infopasti.net

PTK SMA Biologi : Penerapan Model PBI Untuk Meningkatkan Ketrampilan

PENERAPAN MODEL PBI UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA 1 SMA N 1 PURWANEGARA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

Oleh :SITI FATIMAH

Abstrak

Masalah utama dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas ini adalah rendahnya ketrampilan proses dan hasil belajar biologi pada siswa kelas XI IPA 1 semester 1 tahun pelajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan ketrampilan proses dan hasil belajar biologi dengan menggunakan model PBI. Teknik pengumpulan data hasil belajar menggunakan hasil ulangan harian bentuk pilihan ganda dan essay disetiap akhir siklus  sedangkan ketrampilan proses menggunakan observasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitan Tindakan kelas dengan 2 siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016. Hasil siklus 1 ketrampilan proses tinggi 76% ketuntasan belajar klasikal 76% rerata 74,83 dan siklus II ketrampilan proses tinggi 88% ketuntasan klasikal 84% rerata 81,8. Dapat disimpulkan penerapan model PBI dapat meningkatkan ketrampilan proses dan hasil belajar biologi.

Kata kunci : model PBI,ketrampilan proses dan hasil belajar

PENDAHULUAN

     Hasil belajar dan ketrampilan proses siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara tidak sesuai dengan harapan peneliti. Kondisi ideal yang diharapkan oleh peneliti adalah hasil belajar nilai rata-rata siswa minimal sesuai KKM yaitu 75 dengan ketuntasan klasikal 80%. Pada ketrampilan proses harapannya adalah 80% atau 20 siswa minimal mempunyai ketrampilan proses  berkategori tinggi. Jika merefleksi pembelajaran yang selama ini berlangsung, rendahnya kemampuan ketrampilan proses  dan hasil belajar siswa karena beberapa hal: Siswa tidak dilibatkan secara penuh dalam proses pembelajaran sehingga ketrampilan prosesnya  kurang terasah. Siswa diperlakukan sebagai objek belajar hanya menerima ilmu dari guru, tidak dilatih untuk menemukan sendiri konsep dan fakta biologi. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan Ketrampilan Proses  dan Hasil Belajar Biologi maka perlu dilakukan penelitian tindakan kelas.  Penelitian ini diharapkan dapat mengatasi  rendahnya  Ketrampilan Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara Semester 1 Tahun pelajaran 2015/2016 melalui model PBI dan dapat memberikan kontribusi pada guru sehingga meningkatkat profesionalitasnya.

     Identifikasi masalah dalam peneltian ini mencakup hal-hal yang berhubungan dengan “Penerapan Model PBI untuk meningkatkan Ketrampilan Proses  dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016”. Berdasarkan uraian di atas maka masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut: Mengapa ketrampilan proses siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 masih rendah? Mengapa hasil belajar Biologi  siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 masih rendah?   Bagaimana caranya agar ketrampilan proses dan hasil belajar meningkat? Apa yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan ketrampilan proses dan hasil belajar siswa.

     Selain ketrampilan proses, variabel lain dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Pengertian hasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah melaksanakan kegiatan belajar dan merupakan penilaian yang dicapai siswa untuk mengetahui sejauh mana materi pelajaran sudah diterima siswa. Solusi intervensi untuk menyelesaikan rendahnya ketrampilan proses dan hasil belajar biologi siswa SMA N 1 Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016  digunakan metode PBI. PBI atau Problem Based Introduction adalah suatu pembelajaran yang berbasis masalah sehingga siswa dituntut untuk mempunyai ketrampilan proses  yang tinggi agar dapat menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru.

     Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut diatas, diajukan rumusan masalah sebagai berkut: Apakah Penerapan Model PBI dapat  Meningkatkan Ketrampilan Proses  Siswa Kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara Semester 1 Tahun pelajaran 2015/2016? Apakah Penerapan Model PBI dapat meningkatkan hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara Semester 1 Tahun pelajaran 2015/2016?

     Secara umum penelitin ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan proses dan hasil belajar siswa. Secara khusus penelitian ini bertujan untuk: 1) Meningkatkan ketrampilan proses mata pelajaran Biologi dengan menerapkan model PBI siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016. 2) Meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Biologi dengan menerapkan model PBI siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016.

LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Pengertian Ketrampilan Proses

     Menurut (Nasution, 2007) menyatakan bahwa ketrampilan proses ialah ketrampilan fisik dan ketrampilan mental terkait dengan ketrampilan-ketrampilan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah sehingga para ilmuwan dapat menemukan sesuatu yang baru.  Devi(2010) mengklasifikasikan ketrampilan proses menjadi ketrampilan proses dasar dan ketrampilan proses terpadu. Ketrampilan proses dalam penilitian menggunakan 10 indikator meliputi: menggunakan alat indra sebanyak mungkin, mengumpulkan fakta yang relevan,mencari perbedaan dari gambar-gambar yang dihasilkan dari hasil pengamatan, menentukan ketebalan preparat sampai memperoleh gambar yang baik, mencatat hasil pengamatan, memberi komentar terhadap hasil yang didapatkan, membuat simpulan, menentukan alat dan bahan yang akan digunakan, menjelaskan hasil percobaan/presentasi didepan kelas dan mengkomunikasikan secara tulis denga menggambar/membuat laporan.

Hasil Belajar

      Hasil belajar Biologi yang dicapai seseorang setelah melaksanakan kegiatan belajar dan merupakan penilaian yang dapat dicapai siswa untuk mengetahui sejauh mana materi pelajaran sudah diterima siswa. Menurut Nasution(2006:46) hasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar mengajar dan biasanya ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan guru, hal ini sejalan pendapat yang disajikan oleh Dimyati dan Mujiono (2002: 46) bahwa “hasil belajar adalah hasil yang ditunjukkan dari suatu interaksi tindak belajar dan biasanya ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru”. Berdasarkan pendapat para pakar pendidik diatas, maka dalam penelitian ini yang dimaksud dengan hasil belajar adalah suatu interaksi tindak belajar mengajar yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru. Jenis dan bentuk tes hasil belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan tes tertulis yang terdiri dari Pilihan ganda 20 soal, uraian singkat 10 soal dan uraian 5 soal

Model  pembelajaran PBI

      Pengertian model  pembelajaran  PBI merupakan pembelajaran berbasis masalah. Model PBI memungkinkan dikembangkannya ketrampilan berpikir siswa (penalaran,komunikasi dan koneksi) dalam memecahkan masalah. Menurut Tan(2000) pembelajaran berbasis masalah merupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada.  Tan (2003) juga mengemukakan bahwa  pembelajaran berbasis masalah mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa melalui proses kerja kelompok/tim yang sistematis sehingga siswa dapat   memberdayakan, mengasah, menguji dan mengembangkan kemampuan berpikirnya  secara berkesinambungan.  (Margeston:1994)  menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah akan membantu meningkatkan perkembangan ketrampilan belajar sepanjang hayat dalam pola pikir yang terbuka, reflektif, kritis dan belajar aktif. (Depdiknas, 2002:12) mengemukakan bahwa pembelajaran bebasis masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata  sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah serta untuk memperoreh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

     Karakteristik pembelajaran berbasis masalah menurut Tan adalah sebagai berikut: 1)Permasalahan menjadi strating pont dalam belajar, 2)Permaslahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada didunia nyata dan tidak terstruktur, 3)Permasalahan membutuhakna perspektif ganda, 4)Permasalahan, menantang pengetahuan yang dimiliki siswa,sikap, dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar, 5)Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama, pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya dan evaluasi sumber informasi merupakan hal yang esensial dalam pembelajaran berbasis masalah, 6)Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif, 7)Pengembangan ketrampilan inquiari dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan, 8)Keterbukakaan proses dalam pembelajaran ini meliputi integrasi dari sebuah proses belajar, 9)Pembelajaran ini melibatkan evaluasi dari review  pengalaman siswa dan proses belajar.

     Berdasarkan uraian pengertian metode PBI maka yang dimaksud dengan PBI dalam penelitian ini adalah pembelajaran bebasis masalah yang menggunakan masalah dunia nyata  sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah serta untuk memperoreh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

Kerangka Berpikir Penelitian

      Keberhasilan siswa dalam mengikuti proses belajar dipengaruhi oleh  banyak hal antara lain faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi antara lain jasmaniah, psikologis dan kelelahan. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi antara lain faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Faktor sekolah yang paling berpengaruh antara lain metode mengajar, relasi guru dengan siswa, alat pelajaran, dan metode belajar.

     Dalam aktifitas pembelajaran dikelas guru harus dapat memusatkan perhatian siswa pada materi pelajaran dengan situasi yang menyenangkan. Faktor internal maupun faktor eksternal yang berpengaruh dalam pembelajaran dapat diminimalkan agar  menigkatkan hasil belajar siswa. Salah satu cara untuk meningkatkanya adalah menggunakan model PBI

Hipotesis Tindakan

      Berdasarkan uraian kerangka teori dan kerangka berpikir diatas, maka hipotesis tindakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini diduga adalah: Penerapan Model PBI dapat meningkatkan   Ketrampilan Proses  dan hasil belajar  Biologi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara Semester 1 Tahun pelajaran 2015/2016.

METODE PENELITIAN

     Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Purwanegara, Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara disemester 1 tahun pelajaran 2015/2016 kelas XI IPA 1. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran Biologi selama 2 siklus yang dimulai bulan Juli sampai Oktober 2015.

      Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Purwanegara berjumlah 25 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki dengan karekteristik siswa memiliki potensi dan kompetensi yang heterogen. SMA N 1 Purwanegara tersebut tempat peneliti melaksanakan tugas mengajar sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

     Sumber data pada penelitian tindakan kelas ini yang digunakan adalah sumber data siswa meliputi data tentang ketrampilan proses, data tentang hasil belajar pada mata pelajaran Biologi dan data tentang penerapan model pembelajaran PBI. Sumber data guru meliputi data ketrampilan guru merencanakan perbaikan pembelajaran, proses pembelajaran seperti interaksi pembelajaran dan implementasi penerapan PBI. Sumber data kolaborator meliputi pengamatan penerapan model pembelajaran PBI, hasil refleksi bersama guru peneliti.

Baca Juga : Mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas

     Pada penelitian ini teknik dan alat pengumpulan data menggunakan Teknik Tes  yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Teknik Pengamatan/observasi Pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan tentang ketrampilan proses dan pengamatan tentang penerapan PBI dalam proses pembelajaran dan pengamatan perilaku peserta didik. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen pra siklus tentang ketrampilan proses dan hasil belajar serta dokumen perangkat pembelajaran. Data yang diperoleh pada penelitian ini kemudian di analisis secara deskriptif komparatif yaitu membandingkan ketrampilan proses dan hasil belajar pada pra siklus dengan  siklus I kemudian direfleksi. Ketrampilan proses dan Hasil belajar pada siklus I dibandingkan dengan siklus II dilanjutkan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Diskripsi Kondisi Awal                          

       Pembelajaran mata pelajaran Biologi yang dilakukan peneliti pada kondisi awal  menggunakan ceramah. Pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa cenderung pasif. Siswa hanya mendengarkan ,mencatat, dan melakukan aktifitas eksperimen. Kondisi proses pembelajaran ini berakibat ketrampilan prosesnya rendah. Hal ini ditunjukkan hasil pengamatan dari 25 siswa jumlah siswa yang ketrampilan proses rendah 3 siswa atau 12%, ketrampilan proses sedang 5 siswa atau 20%, ketrampilan proses tinggi 25 siswa atau 68 %. Secara umum kemampuan ketrampilan proses dalam proses pembelajaran Biologi di SMA N 1 kelas XI IPA 1 semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 kategori rendah.

       Kondisi rendahnya ketrampilan proses berdampak juga pada rendahnya hasil belajar. Dari nilai ulangan harian pra siklus menunjukkan banyak siswa yang belum tuntas atau yang mendapatkan nilai lebih besar dari KKM = 75 ada 18  siswa dengan ketuntasan belajar 72%. Nilai tertinggi 80, nilai terendah 42, dengan rentang nilai 42-92 dan  nilai rata-rata 73,19. Kondisi lain pada pra siklus, siswa dalam proses belajar mengajar tidak melakukan diskusi dan komunikasi berjalan satu arah.

Deskripsi siklus 1

     Hasil penelitian untuk mengetahui seberapa besar kemampuan ketrampilan proses siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran biologi, mengetahui seberapa besar hasil belajar siswa mata pelajaran biologi, data yang digunakan analisis penelitian ini berupa skor pengamatan dan diinterpretasikan dalam analisis kualitatif berupa tinggi, sedang dan rendah. Untuk tes hasil belajar meliputi penilaian kognitif berupa data skor kuantitatif. Hasil analisis tes diperoleh skor tertinggi, terendah, rerata dan ketuntasan belajar siswa. Setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus 1, diperoleh data sebagai berikut:

Data Kemampuan Ketrampilan Proses

Data tentang  ketrampilan proses diambil setelah melakukan pembelajaran pada akhir siklus 1, instrumen data berupa lembar pengamatan yang terdiri dari 10 indikator. Dari data diperoleh kemampuan ketrampilan proses skor 10-19 kategori rendah, kemampuan ketrampilan proses 20-30 kategori sedang, kemampuan ketrampilan proses 31-40 kategori tinggi. Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 1

Daftar Distribusi frekuensi kemampuan ketrampilan Proses pada siklus 1

Rentang data Tally Frekuensi % SXF
10-19

 

20-30

 

IIII I 6 24% 150
31-40

 

 

IIII IIII IIII IIII 19 76%  

674,5

Jumlah 25 100% 824,5
Rata-rata 32,982

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi kemampuan ketrampilan proses  diperoleh hasil sebagai berikut: skor tertinggi 35, skor rerata 32,98  modus skor 32 . Siswa yang mendapatkan kategori  tinggi 19 atau 76 % .

Tabel 2

Rekapitulasi ketrampilan proses siklus 1

Rata- Rata 29,32
Kemampuan ketrampilan proses tinggi 19 76%
Kemampuan ketrampilan proses sedang 6 24%
Kemampuan ketrampilan proses rendah

Berdasarkan rekapitulasi ketrampilan proses siklus 1 diperolah hasil sebagai berikut: rata-rata 29,32, ketrampilan proses tinggi 76% dan ketrampilan proses sedang 24%.

 Data Tentang Tes Hasil Belajar

 Setelah pembelajaran  Jaringan tumbuhan berlangsung 3 kali pertemuan maka dilakukan tes tertulis. Jumlah soal sebanyak 35 . Hasil tes diperoleh sebagai berikut:

Tabel 3

Daftar Distribusi Frekuensi Tes Hasil Belajar pada Silkus I

Rentang Nilai Tally Frekuensi % SXF
91-100 I 1 4% 95,5
81-90 IIII  I 6 24% 513
71-80 IIII  IIII III 13 52% 981,5
61-70 II 2 8% 131
51-60 I 1 4% 55,5
41-50 II 2 8% 91
31-40
21-30
11-20
01-10
Jumlah 25 100% 1867,5
Rata-rata 74,7

Tes hasil belajar jaringan tumbuhan diperoleh hasil sebagai   berikut: skor tertinggi 92,31 skor terendah 44,62, skor rerata 74,7 modus skor  75 masih ada  6 siswa (24 %) yang mendapat skor dibawah ketuntasan belajar minimal.

Hasil Refleksi Siklus

      Akhir pertemuan ke 3 pada tiap siklus, untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan penerapan model pembelajaran PBI maka antara guru kolaborator dan guru peneliti melakukan diskusi refleksi. Diskusi refleksi pada siklus 1 mengacu pada pertanyaan Apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan rencana yang telah disusun? Bagaimana tingkat pencapaian proses dan hasil belajar siswa? Perubahan apa yang terjadi baik guru maupun siswa? Diskusi refleksi dilakukan pada hari jumat tanggal 28 agustus di ruang guru SMA N 1 Purwanegara dengan hasil analisis dan diskusi secara kolaboratif diperoleh data sebagai berikut: Berdasarkan kriteria keberhasilan, maka:Kemampuan ketrampilan proses  baru mencapai 19 siswa yang tinggi atau 76% sehingga belum berhasil, karena kriteria keberhasilan 80% atau 20 siswa. Hasil belajar mata pelajaran Biologi nilai rata- rata baru mencapai 74,83 dengan ketuntasan belajar 76% sehingga belum berhasil karena kriteria keberhasilan nilai rata-rata 75 dengan ketuntasan belajar 80%. Keputusan refleksi bersama kolaborator, maka kekurangan yang segera diperbaiki adalah: Memperkecil kelompok praktikum/diskusi,Masih ditemukan siswa yang belum aktif dalam  pembelajaran, perlu dicarikan solusi agar semua anggota kelompok aktif dengan memperkecil anggota kelompok yang heterogen, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan siklus II dengan ketentuan 1) materi pembelajaran melanjutkan kompetensi dasar 2.2. mendeskripsikan struktur jaringan hewan dan vertebrata dan mengkaitkannya dengan fungsinya, 2) pembelajaran menerapkan PBI, 3) perbaikan yang dilakukan adalah memperkecil anggota kelompok yang heterogen dan beranggotakan 4 siswa perkelompok.

Hasil Deskripsi Siklus II

Setelah melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II, diperoleh data sebagai berikut: Data Kemampuan Ketrampilan Proses. Data tentang kemampuan ketrampilan proses diambil setelah melakukan pembelajaran pada akhir siklusII, instrumen data berupa lembar pengamatan yang terdiri dari 10 indikator. Dari data diperoleh kemampuan ketrampilan proses skor 10-19 kategori rendah, kemampuan ketrampilan proses 20-30 kategori sedang, kemampuan ketrampilan proses 31-40 kategori tinggi. Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

                      Tabel 4.7.

      Daftar Distribusi frekuensi kemampuan ketrampilan Proses pada siklus 1I

Rentang data Tally Frekuensi % SXF
10-19

 

 

20-30

 

 

III 3 12% 75
31-40

 

 

IIII IIII IIII IIII II 22 88% 781
Jumlah 25 100% 856
Rata-rata 34,24

  Berdasarkan tabel di atas, kemampuan ketrampilan proses diperoleh hasil sebagai berikut: skor tertinggi 36, skor rerata 34,24  modus skor 32 . Siswa yang mendapatkan kategori  tinggi 22 atau 88 % .

Data Tentang Tes Prestasi Belajar

     Setelah pembelajaran  Jaringan Hewan berlangsung 3 kali pertemuan maka dilakukan tes tertulis. Jumlah soal sebanyak 35 . Hasil tes diperoleh sebagai berikut:

                                                   Tabel 4.8.

                 Daftar Distribusi Frekuensi Tes Hasil Belajar pada Silkus I

Rentang Nilai Tally Frekuensi % SXF
91-100 IIII 4 16% 382
81-90 IIII   IIII 9 36% 769,5
71-80 IIII  IIII I 11 44% 830,5
61-70 I 1 4% 65,5
51-60
41-50
31-40
21-30
11-20
01-10
Jumlah 25 100% 2047,5
Rata-rata 81,9

Tes hasil belajar Jaringan Hewan diperoleh hasil sebagai   berikut: skor tertinggi 95,38 skor terendah 67,69, skor rerata 81,9modus skor  83,08  ada  4 siswa (16 %) yang mendapat skor dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM)

 Nilai tertinggi 95,38
Nilai terendah 67,69
Nilai rata-rata 81,8
Modus 83,08
Ketuntasan belajar 84%
Rentang skor 95,38 – 67,69

Hasil analisis tes prestasi belajar jaringan hewan , diperoleh rerata 81,8 nilai tertinggi 95,38 nilai terendah 67,69 modus 83,08 ketuntasan belajar 84%

Hasil Refleksi Siklus II

Akhir pertemuan ke 3 pada  pada tiap siklus, untuk mengetahui ketercapaian pelaksanaan penerapan PBI maka antara guru kolaborator dan guru peneliti melakukan diskusi refleksi. Diskusi refleksi pada siklus II mengacu pada pertanyaan apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan rencana yang telah disusun? Bagaimana tingkat pencapaian proses dan hasil belajar siswa? Perubahan apa yang terjadi baik pada guru maupun siswa?Keputusan refleksi bersama kolaborator maka Kemampuan ketrampilan proses  sudah mencapai  88% atau 22 siswa yang sudah  mempunyai kemampuan ketrampilan proses tinggi dan sudah melampaui  indikator keberhasilan 80%.Hasil belajar Biologi  mencapai rata-rata 81,9 dengan ketuntasan belajar 84% sehingga sudah  berhasil melampaui  indikator keberhasilan 80% dan penelitian selesai sampai siklus II

Pembahasan antar siklus

     Pada pengamatan pra siklus kemampuan ketrampilan proses tinggi hanya  68%  atau 17 siswa dari 25 siswa, kemampuan ketrampilan proses sedang 20 % atau 5 siswa dan kemampuan ketrampilan proses rendah 12% atau 3 siswa. Jadi rerata kemampuan ketrampilan proses pada pra siklus adalah rendah. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model PBI kemampuan ketrampilan proses mengalami peningkatan .  Kemampuan ketrampilan proses tinggi 76%  atau 19 siswa dari 25 siswa, kemampuan ketrampilan proses sedang 24% atau 6 siswa, dan tidak ditemukan lagi yang berketrampilan proses rendah. Rerata kemampuan ketrampilan proses pada siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan  . Hal ini disebabkan situasi pembelajaran masih canggung karena siswa belum terbiasa menggunakan model PBI, guru masih kurang efektif dalam mengelola waktu, situasi kelas masih kurang komunikatif masih ditemukan anggota kelompok yang pasif. Pada siklus II penerapan model pembelajaran PBI dengan memperkecil anggota kelompok mampu meningkatkan kemampuan ketrampilan proses secara optimal. Hasil pengamatan pada siklus II adalah sebagai berikut kemampuan ketrampilan proses tinggi 88% atau 22 siswa dari 25 siswa, kemampuan ketrampilan proses sedang 12% atau 3 siswa. Jadi rerata ketrampilan proses pada siklus II adalah tinggi. Perbandingan hasil penelitian pra siklus, siklus I dan siklus II  setelah dilakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4. 13

Perbandingan kemampuan ketrampilan proses

Pra siklus, siklus I dan siklus II

no Kemampuan ketrampilan proses Pra siklus Siklus I Siklus II
1 Tinggi 17 19 22
2 Sedang 5 6 3
3 Rendah 3
4 Rata-rata 27,24 29,32 32,32

      Berdasarkan data diatas pada siklus I ada kenaikan rerata kemampuan ketrampilan proses dari 27,24 menjadi 29,32. Pada siklus II ada kenaikan rerata kemampuan ketrampilan proses dari 29,32 menjadi 32,32. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model PBI dapat meningkatkan rerata kemampuan ketrampilan proses dari 27,24 menjadi 32,32. Hasil belajar mata pelajaran Biologi yang diukur ,melalui tes hasil belajar menunjukkan hasil pada pra siklus rerata 73,19 dan ketuntasan 72% . Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model PBI ada peningkatan. Pada siklus I rerata 74,83 dan ketuntasan 76%. Dari hasil refleksi tersebut masih masih belum mencapai indikator keberhasilan. Dengan memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus I yaitu memperkecil anggota kelompok menjadi beranggota 4 siswa perkelompok hasil tes pada siklus II rerata 81,8 dan ketuntasan 84%.

Perbandingan tes hasil belajar pra siklus, siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut:

No Tes Hasil Belajar Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Nilai tertinggi 92 92,31 95,38
2 Nilai Terendah 42 44,62 67,69
3 Nilai Rata-rata 73,19 74,83 81,8
4 Ketuntasan Belajar 72% 76% 84%

Pada tabel diatas terlihat pra siklus nilai rata-rata 73,19, pada siklus I nilai rata-rata 74,83 dan pada siklus II nilai rata-rata 81,8. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan model PBI , dapat meningkatkan hasil belajar pada siklus I dari 74,83 menjadi 81,8 pada siklus II. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model PBI dapat meningkatkan hasil belajar dari rerata 74,83 menjadi 81,8. Model pembelajaran PBI juga dapat menaikkan ketuntasan belajar. Ketuntasan Belajar  pada pra siklus 72%, siklus I  76% dan siklus II 84%. Ini berarti pada siklus I ada peningkatan hasil belajar dari 76% menjadi 84%.

     Dari uraian diatas maka dapat diperoleh hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajara PBI dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan proses tinggi dari 76% menjadi 88% ,dan  dapat meningkatkan hasil belajar rata-rata dari 74,83 menjadi 81,8.

PENUTUP      

Simpulan

  1. Penerapan Model PBI dapat meningkatkan  ketrampilan proses kategori tinggi mata pelajaran Biologi siswa kelas XI IPA 1 SMA N I Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 dari pra siklus 68% menjadi 88% pada akhir siklus II.
  2. Penerapan Model PBI dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Biologi siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1 Purwanegara semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 dari pra siklus rata-rata 73,19 menjadi 81,8 pada akhir siklus II dan ketuntasan belajar dari 72% menjadi 84%.

Saran

  1. Saran Untuk Penelitian Lanjut
  2. Indikator ketrampilan proses disesuaikan dengan referensi yang lebih banyak.
  3. Pelaksanaan penelitian ini baru II siklus, peneliti lain selanjutnya dapat menambah siklus III untuk mendapatkan temuan-temuan yang lebih signifikan.
  4. Perlu ditingkatkan tingkat validasinya untuk mendapatkan data hasil penelitian yang lebih berkualitas
  5. Penerapan Hasil Penelitian

     Mengingat penerapan pendekatan PBI dapat meningkatkan kemapuan ketrampilan proses dan hasil belajar pada mata pelajaran Biologi di sekolahnya. Sekolah perlu memberikan fasilitas guru agar menerapkan pendekatan PBI agar kemampuan Ketrampilan Proses dan Hasil Belajar meningkat.

Daftar Pustaka

Baetlestone,florence.2013.Creative earning : Nusa Media. Bandung

Huda, Miftahul. 2015. Cooperative Lerning : Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Rusman. 2014. Model-model Pembelajaran : Raja Grafindo Persada. Jakarta

Sudjana, Nana. 1989. Penilaian Hasil Belajar : Remaja Rosdakarya. Bandung

Suyono. 2011. Belajar dan Pembelajaran  : Remaja Rosdakarya. Bandung

Sugiyanto. 2009. Model-model Pembelajaran Inofatif FKIP UNS Surakarta

Jurnal-unesa.ac.id/indek php/” jurnal pendidikan teknik mesin”

Fatek. Unima.ac.id/jurnal-2-“penggunaan model pembelajaran-prop”Respiratori.unib.ac.id/89021

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *