PTS Menyusun RPP bagi Guru SD Melalui Bimbingan Akademik

MELALUI BIMBINGAN AKADEMIK UNTUK  MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  ( RPP ) BAGI GURU SD NEGERI CIBUN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/ 2016

ABSTRAK

            Tujuan utama dari penelitian tindakan sekolah ini adalah  untuk membantu meningkatkan kemampuan guru – guru di SD Negeri Cibun, UPK Karanglewas yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan, dalam menyusun rencana pembelajaran agar dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal. Prosedur tindakan yang dilakukan melalui 2 siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan serta refleksi. Tindakan bimbingan akademik  dilakukan oleh peneliti selaku kepala sekolah baik secara individu, maupun kelompok secara terus menerus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan akademik dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyusun RPP bagi guru – guru SD Negeri Cibun. Pada komponen Perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40 % pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan. Pada Komponen Penentuan bahan dan materi pembelajaran, terdapat peningkatan kemampuan dari 65% menjadi 70% setelah siklus 1 dan lebih menguat menjadi 80%. Dalam Komponen Pemilihan Strategi dan metoda pembelajaran, yang didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentuan alokasi waktu yang digunakan,terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 40% menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 75% setelah siklus 2. Meskipun tidak terlihat adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan Media dan alat pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 60% pada awal kegiatan dan setelah siklus 1, menjadi 80% setelah siklus 2. Peningkatan yang cukup signifikan juga dapat kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula hanya 40% pada awal kegiatan, menjadi 60% pada akhir siklus 1 dan berhasil mencapai 70% pada akhir siklus 2.

Kata Kunci: Minat dan kemampuan/kompetensi menyusun RPP, pembinaan Akademik

 

PENDAHULUAN

Satu satu faktor penentu suksesnya  pembangunan nasional adalah sektor pendidikan. Dengan  pendidikan, kita dapat mentransfer segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai macam keterampilan kepada peserta didik agar mereka mampu menyerap, menilai dan mengembangkannya secara mandiri ilmu yang dipelajarinya. Sedangkan faktor yang menjadi penentu keberhasilan pelaksanaan pendidikan  adalah manusia itu sendiri, dalam hal ini adalah guru. Guru, selain sebagai pengajar, pendidik dan pelatih guru juga  merupakan ujung tombak dalam perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan. Sehingga keberhasilan dan atau kegagalan sebuah pendidikan suatu bangsa, sangat ditentukan oleh guru.

Pengalaman dari penilaian portofolio sertifikasi guru ditemukan, bahwa pada umumnya RPP guru cenderung bersifat rutinitas dan kering akan inovasi. Mengapa? diduga dalam melakukan penyusunan RPP guru tidak melakukan penghayatan terhadap jiwa profesi pendidik.  Buktinya perilaku menyusun RPP dan perilaku mengajar guru tidak berubah jauh. Dari hasil pantauan  peneliti selaku kepala sekolah, selama ini  para guru masih sangat jarang mengajar di dalam kelas dengan menggunakan RPP, baik RPP hasil kopi paste dari teman atau download dari internet terlebih RPP yang merupakan buatan sendiri. Kebanyakan teman-teman guru mengajar sesuai urutan materi yang terdapat dalam buku bahan ajar, bahkan tidak jarang yang menggunakan LKS sebagai pedoman utama penyampaian materi kepada siswa. Hal ini tentu saja sangat berimbas pada hasil yang akan dicapai oleh siswa, karena guru dalam mengajar terkesan hanya untuk menggugurkan kewajiban saja karena tanpa persiapan.

Melihat kenyataan tersebut Peneliti memiliki rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Apakah melalui bimbingan akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) bagi Guru SD Negeri Cibun Semester I Tahun Pelajaran 2015/ 2016?

KAJIAN TEORI

Di dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (UUGD), disebutkan ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru sehingga guru tersebut akan menjadi guru yang profesional, yaitu kompetensi-kompetensi kepribadian, pedagogik, professional, dan sosial.

Salah satu program yang dapat diselenggarakan dalam rangka pemberdayaan guru adalah Bimbingan akademik (Bimbingan akademik). Bimbingan akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan akademik. Bimbingan akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan akademik. Dengan demikian, berarti, esensial Bimbingan akademik adalah membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Mengembangkan kemampuan dalam konteks ini janganlah ditafsirkan secara sempit, semata-mata ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen (commitmen) atau kemauan (willingness) atau  motivasi (motivation) guru, sebab dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas akademik akan meningkat.

Konsep Bimbingan akademik

Bimbingan akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk  mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al; 2007). Bimbingan akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam Bimbingan akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan,misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja bukan berarti selesailah pelaksanaan Bimbingan akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program Bimbingan akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Tujuan dan Fungsi Bimbingan Akademik

Bimbingan akademik merupakan salah satu (fungsi mendasar (essential function) dalam keseluruhan program sekolah (Weingartner, 1973; Alfonso dkk., 1981; dan Glickman, et al; 2007). Hasil Bimbingan akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru. Bimbingan akademik sama sekali bukan penilaian unjuk kerja guru. Apalagi bila tujuan utama penilaiannya semata-mata hanya dalam arti sempit, yaitu mengkalkulasi kualitas keberadaan guru dalam memenuhi kepentingan akreditasi guru belaka.

Hal ini sangat berbeda dengan konsep Bimbingan akademik. Secara konseptual, Bimbingan akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Bimbingan akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian,  esensi Bimbingan akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran,melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.

Meskipun demikian, Bimbingan akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran. Apabila di atas dikatakan,bahwa Bimbingan akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran, maka menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya. Penilaian kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran sebagai suatu proses pemberian estimasi mutu kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, merupakan bagian integral dari serangkaian kegiatan Bimbingan akademik. Agar Bimbingan akademik dapat membantu guru mengembangkan kemampuannya, maka untuk pelaksanaannya terlebih dahulu perlu diadakan penilaian kemampuan guru, sehingga bisa ditetapkan aspek yang perlu dikembangkan dan cara mengembangkannya.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dan refleksi, dan dilakukan minimal dalam dua siklus. Pada tahap persiapan dibuat skenario kegiatan, jadwal waktu , tempat  serta sarana pendukung lainnya seperti lembar observasi, serta angket  Penelitian dilakukan di SD Negeri Cibun, UPK Karanglewas sejak bulan Oktober sampai bulan Desember :

Langkah-langkah PTS yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Langkah-langkah PTS seperti Gambar 1 berikut:

narasan 

Instrumen penelitian yang digunakan adalah  lembar observasi yang digunakan oleh /pembina/supervisor/kepala sekolah  untuk mencatat perkembangan kemampuan masing masing guru yang dibinanya selama proses penelitian( siklus 1 dan siklus 2). Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada contoh di bawah halaman berikut: Teknik analisis data dilakukan terhadap hasil RPP guru sebagai data awal kemampuan guru dan hasil observasi yang dilakukan selama proses pembinaan akan dianalisis secara deskriptif  untuk mengukur keberhasilan proses pembinaan sesuai dengan tujuan penelitian tindakan sekolah ini.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian tindakan yang dilakukan  di SD Negeri Cibun, UPK Karanglewas ini dilakukan oleh kepala sekolah melalui tehnik Bimbingan Akademik secara individu dan kelompok sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan/kompetensi akademik  guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran di kelas. Penelitian dilakukan terhadap 4 orang guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan sehingga dianggap kurang kompeten dalam mengelola perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Namun demikian permasalahan dalam penelitian tindakan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan asumsi apabila guru sudah mampu menyusun RPP dengan baik, maka setidaknya dia sudah memiliki pedoman untuk melakukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran di kelas sesuai dengan mata pelajaran  masing-masing.

Deskripsi data awal

Dari data awal yang diperoleh pada kegiatan penelitian, terlihat bahwa 60% guru masih memiliki kesulitan dalam merumuskan indikator tujuan pembelajaran yang efektif sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar masing-masing mata pelajaran. Selain itu guru juga masih menemukan kesulitan dalam memilih Strategi dan metode  pembelajaran, serta menentukan teknik dan metode penilaian yang bisa mengukur pencapaian tujuan pembelajaran. Sementara untuk penentuan bahan belajar/ materi pembelajaran sudah dikuasai hingga 65 % dan media yang direncanakan sudah 60 % sesuai. Namun dalam penentuan kegiatan pembelajaran belum terinci langkah-langkah dan alokasi waktu yang dibutuhkan.

Deskripsi skilus 1

Berdasarkan pada data tersebut, maka dilakukan tindakan pada siklus 1 dengan titik berat pada kesulitan-kesulitan yang dihadapi, dengan cara memberikan penjelasan contoh-contoh yang relevan. Pada akhir kegiatan siklus 1 diperoleh peningkatan kemampuan guru sebagai berikut: Pada perumusan indikator tujuan pembelajaran sudah ada peningkatan hingga mencapai 60%, Penentuan Bahan/materi pelajaran tetap pada 70%, Kemampuan menentukan Strategi/metode Pembelajaran yang relevan meningkat menjadi 60%, Perencanaan penggunaan media pembelajaran pada level 60% tetapi ada peningkatan pada variasi media yang digunakan, dan dalam penentuan rencana evaluasi pembelajaran juga mengalami peningkatan hingga 60% dan sudah terlihat gambaran bentuk dan jenis evaluasi yang digunakan.

Deskripsi siklus 2

Melihat hasil yang diperoleh pada refleksi kegiatan siklus 1, maka dilakukan tindakan penelitian pada siklus 2 dengan menggunakan hasil tindakan siklus 1 sebagai bahan masukan dalam perencanaan kegiatan siklus ini dengan tujuan untuk lebih meningkatkan dan menguatkan kemampuan guru dalam  menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) hingga bisa mencapai hasil min 70%.

Pada akhir kegiatan siklus diperoleh hasil yang cukup menggembirakan yang memberikan indikasi tercapainya tujuan penelitian tindakan ini. Hasil yang diperoleh dapat kita lihat sebagai berikut: Perumusan tujuan pembelajaran hasil rata-rata menunjukkan angka 70%. Pada penentuan bahan ajar diperoleh hasil 80%,Penentuan strategi/metode pembelajaran ia dan alat mencapai 75% dengan variasi yang semakin beragam. Pada penentuan media dan alat pembelajaran ada peningkatan hingga 80%, dan Perencanaan kegiatan evaluasi bisa mencapai 70% dan sudah mencantumkan, bentuk, jenis dan bahkan soal yang digunakan beserta kunci jawaban atau pedoman penilaiannya, serta mencantumkan alokasi waktu yang dibutuhkan.

PEMBAHASAN

Dari data yang dikumpulkan sebelum dan selama proses penelitian tindakan, kita dapat melihat adanya peningkatan kemampuan guru pada masing-masing komponen perencanaan pembelajaran, sebagai berikut :

  1. Pada komponen Perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40 % pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan, seperti yang tampak pada grafik berikut:

siklusnarsan

Grafik 1

Peningkatan kemampuan dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran

  1. Pada Komponen Penentuan bahan dan materi pembelajaran, terdapat peningkatan kemampuan dari 65% menjadi 70% setelah siklus 1 dan lebih menguat menjadi 80% setelah siklus 2, untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada grafik berikut:

siklusnarsannn

Grafik 2

Peningkatan Kemampuan dalam Penentuan Bahan dan Materi Pembelajaran

  1. Dalam Komponen Pemilihan Strategi dan metoda pembelajaran, yang didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentuan alokasi waktu yang digunakan,terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 40% menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 75% setelah siklus 2. Gambarannya dapat kita lihat pada grafik berikut ini:

narasan2

Grafik 3

Peningkatan kemampuan dalam Penentuan Strategi dan Metode Pembelajaran

  1. Meskipun tidak terlihat adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan Media dan alat pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 60% pada awal kegiatan dan setelah siklus 1, menjadi 80% setelah siklus 2.

siklusnarsann

Grafik 4

Peningkatan Kemampuan dalam Pemilihan Media dan Alat Pembelajaran

  1. Peningkatan yang cukup signifikan juga dapat kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula hanya 40% pada awal kegiatan, menjadi 60% pada akhir siklus 1 dan berhasil mencapai 70% pada akhir siklus 2. Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat gambarannya dalam grafik berikut ini:

siklusnarsana3

Grafik 5

Peningkatan kemampuan dalam Perencanaan Evaluasi Pembelajaran

Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap 5 orang guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan tersebut, berhasil meningkatkan kompetensi akademik mereka dalam menyusun Perencanaan Pembelajaran. Hal ini dimungkinkan karena adanya kerja sama yang baik antara kepala sekolah sebagai supervisor dengan para guru tersebut, yang didukung oleh adanya motivasi dan bimbingan dari kepala sekolah sehingga para guru memiliki antusiasme yang besar untuk dapat meningkatkan kemampuan mereka masing-masing dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang efektif.

PENUTUP

Dari Proses Penelitian Tindakan Sekolah yang di lakukan di SDN  Cibun, yang berjudul Melalui Bimbingan Akademik untuk Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pada komponen Perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40 % pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan.
  2. Pada Komponen Penentuan bahan dan materi pembelajaran, terdapat peningkatan kemampuan dari 65% menjadi 70% setelah siklus 1 dan lebih menguat menjadi 80%.
  3. Dalam Komponen Pemilihan Strategi dan metoda pembelajaran, yang didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentuan alokasi waktu yang digunakan,terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 40% menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 75% setelah siklus
  4. Meskipun tidak terlihat adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan Media dan alat pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 60% pada awal kegiatan dan setelah siklus 1, menjadi 80% setelah siklus 2.
  5. Peningkatan yang cukup signifikan juga dapat kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula hanya 40% pada awal kegiatan, menjadi 60% pada akhir siklus 1 dan berhasil mencapai 70% pada akhir siklus 2.
  6. Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap 5 orang guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan tersebut, berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik mereka dalam menyusun Perencanaan Pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 1982. Alat Penilaian Kemampuan Guru: Buku I. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Guru.

Suhardjono, A. Azis Hoesein, dkk (1995). Pedoman penyusunan KTI di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Digutentis, Jakarta : Diknas

Ratimin, Sarjono, dan Tri Peni Setyaningsih. 2008. Meningkatkan Profesionalisme Melalui Sertifikasi. Yogyakarta : Aksara Indonesia

Suhardjono. 2009. Tanya jawab tentang PTK dan PTS, naskah buku.

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara

Supriadi, Dedi. 1994. Kreativitas, Kebudayaan dan Perkembangan Iptek. Bandung : CV Alfabeta.

BIODATA PENULIS

NAMA                                    : Narsan, S. Pd

NIP                                         : 19680115 199503 1 002

PANGKAT/GO/RUANG      : Pembina/IV A

JABATAN                              : Kepala SDN Cibun UPK Karanglewas


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *