MENJAGA KEUTUHAN NKRI MELALUI METODE BERMAIN PERAN

PTK SD PKN Menjaga Keutuhan NKRI Metode Bermain Peran

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TENTANG MENJAGA KEUTUHAN NKRI  MELALUI METODE BERMAIN PERAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING  BAGI  SISWA KELAS V SD NEGERI KARANGSAMBUNG 01 PADA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014

Oleh :

Eha Soleha, S.Pd.SD

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang menjaga keutuhan NKRI melalui penerapan metode bermain peran dengan model pembelajaran cooperative learning bagi siswa kelas V SD Negeri Karangsambung 01 semester I Tahun Pelajaran 2013/2014. Adapun yang menjadi subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri Karangsambung 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes dengan jumlah siswa 46 yang terdiri dari 27 laki-laki dan 19 perempuan. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian, melalui penerapan metode bermain peran dengan model pembelajaran cooperative learning motivasi dan hasil belajar bagi siswa kelas V SD Negeri Karangsambung 01 Semester I tahun pelajaran 2013/2014 meningkat disetiap siklusnya. Hasil belajar dari kondisi awal sampai siklus II mengalami peningkatan yaitu dari 9 siswa (19,57%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 16 siswa (34,78%) meningkat 36 siswa (78,26%). Nilai rata-rata dari 64,13 menjadi 81,96 meningkat sebesar 17,83.

Kata kunci : hasil belajar, metode bermain peran, model pembelajaran cooperative learning

PENDAHULUAN

Pada kenyataannya,  PKn dianggap ilmu yang sukar dan sulit dipahami. PKn adalah pelajaran formal yang berupa sejarah masa lampau, perkembangan sosial budaya, perkembangan teknologi, tata cara hidup bersosial, serta peraturan kenegaraan. Begitu luasnya materi PKn menyebabkab anak sulit untuk diajak berpikir kritis dan kreatif dalam menyikapi masalah yang berbeda. Sementara anak usia sekolah dasar tahap berpikir mereka masih belum formal, karena mereka baru berada pada tahap Operasional Konkret ( Peaget : 1920 ). Apa yang dianggap logis, jelas dan dapat dipelajari bagi orang dewasa, kadang – kadang merupakan hal yang tidak masuk akal dan membingungkan bagi siswa. Akibatnya banyak siswa yang tidak memahami konsep PKn.

Berdasarkan temuan penulis, sebagian besar siswa kurang aktif dan berpikir kritis dalam materi Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Apabila anak menghadapi masalah kontekstual baru yang berbeda dengan yang dicontohkan, anak belum mampu berpikir kritis dan menemukan solusi dengan benar sehingga banyak anak yang menjawab salah, dan dengan alasan soalnya sulit. Karena itu wajar setiap kali diadakan tes,  nilai pelajaran PKn selalu rendah dengan rata – rata kurang dari KKM.

Seperti yang dialami penulis sendiri, setiap ulangan PKn nilai rata – rata anak di bawah 75. Termasuk  pada materi Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Nilai rata – rata formatif  hanya 64,13.  Dari 46 siswa hanya 9 siswa 19,57 %  yang memperoleh nilai 75 ke atas. Sedangkan 37 siswa yang lain 80,43 %  mendapat nilai dibawah 75.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran sebagai berikut:

  1. Metode dibutuhkan untuk pembelajaran di kelas V SDN Karangsambung 01 pada pokok bahasan menjaga keutuhan NKRI.
  2. Model pembelajaran cooperative learning diduga dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Karangsambung 01 pada pokok bahasan menjaga keutuhan NKRI.

Setelah menemukan faktor penyebab siswa belum memahami materi menjaga keutuhan NKRI pelajaran PKn, peneliti berusaha merumuskan permasalahan. Rumusan masalah tersebut seperti berikut:

  1. Bagaimanakah keaktifan siswa dalam pembelajaran PKn tentang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  2. Bagaimanakah penerapan metode pembelajaran bermain peran dengan model pembelajaran cooperative learning untuk meningkatkan hasil belajar PKn tentang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kelas V SD Negeri Karangsambung 01?

LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pembelajaran PKn di SD

PKn merupakan mata pelajaran di sekolah yang perlu menyesuaikan diri sejalan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang sedang berubah. Hal ini merupakan fungsi PKn sebagai pembangun karakter bangsa ( nasional character building ) yang sejak proklamasi kemerdekaan RI telah mendapat prioritas, yang perlu direvitalisasi agar sesuai dengan arah dan pesan konstitusi Negara RI. Untuk itu pembentukan karakter anak yang kuat perlu penguasaan pembelajaran kewarganegaraan sejak dini.

Dengan demikian fungsi pembelajaran PKn tidak hanya sekadar memberi pengetahuan tentang pendidikan kewarganegaraan saja, tetapi juga dimaksudkan untuk mengembangkan sikap – sikap tertentu mengenai hal – hal yang timbul disekitar dalam kehidupan sehari – hari.

Metode Bermain Peran

Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang di gunakan untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku, dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandang dan cara berfikir orang lain (Depdikbud, 1964 : 171).

Melalui metode bermain peran siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi, dengan bantuan kelompok sosial yang anggotanya teman – temannya sendiri. Dengan kata lain metode ini berupaya membantu individu melalui proses kelompok sosial.

Melalui bermain peran, para siswa mencoba mengeksploitasi masalah – masalah hubungan antara manusia dengan cara memperagakannya. Hasilnya didiskusikan dalam kelas.

Proses belajar dengan menggunakan metode bermain peran diharapkan siswa mampu menghayati tokoh yang dikehendaki, keberhasilan siswa dalam menghayati peran itu akan menentukan apakah proses pemahaman, penghargaan dan identifikasi diri terhadap nilai berkembang : (Hasan, 1996:266).

Model Pembelajaran Cooperative Learning

Menurut Sugiyanto (2008 : 35) pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Lima unsur model pembelajaran kooperatif harus di terapkan yaitu : a) Saling ketergantungan positif (Positive interdependence), b) Tanggungjawab perseorangan (Personal responsibility), c) Interaksi promotif (Face to face promotive interaction), d) Komunikasi antar anggota (Interpersonal skill), e) Evaluasi proses kelompok (Group processing).

Salah satu model pembelajaran yang menuntut keaktifan seluruh sense siswa adalah model pembelajaran kooperatif yaitu pambelajaran yang secara sengaja didesain untuk melatih siswa mendengarkan pendapat-pendapat orang lain dan merangkum pendapat tersebut dalam bentuk tulisan (Erman Suherman, 2003:259). Bahkan Muslimin Ibrahim (2000:12) menyatakan bahwa “model pembelajaran kooperatif selain membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit, juga berguna untuk membantu siswa menumbuhkan keterampilan kerjasama, berfikir kritis, dan kemampuan membantu teman”.

Kerangka Berpikir

Guru melakukan tindakan perbaikan sebanyak dua siklus. Pada siklus I pembelajaran PKn menjaga keutuhan NKRI tidak menggunakan model cooperative learning, dan dilanjutkan siklus II pembelajaran PKn menjaga keutuhan NKRI menggunakan model cooperative learning dengan harapan siswa akan termotivasi dan kondisi akhir hasil belajar PKn menjaga keutuhan NKRI meningkat.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis adalah dugaan tentang suatu hal yang akan terjadi jika suatu tindakan dilakukan atau jawaban terhadap masalah yang diteliti dan secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. (Sudaryono dalam Kasbuloh.1996:65) berdasarkan hal tersebut diatas maka hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Jika pembelajaran tentang menjaga keutuhan NKRI melalui metode bermain peran prestasi belajar siswa akan meningkat.
  2. Jika pembelajaran tentang menjaga keutuhan NKRI menggunakan model pembelajaran cooperative learning hasil belajar siswa akan meningkat.

METODE PENELITIAN

Tempat pelaksanaan perbaikan pembelajaran di SD Negeri Karangsambung 01, Kecamatan Losari,  Kabupaten Brebes.  Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester I, mata pelajaran PKn untuk materi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Letak SD Negeri Karangsambung 01 ada di Desa Karangsambung, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Keberadaannya di sebelah utara Desa Jatisawit.

Dari 46 siswa peserta didik  pada awal pembelajaran  hanya 9 siswa 19,57 % yang telah mencapai KKM 75. Sedangkan 37 siswa yang lain  80,43 % belum mencapai nilai 75. Sumber data pada penelitian tindakan kelas ini ada dua yaitu data yang berasal dari subyek penelitian (primer) dan dari bukan subyek (skunder).

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa instrument, ada dua jenis instrument yang digunakan dalam penelitian ini. yaitu instrumen pembelajaran dan instrument pengumpulan data. Instrumen pembelajaran merupakan perangkat yang menjadi penunjang dalam pelaksanaan pembelajaran, sedangkan instrument pengumpul data adalah perangkat yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: instrumen tes, instrumen non tes, meliputi lembar observasi, angket, dan pedoman wawancara.

Setelah data diperoleh, maka dilakukan pengolahan data terhadap data kuantitatif. Data kuantitatif yaitu berupa hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika sedangkan data kualitatif berupa lembar observasi. Data hasil observasi ini disajikan dalam bentuk tabel. Data hasil observasi ini dirangkum dan diinterpretasikan agar kesesuaian antara pembelajaran yang dilakukan dengan pembelajaran yang seharusnya dapat terlihat. Data hasil wawancara dengan siswa dikelompokan, kemudian dideskrifsikan dalam kalimat dan disusun dalam bentuk rangkuman hasil musyawarah.

Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan melakukan pembelajaran awal. Pelaksanaannya dilakukan tiga kali yaitu  pembelajaran awal (pra siklus), siklus I, dan siklus II. Masing – masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Peningkatan hasil belajar siswa dalam menjaga keutuhan NKRI indikatornya adalah adanya peningkatan kemampuan menyebutkan cara menjaga keuntuhan NKRI dari rendah menjadi tinggi. Peningkatan hasil belajar PKn indikatornya adalah nilai ulangan harian yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75.

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Pembelajaran pra siklus mata pelajaran PKn kelas V semester I di SD Negeri Karangsambung 01, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, tahun pelajaran 2013 / 2014 dengan materi pokok Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan pada hari Rabu, 25 September 2013 hasilnya belum memuaskan.  Hasil pembelajaran pra siklus disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 1 Analisis Hasil Tes Formatif Mata Pelajaran PKn Pra Siklus

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

3

6

20

8

5

3

1

Jumlah 46

Dari tabel 1 dapat kita lihat siswa yang mendapat  nilai diatas 75 sebanyak 9  siswa, atau 19,57 % sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 37 siswa atau 80,43 % dari 46 siswa.

Deskripsi Siklus I

Perbaikan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 2 Oktober  2013 dengan objek siswa kelas V semester I SD Negeri Karangsambung 01, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Dengan dibantu oleh teman sejawat yang bertindak sebagai observer, peneliti melaksanakan sesuai rencana. Skenario pembelajaran berlangsung dengan baik. Peneliti melaksanakan sesuai rencana. Pada akhir pembelajaran peneliti mengadakan evaluasi hasil belajar untuk mengetahui tingkat keberhasilan. Hasil perbaikan pembelajaran siklus I disajikan dalam tabel 2 berikut ini.

Tabel 2 Analisis Hasil Tes Formatif  Siklus I

No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

1

4

10

15

8

5

3

Jumlah 46

Dari tabel dapat kita lihat siswa yang mendapat  nilai diatas 75 sebanyak 16 siswa, sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 30 siswa dari jumlah 46 siswa.

Dalam pembelajaran siklus I melalui langkah – langkah berikut:

Perencanaan

Menyusun rencana pembelajaran dengan tujuan perbaikan siklus I. Memilih metode siklus I.

Mempersiapkan LKS yang akan digunakan dalam perbaikan pembelajaran. Membuat dan merancang lembar observasi aktivitas guru beserta indikatornya.

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 2 Oktober 2013 dikelas V. Kegiatan belajar mengajar sesuai dengan apa yang tertulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

Pengamatan

Pada tahap ini pengamat mencatat apa yang telah terjadi pada pembelajaran perbaikan siklus I dengan menggunakan lembar observasi. Dalam proses ini diperoleh data penjelasan materi sangat cepat sehingga kurang dipahami siswa, kurang memberikan kesempatan pada anak untuk bertanya, perhatian guru pada siswa masih kurang.

Refleksi

Dengan dasar hasil tes formatif yang menunjukkan menunjukkan peningkatan pada pembelajaran sebelumnya, namun untuk mencapai ketuntasan 75% belum tercapai. Maka penulis mengadakan perbaikan pembelajaran tahap berikutnya yang menjadi fokus perbaikan memberikan materi yang jelas dan lengkap sehingga mudah dipahami siswa, memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya, menggunakan model pembelajaran yang tepat, masih ada beberapa siswa yang pada saat pelajaran berlangsung masih belum bisa terlibat aktif.

Deskripsi Siklus II

Perbaikan pembelajaran siklus II dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9  Oktober 2013 dengan objek siswa kelas V semester I SD Negeri Karangsambung 01, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.

Skenario pembelajaran berlangsung dengan baik. Peneliti melaksanakan sesuai rencana. Pada akhir pembelajaran peneliti mengadakan evaluasi hasil belajar untuk mengetahui tingkat keberhasilan. Hasil perbaikan pembelajaran siklus II disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 3 Analisis Hasil Tes Formatif  Siklus II
No Rentang Frekuensi
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

2

8

15

13

8

Jumlah 46

Dari tabel 3 dapat kita lihat siswa yang mendapat  nilai diatas 75 sebanyak 36 siswa, sedangkan nilai kurang dari 75 sebanyak 10 siswa dari jumlah 46 siswa.

Berikut ini adalah langkah – langkah pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II :

Perencanaan

Menyusun rencana pembelajaran, menentukan alat peraga, menentukan metode pembelajaran, merencanakan fokus perbaikan pembelajaran, menyusun lembar observasi, menyusun lembar evaluasi.

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran siklus II dilaksanakan hari Rabu, tanggal 9 Oktober 2013, bertempat di SD Negeri Karangsambung 01 Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.

Pengamatan

Hasil selama proses pembelajaran siklus II adalah siswa pada waktu menerima pelajaran memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru dengan baik. Berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sudah ada keinginan untuk mencari penelesaian soal dari guru. Mau bertanya jika ada kesulitan, dan mulai berani untuk mengerjakan didepan walaupun belum bisa. Sedang pengamatan yang diperoleh observer kepada guru yang mengajar adalah guru sudah mempersiapkan rencana pembelajaran dengan baik, metode yang digunakan sudah tepat, pemberian motivasi sudah cukup tapi masih ada beberapa kekurangan tidak menanyakan kepada siswa tentang kesulitan apa yang diperoleh dari materi yang diajarkan.

Refleksi

Setelah melakukan beberapa perbaikan yaitu perbaikan pembelajaran pra siklus, siklus I dan siklus II. Peneliti menyadari betul kekurangan – kekurangan pada proses pembelajaran mata pelajaran PKn dengan materi Negara Kesatuan Republik Indonesia  pada siklus II. Walaupun peneliti sudah mempersiapkan proses pembelajaran sebaik mungkin, tetapi tetap masih ada kekurangannya diantaranya guru kurang memberi pertanyaan kepada siswa. Dari hasil refleksi yang dilakukan tersebut teman sejawat selaku observator juga menemukan beberapa kekurangan yaitu guru tidak memberi bimbingan kepada siswa yang belum jelas atau memahami materi pelajaran.

PENUTUP

Simpulan

Setelah melaksanakan perbaikan penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan metode bermain peran melalui pendekatan model cooperative learning telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Peningkatan ini terjadi pada siklus I maupun siklus II dengan bukti adanya peningkatan pada materi Negara Kesatuan Republik Indonesia, model pembelajaran cooperative learning melalui penerapan metode bermain peran untuk dengan mengefektifkan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, persentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada evaluasi sebelum perbaikan pembelajaran ada 9 siswa atau 19,57% dari 46 siswa. Pada perbaikan pembelajaran siklus I meningkat, siswa yang nilainya 75 ke atas menjadi 16 atau 34,78% dari jumlah 46 siswa dan pada perbaikan siklus II menjadi 36 siswa atau 78,26%.

Saran

Berdasarkan pengalaman peneliti selama melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SD Negeri Karangsambung 01, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes peneliti kemukakan saran dan tindak lanjut sebagai berikut : guru sebaiknya mengusahakan media pembelajaran benda – benda konkret yang berada disekitar siswa, guru harus memberi motivasi dan bimbimngan pada siswa yang mengalami kesulitan, guru hendaknya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, siswa perlu dilatih untuk bergaul dan bekerjasama yang harmonis dalam kelompoknya dengan kegiatan yang positif, laporan ini dapat dijadikan bahan kajian untuk meningkatkan pengetahuannya melalui forum KKG.

DAFTAR PUSTAKA

Andayani,dkk. 2010, Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta, Universitas Terbuka.

Aswani, Zaenul,2004, Tes dan Asesmen di SD, Jakarta, Universitas Terbuka.

Gatot, Muhsetyo, Drs. M.Sc, dkk, 2007, Pembelajaran PKN, Jakarta, Universitas Terbuka.

Suciati, Drs. Dkk, 2004, Belajar dan Pembelajaran 2, Jakarta, universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K, 2008, Penelitian Tindakan KelasJakarta, Universitas Terbuka.

Wahyudi Duin, Supaiyati, Ishak, Abduhak, 2001, Pengantar Pendidikan, Jakarta, Universitas Terbuka.

Nama                   : Eha Soleha, S.Pd.SD

NIP                      : 19630926 198304 2 002

Pangkat/ Gol.      : Pembina, IV/a

Jabatan                : Guru Kelas

Unit Kerja           : SDN Karangsambung 01 UPTD Pendidikan Kec. Losari Kab. Brebes




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *