap pembelajaran dengan antuasias atau semangat sehingga dapat mencapai nilai akhir dengan rata-rata >70. Adapun yang menjadi subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes dengan jumlah siswa 42 yang terdiri dari 23 laki-laki dan 19 perempuan. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian, melalui penerapan Model Pembelajaran Drill dan Bermain meningkatkan motivasi dan hasil belajar bagi siswa kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 Semester I tahun pelajaran 2013/2014 meningkat disetiap siklusnya. Hasil belajar dari kondisi awal sampai siklus II mengalami peningkatan yaitu dari 11 siswa (26,19%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 22 siswa (52,38%) meningkat 37 siswa (88,10%). Nilai rata-rata dari 53,38 menjadi 63,81 meningkat sebesar 78,10.

Kata kunci : hasil belajar, servis atas, model pembelajaran drill dan bermain.

PENDAHULUAN

Rendahnya nilai hasil belajar siswa menggambarkan rendahnya tingkat kemampuan siswa pada mata pelajaran tersebut diatas. Mata pelajaran penjas dari 42 siswa kelas IV SDN Karangsambung 01 hasil tes formatif tentang servis atas permainan bola voli dibawah nilai ideal yaitu 63,81. Jelas sekali terlihat bahwa adanya perbedaan tentang kenyatan di lapangan dengan tujuan yang diharapkan pada kurikulum, juga dengan harapan yang di inginkan guru dan peneliti pada umumnya yaitu siswa dapat mengikuti setiap pembelajaran dengan antusias atau semangat sehingga dapat mencapai nilai akhir dengan rata-rata >70. Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas, dalam upaya memperbaiki nilai mata pelajaran penjas di kelas IV dengan judul penelitian : Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Tentang Servis Atas Permainan Bola Voli Melalui Pendekatan Pembelajaran Driil dan Bermain Kelas IV SDN Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran penjas di kelas IV pada SDN Karangsambung 01. Berdasarkan uraian di atas, masalah yang dianalisis dalam

penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran drill dan bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang konsep servis atas permainan bola voli di kelas IV SDN Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes?
  2. Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran drill dan bermain dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa tentang konsep servis atas permainan bola voli di kelas IV SDN Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes?

LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pengertian Belajar

Belajar adalah proses perubahan individu yang relatif tetap sebagai hasil dari pengalaman ( Suherman dkk, 2003;7 ), sedangkan pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa, sedangkan pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan yang bersifat rekayasa perilaku. Sedangkan pembelajaran berorientasi pada aktifitas siswa menghendaki keseimbangan antara aktifitas fisik, mental termasuk emosional dan aktifitas intelektual. 2) Wina Sanjaya, 2006, “Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Pendidikan” : Kencana : Jakarta : hal 135.

Pendekatan Pembelajaran Drill Bermain Dalam Permainan Bola Voli

Ditinjau dari Kamus Umum Bahasa Indonesia (2001:592) konvensional diartikan, kesepakatan umum seperti dat istiadat, kebiasaan, kelaziman dan tradisional. Dalam hal ini pembelajaran servis atas bola voli dilakukan dengan pendekatan konvensional yaitu, pendekatan pembelajaran dengan memilah-milah teknik gerakan servis atas. Artinya pembelajaran servis atas yaitu dengan melakukan gerakan teknik-teknik servis atas secara berulang-ulang. Berkaitan pendekatan drill Amung Ma’mum & Toto Subroto (2001:7) menyatakan, pendekatan drill adalah cara belajar yang lebih menekankan komponen-komponen teknik.

Berdasarkan pengertian pendekatan konvensional tersebut dapat disimpulkan bahwa, pendekatan konvensional merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada penguasaan teknik suatu cabang olahraga yang dalam pelaksanaanya dilakukan secara berulang-ulang. Dalam hal ini pembelajaran servis atas dengan pendekatan konvensional dilakukan drilling atau latihan secara terus menerus. Sugiyanto (1993:371) menyatakan, dalam pendekatan drill siswa melakukan gerakan-gerakan sesuai dengan apa yang diinstruksikan guru dan melakukannya secara berulang-ulang. Pengulangan gerakan ini dimaksudkan agar terjadi otomatisasi gerakan. Oleh karena itu, dalam pendekatan drill perlu disusun tata urutan pembelajaran yang baik agar siswa terlibat aktif, sehingga akan diperoleh hasil belajar yang optimal. Lebih lanjut (Sugiyanto, 1993:372).

Pengertian Pendekatan Bermain

Bermain adalah suatu aktifitas yang disukai oleh anak-anak yang dapat mendatangkan kegembiraan. Menurut Amung Ma’mum dan Toto Subroto (2001:2) bahwa, bermain sebenarnya merupakan dorongan dari dalam anak, atau naluri. Ciri lain yang sangat mendasar yakni kegiatan itu dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan, dalam waktu luang.

Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa, pendekatan bermain merupakan bentuk pembelajaran yang dirancang dalam bentuk permainan. Dalam pendekatan bermain menekankan pada penerapan teknik dalam situasi permainan yang sesungguhnya. Sehingga pendekatan bermain tersebut diistilahkan dengan pendekatan taktis. Dalam hal ini Amung Ma’mum dan Toto Subroto (2001:7) menyatakan, pendekatan taktis dalam pembelajaran permainan adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang konsep bermain melalui penerapan teknik yang tepat sesuai dengan masalah atau situasi dalam permainan yang sesungguhnya.

Hasil Belajar

Jika belajar diartikan suatu proses tingkah laku, maka perubahan tingkah laku yang diharapkan disebut hasil belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Alisuf Sabri ( 1995 : 55 ) hasil belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat pengalaman atau latihan, perubahan tersebut dapat berupa perilaku yang baru atau memperbaiki prilaku yang ada.

Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan pada skema di bawah ini.

Kerangka Berpikir Penelitian

Gambar 1. Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori di atas, maka dapat diasumsikan bahwa penerapan pembelajaran menggunakan model pembelajaran drill dan bermain pada materi servis atas dalam permainan bola voli dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 Kecamatan Losari  Kabupaten Brebes pada semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014.

METODE PENELITIAN

Yang dijadikan subjek peneliti pada penelitian tindakan kelas adalah guru dan siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes dengan jumlah siswa sebanyak 42 siswa terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Adapun waktu penelitian dengan jadwal sebagai berikut: Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa, 3 September 2013 dan Siklus II dilaksanakan pada hari Selasa, 10 September 2013.

Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini digunakan dua macam instrumen penelitian, yaitu :

  1. Test Hasil Belajar, melalui tes formatif
  2. Non Test melalui, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.

Untuk memperoleh data yang valid mengenai servis atas dalam permainan bola voli pada siswa kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 yaitu: 1) kemampuan mempraktikan servis atas (observasi) divalidasi melalui trianggulasi sumber, yaitu data yang berasal dari siswa, guru dan rekan kolaborator yang merupakan data kualitatif. 2) hasil belajar yang berupa nilai test yang divalidasi adalah instrumen test yang berupa butir soal.

Desain perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran penjas di kelas IV yaitu dengan menggunakan siklus belajar dan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan disetiap siklusnya. Jika hasil belajar siswa belum signifikan maka dilanjutkan ke siklus berikutnya.

Indikator Kinerja

Peningkatan hasil belajar siswa dalam servis atas dalam permainan bola voli indikatornya adalah adanya peningkatan keterampilan servis atas dalam permainan bola voli. Peningkatan hasil belajar Penjaskes indikatornya adalah nilai ulangan yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70.

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Kegiatan Prasiklus dilaksanakan Rabu, 26 Agustus 2013. Guru memasuki kelas IV SD Negeri Karangsambung 01 pada jam ke 1 dan ke 2.  Guru meminta ketua kelas untuk menyiapkan teman-temannya dan memimpin berdoa. Setelah berdoa, guru langsung mempresensi peserta didik pada hari itu. Guru menjelaskan pada peserta didik materi servis atas.

Prasiklus dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal materi servis atas sebelum peserta didik diberi tindakan. Setelah guru mengingatkan kembali tentang materi servis atas  maka siswa akan mengingat tentang definisi materi tersebut.

Dari gambaran terlihat bahwa, peserta didik cenderung belum bisa  menginterpretasikan pengetahuannya materi servis atas, sebagian besar siswa tidak mampu mempraktikkan fase servis atas secara baik.

Tabel 1 Analisis Hasil Tes Formatif Pra Siklus Mata Pelajaran Penjaskes

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

6

9

7

9

6

4

1

Jumlah 42

Berdasarkan tabel 1 di atas pada Pra siklus dapat dipaparkan bahwa nilai rata-rata peserta didik  53,80 dengan prosentase ketuntasan 26,19%. Nilai tersebut belum mencapai indikator  utama penelitian yaitu minimal 75% ketuntasan belajar.

Deskripsi Siklus 1

Pada tahap perencanaan siklus 1 dilakukan persiapan Pembelajaran materi servis atas dengan bantuan model pembelajaran drill dengan menyusun rencana pembelajaran terlebih dahulu sesuai tindakan yang akan dilakukan. Sebelum praktik di lapangan  pembelajaran ini dijabarkan melalui sintak menanyakan apa manfaat mempelajari kajian tersebut, selanjutnya siswa merespon pertanyaan tersebut dengan jawaban terbuka. Dari respon jawaban dan perbedaaan jawaban digunakan dasar bagi siswa untuk berinisiatif untuk menemukan kajian dalam mempelajari bab tersebut. Berikutnya hasil kajian dianalogikan dengan fakta. Selanjutnya Perencanaan pembelajaran ini digunakan sebagai pedoman atau program kerja dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penyusunan rencana pembelajaran setelah dibuat oleh peneliti, kemudian peneliti berdiskusi tentang rencana pembelajaran tersebut dengan guru mata pelajaran penjas yang lain agar peneliti lebih mantap dalam perencanaan pembelajaran sehingga tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut dapat terpenuhi.

Tindakan yang dilakukan ini disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah disusun.  Pelaksanaan tindakan dalam siklus 1 meliputi apersepsi, proses pembelajaran dan evaluasi. Dalam apersepsi ini, peneliti memberikan apersepsi kepada peserta didik mengenai pembelajaran yang akan dilakukan yaitu peneliti akan menyampaikan materi lanjutan dari materi yang telah diberikan sebelumnya oleh kolaborator. Biasanya guru menjelaskan materi servis atas tanpa melalui model  pembelajaran drill. Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran .

Penelitian tindakan kelas ini dimonitoring oleh peneliti dan observer melalui lembar observasi. Lembar observasi pengelolaan pembelajaran bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian antara pelaksanaan tindakan dengan rencana tindakan. Bagaimana dengan pembelajaran permainan bola voli materi servis atas yang direncanakan dan apakah peserta didik merasa senang dengan kajian tersebut, apakah mereka bisa memahami apa manfaat mempelajari kajian tersebut, bagaimana merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut, bagaimana siswa melakukan inisiatif dan menganalisis permalahan yang ada serta bagaiamana siswa menganalogikan dan meninterpretasi atas permsalahan pada materi servis atas melalui model pembelajaran drill.

Tabel 2 Analisis Hasil Tes Formatif Siklus I

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

4

8

10

11

6

3

Jumlah 42

Dari tabel 2 dapat kita lihat siswa yang mendapat  nilai diatas 70 sebanyak 20 siswa, sedangkan nilai kurang dari 70 sebanyak 22 siswa dari jumlah 42 siswa.

Berdasarkan tabel di atas pada siklus 1 dapat dipaparkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata peserta didik menjadi 63,81 dengan prosentase ketuntasan 52,38%. Nilai tersebut belum mencapai indikator  utama penelitian yaitu minimal 75% ketuntasan belajar.

Pelaksanaan tindakan siklus 1 cukup berhasil namun belum maksimal dan masih didapat temuan-temuan, yaitu masih ada siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru, masih ada siswa terlihat bingung  pada saat diskusi sesuai petunjuk guru, masih ada siswa yang belum melatih diri mengerjakan praktik, masih ada siswa yang belum berperan aktif dalam kegiatan praktik, masih ada siswa yang belum memberikan kesempatan pada teman dalam kelompok untuk aktif.

Deskripsi Siklus 2

Peneliti menyusun rencana pembelajaran dengan tindakan yang berbeda dengan tindakan siklus 1. Penyusunan rencana pembelajaran setelah dibuat oleh peneliti, kemudian peneliti berdiskusi tentang rencana pembelajaran tersebut dengan guru mata pelajaran penjas yang lain agar peneliti lebih mantap dalam perencanaan pembelajaran sehingga tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut dapat terpenuhi. Rencana pembelajaran yaitu dikondisikan siswa melakukan dalam melakukan praktik.

Seperti halnya pada siklus sebelumnya, peneliti juga menyiapkan materi yang akan dipraktikkan , lembar observasi proses belajar siswa.

  1. Tindakan Sebelum siklus 2 dilaksanakan kembali, peneliti beserta observer turun ke lapangan. Tindakan yang dilakukan ini disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah disusun.
  2. Observasi Seperti halnya pada siklus 2 ini, penelitian tindakan kelas ini dimonitoring oleh peneliti dan observer melalui lembar observasi dan hasil ulangan harian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa guru telah maksimal melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan direncanakan. Adapun Hasil belajar peserta didik pada siklus 2 dapat dilihat pada table di bawah.

Tabel 3 Analisis Hasil Tes Formatif Siklus II

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

5

15

12

3

7

Jumlah 42

Dari tabel 3 dapat kita lihat siswa yang mendapat nilai diatas 70 sebanyak 37 siswa, sedangkan nilai kurang dari 70 sebanyak 5 siswa dari jumlah 42 siswa. Berdasarkan tabel di atas nilai rata-rata peserta didik sudah mencapai 78,10. Dengan nilai terendah 60. Hasil Ketuntasan Belajar mencapai 88,10%.

Pelaksanaan siklus II telah sesuai RPP dan guru semakin menguasai pembelajaran permainan bola vli pada materi servis atas dengan bantuan model pembelajaran drill. Hal ini tergambar dari peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar sudah memenuhi indikator  penelitian. Hasil ulangan praktik sudah mencapai indikator utama penelitian yaitu 75% ketuntasan belajar.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas, penulis dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu perhatian siswa akan terfokus pada pelajaran jika guru menyajikannya menggunakan pendekatan yang sesuai dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar siswa, hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata tes formatif, pada mata pelajaran penjas di kelas IV diperoleh nilai pra siklus 53.81, siklus I 63.81 dan siklus II 78.10, terlihat ada peningkatan yang signifikan dari setiap siklusnya.

Berdasarkan uraian di atas bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran drill dan bermain dalam pembelajaran Penjas di sekolah dasar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Penjas materi Servis Atas Permainan Bola Voli.

Saran

Berdasarkan temuan penelitian sebagaimana yang telah diuraikan di atas, maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :

  1. Dalam setiap pembelajaran Penjas disarankan bagi pelaksana pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan strategi yang sesuai dengan karakter siswa dan lingkungannya.
  2. Menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dan melibatkan siswa di dalamnya.
  3. Setiap pembelajaran diusahakan mengunakan media yang sesuai dan media penunjang lainnya untuk membuktikan konsep-konsep pembelajaran agar siswa memahami konsep-konsep tersebut secara optimal.
  4. Sebagai kelanjutan dan rekonstruksi dari penelitian ini, kepada peneliti lain agar lebih baik dari apa yang telah dilaksanakan penulis.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abu, Ahmadi dan Prasetyo. (2005). (SBM) Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia

Amung Ma’mun dan Toto Subroto, 2001. Pendekatan Keterampilan Taktis dalam Permainan Bola Voli. Jakarta : Dirjen Olahraga.

Barbara L.V dan Bonnie J.F. 1996. Bola Voli (Bimbingan, Petunjuk dan Teknik Bermain). Semarang : Dahara Price.

Beutelstahl, Dieter, 2005. Belajar Bermain Bola Voli. Bandung : Pioner Jaya.

Depdikbud, 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Chaplin C.P.(1995). Kamus Lengkap Psikologi.Jakarta : Rajawali Press

Danar W.R.(2003).Beberapa Pendekatan Pembelajaran Penjas  .Makalah Forum Komunikasi Intehrasi Vertikal Pendidikan Sains.Cisarua Bogor

Mikarsa, H. Tafik, A. dan Priyanti, P.J. (2002). Pendidikan Anak SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rukmana, A dan Suryana, A. (2006). Pengelolaan Kelas. Bandung: UPI PRESS

Suharno HP., 1979. Dasar-Dasar Permainan Bola Voli. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta.

Wardani I. G. A. K. Dr.Wihardit Kuswaya Drs.Med, Noehi Nasution Drs. MA.(2004). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

 

 Demikianlah artikel tentang PTK SD Kelas IV Mata Pelajaran Penjaskes Bola Voli

Nama                   : Wastiah, S.Pd.

NIP                      : 19690607 198806 2 001

Pangkat/ Gol.      : Pembina, IV/a

Jabatan                : Guru Mapel PJOK

Unit Kerja           : SDN Karangsambung 01 UPTD Pendidikan Kec. Losari Kab. brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *