PTK SD Materi PKn Penerapan Teknik Formasi Regu Tembak

PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN TENTANG SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT BAGI SISWA KELAS IV SDN SIWARAK KULON SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2015/2016

sutiyo

ABSTRAK

Masalah yang akan diteliti adalah 1) Bagaimana proses pembelajaran PKn menggunakan Tehnik Formasi Regu Tembak 2) Seberapa banyak peningkatan hasil belajar siswa dalam materi Sistem Pemerintahan Pusat setelah menggunakan Tehnik Formasi Regu Tembak? 3) Bagaimana tanggapan siswa setelah diberi tindakan pembelajaran dengan menggunakan Tehnik Formasi Regu Tembak? Penelitian meliputi dua siklus. Langkah-langkah setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/evaluasi, serta refleksi. Tindakan penelitian dilakukan terhadap siswa kelas IV SD Negeri Siwarak Kulon. Temuan hasil penelitian ini adalah 1) proses pembelajaran menggunakan Tehnik Formasi Regu Tembak termasuk katagori baik yaitu mencapai skor 25. 2) peningkatan hasil belajar siswa dalam materi Sistem Pemerintahan Pusat rata-rata kelasnya mencapai 82 katagori amat baik, serta 3) tanggapan siswa positif.

Kata kunci: Tehnik Formasi Regu Tembak Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)

 

PENDAHULUAN

Pada kenyataannya, PKn dianggap ilmu yang sukar dan sulit dipahami. PKn adalah pelajaran formal yang berupa sejarah masa lampau, perkembangan sosial budaya, perkembangan teknologi, tata cara hidup bersosial, serta peraturan kenegaraan. Begitu luasnya materi PKn menyebabkan anak sulit untuk diajak berfikir kritis dan kreatif dalam menyikapi masalah yang berbeda. Sementara anak usia sekolah dasar tahap berfikir mereka berada pada tahap Operasional Konkret (Peaget : 1920). Apa yang dianggap logis, jelas dan dapat dipelajari bagi orang dewasa, kadang – kadang merupakan hal yang tidak masuk akal dan membingungkan bagi siswa. Akibatnya banyak siswa yang tidak memahami konsep PKn. Dari 4 standar kompetensi dan 9 kompetensi dasar yang ada pada pembelajaran PKn kelas IV, belum semua dapat dicapai oleh peserta didik sesuai KKM yang ditentukan guru.

Berdasarkan temuan penulis, sebagian besar siswa kurang aktif dan berfikir kritis dalam materi sistem pemerintahan pusat. Apabila anak menghadapi masalah kontekstual baru yang berbeda dengan yang dicontohkan, anak belum mampu berfikir kritis dan menemukan solusi dengan benar sehingga banyak anak yang menjawab salah dengan alasan soalnya sulit. Karena itu wajar setiap kali diadakan tes,  nilai pelajaran PKn selalu rendah dengan rata-rata kurang dari KKM.

Tabel 1. Data nilai Mengenal Sistem Pemerintahan Tingkat Pusat Kelas IV SDN Siwarak Kulon

SEMESTER Rata-rata KKM Keterangan
2 TH 20012/2013 54 75 Belum berhasil
   2 TH 2013/2014 60 75 Belum berhasil
   2 TH 2014/2015 60 75 Belum berhasil
Rata-rata 58 75 Belum berhasil

Sumber : Dokumentasi SDN Siwarak Kulon

Rumusan masalah pada penelitian tindakan kelas ini adalah:

  1. Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran dengan Teknik Formasi Regu Tembak yang dapat meningkatkan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan pusat siswa kelas IV SDN Siwarak Kulon semester 2 tahun ajaran 2015/2016?
  2. Apakah penerapan Teknik Formasi Regu Tembak dapat meningkatkan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan pusat siswa kelas IV SDN Siwarak Kulon semester 2 tahun ajaran 2015/2016?
  3. Bagaimana tanggapan siswa setelah diberi tindakan pembelajaran PKn dengan teknik formasi regu tembak pada materi sistem pemerintahan pusat siswa kelas IV SDN Siwarak Kulon semester 2 tahun ajaran 2015/2016?

 

TINJAUAN PUSTAKA

Teknik Formasi Regu Tembak

Teknik Formasi Regu Tembak ini merupakan salah satu dari 101 cara yang digunakan dalam pembelajaran aktif (active learning). Pembelajaran aktif (active learning) pada dasarnya untuk memperkuat atau memperlancar stimulus dan respon siswa dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan dan tidak menjadi hal yang membosankan. Pemberian metode pembelajaran aktif pada siswa dapat membantu ingatan mereka. Hal ini dapat menghantarkan mereka kepada tujuan pembelajaran dengan sukses.

Anitah (2009) berpendapat, “Teknik adalah cara-cara khusus yang diterapkan oleh guru dalam penyampaian pelajaran” (hlm. 46). Hal ini dapat dikaitkan dengan kesimpulan seorang ahli yang menyatakan, “Teknik Formasi Regu Tembak merupakan format yang cepat dan dinamis yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan, misalnya menguji dan memerankan suatu lakon” (Silberman, 2012: 223). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Teknik Formasi Regu Tembak ini merupakan cara khusus yang diterapkan oleh guru dalam penyampaian materi sistem pemerintahan pusat pada mata pelajaran PKn dengan format yang cepat dan dinamis. Teknik Formasi Regu Tembak menampilkan pasangan secara bergilir. Siswa mendapat peluang untuk merespon dengan cepat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara bertubi-tubi atau jenis tantangan lain.

Silberman (2012: 223) merumuskan penggunaan Teknik Formasi Regu Tembak dalam lima langkah sebagai berikut: Menetapkan tujuan terlebih dahulu sebelum menggunakan “Teknik Formasi Regu Tembak”, Menyusun kursi dalam dua formasi barisan berhadapan dan menyediakan kursi yang cukup untuk seluruh siswa dikelas, Memisahkan kursi-kursi menjadi sejumlah regu beranggotakan tiga hingga lima siswa pada tiap sisi atau deret. Formasi ini bisa tampak seperti gambar berikut:

X X X             X X X                         X X X

Y Y Y             Y Y Y             Y Y Y

  • Membagikan pada siswa X kartu berisi soal yang akan dijawab oleh siswa Y yang duduk berhadapan dengan siswa X.
  • Memerintahkan siswa Y untuk segera berpindah kursi ke sebelah kanan dan siswa X bersiap untuk menembakan soal yang ada pada kartu soal kepada siswa Y yang duduk dihadapannya.

Selain itu dalam Teknik Formasi Regu Tembak guru dapat melakukan variasi agar pembelajaran tidak monoton. Variasi yang dapat dilakukan dalam Teknik Formasi Regu Tembak yaitu: 1) Mengadakan pergantian peran antara siswa X dengan siswa Y, yaitu dengan membalik peran antara siswa X dengan siswa Y. Hal ini bertujuan agar semua siswa dapat merasakan sebagai regu penembak dan regu yang ditembak,  2) Pada situasi tertentu guru boleh memberikan soal yang sama kepada setiap siswa X dan Y, dengan cara siswa X ikut menjawab soal yang ditembakan kepada siswa Y. Hal ini dengan tujuan agar guru dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi sistem pemerintahan pusat.

Berdasarkan langkah-langkah Teknik Formasi Regu Tembak di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa langkah-langkah penerapan Teknik Formasi Regu Tembak dalam materisistem pemerintahan pusat mata pelajaran PKn yang disesuaikan dengan jumlah siswa kelas IV di SDN Siwarak Kulon yang berjumlah 19 siswa yaitu:

  • Guru menetapkan tujuan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator. Siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
  • Guru menjelaskan materi sistem pemerintahan pusat dan siswa aktif memberikan timbal balik dari materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.
  • Guru membagi siswa ke dalam empat regu tembak. Siswa berusaha menemukan teman yang akan menjadi kelompoknya secara cepat dan tepat.
  • Guru dan siswa menyusun kursi dalam dua formasi barisan berhadapan dan menyediakan kursi yang cukup untuk seluruh siswa dikelas.
  • Guru memisahkan kursi-kursi menjadi empat kelompok regu tembak. Setiap kelompok regu tembak beranggotakan empat sampai lima orang.
  • Siswa menempati kursi tersebut sesuai dengan kelompoknya dan tugasnya baik sebagai regu penembak dan regu yang ditembak. Formasi kursi tempat duduk setiap kelompok regu tembak sebagai berikut:

suti

Keterangan :

X = Regu penembak

Y = Regu yang ditembak

  • Guru membagikan kartu soal yang sama pada siswa X di setiap kelompok. Kartu soal berisi materi yang sebelumnya sudah dijelaskan oleh guru pada pertemuan tersebut.
  • Guru memerintahkan siswa untuk melaksanakan tembak dan jawab soal. Siswa X menembakkan soal yang ada pada kartu soal kepada siswa Y yang duduk dihadapannya. Apabila siswa Y sudah selesai menulis jawaban dari soal yang ditembakan, maka siswa Y harus segera berpindah ke sebelah kanan untuk menerima tembakan soal berikutnya. Perpindahan tempat duduk hanya terjadi dalam satu kelompok. Apabila tembak dan jawab soal selesai maka regu penembak dan regu yang ditembak dapat saling berganti posisi. Siswa yang awalnya menjadi regu penembak akan menjadi regu yang ditembak. Contoh perpindahan yang dilakukan siswa Y agar lebih jelas dapat dilihat pada gambar dibawah ini, dengan catatan hal ini berlaku pada setiap kelompok.

Kelompok I

atausutiy

Kelompok IV

Berdasarkan gambar di atas siswa Y bergeser sampai semua soal yang ditembakan selesai mereka jawab, misalkan terdapat tiga soal maka siswa Y bergeser sebanyak tiga kali. Untuk pembagian soal pada siswa X maka guru dapat membaginya seperti pada gambar berikut:

sutiyoo

  • Siswa X dan Y setelah selesai menjawab semua soal yang ada pada kartu soal maka siswa bersama guru menganalisa setiap jawaban secara bersama-sama.

Berdasarkan uraian tentang penerapan Teknik Formasi Regu Tembak di atas maka dapat disimpulkan bahwa penerapan Teknik Formasi Regu Tembak adalah suatu proses, cara, perbuatan dan  kemampuan guru dalam menggunakan atau menerapkan langkah-langkah Teknik Formasi Regu Tembak dalam pembelajaran. Langkah-langkah penerapan Teknik Formasi Regu Tembak dapat diamati melalui pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang dimulai dengan penetapan tujuan, pembentukan kelompok regu tembak, penyusunan kursi dan pelaksanaan tembak dan jawab soal oleh siswa. Teknik Formasi Regu Tembak ini menuntut siswa untuk dapat belajar mandiri karena siswa tidak hanya mengandalkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, melainkan siswa juga dapat belajar dengan teman sebaya dan bahkan dapat menjadi tutor bagi temannya dalam satu kelompok regu tembak. Melalui Teknik Formasi Regu Tembak siswa juga dapat melatih dirinya untuk menjawab dan menyelesaikan soal secara cepat dan tepat.

Hasil Belajar PKn

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat membentuk diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang dilandasi oleh UUD 1945. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Depdiknas (2005: 34) bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi individu warga negara Indonesia, sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan kajian pustaka di atas, maka hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah:

  1. Proses tindakan menggunakanteknik formasi regu tembak dalam meningkatkan hasil belajarPKn pada materi sistem pemerintahan pusat dilakukan dengan baik.
  2. Teknik formasi regu tembak dapat meningkatkan hasil belajar PKn materi sistem pemerintahan pusat.
  3. Ada perubahan tanggapan siswa menjadi positif.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini akan dilakukan pada semester 2 tahun 2015/2016, karena data awal ditemukan atau diperoleh pada semester 2. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN Siwarak Kulon Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. Sekolah ini berada di Jl.Mahameru Barat Km 9 Watuagung, Kecamatan Tambak. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Siwarak Kulon Kecamatan Tambak berjumlah 19 anak, 13 laki-laki dan 6 perempuan. Teknik pengumpulan data tindakan teknik formasi regu tembak (variabel X) adalah teknik pengamatan, sehingga alat yang digunakan adalah lembar pengamatan. Teknik pengumpulan data hasil belajar PKn materi sistem pemerintahan pusat (variabel Y) adalah teknik tes, sedangkan alat yang digunakan adalah soal tes tertulis. Teknik pengumpulan data tanggapan siswa adalah teknik wawancara dengan alat pedoman wawancara.

Analisis data pada penelitian tindakan kelas ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penjelasan masing-masing variabel sbb:

  1. Untuk variabel X, instrumen pengamatan untuk guru dan siswa masing-masing terdiri dari 9 indikator, setiap indikator skor 3 jika indikator dilakukan maksimal, skor 2 jika indikator dilakukan kurang maksimal, skor 1 jika indikator dilakukan tidak tampak.Skor tertinggi 9 x 3 = 27 dan skor terendah 9. Analisis Datanya skor 21-27 katagori baik, skor 15-20 katagori sedang dan skor 9-14 katagori kurang.
  2. Untuk Variabel Y1 pada siklus I terdiri dari soal uraian10item dengan skor benar masing-masing 3. Sedangkan pada siklus II terdiri dari soal uraian 4 item dengan skor benar masing-masing 5. Dengan demikian jumlah skor seluruhnya 10 x 3 = 30. Nilai hasil belajar siswa adalah skor perolehan dibagi skor seluruhnya kali 100%.Nilai 76-100 katagori amat baik, nilai 51-75 katagori baik, nilai 26-50 katagori cukup, nilai 0-25 katagori kurang.
  3. Untuk variabel Y2, peneliti akan menghitung persentase jawaban positif tiap siswa, menjumlah persentase jawaban positif seluruh siswa dibagi jumlah siswa. Dengan demikian akan diketahui rata-rata persentase jawaban positif. Tentu saja bergerak dari 1-100%.

Indikator Keberhasilan

Penelitian ini dapat dikatakan berhasil jika:

  1. Pembelajaran menggunakan teknik formasi regu tembak yang dilakukan guru minimal mendapat katagori baik dengan skor 21 katagori baik.
  2. Nilai hasil belajar PKn sistem pemerintahan pusat siswa kelas IV SDN Siwarak Kulon minimal skor 24 atau mendapat nilai 80.
  3. Rata-rata tanggapan positif siswa setelah diberi tindakan minimal 70% memberi tanggapan positif.

 

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Kondisi Awal

Guru belum pernah menggunakan teknik formasi regu tembak dalam mengajarkan PKn. Skor yang diperoleh 13 kategori kurang. Oleh karena itu maka guru harus memahami dan menguasai langkah-langkah pelaksanaan teknik formasi regu tembak yang akan diterapkan dalam pembelajaran PKn materi sistem pemerintahan pusat. Data kemampuan siswa dalam menguasai materi sistem pemerintahan pusat pada mata pelajaran PKn masih sangat kurang. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2. Data nilai ulangan PKn materi sistem pemerintahan pusat

SEMESTER Rata-rata KKM Keterangan
2 TH 20012/2013 54 75 Belum berhasil
  2 TH 2013/2014 60 75 Belum berhasil
  2 TH 2014/2015 60 75 Belum berhasil
Rata-rata 58 75 Belum berhasil

              Sumber : Dokumentasi SDN Siwarak Kulon

Tanggapan siswa sebelum penelitian dilakukan masih negatif. Berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh peneliti mendapat skor 60% dan termasuk dalam katagori kurang. Hal tersebut dapat terjadi karena siswa masih belum memahami langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan teknik formasi regu tembak.

Deskripsi Data Siklus I

Setelah tahap perencanaan selesai, maka dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu tahap pelaksanaan tindakan. Siklus I dilaksanakan selama 2 (dua) kali pertemuan setiap pertemuan mempunyai alokasi waktu dua jam pelajaran dengan durasi waktu 70 menit. Pada setiap pertemuan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu kegiatan awal selama 5 menit, kegiatan inti selama 45 menit dan kegiatan akhir selama 20 menit.

Pertemuan yang pertama ini dilaksanakan di kelas IV SDN Siwarak Kulon pada hari Selasa, 2 Februari 2016dari pukul 09.30-10.40 WIB. Jumlah siswa yang hadir dalam pelaksanaan pertemuan I ini berjumlah 19 siswa. Selain itu juga ada 1 orang observer, teman guru yaitu Bp.Rokhmat Supriyadi,S.Pd  guru kelas V.

Pembelajaran dimulai dengan kegiatan awal selama 5 menit yang bertujuan untuk mengkondisikan siswa maupun kelas agar dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Pada kegiatan awal ini meliputi berdoa, absensi, apersepsi dan acuan untuk menghubungkan pengetahuan yang dimiliki siswa sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

Pada proses pembelajaran ini guru menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak. Kegiatan inti dilakukan selama 45 menit, terlebih dahulu guru menjelaskan materi tentang sistem pemerintahan pusat. Selanjutnya guru membagi siswa menjadi 4 kelompok secara merata baik dari segi jenis kelamin dan kemampuan kognitif siswa. Setiap kelompok dibagi menjadi regu penembak dan regu yang ditembak. Regu penembak dan regu yang ditembak divariasi yaitu dengan mengadakan pergantian dimana siswa yang telah menjadi regu penembak akan menjadi regu yang ditembak pada pertemuan berikutnya begitu pula sebaliknya.

Setelah siswa membentuk kelompok, maka guru mulai memerintahkan siswa untuk menyusun kursi dalam formasi berhadapan dan siswa menempati kursi sesuai dengan kelompok dan tugasnya. Setelah semua siswa sudah menempati kursi sesuai dengan kelompok dan tugasnya maka guru membagi kartu soal yang sama pada setiap kelompok. Setiap kelompok mendapatkan kartu soal yang harus ditembakkan dan dijawab oleh setiap siswa. Kartu soal yang ada harus ditembakkan oleh regu penembak kepada regu yang ditembak. Kartu soal yang ditembakan berisi tentang susunan pemerintahan tingkat pusat dan tugas lembaga legislatif. Susunan pemerintahan tingkat pusat yang ada pada kartu soal ini berisi tentang susunan pemerintahan tingkat pusat sebelum perubahan UUD 1945 dan setelah perubahan UUD 1945. Sedangkan tugas lembaga legislatif soal yang ditembakan berisi tentang tugas dari lembaga legislatif seperti MPR, DPR dan DPD. Sehingga pada pertemuan 1 setiap kelompok mendapat lima kartu soal. Pada pertemuan ini maka siswa Y dalam setiap kelompok berpindah sebanyak lima kali. Guru memerntakan semua siswa menjawab soal dengan cara tertulis.Siswa yang awalnya menjadi regu penembakkemudianberganti posisimenjadi siswa yang ditembak. Sehingga semua siswa mendapat giliran untuk menembak dan menjawab soal.Setelah kegiatan tembak dan jawab soal selesai, guru bersama siswa menganalisa hasil jawaban dari setiap siswa.

Pada kegiatan akhir siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Kemudian guru bersama siswa menganalisis bersama hasil tembak dan jawab soal yang telah dilaksanakan.

Pelaksanaan tindakan untuk pertemuan 2 dilaksanakan di ruang kelas IV SDN Siwarak Kulonpada hari Selasa, 9 Februari 2016 dari pukul 09.30-10.40 WIB. Jumlah siswa kelas IV yang hadir dalam pelaksanaan pertemuan 2 ini berjumlah 19 siswa.

Pelaksanaan pertemuan 2 ini guru masih menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak, dengan materi sistem pemerintahan pusat. Seperti biasa kegiatan awal dimulai dengan berdoa, absensi, apersepsi dan acuan untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilik siswa sebelumnya.

Kegiatan inti dilakukan selama 45 menit, untuk kegiatan inti terlebih dahulu guru menjelaskan materi tentang sistem pemerintahan pusat. Selanjutnya guru membagi siswa menjadi 4 kelompok secara merata baik dari segi jenis kelamin dan kemampuan kognitif siswa. Setiap kelompok dibagi menjadi regu penembak dan regu yang ditembak. Regu penembak dan regu yang ditembak juga divariasi yaitu dengan mengadakan pergantian dimana siswa yang telah menjadi regu penembak akan menjadi regu yang ditembak pada pertemuan berkutnya begitu pula sebaliknya.

Setelah siswa membentuk kelompok, guru mulai memerintahkan siswa untuk menyusun kursi dalam formasi berhadapan dan siswa menempati kursi sesuai dengan kelompok dan tugasnya.Setelah semua siswa sudah menempati kursi sesuai dengan kelompok dan tugasnya maka guru  membagi kartu soal yang sama pada setiap kelompok. Setiap kelompok mendapatkan lima kartu soal yang harus ditembak dan dijawab oleh setiap siswa. Kartu soal ini berisi tugas dari lembaga eksekutif (presiden dan wakil presiden), tugas dari lembaga yudikatif  seperti MA, MK dan KY serta tugas dari BPK. Kartu soal ini harus ditembakkan oleh siswa yang menjadi regu penembak kepada regu yang ditembak. Pada pertemuan ini maka siswa Y dalam setiap kelompok berpindah sebanyak 5 kali. Hal yang harus diperhatikan siswa menjawab soal dengan cara tertulis.Siswa yang awalnya menjadi regu penembakkemudian berganti posisimenjadi siswa yang ditembak. Sehingga semua siswa mendapat giliran untuk menembak dan menjawab soal. Setelah itu guru bersama siswa menganalisa hasil jawaban dari setiap siswa. Pada kegiatan akhir sebelum dilaksanaknnya evaluasi siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Siswa melaksanakan evaluasi yang berisi soal tentang materi pada pertemuan 1 dan pertemuan 2. Setelah evaluasi selesai, kemudian guru bersama siswa menganalisis bersama hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Pengamatan dalam penelitian tindakan kelas ditujukan untuk memantau proses dan hasil yang direncanakan sebagai tindakan perbaikan. Proses dan dampak yang diamati diinterpretasikan, selanjutnya digunakan untuk menata kembali langkah-langkah perbaikan. Hasil pengamatan digunakan untuk memantau pelaksanaan tindakan yang hasilnya akan digunakan sebagai pedoman perbaikan dan pelaksanaan tindakan selanjutnya. Pengamatan dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran selama siklus I yang meliputi 2 kali pertemuan dengan materi yang sama dan masih menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak dan hasil belajar siswa setelah melakukan evaluasi (posttest) siklus I yang akan dibandingkan dengan data awal sebelum tindakan untuk melihat perubahan sebelum diadakannya tindakan dan setelah menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak. Oleh karena itu, dapat terlihat peningkatan pembelajaran sistem pemerintahan pusat pada mata pelajaran PKn. Hasil kegiatan pengamatan didapat dari data non-tes dan tes. Non-tes dilakukan dengan mengamati hasil yang ada pada lembar observasi dan pedoman wawancara. Sedangkan data tes berupa hasil evaluasi tertulis terdapat pada akhir siklus I. Pengamatan dapat dilakukan dengan mengamati data sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil Pengamatan Siklus I

No Variabel Hasil Ket
1 X 15 Belummencapai indikator
2 Y1 73 Belum mencapai indikator
3 Y2 64% Belum mencapai indikator

Berdasarkan tabel 4.2 hasil pengamatan siklus I maka nilai variabel X baru mencapai 15 dan hal ini belum dapat mencapai indikator karena hasil masih kurang dari 21. Varibel Y1 hasilnya 73 dan belum dapat mencapai indikator karena masih kurang dari 80. Sedangkan variabel Y2 juga masih belum mencapai indikator karena hasilnya baru 64% kurang dari 70%.

Deskripsi Siklus II

Pertemuan yang pertama ini dilaksanakan di kelas IV SDN Siwarak Kulon pada hari Selasa 16 Februari 2016 dari pukul 09.30-10.40 WIB. Jumlah siswa yang hadir dalam pelaksanaan pertemuan I ini berjumlah 19 siswa. Selain itu juga ada 1 orang guru sebagai observer yaitu Bp. Rokhmat Supriyadi,S.Pd,guru kelas V.

Pada proses pembelajaran ini guru  menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak. Kegiatan inti dilakukan selama 45 menit, terlebih dahulu guru menjelaskan materi tentang sistem pemerintahan pusat. Selanjutnya guru membagi siswa menjadi 4 kelompok secara merata baik dari segi jenis kelamin dan kemampuan pengetahuan siswa. Setiap kelompok dibagi menjadi regu penembak dan regu yang ditembak. Regu penembak dan regu yang ditembak  divariasi yaitu dengan mengadakan pergantian dimana siswa yang telah menjadi regu penembak  menjadi regu yang ditembak pada pertemuan berkutnya begitu pula sebaliknya.

Pelaksanaan tindakan untuk pertemuan 2 dilaksanakan di ruang kelas IV SDN Siwarak Kulonpada hari Selasa, 23 Februari 2016 dari pukul 09.30-10.40 WIB. Jumlah siswa kelas IV yang hadir dalam pelaksanaan pertemuan 2 ini berjumlah 19 siswa. Pelaksanaan pertemuan 2 ini menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak, dengan materi sistem pemerintahan pusat. Kegiatan awal dimulai berdoa, absensi, apersepsi dan acuan untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilik siswa sebelumnya.

Pada kegiatan akhir sebelum dilaksanaknnya evaluasi siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Siswa melaksanakan evaluasi yang berisi soal tentang materi pada pertemuan 1 dan pertemuan 2. Setelah evaluasi selesai, kemudian guru bersama siswa menganalisis bersama hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Pengamatan dalam penelitian tindakan kelas ditujukan untuk memantau proses dan hasil yang direncanakan sebagai tindakan perbaikan. Proses dan dampak yang diamati diinterpretasikan, selanjutnya digunakan untuk menata kembali langkah-langkah perbaikan. Hasil pengamatan digunakan untuk memantau pelaksanaan tindakan yang hasilnya akan digunakan sebagai pedoman perbaikan dan pelaksanaan tindakan selanjutnya. Pengamatan dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran selama siklus II yang meliputi 2 kali pertemuan dengan materi yang sama dan masih menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak dan hasil belajar siswa setelah melakukan evaluasi (posttest) siklus II yang akan dibandingkan dengan evaluasi (posttest) siklus I dan data awal sebelum tindakan untuk melihat perubahan sebelum diadakannya tindakan dan setelah menerapkan Teknik Formasi Regu Tembak. Oleh karena itu, dapat terlihat peningkatan pembelajaran sistem pemerintahan pusat pada mata pelajaran PKn.

Hasil kegiatan pengamatan didapat dari data non-tes dan tes. Non-tes dilakukan dengan mengamati hasil yang ada pada lembar observasi dan pedoman wawancara. Sedangkan data tes berupa hasil evaluasi tertulis terdapat pada akhir siklus II. Pengamatan dapat dilakukan dengan mengamati data sebagai berikut:

Tabel 4. Hasil Pengamatan Siklus II

No Variabel Hasil Ket
1 X 25 Sudahmencapai indikator
2 Y1 82 Sudahmencapai indikator
3 Y2   81% Sudah mencapai indikator

Beberapa foto kegiatan pembelajaran di bawah ini.

sutiyo1

Gambar 1 Guru membagikan tugas

sutiyo2

Gambar 2 Siswa membaca tugas

sutiyo3

Gambar 3 siswa bertukar jawaban

sutiyo4

Gambar 4 Siswa melakukan tanggapan

PEMBAHASAN

Berdasarkan pelaksanaan tindakan selama 2 (dua) siklus yang dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali pertemuan, proses pembelajaran dan hasil evaluasi yang dilakukan siswa tentang sistem pemerintahan pusat mengalami peningkatan. Adapun pembahasan hasil penelitian ini meliputi:

Tabel 5. Perbandingan Data Awal, Siklus I dan Siklus II

No Variabel Data awal Data Siklus I Data Siklus II Ket
1. X 13 15 25 Naik
2. Y1 58 73 82 Naik
3. Y2 60% 64% 81% Naik

Selain pada tabel 4.6 maka hasil dari perbandingan data awal, siklus I dan siklus II juga dapat dilihat pada grafik berikut ini :grafiksutiy

Penelitian tindakan ini telah selesai. Rumusan masalah pada Bab I telah terjawab, yaitu proses pembelajaran menggunakan teknik formasi regu tembak telah dilaksanakan dengan baik oleh peneliti. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan kolaborator 25 sudah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan adalah 21. Hasil belajar siswa juga sudah naik dibandingkan pada awal sebelum tindakan. Hal ini dibuktikan dengan nilai pada siklus II adalah 82, sementara indikator yang ditetapkan adalah 80, sehingga sudah melebihi indikator kinerja. Hasil tanggapan positif siswa yang diperoleh melalui wawancara juga mencapai 81 % sehingga sudah melebihi indikator kinerja 70 %.Oleh karena itu penelitian ini berhenti pada siklus II.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan data hasil penelitian tindakan yang telah dilakukan, masalah penelitian pada Bab I dapat dijawab sebagai berikut:

  1. Tindakan pembelajaran menggunakan teknik formasi regu tembak dapat meningkatkan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan pusat, dibuktikan dengan meningkatnya skor dari data awal 13, akhir siklus 1 skor 15 dan akhir siklus 2 skor 25, sementara indikator keberhasilan yang ditetapkan adalah 21 katagori baik.
  2. Hasil belajar PKn sistem pemerintahan pusat meningkat dibuktikan dengan nilai 58 pada data awal menjadi 73 pada akhir siklus 1 dan menjadi 82 pada akhir siklus 2, sedangkan indikator keberhasilan yang ditetapkan 80.
  3. Tanggapan positif siswa dengan diterapkannya teknik formasi regu tembak, dibuktikan dengan meningkatnya tanggapan positif pada data awal sebanyak 64% siswa, pada akhir siklus 1 sebanyak 64% dan pada akhir siklus 2 sebanyak 84%, sementara indikator keberhasilan yang ditetapkan 70% siswa menaggapi positif.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anitah, S. (2009). Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.

Silberman, M.L. (2012). Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa.

BIODATA PENULIS

1.      Nama

2.      NIP

3.      NUPTK

4.      Pangkat, Golongan

5.      Jabatan

6.      Unit Kerja

7.      Kecamatan

8.      Kabupaten

9.      Propinsi

: Sutiyo,S.Pd.SD

: 19670707 199201 1 001

: 6039745648200053

: Pembina IV/a

: Kepala Sekolah/Guru PKn

: SDN Siwarak Kulon

: Tambak

: Banyumas

: Jawa Tengah




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *