http://www.infopasti.net/pts-sd-pembuatan-rpp-melalui-pelatihan/

PTS SD Meningkatkan Kinerja Guru Melalui Supervisi Akademik

UPAYA MENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SD NEGERI SIDAYU 01 UPT DISDIKPORA KECAMATAN BINANGUN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh: WARSANA, S.Pd

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru kelas SD Negeri Sidayu 01 yang berjumlah 6 orang. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru meningkat setelah dilakukan tindakan berupa supervisi akademik dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil supervisi siklus I dan siklus II, kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran siklus I mencapai 61 % sedangkan siklus II 88 %.  Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus I mencapai 70% sedangkan siklus II 88 %. Kinerja guru dalam menilai prestasi belajar siklus I mencapai 78 % sedangkan siklus II 92 %. Kinerja guru dalam melaksanakan tindak lanjut menilai prestasi belajar siswa pada siklus I mencapai 60 % sedangkan pada siklus II 78 %. Dapat disimpulkan bahwa kinerja guru meningkat dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, dan melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa.

          Kata Kunci: Meningkatkan Kinerja Guru, Supervisi, Akademik

Pendahuluan

Menurut Abdul Majid (2008 : 7) dalam Direktorat Tenaga Kependidikan (2010 : 16), komponen  kompetensi guru meliputi komponen pengelola pembelajaran, komponen kompetensi pengembangan potensi dan komponen kompetensi akademik.

Komponen-komponen tersebut memiliki kompetensi yang masing-masing memiliki indikator. Indikator-indikator tersebut dijadikan pedoman penilaian kinerja guru dalam pembelajaran. Semua kompetensi tersebut bertujuan agar guru bermutu menjadikan pembelajaran bermutu juga.

Kondisi di lapangan saat ini, khususnya di SD Negeri Sidayu 01 UPT Disdikpora Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap, beberapa guru masih mendominasi kelas dan siswa cenderung pasif. Guru belum mampu menciptakan atau melaksanakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Guru belum mampu memilih dan menciptakan alat peraga serta metode yang tepat dalam pembelajaran. Guru juga belum mampu untuk melaksanakan tindak lanjut kemudian penilaian prestasi belajar siswa. Ini menunjukkan bahwa kinerja guru masih rendah. Supervisi sebenarnya telah dilaksanakan, namun cenderung menitik beratkan pada aspek administrasi, bukan pada aspek pembelajaran.Guru di SD Negeri Sidayu 01juga kurang mempunyai kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau penataran. Dilihat dari segi sarana dan prasarana, SD Negeri Sidayumemiliki sarana dan prasarana yang belum memadai. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka dilakukan upaya pemecahan masalah melalui Penelitian Tindakan Sekolah.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut :

  1. Kinerja guru dalam pembelajaran masih rendah
  2. Supervisi cenderung menitik beratkan pada aspek administrasi
  3. Kurangnya kesempatan guru untuk mengikuti pelatihan
  4. Sarana dan prasarana kurang memadai

Dari empat masalah yang teridentifikasi, maka masalah dibatasi pada rendahnya kinerja guru dalam pembelajaran. Apakah melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Sidayu 01 Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap?.

Penelitian tindakan sekolah  ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru melalui supervisi akademik di SD Negeri Sidayu 01 pada tahun pelajaran 2015/2016. Dan penelitian ini juga diharapakn dapat bermanfaat yaitu :

Menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, meningkatkan wawasan guru sehingga termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya, mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa

 

Kajian Pustaka

Kinerja guru terdiri atas dua kata yaitu kinerja dan guru. Menurut Simamora (2002 : 423) kinerja merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu performance. Kinerja atau prestasi kerja (performance) diartikan sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap keterampilan dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwodarminto, 2003 : 598) kinerja adalah cara, perilaku dan kemampuan kerja.

Menurut Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam Sedarmayanti (2001 : 50)  mengemukakan performance diterjemahkan menjadi kinerja, juga berarti prestasi kerja. Pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau hasil kerja atau unjuk kerja atau penampilan kerja. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwodarminto : 393) guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Guru adalah tenaga pendidik yang harus memiliki kualifikasi dan kemampuan profesional dalam kegiatan pembelajaran.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja guru adalah keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Kinerja guru umumnya dapat diukur melalui :

  • Kemampuan membuat rencana pembelajaran
  • Kemampuan melaksanakan rencana pembelajaran
  • Kemampuan melaksanakan evaluasi
  • Kemampuan menindak lanjuti hasil evaluasi

 

Supervisi Akademik

Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelaaran untuk mencapai tujuan pembelajarandalam Surya Dharma (2010 : 7). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertayaan-pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namn satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesaila pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Tujuan supervisi akademik adalah Membantu guru mengembangkan kompetensinya, mengembangkan kurikulum, mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007, Sergiovanni, 1987).

 

Teknik Supervisi Akademik

  1. Teknik supervisi individual

Teknik supervisi individual ada lima macam yaitu : Kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, danmenilai diri sendiri

  1. Teknik supervisi kelompok

Teknik supervisi kelompok ada tiga belas macam yaitu :kepanitian-kepanitiaan, kerja kolompok, laboratorium dan kurikulum, membaca terpimpin, demonstrasi pembelajaran, darmawisata, kuliah/studi, diskusi panel, perpustakaan, organisasi professional, buletin supervise, pertemuan guru, lokakarya atau konferensi kelompok

 

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sidayu 01 UPT Disdikpora Kecamatan Binangun pada tahun pelajaran 2015/2015.Yang menjadi subyek penelitian adalah guru kelas. Waktu penelitian adalah bulan Juli 2015 sampai dengan bulan Oktober 2015. Selama penelitian tersebut peneliti mengumpulkan data awal, menyusun program supervisi, pelaksanaan supervisi, analisis, dan tindak lanjut.

Untuk menjawab permasalahan, ada beberapa faktor yang diselidiki, yaitu sebagai berikut :

  1. Guru, melihat peningkatan kemampuan guru dalam membuat rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, dan melaksanakan tindak lanjut hasil penelitian prestasi belajar siswa sebelum penelitian dan dalam penelitian tindakan.
  2. Pembelajaran, memperhatikan keefektifan pembelajaran di kelas yang dikelola oleh guru dengan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran.
  3. Siswa, memperhatikan motivasi belajar siswa, hasil belajar yang dilihat, dan hasil nilai ujian akhir nasional.
  4. Supervisor, memperhatikan tindakan supervisor selama melakukan supervisi akademik.

Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi atau pengamatan langsung yang terdiri atas kegiatan pokok yaitu pengumpulan data awal dan data hasil analisis setiap akhir siklus. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran dan perilaku supervisor dalam melaksanakan supervisi guru. Adapun analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberhasilan guru dan siswa berdasarkan standar kompetensi guru yang telah ditetapkan oleh Depdiknas sebagai berikut :

  1. Nilai 91 – 100   =   amat baik ( A ) berhasil
  2. Nilai 76 – 90     =   baik ( B ) berhasil
  3. Nilai 55 – 75     =   cukup ( C ) belum berhasil
  4. Nilai 0 – 54       =   kurang ( D ) belum berhasil

Karena penelitian ini merupakan penelitian tindakan, maka pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan secara siklus.Pelaksanaannya selama dua siklus.Siklus-siklus tersebut merupakan rangkaian yang saling berkelanjutan.Maksudnya, siklus kedua merupakan kelanjutan dari siklus pertama.Setiap siklus selalu ada persiapan/perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pemantauan/pengamatan dan evaluasi serta refleksi. Gambaran penelitian tindakan tersebut sebagai berikut :

  1. Persiapan tindakan

Siklus pertama dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Juli dan Agustus 2015 dengan kegiatan sebagai berikut :

  • Pengumpulan data awal diambil dari daftar keadaan guru untuk mengetahui pendidikan terakhir, pelatihan yang pernah diikuti guru, dan lamanya guru ber Data awal kerja guru dan efektivitas pembelajaran dilihat dari hasil supervisi kunjungan kelas masing-masing guru sebelum dilaksanakan penelitian.
  • Mengadakan pertemuan guru-guru untuk membahas langkah-langkah pemecahan masalah pembelajaran dari aspek guru dan supervisor.
  • Merumuskan langkah-langkah tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus pertama.
  1. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan ini dilakukan oleh peneliti dan supervisor selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung dengan tindakan sebagai berikut :

  • Mengadakan penelitian guru selama membuat program pembelajaran melalui workshop
  • Melaksanakan supervisi akademik selama pembelajaran secara periodik.
  • Pemberian reward dari kegiatan-kegiatan dalam bentuk penilaian angka kredit jabatan fungsional guru sebagai syarat kenaikan pangkat.
    1. Pemantauan dan Evaluasi

Pada prinsipnya, pemantauan dilaksanakan selama penelitian berlangsung dengan sasaran utama untuk melihat peningkatan kemampuan guru serta efektivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru serta tindakan-tindakan supervisor dalam mensupervisi guru tersebut

Adapun instrumen yang digunakan untuk memantau tindakan guru dalam pembelajaran dan supervisor dalam mensupervisi berupa :

  • Profesional, guru yang memiliki komitmen tinggi dan kemampuan berfikir tinggi;
  • Analitis, guru yang memiliki kemampuan berpikir tinggi tetapi komitmennya rendah;
  • Tidak terfokus atau bingung guru yang memilik komitmen tinggi, tetapi kemampuan berpikirnya rendah;
  • Gagal, guru memiliki komitmen rendah dan kemampuan berpikirnya juga rendah;
  • Aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.
  1. Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan yang meliputi analisis, sintesis, memaknai, menerangkan, dan akhirnya menyimpulkan semua informasi yang diperoleh pada saat persiapan dan tindakan.Hasil refleksi dimanfaatkan untuk perbaikan pada siklus berikutnya. Guru, peneliti, dan supervisor pada tahap ini mendiskusikan pelaksanaan proses tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengamatan selama guru menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa dan supervisor melakukan tindakan.

Hal yang didiskusikan meliputi :

a), Kesesuaian pembelajaran dengan perencanaan,  b) Materi yang digunakan pembelajaran, c) Evaluasi pembelajaran, c) Kesesuaian tindakan guru dengan format supervise, d) Tindak lanjut supervisor dan guru.

Hasil Penelitaian dan Pembahasan

  • Pelaksanaan Supervisi Siklus I

Guru rata-rata sudah mampu membuka pelajaran dengan metode yang tepat.Guru yang dianggap mampu membuka pelajaran dengan tepat sebanyak 5 guru atau dengan persentase 83 %. Jika hal itu dipersentasekan, sudah mencapai 67 %.Guru-guru dalam menyajikan materi perlu ada persiapan karena sebagian guru masih kurang menguasai materi yang diberikan akibatnya murid sulit memahaminya.

Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 3 guru dengan persentase 50 %.Mengatur kegiatan siswa di kelas berjumlah 4 guru dengan persentase 67 %. Berdasarkan data tersebut, guru sudah banyak yang mampu mengelola kelas. Menggunakan media pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 4 guru dengan persentase 67 %.

Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih berjumlah 5 guru dengan persentase 83 %.Pada bagian ini guru sudahcukup baik.Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif, berjumlah 5 guru dengan persentase 183 %. Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif berjumlah 4 guru dengan persentase 67 %. Memberikan pertanyaan dan umpan-balik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dan memerlukan penerimaan siswa dalam proses belajar berjumlah 3 guru dengan persentase 50 %. Menyimpulkan pembelajaran bejumlah 5 guru dengan persentase 83 %. Guru masih banyak yang belum menyimpulkan pembelajaran. Hal ini terjadi karena waktunya habis digunakan mengerjakan LKS saja.Untuk itu perlu disesuaikan soal-soal yang dikerjakan dalam LKS itu.

Menggunakan waktu secara efektif dan efisien berjumlah 4 guru dengan perentase 67 %. Guru kurang efektif dengan langkah-langkah yang ada dalam indikator tersebut karena waktunya hanya tersitapada mengerjakan LKS saja. Untuk itu, perlu direncanakan dengan baik.

  • Pelaksanaan Supervisi Siklus II

             Hasil Pelaksanaan Kegiatan Supervisi pada Siklus II sudah sesuai target yang ditentukan hal ini dapat dibuktikan bahwa Guru rata-rata sudah mampu membuka pelajaran dengan metode yang tepat. sebanyak6 orang atau dengan persentase 100 %. Berdasarkan persentase di atas, guru perlu mempertahankan cara tersebut.

Dalam menyajikan materi pelajaran, guru rata-rata sudah baik dan berdasarkan pengamatan ada 5 guru yang dikategorikan baik. Jika dipersentasekan, hal itu sudah mencapai 83 %.Pada siklus II ini guru  sudah mampu menyajikan materi dengan urutan yang tepat. Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 5 guru dengan persentase 83 %.Mengatur kegiatan siswa di kelas berjumlah 5 guru dengan persentase 83 %. Berdasarkan data tersebut, guru sudah banyak yang mampu mengelola kelas.Dalam Penggunakan media pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 5guru dengan persentase 83 %.

Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih  (berupa buku, dan sejenisnya) berjumlah 6 guru dengan persentase 100 %. Pada bagian ini guru sudah tidak masalah lagi. Namun, kepala sekolah, supervisor, harus terus memotivasi guru-guru tersebut.

Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif, berjumlah 6 guru dengan persentase 100 %. Guru sudah banyak yang memotivasi siswa. Kegiatan seperti ini perlu dipertahankan.

Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif berjumlah 5 guru dengan persentase 83 %. Ada seorang guru  yang masih menggunakan bahasa yang sulit dipahami siswa. Hal itu terjadi karena guru itu kurang melakukan persiapan pembelajaran.Memberikan pertanyaan dan umpan-balik untuk mengetahui dan memperkuat penrimaan siswa dalam proses belajar berjumlah 5 guru dengan persentase 83%. Menyimpulkan pembelajaran bejumlah 6 guru dengan persentas 100 %.Setelah siklus I dilaksanakan kemudian guru dan supervisor berdiskusi tentang cara menyimpulkan pembelajaran ternyata membawa hasil yang memuaaskan. Ternyata semua guru sudah mampu menyimpulkan pembelajaran.

Menggunakan waktu secara efektif dan efisien berjumlah 5  guru dengan perentase 83 %. Pada siklus II ternyata sudah banyak guru yang dapat memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien. Cara seperti ini perlu dipertahankan.

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka pembahasan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

  • Temuan pertama, kinerja guru meningkat dalam membuat perencanaan pembelajaran.Hal ini terjadi karena supervisor membimbing dan mengarahkan guru yang belum bisa. Supervisor juga menerima argumen guru yang positif. Dengan demikian terciptalah hubungan yang akrab antara guru dan supervisor.
  • Temuan kedua, kinerja guru meningkat dalam melaksanakan pembelajaran.Dari enam guru hampir semuanya mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik.Supervisor yang mengamati guru mengajar tidak sebagai penilai tetapi sebagai rekan kerja yang siap membantu guru tersebut.
  • Temuan ketiga, kinerja guru meningkat dalam menilai prestasi belajar siswa.Pelaksanaan supervisi akademik  di  SD Negeri Sidayu 01 ternyata memberikan dampak positif terhadap guru dalam melakukan penilaian. Sebelum diadakan supervisi akademik banyak guru yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian.
  • Temuan keempat, kinerja guru meningkat dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar siswa.

Berikut Peneliti sajikan tabel hasil Pelaksanaan Kegiatan Supervisi yang dilaksanakan setiap Siklus:

No Indikator Jumlah Guru Jml. Guru Berhasil (Skor > 75) % Keber-hasilan
 

1

Membuka pelajaran dengan metode yang tepat. 6 5 83
2 Menyajikan, materi pelajaran secara sistematis. 6 4 67
3 Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan. 6 3 50
4 Mengatur kegiatan siswa di kelas. 6 4 67
5 Menentukan media pembelajaran. 6 4 67
6 Menggunakan sumber belajar. 6 5 83
7 Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif. 6 5 83
8 Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif 6 4 67
9 Memberikan pertanyaan dan umpan balik. 6 3 50
10 Menyimpulkan pembelajaran. 6 5 83
11 Menggunakan waktu secara efektif. 6 4 67
Jumlah keberhasilan   46 70

Tabel 4.1 Hasil Melaksanakan Pembelajaran Pada Siklus I

No Indikator Jumlah Guru Jml. Guru Berhasil (Skor > 75) % Keber-hasilan
1 Membuka pelajaran dengan metode yang tepat. 6 6 100
2 Menyajikan, materi pelajaran secara sistematis. 6 5 83
3 Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan. 6 4 67
4 Mengatur kegiatan siswa di kelas. 6 5 83
5 Menentukan media pembelajaran. 6 5 83
6 Menggunakan sumber belajar. 6 6 100
7 Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif. 6 6 100
8 Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif 6 5 83
9 Memberikan pertanyaan dan umpan balik. 6 5 83
10 Menyimpulkan pembelajaran. 6 6 100
11 Menggunakan waktu secara efektif. 6 5 83
Jumlah keberhasilan   58 88

Tabel 4.2 Hasil Melaksanakan Pembelajaran Pada Siklus II

Apabila disajikan dalam bentuk grafik atau diagram adalah sebagai berikut :

PTS SD SUpervisi Akademik

Gambar 1 Histogram Melaksanakan Pembelajaran Setiap Siklus

Kesimpulan

Berdasarkan temuan hasil penelitian, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa penerapan supervisi akademik dapat meningkatkan kinerja guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar dan melaksanakan tindak lanjut hasil prestasi belajar siswa.Supervisi akademik dapat membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan pada temuan Siklus I Guru yang dianggap mampu membuka pelajaran dengan tepat sebanyak 4 guru atau dengan persentase 67 %. Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 3 guru dengan persentase 50 %. Dan setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus II, Guru rata-rata sudah mampu membuka pelajaran dengan metode yang tepat. sebanyak6 orang atau dengan persentase 100 %. Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan berjumlah 5 guru dengan persentase 83%, ini berarti melaui supervisi akademik dapat meningkatkan kinerja Guru di SDN Sidayu 01 UPT Disdikpora Kecamatan Binangun pada tahun Pelajaran 2015/2016.

Saran

  • Supervisi terhadap semua guru perlu dilakukan secara sistematis dan terencana
  • Supervisi akademik yang dilaksanakan secara sistematis dan terencana ternyata meningkatkan kinerja guru.
  • Supervisi akademik akan bermakna jika supervisor benar-benar memiliki dan menguasai konsep supervisi akademik.

Daftar Pustaka

Abdul Majid. (2008). Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dan Sikap Guru Terhadap Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan dengan Kinerja Guru.Jakarta : Algesindo

Poerwadarminto, W.J.S. 2005.Kamus Umum Bahasa Indonesia.Jakarta : balai Pustaka.

Sedarmayanti.(2001). Penelitian Tindakan Sekolah, Jakarta : Kemendiknas

Sergiyoni. (1987). Pedoman Standarisasi Kompetensi Guru.Jakarta : BP Panca Bhakti.

Simamora. (2002). Administrasi dan Supervisi Pendidikan.Bandung : Remaja Karya.

Surya Dharma. 2010. Supervisi Akademik. Jakarta : Kemendiknas.

BIODATA

Nama               : Warsana, S.Pd

Nip                  : 19610827 198012 1 002

Pangkat Gol    : Pembina IV/a

Unit Kerja       : SD Negeri Sidayu 01 UPT Disdikpora Kecamatan Binangun


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *