Pembuatan RPP

PTS SD Pembuatan RPP Melalui Pelatihan

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBUATAN RPP MELALUI PELATIHAN DI SDN KARANGBALE 01 KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh:

Elly Astuti, S.Pd

 

 

ABSTRAK

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui pelatihan dapat meningkatkan kemampuan guru membuat RPP? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat RPP. Penelitian ini dilakukan di SDN Karangbale 01 Kec. Larangan Kab. Brebes, dilaksanakan dua siklus, masing-masing terdiri dari empat tahap, yakni : perencanaan, pelaksanaan, observasi interprestasi, dan  refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan RPP dapat diterapkan di SD Negeri Karangbale 01 Pelatihan  dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP, berdampak pada meningkatnya kualitas sekolah serta meningkatnya kualitas Pendidikan Nasional.

Kata Kunci :   Pelatihan, Kemampuan Guru,  RPP

 

PENDAHULUAN

RPP mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar yang dilakukan guru di kelas, diharapkan guru mempersiapkan RPP sebelum Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan. Tetapi masih banyak guru yang tidak melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. PP No.74 Tahun 2008, tentang Guru Pasal 52 ayat (1) mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok. Kenyataannya tidak semua guru melakukan itu. Guru mengajar tanpa persiapan, perencenaan, dan tindak lanjut. Masih banyak guru yang belum bisa menyusun RPP dengan baik, sehingga dapat kita bayangkan bagaimana hasil pembelajarannya.

Pengamatan peneliti sebagai kepala sekolah di SDN Karangbale 01  Brebes, aspek yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan guru dalam menyusun RPP. Kenyataan yang terjadi guru-guru di SD Negeri Karangbale 01  jarang membuat RPP dalam KBM. Selain jarang membuat RPP, pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam menyusun RPP masih kurang. Dari penilaian 7 orang guru di SDN Karangbale 01 rata-rata kemampuan guru dalam membuat RPP hanya mencapai 46,16 (kategori kurang), dengan capaian nilai tertinggi 60 (kategori cukup) dan nilai terendah 40,00 (kategori kurang).

Penyebab masalah rendahnya kemampuan guru dalam pembuatan RPP karena minimnya pengetahuan guru tentang pembuatan RPP dan belum memadainya keterampilan guru dalam pembuatan RPP. Selain itu kepala sekolah juga belum melakukan pembinaan yang tepat terhadap guru-guru dalam pembuatan RPP. Kemampuan guru menjadi kurang berkembang sehingga pembuatan RPP tidak tampak dalam pelaksanaan pembelajaran. Penerapan  pelatihan terhadap guru dipandang merupakan salah satu cara dan strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP. Kegiatan tersebut dipilih sebagai bentuk tindakan karena guru akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pembuatan RPP.

Rumusan masalah :   

  1. Apakah melalui pelatihan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013?
  2. Apakah pelatihan dapat diselenggarakan atau diterapkan di SD Negeri Karangbale 01?
  3. Bagaimana meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013 dengan penyelenggaraan pelatihan?

Tujuan penelitian:

  1. Ingin mengetahui apakah pelatihan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013.
  2. Ingin mengetahui apakah pelatihan dapat diterapkan di SD Negeri Karangbale 01
  3. Ingin menerapkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013.

 

KAJIAN PUSTAKA

Kemampuan Guru

Kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu, sedangkan kemampuan berarti kesanggupan, kecakapan, kuatan (Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989: 552-553). Kemampuan (ability) berarti kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. (Stephen P. Robbins & Timonthy A. Judge, 2009: 57). Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan seorang individu dalam menguasai suatu keahlian dan digunakan untuk mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Sedangkan kemapuan guru dalam pembuatan RPP dapat diartikan kesanggupan atau kecakapan guru dalam pembuatan RPP.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Maka ringkasan RPP adalah rencana operasional kegiatan pembelajaran setiap tatap muka di kelas. Lingkup RPP paling luas mencakup 1 (satu) Kompetensi Dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

Pelatihan

Pelatihan juga sering disebut workshop atau unjuk kerja. Artinya, proses berlatih mempraktikkan suatu tehnik keterampilan tersebut sama halnya dengan mengerjakan sesuatu yang menghasilkan produk. Produk inilah yang membedakan antara whokrshop dan bentuk-bentuk pelatihan yang lain, seperti seminar, lokakarya, symposium, dan lain sebagainya. Dalam acara-acara tersebut peserta didik dituntut untuk menghasilkan produk, melainkan menjadi pendengar pasif. Sedangkan dalam pelatihan atau training maupun workshop peserta dituntut untuk lebih aktif sehingga berlatih dan berkarya menghasilkan suatu produk.

 

 

METODE PENELITIAN

Waktu penelitian tindakan sekolah dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016. Tempat penilaian di SDN Karangbale 01 Kec. Larangan Kab. Brebes. Sekolah tersebut dijadikan lokasi penelitian karena peneliti bertugas di sekolah itu, sehingga dalam mencapai data, peluang waktu yang luas dan subjek yang sesuai. Subjek yang diteliti adalah guru  sebanyak 7 orang yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 3 orang perempuan.

        Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 (dua) yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang berasal dari subjek penelitian. Dalam penelitian ini sumber data primer ada 2  yaitu: tingkat kemampuan guru dalam pembuatan RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Untuk sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah informasi/input dari teman sejawat pada saat pelatihan. Teman sejawat yang membantu pelaksanaan  pelatihan dan penelitian ini adalah Sdr. Kusmanto,S.Pd

Tehnik pengumpulan data adalah observasi dan evaluasi, sedangkan alat pengumpulan datanya adalah lembar observasi dan lembar evaluasi. Validasi data bergantung pada validitas instrumennya. Validitas instrument dalam penelitian ini menggunakan practical validity yang artinya peneliti dan observer memutuskan yang akan digunakan.Sedangkan validitas data diperoleh dengan menggunakan face validity yang artinya peneliti dan observer melakukan cross check data pada penelitian tindakan sekolah. Analisis data adalah proses menyeleksi, menyederhanakan, mengabstraksi, mengorganisasi, data secara sistematis dan rasional untuk menampilakan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk menarik sebuah kesimpulan. Analisis data dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data. Berdasarkan data dari lembar observasi dan lembar evaluasi, kemudian dilakukan analisis. Data kuantitatif hasil penelitian ini dianalisis          dengan analisis deskriptif komparatif, yaitu membandingkan hasil observasi dan evaluasi antar siklus maupun dengan indikator kinerja. Analisis data kuantitatif hasil dari lembar observasi dan evaluasi yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan guru dalam pembuatan RPP dianalisis dengan menggunakan rumus sederhana sebagai berikut:

S

P  =    _    x  10

N

            Keterangan :

            P          =  Nilai kemampuan guru

            S          =  Jumlah skor perolehan

            N         =  Jumlah skor maksimal

Indikator Kinerja

Indikator keberhasilan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah: rata-rata tingkat kemampuan guru dalam pembuatan RPP minimal 75 (kategori baik).

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Kondisi awal sebelum kepala sekolah melakukan pelatihan, kemampuan guru dalam pembuatan RPP rendah. Dari hasil penilaian 7  orang guru di SD Negeri Karangbale 01, rata-rata kemampuan guru dalam pembuatan RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013 hanya mencapai 46,16 (kategori kurang), dengan capaian nilai tertinggi 60 (kategori cukup), dan nilai 40,00 (kategori kurang). Hasil dari penelitian awal, peneliti menilai kondisi tersebut disebabkan minimnya pengetahuan guru tentang pembuatan RPP serta kurangnya keterampilan guru membuat RPP yang belum memadai.

Tabel 1 Nilai tingkat kemampuan guru dalam Pembuatan RPP pada kondisi awal

 

NO NAMA GURU MENGAJAR KELAS NILAI SKOR
1 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas I 42,86
2 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas II 42,86
3 Sinta Ayu Agustina,S.Pd.SD Guru Kelas III 40,17
4 Kusmanto,S.Pd.SD Guru Kelas IV 60,00
5 Tarjono,S.Pd.SD Guru Kelas V 49,00
6 Triyono,S.Pd.SD Guru Kelas VI 43,75
7 Arbi Isyuniarto,S.Pd.OR Guru Mapel OR 43,75
8 Mukti Erliyani,S.Pd.I Guru PAI 50,00
Rata-rata 46,16


Deskripsi
Siklus I

Dilihat dari aspek guru, tampak bahwa pada siklus I ini kemampuan guru dalam pembuatan RPP masih kurang. Ini terlihat dari masih kurangnya keterampilan guru dalam pembuatan RPP. Dilihat dari aspek siswa, terlihat belum adanya peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Ini dampak dari masih kurangnya kemampuan guru dalam pembuatan RPP. Hal tersebutu menunjukkan bahwa aktivitas siswa belum mencapai kategori baik sehingga perlu ditingkatkan. Dilihat dari data keterlaksanaan pelatihan pembuatan RPP, terlihat belum banyak indikator nilai-nilai pembuatan RPP yang masih belum tercapai. Dari data observasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata perkembangan tingkat kemampuan guru dalam pembuatan RPP. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan yang masih perlu mendapat perhatian khusus dalam PTS ini pada siklus berikutnya adalah meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP melalui pelatihan.

Tabel 2 Nilai Kemampuan guru dalam Pembuatan RPP pada siklus I

 

NO NAMA GURU MENGAJAR KELAS NILAI SKOR
1 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas I 55,25
2 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas II 55,25
3 Sinta Ayu Agustina,S.Pd.SD Guru Kelas III 55,20
4 Kusmanto,S.Pd.SD Guru Kelas IV 74,00
5 Tarjono,S.Pd.SD Guru Kelas V 61,50
6 Triyono,S.Pd.SD Guru Kelas VI 58,04
7 Arbi Isyuniarto,S.Pd.OR Guru Mapel OR 57,50
8 Mukti Erliyani,S.Pd.I Guru Mapel Agama 70,00
  Rata-rata 60,84

 

Tabel 3 PerkembanganTingkat Keaktifan Guru dalam Mengikuti Kegiatan Pelatihan Pembuatan RPP pada siklus I

 

NO NAMA GURU MENGAJAR KELAS NILAI

RATA-RATA

1 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas I 50,00
2 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas II 50,00
3 Sinta Ayu Agustina,S.Pd.SD Guru Kelas III 50,00
4 Kusmanto,S.Pd.SD Guru Kelas IV 67,00
5 Tarjono,S.Pd.SD Guru Kelas V 55,00
6 Triyono,S.Pd.SD Guru Kelas VI 50,00
7 Arbi Isyuniarto,S.Pd.OR Guru Penjas 50,00
8 Mukti Erliyani,S.Pd.I Guru PAI 60,00
  Rata-rata 53,47

Deskripsi Siklus II

 

       Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, pada siklus II ini telah dilaksanakan berbagai usulan perbaikan yang disarankan pada siklus sebelumnya. Hasil analisa data menunjukkan adanya peningkatan pencapaian nilai atau skor yang cukup baik dan signifikan. Hasil pembahasan dan analisa data pada siklus II adalah sebagai berikut: Adanya peningkatan kemampuan guru dalam pembuatan RPP. Keterampilan guru dalam pembuatan RPP. semakin meningkat.Skor Perkembangan aktivitas siwa dalam kegiatan belajar mengajar mengalami peningkatan yang cukup berarti. Dampak dari meningkatnya kemampuan guru dalam pembuatan RPP melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah. Dilihat dari data keterlaksanaan pelatihan pembuatan RPP mengalami peningkatan yang cukup berarti sejalan dengan peningkatan pencapaian skor nilai rata-rata aktivitas guru dalam pembuatan RPP.

 

Tabel 4 Nilai Kemampuan guru dalam Pembuatan RPP pada siklus II

 

NO NAMA GURU MENGAJAR KELAS NILAI SKOR
1 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas I 75,25
2 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas II 75,25
3 Sinta Ayu Agustina,S.Pd.SD Guru Kelas III 75,20
4 Kusmanto,S.Pd.SD Guru Kelas IV 80,00
5 Tarjono,S.Pd.SD Guru Kelas V 77,50
6 Triyono,S.Pd.SD Guru Kelas VI 76,04
7 Arbi Isyuniarto,S.Pd.OR Guru Penjas 75,50
8 Mukti Erliyani,S.Pd.I Guru PAI 75,00
  Rata-rata 76,22

 

Tabel 5 PerkembanganTingkat Keaktifan Guru dalam  Mengikuti Kegiatan Pelatihan Pembuatan RPP pada siklus II

 

NO NAMA GURU MENGAJAR KELAS NILAI

RATA-RATA

1 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas I 65,25
2 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas II 65,25
3 Sinta Ayu Agustina,S.Pd.SD Guru Kelas III 65,20
4 Kusmanto,S.Pd.SD Guru Kelas IV 77
5 Tarjono,S.Pd.SD Guru Kelas V 69,50
6 Triyono,S.Pd.SD Guru Kelas VI 67,04
7 Arbi Isyuniarto,S.Pd.OR Guru Penjas 66,50
8 Mukti Erliyani,S.Pd.I Guru PAI 72,50
  Rata-rata 68,53

 

Pembahasan Antar Siklus

Setelah melaksanakan dua siklus dalam PTS ini, peneliti dapat melihat hasilnya. Kehadiran guru-guru dalam mengikuti pelatihan sangat bagus, mereka saling berbagi pengetahuan dan pemecahan masalah pembuatan RPP secara bersama-sama. Adapun aktivitas guru dalam mengikuti pelatihan, khususnya hasil kegiatan pembuatan RPP boleh dikatakan baik dengan rata-rata pada siklus II sebesar 76,22  sementara pada siklus I hanya mencapai skor 60,84.

Tabel 6 Rata-rata Perkembangan Tingkat Kemampuan Guru dalam  Pembuatan RPP Antar Siklus

No Nama Guru Mengajar Kelas Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas I 42,86 55,25 75,25
2 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas II 42,86 55,25 75,25
3 Sinta Ayu A,S.Pd. Guru Kelas III 40,00 55,20 75,20
4 Kusmanto,S.Pd.SD Guru Kelas IV 60,00 74,00 80,00
5 Tarjono,S.Pd.SD Guru Kelas V 49,00 61,50 77,50
6 Triyono,S.Pd.SD Guru Kelas VI 43,01 58,04 76,04
7 Arbi ,S.Pd.OR Guru Penjas 43,03 57,50 75,50
8 Mukti Erliyani,S.Pd.I Guru PAI 50,00 70,00 75,00
Rata-rata 46,16 60,84 76,22

Pembuatan RPP kenaikan cukup baik, Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini terutama pembinaan terhadap guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Hasil perkembangan kemampuan guru dalam pembuatan RPP pada siklus II memperoleh skor sebesar 76,22. Sementara   pada siklus I mendapat skor 60,84.

Tabel 7 Rata-rata Tingkat   Keaktifan Guru dalam Mengikuti Kegiatan Pelatihan Pembuatan RPP

 

No Nama Guru Mengajar Kelas  Siklus

I

Siklus II Rata-rata
1 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas I 50 65,25 57,62
2 Paniati,S.Pd.SD Guru Kelas II 50 65,25 57,62
3 Sinta Ayu ,S.Pd. Guru Kelas III 50 65,20 57,62
4 Kusmanto,S.Pd.SD Guru Kelas IV 67 77 72
5 Tarjono,S.Pd.SD Guru Kelas V 55 69,50 62,25
6 Triyono,S.Pd.SD Guru Kelas VI 50 67,04 58,52
7 Arbi ,S.Pd.OR Guru  Penjas 50 66,50 58,25
8 Mukti Erliyani,S.Pd.I Guru PAI 60 72,50 66,25
Rata-rata 53,47 68,53  

Manfaat dari pelatihan yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsisten akan mengahasilkan perubahan yang signifikan terhadap perbaikan pembelajaran dan sekaligus kinerja guru. Kegiatan pelatihan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang dihadapi guru dengan cara mengajak guru untuk melakukan refleksi terhadap perilaku mengajarnya dan kemudian memperbaikinya.

Berdasarkan hasil penelitian di atas bahwa meningkatkan kemampuan guru dalam pembuaatan RPP melalu pelatihan merupakan salah satu program kerja sekolah secara umum. Namun, dalam praktiknya setiap kepala sekolah bertanggung jawab atas kemampuan guru dalam pembuatan RPP di sekolah yang dibinanya. Atas dasar ini,setiap kepala sekolah wajib memajukan kualitas kemampuan guru di sekolahnya masing-masing. Penyelenggaraan pelatihan pembuatan RPP merupakan salah satu dari upaya peningkatan kualitas pendidikan tersebut. Dengan demikian, dilakukannya pembinaan oleh kepala sekolah melalui pelatihan pembuatan RPP secara tidak langsung meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Walaupun demikian, kunci utama meningkat atau tidaknya pendidikan nasional melalui pengembangan system pembinaan kepala sekolah ditentukan oleh aplikasi atau penerapan hasil pelatihan dalam pembuatan RPP oleh semua guru.

Diagram

Diagram 1 Perkembangan Kemampuan Guru dalam pembuat RPP

 

PENUTUP

Kesimpulan

Dari keseluruhan hasil PTS sebagaimana dikemukakan di atas, dapat disimpulkan menjadi beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pelatihan pembuatan RPP dapat diterapkan di SD Negeri Karangbale 01 dengan melibatkan seluruh guru-guru di sekolah, bahkan termasuk kepala sekolah itu sendiri sebagai p
  2. Pemberian Pelatihan pembuatan RPP dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan RPP berdampak pada meningkatnya kualitas sekolah yang bersangkutan. Meningkatnya kualitas sekolah yang bersangkutan akan berdampak pada meningkatnya kualitas pendidikan nasional.
  3. Perkembangan guru dalam pembuatan RPP melalui pelatihan, kemampuan guru meningkat dari pra siklus rata-rata mencapai nilai 46,16, diberi tindakan siklus pertama rata-rata nilai menjadi 60.84, dan tindakan siklus kedua rata-rata nilan menjadi 76,22.

Saran-Saran

  1. Metode pelatihan pembuatan RPP kemungkinan besar bisa diselenggarakan diberbagai sekolah di semua jenjang dari SD/MI, SMP/MTs, dan SMA?SMK/MA dengan berbagai variasi dan penyesuaian materi yang diberikan.
  2. Model-model pelatihan pembuatan RPP perlu dikembangkan lebih kreatif lagi agar hasilnya lebih maksimal.
  3. Hasil penelitihan ini hendaknya disebarluaskan ke seluruh kepala sekolah agar hasil penelitian ini upaya meningkatkan kemampuam guru dalam pembuatan RPP disekolah binaan masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

Atmodiwiryo, S, 2000, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jaizya Jakarta: Ardadizya Jaya

Badan PSDMP dan PMP, Kementrian Pendidikan Nasional 2011, Penelitian Tindakan Sekolah, materi pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah, Jakarta, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan.

Dr Abd Rahman A Ghani, 2009, Penelitian Tindakan Sekolah, Bandung Rosda  Karya.

Mulyasa, E, 2002, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Rosda Karya

Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses

Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, tentang Standart Kualifikasi Akademik dan Kompetisi Guru

Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standart Kompetensi Kepala Sekolah.

Stephen P. Robbins & Timonthy A. Judge, 2009: 57 Perilaku Organisasi, Jakarta: Salemba Empat

Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989: 552-553)

BIODATA PENULIS

Nama                           : Elly Astuti, S.Pd

NIP                               : 19670505 198806 2 001

Pangkat                       : Pembina, IV/a

Jabatan                       : Kepala Sekolah

Unit Kerja                   : SDN Karangbale 01 Larangan Brebes

No HP                         : 085.747.849.789

Email                           : ellyastuti@gmail.com


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *