PTK SD Mapel IPA Materi Konduktor dan Isolator Metode Eksperimen

maryana

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KONDUKTOR DAN ISOLATOR PANAS DI KELAS VI SD NEGERI  SUKAREJA 01 SEMESTER 2  TAHUN 2013/2014

ABSTRAK

Pelaksanaaan kegiatan penelitian dillakukan sampai 2 siklus perbaikan, dengan alokasi waktu 4 x 35 menit untuk setiap pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran. Dalam setiap siklus dilaksanakan mulai dari ahap perencanaan, peleksanaan, observasi dan refleksi. Pada pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran siklus I, ternyata mengalami peningkatan dari sebelum dilaksanakan perbaikan. Hasil nilai  rata-rata kelas pada siklus I mencapai 67,64, siswa yang memeperoleh nilai mencapai KKM atau lebih 20 siswa dari 36 siswa kelas VI, sedang 16 siswa lainnya masih di bawah KKM meskipun mereka mendapat nilai yang meningkat dari hasil tes kondisi awal. Dengan kondisi seperti ini peneliti belum merasa puas, maka perbaikan pembelajaran dilaksanakan lagi pada siklus II. Setelah peneliti melaksankan siklus II, maka peneliti merasa puas, hal ini dikarenakan hasil dari kegiatan pembelajaran siklus II sudah dapat membuktikan hipotesis tindakan, dan indkator kinerja. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siklus II, yakni nilairata-rata kelas mencapai 81,48, hal ini sudah melampaui KKM yang ditetapkan, sedang ketuntasan belajar klasikal mencapai 89 % atau sekitar 32 siswa yang mengalami ketuntasan, sedang 4 lainnya masih di memperoleh nilai di bawah KKM.

Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Metode Eksperimen, Prestasi Belajar, Aktivitas siswa.

 

PENDAHULUAN

Dalam upaya meningkatkan proses belajar, guru harus berupaya menciptakan strategi yang cocok, sebab dalam proses belajar mengajar yang bermakna, keterlibatan siswa sangatlah penting. Kadar pembelajaran akan bermakna apabila : (1) Adanya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, (2) Adanya keterlibatan intelektual-emosional siswa baik melalui kegiatan menganalisa, berbuat dan pembentukan sikap, (3) Adanya keikutsertaan siswa secara kreatif dalam menciptakan situasi yang cocok untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Dari 36 siswa kelas VI SD Negeri Sukareja 01 Tahun Ajaran 2013/2014  yaitu 16 laki-lakidan 20 parempuan .Hanya 12 orang yang tuntas belajar,hal ini mendorong kami untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas ini.

Mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, dan merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan. Kehadiran model Pembelajaran Kooperatif dalam pembelajaran IPA akan lebih mempermudah bagi guru dalam menyampaikan materi yang akan diajarkan kepada siswa.

Berdasarkan hasil renungan yang penulis lakukan setelah melaksanakan pembelajaran IPA tentang konduktor dan isolator panas, yang dilanjutkan dengan evaluasi, tetapi hasilnya tidak memuaskan, maka penulis sebagai guru kelas menyadari bahwa kesalahan berada pada guru bukan pada siswa, antara lain pembelajaran berpusat pada guru, keterlibatan siswa dalam pembelajaran kurang ada kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang mengakibatkan siswa pasif dan hasil evaluasi. Dari 36 siswa hanya 12 orang yang tuntas belajar. Dangan KKM Mata pelajaran IPA 65, berlatar belakang dari permasalahan tersebut, dipandang perlu melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas, sebab Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran yang bersifat individual dan luwes. (Kasihani Kasbolah, 1998:22).

Berdasarkan identifikasi masalah yang dijadikan fokus penelitian adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang konduktor dan isolator panas yang selama ini dianggap sulit oleh siswa. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan masalahnya sebagai berikut : “Apakah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif dengan metode eksperimen dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi konduktor dan isolator panas di Kelas VI SD Negeri Sukareja 01 Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014”

 

KAJIAN PUSTAKA

Untuk mencapai tujuan agar siswa dapat meningkatkan hasil belajar yang baik, terlebih dahulu siswa memahami pengertian dari belajar. Belajar adalah suatu kegiatan yang membawa perubahan pada individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai jumlahpengetahuan melainkanjuga dalam bentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, dan pengahargaan, minat, pendeknya mengenai segala aspek atau pribadi seseorang.

Mengajar adalah sebagai alat yang direncanakan melalui berbagai kegiatan seoptimal mungkin. Dari uraian di atas dirumuskan definisi bahwa mengajar adalah suatu kegiatan membimbing dan mengorganisasikan lingkungan sekitar anak didik agar tercipta lingkungan belajar yang konduktif. Setelah siswa mengerti definisi belajar, seorang guru pun mengerti pengertian mengajar. Guru didalam menyampaikan proses pembelajaran harus dapat menemukan dan menggunakan metode yang cepat dan aktif.

Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen.

Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang anggotanya bersifat heterogen, terdiri dari siswa dengan prestasi tinggi, sedang, dan rendah, perempuan dan laki-laki dengan latar belakang etnik yang berbeda untuk saling membantu dan bekerja sama mempelajari materi pelajaran agar belajar semua anggota maksimal.

Pembelajaran kooperatif turut menambah unsur-unsur interaksi sosial pada pembelajaran. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang saling membantu satu sama lain. Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dengan kemampuan yang heterogen. Maksud kelompok heterogen adalah terdiri dari campuran kemampuan siswa, jenis kelamin, dan suku. Hal ini bermanfaat untuk melatih siswa menerima perbedaan dan bekerja dengan teman yang berbeda latar belakangnya.

Konduktor Dan Isolator Panas

Konduktor panas adalah benda-enda yang mudah dan cepat dalam menghantarkan panas. Benda yang bersifat konduktor dapat menghantarkan panas dengan baik. Oleh karena itu, benda bersifat konduktor dapat dimanfaatkan untuk menghantarkan panas ke benda lain. Hal ini berarti juga bahwa benda ini sengaja dibuat menjadi panas, kemudian sifat panas ini digunakan untuk tujuan tertentu. Misalnya panas yang diterima setrika digunakan untuk menghaluskan baju.

Isolator panas adalah benda-benda yang tidak mudah dan lambat dalam menghantarkan panas. Benda yang bersifat Isolator  tidak dapat menghantarkan panas. Misalnya sejenis plastik tahan panas.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 februari 2014 untuk siklus 1 dan siklus 2 pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2014. Penelitian dilakukan di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Sukareja 01, Kecamatan Banjarharja, Kabupaten Brebes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri  Sukareja 01, Kecamatan banjarharja, Kabupaten Brebes, sebanyak 36 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 16 orang dan perempuan sebanyak 20 orang.

Sumber data yang diperoleh peneliti adalah berdasarkan keluhan guru dalam proses Pembelajaran tentang konduktor dan isolator panas dari hasil ulangan yang diperoleh hanya mencapai rata-rata 51,76  ketika ditanyakan pada siswa ternyata hampir 79 % siswa menjawab kesulitan. Observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang dibuat untuk digunakan sebagai perangkat pengumpul data. Pada akhir kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembar soal. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: butir soal dan lembar observasi.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil tes formatif yang hanya25 % siswa yang tuntas Belajar memperoleh nilai diatas KKM Pelajaran IPA Kelas VI SD Negeri Sukareja 01, Kecamatan Banjarharja yaitu 65.  Adapun hasil penelitian yang diharapkan adalah 75 %  siswa memperoleh nilai diatas KKM. Kegiatan penelitian setiap siklus ditempuh melalui prosedur yang ditentukan, yaitu melalui empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis serta refleksi pembelajaran.

HASIL PENELITIAN  DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Dalam kegiatan orientasi dan identivikasi masalah terlebih dahulu dilakukan tes untuk mengetahui kemampuan siswa (tes awal) tentang materi Konduktor Dan Isolator Panas. Adapun hasil yang diperoleh dari tes Kondisi awal adalah nilai rata-rata kelas 51,76, siswa tuntas belajar 12 siswa dari 36, sedang 24 lainnya belum tuntas.

Deskripsi dan Pembahasan Siklus 1

Tindakan pembelajaran yang akan dilaksanakan adalah dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif siswa dalam kegiatan belajar akan dikelompokkan  kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5-7 orang, dengan tujuan agar siswa dalam kelompok memperoleh kesempatan yang lebih banyak dalam melaksanakan kegiatan. Berdasarkan data yang terkumpul dari hasil evaluasi yang dilaksanakan pada Siklus I, masih banyak siswa yang salah, secara rinci hasil yang diperoleh siswa adalah sebagai berikut Nilai rata-rata kelas mencapai 67,64, siswa yang memeperoleh nilai mencapai KKM atau lebih 20 siswa dari 36 siswa kelas VI, sedang 16 siswa lainnya masih di bawah KKM meskipun mereka mendapat nilai yang meningkat dari hasil tes kondisi awal.

Masalah proses pembelajaran guru telah dapat melaksanakan pembelajaran sesuai prosedur pembelajaran yang direncanakan, meskipun masih ada keraguan dan kurang memberikan perhatian pada siswa yang kurang aktif dalam kegiatan eksperimen, eksperimen dilakukan secara klasikal karena alat dan bahan praktikum terbatas. Aktivitas siswa pada kegiatan pembelajaran siklus I secara umum sudah mulai tampak memiliki minat yang tinggi dalam belajar, hanya masih perlu mendapat bimbingan dari guru baik secara individu maupun kelompok terutama dalam membuat laporan serta kesimpulan percobaan.

Hasil refleksi dari siklus I merupakan rekomendasi untuk siklus II agar pembelajaran lebih baik dan sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun kegiatan perencanaan untuk kegiatan pembelajaran siklus 2 antara lain merefisi Rencana Pelaksanaan pembelajaran terutarna dalam Proses Belajar Mengajar.

Deskripsi Dan Pembahasan Siklus 2

Berdasarkan data yang terkumpul dari hasil evaluasi yang dilaksanakan pada Siklus 2, masih banyak siswa yang salah, secara rinci hasil yang diperoleh siswa adalah sebagai berikut ; Nilai rata-rata kelas 81,48 siswa yang tuntas 32 siswa , sedang siswa yang belum tuntas 4 siswa meskipun mereka mengalami peningkatan nilai tetapi masih belum mencapai KKM.

Berdasarkan hasil penelitian pada Siklus 2 maka hasil refleksi selama kegiatan pada penelitian yang dimulai dari persiapan sampai pada pelaksanaan dianggap sudah berhasil, hal ini berdasarkan tingkat kemampuan siswa yang cukup baik. Dari hasil refleksi setiap kondisi peneliti sajikan dalam tabel di bawah ini:
mryana

 Tabel 1 Aktivitas Belajar Siswa Kelas VI Dalam Pembelajaran  IPA

No. Keterlibata siswa dalam pembelajaran Kondisi Awal Siklus I Siklus II
Jml % Jml % Jml %
1. Terlibat aktif 12 33 18 50 28 78
2. Terlibat pasif 10 28 12 33 4 11
3. Tidak terlibat 14 39 6 17 4 11
Jumlah 36 100 36 100 36 100

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa jumlah siswa dan persentase siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran sebelum perbaikan pembelajaran menunjukkan adanya kenaikkan, sebelum perbaikan pembelajaran siswa yang terlibat aktif hanya 12 orang (33%) kemudian naik pada siklus I menjadi 18 orang (50 % ).Dan pada siklus II naik menjadi 28 orang (78% ) . Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA mengalami peningkatan.

Diagram 1 Aktivitas Siswa Kelas VI Dalam Pelajaran IPA

Terlibat aktif, artinya siswa menyimak dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan menjawab pertanyaan dengan benar tentang  materi pelajaran. Terlibat pasif, artinya siswa menyimak dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak aktif bertanya, dan menjawab pertanyaan seadanya. Tidak terlibat, artinya siswa duduk dan diam saja, tidak mau bertanya ataupun menjawab pertanyaan.

Tabel 2 Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran

Kondisi Jumlah  Siswa Siswa Tuntas Prosentase
Prasiklus 36 12 33 %
Siklus I 36 20 56 %
Siklus II 36 32 89 %

      Diagram 2 Ketuntasan Belajar

mryanah

Dari data di atas dapat terlihat bahwa hasil belajar siswa cenderung meningkat. Sebelum pembelajara siswa yang telah tuntas belajar sebanyak 12 orang siswa (33 %) pada siklus I bertambah menjadi 20 orang siswa (56 %) dan pada siklus II menjadi 32 orang siswa (89 %). Kalau melihat peningkatan nilai rata-rata kelas mulai dari kondisi awal adalah 51,76, meningkat di siklus I menjadi 67,64 dan disiklus II menjadi 81,48.

Berdasarkan dari hasil serta pembahasan di atas maka kesimpulan sementara bahwa kegiatan perbaikan pembelajaran IPA kompetensi konduktor dan isolator panas melalui penerapan pembelajaran kooperatif menggunakan metode eksperimen sudah dapat membuktikan hipotesis serta indikator kinerja penelitian tindakan kelas ini.

KESIMPULAN

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Konduktor dan isolator panas dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif menggunakan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA di kelas VI SD Negeri Sukareja 01,  Kecamatan Banjarharja, Kabupaten Brebes, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :

  • Langkah-langkah persiapan yang telah direncanakan untuk pelaksanaan penelitian berjalan sesuai dengan rencana, dari mulai pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sampai pembuatan instrumen yaitu lembar observasi untuk rencana pelajaran, lembar observasi untuk aktivitas guru dalam mengajar dan lembar observasi untuk kegiatan siswa dalam belajar, telah berhasil menjaring data sebagai hasil penelitian.
  • Pelaksanaan pembelajaran tentang konduktor dan isolator panas dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif metode eksperimen berjalan sesuai dengan skenario yang ada pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan telah berhasil menciptakan situasi belajar yang kondusif yakni siswa terlibat secara langsung pada proses pembelajaran, juga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar IPA yang semula dianggap sulit.
  • Tingkat pemahaman siswa tentang Konduktor dan Isolator Panas setelah pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Kooperatif metode eksperimen dapat meningkat dengan baik, ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yaitu pada siklus 1 memperoleh nilai rata-rata 67,64 dan pada siklus ke 2 memperoleh nilai rata-rata 81,48.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP.

Depdiknas, (2004). Kurikulum Pendidikan Dasar, Dirjen Dikdasmen.

Depdikbud, (1998). Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Kelas VI Sekolah Dasar. Jakarta : Dirjen Dikdasmen.

Depdikbud, (1997). Ilmu Pengetahuan Alam Petunjuk Guru Sekolah Dasar Kelas 6.Jakarta:Dirjen Dikdasmen.

Kasihani Kasbolah, (1998). Penelitian Tindakan Kelas Dirjen Pendidikan. Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Nana Sujana, (1991). Media Pengajaran. Pusat Penelitian dan Pembidangan IlmuLembaga Penelitian IKIP Bandung. Sinar Baru.

Ngalim Purwanto, (1997). Psikologi Pendidikan. Bandung Remaja Rosda Karya.

Tim Bina Karya Guru, (2008). IPA SD untuk Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Winataputra, U. (2001). Model-model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Dapdiknas

BIODATA

Nama                             : Maryana,  S.Pd.SD

NIP                                 : 19581203 197911 1 001

Tempat, Tgl Lahir          : Klaten, 3 Desember 1958

Pangkat/Gol                   : Pembina / IV A

Unit Kerja                       : SD Negeri Sukareja UPT Dinas Pendidikan Kec. Banjarharja,  Kab. Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *