PTK SMP : Melalui Think Write and Talk Dalam Pembelajaran IPS

Meningkatkan motivasi dan hasil belajar Melalui Think Write and Talk Dalam pembelajaran IPS Pada Siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Tanjung semester 2 Tahun Pelajaran 2014/ 2015

 

Oleh : Madadi*)

 

 

Abstrak: Pemanfaatan pembelajaran IPS dengan Think Write and Talk diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa  dengan merasa senang,berani mengemukakan pendapat,kreatif pada siklus 1, adalah: 80%, 93%, dan 95%, siklus 2 adalah 93%, 70%, dan 95% ,serta siklus 3 yaitu 95%, 92% dan 95%. Peningkatan persentase hasil belajar siswa pada kondisi awal, siklus 1, 2 dan 3 adalah 63,25%,  68,28% ,  75,46%  dan  85,31%.Peningkatan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM (76) pada kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan siklus 3 masing-masing: 0%, 15,62%, 37,50 dan 75,0%. Berdasarkam hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui pemanfaatan pembelajaran IPS dengan Think Write and Talk dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

 

Kata kunci  : motivasi dan hasil belajar, Think, Write, and Talk

PENDAHULUAN

Perbaikan  mutu pendidikan dan pengajaran senantiasa diupayakan dan dilaksanakan dengan jalan meningkatkan kualitas pembelajaran.Melalui peningkatan kualitas pembelajaran, siswa akan semakin termotivasi dan belajar, daya kreativitasnya akan semakin meningkat dan semakin positif sikapnya, juga semakin tambah pengetahuan dan keterampilan yang dikuasi, dan semakin mantap pemahaman terhadap materi yang dipelajari.  Sebagai upaya peningkatan  mutu pendidikan secara nasional,telah dilakukan pengkajian ulang terhadap kurikulum.  Sehingga terjadi penyempurnaan kurikulum dari waktu ke waktu (sewaktu-waktu dapat berubah).

Salah satunya dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan),yang proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.  Ilmu Pengetahuan Sosial  (IPS) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,sehingga IPS bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta dan konsep-konsep saja melainkan juga suatu proses penemuan IPS diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan.  Penerapan IPS perlu kelestarian lingkuangan,di tingkat SMP,diharapkan ada penekanan pembelajaran saling  temas ( Sosial Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat) secara terpadu yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat mutu karya melalui penerapan konsep IPS dan Kompetensi kerja ilmiah secara Bijaksana  ( Depdiknas 2006 ).

Tuntutan kurikulum seperti diatas harus dapat dilaksanakan dalam pembelajaran IPS, sehingga perlu diterapkan dengan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa,dan tidak membosankan sehingga pembelajara lebih menyenangkan.  Rendahnya kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar dapat mengakibatkan proses belajar menjadi kurang optimal sehingga materi yang disajikan tidak tuntas.  Kondisi siswa kelas VIII B, SMP Negeri 4 Tanjung berjumlah 32 siswa relatif heterogen,baik dari segi ekonomi,kemampuan akademik, kreativitas maupun sarana yang dimilikinya. Berdasarkan segi pemilikian buku wajib yang dimiliki siswa cukup kecil,yaitu dari 32 siswa yang memiliki buku wajib belajar hanya 12 siswa atau sebesar 37,50 %. Berdasarkan hal ini terlihat bahwa kemampuan untuk belajar dan membaca cukup rendah. Dalam segi kreativitas dari 32 siswa yang mampu mengembangkan imajinasinya hanya 10 siswa atau 31,25%,  kemampuan untuk menjawab pertanyaan dari 32 siswa  hanya 15 siswa saja yang mampu atau  46,87%, sedangkan kemampuan siswa untuk mengungkapkan dengan lisan sangat rendah yaitu hanya 7  siswa atau  21,87%.

Berdasarkan data-data diatas dapat dijadikan suatu landasan untuk dilaksanakan penelitian tindakan kelas yaitu tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan inovasi pembelajaran menggunakan Think,Write,and Talk

 

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Kreativitas

Rendahnya kreativitas akan mempengaruhi proses akademik maupun non akademik, atau sebaliknya,tinggi rendahnya kreativitas siswa akan mendorong kemauan dalam pengembangan diri sehingga seorang siswa akan menghasilkan susuatu yang baru. Beberapa pengertian tentang kreativitas,  Menurut Semiawan,dkk ( 1987) kreativitas sebagai proses merupakan hal yang lebih esensial dan perlu ditanamkan pada individu sejak dini dengan cara menyibukan diri secara kreatif.  Misalnya dalam proses bermain.  Dengan adanya gagasan atau unsur –unsur pikiran, akan menjadi keasikan yang menyenangkan dan penuh tantangan, dalam hal ini merupakan proses berpikir yang mengarah pada suatu usaha untuk menentukan hubungan-hubungan baru, mendapatkan jawaban ,dan metode atau cara baru dalam memecahkan masalah.

Ditinjau dari segi product, kreativitas merupakan kemampuan untuk  menghasilkan sesuatu yang baru,yang pada umumnya bersifat original atau unik. Secara lebih rinci,Munandar (1992), menjelaskan bahwa kreativitas  adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan banyak kemungkinan jawaban suatu masalah dengan menekankan pada kualitas,ketepatgunaan,dan keragaman jawaban.  Kreativitas yang dimaksud adalah berpikir kreatif atau divergen.  Dimensi press (tekanan atau dorongan) adalah kondisi yang dapat mendorong atau menghambat seseorang untuk bertindak kreatif.  Dorongan atau hambatan tersebut dapat berasal dari luar,yaitu lingkungan keluarga,sekolah,atau masyarakat maupun dari dalam diri individu itu sendiri.  Jika kedua kondisi ini menguntungkan atau menunjang,yakni adanya keinginan dari seseorang untuk melibatkan diri secara kreatif dan ia mendapatkan kesempatan,hal ini akan lebih memungkinkan individu tersebut untuk bertindak secara kreatif.

Ciri-ciri Kreativitas

      Ciri-ciri atau karakteristik kreativitas pada umumnya dapat dijadikan sebagai  tolok ukur untuk menentukan kemampuan kreatif dari seseorang menurut Guilford (lewat Kuncoro,1992). Ciri-ciri kreativitas seseorang dapat dilihat dari aspek berpikir, dan aspek dorongan atau motivasi.  Aspek berpikir kreatif ditunjukan oleh sifat-sifat kelancaran (fluency), kelenturan (fleksibility), keaslian (originality) dan penguraian (elaboration).  Aspek dorongan atau motivasi ditunjukan oleh sifat-sifat karakter, seperti: sikap percaya diri, tidak konversional, dan aspirasi keindahan.  Kelancaran (fluency) adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.

Kreativitas adalah kemampuan untuk meneruskan gagasan dengan cara-cara   yang asli dan tidak klise. Dapat pula diartikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan  ide-ide yang luar biasa,jarang ditemui dan unik.  Elaborasi adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci,yakni aktivitas untuk merangkai sebuah ide atau jawaban-jawaban sederhana agar menjadi lebil mendetail. Elaborasi ini dapat dikembangkan dengan cara memberi latihan kepada anak untuk memberikan informasi tambahan atau melalui komunikasi verbal.

Pembelajaran Think, Write, and Talk

Pembelajaran model ini merupakan salah satu model kooperatif yang  memiliki  empat langkah penting dalam pelaksanaannya.  :

  1. Langkah pertama berpikir (thinking). Siswa diberi kesempatan untuk memikirkan materiatau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru berupa lembar kerja dan dilakukan secara individu.
  2. Langkah kedua , menulis (writing), pada tahap ini siswa diminta untuk menulis dengan bahasa dan pemikiran sendiri hasil dari belajar dan diskusi kelompok yang diperolehnya.
  3. Langkah ketiga, berdiskusi talking). setelah diorganisasikan dalam kelompok,siswa diarahkan untuk terlibat secara aktif dalam berdiskusi kelompok mengenai lembar kerja yang telah disediakan,interaksi pada tahap ini diharapkan siswa dapat saling berbagi jawaban dan pendapat dengan anggota kelompok masing-masing.
  4. Hasil tulisan siswa diprosentasekan  dihadapan kawan – kawan sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengoreksi hasil kerja kelompok lain.

Keterampilan dalam berpikir bagi siswa dapat dicapai dengan baik apabila  dihubungkan dengan topik-topik yang dikenal siswa. Karena itu,untuk dapat mengajak siswa berpikir,guru harus mampu menghubungkan materi yang disajikan dengan hal-hal yang sudah dikenal dan dekat dengan siswa.  Tujuan pembelajaran berpikir kritis adalah menciptakan suatu semangat untuk berpikir kritis yang mendorong siswa mempertanyakan yang mereka dengar dan mengkaji pikiran mereka sendiri untuk memastikan tidak terjadi logika yang tidak konsisten atau keliru.

Sebelum pelaksanaan strategi think, write, and talk, pertemuan diawali terlebih dahulu dengan melakukan persiapan-persiapan,diantaranya guru membuat RPP, menyiapkan lembar kerja untuk siswa, menyiapkan intsrumen-instrumen,dan menentukan kelompok-kelompok siswa dimana setiap kelompok  bersifat heterogen dan hal jenis kelamin,prestasi akademik, dan lain-lain.  Pada pelaksanaan strategi think, write, and  talk, pertemuan diawali dengan penyampaian materi secara garis besar dan kompetensi yang ingin dicapai secara klasikal dan permasalahan kepada siswa. Kemudian guru membagikan lembar kerja kepada masing-masing siswa dan meminta siswa mengerjakan lembar kerja tersebut secara individu. Selanjutnya, guru mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen.  Dalam kelompok tersebut siswa dimnta untuk mendiskusikan lembar kerja  sesuai dengan hasil pemikiran masing-masing, saling bertukar,dan berbagi jawaban. Setelah bekerja dalam kelompok,siswa kembali kebangku masing-masing dan diminta untuk menuliskan hasil belajar secara individu dengan bahasa dan pemikiran siswa sendiri.

Tahap selanjutnya guru mengadakan pembahasan lembar kerja berupa tanya jawab singkat kepada seluruh siswa. Diakhir pembelajaran, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi secara lisan dan menambahkan hal-hal yang belum diunkapkan oleh siswa serta menyempurnakannya. Keberhasilan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh metode dan strategi pembelajaran yang dirancang oleh metode dan strategi pembelajaran yang dirancang oleh seorang guru. Metode dan strategi dalam proses pembelajaran sangat beragam yang mana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.  Metode dan strategi yang dipilih guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.  Salah satu inovasi model pembelajaran adalah think, write, and talk yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam berpikir kritis,berkarya dan berkomunikasi secara aktif melalui diskusi kelompok,presentasi,dan kunjungan anggota kelompok.

PELAKSANAAN PENELITIAN

Setting dan Subjek Penelitia

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMP Negeri 4Tanjung pada kelas VIII B semester 2 Tahun Ajaran 2014/2015, dengan Standar Kompetensi : 7.Memahami kegiatan perekonomian di Indonesia, pada Kompetensi Dasar : 7.3. Mendeskripsikan fungs pajak dalam perekonomian nasional. Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas  VIII B, berjumlah 32  siswa yang meliputi 17 laki-laki dan 15 perempuan yang karakteristiknya dalam pembelajaran IPS, kreativitas dan hasil belajarnya masih rendah.

Jenis data

Jenis data yang didapat adalah data kuantitif dan kualitatif,yaitu sebagai berikut

  1. Data hasil belajar diambil dengan cara memberikan tes kepada siswa setelah selesai tindakan.
  2. Data pelaksanaan pembelajaran diperoleh dari hasil pengamatan kolaborator selama pelaksanaan tindakan tiap siklus dengan menggunakan instrumen observasi kegiatan guru dan siswa pada saat
  3. Data refleksi guru dan siswa diambil dengan cara pemberian angket kepada siswa  dan guru setelah selesai tiap siklus.

Rancangan dan Prosedur Penelitian

Siklus 1

Perencanaan

  1. Menyusun RPP pada Kompetensi Dasar 7.3. Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional, (Pengertian dan fungsi pajak).
  2. Menyiapkan instrumen penelitian untuk guru dan siswa.
  3. Menyiapkan format evaluasi prites atau postes
  4. Menyiapkan sumber belajar yang berupa materi diskusi,kertas polio,alat tulis dan media lainnya.
  5. Mengembangkan skenario pembelajaran dengan model think,write,and talk.

Tindakan

  1. Guru melakukan apersepsi,motivasi untuk mengarahkan siswa memasuki Kompetensi Dasar yang akan dibahas.
  2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  3. Guru menjelaskan materi pelajaran dengan menjelaskan langkah kerja model pembelajaran Think,Write,and Talk.
  4. Guru membagi kelompok dalam 6 kelompok dengan anggota  6 siswa  masing-  masing kelompok.
  5. Siswa diberi kesempatan membuka kembali hasil belajar dirumah yang sudah disiapkan pada masing-masing kelompok.
  6. Guru memotivasi seluruh peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi kelompok  dan menuliskan hasilnya pada kertas yang disediakan.
  7. Guru memberikan kesempatan pada masing-masing wakil kelompok untuk mempresentasekan hasil kerja kelompok kedepan kelas,kelompok lain menanggapinya..
  8. Guru menanyakan pada semua kelompok,kelompok mana yang terbaik hasil diskusinya, guru memberi penghargaan.
  9. Guru mendiskusikan kembali dengan seluruh siswa,serta mengadakan pengembangan materi.
  10. Guru mengadakan tes / ulangan.
  11. Guru membagikan angket dan memerintahkan siswa untuk mengisi.

Pengamatan.

  1. Observasi ( kolaborasi ) mengamati kegiatan guru pada saat pembelajaran dan mengamati kegiatan siswa dengan menggunakan instrumen pengamatan guru dan siswa.
  2. Guru mengevaluasi respon siswa selama pembelajaran,dan diskusi
  3. Guru mengevaluasi kegiatannya dengan menggunakan angket.

Refleksi

  1. Pada siklus 1 terlihat 2 kelomok dari 6 kelompok belum mengerti tugas sehingga diskusi belum berjalan dengan lencar.
  2. Siswa masih belum dapat memanfaatkan waktu yang tersedia dengan tepat,terlihat 3 kelompok dari  6 kelompok masih belum jelas.
  3. Siswa masih banyak merasa kesulitan untuk menemukan/mencari sumber belajar sehingga hasil yang ditulis belum sempurna.
  4. Pada saat presentase terdapat 3 kelompok terlihat kurang percaya diri. Berdasarkan hasil refleksi siklus  1 dapat disimpulkan untuk mencari alternaitf pemecahan masalah bisa dilanjut pada siklus

Siklus  2

Perencanaan

  1. Menyusun RPP pada Kompetensi Dasar : 7.3. Mendeskripsikanfungsipajakdalam perekonomian nasional,(Syarat-syarat dan jenis pemungutan pajak serta contohnya).
  2. Menyiapkan instrumen penelitian seperti instrumen pembelajaran guru dan siswa , angket guru dan siswa.
  3. Menyiapkan sumber belajar berupa buku paket IPS terpadu,gambar/media, LKS, kertas rubrik simulasi,dan kertas polio.
  4. Menyiapkan evaluasi pretes dan postes.
  5. Membentuk kelompok dalam kelas.
  6. Membuat skenario pembelajaran
  7. Guru sudah memberi tugas untuk membaca materi pelajaran dirumah.

Tindakan

  1. Guru melaksanakan  apersepsi, dan motivasi untuk  mengarahkan siswa    memasuki    Kompetensi Dasar  yang akan dibahas.
  2. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  3. Menjelaskan materi pelajaran hari itu dengan menjelaskan langkah kerjanya think,write,and talk.
  4. Masing-masing kelompk bekerja dengan sumber belajar yang sudah disiapkan oleh guru.
  5. Guru memotivasi  siswa  untuk berpartisipasi , bekerja dengan  kelompok   kerjanya dan menuliskan hasil kerja pada kertas yang tersedia.
  6. Guru melihat dan menanyakan hasil kerja kelompok,kelompok mana yang terbaik sambil memberikan penghargaan pada masing-masing
  7. Guru mendiskusikan kembali dengan seluruh siswa dan serta mengadakan pengembangan materi.
  8. Guru membagikan angket dan memerintahkan siswa untuk mengisi.

Pengamatan

  1. Observasi ( kolaborasi ) mengamati kegiatan guru pada saat pembelajaran dan mengamati kegiatan siswa dengan menggunakan instrumen pengamatan guru dan siswa.
  2. Guru mengevaluasi respon siswa selama pembelajaran dari angket yang diisi
  3. Guru mengevaluasi kegiatannya dengan menggunakan angket guru.

Refleksi

  1. Antusias siswa dalam mengikuti PBM sangat baik terlihat semua siswa aktif mencari sumber belajar untuk dipresentasikan,tetapi kelancaran mengemukakan ide dalam memecahkan masalah baru mencapai  50 %.
  2. Ketelitian dalam menghimpun hasil diskusi masih kurang,terlihat hasil tulisan yang di presentasikan masih ada yang kurang.

Siklus  3

Perencanaan

  1. Menyusun RPP pada Kompetensi Dasar : 7.3. Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional, (Contoh perhitungan pajak PPH, PPN, PBB).
  2. Menyiapkan instrumen penelitian,seperti instrumen pembelajaran guru dan siswa , angket guru, dan siswa.
  3. Menyiapkan sumber belajar berupa buku paket IPS terpadu, kertas polio, gambar – gambar yang berhubungan dengan pasar,LKS,
  4. Menyiapkan evaluasi pretes dan postes.
  5. Membentuk kelompok dalam kelas
  6. Membuat skenario pembelajaran
  7. Guru sudah memberikan tugas untuk membaca materi pelajaran di rumah.

Tindakan

  1. Guru melakukan apersepsi dan motivasi untuk mengarahkan siswa memasuki Kompetensi Dasar yang akan dibahas.
  2. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
  3. Menjelaskan materi pelajaran hari itu dengan menjelaskan langkah kerjanya, pembelajaran think,write,and talk.
  4. Masing-masing kelompok bekerja dengan sumber belajar, lembar kegiatan siswa, buku paket IPS terpadu, LKS, dan gambar/
  5. Guru memotivasi siswa untuk berpartisipasi bekerja dengan kelompok kerjanya dan menuliskan hasil kerja kelompok pada kertas yang tersedia.
  6. Guru melihat dan menanyakan hasil kerja kelompok sambil memberikan penghargaan pada masing-masing  kelompok,kelompok mana yang terbaik.
  7. Guru mendiskusikan kembali dengan seluruh siswa untuk mengambil kesimpulan bersama siswa dan serta mengadakan pengembangan materi.
  8. Guru mengadakan tes / ulangan.
  9. Guru membagikan angket dan memerintahkan siswa untuk mengisi

Pengamatan

  1. Observasi ( kolaborasi ) mengamati kegiatan guru pada saat pembelajaran dan mengamati kegiatan siswa dengan menggunakan instrumen pengamatan guru dan siswa.
  2. Guru mengevaluasi respon siswa selama pembelajaran dari angket yang diisi
  3. Guru mengevaluasi kegiatannya dengan menggunakan angket guru.

Refleksi

  1. Pada siklus ke – 3 terjadi kemajuan signifikan kelancaran  mengemukakan       pendapat, kemampuan menghimpun hasil diskusi, dan presentasi sangat baik.
  2. Ketelitian dalam menuliskan hasil diskusi pada saat dilaporkan sangat baik    dan
  3. Dari siklus ke – 3 dapat disimpulkan bahwa siswa mencapai lebih dari 90%     dalam proses belajar mengajar sehingga kegiatan tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.

Evaluasi

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran,setiap siklus diamati oleh kolaborator untuk mengetahui pelaksanaan tindakan dapat menghasilkan perubahan yang diinginkan. Pemantauan pelaksanaan dilaksanakan oleh  1 orang kolaborator dengan mengisi instrumen yang sudah disiapkan.  Guru memantau kegiatan siswa  dan kolabor  memantau kegiatan guru pada saat kegiatan pembelajaran.

    Untuk mengetahui perubahan siswa setelah dilakukan tindakan diperoleh dari hasil angket yang diisi oleh siswa pada akhir pembelajaran.  Sedangkan untuk mengevaluasi peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil tes yang diadakan tiap akhir siklus.

Analisis Data

Data yang dianalisis meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Perubahan yang terjadi pada siswa saat pembelajaran maupun sesudah Analisa yang digunakan adalah deskripsi, memaparkan data hasil pengamatan, dan hasil angket siswa pada setiap akhir siklus dengan membandingkan hasil yang dicapai tiap siklus.
  2. Peningkatan hasil belajar setiap siklus,untuk mengetahui peningkatan hasil belajar digunakan analisis kuantitatif dengan rumus  :

            P  =  x 100%  =

Keterangan   :

P                                  =   persentase peningkatan

Postrate                       =   nilai sesudah diberikan tindakan

Baserate                      =   nilai sebelum tindakan

Berdasarkan hasil pengamatan,angket dan tes akhir siklus apabila masih  dirasakan gagal,peneliti mencari dugaan penyebab kekurangan dan sekaligus mencari alternatif solusi untuk dirancang pada tindakan berikutnya. Tolok ukur refleksi penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :

  1. Adanya peningkatan kreativitas yang terlihat pada antusias,aktivitas,dan rasa senang siswa dalam pembelajaran IPS secara signifikan pada setiap siklus.
  2. Adanya peningkatan nilai ulangan yang signifikan pada setiap siklus.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN TIAP SIKLUS

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil pengamatan kolabor terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung   setiap siklus.

Siklus  1

Dalam perencanaan tindakan kelas, peneliti telah menyusun RPP pada kompetensi dasar 7.3. yaitu   Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional, pengertian dan fungsi pajak. Mengembangkan instrumen untuk pengamatan guru, siswa pada saat kegiatan belajar mengajar dan angket siswa, setelah kegiatan belajar mengajar, memberikan tugas siswa untuk belajar dirumah dan meyiapkan media pembelajaran,membagi kelas menjadi 6 kelompok yang heterogen sesuai dengan data yang ada pada peneliti,dan mengembangkan skenario pembelajaran think, write, and talk sebagaimana RPP terlampir.

    Selanjutnya ketika peneliti melakukan tindakan pada tahap ini , guru  mengarahkan siswa untuk memasuki pada KD yang akan dipelajari,menjelaskan tujuan yang akan dicapai,menjelaskan langkah-langkah pembelajaran, guru mengarahkan agar siswa berkumpul sesuai dengan daftar kelompok, guru membagikan media pembelajaran seperti buku paket, LKS, gambar-gambar yang sesuai dengan materi, pada tiap-tiap kelompok dan masing-masing kelompok diberi permasalahan yang harus dipelajari dan didiskusikan.  Siswa diberi kesempatan mencari sumber belajar dan berdiskusi selama 20 menit dan 10 menit kemudian masing-masing kelompok harus menulis hasil diskusi pada kertas yang telah tersedia.  Pada saat siswa berdiskusi antar kelompok peneliti berkeliling sambil melihat hasil kerja siswa untuk diperiksa kebenaran konsep yang ditulis,sekaligus melihat interaksi antar kelompok dan aktivitas siswa.  Masing-masing kelompok diberi kesempatan presentasi selama  5  menit sekaligus menjawab pertanyaan kelompok lain bila ada.  Selanjutnya,dilakukan diskusi kelas untuk menuliskan kesimpulan di akhir kegiatan yang sekaligus menentukan kelompok yang terbaik menurut pengamatan siswa dengan memberi kesempatan pada ketua kelompok menilai hasil kerja kelompok. Peneliti memberikan tepuk tangan bersama siswa pada kelompok yang terbaik.  Pada saat yang sama,kolaborator melakukan pengamatan dengan mengisi instrumen yang sudah disiapkan,yang meliputi : pengamatan kegiatan guru,siswa saat kegiatan belajar mengajar,dan angket siswa setelah kegiatan berakhir.

     Hasil yang didapat dari pengamatan ini adalah sebagai berikut ; antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar ; keaktifan siswa dalam diskusi ; kemampuan siswa dalam menghimpun hasil diskusi ; kelancaran dalam menjawab pertanyaan kelompok lain ; mendapat hasil diskusi ; mendapat nilai kriteria cukup dengan rentang nilai  60 – 70. yang mencapai  50%.  Kelancaran mengemukakan ide atau pendapat, ketelitian menghimpun hasil diskusi,keaktifan bertanya,keaktifan mencari sumber belajar,mendapatkan nilai kurang dengan rentang nilai < 60  yang mencapai  33,3% dan siswa yang dapat menyelesaikan tugas hanya  50%,kelancaran pada saat presentasi hanya  50% dan sedikit sekali yang dapat mengemukakan pertanyaan yaitu hanya  33,3%.

           Hasil angket siswa setelah kegiatan belajar mengajar terdapat  80%  siswa   merasa senang,  30%  yang merasa kesulitan belajar,  50%  siswa ada keberanian mengemukakan pendapat,  90%  mendorong siswa lebih kreatif.  Presentasi belajar siswa pada sklus  1, mendapat nilai rata-rata kelas  68,28  dan masih terdapat 30,23% siswa yang dinilainya dibawah standar  SKBM yang telah ditentukan sekolah.

           Melihat dari pengamatan  siklus  1, antusias keaktifan kemampuan   menghimpun data,kelancaran mengemukakan pendapat masih cukup dan kelancaran mengemukakan ide atau pendapat, ketelitian menghimpun hasil diskusi,keatifan bertanya,keaktifan mencari sumber belajar,mendapat nilai kurang dengan rentang nilai  < 60, itu menunjukan siswa masih kesulitan dan belum siap karena baru mengenal model  pembelajaran think,write,and talk.  Disisi lain,siswa merasa senang dan terdorong untuk lebih kreatif walaupun terdapat  40% yang masih kesulitan memahami materi dan  50%  kurang berani berpendapat.

         Dengan demikian,pada siklus  II  perlu adanya motivasi yang dapat mendorong siswa lebih berkompetensi dengan memberi hadiah bolpoin pada semua anggota kelompok yang terbaik, menyediakan sumber belajar potocopy materi dan meminjami buku ajar.  Berdasarkan siklus  1 didapat nilai prestasi siswa dengan rata-rata 68,28 yang berarti ada kenaikan 5,03 dalam prosentase7,95% dari sebelum tindakan yaitu  63,25.  Hal ini mendorong untuk dilanjutkan pada siklus II.

     Siklus  II

     Dalam perencanaan tindakan kelas ini peneliti telah menyusun rencana    pelaksanaan pembelajaran pada kompetensi  dasar  : 7.3. yaitu : Mendeskripsikanfungsipajak dalam perekonomian nasional,(syarat-syarat dan jenis pemungutan pajak), mengembangkan instrumen untuk pengamatan guru,siswa pada saat kegiatan belajar mengajar dan angket siswa setelah kegiatan belajar mengajar, memberikan tugas siswa untuk belajar di rumah, menyiapkan sumber belajar berupa buku paket /penunjang,membagi kelas menjadi  6 kelompok yang heterogen sesuai dengan data yang ada pada penelitian,dan mengembangkan skenario pembelajaran think, write, and talk sebagaimana  RPP.

           Selanjutnya, ketika peneliti melakukan tindakan pada tahap ini,guru melakukan  apresiasi untuk memberikan motivasi dan mengarahkan siswa untuk memasuki pada Kompetensi dasar yang akan dipelajari,menjelaskan tujuan yang akan dicapai,menjelaskan langkah-langkah pembelajaran,guru mengarahkan agar siswa berkumpul sesuai dengan daftar kelompok,guru membagikan media pembelajaran seperti buku paket IPS terpadu,gambar-gambar,LKS,dan lembar tugas.dan sumber belajar pada tiap-tiap kelompok belajar,masing-masing  kelompok diberi permasalahan yang harus dipelajari dan didiskusikan.  Siswa diberi kesempatan belajar dari sumber belajar yang disediakan dan berdiskusi selama  20 menit.  Kemudian dalam masing-masing kelompok dalam 10 meneit harus menuliskan hasil diskusi kelompok pada kertas yang telah disediakan,masing-masing kelompok diberi kesempatan presentasi selama  5 menit  sekaligus menjawab pertanyaan kelompok lain bila ada.  Selanjutnya diskusi kelas untuk menuliskan kesimpulan diakhir kegiatan yang sekaligus menentukan kelompok yang terbaik menurut pengamatan siswa dengan memberi kesempatan pada ketua, ketua kelompok menilai hasil kerja kelompok,peneliti memberikan hadiah bolpoin pada semua anggota kelompok yang terbaik.

          Pada saat yang sama kolaborator melakukan pengamatan dengan mengisi   instrumen yang sudah disiapkan,yang meliputi pengamatan guru,siswa saat kegiatan belajar mengajar,dan angket siswa setelah kegiatan berakhir.  Hasil yang didapat dari pengamatan ini adalah sebagai berikut ;   Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,keaktifan siswa dalam diskusi,kemampuan siswa dalam menghimpun hasil diskusi,kelancaran dalam menjawab kelompok lain,mendapatkan nilai kriteria baik dengan rentang niai  71 – 85  yang mencapai 80%.  Kelancaran mengemukakan ide atau pendapat,ketelitian menghimpun hasil diskusi,keaktifan bertanya,keaktifan mencari sumber belajar,mendapatkan nilai baik dengan rentangan nilai  75 – 85  yang mencapai  60% dan siswa yang dapat menyelesaikan tugas  hanya  67%, kelancaran pada saat presentasi hanya  90% dan siswa yang dapat mengemukakan pertanyaan hanya 70%.

           Hasil angket siswa setelah belajar mengajar terdapat  93% siswa merasa    senang, 15% yang merasa kesulitan belajar, 70% siswa ada keberanian mengemukakan  penadapat, 95% mendorong siswa lebih kreatif, dan prestasi belajar siswa pada siklus  2  mendapatkan hasil rata-rata kelas 75,46.  Melihat dari hasil pengamatan siklus 2, antusias,keaktifan,kemampuan menghimpun data,kelancaran mengemukakan pendapat baik dan kelancaran mengemukakan ide atau pendapat, ketelitian menghimpun hasil diskusi,keaktifan mencari sumber belajar,mendapatkan nilai kurang dengan rentang nilai  71 – 85,  ini menunjukan siswa sudah tidak merasa kesulitan dan siap melaksanakan model pembelajaran think,write,and talk.  Di sisi lain siswa merasa senang dan terdorong untuk lebih kreatif walaupun terdapat  15% yang masih kesulitan mamahami materi dan  30%  kurang berani berpendapat.

            Dengan demikian,pada siklus 3 perlu adanya motivasi yang dapat mendorong siswa yang lebih berkompentensi dengan memberikan hadiah bolpoin pada semua anggota kelompok yang terbaik,menyediakan sumber belajar berupa poto copy materi dan meminjami buku ajar,menyiapkan lembar kegiatan.  Siswa dengan rata-rata  75,46 yang berarti ada kenaikan 7,18 dalam prosentase 10,51% dari siklus 1 (satu).  Hal ini yang mendorong dilanjutkan pada siklus 3 (tiga).

Siklus  III.

           Dalam perencanaan tindakan kelas peneliti lebih dahulu menyusun rencana   pelaksanaan pembelajaran pada kompetensi dasar : 7.3. yakni, mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional, (perhitungan pajak PPh, PPN, PBB) dan penerapannya mengembangkan instrumen untuk  pengamatan guru,siswa pada saat kegiatan belajar mengajar dan angket siswa setelah kegiatan belajar mengajar,memberikan kegiatan siswa untuk kegiatan belajar dirumah,menyiapkan media pembelajaran berupa buku paket IPS terpadu,LKS,gambar-gambar yang berhubungan dengan materi , membagi siswa menjadi  6 kelompok yang heterogen sesuai dengan data yang ada pada peneliti, dan mengembangkan skenario pembelajaran think,write,ang talk sebagaimana dalam RPP

                  Selanjutnya ketika peneliti melakukan tindakan,guru melakukan apresiasi   untuk memberikan motivasi dan mengarahkan siswa untuk memasuki pada Komptensi Dasar  yakni,mendeskripsikanfungsipajak dalam perekonomian nasional  dan penerapannya menjelaskan tujuan yang akan dicapai,menjelaskan langkah-langkah yang akan dipelajari, guru mengarahkan agar siswa berkumpul pada kelompok masing-masing,guru membagikan media pembelajaran berupa kertas polio, buku paket IPS terpadu, gambar-gambar yang sesuai dengan materi, LKS, dan lembar kegiatan siswa pada setiap kelompok belajar,masing-masing kelompok diberi permasalahan yang harus dipelajari dan didiskusikan.  Siswa berdiskusi selama  20 menit ,10 menit kemudian masing-masing kelompok harus menuliskan hasil diskusi  pada kertas yang telah disediakan.  Pada saat siswa menuliskan hasil diskusi peneliti berkeliling sambil melihat hasil kerja siswa yang sudah ditulis untuk diperiksa kebenaran konsep yang ditulis,sekaligus melihat interaksi antar kelompok dan aktivitas siswa.  Masing-masing kelompok diberi kesempatan presentasi selama  5 menit sekaligus menjawab pertanyaan kelompok lain bila ada. Selanjutnya,dilakukan diskusi kelas untuk menuliskan kesimpilan diakhir kegiatan yang  sekaligus menentukan kelompok yang terbaik menurut pengamatan siswa dengan memberi kesempatan pada ketua kelompok menilai hasil kerja kelompok,peneliti memberikan tepuk tangan  bersama siswa pada kelompok terbaik.

      Pada saat yang sama ,kolabor melakukan pengamatan dan mengisi instrumen  yang sudah disiapkan,yang meliputi ,pengamatan guru,siswa saat kegiatan belajar mengajar, dan angket siswa setelah kegiatan berakhir.  Hasil yang didapat dari pengamatan ini  adalah sebagai berikut.  Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,keaktifan siswa dalam diskusi,kemampuan siswa dalam menghimpun hasil diskusi,keaktifan bertanya,dan keaktifan siswa dalam mencari sumber belajar,mendapatkan nilai baik sekali dengan rentang nilai  > 85 yang mencapai  90%.  Dengan ini, 97% siswa sudah dapat menyelesaikan tugasnya, kelancaran pada saat presentasi hanya  90%.  Hasil angket setelah kegiatan belajar mengajar terdapat 95% siswa merasa senang,  13% siswa yang mengalami kesulitan belajar,  92%  siswa ada keberanian mengemukakan pendapat, 95% mendorong siswa lebih kreatif,dan prestasi belajar siswa pada siklus  3 (tiga) mendapat nilai rata-rata kelas  85,31

            Melihat dari hasil pengamatan pada siklus  3, antusias siswa dalam mengikuti   kegiatan belajar mengajar,keaktifan siswa dalam diskusi,kemampuan siswa dalam menghimpun hasil diskusi,kelancaran dalam menjawab pertanyaan kelompok lain kelancaran mengemukakan ide atau pendapat,ketelitian untuk menghimpun hasil diskusi,keaktifan bertanya,keaktifan dalam mencari sumber belajar mendapatkan nilai baik sekali, ini menunjukan bahwa sudah ada peningkatan yang signifikan melalui pembelajaran think,write,and talk, 13% siswa yang masih kesulitan memahami materi dan  8%  kurang berani mengemukakan pendapat.

            Dengan demikian,pada siklus 3 kegiatan dipandang sudah cukup dan tidak dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Berdasarkan siklus 3 didapat nilai presentasi siswa dengan rata-rata 85,31 yang berarti ada kenaikan 9,85 dalam prosentase 13,05% dari siklus 2,  yaitu 75,46.

                 Untuk mengetahui  lebih jelas perubahan dari siklus ke siklus dapat dilihat  dalam tabel berikut.

Tabel  1: Hasil pengamatan kegiatan siswa pada saat KBM

No Kegiatan/Aspek yang

Diamati

Siklus  I Siklus  II Siklus  III
1 Antusias siswa dalam mengikuti KBM Cukup Baik sekali Baik sekali
2 Kelancaran siswa dalam mengemuka kan ide dan memecahkan masalah Kurang Baik Baik sekali
3 Keaktifan siswa dalam diskusi Cukup Baik Baik sekali
4 Kemampuan siswa dalam menghimpun hasil diskusi Cukup Baik sekali Baik Sekali
5 Ketelitian dalam menghimpun hasil diskusi Kurang Baik Baik
6 Keaktifan siswa dalam bertanya Kurang Baik Baik
7 Keaktifan siswa dalam mencari  sumber belajar Kurang Baik Baik sekali
8 Kelancaran siswa dalam menjawab pertanyaan Cukup Baik Baik

Keterangan   : Baik sekali       :   86 – 100

                        Baik                 :   71 –  85

                        Cukup             :   60 – 70

                        Kurang                        :        > 60

Hasil angket siswa yang diambil pada setiap siklus disajikan dalam tabel berikut.

Tabel   2   Rekapitulasi hasil angket siswa setelah KBM

 

No Pertanyaan Jawaban Siklus  1 % Siklus  

2  %

Siklus

3  %

1 Apakah pembelajaran Think,Write,

and Talk menyenangkan ?

Ya 80 93 95
Tidak 20 7 5
2 Apakah dengan pembelajaran Think,Write,and

Talk membuat kamu mudah memahami pelajaran ?

Ya 60 70 87
Tidak 40 30 13
3 Apakah dengan pembelajaran Think,Write,and Talk membuat

kamu berani mengemukakan pendapat ?

Ya 50 70 92
Tidak 50 30 8
4 Apakah dengan pembelajaran Think,Write,and

Talk mendorong kamu lebih kreatif  ?

Ya 80 95 95
Tidak 20 5 5
5 Apakah kamu mengalami kesulitan dalam

pembelajaran Think,Write,and Talk ?

Ya 30 15 13
Tidak 70 85 87

 

100
90
80
70
60 Rata-rata
50
40
30
20
10
0 Sebelum

Siklus

Siklus

1

Siklus

2

Siklus

3

 

 

Grafik 1: Hasil Ulangan Sebelum dan Tiap Akhir Siklus

Berdasarkan tabel 1, pada siklus 1, antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup.  Hal ini disebabkan baru pertama kali siswa mengenal metode tersebut.Sementara itu kelancaran mengemukakan ide terlihat sangat kurang, kreativitas siswa masih kurang.  Hal ini terlihat pada saat diskusi kelas kurang berjalan dengan baik.  Kemampuan menghimpun hasil diskusi cukup terlihat.  Hasil yang dipresentasikan kurang begitu menarik dan kurang bisa dipahami oleh kelompok siswa.  Ketelitian dalam menghimpun hasil diskusi sangat kurang.  Kreativitas dalam bertanya antar kelompok cukup.  Kreativitas dalam mencari sumber belajar cukup terlihat.  Pada saat diskusi tidak dapat berjalan dengan baik.  Kelancaran siswa dalam menjawab pertanyaan cukup terlihat.  Siswa belum terampil menjawab pertanyaan-pertanyaan pada saat pertama diskusi.  Pada siklus 2 terlihat adanya kemajuan antusias siswa meningkat baik sekali,begitu juga kemampuan dalam menghimpun hasil diskusi.  Di sisi lain, kelancaran mengemukakan ide, keaktifan siswa ketelitian menghimpun hasil diskusi, keaktifan mencari sumber,kelancaran siswa dalam menjawab pertanyaan menjadi lebih baik.  Pada siklus 3 kelancaran mengemukakan ide ,keaktifan siswa dalam diskusi,kemampuan dalam menghimpun hasil diskusi,keaktifan siswa dalan diskusi,kemampuan dalam menghimpun hasil diskusi,keaktifan siswa dalam mencari sumber belajar lebih meningkat bila dibandingkan siklus  2.  Hal ini terlihat masing-masing kelompok disibukan mempelajari modul-modul yang sudah disiapkan oleh guru sehingga siswa masih ingin berlama-lama belajar.

Berdasarkan tabel  2  pada siklus 1, terlihat siswa termotivasi untuk belajar dan merasa senang belajar.  Namun,disini masing-masing siswa  merasa kesulitan dalam memahami materi,terlihat hanya  60%, begitu juga dengan mengemukakan idehanya mencapai  50%. Pada siklus  1 terlihat siswa lebih kreatif mencapai  80% yang mengalami kesulitan hanya  30%.  Pada siklus  2 motivasi belajar naik lebih tinggi mencapai  93%. Siswa terlihat lebih kreatif  95%  keberanian mengemukakan pendapat naik menjadi  70%.  Pada siklus 3 rata-rata siswa terlihat sangat senang dan yang mengalami kesulitanpun 13% sehingga pembelajaran ini betul-betul dapat meningkatkan minat dan kreativitas belajar siswa.  Hal ini terlihat pada menurunnya presentase kesulitan yang dihadapi siswa.

           Pada grafik 1 terlihat kenaikan hasil  belajar pada siklus  1,yaitu  5,03 dibanding sebelum siklus yang berarti kenaikannya  7,95%.  Begitu pula pada siklus  2, ada kenaikan  7,18 dibanding siklus  1 dengan presentase  10,51%.  Pada siklus 3 terjadi peningkatan  9,85  dibandingkan pada siklus 2 dengan prosentase 13,05%.  Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran dengan Think Write,and Talk, dapat meningkatkan pemahaman pada konsep-konsep yang dipelajari.

PENUTUP

Kesimpulan

            Berdasarkan uraian pada pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pembelajaran IPS dengan menggunakan Think Write and Talk adalah dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Saran

Mengingat kelebihan-kelebihan pemanfaatan pembelajaran IPS dengan menggunakan Think Write and Talkseperti diungkap di bagian depan maka guru dapat menerapkannya pada berbagai pembelajaran. Guru hendaknya  mengikuti berbagai pelatihan dan senantiasa semangat untuk mengadakan inovasi pembelajaran sehingga dapat meraih hasil yang diharapkan. Demikian pula sekolah hendaknya memberikan fasilitasi bagi guru untuk dapat mengembangkan diri dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Amien,Moh. 1980. Peranan Kreativitas dalam Pendidikan. Depdikbud ;  Analisis    kebudayaan Jakarta.

Deporter,B & Hernacki,M. 2003. Quantum Learning , Bandung : PT.Mizan Pustaka.

Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Materi Pelatihan terintegrasi  IPS.

Kuntoro,S.A.1992. Nilai-nilai keagamaan dan mengembangkan Kreativitas Anak          (Suatu tantangan bagi kehidupan Modern ) Cakrawala Pendidikan. Yogyakarta : PPM    IKIP Yogyakarta.

Mulyana.E.2005. Implementasi Kurikulum 2004, Bandung : PT.Remaja   Rosdakarya.

Meier,D. 2003. The Acceleratied Learning. Bandung : PT.Mizan Pustaka.

Nur.Mohammad.2005.Guru yang berhasil dan Pengajaran Langsung. Departemen  Pendidikan Nasional.

Semiawan, C, Munandar, A.S. dan Munandar,S O U. 1987. Memupuk Bakat dan  Kreativitas Siswa Sekolah Menengah. Jakarta : Gramedia.

Sutusia, 2006. Peningkatan Minat Belajar dan Aktivitas siswa Pokok Bahasan  Keanekaragaman Hayati Kelas  VIII.  Melalui Pembelajaran Think,Write,and Talk. Laporan  PTK.

Universitas Negeri Malang. 2000. Pedoman penulisan Karya Ilmiah UM Malang..

BIODATA

Nama              :   Madadi,SE

Jabatan           :   GTT

Unit Kerja        :   SMP Negeri  4 Tanjung

Email,              :   madadi334@yahoo.com

No HP             :   085741554234




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *