role playing

PTK SMP Matematika : Aritmetika Sosial Melalui Metode Role Playing

MENINGKATKAN  MINAT DAN PRESTASI BELAJAR  MATEMATIKA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL MELALUI METODE PEMBELAJARAN  ROLE PLAYING KELAS VIIC  SMP NEGERI 2 JATILAWANG  TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015.

Oleh: : Karmiati*)

 

 

Abstrak: Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya dilakukan pembaharuan dalam peningkatan kreativitas mengajar guru dalam pengelolaan proses pembelajaran matematika pada materi aritmatika sosial di sekolah menengah pertama sebagai respons semakin melemahnya kualitas belajar siswa. Dalam kegiatan pembelajaran, materi pelajaran tidak kontekstual, dan kinerja siswa rendah, baik pada proses maupun produk belajarnya. Dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran aritmatika sosial dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode  pembelajaran  role playing. Penelitian ini dilakukan di kelas VIIC SMP Negeri 2  Jatilawang dengan dua siklus. Dari hasil observasi aktivitas siswa meningkat. Sedangkan hasil belajar aritmatika  siswa menunjukkan peningkatan dari rata-rata sebesar 65,0 pada kondisi awal, pada  siklus pertama menjadi 75,5 dan pada siklus kedua menjadi 77,9 . Ketuntasan belajar siswa juga menunjukkan peningkatan dari 47% pada kondisi awal , pada siklus pertama menjadi 74% dan  pada siklus kedua 85%  dari nilai kriteria ketuntasan minimal 71.

Kata Kunci : minat belajar, prestasi belajar,metode pembelajaran role playing.

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran matematika yang dilaksanakan dikelas VIIC SMP Negeri 2 Jatilawang sudah dilakukan dengan cara berdiskusi kelompok. Akan tetapi masih ada siswa yang masih kurang aktif dalam berdiskusi atau hanya diam saja dan tidak ikut berpartisipasi dalam kelompoknya. Ini berakibat prestasi belajar matematika khususnya materi aritmatika sosial  sangat rendah.  Prestasi belajar aritmatika sosial kelas VII SMP Negeri 2 Jatilawang khususnya VIIC masih rendah terlihat dari hasil ulangan harian yang belum seluruh siswa dapat mencapai KKM 71.

  Untuk itu perlu diupayakan pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan metode diskusi yang dapat dilakukan siswa dengan minat yang tinggi .

 Berdasarkan latar belakang tersebut  maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu “ Apakah Metode Pembelajaran Role Playing Dapat Meningkatkan  Minat Dan Prestasi Belajar Aritmatika Sosial  Kelas VIIC SMP Negeri 2 Jatilawang  Tahun 2014/2015?”

LANDASAN TEORI

  Bahan pelajaran  yang  menarik  minat siswa, akan  sering di pelajari oleh siswa yang bersangkutan. Dan sebaliknya bahan pelajaran yang tidak menarik minat siswa tentu akan dikesampingkan oleh siswa, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Slameto (1991: 187) bahwa “Minat mempunyai pengaruh  yang  sangat  besar  terhadap  belajar,  karena  bila  bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak  akan  belajar  dengan  sebaik-baiknya,  karena  tidak  ada  daya  tarik baginya”.

  Pembelajaran yang dilakukan oleh  guru pada kondisi awal belum menimbulkan minat siswa untuk belajar matematika ,sehingga hasil belajar siswa masih rendah. Pembelajaran dengan metode diskusi yang dilaksanakan belum dapat menggugah minat siswa secara maksimal . Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pembelajaran yang menggugah minat siswa dan dapat meningkatkan prestasi belajar. Dengan pembelajaran menggunakan model role playing  ini diharapkan siswa dapat lebih berminat dalam mengikuti pembelajaran dan dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

HIPOTESIS TINDAKAN       

            Dari kajian teori dan kerangka berpikir tersebut ,dapat ditarik sebuah hipotesis  tindakan  yaitu “ Melalui  Metode Pembelajaran  Role Playing Mampu Meningkatkan Minat Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIIC  SMP Negeri 2 Jatilawang  Tahun 2014/2015 “.

METODE PENELITIAN

Subyek penelitian dipilih siswa kelas VIIC SMP Negeri 2 Jatilawang. Peneliti mengajar tiga kelas VII yaitu VIIA,VIIB,VIIC. Dari ketiga kelas tersebut kelas VIIC menunjukan siswanya kurang berminat dan prestasi belajarnya masih rendah. Semua siswa kelas VIIC sebagai subyek penelitian sejumlah 34 siswa. Sumber data lain dari teman sejawat (observer) guru matematika yaitu Bu Ida Retnowati,S.Pd. Penelitian dilaksanakan 3  bulan yaitu bulan Maret sampai dengan Mei 2015.

Untuk mengetahui perkembangan keaktifan belajar siswa dan kegiatan guru dalam mengajar dilakukan metode observasi (pengamatan) oleh guru observer. Menurut Muliono (2000 : 126) pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan langsung diperoleh dari data. Dalam pengumpulan data alat yang  digunakan berupa lembar observasi,pedoman wawancara, butir soal tes.  Dalam penelitian ini data berasal dari observasi, dokumentasi , wawancara , dan tes  terhadap pihak – pihak  yang terkait langsung  dalam pembelajaran. Untuk menganalisis data bentuk yang diguanakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif menggunakan Analisis Diskripsi Komparatif  yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal ,nilai siklus I dan nilai setelah siklus II. Pembelajaran dapat dinyatakan berhasil jika lebih dari 85% siswa dapat mencapai nilai KKM  71.

 Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang terdiri dari dua siklus . Setiap siklus terdiri dari dua  kali tatap muka . Setiap tatap muka melakukan kegiatan pembelajaran dari materi konsep aritmatika sosial .Waktu yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas ini  empat  kali  tatap muka , dan dua kali untuk tes. Kegiatan – kegiatan dalam setiap tindakan meliputi tahap : Perencanaan (Planning) , Pelaksanaan ( acting), pengamatan(observating)  dan Refleksi ( Reflecting).

Kegiatan siklus 1

Pada siklus ini dilaksanakan 3 kali  pertemuan ( 5 x 40 menit ). 2 kali pertemuan  untuk kegiatan pembelajaran dan 1 kali pertemuan untuk tes akhir siklus.

Perencanaan ( Planning)

Pada tahap ini, peneliti menyusun rencana-rencana yang akan dilakukan pada saat pembelajaran, meliputi:

  1. Menyusun RPP materi aritmatika sosial yaitu perhitungan jual beli.
  2. Menyusun skenario role playing .
  3. Memberikan skenario role playing kepada kelompok siswa untuk dipelajari dan dipersiapkan pada pelaksanaan pembelajaran.
  4. Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes.
  5. Mempersiapkan daftar nilai.

Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Guru meminta kepada siswa untuk berkelompok 4-5 orang secara heterogen. Mereka diminta mempersiapkan diri untuk memerankan skenario yang telah ditugaskan dalam setiap kelompok . Setiap kelompok menampilkan adegan sesuai dengan skenario masing –masing yaitu memerankan peran jual beli antara pedagang toko dengan pembeli.Siswa yang berperan sebagai penjual memperhitungkan keuntungan/kerugian dan prosentase yang diperoleh,sedangkan siswa yang berperan sebagai pembeli menghitung banyak uang yang dipakai dan sisa setelah pada saat jual beli.

Pengamatan ( Observating )

            Dalam tahap observasi ini, observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator, kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Observasi dilakukan dengan instrumen observasi. Hasil pengamatan pada siklus satu yaitu sebagian besar siswa cenderung masih  kurang berminat menyelesaikan soal-soal latihan. Hanya  3 siswa yang berani menyampaikan pendapat atau bertanya. Minat belajar siswa dalam pembelajaran masih kurang ditandai dengan beberapa siswa selama pembelajaran berlangsung tidak segera menyelesaikan perhitungan materi aritmatika sosial.

Refleksi

Refleksi dari kegiatan siklus I yaitu  pada kegiatan di kelompok, keaktifan siswa perlu ditingkatkan dengan cara memberi pembimbingan kepada anggota kelompok  yang masih mengalami kesulitan di dalam menerapkan pembelajaran role playing. Guru harus memberi  pelayanan yang maksimal kepada siswa, setiap kelompok diberi waktu untuk mempresentasikan hasil kerjanya dan kemudian ditanggapi dan disempurnakan. Data kuantitatif  dan kualitatif yag diperoleh pada tahap ini menjadi dasar perencanaan pembelajaran pada siklus II.

Kegiatan Siklus II

Pada siklus ini dilaksanakan 3 kali  pertemuan ( 5 x 40 menit ). 2 kali pertemuan  untuk kegiatan pembelajaran dan 1 kali pertemuan untuk tes akhir siklus.

Perencanaan ( Planning)

  1. Menyusun RPP untuk dilaksanakan pada siklus II
  2. Menyusun skenario bermain peran (Role Playing) dengan materi perbankan/koperasi.
  3. Pemberian skenario pada kelompok untuk dipelajari sebelum ditampilkan pada tahap pelaksanaan pembelajaran.
  4. Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes.
  5. Mempersiapkan daftar nilai

Pelaksanaan Tindakan (Acting)

          Guru meminta kepada siswa untuk berkelompok 4-5 orang secara heterogen. Mereka diminta mempersiapkan diri untuk memerankan skenario yang telah ditugaskan dalam setiap kelompok . Setiap kelompok menampilkan adegan sesuai dengan skenario masing –masing yaitu memerankan pegawai bank/koperasi dengan nasabah yang sedang melakukan transaksi peminjaman atau tabungan. Pengamatan ( Observating )

Siswa lebih aktif dalam bertanya apabila mereka merasa tidak bisa mengerjakan soal latihan. Hal ini ditandai dengan meningkatkan jumlah siswa yang berani bertanya dari 3 siswa menjadi 18 siswa. Suasana kelas terkendali.  Siswa lebih aktif menyelesaikan soal tentang aritmatika sosial. Pada kegiatan pembelajaran siswa lebih mengerti apa yang harus dilakukan khususnya pada saat kelompok lain sedang bermain peran. Siswa lebih berani mengungkapkan pendapat dan bertanya.

Refleksi                                                                                                                                   

Pada siklus kedua siswa lebih percaya diri dan termotivasi dalam pembelajaran dengan metode bermain peran/role playing. Selama kegiatan pembelajaran siswa tampak aktif, komunikatif karena tiap siswa telah memahami dan mengerti tugas masing-masing dalam penerapan metode bermain peran ( role playing).

HASIL PENELITIAN

            Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VII C SMP Negeri 2 Jatilawang tahun pelajaran 2014/2015 menggunakan pembelajaran role playing bertujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar materi aritmatika sosial pada siswa. Hasil penelitian diperoleh dari data awal, hasil observasi dan tes akhir siklus.

Hasil Belajar Siklus I

            Hasil belajar belajar siswa meliputi aspek kognitif, psikomotorik dan afektif . Dalam penelitian  ini data ketiga aspek tersebut diperoleh dari hasil tes tertulis dan  observasi keaktifan dalam pembelajaran. Hasil belajar pada siklus I diperoleh data sebagai berikut:

grafik 1

Grafik 1 . Hasil Belajar Pada Siklus pertama

     Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 75,7 dan pada siklus I yang tuntas ada 25 siswa (74%) yang tidak tuntas ada 9  siswa (  26%).

Hasil Belajar Siklus II

      Pada siklus II kelompok siswa masih sama dengan siklus I. Kelompok dibentuk secara heterogen.   Hasil belajar siswa pada siklus kedua tampak pada data di bawah ini:

Grafik 2. Hasil Belajar pada Siklus Kedua

Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 77,9  dan pada siklus kedua yang tuntas mencapai 85% (ada  29 siswa) sedangkan yang tidak tuntas mencapai 15% ( ada  5 siswa) dari keseluruhan 34 siswa.

Pembahasan antar siklus

Berdasarkan hasil pengamatan pembelajaran pada siklus II nampak ada penigkatan yang signifikan , yaitu dari ketuntasan siswa pada siklus I sebesar  74 % menjadi 85 % . Ketercapaian indikator yang ditetapkan  sudah mencapai yang ditargetkan,sehingga pembelajaran siklus II dapat dinyatakan siklus pemantapan dan penelitian berhenti pada siklus II. Untuk hasil pembelajaran secara jelas dapat dilihat dalam tabel berikut:

Grafik 3. Jumlah Ketuntasan Tiap Siklus

Dari data diatas tampak bahwa ada peningkatan prosentase yang signifikan  dari siklus pertama ke siklus kedua. Ketuntasan pada kondisi awal hanya 47% ( 16 siswa). Pada siklus pertama prosentase ketuntasan mencapai 74 % ( 25 siswa) dari 34 siswa. Ketuntasan belajar pada siklus kedua mencapai 85 % (29 siswa ). Hal ini sudah mencapai indikator yang ditetapkan.

Aspek Keaktifan Siswa

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada materi aritmatika sosial  ini aktivitas siswa yang diamati  yang ditampilkan dalam tabel  berikut ini:

Tabel 1. Perolehan data Keaktifan Siswa Pada Tiap Siklus

No Pernyataan Keadaan pada tiap siklus
Kondisi Awal I II
1 Tanggapan siswa dalam memperhatikan pembelajaran  role playing. cukup baik baik
2 Keterlibatan siswa dalam kelompok kurang baik Amat baik
3 Keberanian siswa dalam bertanya kurang baik baik
4 Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat kurang cukup baik
5 Kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman kurang baik Amat baik
6 Kerjasama dalam kelompok kurang baik baik
7 Kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok kurang baik Amat baik
8 Kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas. kurang cukup baik

 

Aspek  Aktivitas Guru

    Dalam pelaksanaan penelitian aktivitas guru yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi, sistematika penyampaian tugas pada siswa, kejelasan dalam pemberian konsep, kesesuaian media yang dipergunakan, pengelolaan kelas, penggunaan papan tulis, komunikasi yang ditimbulkan, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas, guru berpakaian bersih rapi dan sopan, mobilitas guru, serta ekspresi guru, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran.

Tabel l. Perolehan  Data Aktivitas Guru Pada Tiap Siklus

No Pernyataan Keadaan pada tiap Siklus
Pra siklus I II
1 Pembukaan

 motivasi

 apersepsi

 

Cukup

Cukup

 

Baik

Baik

 

Baik

Baik

2 Perangkat pembelajaran

 penguasaan materi

 sistematika penyampaian tugas pada siswa

 kejelasan dalam pemberian konsep

 kesesuaian media yang dipergunakan

 pengelolaan kelas

 penggunaan papan tulis komunikasi yang ditimbulkan

 ada tidaknya penghargaan kepada siswa

 

Baik

Cukup

 

Baik

 

Cukup

 

Cukup

Baik

 

Baik

 

Baik

Baik

 

Baik

 

Cukup

 

Cukup

Baik

 

Baik

 

Baik

Sangat Baik

 

Sangat Baik

 

Baik

 

Baik

Baik

 

Baik

3 Penampilan guru

 suara guru harus dapat didengar dengan jelas

 guru berpakaian bersih rapi dan sopan

 mobilitas guru

 ekspresi guru

 

Baik

 

Baik

 

Baik

Baik

 

Baik

 

Baik

 

Baik

Baik

 

Baik

 

Baik

 

Baik

Baik

4 Penutup

 rangkuman materi yang disampaikan guru

 postes

 cara menutup pembelajaran

 

Baik

 

Baik

Baik

 

Baik

 

Baik

Baik

 

Baik

 

Baik

Baik

SIMPULAN

Berdasarkan penelitian tindakan kelas Pembelajaran metode role playing dapat meningkatkan minat siswa kelas VII-C SMP Negeri 2 Jatilawang  dalam belajar matematika. Proses pembelajaran metode role playing dapat meningkatkan minat siswa kelas VII-C SMP Negeri 2 Jatilawang dalam belajar matematika.  Minat siswa dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-C SMP Negeri 2 Jatilawang dengan ketercapaian ketuntasan mencapai 85 % .

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsini, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.

Kemmis dan Teggart. 1988. The Action Research Planner. Deakin Univercity.

Muhibbin Syah. (2003). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Said Hudri.Prestasi Belajar.Diakses tanggal 30 Januari 2014 dari http://exspresisastra.blogspot.com/Pengertian-Belajar dan Prestasi.Belajar.

 

BIO DATA PENULIS

NAMA                         : KARMIATI,S.Pd

NIP                              : 19710625 199512 2 001

JABATAN/GOL          : GURU MADYA/IVa

UNIT KERJA              : SMP NEGERI 2 JATILAWANG

EMAIL                         : ibukarmiati@gmail.com

HP                               : 081327014411 dan 0895365043579




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *