PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS MELALUI  MEDIA GRAFIS

matoyah

ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan media grafis dapat meningkatkan ketrampilan menulis surat dinas dengan sistematika penulisan yang tepat dan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada siswa kelas VIII A SMP N 1 Tonjong. Subjek penelitian ini kelas VIII A dengan jumlah siswa 36 siswa kelas VIII A SMP N 1 Tonjong semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat  tahap, yaitu : perencanaan (planning); pelaksanaan (acting); pengamatan (observing); dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian mengalami peningkatan dari rata – rata nilai 58,2 (prasiklus) menjadi 65,4 (Siklus I) dan pada siklus II nilai rata-rata menjadi  72,3. Sementara untuk ketuntasan belajar yang dicapai semula hanya 57,14% (pra siklus)  meningkat 71,4% (siklus I) hingga pada siklus II mencapai 85,7 %.

Kata kunci : ketrampilan menulis,  surat dinas, media grafis

 

PENDAHULUAN

Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh setiap siswa. Kemampuan ini berfungsi bagi pengembangan diri mereka baik untuk melanjutkan sekolah maupun dipergunakan dalam masyarakat.  Pada kenyataannya tidak semua siswa dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan ataupun tertulis. Demikian halnya dengan lulusan  SMP N 1 Tonjong. Kadang – kadang kita merasa prihatin dengan sikap mereka yang meremehkan mata pelajaran bahasa Indonesia, mereka beranggapan bahwa bahasa Indonesia tidak perlu kita pelajari karena bahasa Indonesia adalah bahasa kita sehari – hari.

Untuk itu peneliti mencoba untuk meneliti permasalahan ini dengan membuktikan “Apakah dengan mengubah metode / pendekatan dapat membantu pemahaman siswa dalam menerima materi tersebut.

Penulisan surat dinas yang tepat bilamana masalah dalam hal yang akan dikomunikasikan dapat mencapai tujuan sebagaimana dengan kehendak si pengirim / penulis surat tersebut. Karena itu, isi atau maksud surat harus jelas sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman pada pihak penerima. Bahasa yang digunakan dalam surat dinas adalah harus jelas,logis,dan menggunakan bahasa yang baku serta sistematika penulisan yang tepat.

Berdasarkan hasil tes pertama di kelas VIII A diperoleh rata – rata nilai 60,3 (ketuntasannya 57,1%) atau 16 siswa mendapat nilai di bawah KKM (KKM untuk kompetensi ini ditetapkan 70). Hasil refleksi yang dilakukan dengan meminta tanggapan mereka terhadap proses pembelajaran, 52,9 % siswa merasa bosan dan 71,4 % siswa masih bingung  dalam proses penulisan surat dinas dengan sistematika surat dinas yang tepat dan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal dalam penjelasan tersebut disertai dengan berbagai contoh. Untuk memperbaiki semua itu guru berupaya dengan cara memanfaatkan media pembelajaran yang berupa media grafis berbentuk potongan – potongan bagian surat dinas  yang telah dibuat.

Rumusan Masalah dalam penelitian ini seberapa besar peningkatan ketrampilan menulis surat dinas dengan sistematika yang tepat dan sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada siswa kelas VIII A setelah mengikuti pembelajaran dengan media grafis? Adapun tujuan Penelitian ini Mengetahui seberapa besar peningkatan ketrampilan menulis surat dinas dengan sistematika penulisan yang tepat dan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada siswa kelas VIII A Semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 SMP N 1 Tonjong, setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media grafis.

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu dengan menggunakan media grafis dapat meningkatkan ketrampilan siswa dalam menulis surat dinas dengan sistematika penulisan yang tepat, bahasa Indonesia yang baik dan benar  pada siswa kelas VIII A semester 1 tahun pelajaran 2013/2014 SMP Negeri 1 Tonjong.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Surat Dinas

Menurut Kusnaeni H. (Sueyanto,Alex dan Anita Verly. 1995) surat adalah salah satu sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi dari pihak (orang, instansi, atau organisasi) kepada pihak yang lain (orang, instansi atau organisasi). Menurut Sabaruddin Ahmad (1980:23) surat dinas atau surat jawatan, yaitu surat yang diterbitkan oleh kantor – kantor / jawatan pemerintah.dinas itu surat yang dibuat. Pratjihno (1983 : 13) menyebutkan bahwa surat dinas itu surat yang dibuat oleh kantor – kantor pemerintah.

Dari uraian di atas surat dinas itu merupakan surat yang berisi permasalahan kedinasan, surat dinas itu sama dengan surat resmi dan yang membuat atau yang menerbitkan surat dinas dapat instansi pemerintah atau perorangan.

Fungsi Surat

Sebagai suatu sarana komunikasi, surat mempunyai peranan dan fungsi yang sangat serta mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan dengan sarana komunikasi yang lainnya seperti : radio, televisi, telepon, telegram dan sebagainya. Surat dipandang sebagai alat komunikasi yang efektif, efisien, ekonomis dan praktis. Jika alat – alat di atas itu hanya dapat menyampaikan informasi secara pendek maka surat merupakan sarana yang dapat merekam informasi secara panjang lebar, terperinci dan merupakan bukti hitam di atas putih.

Jenis Surat

Menurut Thomas Bratawidjaja (Sabariyanto,Dirgo.1998) menurut isi dan asal atau pengirimnya, surat dibedakan atas tiga macam,yaitu :

  1. Surat resmi atau dinas pemerintah
  2. Surat niaga
  3. Surat pribadi

Bahasa Surat

Menurut Lamunuddin Finoza (Sueyanto,Alex.1995) Surat merupakan alat komunikasi yang penting, kabar atau berita tertulis yang ada pada umumnya disampaikan melalui surat. Adanya bukti berupa tulisan “hitam di atas putih” merupakan keunggulan yang tidak dimiliki oleh komunikasi lisan.

Dalam surat resmi bahasa surat harus singkat dan sederhana, isinya mantap, tidak meragukan dan cepat dipahami oleh pembaca surat.  Penggunaan kalimat – kalimat yang berbelit – belit hendaknya dihindari. Begitu pula dengan pemakaian istilah – istilah yang tidak lazim, akronim, singkatan bentukan sendiri sebaiknya tidak dibiasakan. Kalimat yang digunakan harus singkat, jelas bahasanya harus lancar sehingga mudah dipahami, bentuknya rapi, susunannya baik dan lengkap serta bervariasi.

Sistematika Penulisan Surat Dinas

Sebuah surat terdiri atas beberapa bagian. Penempatan bagian itu berhubungan dengan bentuk surat yang digunakan. Artinya jika bagian surat itu diletakkan pada bagian kiri terbentuklah bentuk lurus. Jika bagian – bagian surat itu tidak diletakkan pada margin kiri dapat terbentuklah bentuk setengah lurus atau bentuk Indonesia baru. Hal itulah yang membedakan komposisi surat dengan komposisi yang lainnya,seperti novel,cerpen,roman,ataupun bentuk – bentuk  laporan.

Media Pembelajaran

Menurut Boove, media pembelajaran merupakan sebuah alat untuk menyampaikan pesan atau alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam proses pembelajaran (Ena,2004 : 20 ). Hamalik (1996 : 46) mengemukakan pemakaian media pembelajaran dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan keinginan dan minat yang baru,membangkitkan rangsangan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar,dan bahkan membawa pengaruh – pengaruh psikologi terhadap siswa.

Media Pembelajaran merupakan sarana yang dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi atau informasi pada siswa.Alat peraga ini sama dengan media.Hanya saja alat peraga pendidik kreatif mengembangkan sebuah sarana untuk dijadikan bahan ajarnya sesuai dengan isi dari materi yang akan disampaikan pada siswa.

Menurut jenisnya, media terdiri atas media audio (dengar),media visual (pandang), media audio – visual (pandang – dengar) ,media grafis, media transparansi, media proyeksi, dan media berprogram. Media – media itu sangat membantu tugas pengajar dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Kendalanya tidak semua media yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang tersedia. Oleh karena itu,seorang pengajar harus bisa merencanakan dan membuat sendiri. Ada dua jenis media pembelajaran yang sederhana tetapi sangat efektif penggunaannya yaitu media grafis dan media trasnparansi.

Pembuatan Media Grafis dalam Pembelajaran Bahasa

Media grafis sering disebut media visual dasar,meliputi Papan Flanel, Papan Buletin, Flip Chart, Poster, Grafik, Kartun, dan Komik. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan media grafis yang berupa potongan – potongan bagian surat dinas dari kertas manila. Penulis mendesain media grafis ini memperhatikan prinsip – prinsip dari penggunaan dan pembuatan media grafis.

Kerangka Berpikir

Hasil prasiklus yang tidak menggembirakan dan banyaknya tanggapan siswa yang tidak senang, masih bingung dan tidak puas dengan proses pembelajaran kompetensi dasar menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika penulisan yang tepat, maka pemilihan media grafis ini (berupa potongan – potongan bagian surat dinas dan surat pribadi )merupakan hal yang tepat.

METODE PENELITIAN

Subjek penelitian  ini adalah di kelas VIII A SMP Negeri 1 Tonjong Tahun Pelajaran 2013/2014 terdiri dari 36 siswa ( 16 laki-laki dan 20  perempuan ). Kelas VIII A dipilih karena kelas VIII A paling rendah diantara kelas lain dalam menulis surat dinas dengan sistematika penulisan yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan oleh guru dibantu kolaborator yaitu rekan guru yang berpendidikan S.1.

Prosedur  Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat  tahap, yaitu : perencanaan (planning); pelaksanaan (acting); pengamatan (observing); dan refleksi (reflecting).

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil observasi kolaborator tentang nilai ulangan harian, aktivitas siswa dan kinerja guru dalam siklus ditunjukkan dalam grafik di bawah ini.

matoyahh

Pada grafik Ketuntasan Nilai Ulangan harian dapat diperoleh informasi bahwa pada prasiklus ini ketuntasan siswa dalam pembelajaran kompetensi dasar ini hanya 57,1%. Ada 12 siswa yang belum tuntas, empat siswa putri dan delapan siswa putra. Pada siklus I terdapat kemajuan yang semula hanya 57,1% di siklus I ini meningkat 14,3% menjadi 71,4%, yang belum tuntas berkurang menjadi delapan siswa yang terdiri dari dua siswa putri dan enam siswa putra.

Siklus II terjadi perubahan setelah pendidik mengubah model pembelajarannya yang semula hanya dengan metode ceramah saja, dalam siklus II ini menggunakan media grafis yang berupa potongan bagian surat dinas. Dalam siklus ini, ketuntasan pembelajaran kompetensi dasar ini meningkat menjadi 85,7%, siswa yang belum tuntas hanya empat orang dan semuanya berjenis kelamin laki – laki.

2.Grafik Kinerja Guru

matoyahhh

Pada Grafik Kinerja Guru inidapat diperoleh informasi tentang kinerja guru saat melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas VIII A. Pada tahap prasiklus kinerja guru hanya 70 skornya, guru mengalami beberapa kendala, diantaranya siswa saat kegiatan belajar mengajar sebagian siswa melakukan aktivitas sendiri tanpa memperdulikan penjelasan dari gurunya, siswa juga belum dapat menguasai dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar baik secara tulis maupun lisan.

Siswa setelah kegiatan belajar mengajar tidak ada yang bertanya tentang materi yang diberikan oleh guru, pendidik berpendapat kalau siswanya itu sudah faham tentang kompetensi dasar ini. Untuk membuktikannya guru memberikan sebuah latihan soal. Saat waktu yang ditentukan telah habis pendidik meminta pada siswa untuk mengumpulkan tugasnya. Semua pekerjaan siswa terkumpul,pendidik mengoreksi hasil kerja siswa ternyata hasilnya hanya beberapa siswa saja yang dapat memahami penulisan surat dinas. Pendidik menyimpulkan bahwa pembelajaran kompetensi dasar ini tidak berhasil.

Pada pertemuan berikutnya atau siklus pertama kinerja gurunya mengalami peningkatan menjadi 82 skornya. Pendidik mengubah metode pembelajarannya. Pendidik memberikan penjelasan dan contoh surat dinas, siswa diajak bertanya jawab tentang surat dinas, setelah itu diberi latihan soal. Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung masih saja ada beberapa siswa yang sikapnya belum berubah. Selang beberapa menit kira – kira 10 menit,guru berkeliling untuk meneliti pekerjaan siswa. Ternyata para siswa belum mengerjakan, saat ditanya mereka bingung menuliskan kalimat sesuai dengan bagian – bagian surat dinas dan menggunakan bahasa Indonesia yang tepat. Akhirnya,pendidik  berkeliling ke seluruh siswa kelas VIII A, satu per satu siswanya dibimbing dan dijelaskan kembali tentang penulisan surat dinas. Satu soal pun tidak dapat diselesaikan dalam waktu dua jam pelajaran. Dengan demikian waktu pertemuan 2 x 40 menit (dua jam pelajaran) terbuang, tanpa memperoleh hasil yang memuaskan. Sebuah soal itu dijadikan tugas di rumah.

Pada siklus kedua kinerja guru mendapatkan 91 skornya. Pendidik mengubah model pembelajarannya dengan memanfaatkan media grafis untuk pembelajaran materi surat dinas, ternyata dengan menggunakan media grafis ini berdampak positif dan  terdapat peningkatan yang cukup drastis, siswa pun merasa senang mengikuti pembelajaran ini. Selain penggunaan media grafis, pendidik menggunakan permainnan sistem kocokan seperti “orang arisan”,jika namanya keluar maka siswa tersebut harus maju dan jika tidak mau siswa itu harus nyanyi atau baca puisi. Dengan model pembelajaran yang divariasikan dengan permainan, sehingga siswa merasa tidak jenuh, aktivitas yang dilakukan siswa pada prasiklus dan siklus I berkurang.hanya ada empat siswa yang masih bermalas – malasan dalam mengikuti pembelajaran ini.

Pembahasan

Pada siklus I,  meskipun masih banyak hambatan, siswa merasa sangat senang karena baru pertama kali proses pembelajaran menulis surat dinas dengan menggunakan alat peraga. Dan hasil yang diperoleh siklus ini cukup menggembirakan.Terjadi peningkatan dari rata – rata nilai 58,2 (prasiklus) menjadi 65,4 (Siklus I). Begitu pula dengan ketuntasan yang dicapai, yang semula hanya 57,14% menjadi 71,4%. Pada siklus ini terdapat 8 siswa yang belum tuntas.Hambatan – hambatan yang muncul pada siklus I menjadi bahan refleksi bagi guru untuk untuk diperbaiki pada siklus II.

Berdasarkan refleksi pada siklus I dan masukkan dari kolaborator, guru melakukan beberapa perubahan. Dari pembenahan ternyata diperoleh hasil yang memuaskan. Ketuntasan belajar yang dicapai pada siklus ini 85,7 % dengan nilai rata – rata 72,3.

PENUTUP

Hasil penelitian,  Ada peningkatan dalam ketrampilan menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dan menggunakan sistematika penulisan yang tepat pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Tonjong dengan menggunakan media grafis (yang berupa potongan bagian – bagian surat dinas).  Ketrampilan menulis mengalami peningkatan dari rata – rata nilai 58,2 (prasiklus) menjadi 65,4 (Siklus I) dan pada siklus II nilai rata-rata menjadi  72,3. Sementara untuk ketuntasan belajar yang dicapai semula hanya 57,14% (pra siklus)  meningkat 71,4% (siklus I) hingga pada siklus II mencapai 85,7 %.

Kesimpulan, untuk meningkatan ketrampilan menulis surat dinas yang berkenaan dengan kegiatan sekolah dan menggunakan sistematika penulisan yang tepat pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Tonjong dapat menggunakan media grafis (yang berupa potongan bagian – bagian surat dinas).

 

 

DAFTAR PUSTAKA 

Ahmad, Sabaruddin. 1980. Pedoman Surat Menyurat.Medan : Sinar Agung

Hamalik Oemar, (1998). Teori Hasil Belajar. Jakarta : Grasindo.

Media.Pelangi Pendidikan,Volume 4 No.2 tahun 2001

Sabariyanto,Dirgo. 1998. Bahasa Surat Dinas.Yogyakarta : Mitra Gama  Widya

Subyantoro. 2009. Penelitian Tindakan Kelas.Semarang : Unnes

Sueyanto,Alex dan Anita Verly. Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VIII.Jakarta : Gelora Aksara Pratama.

Sulipan. 2007. Penelitian Tindakan Kelas.P4TK BMTI Bandung

Supraptama. 2001. Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa.Pelangi Pendidikan Volume 4 No.1

Biodata  :

Matoyah, S.Pd.

Guru SMPN 1 Tonjong




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *