BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK SISWA KELAS VIII D

PTK SMP Matematika Pendekatan Saintifik Kelas VIII

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Pendekatan saintifik siswa kelas VIII d SMP Negeri 2 Purwanegara Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015

 

Oleh:

Sri Budiarti, S.Pd. MM

Guru Matematika SMP Negeri 2 Purwanegara

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar matematika pada SMP Negeri 2 Purwanegara kelas VIII D semester II tahun pelajaran 2014/2015. Penelitia ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Purwanegara, kabupaten Banjarnegara dengan 2 siklus. Berdasarkan analisis data dan refleksi, peningkatan kemampuan pemecahan masalah dari kondisi awal kategori tinggi  6,67%  pada siklus I kategori tinggi 20,00% pada siklus II kategori tinggi meningkat menjadi 86,67%. Sedangkan prestasi belajar matematika dari kondisi awal 26,67% ,pada siklus I ketuntasan belajar  menjadi 66,67% dan pada siklus II menjadi 83,33%. Indiktor kemampuan pemecahan masalah dinyatakan berhasil jika 80 % siswa kategori tinggi dalam pembelajaran. Dan prestasi belajar matematika siswa dinyatakan berhasil,  jika ketuntasan belajar 80 % dengan  KKM 75,00. Dengan tercapainya indikator yang ditetapkan pada penelitian tindakan kelas ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar Matematika pada siswa keas VIII D SMP Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014/2015.

Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Prestasi Belajar Matematika, Saintifik.

 

PENDAHULUAN

SMP Negeri 2 Purwanegara berada di Desa Merden kecamatan Purwanegara. Orang tua siswa sebagian besar sebagai petani buruh. Jumlah siswa tahun 2014/2015 ini 545 siswa, terdiri atas 18 rombel. Kelas VII, VIII dan kelas IX masing-masing terdiri atas 6 rombel. Untuk jumlah kelas VII sebanyak 154 siswa, kelas  VIII  196 siswa dan kelas IX 195 siswa.

Kondisi siswa secara umum tidak beda jauh dengan kondisi siswa pada umumnya untuk kelas VII, kelas VIII dan kelas IX. Dengan kemampuan siswa rata-rata menengah, tidak ada hal yang menonjol sekali di bidang akademik untuk tahun pelajarn 2014/2015. Kondisi siswa kelas VIII D sebagian besar pasif, tidak percaya diri, malu bertanya dan kurang semangat dalam belajar, dan mudah stres. Dengan kondisi yang seperti ini mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Ditambah lagi dengan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Siswa hanya diberi materi tanpa melalui proses meneliti, mengamati, mengklasifikasi, mengkomunikasi dan menyimpulkan. Pembelajaran juga masih sering menggunakan ceramah, hanya sesekali bertanya jawab. Untuk pelajaran matematika guru juga jarang menggunakan pendekatan saintifik. Hal inilah yang mendorong untuk melakukan penelitian tindakan kelas pada mata pelajaran Matematika, khususnya materi Kubus, Balok, Prisma dan Limas.

Matematika yang seharusnya mudah diterima siswa dan menyenangkan bagi siswa apalagi mengingat sangat pentingnya mata pelajaran ini karena berkaitan dengan mata pelajaran yang lain,  dan salah satu mata pelajaran yang di UN kan, akan tetapi pelajaran Matematika menjadi momok bagi siswa. Berdasarkan hasil pengamatan kemampuan pemecahan masalah pada siswa masih rendah, hal ini dilihat pra siklus masih pada kategori rendah. Dan  nilai prestasi belajar Matematika pra siklus, diketahui 8 dari 30 orang siswa saja yang dapat mencapai standar KKM atau tingkat ketuntasan belajar baru mencapai 26,67% (idealnya 80%) dengan rata-rata nilai 51,83. Hal ini berarti hasil belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi mengajar yang bervariasi dan tidak lagi berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar Matematika melalui pada siswa kelas VIII D semester II  tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.

Rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini adalah:

  1. Apakah melalui pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014/2015 ?
  2. Apakah melalui pendekatan saintifik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014/2015 ?

Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Melalui pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Matematika pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Purwanegara semeseter II tahun pelajaran 2014/2015.
  2. Melalui pendekatan saintifik untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014/2015.

 

LANDASAN TEORI

Kemampuan pemecahan masalah

Pemecahan masalah menurut Robbin (2000), adalah kemampuan  bawaan kesanggupan sejak lahir atau merupakan hasil dari latihan yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjan. Menurut Polya (1985) proses yang dapat dilakukan pada langkah pemecahan masalah adalah: 1). memahami masalah, 2). merencanakan penyelesaian, 3). melaksanakan rencana, dan  4). memeriksa proses dan hasil.

Adapun ciri-ciri atau aspek sebagai  indikator dalam pemecahan masalah pada penelitian ini yaitu: 1) mengamati, 2) memahami, 3)mengidentifikasi, 4) merumuskan/menyusun 5) menafsirkan model, 6) memilih strategi, 7) menerapkan strategi, 8) mengembangkan strategi, 9) menemukan penyelesaian dan 10) menginterpretasikan.

Prestasi Belajar Siswa

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Pada penelitian ini prestasi belajar  ialah hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukan ukuran kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai pada pelajaran Matematika. Sedangkan prestasi belajar hasil usaha belajar yang berupa nilai-nilai sebagai ukuran kecakapan dari usaha belajar yang telah dicapai seseorang. Prestasi belajar ditunjukan dengan jumlah nilai raport atau test nilai sumatif atau, nilai ulangan harian.

Pendekatan Pembelajaran Saintifik

Menurut  pendapat Wahjoedi (1999) bahwa, “pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal”.

Pendekatan Saintifik pada Implementasi Kurikulum 2013 (2014), adalah cara penyajian  pelajaran pada proses pembelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar Pendekatan Saintifik ini siswa mengalami lima tahap pembelajaran, yaitu : 1) mengamati; 2). menanya; 3). mengumpulkan informasi; 4) mengasosiasi; dan 5)  mengkomunikasikan.

Hipotesa Tindakan

Berdasarkan landasan teori di atas, hipotesis penelitian tindakan kelas ini  adalah: Pendekatan saintifik dapat meningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dan dapat meningkatan prestasi belajar Matematika pada  siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014 /2015.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini di lakukan di SMP Negeri 2 Purwanegara pada siswa kelas VIII D semester II tahun  pelajaran 2014/2015. Penelitian bertempat di SMP Negeri 2 Purwanegara sesuai dengan tempat tugas peneliti dan mengajar di kelas VIII. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan mulai bulan Maret 2015.

Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014 /2015 yang berjumlah 30 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki.

Teknik pengumpulan data penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik tes, pengamatan, dan dokumentasi.

Analisis Data Tes Prestasi Belajar  pada pra siklus dan siklus 1 maupun siklus 2 menggunakan data kuantitatif dengan menghitung skor tertinggi, terendah dan median, menghitung ketuntasan belajar siswa, dan menghitung nilai rata-rata. Data pengamatan menggunakan Teknik analisis kualitatif untuk: menghitung kriteria tinggi, sedang dan rendah, menghitung jumlah siswa yang dengan kategori tinggi, sedang, rendah dan menghitung kemampuan pemecahan masalah.

Pada penelitian tindakan kelas ini data dianalisis sejak tindakan pembelajaran dilakukan dan dikembangkan selama proses refleksi smpai proses penyusunan laporan.  Data yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan analisis interaksi yang terdiri dari penyajian data, sampai penarikan kesimpulan.

Indicator Kinerja pada penelitian ini adalah :

  1. Indikator kemampuan pemecahan masalah dinyatakan berhasil jika 80 % siswa memperoleh kategori tinggi.
  2. Indikator prestasi belajar siswa dinyatakan berhasil, jika minimal 80 % siswa menunjukkan ketuntasan belajar dengan KKM 75,00.

HASIL PENELITIAN

Pelaksanaan penelitian dengan penerapan pendekatan saintifik ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Tiap siklus 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama pada siklus I dilaksanakan pada minggu ke IV bulan Maret 2015. Tatap muka pertama hari Jum’at taggal 27 Maret 2015. Kedua hari Jum’at tanggal 10 April 2015, dan ketiga hari Jum’at tanggal 17 April 2015 seluruhnya 4 jam perminggu.

Kegiatan pendahuluan pembelajaran diawali dengan mengucap salam, menanyakan kehadiran siswa, melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti ada 5 tahap kegiatan,yaitu mengamati, menanya mengumpulkan informasi, mengolah informasi/mengasosiasikan dan tahap terakhir adalah mengkomunikasikan. Pada tahap mengamati siswa mengamati dan mencermati permasalahan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari dengan membaca buku pelajaran maupun diktat agar dapat berlanjut dalam kegiatan mengamati dan siswa terdorong dapat mengembangkan sikap tekun dan teliti. Setelah proses mengamati berlanjut siswa diarahkan untuk mengajukan pertanyaan. Pada tahap mengumpulkan Informasi/mengasosiasikan, guru membagi kelompok belajar secara heterogen terdiri atas 4-5 orang, dan pada siklus II kelompok belajar diperkecil menjadi 3-4 orang tiap kelompok. Siswa diarahkan untuk berdiskusi dengan anggota kelompoknya dan diberikan LKS agar dapat melakukan kegiatan eksperimen dan pengamatan berkelanjutan, dan siswa tertuntun menyelesaikan masalah. Kegiatan ini dapat dilihat pada gambar 4.1 sebagai berikut:

Siswa berdiskusi kelompok untuk memecahkan masalah.

Gambar 4.1: Siswa berdiskusi kelompok untuk memecahkan masalah.

Pada tahap mengolah informasi/mengasosiasikan siswa bersama angggota kelmpoknya diarahkan untuk berdiskusi agar dapat menemukan kembali rumus luas permukaan kubus dan balok. Guru berkeliling ke tiap-tiap kelompok untuk membimbing siswa dalam kelompoknya agar menyelesaikan masalah yang ada yang diberikan  oleh guru.

Pada tahap mengkomunikasikan, salah satu siswa dibimbing untuk presentasi mewakili kelompoknya dan kelompok lain menanggapi. Selanjutnya LKS dikumpulkan.

Guru memberikan bimbingan kepada siswa dan siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Gambar 4.2: Guru memberikan bimbingan kepada siswa dan siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Guru memberikan umpan balik dan konfirmasi terhadap hal-hal yang dikomunikasikan siswa, sekaligus memberikan penegasan tentang rumus luas permukaan kubus dan balok serta cara penggunaanya, dalam penyelesaian masalah. Pada kegiatan penutup siswa dibimbing guru membuat rangkuman dari materi yang telah dipelajari. dan siswa diberi tugas/PR untuk dikerjakan secara individu. Selama pembelajaran berlangsung diadakan pengamatan dan penilaian terhadap guru oleh observer dengan mengisi lembar observasi. Dari hasil pengamatan indikator yang diamati hampir semua baik, sehingga peneliti yakin bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan peningkatan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII D semester II SMP Negeri 2 Purwanegara tahun pelajaran 2014/2015.

Hasil pengamatan terhadap kemampuan pemecahan masalah

Indikator kemampuan pemecahan masalah meliputi: 1) mengamati, 2) memahami, 3)mengidentifikasi, 4) merumuskan/menyusun 5) menafsirkan model, 6) memilih strategi, 7) menerapkan strategi, 8) mengembangkan strategi, 9) menemukan penyelesaian dan 10) menginterpretasikan, perbandingan hasil penelitian pra siklus dan siklus I pada saat proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 4.1 Perbandingan kemampuan pemecahan masalah Pra Siklus dan Siklus I

No Kemampuan pemecahan masalah kategori Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Tinggi 2 6 26
2 Sedang 4 17 4
3 Rendah 26 7 0
4 Rata-rata 1,53 5,27 8,53
5 Persentase kategori tinggi 6,67% 20,00% 86,67%

Berdasar data diatas ada kenaikan kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dari 2 menjadi 6, kategori sedang naik dari 4 menjadi 17 dan ada penurunan kategori rendah yaitu dari 26  menjadi 7 siswa. Dan pada siklus II ada kenaikan kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dari 6 menjadi 26, atau persentase siswa pada kategori naik 86,67 sehinggga indikator keberhasilan sudah tercapai.  Jika dilihat pada diagram batang nampak sebagai berikut:

Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pra Silus, Siklus I dan Siklus II

Diagram 4.1 Hasil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pra Silus, Siklus I dan Siklus II

Hasil Prestasi belajar pada tiap Siklus

Setelah pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II diadakan tes untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil tes akhir siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan seperti tampak pada tabel berikut:

Tabel 4.2.Perbandingan hasil tes prestasi belajar pra siklus, siklus I  dan siklus 1I

No Prestasi belajar Pra siklus Siklus I Siklus II
1 Nilai tertinggi 90 87 97
2 Nilai terendah 20 53 28
3 Nilai rata-rata 51,83 75,17 82,00
4 Jumlah siswa tuntas 8 20 25
5 Ketuntasan Belajar 26,67% 66,67% 83,33%

Pada tabel diatas terlihat siklus I hasil nilai tertinggi 87, nilai terendah 53 dan nilai rata-rata 75,17.  Pada prestasi belajar awal atau pra siklus ketuntasan belajar siswa 26,67% sehingga ada kenaikan 36,67, meskipun ketuntasan belajar baru mencapai 63,33%. Hasil tes prestasi belajar Matematika yang memenuhi KKM baru mencapai 63,33% atau siswa yang tuntas belajar baru 20 siswa sehingga belum berhasil. Maka berdasarkan diskusi  refleksi penelitian dilanjutkan ke siklus II dengan mengurangi anggota kelompok menjadi lebih kecil sehingga pelayanan bimbingan terhadap siswa oleh guru menjadi lebih terfokus dan siswa berpeluang lebih kecil untuk tidak konsentrasi, perhatian terhadap pembelajaran lebih besar dan diskusi kelompok menjadi lebih hidup.

Hasil yang diperoleh pada tabel diatas terlihat siklus I hasil nilai tertinggi 87, nilai terendah 53 dan nilai rata-rata 75,17. Pada siklus II nilai rata-rata 82,00 sehingga ada kenaikan 6,83, dan ketuntasan belajar mencapai 83,33%. Jika dilihat pada diagram batang nampak sebagai berikut:

Hasil Tes Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II

Diagram 4.2. Hasil Tes Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II

Pembahasan Antar Siklus

Penerapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik berdampak pada perubahan situasi kelas dan siswa. Perubahan kondisi siswa antara lain aktif, menyenangkan dan menarik. Kondisi kelas menyenangkan, hidup dan bervariatif. Pada Siklus II proses pembelajaran menjadi lebih baik karena menambah bimbingan individu dan kelompok diperkecil. Hal ini menyebabkan kemampuan melakukan pemecahan masalah dan prestasi belajar Matematika menjadi meningkat. Hal ini sebagaimana pendapat Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul “Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain  fakta“,  demikian ungkapnya.

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran

Menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation.

Dari uraian diatas maka dapat diperoleh hasil penelitian bahwa penerapan pendekatan saintifik dari siklus I ke siklus II dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dari nilai rata-rata 5,25 menjadi  8,53 dengan kategori tinggi mencapai 86,67%. Penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan prestasi belajar dari rata-rata 75,17 menjadi 82,00 dan ketuntasan belajar dari 66,67% menjadi 83,33%.

KESIMPULAN

Berdasar hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa kelas VIII D Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014/2015 dari siklus I sebesar 20,00% menjadi  86,67% yang memperoleh kategori tinggi pada akhir siklus II.
  2. Penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas VIII D Negeri 2 Purwanegara semester II tahun pelajaran 2014/2015 yang mencapai ketuntasan belajar dari siklus I sebesar 66,67% menjadi 83,33% akhir siklus II untuk KKM 75,00.

DAFTAR PUSTAKA

Isjoni & Arif M, 2008. Model-Model Pembelajaran Mutakhir.Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor  22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor  23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Polya, G. 1985. How to Solve it: A new Aspec of Mathematic Method (2nd.) Princenton, New jersey: Princenton University Press.

Sumarno, U, Dedy E dan Rah Mat .1994. Suatu Alternatif Pengajaran untuk Meningkatkan Pemecaham Masalah Matematika pada Guru dan Siswa SMA. Laporan Hasil Penelitian FPMIPA IKIP Bandung.

Kemendikbud, 2014, Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014 Mata Pelajaran Matematika, 2014. Jakarta. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dikbud dan Penjaminan Mutu Pendidikan.

BIODATA PENULIS

Nama                                    : Sri Budiarti, S.Pd, MM

Nip                                        : 19700224 199702  2 003

Tempat/Tgl. Lahir              : Banjarnegara, 24 Februari 1970

Pangkat Gol/Ruang            : Pembina/ IV A

Jabatan                                 : Guru Madya

Pendidikan Terakhir           : S1 Matematika / S2 Manajemen

Unit Kerja                              : SMP Negeri 2 Purwanegara

Alamat Rumah                     : Danaraja RT 02 RW 02, Kec. Purwanegara

No Hp                                    : 085 291 541 585

Alamat A-Mail                     : Budiartisri88@Yahoo.Com




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *