PTK TK Bercerita Melalui Permainan Gambar Seri

  PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI PERMAINAN GAMBAR SERI DI TK PERTIWI KARANGKEMIRI KARANGLEWAS

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan kemampuan bercerita pada anak didik kelompok B di TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, jumlah anak yang trampil bercerita pada studi awal 0 anak 0%, dikarenakan rendahnya kegiatan belajar anak didik dalam mengikuti kegiatan bercerita. Populasi penelitian ini adalah anak didik kelompok B yang berjumlah 31 anak terdiri dari 14 anak laki-laki dan 17 anak perempuan dengan menggunakan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Class Room Action Research). Penelitian dilakukan dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak didik yang sangat mampu bercerita pada siklus I yaitu naik dari 0 anak 0% menjadi 5 anak 16,2%, sedang pada siklus II jumlah anak didik yang sangat mampu naik dari 5 anak 16,12% menjadi 25 anak 80,65%. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan gambar seri dapat meningkat kemampuan bercerita pada anak didik kelompok B TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas.

Kata Kunci : bercerita,gambar seri, bermain, permainan.

PENDAHULUAN

Pada anak usia TK (4-6 tahun) kemampuan berbahasa yang paling umum dan efektif dilakukan adalah kemampuan bercerita. Hal ini selaras dengan karakteristik umum kemampuan berbahasa anak pada usia tersebut. Karakteristik ini meliputi kemampuan anak untuk berbicara dengan baik, melaksanakan tiga perintah lisan secara berurutan dengan benar, mendengar dan menceritakan kembali cerita sederhana dengan urutan yang mudah dipahami.

Bercerita merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpa alat tentang apa yang harus disampaikan dalam bentuk pesan, informasi atau hanya sebuah dongeng yang untuk didengarkan dengan rasa menyenangkan, oleh karena orang yang menyajikan cerita tersebut menyampaikannya dengan menarik.

Rendahnya tingkat capaian perkembangan kemampuan berbahasa, khususnya pada bidang pengembangan kemampuan bercerita pada anak usia awal di TK di sebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya wawasan guru dalam memilih dan penggunaan media yang tepat untuk digunakan dalam mengembangkan kemampuan bercerita. Proses kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru di kelas cenderung menggunakan metode pemberian tugas dan ceramah dan tidak menggunakan suatu media, dampak negative penerapan situasi pembelajaran semacam ini, yaitu kurang memberikan kesempatan pada anak untuk bertanya, berpendapat ataupun menyatakan alasan. Kondisi pembelajaran seperti ini, aktivitas anak didik di kelas hanya menyelesaikan tugas-tugas dari guru yang bersifat teoritis, sehingga membuat anak didik sering merasa bosan dan motivasi  belajarnya juga menurun.

Dalam hal kemampuan bercerita ini, di TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas masih cukup memprihatinkan. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil pembelajaran anak didik yang berjumlah 31 anak, maka yang dikategorikan sangat mampu adalah 0 anak (0%), anak didik yang mampu 5 anak (16,12%) dan anak didik yang yang belum mampu cukup dominan yaitu 26 anak (83,88%).

Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan yang dapat dirumuskan : Apakah dengan permainan gambar seri dapat meningkatkan kemampuan bercerita pada anak didik kelompok B di TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas?

Bercerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpa alat tentang apa yang yang harus disampaikan dalam bentuk pesan, informasi atau hanya sebuah dongeng yang untuk didengarkan dengan rasa menyenangkan, oleh karena orang yang menyajikan cerita tersebut menyampaikannya dengan menarik (Nurbiana Dhiene, 2005 : 6.4).Metode bercerita adalah merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan (Moeslichatoen, 2004 : 157).

Bercerita dengan gambar adalah kegiatan bercerita menggunakan 1 gambar, 2 gambar, 3 gambar atau 4 gambar dengan ukuran tertentu. Bercerita dengan gambar dapat menggunakan gambar lepas atau gambar seri yang terdiri dari 2-4 gambar yang meluruskan jalan cerita (Nurbiana Dhiene, 2005 : 6.34).

Bercerita dengan menggunakan gambar seri dapat menggunakan media atau alat peraga berupa gambar tunggal atau gambar seri. Gambar tunggal yaitu suatu gambar yang memuat seluruh rangkaian isi cerita dalam satu kertas. Gambar Seri yaitu beberapa gambar yang dituangkan dalam beberapa kertas yang terpisah, memuat keterkaitan isi cerita antara gambar yang satu dengan lainnya (Winda Gunarti, S.Pd, 2008 : 5-10).

 

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelompok B TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Dengan anak didik berjumlah 31 anak  yang terdiri dari laki-laki 14 anak dan perempuan 17 anak dan 4 tenaga guru. Waktu Pelaksanaan Penelitian : semester 2 tahun 2010/2011. Sesuai dengan bentuk pendekatan penilitian kualitatif dan jenis data yang akan digunakan, maka teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara mendalam (In-dept interviewing), observasi langsung : atau disebut juga Observasi partisipasi yang pasif. Observasi ini akan dilakukan dengan cara formal dan informal untuk mengamati berbagai kegiatan dalam proses belajar mengajar. Analisa dokumentasi untuk memperkuat wawancara dan pengamatan langsung maupun naratif dan voice analisis.

Indikator keberhasilan kualitas pembelajaran bercerita melalui media gambar seri terhadap tingkat capaian perkembangan kemampuan bercerita anak didik kelompok B TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas dinyatakan berhasil apabila prosentase ketuntasan hasil belajar anak mencapai 75% dari tujuan atau nilai yang seharusnya dicapai, apabila prosentasenya masih dibawah 75%, maka dinyatakan belum berhasil. Prosentase ini dilakukan untuk mempertegas peningkatan kemampuan bercerita anak pada kondisi studi awal, siklus I dan siklus II yang dilakukan oleh peneliti dalam pembelajaran bercerita melalui permainan gambar seri. Untuk memperjelas alur penelitian tindakan kelas di atas berikut diuraikan setiap tahap seperti berikut:

  1. Perencanaan (planning)

Pada tahap ini guru bersama observer membuat RKH pada pembelajaran bercerita melalui permainan gambar seri.

  1. Tindakan (acting)

Pada tahap ini, peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RKH yang telah dibuat.

  1. Pengamatan (observing)

Pada tahap ini, observer bersama peneliti mengamati anak yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar.

  1. Refleksi (reflection)

Setelah mengamati observer bersama peneliti mengadakan diskusi tentang proses pembelajaran yang perlu diperbaiki.

Gambar seri yang digunakan antara lain sebagai berikut:

soeh 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Prosentase Hasil Kemampuan Bercerita Antar Siklus

No Uraian Sangat Mampu Mampu Belum Mampu
Frekuensi

(f)

Prosentase

(%)

Frekuensi

(f)

Prosentase

(%)

Frekuensi

(f)

Prosentase

(%)

1. Studi Awal 0 0 5 16,12 26 83,88
2. Siklus I 5 16,12 16 51,62 10 32,25
3. Siklus II 25 80,65 4 12,90 2 6,45

Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa setiap siklus jumlah anak yang sangat mampu bercerita melalui permainan gambar seri mengalami peningkatan yaitu :

  1. Pada studi awal jumlah anak yang sangat mampu 0 anak (0%)
  2. Pada siklus I jumlah anak yang mampu 5 anak (16,12%), ada peningkatan dari studi awal ke siklus I (16,12%)
  3. Pada siklus II jumlah anak yang mampu 25 anak (80,65%), ada peningkatan dari siklus I ke siklus II (64,53%)

Berdasarkan data kemampuan bercerita antar siklus dapat dilihat diagram sebagai berikut :

soeha

Gambar 4. Diagram Kemampuan Bercerita Antar Siklus

Berdasarkan data hasil penelitian peningkatan kemampuan bercerita melalui permainan gambar seri di TK Pertiwi 06 Karangkemiri, diperlukan pembahasan guna menjelaskan dan memperdalam kajian dalam penelitian ini.

Pada studi awal diperoleh gambaran kemampuan bercerita anak masih rendah dimana sebagian anak dikelompok B TK Pertiwi 06 Karangkemiri mengalami kesulitan ketika diadakan kegiatan pembelajaran bercerita, bahkan masih ada anak yang belum mau melaksanakan tugas untuk bercerita. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan media, alat peraga dan kegiatan bermain dalam pembahasan bercerita.

Berdasarkan studi awal ini, peneliti melakukan tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan bercerita melalui permainan gambar seri. Penelitian pada siklus I yang peneliti lakukan telah menggunakan gambar seri, sehingga pada siklus I terdapat peningkatan kemampuan bercerita dibandingkan dengan studi awal.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal pada siklus II peneliti menggunakan gambar seri yang berwarna serta metode pembelajaran yang lebih menarik bagi anak dan membuat anak lebih tertarik dan termotivasi dalam melaksanakan kegiatan, sehingga terlihat peningkatan keberhasilan kegiatan bercerita yang sederhana. Berdasarkan tindakan penelitian siklus I dan II dapat dijelaskan keberhasilan kegiatan bercerita anak sebagai berikut : Anak dapat mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri dengan urut dan benar dan pada siklus I anak yang sangat mampu 5 anak (16,12%), anak yang mampu 16 anak (51,62%) dan anak yang belum mampu 10 anak (32,25%). Sedang pada siklus II anak yang sangat mampu 25 anak (80,65%), anak yang mampu 4 anak (12,90%) dan anak yang belum mampu 2 anak (6,45%). Anak yang belum mampu masih harus diberi bimbingan dan diberi motivasi sehingga nantinya anak tersebut akan mampu bercerita.

Berdasarkan uraian diatas menunjukkan bahwa melalui permainan gambar seri dapat meningkatkan kemampuan bercerita pada anak kelompok B TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Secara keseluruhan indikator sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang diharapkan yaitu lebih dari 75%.

 

PENUTUP

Berdasarkan analisis data perbaikan pembelajaran peningkatan kemampuan bercerita melalui permainan gambar seri dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Pembelajaran bercerita melalui permainan gambar seri dapat meningkatkan aktivitas anak dalam bertanya dan menjawab.
  2. Pencapaian ketuntasan belajar bercerita melalui permainan gambar seri lebih besar dibandingkan dengan pembelajaran bercerita tanpa alat. Hal ini dapat terlihat dari pencapaian ketuntasan pada siklus I sebesar 16,12% dan pada siklus II 80,65%.
  3. Pembelajaran bercerita melalui permainan gambar seri juga dapat membuat suasana belajar lebih menyenangkan, inovatif dan konstruktif.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Chamsinar Saleh, BA, dkk 1988. Pedoman Guru Bidang Pengembangan Kemampuan Berbahasa di Taman Kanak-Kanak, Jakarta.

Nurbiana Dhieni, dkk 2005. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta : Universitas Terbuka.

Winda Gunarti, S.Pd, dkk 2008. Metode Pengembangan Perilakudan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini, Jakarta : Universitas Terbuka.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996. Metodik Khusus Pengembangan Kemampuan Berbahasa di Taman Kanak-kanak, Jakarta.

BIODATA PENELITI

 

Nama                                       : SOEHARTIAH SK, A.Ma

NIP                                           : 19610409 198603 2 010

Tempat / Tgl. Lahir               : Banyumas, 09 April 1961

Alamat Kantor                        : TK Pertiwi 06 Karangkemiri Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *