PTK SD Strategi Bimbingan dan Latihan Intensif Menyusun Naskah Pidato

STRATEGI BIMBINGAN DAN LATIHAN INTENSIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KOMPETENSI DASAR MENYUSUN NASKAH PIDATO BAGI SISWA KELAS VI SD NEGERI TONJONG 04  TAHUN PELAJARAN 2013/2014

aida

PENDAHULUAN

Proses belajar mengajar yang berkualitas ditentukan oleh guru itu sendiri, guru dituntut memiliki kemampuan untuk mengetahui adanya masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang dikelolanya. Agar mampu merasakan adanya masalah  seorang guru dituntut jujur pada diri sendiri. Berbekal kejujuran dan kesadaran tersebut, peneliti mencoba merenung, merefleksi diri dan akhirnya mencoba mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran yang dilakukan.

Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa yang bisa diukur dengan tes hasil belajar. Peneliti menemukan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan ditempat penulis bertugas. Pada studi awal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar Menulis Pidato, hasil dari tes formatif menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan terhadap materi yang diajarkan, dari 16 siswa hanya 4 orang saja yang mencapai tingkat penguasaan materi 70 % ke atas . Jika hal ini dibiarkan akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa selanjutnya. Sadar akan hal itu peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Melalui refleksi diri, kaji literatur, dan diskusi dengan supervisor dapat diketahui bahwa kemungkinan faktor penyebab rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi dan rendahnya kreatifitas siswa dalam penyusunan naskah pidato adalah: 1) Model pembelajaran yang diambil kurang tepat; 2) Pembelajaran dengan metode ceramah terlalu abstrak; 3) Kurangnya bimbingan dan latihan yang intensif dari guru; dan 4) Guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran

Berdasarkan hal tersebut maka dapat dirumuskan masalahnya untuk menjadi fokus perbaikan pembelajaran adalah  “Apakah prestasi belajar Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar menulis naskah pidato bagi siswa kelas VI SDN Tonjong 4 dapat ditingkatkan melalui strategi bimbingan dan latihan yang intensif?“

LANDASAN TEORI

Sebagai landasan teori untuk mendapatkan solusi perbaikan pembelajaran menulis naskah pidato maka perlu diungkap berbagai pendapat yang merujuk pada laporan perbaikan pembelajaran ini. Menurut Dr. Moh.Surya (dalam pengantar bimbingan dan penyuluhan, 1993:21) Bimbingan merupakan suatau proses yang berkelanjutan, mengandung arti bahwa kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, insidental, sewaktu-waktu, tidak sengaja, atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis, sengaja, berencana, terus menerus, dan terarah pada tujuan.

Menurut Rochman Natawidjaja (dalam pengantar bimbingan dan penyuluhan, 1993:23), Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan  yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.

Latihan adalah mencoba melakukan sesuatu sehingga terjadi perubahan tingkah laku dalam bentuk skill atau keterampilan. Belajar akan lebih berhasil apabila disertai dengan latihan-latihan yang teratur dan terarah.

Menulis pada hakikatnya menyampaikan ide atau gagasan dan pesan dengan menggunakan lambang grafis (tulisan). Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran menulis  (Proett dan Gill,1986 dalam Suparno dan Moh Yunus,2006:1.14) adalah Pendekatan Frekuensi yang menyatakan bahwa banyaknya latihan mengarang, sekalipun tidak dikoreksi, (seperti buku harian atau surat) akan membantu meningkatkan keterampilan menulis seseorang .

Semua pernyataan di atas dapat peneliti tapsirkan sebagai suatu isyarat bagi guru untuk mampu berupaya menyajikan suatu model pembelajaran yang menarik yang mampu merangsang anak untuk aktif berlatih menulis.

Dengan merujuk kepada beberapa pendapat di atas disusunlah hipotesis tindakan sebagai berikut : “Strategi Bimbingan dan Latihan yang Intensif akan dapat meningkatkan pembelajaran menulis khususnya menyusun naskah pidato.”

 

METODE PENELITIAN

Jenis data yang diperoleh oleh peneliti merupakan data kualitatif dan data kuantitatif selama proses pembelajaran berlangsung yaitu pada pembelajaran menulis naskah pidato di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Tonjong 04 Kecamatan Tonjong. Teknik pengumpulan data: 1) Dokumen hasil evaluasi siswa kelas VI SD Negeri Tonjong 04 pada proses kegiatan belajar mengajar tentang menulis naskah pidato; 2) Dilakukan dengan wawancara untuk mengetahui kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis naskah pidato; 3) Pencatatan lapangan digunakan penulis untuk mencatat selama kegitan belajar mengajar menulis naskah pidato. Analisis data, data kualitatif akan dianalisis dalam bentuk paparan naratif yang diperoleh dari hasil observasi dan hasil wawancara dengan siswa yang belum tuntas. Sedangkan data kuantitatif akan dianalisis dalam bentuk deskripsi data angka hasil tes formatif dan hasil rekap nilai dari tiga siklus perbaikan.

Dengan dilandasi oleh pendapat Rochman natawidjaja (dalam pengantar bimbingan dan penyuluhan,1993:23) tentang bimbingan, (Proet dan Gill.1986 dalam Suparno 2006:1.14) tentang pendekatan frekwensi dalam pembelajaran menulis,dan hasil diskusi dengan supervisor maka peneliti mencoba mencari model pembelajaran yang tepat dengan menyelaraskan antara materi dengan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan. Untuk Kompetensi Dasar Menulis yaitu menyusun naskah pidato terpilih pendekatan bimbingan dan latihan yang intensif dengan metode tugas, demonstrasi, dan bermain peran. Dasar pertimbangan pendekatan tersebut terpilih karena  menulis merupakan suatu proses yang kemampuan, pelaksanaan, dan hasilnya diperoleh secara bertahap. Pendekatan Frekuensi (Proet dan Gill,1986 dalam keterampilan dasar menulis) menyatakan bahwa banyaknya latihan mengarang, akan membantu meningkatkan keterampilan menulis seseorang.

Tindakan perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI akan dioptimalkan dengan bimbingan dan latihan-latihan yang intensif dalam pembelajaran menulis naskah pidato.Upaya ini dilakukan peneliti khusus buat siswa yang belum tuntas belajarnya. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap, yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan refleksi. Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan kembali untuk merevisi rencana jika ternyata tindakan yang dilaksanakan belum berhasil memecahkan masalah, seperti tampak pada gambar di bawah ini :

1

Bagan 1 Alur tindakan

Setelah siklus ini berlangsung tiga kali barangkali perbaikan yang diinginkan sudah terjadi. Dalam hal ini daur penelitian tindakan kelas dengan tujuan perbaikan yang direncanakan sudah berakhir. Namun biasanya akan muncul masalah baru. Masalah ini akan kembali dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas. Secara lebih rinci dapat dilihat pada gambar berikut.

2

Bagan 2 Prosedur tindakan

Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan prestasi belajar siswa dalam kompetensi dasar menyusun naskah pidato adalah ketuntasan siswa dalam mempelajari materi, kriteria ketuntasan jika telah mencapai tingkat penguasaan materi mencapai 70 % ke atas. Kriteria untuk mengukur keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran jika 75 % dari jumlah siswa tuntas dalam belajar.Bagan 2 Prosedur tindakan

HASIL PENELITIAN

Hasil perbaikan pembelajaran yang peneliti lakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas di kelas VI dengan pembelajaran Menulis Naskah Pidato sampai siklus ketiga hasil balajar siswa  mencapai hasil yang optimal. Hal ini bisa dilihat dalam tabel hasil tes formatif tiap-tiap siklus dibandingkan dengan hasil tes studi awal.

      Tabel 1 Data hasil tes Bahasa Indonesia kompetensi dasar menulis naskah pidato

No N a m a Nilai
Studi Awal Siklus I Siklus II Siklus III
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

Nur Azizah

Askari

Ade Muhtarudin

Ipnu M Ali

Joko Purwanto

Moh.Fajar

Raisha Dara A

St Muayathul

Siska Apriani

Tri Reza Fauzi

Veri Siami

Ydhistira

Zuhruf Baim

Marselina T

Dini Fitriawati

Elmi Novita Sari

30

50

50

90

60

60

90

60

60

60

50

90

60

90

40

40

50

50

60

90

60

65

90

60

75

75

60

90

60

90

65

65

50

70

60

95

60

60

90

60]

80

80

75

90

80

90

80

75

50

80

75

90

70

70

90

70

80

90

80

90

90

90

90

80

Jumlah 980 1095 1195 1285
Rata-rata 61,25 68,44 74,69 80,31

3

Berdasarkan tabel 1 dapat kita lihat perubahan nilai hasil tes yang dicapai siswa di tiap-tiap siklus mengalami kenaikan, yaitu :

  1. Pada studi awal siswa yang belum tuntas belajar 12 siswa dari 16 siswa atau sebesar 75%.
  2. Pada siklus pertama siswa yang belum tuntas belajar 10 siswa dari 16 siswa atau sebesar 62,5%.
  3. Pada siklus kedua siswa yang belum tuntas belajar 5 siswa dari 16 siswa atau sebesar 31,25%.
  4. Pada siklus ketiga tersisa 1 siswa yang belum tuntas belajar atau sebesar 6,25%.

 Siswa yang tuntas belajar mengalami kenaikan  yaitu pada siklus pertama 12,5%. Pada siklus kedua 31,25. Sedangkan pada siklus ketiga mencapai 25%.

Tabel 2 Rekap Hasil tes Bahasa Indonesia  pada studi awal, siklus I, II, dan III.

No Uraian Siswa yang tuntas Siswa yang belum tuntas
Frekuensi % Frekuensi %
1

2

3

4

Studi Awal

Siklus I

Siklus II

Siklus III

4

6

11

15

25

37,5

68,75

93,75

12

10

5

1

75

62,5

31,25

6,25

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa setiap siklus, penguasaan materi mengalami kenaikan yang sangat signifikan.Pada siklus ketiga masih tersisa 1 siswa yang belum berhasil menuntaskan belajarnya, itu karena siswa tersebut lama dan sering tidak masuk karena  sakit sehingga sangat lamban dalam memahami konsep pelajaran.

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil temuan di atas memperlihatkan bahwa sebelum peneliti melakukan Perbaikan Pembelajaran yaitu pada studi awal, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang dan siswa sama sekali tidak merespon materi yang disampaikan peneliti sehingga nilai hasil belajarpun rendah, tidak mencapai ketuntasan belajar  ini dapat dilihat dari rata-rata nilai tes formatif yang hanya 61,25. Nilai tersebut masih jauh dari criteria ketuntasan yang ditetapkan peneliti dengan observer yaitu 75. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengangkat Kompetensi Dasar Menulis Naskah Pidato sebagai bahan penelitian dan ingin memperbaiki proses pembelajaran melalui Pernelitian Tindakan Kelas dalam tiga siklus.

Dengan melihat hasil tes formatif pada studi awal, pada siklus pertama peneliti melakukan perbaikan dengan memfokuskan pada mengaktifkan siswa untuk berlatih menulis naskah pidato.Pada siklus pertama keaktifan siswa mulai tampak, pertanyaan dan materi sudah mulai direspon dengan baik, namun demikian hasil tes formatif masih belum cukup baik, perolehan nilai rata-rata baru mencapai 68,44 , masih di bawah standar nilai ketuntasan, peneliti mencoba mengulang perbaikan pembelajaran pada siklus kedua.

   Pada siklus kedua peneliti mencoba memberikan bimbingan sehingga siswa mampu menyusun sendiri naskah pidato dengan bahasa yang benar, namun karena keterbatasan waktu nilai hasil tes belum mencapai ketuntasan, nilai rata-rata hanya 74,69. Nilai tersebut juga masih di bawah standar ketuntasan. Oleh karena itu perbaikan siklus kedua harus diulang lagi pada perbaikan siklus ketiga.

Berdasarkan temuan dari hasil pengolahan data nilai tes formatif, strategi bimbingan dan latihan yang intensif yang peneliti terapkan di kelas VI semester dua Tahun Pelajaran 2013 / 2014 SD Negeri Tonjong 04 melalui tindakan perbaikan siklus ketiga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kompetensi dasar menulis naskah pidato sangat efektif terbukti hasil tes formatif sangat menggembirakan. Hal ini dapat kita lihat dari keaktifan siswa, tutor sebaya untuk membantu teman yang belum mampu dapat berjalan, daya tangkap dan respon dari siswa jauh lebih baik, begitu juga dilihat dari nilai adanya kenaikan yang cukup signifikan yaitu dari hasil tes studi awal yang rata-ratanya hanya 61,25 meningkat menjadi 68,44 pada siklus pertama,dan naik menjadi 74,69 pada siklus kedua dan menjadi 80,31 di siklus ketiga.

Karena hasil tes formatif pada siklus ketiga sudah di atas kriteria ketuntasan belajar maka pelaksanaan perbaikan dianggap selesai dan berhasil.

Dari perolehan nilai hasil perbaikan dalam penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan ternyata strategi bimbingan dan latihan yang intensif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kompetemsi Dasar menulis naskah pidato dapat dikategorikan baik dan tepat. Bimbingan dan latihan yang intensif belajar menulis yang baik sangat mendukung peningkatan prestasi belajar siswa.Bagi siswa yang motivasi belajarnya tinggi akan mudah menerima materi pelajaran Bahasa Indonesia, yang mana mata pelajaran ini adalah kunci keberhasilan untuk dapat menguasai mata pelajaran yang lain, untuk itu diharapkan selama proses pembelajaran, guru harus memiliki keterampilan dan mampu memilih strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi bimbingan dan latihan yang intensif dalam pembelajaram Bahasa Indonesia khususnya menulis naskah pidato di kelas VI tidak mengalami kendala, namun sebaliknya membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar.  Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa STRATEGI BIMBINGAN DAN LATIHAN YANG INTENSIF dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kompetensi dasar menulis naskah pidato dapat meningkatkan pemahaman siswa, sehingga nilai tes belajar siswa dapat meningkat pula dan kriteria ketuntasan dapat dicapai.

 

KESIMPULAN

  Berdasarkan analisis data dan hasil temuan dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran dapat ditarik kesimpulan bahwa, penggunaan strategi bimbingan dan latihan yang intensif sangat sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa kelas VI SD. Negeri Tonjong 04 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2013 / 2014 dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia  kompetensi dasar menulis naskah pidato, termasuk dalam kategori berhasil, hal ini dapat dilihat dari hasil tes formatif antara studi awal, siklus I, II, dan III yang  menunjukkan kenaikan begitu menggembirakan.

   Strategi bimbingan dan latihan yang intensif dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, dengan meningkatnya pemahaman terhadap materi maka  meningkat pula hasil belajar siswa, khususnya Bahasa Indonesia kompetensi dasar menulis naskah pidato.

DAFTAR PUSTAKA

Doyin Mukh, M. Si. dkk. Kompetensi Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah. Semarang :  Universitas Negeri semarang

Noehi Nasution, M. A. , dkk. 1993. Psikologi Pendidikan. Jakarta Universitas Terbuka.

 Surya Moh, Dr. Rochman Natawidjaja. 1993. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan Jakarta : Universitas Terbuka

Suparno, Mohamad Yunus.2006. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta : Universitas Terbuka.

 Sagala Syeiful, M. Pd. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran . Bandung : CV.ALFABETA.

Wardani, IGAK, Kuswaya Wihardit, dan Noehi Nasution.2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

 Wardani, IGAK, Siti Julaeha, Ngadi Marsinah. 2007. Pemantapan Kemampuan Profesional ( Panduan ). Jakarta : Universitas Terbuka

BIODATA

 

Nama                   :   AIDA FARIKHA,S.Pd.SD

NIP                       :   19650117 198608 2 002

Pangkat / Gol       :   Pembina IV/A

Unit Kerja            :   SD Negeri Tonjong 04




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *