infopasti.net

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP AKHLAK ANAK KELAS VI SDN TONJONG 06 KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP AKHLAK ANAK KELAS VI SDN TONJONG 06 KECAMATAN TONJONG  KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh:

Sakum

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas  ini merupakan kajian penelitian lapangan (Field Research) dan menggunakan pendekatan kuantitatif dalam memproses data yang terhimpun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN Tonjong 06  Brebes tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 21 siswa, oleh sebab itu tidak ada penggunaan sampel dalam Penelitian tindakan kelas  ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Perhatian orang tua anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016 tergolong cukup. Data yang mendukung adalah nilai rata-rata (mean) variabel orang tua yang memperoleh rata-rata 69,28 yang termasuk dalam kategori cukup. (2) Akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016 tergolong baik. Data yang mendukung variabel ini adalah nilai rata-rata (mean) yang diperoleh melalui perhitungan statistik yaitu sebesar 64,85 dan termasuk dalam kategori baik. (3) Perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06  Brebes mempunyai pengaruh yang positif dan dapat diterima. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis lebih besar daripada nilai pada tabel dengan nilai 0,514 > 0,433. (pada tabel disebutkan taraf signifikansi 5% dengan N=21 adalah sebesar 0,433 dan taraf 1% adalah sebesar 0,549)

Kata kunci: Perhatian orang tua, akhlak

PENDAHULUAN

Keluarga marupakan lingkungan terkecil yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan baik agama maupun sosial budaya yang diberikannya merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat.

Orang tua merupakan pribadi yang pertama untuk hidup anak. Kepribadian orang tua, sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur-unsur pendidikan yang tidak langsung, yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh. Perlakuan orang tua terhadap anak tertentu dan terhadap semua anaknya, merupakan unsur pembinaan lainnya dalam pribadi anak. Perlakuan keras, akan berlainan akibatnya daripada perlakuan lembut ke dalam pribadi anak.

Keadaan anak yang tidak mendapat perhatian orang tua (bapak ibu) dengan baik mempunyai akhlak yang berbeda daripada anak yang mendapat perhatian penuh dari orang tua. Pada umumnya anak yang diasuh kakek nenek cenderung dimanja, kakek nenek hanya berupaya cucunya senang meski kadang sampai lupa mengupayakan bagaimana agar anak mempunyai akhlak yang baik.

Kehidupan setiap keluarga, mampunyai tipe yang berlainan satu sama lain. Kehidupan ini akan berpengaruh terhadap cara mendidik anak dan perkembangan jiwa anak, bahkan akan mampengaruhi kebahagiaan yang dicapai oleh keluarga yang bersangkutan. Menyayangi dan membiasakan anak berakhlak mulia harus sudah dilakukan sejak usia dini, bukan mendadak pada usia dewasa. Pada usia dini sampai baligh inilah saat yang paling tepat untuk memantapkan akhlak hingga benar-benar mempribadi pada diri anak. Jika pada usia dini anak-anak belum terbiasa berakhlak mulia, niscaya pada periode selanjutnya akan mengalami kesulitan dalam mengubah diri.

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, tayangan televisi terbukti cukup efektif membentuk dan mempengaruhi perilaku anak-anak lantaran media ini sekarang telah berfungsi sebagai sumber rujukan dan wahana peniruan. Anak-anak sebagai salah satu konsumen media secara sadar atau tidak telah dipengaruhi budaya baru yang dikonstruksi oleh pasar (market idiologi).

Televisi secara tidak langsung ikut mandidik dan menemani anak-anak di saat orang tua disibukkan berbagai aktivitas. Orang tua akan beruntung kalau komunitas penonton dari kelompok anak-anak lebih sering diajari berperilaku yang mencerminkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur. Oleh karena itu untuk membantu agar anak dapat memanfaatkan tayangan televisi secara positif tentu sangat membutuhkan peran optimal orang tua untuk mendampingi dan mengontrolnya. Orang tua harus sabar mendampingi anak-anak saat menonton televisi.

Untuk menyiapkan generasi muda yang bertanggung jawab atas kehidupan bangsa Indonesia dimasa depan, tidak cukup membekali anak dengan pengetahuan dan teknologi saja, tetapi bekal kehidupan dengan moralitas mulia. Jika suatu bangsa generasi mudanya tidak bermoralitas mulia, menjadi suatu pertanda kemunduran dan kehancuran bangsa itu dimasa depan.

Dalam rangka memperkokoh dan memperkuat aqidah islamiah anak, pendidikan anak harus dilengkapi dengan pendidikan akhlak yang memadai. Dalam Al-qur’an banyak sekali ayat yang memerintahkan atau mementingkan pentingnya akhlak bagi setiap hamba Allah yang beriman. Maka dalam rangka mendidik akhlak kepada anak-anak, selain harus diberikan keteladanan yang tepat, juga harus ditunjukkan tentang bagaimana harus menghormati dan seterusnya.Pentingnya perilaku yang mencerminkan nilai-nilai agama bagi umat manusia. Sehingga Nabi Muhammad saw diutus untuk menyempurnakan moral manusia, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Malik: Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak agar mulia” (HR Malik).

Kepribadian siswa sulit tumbuh dan berkembang apabila tidak diisi bimbingan, pengarahan, pendidikan dan perhatian orang tua. Siswa dalam meniti tahap dan jenjang kehidupannya membutuhkan bantuan dari orang lain, sedangkan orang pertama yang berkewajiban mendidik anak dalam eksitensi kehidupannya adalah orang tua.

Tanggung jawab orang tua membentuk pribadi anak, harus dimulai dari perhatian orang tua melalui bimbingan, pelatihan, teladan yang baik agar proses pembinaan kepribadian mencapai hasil optimal. Anak perlu dilibatkan langsung untuk memperoleh pengalaman praktis dalam kegiatan keagamaan dan masyarakat yang mendukung terciptanya kepribadian mulia.

Salah satu upaya pembinaan akhlak yang efektif adalah melalui aktivitas keseharian anak baik dirumah, sekolah atau masyarakat, yaitu dengan melibatkan anak dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang selaras tuntunan akhlak mulia, juga harus diimbangi dengan teladan dinamis yang diberikan orang tua, guru dan lingkungan yang baik.

Hal diatas, kemungkinan besar akan dapat mempengaruhi akhlak anak, dan akhlak seorang anak akan berbeda satu dengan yang lain. Anak yang mempunyai keluarga harmonis, dan memberikan perhatian serta teladan yang baik pasti akan membentuk akhlak seorang anak dengan baik pula, sedangkan bila anak mempunyai keluarga yang tidak harmonis dan tidak memberikan perhatian kepada anak pastilah akan tumbuh dengan akhlak yang kurang baik dan sulit menyesuaikan diri dengan kegiatan belajar dan lingkungannya.

Sejalan dengan pentingnya perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, penulis tertarik untuk mengkajinya melalui penelitian ilmiah dengan judul: “Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Akhlak Anak Kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016”.

RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah:

  1. Bagaimana perhatian orang tua anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2015/2016?
  2. Bagaimana akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2010/211?
  3. Seberapa jauh perhatian orang tua berpengaruh terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2015/2016?

LANDASAN TEORETIS

Penulis telah berupaya melakukan penelusuran pustaka yang memiliki relevansi dengan pokok permasalahan pada penelitian ini. Hal tersebut dimaksudkan supaya fokus penelitian tidak merupakan pengulangan atas penelitian sebelumnya, melainkan untuk mencari sisi lain yang signifikan untuk diteliti lebih mendalam dan lebih efektif pada sasaran. Selain itu, penelusuran pustaka juga bermanfaat untuk membangun kerangka teoritis yang mendasari kerangka pemikiran penilaian Penelitian tindakan kelas  ini. Penelitian yang telah penulis temukan antara lain:

  1. PERANAN ORANG TUA MENGATASI KENAKALAN ANAK MENURUT ABDULLAH NASHIH ULWAN DALAM BUKU TARBIYATUL AULAT FIL ISLAMTAHUN 2009. Yang disusun oleh Tusiyah . Pada penelitian ini peneliti menulis bahwa peranan yang diemban orang tua terhadap anak-anaknya begitu besar, baik secara lahiriah maupun batiniah. Peranan orang tua terhadap anak merupakan tugas mulia dan sangat agung. Orang tua harus mendidik anak-anaknya agar dapat menjadi anak-anak yang baik di dunia maupun di akhirat.

Menurut Nashih Ulwan ada enam peranan terpenting orang tua dalam mendidik anak, yaitu: peranan dalam pendidikan iman, peranan dalam pendidikan akhlak, peranan dalam pendidikan fisik, peranan dalam pendidikan intelektual, peranan dalam pendidikan psikis, dan peranan dalam pendidikan sosial. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah begitu berpengaruh peranan orang tua terhadap perkembangan anak-anaknya.

Penelitian ini menggunakan metode riset perpustakaan (library research) dengan analisis deskriptif kuantitatif. Inilah salah satu perbedaan mendasar dalam penelitian itu bila dibandingkan dengan penelitian dalam Penelitian tindakan kelas  ini yang menggunakan penelitian lapangan (field research),disamping juga sifat penelitian kepustakaan yang ditulis oleh Tusiyah yang bersifat umum tentang peranan orang tua dalam mengatasi kenakalan anak. Namun, penelitian itu setidaknya memberi wawasan intelektual yang mendukung dalam penulisan Penelitian tindakan kelas  ini.

  1. PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS III SDN MARON 1 KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2009. Yang disusun oleh Ima Mariyaningsih, pada penelitian tersebut, peneliti menulis tentang pentingnya perhatian orang tua terhadap prestasi belajar PAI anak-anaknya di sekolah, yang ditunjukkan oleh uji hipotesis dengan hasil positif dan signifikan yang berarti bahwa adanya pengaruh yang besar antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa yang pada penelitian tersebut pada pelajaran pendidikan agama Islam. Bila penelitian tersebut dihubungkan maka ada kesamaan dalam memaknai perhatian orang tua terhadap siswa, namun penelitian dalam Penelitian tindakan kelas ini menggunakan akhlak sebagai objek penelitian.

Hasil penelitian I dan II di atas, terdapat sedikit kesamaan dalam beberapa hal, namun perbedaan mendasar adalah hasil kedua penelitian diatas kurang mengungkap implementasi tindak-tanduk keseharian siswa dan penulis belum melihat adanya penelitian yang berfokus pada pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak anak secara luas dan mendalam, yang penulis teliti di SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini diharapkan dapat menemukan bagaimanakah pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak anak SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016.

Pengertian perhatian

Perhatian adalah kegiatan atau perbuatan memperhatikan. Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan objek.

Menurut Sayekti Pujdo Suwarno, perhatian adalah menaruh hati. Menaruh hati pada seluruh anggota keluarga adalah dasar pokok hubungan yang baik diantara pada anggota keluarga. Menaruh hati terhadap kejadian dan peristiwa yang terjadi di dalam keluarga berarti mengikuti dan memperhatikan perkembangan seluruh keluarga. Lebih jauh lagi orang tua harus mengarahkan perhatiannya untuk lebih mendalam.

Berdasarkan pendapat yang telah disebutkan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa perhatian adalah pemusatan pikiran, perasaan dan kemauan yang dilakukan oleh individu terhadap suatu objek.  Dalam penelitian ini istilah perhatian dikaitkan dengan orang tua, sehingga terbentuklah istilah perhatian orang tua. Orang tua yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ibu dan bapak.

Pengertian akhlak

Secara etimologi (lughotan) akhlaq (Bahasa Arab) adalah bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Berakar dari kata khaalaqa yang berarti menciptakan. Seakar dengan kata Khaliq (Pencipta), makhluq (yang diciptakan), dan khlaq (penciptaan).

Kesamaan akar kata di atas mengisyaratkan bahwa dalam akhlak tercakup pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak Khaliq (Tuhan) dengan perilaku makhluq (manusia). Atau dengan kata lain, tata perilaku seseorang terhadap orang lain dan lingkungannya baru mengandung nilai akhlak yang hakiki manakala tindakan atau perilaku tersebut didasarkan kepada kehendak Khaliq (Tuhan). Dari pengertian etimologi seperti ini, akhlak bukan saja merupakan tata aturan atau norma perilaku yang mengatur hubungan antar sesama manusia, tetapi juga norma yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan dan bahkan dengan alam semesta sekalipun.

Di antara tujuan mempelajari akhlak adalah karena misi utama diutusnya Nabi Muhammad saw adalah karena akhlak. Karena seluruh ibadah yang kita lakukan tujuan utamanya adalah memurnikan akhlak. Jika tidak, maka ibadah tidak lebih dari sekedar latihan dan olah raga semata.

Selanjutnya, di antara tujuan memperlajarinya adalah menghindari pemisah dan mempererat kaitan antara akhlak dengan ibadah. Atau singkatnya, mempererat hubungan antara agama dan dunia. Pemisah dalam hal ini sama sekali bukan dari ajaran Islam. Islam adalah satu kesatuan, saling melengkapi, komprehensif dan tidak parsial. Maka janganlah seperti orang yang hanya membuat orang banyak terpengaruh dengan ibadah-ibadahnya, tetapi perilakunya sangat berbeda dengan akhlak Islam.

RUMUSAN HIPOTESIS

Hipotesis penelitian, yaitu: (a) Hipotesis kerja (Ha), (b) Hipotesis nol (Ho). Hipotesis kerja (Ha) dinyatakan dalam kalimat positif yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Tahun Pelajaran 2015/2016. Sedangkan hipotesis nol (Ho) adalah tidak ada pengaruh signifikan antara perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016. Artinya semakin baik perhatian orang tua, maka semakin baik pula akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016.

METODE PENELITIAN

Ditinjau dari objeknya, penelitian yang bisa dilakukan penulis termasuk penelitian lapangan (field research) karena data-data yang diperlukan untuk penyusunan karya ilmiah diperoleh dari lapangan. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena data yang terkumpul melalui metode observasi, angket, dokumen dan wawancara untuk mencari seberapa besar pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06, selanjutnya dianalisis melalui perhitungan- perhitungan dengan menggunakan rumus statistik.

Tempat yang digunakan untuk mengadakan penelitian ini, yaitu di SDN Tonjong 06 Brebes. Adapun waktu yang penulis gunakan untuk mengadakan penelitian yaitu mulai tanggal 2 Mei sampai 2 Juni 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN Tonjong 06 Brebes yang berjumlah 21 siswa, dengan kriteria 10 siswa laki-laki dan 11 siswi perempuan. Adapun penelitian ini tidak menggunakan sampel karena peneliti mengambil seluruh siswa kelas VI sebagai populasi objek penelitian di SDN Tonjong 06 Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016, kelas VI penulis gunakan sebagai objek penelitian mengingat keterbatasan penulis serta dengan pertimbangan lebih mudah melaksanakan penelitian. Jadi jumlah populasi penelitian ini adalah 21 siswa SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016.

Variabel penelitian yaitu suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan penulis untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu:

  1. Variabel Independen/bebas/pengaruh/X

Variabel independen yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variabel dependen. Variabel bebas pada penelitian ini ialah perhatian orang tua. Dengan indikator membimbing, mengawasi, mengontrol, membiasakan, memberikan teladan yang baik, memenuhi kebutuhan anak.

  1. Variabel dependen/terikat/terpengaruh/Y

Variable dependen yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. Adapun variabel terikat pada penelitian ini adalah akhlak siswa. Dengan indikator:

  1. Akhlak kepada Allah, seperti shalat, do’a, puasa, dan membaca Al Qur’an.
  2. Akhlak kepada manusia, seperti kepada orang tua dan guru, sayang kepada teman, bergaul dengan tetangga, dan masyarakat.
  3. Akhlak kepada lingkungan, seperti menjaga kebersihan dan menanam pohon.

Data-data yang dihimpun pada penelitian ini adalah:

  1. Perhatian orang tua terhadap anak kelas VI di SDN Tonjong 06 Brebes.
  2. Akhlak anak kelas VI di SDN Tonjong 06 Brebes.
  3. Letak geografis SDN Tonjong 06 Brebes.
  4. Keadaan staf pengajar dan karyawan SDN Tonjong 06 Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016.
  5. Keadaan siswa SDN Tonjong 06 Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016.

Analisis lanjut merupakan kelanjutan dari analisis pendahuluan dan analisis uji hipotesis yang interpretasinya untuk mewujudkan pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06  Brebes. Analisis ini diperoleh setelah memperoleh nilai Ro (dari hasil analisis) dengan nilai Rt (dari tabel), baik taraf signifikan 5% atau 1%. Apabila nilai Ro lebih besar atau sama dengan nilai Rt, berarti signifikansi dan hipotesis diterima. Sedangkan apabila nilai Ro lebih kecil dari nilai Rt, berarti tidak signifikan dan hipotesis ditolak.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Analisis Pendahuluan

Analisis pendahuluan ini berisi tentang data-data dari angket yang telah diisi oleh siswa. Angket yang diisi oleh siswa terdiri atas dua macam yaitu angket yang berisi tentang variabel perhatian orang tua dan variabel akhlak anak, total jumlah dari kedua variabel tersebut 40 pertanyaan dengan 4 alternatif pilihan jawaban pada tiap-tiap soal.

TABEL 1 NILAI ANGKET PENELITIAN PERHATIAN ORANG TUA

No Jumlah Jawaban Jumlah Nilai TOTAL
Responden A B C D A B C D
1 9 11 36 33 69
2 7 5 8 28 15 16 59
3 8 7 5 32 21 10 63
4 10 10 40 30 70
5 20 80 80
6 20 80 80
7 16 2 2 64 6 4 74
8 11 6 3 44 18 6 68
9 7 8 5 28 24 10 62
10 10 7 3 40 21 6 67
11 7 8 5 28 24 10 62
12 12 26 48 6 12 66
13 13 7 52 21 73
14 18 2 72 6 78
15 17 3 68 9 77
16 9 8 3 36 24 6 66
17 13 7 52 21 73
18 6 12 2 24 36 4 64
19 14 6 56 18 74
20 9 10 1 36 30 2 68
21 6 10 4 24 30 8 62
N=21 242 131 47 968 393 94 1455

Tabel di atas merupakan hasil jawaban angket penelitian variabel perhatian orang tua yang penulis sebarkan kepada responden berjumlah 21 siswa kelas VI SDN 4 Sidorejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal. Sedangkan jumlah pertanyaan yang penulis sebarkan pada angket variabel perhatian orang tua di atas berjumlah 20 item pertanyaan dengan 4 opsi pilihan jawaban pada tiap soal.

Berdasarkan pada tabel di atas dapat dihitung nilai rata-rata (mean) perhatian orang tua siswa kelas VI SDN 4 Sidorejo, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Nilai Rata-rata (mean) =         Jumlah Nilai

                                               Jumlah Responden

                                            =                 1455

                                                                 21

Nilai Rata-rata (mean) =              69,28

Nilai tersebut termasuk dalam kategori cukup

Selanjutnya dari data tersebut di atas dapat diketahui bahwa perolehan nilai tertinggi dari angket perhatian orang tua adalah 80 dan nilai terendah adalah 59. Dari data itu dapat ditentukan lebar interval dengan menggunakan rumus:

 

i = nilai tertinggi nilai terendah = 80 – 59 = 5.25

Jumlah interval                           4

Pada hasil penelitian ini menggunakan 4 interval nilai yang terdiri dari baik sekali, baik, cukup, dan kurang. Dan karena hasil intervalnya 5.25, maka lebar intervalnya adalah:

INTERVAL NILAI KATEGORI JUMLAH RESPONDEN
74.76 – 80.00

69.51 – 74.75

64.26 – 69.50

59.00 – 64.25

Baik Sekali

Baik

Cukup

Kurang

4

5

6

6

Berdasarkan pada tabel nilai angket penelitian variabel perhatian orang tua di atas, juga dapat dihitung berapa persen pilihan siswa pada opsi jawaban A, B, C, atau D. Sehingga dapat diketahui peranan perhatian orang tua terhadap perkembangan akhlak anak. Rumus yang digunakan adalah :sakum

Jumlah nilai  X 100%

Total nilai

Maka diperoleh:

Opsi A = 66.53%

Opsi B = 27.01%

Opsi C = 6.46%

Opsi D = 0%

Dari data di atas diperoleh 66,53% yang memilih opsi jawaban A. 27,01% pada opsi jawaban B, 6,46% opsi jawaban C, dan 0 % pada opsi jawaban D. Ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua siswa memberikan perhatian yang sangat baik terhadap siswa. Selanjutnya penulis akan menyajikan data dari hasil angket penelitian variabel akhlak anak yang telah di jawab oleh 21 siswa SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Jumlah pertanyaan yang penulis sebarkan pada angket variabel akhlak siswa tersebut berjumlah 20 pertanyaan dengan 4 opsi pilihan jawaban. Tabel hasil angket variabel akhlak anak SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes adalah sebagai berikut:

TABEL 2 DATA ANGKET PENELITIAN AKHLAK ANAK

No Jumlah Jawaban Jumlah Nilai TOTAL
Responden A B C D A B C D
1 7 8 5 28 24 10 62
2 10 5 5 40 15 10 65
3 9 4 6 1 36 12 12 1 61
4 11 6 3 44 18 6 68
5 15 3 2 60 9 4 73
6 10 4 5 1 40 12 10 1 63
7 16 2 2 64 6 4 74
8 5 8 7 20 24 14 58
9 6 11 2 1 24 33 4 1 62
10 13 5 2 52 15 4 71
11 5 8 7 20 24 14 58
12 5 5 10 20 15 10 45
13 15 4 1 60 12 2 74
14 10 10 40 30 70
15 15 5 60 15 75
16 13 5 2 52 15 4 71
17 11 6 3 44 18 6 68
18 7 11 2 28 33 4 65
19 16 4 64 12 76
20 8 8 4 24 16 8 48
21 3 10 6 1 12 30 12 1 55
N=21 210 132 74 4 832 388 138 4 1362

Berdasarkan pada tabel di atas dapat dihitung nilai rata-rata (mean) akhlak anak kelas VI SDN 4 Sidorejo, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Nilai Rata-rata (mean) =         Jumlah Nilai

Jumlah Responden

=          1362

  21

Nilai Rata-rata (mean) =        64,85

Nilai tersebut termasuk dalam kategori baik

Selanjutnya dari data tersebut diatas dapat diketahui bahwa perolehan nilai tertinggi dari angket variabel akhlak anak adalah 76 dan nilai terendah adalah 45. Dari data itu dapat ditentukan lebar interval dengan menggunakan rumus:

i = nilai tertinggi nilai terendah = 76 – 45 = 7.75

Jumlah interval                          4

Pada hasil penelitian ini menggunakan 4 interval nilai yang terdiri dari baik sekali, baik, dan cukup. Dan karena hasil intervalnya 7.75, maka lebar intervalnya adalah:

INTERVAL NILAI KATEGORI JUMLAH RESPONDEN
74.76 – 80.00

69.51 – 74.75

64.26 – 69.50

59.00 – 64.25

Baik Sekali

Baik

Cukup

Kurang

8

8

3

2

 

Berdasarkan pada tabel nilai angket penelitian variabel akhlak anak di atas, juga diatas dapat dihitung berapa persen pilihan siswa pada opsi jawaban A, B, C, D sehingga dapat diketahui akhlak anak. Rumus yang digunakan adalah:

Jumlah nilai   X  100%

Total nilai

Maka diperoleh:

Opsi A = 61,1%

Opsi B = 28,5%

Opsi C = 10,1%

Opsi D = 0,3%

Dari data diatas diperoleh, opsi jawaban A dengan 61,1%. Opsi jawaban B 28,5%, opsi jawaban C 10,1%. Dan opsi jawaban D dengan 0,3%. Ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa cenderung memiliki kebiasaan dan akhlak yang baik.

2) Analisis Uji Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara. Padacpenelitian dengan judul pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016. Peneliti mengajukan hipotesis ada pengaruh yang positif antara perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06. Untuk mempermudah perhitungan, peneliti menggunakan tabel perhitungan korelasi product moment.

TABEL 3 PERHITUNGAN KORELASI PRODUCT MOMENT

No X Y XY
1 69 62 4761 3844 4278
2 59 65 3481 4225 3835
3 63 61 3969 3721 3843
4 70 68 4900 4624 4760
5 80 73 6400 5329 5840
6 80 63 6400 3969 5040
7 74 74 5476 5476 5476
8 68 58 4624 3364 3944
9 62 62 3844 3844 3844
10 67 71 4489 5041 4757
11 62 58 3844 3364 3596
12 66 45 4356 2025 2970
13 73 74 5329 5476 5402
14 78 70 6084 4900 5460
15 77 75 5929 5625 5775
16 66 71 4356 5041 4686
17 73 68 5329 4624 4964
18 64 65 4096 4225 4160
19 74 76 5476 5776 5624
20 68 48 4624 2304 3264
21 62 55 3844 3025 3410
1455 1362 101611 89822 94928

Dari tabel perhitungan korelasi product moment, dapat dibuat sebuah tabel untuk mempermudah menghitung korelasi product moment dengan menggunakan angka kasar.

TABEL 4 KORELASI PRODUCT MOMENT

KETERANGAN JUMLAH
Σ X

Σ Y

Σ X2

Σ Y2

Σ XY

Nilai X rata-rata= Σ X/21 = 1455/21 =

Nilai Y rata-rata= Σ Y/21 = 1362/21 =

1455

1362

101611

89822

94928

69,28

64,85

Tahap analisis uji hipotesis ini, untuk menguji hipotesis yang diajukan menggunakan rumus statistik. Analisis ini merupakan kelanjutan dari analisis pendahuluan. Penulis menggunakan analisis korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut:

rxy =                N ΣXY – (ΣX) (ΣY)

((N ΣX2 – (ΣX2)) (N ΣY2 – (ΣY2))

Keterangan:

X = Perhatian orang tua anak.

Y = Akhlak anak.

N = Jumlah responden.

ΣX = Jumlah skor X.

ΣY = Jumlah skor Y.

ΣXY = Jumlah perkalian antara X dan Y

rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y.

Dengan perhitungan sebagai berikut:

rxy       =               N ΣXY – (ΣX) (ΣY)

((N ΣX2 – (ΣX2)) (N ΣY2 – (ΣY2))

=                21 x 94928 – (1455) (1362)

(21 x 101611 – (1455)2) (21 x 89822 – (1362)2)

=                   1993488 – 1981710

(2133831 – 2117025) (1886262 – 1855044)

=                      11778

16806 x 31218

=                      11778

524649708

=                      11778

22905

rxy       =                      0,5142

Jadi koefisien korelasi antara X dan Y adalah 0,514

3) Analisis Lanjut

Analisis lanjut merupakan analisis lanjutan dari analisis pendahuluan dan analisis uji hipotesis yang merupakan interprestasi pada peranan perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Tonjong Brebes. Pada analisis ini, hasil nilai ro (dari hasil analisis) dibandingkan dengan nilai rt (pada tebel), untuk taraf signifikan 5% dengan N=21 adalah sebesar 0,433 dan tarat 1% adalah sebesar 0,549.

Sehingga dapat diketahui hasil akhir dari penelitian dengan nilai sebagai berikut 0,514 > 0,433 (hasil analisis lebih besar dari pada nilai pada tabel) artinya signifikan. Peran perhatian orang tua mempunyai pengaruh positif terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten BrebesTahun Pelajaran 2015/2016.

 

PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini, yang menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Peneliti mencoba mencari seberapa besar pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Tonjong Brebes, selanjutnya dianalisis melalui perhitungan-perhitungan dengan menggunakan rumus statistik. Setelah dilakukan penelitian terhadap 21 siswa kelas VI SDN Tonjong 06 Tonjong Brebes dengan menggunakan angket yang terdiri dari 40 pertanyaan yaitu 20 pertanyaan dengan variabel perhatian orang tua dan 20 pertanyaan dengan variabel akhlak anak, dengan 4 alternatif jawaban pada masing-masing pertanyaan.

Maka diperoleh hasil yang menunjukkan total nilai perhatian orang tua 1455. Dengan 4 responden dalam katergori sangat baik, 5 dalam kategori baik, 6 dalam kategori cukup, dan 6 dalam kategori kurang. Sedangkan bila dilihat dari prosentase pada opsi pilihan jawaban diperoleh 66,53% memilih opsi jawaban A, 27,01% menunjukkan opsi jawaban B, 6,46% pada opsi jawaban C, dan 0% pada opsi jawaban D. Pada variabel perhatian orang tua ini diperoleh nilai rata-rata (mean) 69,28 dan termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil penelitian akhlak anak menunjukkan total nilai 1362.

Dengan 8 responden dalam katergori sangat baik, 8 dalam kategori baik, 3 dalam kategori cukup, dan 2 dalam kategori kurang. Sedangkan bila dilihat dari prosentase pada opsi pilihan jawaban diperoleh 61,1% memilih opsi jawaban A, 28,5% menunjukkan opsi jawaban B, 10,1% pada opsi jawaban C, dan 0,3% pada opsi jawaban D. Pada variabel akhlak anak ini diperoleh nilai rata-rata (mean) 64,85 dan termasuk dalam kategori baik.

Untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh perhatian orang tua terhadap akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Tonjong Brebes, peneliti menggunakan analisis korelasi product moment. Dari tabel perhitungan korelasi product moment menunjukkan koefisien korelasi antara X dan Y (rxy) yaitu 0,5142. Hasil tersebut kemudian dikonsultasikan pada tabel harga kritik dari r product moment, pada tabel disebutkan taraf signifikansi 5% dengan N=21 adalah sebesar 0,433 dan taraf 1% adalah sebesar 0,549. Sehingga dapat diketahui hasil akhir dari penelitian adalah signifikan, karena hasil analisis lebih besar daripada nilai pada tabel dengan nilai 0,514 > 0,433.

 

PENUTUP

Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, penelitian dengan judul Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Akhlak Anak Kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016. Dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

  1. Perhatian orang tua anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016 tergolong cukup. Data yang mendukung adalah nilai rata-rata (mean) variabel orang tua yang memperoleh rata-rata 69,28 yang termasuk dalam kategori cukup.
  2. Akhlak anak kelas VI SDN Tonjong 06 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016 tergolong baik. Data yang mendukung variabel ini adalah nilai rata-rata (mean) yang diperoleh melalui perhitungan statistik yaitu sebesar 64,85 dan termasuk dalam kategori baik.
  3. Hasil analisis “Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Akhlak Anak Kelas VI SDN Tonjong 06 Tonjong Brebes Tahun Pelajaran 2015/2016” mempunyai pengaruh yang positif dan dapat diterima. Hasil tersebut kemudian dikonsultasikan pada tabel harga kritik dari r product moment, pada tabel disebutkan taraf signifikansi 5% dengan N=21 adalah sebesar 0,433 dan taraf 1% adalah sebesar 0,549. Sehingga dapat diketahui hasil akhir dari penelitian adalah signifikan, karena hasil analisis lebih besar daripada nilai pada tabel dengan nilai 0,514 > 0,433.

 

DAFTAR PUSTAKA

Adab Memberi Salam (online article) diunduh pada 19 Mei 2011, dari http://ohislam.com/adab-memberi-salam/.

Akhlaq dan Nasehat (online article) diunduh pada 19 Mei 2011, dari http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/kiat-menggapai-akhlaq-mulial. html

Al Adnani, Abu Fatih. Global Warming, Surakarta: Granada Mediatama, 2008.

Al Ghozali, Imam, Mutiara Ihya Ulumuddin, Bandung: Penerbit Mizan, 1998.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Dakir, Dasar-Dasar Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1993.

Departemen Agama, Alqur’an dan Terjemahannya, Surakarta: CV. Pustaka Manthiq.

Ilyas, Yanuhar, Kuliah Akhlaq, Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), 2007.

Izzad, Ahmad, Kuikuti Tradisi Rasulku, Bandung: albu, 2006.

Khalid, Amru, Berakhlaq Seindah Rasulullah, Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2007.

Mahjuddin, Kuliah Akhlaq-Tasawuf, Jakarta: Kalam Mulia, 1991.

Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Nazir, Moh, Metode Penelitian, Darussalam: Ghalia Indonesia, 1993.

Sangkan, Abu. Pelatihan Shalat Khusyu’, Jakarta: 2004.

Slamet, Belajar dan Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 1992.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.

Sudarsono, Etika Islam tentang Kenakalan Remaja, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2005.

Tafsir, Ahmad, Pendidikan Agama dalam Keluarga, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000.

Yusuf, Syamsu, LN, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007.

Zubaedi, Pendidikan Berbasis Masyarakat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006

 

IDENTITAS DIRI

  1. Nama Lengkap                      : SAKUM, S.Pd.I
  2. Tempat dan Tanggal Lahir : Brebes, 10 Mei 1959
  3. Alamat Rumah                   : Ds. Dukuh Gayam RT 005 RW 001 Kec. Tonjong Kab.Brebes 52271
  4. HP                                            : 085227687095
  5. E-mail                                     : Abahsakum@yahoo.com



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *