infopasti.net

PTK SD Kelas VI Teknik Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah

PENINGKATAN  HASIL  BELAJAR  MATEMATIKA  MELALUI TEKNIK  PEMBERIAN  TUGAS  PEKERJAAN  RUMAH BAGI SISWA KELAS VI SEMESTER I SD NEGERI RAWALUMBU KECAMATAN SONGGOM KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh:

PUJI HARTINI, S.Pd

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes dalam mata pelajaran matematika khususnya pada materi pokok perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga, dan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Berdasarkan hasil analisis data pada siklus 1 nilai rata-rata  klasikal adalah 55,6%. Dan ketuntasan mencapai 72% Pada siklus IIperolehan nilai rata-rata mencapai 81,32, ketuntasan mencapai 100% dengan hasil yang dicapai tersebut dapat dinyatakan pembelajaran matenatika dengan penerapan tugas pekerjaan rumah dinyatakan tuntas.dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran terjadi peningkatan hasil belajar dan minat belajar siswa kelas VI SDN Rawalumbu  dengan menggunakan penerapan tugas pekerjaan rumah.

Kata Kunci : pembelajaran matematika, tugas pekerjaan rumah

PENDAHULUAN

Matematika sebagai salah satu ilmu pendidikan telah banyak berkembang dewasa ini. Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menemukan dan menggunakan rumus matematika yang dapat menunjang pemahaman konsep siswa kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika tidak cukup mengenal konsep, namun dapat mempergunakan konsep tersebut untuk menyelesaikan masalah, baik masalah yang berhubungan dengan matematika ataupun masalah yang dijumpai dalam kehidupan sehari- hari. Matematika bagi sebagian besar siswa dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami, sebab matematika selalu dihubungkan dengan angka dan rumus. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab bahwa hasil belajar matematika masih belum memuaskan. Pernyataan tersebut didukung dari kenyataan yang ada dilapangan yang menunjukkan bahwa hasil belajar matematika di SD Negeri  Rawalumbu tergolong rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. Hal itu dapat dilihat dari hasil perolehan pra siklus mata pelajaran matematika yaitu lebih dari 64% siswa dari keseluruhan siswa yang mendapatkan nilai di bawah 60.

Menurut Catarina, (2006:5) Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktifitas belajar. Rendahnya nilai hasil belajar siswa di SD Negeri  Rawalumbudisebabkan oleh beberapa faktor antara lain; metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional, penggunaan alat peraga/media jarang sekali digunakan, dan praktik pembelajarannya kurang memanfaatkan situasi nyata dilingkungan siswa, sehingga pemahaman terhadap konsep matematika sulit dicerna. Siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran dan cenderung pasif, terbukti dalam kegiatan belajar siswa selalu diam saja ketika mendapatkan kesulitan dalam belajar, siswa selalu menunggu guru untuk diberikan contoh-contoh soal dan cara pengerjaannya yang benar tanpa mencoba berpikir untuk menggali dan membangun idenya sendiri, siswa tidak pernah mengajukan pertanyaan terhadap materi yang dianggap kurang dimengerti. Siswa mengalami kesulitan dalam menemukan pola atau rumus matematika dalam menyelesaikan soal yang diberikan terutama pada soal yang berkaitan dengan perpangkatan tiga penarikan akar pangkat tiga. Salah satu kesulitan yang dialami siswa yaitu dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan perpangkatan tiga penarikan akar pangkat tiga. Menurut Tu’u dalam Butuk Buang 2008:42), Prestasi belajar adalah penguasan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Seorang siswa akanbelajar sepanjang ia berbuat. Tanpa berbuat maka siswa tidak akanberhasil. Oleh karena itu agar siswa aktif belajar maka siswa harus diberi kesempatan untuk mencari pengalaman sendiri serta dapat mengembangkan seluruh aspek pembelajarannya. Siswapun harus lebih aktif dan mendominasi sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Dengan kata lain aktivitas siswa dalam pembelajaran bukan hanya mencatat dan mendengarkan penjelasan dari guru. Upaya yang harus diterapkan dalam mengembangkan proses pembelajaran matematika antara lain dengan mengakrabkan matematika kepada siswa sesuai dengan realitas kehidupan sehari-hari yaitu mengaitkan konsep-konsep matematika dengan pengalaman anak dan memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan serta membangun idenya secara mandiri.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, guru harus dapat berusaha meningkatkan dan mengembangkan kualitas proses pembelajaran matematika sesuai dengan kebutuhan kognitif dan keterampilan intelektual siswa. Sehingga konsep pada matematika yang bersifat abstrak dapat dipahami oleh semua siswa dengan mudah dan lebih bermakna. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran matematika yang berorientasi padaa hal tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran tugas pekerjaan rumah. Tugas pekerjaan rumah dinilai efektif sebagai sarana untuk meningkatkan hasil belajar siswa, karena siswa dapat mengulang dan mengingat materi yang diberikan oleh guru sebelumnya di sekolah tanpa adanya batasan waktu.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses pembelajaran matematika untuk meningkatkan kompetensi perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga di kelas VI SD Negeri  Rawalumbu semester I tahun pelajaran 2013/2014 ?(2) Bagaimana peningkatan aktifitas belajar matematika materi perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga melalui pemberian tugas rumah pada Siswa Kelas VI SD Negeri Rawalumbu.? 3) Seberapa besar teknik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran matematika bagi Siswa Kelas VI SD Negeri Rawalumbu?

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes dalam mata pelajaran matematika khususnya pada materi pokok perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga, (2) Untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes dalam mata pelajaran matematika khususnya pada materi pokok perpangkatan tiga penarikan akar pangkat tiga. Hipotesis masalah dalam penelitian ini adalah “Melalui Teknik Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah, maka hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes dalam mata pelajaran matematika khususnya materi pokok perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga dapat ditingkatkan”.

METODE PENELITIAN

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Negeri Rawalumbu Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Penelitian tindakan kelas difokuskan pada siswa kelas VI (Enam). Pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang diadakan di SD Negeri Rawalumbu  terdiri dari dua siklus atau dua tahapan, tahapan pertama yaitu pada siklus I hari Rabu tanggal 24 Juli 2013 dan tahap kedua yaitu pada siklus II hari Rabu tanggal 31 Juli 2013. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas diikuti oleh 25 siswa

Subjek penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan di SD Negeri Rawalumbu  Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes kelas VI pada semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan karena mengalami permaslahan pembelajaran pada mata pelajaran Matematika tentang Materi pokok Perpangkatan Tiga dan Akar Pangkat Tiga

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan guru kelas atau di sekolah tempat dia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran (Arikunto,2006:96). Menurut Sunardi (2010), penelitian tindakan kelas adalah penyelidikan secara sistematis dan terencana yang dilakukan guru untuk memperbaiki pembelajaran di kelasnya dengan jalan mengadakan perbaikan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini digunakan saat mengamati kegiatan-kegiatan siswa selam proses pembelajaran matematika dengan tugas pekerjaan rumahsedangkan angka-angka hasil perhitungan yang diperoleh menggunakan pendekatan kuantitatif (data kuantitatif diperoleh dengan mengubah data kualitatif menjadi kuantitatif) digunakan untuk mengetahui besarnya presentase aktivitas dan ketuntasan belajar siswa setelah menerapkan tugas pekerjaan rumah.

Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Tagart, yaitu model skema yang menggunakan prosedur yang dipandang sebagai suatu siklus sspiral. Siklus ini terdiri dari 4 fase, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang kemudian diikuti siklus spiral berikutnya. Penelitian tindakan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung dari dunia kerja atau dunia aktual (Suryosubroto,1997:35). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran. Tindakan pendahuluan dalam penelitian ini adalah mengadakan tes pendahuluan untuk mengetahui hasil belajar siswa.

Setelah dilaksanakannya pembelajaran menggunakan tugas pekerjaan rumah, siswa diberi tes akhir I untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa dan digunakan sebagai acuan perbaikan untuk melaksanakan siklus II. Setelah dilaksanakan siklus II, siswa diberi ters Akhir II untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa dan akan dijadikan perbandingan antara siklus I dan siklus II.

Untuk menghitung ketuntasan hasil belajar siswa setelah penerapan tugas pekerjaan rumahdapat dilakukan dengan membagi jumlah siswa yang tuntas belajar dengan jumlah seluruh siswa. Kriteria ketuntasan belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu dapat dinyatakan sebagai berikut: (a) ketuntasan perorangan, seorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai nilai ≥ 60 dari nilai maksimal 100. (b) ketuntasan klasikal, suatu kelas dikatakan tuntas apabila terdapat minimal 75% yang telah mencapai nilai ≥ 60 dari nilai maksimal 100.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan menggunakan dua siklus. Penerapan pembelajaran tugas pekerjaan rumah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan pokok perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga kelas VI berjalan dengan baik, siswa termotivasi dan tertarik dalam mengikuti pelajaran sehingga aktifitas siswa cukup kondusif di dalam kelas. Peneliti dibantu oleh observer (teman sejawat) dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam pembelajaran siswa belajar dalam kelompok. Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 6 atau 7 siswa. Setelah siswa menempati posisinya, guru meminta salah satu perwakilan dari masing-masing kelompok untuk mengambil LKS serta alat dan bahan yang telah disiapkan oleh guru. Guru menjelaskan pada siswa cara pengerjaan LKS dan meminta siswa utuk berdiskusi dan bekerja sama dengan anggota kelompoknya guna memecahkan persoalan yang ada dalam LKS. LKS ini diberikan untuk mempermudah siswa mencapai tujuan pembelajaran dengan menerapkan tugas pekerjaan rumah. Dalam kelompok siswa diharapkan bisa menemukan rumus perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan .Siswa melakukan diskusi dengan bimbingan guru. Kegiatan selanjutnya yaitu presentasi yang dapat melatih siswa untuk berani tampil di depan teman-temannya dalam mempresentasikan hasil diskusinya. Pada akhir pembelajaran siswa diberi tes akhir. Pada pembelajaran yang pertama masih ada beberapa kendala. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa dengan metode pembelajaran tugas pekerjaan rumah. Pada siklus pertama hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Sehingga peneliti melanjutkan pada siklus berikutnya.

Siklus ke 2 dilaksanakan dengan baik, proses pembelajaran dilakukan sama dengan siklus yang pertama.  Pada siklus ke 2 siswa sudah mulai memahami materi. Siswa sudah terbiasa belajar dalam kelompok. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Pada siklus ke 2 hasil belajar siswa kelas VI mengalami peningkatan dan sudah memenuhi KKM SD Negeri Rawalumbu, sehingga tidak perlu melaksanakan siklus berikutnya. Dalam tugas pekerjaan rumahsiswa didorong untuk belajar sendiri secara mandiri. Siswa belajar melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dalam memecahkan masalah, dan guru mendorong siswa utuk mendapatkan pengalaman dengan melakukan kegiatan yang memungkinkan siswa menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri, bukan memberi tahu tetapi memberikan kesempatan atau dengan berdialog agar siswa menemukan sendiri.

Aktivitas siswa yang diamati dalam penelitian ini yaitu meliputi , aktivitas belajar, aktivitas melakukan kerjasama dalam kelompok, aktivitas presentasi dan aktivitas bertanya. Hasil observasi aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Persentase Aktivitas Siswa

No Aktivitas Siswa Siklus I (%) Siklus II(%)
1. Keaktivan dalam kelompok 60,60 73,73
2. Berani bertanya pada guru 85,85 98,98
3 Berani maju mengerjakan tugas 48,48 56,56
4 Tidak bicara sendiri 52,52 70,70

Hasil observasi aktivitas siswa pada siklius I, yaitu: aktivitas dalam kelompok 60,60%, berani bertanya pada guru 85,85%, Berani maju menerjakan tugas 48,48% dan tidak bicara sebdiri 48,48%, sehingga diperoleh persentase aktivitas belajar secara klasikal sebesar 61,86% dan tergolong dalam kategori aktif. Sedangkan pada siklus yang ke IIaktivitas dalam kelompok73,73%, berani bertanya pada guru98,98%, Berani maju menerjakan tugas76,56% dan tidak bicara sebdiri70,70%, sehingga diperoleh persentase aktivitas belajar secara klasikal sebesar 74,99% Sehingga aktivitas siswa secara klasikal meningkat sebesar 13,13%.

Peningkatan Aktivitas siswa disajikan dalam diagram berikut :

Peningkatan Aktivitas Siswa

Gambar 1 Peningkatan Aktivitas Siswa

Dalam penelitian ini siswa diberikan 3 kali tes, yaitu tes pendahuluan (Pra Siklus), tes Akhir siklus I dan tes Akhir Siklus II. Bentuk soal pada siklus I adalah tes isai yang berju 5 soal dan soal uraian berjumlah 4 soal dan pada siklus II adalah tes isai yang berju 5 soal dan soal uraian berjumlah 3 soal, dengan skor minimal 0 dan skor maksimal 100. Hasil belajar siswa pada penelitian ini mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat pada ketuntasan hasil belajar siswa yang ditunjukkan pada tabel  berikut ini :

Tabel 2. Peningakatan hasil belajar siswa

No Kategori Hasil Belajar Pra Siklus Siklus I (%) Siklus II (%)
1. Tuntas, memenuhi KKM (≥ 60) dari skor maksimal 100 36 72 100
2. Tidak Tuntas, Tidak memenuhi KKM

(≤ 60) dari skor maksimal 100

64 28 0
Total 100 100 100

Berdasarkan tabel persentase hasil belajar siswa di atas, diketahui bahwa hasil belajar siswa yang tergolong dalam kategori tuntas pada tes pendahuluan  hanya36% (9 Siswa), siklus I sebesar 72% (18 Siswa) sedangkan pada siklus II mencapai 100% (25 Siswa), dengan demikian kategori hasil belajar siswa yang tergolong tuntas mengalami peningkatan sebesar 28%. Hasil belajar siswa yang tergolong dalam kategori tidak tuntas pada siklus I sebesar 28% (7 Siswa) sedangkan pada siklus II  sebesar0% (0 Siswa) dengan demikian kategori hasil belajar siswa yang tergolong tidak tuntas mengalami penurunanan sebesar 28%. Berikut ini grafik peningkatan hasil belajar siswa.

Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Gambar 2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan tugas pekerjaan rumah, aktivitas siswa selama penerapan tugas pekerjaan rumah, dan bagaimana hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dengan penerapan tugas pekerjaan rumah. Berdasarkan data yang diperoleh, maka akan dibahas penerapan pembelajaran, aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa selama penerapan tugas pekerjaan rumah. Penerapan tugas pekerjaan rumah berjalan dengan baik, meskipun ada beberapa hambatan yang dihadapi namun hambatan tersebut dapat diselesaikan pada pertemuan selanjutnya.

 Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian ini adalah pembelajaran melalui penerapan tugas pekerjaan rumahpada materi perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus

Dalam penerapan tugas pekerjaan rumahpada siklus 1 dapat dikatakan berjalan dengan lancar meskipun terdapat beberapa kendala diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pada awal pembelajaran agak sedikit ramai dalam mencari kelompoknya, bahkan ada yang kurang setuju dengan anggotanya dikarenakan kurang akrab
  • Aktivitas siswa dalam berinovasi, presentasi dan bertanya masih rendah
  • Beberapa siswa kurang teliti dalam menjawab soal sehingga banyak kesalahan yang terjadi
  • Guru mempersilakan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya namun banyak diantara mereka yang malu dan takut hal ini mungkin dikarenakan kebiasaan mereka pada kegiatan sebelumnya yang pasif dalam pembelajaran.

Kendala-kendala tersebut dapat diatasi pada siklus 2, yaitu: (1) siswa sudah mulai menerima dan mulai akrab dengan aggota kelompoknya, (2) memberikan bimbingan dan motivasi yang dilakukan oleh peneliti mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, hal ini diperoleh dari meningkatnya persentase dari setiap siklus, (3) guru memberikan perpanjangan waktu agar siswa lebih teliti dalam menjawab soal latihan, dan (4) guru memberikan reward pada siswa agar siswa tidak lagi malu atau takut dalam melakukan presentasi.

Aktivitas dalam kelompok 60,60%, berani bertanya pada guru 85,85%, Berani maju menerjakan tugas 48,48% dan tidak bicara sebdiri 48,48%, sehingga diperoleh persentase aktivitas belajar secara klasikal sebesar 61,86% dan tergolong dalam kategori aktif. Sedangkan pada siklus yang ke II aktivitas dalam kelompok 73,73%, berani bertanya pada guru 98,98%, Berani maju menerjakan tugas76,56% dan tidak bicara sebdiri 70,70%, sehingga diperoleh persentase aktivitas belajar secara klasikal sebesar 74,99% Sehingga aktivitas siswa secara klasikal meningkat sebesar 13,13%. Hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 60,60%, dapat dikatakan tuntas secara klasikal  karena telah memenuhi KKM SD Negeri Rawalumbu yaitu terdapat minimal 75% yang telah mencapai nilai ≥ 60, dengan 18 siswa tuntas dan 7 siswa yang belum tuntas. Siklus 2 dilaksanakan untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Pada pembelajaran siklus 2 hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 28% yaitu dari 72% menjadi 100%, dalam hal ini dari 25 siswa yang mengikuti pembelajaran terdapat 25  siswa yang tuntas semua. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan tugas pekerjaan rumah pada pembelajaran matematika terbukti dapat meningkatkan aktivitas hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu  Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Penerapan tugas pekerjaan rumahuntuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Rawalumbu Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes materi perpangkatan tiga dan penarikan akar pangkat tiga berjalan dengan baik, siswa terlihat lebih antusias dan tertarik dalam mengikuti pelajaran. Dalam pembelajaran ini kegiatan pembelajarannya disusun sesuai dengan tahap-tahap dalam tugas pekerjaan rumah. Meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat sedikit hambatan pada pembentukan kelompok dan pada saat siswa disuruh presentasi. Namun, hal itu dapat diatasi dengan memberikan bimbingan dan motivasi yang lebih intensif beserta reward pada siswa.
  • Penerapan tugas pekerjaan rumahberbasis dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada analisis aktifitas siswa dalam pembelajaran dengan penerapan tugas pekerjaan rumahberbasis yaitu melakukan kerja sama dalam kelompok , presentasi, dan bertanya mengalami peningkatan. Pada siklus 1 aktivitas siswa secara klasikal nilai rata-rata adalah 63,2. Pada siklus  2 nilai rata-rata mencapai 81,32 sehingga dapat disimpulakn bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan tugas pekerjaan rumahdapat meningkatkan aktivitas siswa dengan kriteria siswa aktif.
  • Penerapan tugas pekerjaan rumahdapat meningkatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari persentase ketuntasan pada siklus 1 sebesar 72% (tuntas) dan pada siklus 2 sebesar 100% (tuntas).

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2006. Prosedur  Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta

Sunardi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas dalam Modul Bidang Studi Guru Kelas SD.Jember : Universitas Jember.

Suryosubroto. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta

Tu’u. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Cet. XV). Bandung : PT. Ramaja Rosdakarya

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

BIODATA PENULIS

1 N a m a PUJI HARTINI, S.Pd.SD
2 N I P 19630614 198304 2 005
3 Tempat dan Tanggal Lahir Brebes, 14 Juni 1963
4 Pangkat/Golongan Ruang/TMT Pembina   (IV/a), 01 Oktober 2008
5 Jenis Guru Guru Kelas I
6 Unit Kerja SD Negeri Rawalumbu



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *