PTK SD Mata Pelajaran PKn Model Snowball Throwing

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V MATA PELAJARAN PKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DI SDN SITANGGAL 02 KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES SEMSTER II  TAHUN PELAJARAN 2014/2015

toripin

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar PKn peserta didik Kelas V di SD Negeri Sitanggal 02. Hasil analisis pelaksanaan tindakan selama 2 siklus menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa, kualitas pembelajaran dan hasil belajar. Pada aktivitas siswa dari 3,50 menjadi 3,75, pada kualitas pembelajaran dari 4,38 menjadi 4,63 dan pada prestasi hasil belajar pra siklus nilai 68,79 menjadi 72,07 pada siklus I kemudian menjadi 74,48 pada siklus II. Hasil penelitian, disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik Kelas V SD Negeri Sitanggal 02 mata pelajaran PKn meningkat melalui  model pembelajaran snowball throwing.

 

Kata Kunci : Hasil Belajar, Pembelajaran, Snowball Throwing

 

PENDAHULUAN

Dalam proses pembelajaran di Kelas V SD Negeri Sitanggal 02 pada pembelajaran PKn menunjukkan adanya kekurangaktifan siswa. Keadaan seperti itu mengakibatkan rendahnya minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan juga mempengaruhi rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, yang pada akhimya nilai hasil ulangan siswa rendah. Oleh karena itu untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas siswa  dalam  mengikuti   proses  pembelajaran,  serta  untuk  meningkatkan  penguasaan materi pembelajaran, penulis pada mata pelajaran PKn Kelas V khususnya pada indikator  mendeskripsikan pengertian organisasi melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui PTK ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Rumusan Masalah

  1. Apakah model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan prestasi belajar  peserta didik kelas V di SD Negeri Sitanggal 02 pada proses pembelajaran PKn Kompetensi Dasar mendeskripsikan pengertian organisasi?”
  2. Seberapa besar peningkatan hasil belajar peserta didik kelas V melalui model pembelajaran Snowball Throwing di SD Negeri Sitanggal 02 pada proses pembelajaran PKn Kompetensi Dasar mendeskripsikan pengertian organisasi?”

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan prestasi belajar  peserta didik kelas V di SD Negeri Sitanggal 02 pada proses pembelajaran PKn Kompetensi Dasar mendeskripsikan pengertian organisasi.
  2. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar peserta didik kelas V melalui model pembelajaran Snowball Throwing di SD Negeri Sitanggal 02 pada proses pembelajaran PKn Kompetensi Dasar mendeskripsikan pengertian organisasi.

LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Hasil Belajar

Hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada Kurikulum 2013, antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran khususnya dapat dicapai. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran khusus, guru perlu mengadakan tes formatif pada setiap menyajikan suatu bahasan kepada siswa. Penilaian formatif ini untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai tujuan pembelajaran khusus yang ingin dicapai. Fungsi penelitian ini adalah untuk memberikan umpan balik pada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan program remedial bagi siswa yang belum berhasil. Karena itulah, suatu proses belajar mengajar dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran  khusus dari bahan tersebut.

Mata Pelajaran PKn

Pendidikan Kewarganegaraan adalah wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya Bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari siswa baik sebagai individu, masyarakat, warganegara dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku-perilaku tersebut adalah seperti yang tercantum di dalam penjelasan Undang-Undang tentang Pendidikan Nasional pasal 39 ayat (2) yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, perlaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang beraneka ragam kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan., perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan perorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat atau kepentingan diatas melalui musyawarah dan mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Snowball Throwing

Model snowball throwing (melempar bola) merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang didesain seperti permainan melempar bola. Metode ini bertujuan untuk memancing kreatifitas dalam membuat soal sekaligus menguji daya serap materi yang disampaikan oleh ketua kelompok. Karena berupa permainan, Siswa harus dikondisikan dalam keadaan santai tetapi tetap terkendali tidak ribut, kisruh atau berbuat onar.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Snowball Throwing

  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru membentuk kelompok – kelompok dan memnggil masing – masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
  2. Masing – masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing – masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
  3. Kemudian masing – masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama kurang lebih 5 menit.
  4. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
  5. Evaluasi

Hipotesis Tindakan

  1. Diduga model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan prestasi belajar  peserta didik kelas V di SD Negeri Sitanggal 02 pada proses pembelajaran PKn Kompetensi Dasar mendeskripsikan pengertian organisasi.
  2. Diduga ada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas V melalui model pembelajaran Snowball Throwing di SD Negeri Sitanggal 02 pada proses pembelajaran PKn Kompetensi Dasar mendeskripsikan pengertian organisasi.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri  Sitanggal 02 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan kegiatan pembelajaran sebanyak empat kali pertemuan dan pendampingan. Siklus 1 dilaksanakan pada bulan Februari  2015, siklus 2 bulan Maret 2015.

Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri Sitanggal 02 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 yang jumlahnya sebanyak 31 peserta didik. Dari jumlah tersebut terdiri dari 15 peserta didik laki-laki dan 16  peserta didik perempuan.

Sumber data dari penelitian ini: guru, peserta didik, dan teman sejawat, data-data ulangan harian dan analisis ulangan harian: a) hasil observasi perkembangan kompetensi guru dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), b) catatan harian, c) saran dari observer yang dilakukan sebelum, selama, dan sesudah tindakan penelitian, dan d) dokumentasi selama tindakan diberikan.

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data non tes. Teknik non tes berupa observasi dengan lembar observasi dan catatan harian digunakan untuk menilai aktivitas, , hasil belajar, dan perubahan tingkah laku peserta didik selama pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Alat pengumpulan data berbentuk Ulangan Harian, kuesioner, pedoman observasi, lembar observasi, dan lembar catatan harian.

Dalam penelitian ini pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi (triangulation),  pengecekan dengan teman sejawat (peer debriefing), analisis terhadap kasus-kasus negatif (negative case analysis), dan penggunaan referensi yang akurat (referention adequancy).

Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis hasil dari observasi, tindakan dan dokumentasi untuk meningkatkan pemahaman penelitian terhadap kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Kegiatan analisis merupakan refleksi dari data sebelum tindakan dan hasil selama dan setelah tindakan. Analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis kualitatif dengan metode pemaparan secara deskriptip komparatif, yakni mendeskripsikan semua temuan dalam penelitian disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisis secara sederhana (persentase) dan deskriptif interpretatif.

HASIL PENELITIAN

Penulis telah melakukan pembelajaran sebanyak dua siklus. Selanjutnya disampaikan hasil perbaikan masing-masing siklus. penyampaian penilaian masing-masing siklus mencakup penilaian pembelajaran yang meliputi kekurangan siswa dalam pembelajaran, aktivitas guru dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa yang diambil dari hasil tes formatif. Hasil perbaikan tersebut disajikan dalam bentuk tabel, masing-masing tabel disajikan seperti berikut.

Tabel 1

Aktivitas Siswa Siklus I

No Aspek Aktivitas Perbaikan Pembelajaran Skala Nilai
1 2 3 4 5
1 Perhatian siswa pada pelajaran
2 Kepedulian siswa terhadap pelajaran
3 Keaktifan siswa ketika pembelajaran berlangsung
4 Keberanian siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan guru
             Jumlah 6 8
             Nilai rata-rata 3,50

Keterangan

  • = kurang sekali2 = kurang3= cukup4 = baik5 = baik sekali

Tabel  2

Aktivitas Siswa Siklus II

No Aspek Aktivitas Perbaikan Pembelajaran Skala Nilai
1 2 3 4 5
1 Perhatian siswa pada pelajaran
2 Ketertiban siswa pada saat mengukuti pembelajaran
3 Keaktifan siswa ketika pembelajaran berlangsung
4 Keberanian siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan guru
             Jumlah 3 12
             Nilai rata-rata 3,75

Keterangan

1 = kurang sekali 2 = kurang 3= cukup 4 = baik 5 = baik sekali

Tabel 3

Kualitas Pelaksanaan  Pembelajaran PKn Siklus I

No Aspek Aktivitas Perbaikan Pembelajaran Skala Nilai
1 2 3 4 5
1 Pemanfaatan alat peraga
2 Penggunaan metode yang bervariatif
3 Pemberian penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami
4 Megadakan tanya jawab
5 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
6 Memberikan tugas-tugas latihan
7 Mengadakan evaluasi
8 Pemberian PR
             Jumlah 20 15
             Nilai rata-rata 4,38

Keterangan

1 = kurang sekali 2 = kurang 3= cukup 4 = baik 5 = baik sekali

Tabel 4

Kualitas Pelaksanaan  Pembelajaran PKn siklus II

No Aspek Aktivitas Perbaikan Pembelajaran Skala Nilai
1 2 3 4 5
1 Pemanfaatan alat peraga
2 Melaksanakan demonstrasi dan eksperimen
3 Pemberian penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami
4 Mengadakan tanya jawab
5 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
6 Memberikan tugas-tugas latihan
7 Mengadakan evaluasi
8 Pemberian PR
             Jumlah 12 25
             Nilai rata-rata 4,63

Keterangan

1 = kurang sekali, 2 = kurang, 3= cukup, 4 = baik, 5 = baik sekali

 Tabel 5

Rekapitulasi Prestasi belajar PKn Kelas V

NO SIKLUS Hasil belajar ket
1 Pra siklus 68,79
2 Siklus 1 72,07
3 Siklus 2 74,48

 

PEMBAHASAN

Siklus I

Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siklus I meliputi aktivitas sebagai berikut : pemanfaatan alat peraga, penggunaan metode yang bervariasi, penggunaan bahasa yang mudah dipahami,  adanya tanya jawab,  memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, memberikan tugas-tugas latihan, mengadakan evaluasi dan pemberian pekerjaan rumah (PR) berjalan dengan baik. Namun demikian ada beberapa hal yang menjadikan refleki atau renungan bagi penulis sebagai berikut.  Siswa sudah aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, tetapi masih ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi. Di samping itu siswa merasa ragu-ragu untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan materi yang belum mereka pahami.

Siklus II

Pelaksanaan tiap-tiap aktivitas dalam  pembelajaran siklus II dapat dideskripsikan seperti berikut ini. Deskripsi masalah yang dialami siswa pada siklus II :

  1. Ketertiban siswa ketika pembelajaran berlangsung. Dalam hal ketertiban siswa pada saat pembelajaran siklus II berlangsung, guru senantiasa memperingatkan siswa yang kurang tertib seperti siswa selalu mengganggu teman, bersenda gurau dengan teman, peringatan itu diberikan penulis disela-sela penjelasan dengan tujuan agar siswa lebih tertib dan teratur dalam mengikuti pelajaran.
  2. Perhatian siswa pada pelajaran. Pada saat pembelajaran sedang berlangsung, di samping guru memperingatkan siswa yang kurang tertib dalam mengikuti pelajaran, guru juga sering memberi pertanyaan secara tiba-tiba kepada siswa tertentu yang kurang memperkahatikan, dengan pertanyaan tentang apa yang baru dijelaskan guru atau diucapkan guru. Hal ini dimaksudkan agar mereka yang tidak atau kurang memperhatikan penjelasan dapat mengambil hikmah dari apa yang mereka lakukan.
  3. Keaktifan siswa dalam pembelajaran. Kebanyakan siswa menganggap pelajaran PKn adalah pelajaran yang paling sulit sehingga siswa kurang aktif saat pembelajaran PKn berlangsung. Dalam hal keaktifan siswa dalam pembelajaran, guru berupaya dengan berbagai cara agar siswa terlibat secara aktif seperti memberi pertanyaan-pertanyaan seputar materi, memberi soal-soal latihan dan membahasnya bersama-sama, menyuruh siswa untuk maju mengerjakan soal di papan tulis, mengadakan diskusi kelompok dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi. Dengan adanya pemberian soal-soal latihan, pertanyaan guru, serta diskusi kelompok siswa yang semula pasif menjadi lebih aktif dalam pembelajaran walaupun belum maksimal.

SIMPULAN

Dari hasil penelitian yang penulis paparkan muka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Sitanggal 02 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes mata pelajaran PKn  pada Kompetesi Dasar ”Mendeskripsikan pengertian organisasi” dapat meningkat melalui perbaikan pembelajaran yang dilakukan  guru.

Secara rinci penulis paparkan sebagai berikut :

  1. Proses pembelajaran PKn dengan kompetensi dasar “Mendeskripsikan pengertian organisasi” di kelas V SD Negeri Sitanggal 02 berjalan dengan baik, dan karenanya berhasil meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dicapai melalui keterlibatan siswa dalam pemanfaatan peraga, pemberian penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami siswa, pelaksanaan demonstrasi dan observasi atau pengamatan, pelaksanaan tanya jawab, pemberian waktu untuk menanyakan materi yang belum dikuasai, pemnerian  tugas-tugas latihan, dan pemberian PR. Skor aktivitas siswa meningkat dari 3,50 pada siklus 1 menjadi 3,75 pada siklus 2. Sedangkan kualitas pembelajaran meningkat pada silus 1 sebesar 4,38 dan siklus 2 menjadi 4,63.
  2. Peningkatan prestasi belajar siswa didukung oleh peningkatan proses pembelajaran. Peningkatan proses pembelajaran melalui aktivitas perbaikan yang meliputi meliputi (1) penggunaan bahasa yang mudah dipahami, (2) pemanfaatan alat peraga (3) penggunaan metode yang bervariasi, (4) adaanya tanya jawab atau dialog dengan siswa tentang materi, (5) diadakannya latihan soal-soal. Terbukti dengan meningkatnya nilai pada pra silus 68,79 menjadi 72,07 pada siklus 1 dan 74,48 pada siklus 2.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hikmat. 2011. Manajemen Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Ilyas. 2001. Kinerja Teori, Penilaian dan Penelaian. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.. 2001.

Indrawati. 2013. Peningkatan Profesionalisme Guru dan Upaya Pengembangannya Melaui CPD/PKB. Pustaka Setia Bandung

Mardalis. 2010. Metode Penelitian Suatu Pendidikan Proposal. Bandung: Bandar Maju.

Mathis, Robert, 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid 1, Salemba Empat, Jakarta

Mulyani A. Nurhadi. 2013. Sejarah Perpustakaan dan Perkembangan di Indonesia, Yogyakarta. Andi Offset.

Moleong. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif.  Bandung: Remaja Rosda Karya.

Nasution, S. 2013. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif.  Bandung: Tarsito.

Notoatmodjo,S.2012, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Rachman, Maman. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Moral dalam Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Campuran, Tindakan, dan Pengembangan. Semarang: Unnes Press Semarang.

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian dan Pengembangan. Yogyakarta:Graha Ilmu

Sondang P. Siagian, M.P.A, 2012, Sistem Informasi Manajemen, Edisi kedua, Bumi Aksara, Jakarta.

Sugiyono.2012. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistiyani . 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan. Pertama. Penerbit Graha Ilmu. Yogyakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.2006. Jakarta: Diperbanyak oleh PT Armas Duta Jaya.

BIODATA

Nama                         : TORIPIN, S.Pd.

Pangkat /Gol             : Pembina IV/a

Jabatan                      : Kepala Sekolah

Unit Kerja                  : SDN Sitanggal 02 Kec Larangan Kab.Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *