http://www.infopasti.net/upaya-meningkatkan-keterampilan-menulis-bahasa-indonesia-melalui-metode-cooperative-learning-tipe-stad/

SMP Terbuka 2 Cilongok Sebagai Pendidikan Alternatif Bagi Masyarakat

SMP TERBUKA 2 CILONGOK SEBAGAI PENDIDIKAN ALTERNATIF BAGI MASYARAKAT KURANG BERUNTUNG

3

Abstrak

Tantangan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun masih tertumpu pada banyaknya lulusan SD dan jumlah SMP yang terbatas daya tampungnya. Oleh karena itu yang menjadi masalah bagaimana dapat menampung tamatan SD, dan menciptakan lembaga pendidikan yang secara investasi relatif lebih murah, tetapi juga tidak begitu terikat  oleh waktu dan tempat. Salah satu alternatif sebagai solusi, pemerintah mendirikan SMP Terbuka.

Pendahuluan

SMP Terbuka merupakan bentuk lembaga pendidikan yang mampu menampung calon siswa dalam kondisi kendala ekonomi, geografis, maupun waktu. SMP Terbuka dirancang secara khusus untuk melayani anak-anak Indonesia yang berusia antara 13 – 15 tahun yang karena berbagai kendala yang dihadapi dalam kehidupan kesehariannya, anak-anak tersebut sangat kecil kemungkinannya untuk dapat melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelajaran di SMP regular.

Kendala-kendala tersebut berupa kondisi geografis, kondisi transportasi, kondisi sosial ekonomi yang lemah sehingga mereka tidak mampu memberikan  kontribusi apa pun dalam bentuk financial, kondisi waktu bagi anak-anak karena mereka terpaksa harus mencari nafkah sendiri atau membantu orang tua bekerja.

Dari kendala-kendala yang mereka hadapi itulah yang lebih memperkuat pendirian pemerintah untuk tetap mempertahankan keberadaan SMP Terbuka. Dengan demikian diharapkan siswa yang tidak dapat melanjutkan sekolah di regular dapat menempuh pendidikan di SMP Terbuka.

Selanjutnya keberadaan SMP Terbuka yang baik salah satunya adalah semakin berkurangnya siswa melanjutkan ke SMP Terbuka karena sudah tertampung semua di SMP reguler, tetapi kenyataannya minat masuk ke SMP Terbuka masih cukup tinggi. Hal ini terjadi  di SMP Terbuka 2 Cilongok, yang berada di jalan Singadipa nomor 1 Desa Panambangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Pengertian SMP Terbuka   

SMP Terbuka adalah merupakan salah satu satuan pendidikan alternatf yang berfungsi untuk menampung lulusan Sekolah Dasar (SD) dan MI yang mengalami berbagai kesulitan.  Kesulitan tersebut  antara lain disebabkan letak geografis, ekonomi, transportasi, maupun terbatasnya waktu untuk belajar di sekolah regular.

SMP Terbuka merupakan lembaga pendidikan formal yang tidak berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari SMP Induk yang dalam menyelenggarakan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri.  Sekolah Induk adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri yang telah memenuhi syarat sebagai sekolah induk. Satu sekolah induk dapat memiliki beberapa TKB dan setiap TKB dibimbing oleh satu atau lebih guru pamong.(http://id.wikipedia.org/wiki/SMP Terbuka)

SMP Terbuka dalam penyelenggaraannya bergabung atau menginduk ke SMP negeri (Sekolah Induk) . SMP Terbuka memiliki ciri khas jika dibandingkan dengan SMP regular adalah yang berkaitan dengan cara belajar. Jika siswa SMP regular belajarnya menggunakan satu cara yaitu belajar secara tatap muka setiap hari dengan guru, sedangkan SMP Terbuka belajarnya menggunakan dua cara, yaitu belajar mandiri di TKB dengan menggunakan modul di bawah asuhan guru pamong dan belajar tatap muka dengan guru bina di SMP Induk. (Direktorat Pendidikan SMP 2008:  11)

SMP Terbuka Sebagai Pendidikan Alternatif

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Sisdiknas 2003: 5). Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Pendidikan formal segenap bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. ( KBBI 2003:  263).

Sebagai pendidikan alternatif, SMP Terbuka dirancang secara khusus untuk melayani anak-anak Indonesia yang berusia antara 13-15 tahun yang karena berbagai kendala yang dihadapi dalam kehidupan kesehariannya, anak-anak tersebut kecil kemungkinan untuk dapat melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelajaran di SMP regular yang berada di sekitar mereka. Dalam rangka wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, dan salah satu  pola atau bentuk pendidikan  sebagai alternatif yang bisa dipilih adalah SMP Terbuka. (SMP Terbuka 2004 :  3)

 

Pengelolaan SMP Terbuka 2 Cilongok

  1. Kondisi Peserta Didik

Jumlah peserta didik atau siswa tahun 2015, baik kelas VII, VIII dan IX SMP Terbuka 2 Cilongok sebanyak 193 dengan rincian kelas VII : 71, kelas VIII : 59, dan kelas IX : 63. Latar belakang kondisi siswa sebagai berikut:

  1. Pekerjaan orang tua: sebagai buruh 157 orang (81,35%), sebagai petani 21 orang        (10,88%), sebagai pedagang 5 orang   (2,59%), tidak bekerja 10 orang (5,18%).`
  2. Pendidikan orang tua: pendidikan Sekolah Dasar (SD) 181 orang (93,78%), pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 9 orang (4,66%), pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 orang (1,55%).
  3. Penghasilan orang tua: penghasilan kurang dari Rp 1.000.000,00 173 orang (89,64%), penghasilan berkisar Rp 1.000.000,00 s.d. Rp 1.500.000,00 16 orang (8,29%), penghasilan berkisar Rp 1.500.000,00 s.d. Rp 2.000.000,00 3 orang (1,55%), penghasilan lebih dari Rp 2.000.000,00 adalah 1 orang (0,52%)
  4. Transportasi yang digunakan ke sekolah: jalan kaki 43 orang (22,28%), menggunakan angkutan umum 145 orang (75,13%), sedangkan antar jemput 5 orang (2,59%).
  5. Alasan tidak melanjutkan ke sekolah reguler tetapi melanjutkan ke SMP Terbuka: karena tidak mampu 180 orang (93,26%), karena tidak diterima di sekolah reguler 6 orang (3,11%), karena membantu orang tua 1 orang (0,52%), karena nilai kurang 3 orang (1,55%), karena lain-lain 3 orang (1,55%).
  1. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran SMP Terbuka 2 Cilongok dilaksanakan di sekolah Induk SMP Negeri 2 Cilongok. Siswa belajar secara tatap muka di kelas yang dibimbing Guru Bina satu minggu 3 kali yaitu Senin, Selasa dan Rabu.

Sementara kegiatan belajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) dialihkan ke sekolah Induk. Karena anak sulit untuk hadir di TKB, dengan alasan malu atau minder dan merasa tidak sekolah.

  1. Siswa

Siswa SMP Terbuka adalah Warga Negara Indonesia dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Usia maksimal 18 tahun
  2. Berijazah dan mempunyai Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Dasar atau yang sederajat.
  3. Siswa SMP Terbuka bisa pindah ke SMP lainnya dan sebaliknya.
  4. Tenaga Kependidikan
  5. Kepala Sekolah

Kepala Sekolah dari SMP Terbuka adalah Kepala Sekolah Induk.

  1. Wakil Kepala Sekolah

Wakil Kepala Sekolah adalah orang yang ditunjuk untuk membantu Kepala Sekolah dalam pengelolaan SMP Terbuka.

  1. Guru Bina

Guru bina adalah guru pada sekolah induk yang diberi tugas untuk mengajar di SMP Terbuka sesuai mata pelajaran yang diampunya.

  1. Guru Pamong

Guru pamong adalah pembimbing belajar mandiri siswa yaitu anggota masyarakat yang peduli akan pendidikan. Dengan ketentuan pendidikan minimal SMA dan berada pada lingkungan sekitar Tempat Kegiatan Belajar.

  1. Tempat Belajar
  2. Tempat Kegiatan Belajar (TKB)

Tempat Kegiatan Belajar (TKB) adalah sebuah tempat yang memadai untuk sebuah kegiatan belajar secara kelompok. TKB dapat diadakan di sekolah, Mushola, Tempat Pengajian, Balai Desa, atau tempat lainnya. TKB diusahakan terjangkau oleh siswa dengan berjalan kaki.

  1. Sekolah Induk

Sekolah Induk adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang telah memenuhi syarat sebagai sekolah Induk yaitu SMP Negeri 2 Cilongok. Satu sekolah induk dapat memiliki beberapa TKB dan setiap TKB dibimbing oleh satu atau lebih guru pamong.

SMP Terbuka 2 Cilongok memiliki 6 TKB yaitu Sokawera 1 dan 2, Gununglurah 1 dan 2, Pasara, Karangtengah.

  1. Waktu Belajar
  2. Waktu belajar di TKB disepakati oleh siswa dan guru pamong, waktu belajar dapat diadakan pagi, siang atau malam hari.
  3. Waktu belajar di sekolah induk diadakan sesuai ketersediaan waktu dan ruangan yang ada di sekolah induk.
  4. Biaya

Siswa SMP Terbuka sepenuhnya dibebaskan dari pungutan apapun, hal tersebut dikarenakan biaya operasional SMP Terbuka sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah.

  1. Modul

Modul adalah buku teks atau buku pegangan siswa, dalam kegiatan belajar mandiri.

  1. Sasaran

Siswa SMP Terbuka diperuntukan bagi anggota masyarakat usia sekolah terutama bagi mereka yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan reguler (sekolah umum), baik karena kemampuan ekonomi, jarak tempuh, waktu dan lain-lain.

  1. SMP Terbuka 2 Cilongok sebagai Alternatif

Berdasarkan hasil pengamatan dapat kami simpulkan bahwa alasan siswa melanjutkan ke SMP Terbuka tidak melanjutkan ke sekolah reguler karena orang tua tidak mampu 93,26% untuk membiayai sekolah di reguler. Walaupun sekolah sekarang gratis, tetapi orang tua masih tidak mampu  untuk menanggung transport setiap hari. Dilihat dari pendidikan orang tua 93,78% pendidikan Sekolah Dasar. Penghasilan orang tua per bulan 89,64% kurang dari Rp 1.000.000,00 itu merupakan bukti  bahwa  anak memilih melanjutkan  ke SMP Terbuka 2 Cilongok

Hal itu juga dapat dilihat dari jumlah pendaftar tiap tahun pelajaran. Jumlah pendaftar siswa baru SMP Terbuka kelas VII dan kelulusan 5 tahun tekhir sebagai berikut:

No. Tahun Jumlah Pendaftar Jumlah Kelulusan
L P Jumlah L P Jumlah
1 2011/2012 59 46 105 28 40 68
2 2012/2013 62 56 118 31 27 58
3 2013/2014 46 42 88 30 36 66
4 2014/2015 64 67 111 46 50 96
5 2015/2016 36 22 58

Tabel 1: Jumlah pendaftar dan kelulusan dari tahun 2011/2012  s d  2015/2016

Dari data jumlah pendaftar tersebut tergolong tinggi, karena lebih tinggi dari sekolah swasta di sekitar.

Gambar 1: Diagram Pekerjaan Orang tua

pekerjaan-orang-tua

Gambar 2: Diagram Pendidikan Orang tua

pendidikan-orang-tua

Gambar 3: Diagram Penghasilan Orang tua

penghasilan-orang-tua

Gambar 4:  Diagram alasan tidak melajutkan ke sekolah reguler

alasan

Penutup

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan:

  1. Masih banyaknya siswa melanjutkan ke SMP Terbuka karena tidak mampu, walaupun sekolah tidak dipungut biaya. Tetapi tidak mampu untuk biaya transportasi setiap hari, karena sebagian besar siswa ke sekolah menggunakan angkutan umum.
  2. SMP Terbuka 2 Cilongok dikelola dengan baik dan akuntabel senantiasa siap untuk menerima dan melayani siswa yang mengalami berbagai kendala untuk bersekolah.
  3. Pengelola SMP Terbuka 2 Cilongok dapat memberikan pelayanan yang sama seperti sekolah reguler, baik cara belajar maupun kesediaan sarana dan prasarana.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Pembinaan SMP. 2005. Petunjuk Praktis Bagi Guru Bina. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP.

Direktorat Pembinaan SMP. 2008. Ajang Apresiasi, Ekspresi dan Kreasi Siswa. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP.

Depdiknas. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

http://id.wikipedia.org/wiki/SMP Terbuka. 08/03/12.

Depdiknas. 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Biodata  :

Sukardi, S.Pd.

Wakil Kepala SMP Terbuka 2 Cilongok

Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMPN 2 Cilongok




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *