UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI SISTEM INDRA MANUSIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS IX E SMP NEGERI 1 KROYA KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

OLEH

Ana Priswanti, S.Pd

NIP. 19720306 199702 2 002

SMP Negeri 1 Kroya

ABSTRAK

Dalam melakukan proses pembelajaran guru dapat memilih dan menggunakan beberapa metode mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui model role playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya Cilacap pada konsep sistem indera. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah dengan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari nilai awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan model pembelajaran role playing dan dari data yang diperoleh setiap akhir pertemuan yaitu dari aspek kognitif (post test) dan aspek sikap siswa (afektif). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu kelas yaitu kelas IX E yang berjumlah 30 siswa. Analisis data dari penelitian ini adalah dengan cara deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai siklus III.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktifitas dan hasil belajar siswa. Sebelum dilaksanakan tindakan didapatkan rata-rata hasil belajar 6.9 dan rata-rata pada siklus I meningkat menjadi 7.2 rata-rata siklus II meningkat menjadi 7.8 dan rata-rata pada siklus III meningkat menjadi 9.0. Aktifitas siswa dalam aspek afektif meningkat dari siklus I sampai siklus III. Pada siklus I didapatkan rata-rata 29 (kurang berhasil), rata-rata siklus II meningkat menjadi 33.4 (cukup berhasil), dan rata-rata siklus III meningkat menjadi 41.2 (berhasil). Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran role playing baik untuk meningkatan hasil belajar (nilai) siswa dari siklus I sampai dengan siklus III.

Kata kunci: model pembelajaran role playing, hasil belajar biologi.

PENDAHULUAN

Guru sebagai pendidik menduduki proses yang strategis dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia , dituntut untuk terus mengikuti perkembangan konsep baru dalam pembelajaran . Tanggung jawab keberhasilan pengajaran tersebut berada ditangan seorang pendidik.Yang artinya seorang guru harus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatur proses pembelajaran sedemikian rupa , sehingga komponen – komponen yang diperlukan dalam pengajaran tersebut dapat berinteraksi antara sesama komponen.Pada umumnya siswa sudah beranggapan bahwa mata pelajaran IPA sulit dipahami dan membosankan .Mereka berpikir bahwa pelajaran IPA identik dengan menghitung,sehingga

siswa sangat tidak tertarik dalam memahami dan menguasai IPA.Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka usaha yang akan ditempuh dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran role playing .Keberhasilan pendidikan di sekolah yang berbasiskan   proses pembelajaran di kelas pada hakekatnya merupakan tanggung jawab semua pihak, baik sekolah, pemerintah maupun masyarakat. Pihak sekolah bertanggung jawab dalam menyelenggarakan proses pendidikan, pemerintah pemegang keputusan kebijakan, sedangkan masyarakat pendukung sumber daya yang diperlukan sekolah. Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan  penelitian yang berjudul: “ Upaya meningkatkan hasil belajar biologi materi  sistem indera manusia  mealui  model pembelajaran role playing pada siswa  kelas IX E SMP negeri 1 kroya Kabupaten Cilacap  tahun pelajaran  2015 / 2016”

Perumusan Masalah

1.Bagaimanakah proses pembelajaran dengan menggunakan model role playing dapat meningkatkan hasil belajar Biologi matri sistem indra manusis pada siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2015 / 2016?

2.Seberapa besar peningkatkan hasil belajar Biologi materi sistem indra manusia setelah menggunakan model pembelajaran role playing pada siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2015 / 2016?

Tujuan Penelitian

1.Untuk mendiskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan model role playing dapat meningkatkan hasil belajar Biologi materi system indra manusia pada siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2016 / 2017.

2.Untuk mendiskripsikan peningkatkan hasil belajar Biologi materi system indra manusia setelah menggunakan model role playing pada siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2015 / 2016.

Kajian Pustaka

Pembelajaran dengan role playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan itu dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode ini banyak melibatkan siswa dan membuat siswa senang belajar serta metode ini mempunyai nilai tambah yaitu:

(a) dapat menjamin partisipasi seluruh siwa dan memberi kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya dalam bekerjasama hingga berhasil, dan

(b) permainan merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa .

Pembelajaran dengan role playing merupakan suatu aktivitas yang dramatik, biasanya ditampilkan oleh sekelompok kecil siswa, bertujuan mengeksploitasi beberapa mesalah yang ditemukan untuk melengkapi partisipasi dan pengamat dengan pengalaman belajar yang nantinya dapat meningkatkan pemahaman  Keberhasilan pendidikan di sekolah yang berbasiskan proses pembelajaran di kelas pada hakekatnya merupakan tanggung jawab semua pihak, baik sekolah, pemerintah maupun masyarakat. Pihak sekolah bertanggung jawab dalam menyelenggarakan proses pendidikan, pemerintah pemegang keputusan kebijakan, sedangkan masyarakat pendukung sumber daya yang diperlukan sekolah. Secara khusus dalam kenyataan pihak sekolah yang lebih banyak berperan dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah melalui peran kepala sekolah dan para gurunya. Kepala sekolah berperan sebagai manjer, pemimpin, administrator, dan supervisor pendidikan, sedangkan guru berperan dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa di dalam kelas. Oleh karena itulah sebenarnya peranan guru yang sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Keadaan tersebut dikarenakan guru merupakan ujung tombak pembelajaran yang apabila gagal sering dialamatkan kepadanya.

Kelebihan metode Role Playing

1.Siswa melatih dirinya untuk memahami dan mengingat isi bahan yang akan diperankan. Sebagai pemain harus memahami, menghayati isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk materi yang harus diperankannya. Sehingga daya ingatan siswa harus tajam dan tahan lama.

2.Siswa akan berlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Pada waktu bermain peranp pemain dituntut mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang tersedia.

3.Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah.

4.Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya.

5.Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab.

6.Bahasa lisan siswa dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami.

Kelemahan metode Role Playing

1.Sebagian anak yang tidak ikut bermain peran menjadi kurang aktif.

2.Banyak memakan waktu.

3.Memerlukan tempat yang cukup luas.

4.Sering kelas lain merasa terganggu oleh suara para pemain dan tepuk tangan penonton/pengamat

Biologi adalah salah satu bagian dari IPA yang merupakan hasil kegiatan manusia yang berupa pengetahuan, gagasan, konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah. Proses ini antara lain meliputi penyelidikan, penyusunan, dan penyajian gagasan. Jadi Biologi merupakan pelajaran eksak dan untuk menjawab segala atau permasalahan yang ada harus melalui proses ilmiah. Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh anak setelah melakukan kegiatan belajar mengajar.

Jadi hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh setelah terjadinya proses belajar mengajar yang dapat dinilai melalui bentuk tes Ujian Akhir Semester (UAS) dan Ujian Nasional (UN).

Kerangka Berfikir

Kegiatan belajar mengajar yang berlangsung disekolah selalu melibatkan guru sebagai pihak pengajar dan siswa sebagai pihak yang menerima pelajaran. Sebagai pihak pengajar, guru bertugas menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dengan demikian, guru bertanggung jawab terhadap keberhasilan pengajaran. Penggunaan strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. Role playing merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran biologi. Karena role playing dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa, semakin baik peran yang dimainkan, maka siswa akan lebih memahami materi yang sedang dipelajari sehingga hasil belajar yang diperoleh akan semakin baik pula. Hasil belajar dapat diukur berdasarkan 2 ( dua ) aspek yaitu aspek kognitif dan aspek afektif.

Hipotesis

Berdasarkan uraian diatas , hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah hasil belajar biologi materi sistem indra manusia pada siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya tahun pelajaran 2015 / 2016 akan meningkat setelah dalam pembelajaran mengguanakan model role playing.

METODE PENELITIAN

Berdasarkan judul penelitian “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Materi Sistem Indra Manusia melalui Model Pembelajaran Role Playing Pada Siswa Kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya Tahun Pelajaran 2015 / 2016 “ adalah  siswa kelas IX E dengan jumlah 30  siswa yang terdiri dari 18 perempuan dan 12 siswa laki – laki..

Pada penelitian ini data yang diperoleh melalui beberapa cara, yaitu:

-Dokumentasi, yang digunakan untuk memperoleh data sekolah dan identitas siswa antara lain seperti nama siswa, nomor induk siswa dengan melihat dokumen yang ada di sekolah.

-Observasi, dilakukan oleh peneliti bersama guru mata pelajaran biologi yang digunakan untuk mengamati sikap siswa dalam interaksi pelajaran biologi, dapat dengan lembar pengamatan maupun dengan catatan lapangan yaitu catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, siswa dalam rangka pengumpulan data.

-Tes, digunakan untuk mengumpulkan data kenaikan hasil belajar. Jenis tes yang digunakan adalah post test yaitu test yang dilaksanakan setelah diadakan tindakan.

Data yang telah diperoleh dilapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif konparatif yaitu dengan membandingkan kondisi awal , setelah siklus 1 ,siklus 2 dan siklus 3 .Kemudian dilanjutkan refleksi menarik simpulan berdasarkan diskriptif komparatif ,membuat ulasan berdasarkan simpulan dan menentukan action plan atau tindak lanjut.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Kondisi Awal.

Kemampuan awal  materi sistem indra manusia siswa kelas IX E semester 2 SMP Negeri 1 Kroya, hasilnya masih mencerminkan adanya kelemahan penguasaan atas kompetensi dasar tersebut. Hal ini tercermin dari adanya beberapa siswa yang capaian hasil belajarnya di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75,00. Adapun kemampuan awal siswa dapat ditabulasikan seperti pada tabel 2 berikut ini.

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa kemampuan awal kompetensi dasar sistem indra manusia sangat bervariasi. Nilai tertinggi mencapai 80,00 , nilai terendah sebesar 60,00 dengan rata-rata sebesar 69,00. Siswa yang memperoleh nilai kurang dari KKM (75,00) sejumlah 27 anak dan sisanya sebanyak 3 anak nilainya di atas KKM. Dengan demikian dapat dikatakan masih terdapat 10% siswa yang capaian  nilainya diatas KKM.

Kenyataan tersebut merupakan salah satu latar belakang untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran dengan model role playin

Siklus I

Kegiatan proses pembelajaran pada siklus 1 sebagai berikut:

1.Perencanaan tindakan.

2.Pelaksanaan Tindakan

3.Observasi

4.Refleksi

Hasil Penilaian

Hasil Tes Siklus 1

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa kemampuan siklus 1 kompetensi dasar sistem indra manusia sangat bervariasi. Nilai tertinggi mencapai 80,00 , nilai terendah sebesar 65,00 dengan rata-rata sebesar 72,00. Siswa yang memperoleh nilai kurang dari KKM (75,00) sejumlah 20 anak dan sisanya sebanyak 10 anak nilainya di atas KKM. Dengan demikian dapat dikatakan masih terdapat 33% siswa yang capaian  nilainya diatas KKM.

Kenyataan tersebut merupakan salah satu latar belakang untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran dengan model role playing dengan siklus 2 .

 Siklus 2

Hasil siklus 2

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa kemampuan siklus 2 kompetensi dasar sistem indra manusia sangat bervariasi. Nilai tertinggi mencapai 90,00 , nilai terendah sebesar 70,00 dengan rata-rata sebesar 78,00. Siswa yang memperoleh nilai diatas  KKM (75,00) sejumlah 25 anak dan sisanya sebanyak 5 anak nilainya kurang dari KKM. Dengan demikian dapat dikatakan terdapat 83.3% siswa yang capaian  nilainya diatas KKM.

 Siklus 3

Hasil  Penilaian Siklus 3

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa kemampuan siklus 3 kompetensi dasar sistem indra manusia sangat bervariasi. Nilai tertinggi mencapai 100,00 , nilai terendah sebesar 75,00 dengan rata-rata sebesar 90,00. Siswa yang memperoleh nilai diatas  KKM (75,00) sejumlah 30 anak. Dengan demikian dapat dikatakan 100 % siswa yang capaian  nilainya diatas atau sama dengan KKM.

1.PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian pembelajaran yang dilaksanakan dalam 3 siklus pada siswa kelas IX E  SMP Negeri 1 Kroya kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2015 / 2016 didapat data sebagai berikut:

Tabel 4. Perbandingan Capaian Hasil Belajar Siklus I dengan Kondisi Awal (Prasiklus)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan tabel di atas, perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus I meliputi nilai terendah, rata-rata dan jumlah anak yang capaian hasil belajarnya di bawah KKM. Nilai terendah naik dari 60,00 menjadi 65,00; rata-rata kelas naik dari 69,00 menjadi 72,00 dan jumlah anak yang capaiannya di atas KKM naik dari 3 anak menjadi 10 anak..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan tabel di atas, perubahan-perubahan yang terjadi pada sikus II meliputi nilai terendah, rata-rata dan jumlah anak yang capaian hasil belajarnya di bawah KKM. Nilai terendah naik dari 65,00 menjadi 70,00; rata-rata kelas naik dari 72,00 menjadi 78,00 dan pada akhir siklus II sudah tidak ada lagi siswa dengan capaian hasil belajar kurang dari KKM 75,00.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Banyaknya siswa yang mencapai KKM pada pra tindakan adalah 3 dengan persentase sebesar 10 %. Pada siklus 1 meningkat menjadi 33% dengan 10 siswa diatas KKM , pada siklus 2 yang mencapai KKM adalah 25 dengan persentase 83,3%  dan pada siklus 3 yang mencapai KKM 30 siswa dengan persentase 100%.Desil belajar biologi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Biologi materi sistem indra manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran role playing pada siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya tahun pelajaran 2015 / 2016

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan dari hasil analisis dan pembahasan penelitian tindakan kelas ini  dapat disimpulkan sebagia berikut:

1.Terjadi peningkatan hasil belajar (nilai) siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam aspek kognitif dari siklus I sampai dengan siklus III setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran role playing. Dengan nilai rata-rata siklus I sebesar 7.2, pada siklus II sebesar 7.8 dan pada siklus III sebesar 9.0.

2.Terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Kroya Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016 setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran role playing, hasil penilaian aspek afektif pada siklus I rata-rata sebesar 29 (kurang berhasil), pada siklus II rata-rata sebesar 33.4 ( cukup berhasil), dan pada siklus III rata-rata sebesar 41.2 (berhasil).

A.SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas maka peneliti menyarankan :

1.Guru harus menguasai materi pembelajaran dengan baik serta mampu menjelaskan pokok bahasan dengan lugas agar siswa cepat mengerti dan memahami pesan yang terkandung dalam materi bahasan tersebut.

2.Kepala sekolah hendaknya memandu dalam mengembangkan budaya sekolah khususnya budaya membaca dilingkungan sekolah.

3.Kepada rekan guru diharapkan dapat mencoba menerapkan model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif dan menyenangkan.

4.Kepada siswa hendaknya berani mengungkapkan gagasan untuk mempertinggi kualitas hasil pembelajaran.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anang Prasetyo. 2001.Metode Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi siswa kelas II SLTP N I Driyono Gresik. Buletin Pelangi Pendidikan. Edisi IV Tahun II

Mudjiono. 2002. Belajar dan  Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, S.B dan A.Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rhineka Cipta.

Karso. 1993. Dasar-Dasar Pendidikan MIPA. Jakarta: Depdikbud.

Mudhofir. 1986. Teknologi Instruksional. Bandung: Remadja Karya.

Mulyana Abdurrahman. 1999. Pendekatan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rhineka Cipta.

Rustaman, N.Y., S.A. Dirdjosoemarto, Yusnani, A., Ruchrji, S., Diana.R.& Mimin. N. 2003.Strategi Belajar Mengajar Biologi. Jakarta: universitas Pendidikan Indonesia.

Silberman, M. 2001. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: YAPPENDIS..

Suharsimi Arikunto. 2006.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: bina Aksara.

Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas beserta Sistematika Proposal dan Laporannya. Jakarta: Bina Aksara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *